Es Buah Menggoda, Tapi Ingat Dampaknya bagi Kesehatan 

Memulai berbuka dengan es buah itu memberi asupan gula cair dalam jumlah yang banyak

MATARAM,LombokJournal.com ~ Es buah sangat meggoda setelah lebih dari 12 jam menahan lapar dan dahaga. Rasanya ingin langsung yang segar-segar untuk berbuka puasa. 

Es buah jadi pilihan favorit. Manis, dingin, dan kelihatannya menyegarkan banget.

Tapi, sebenarnya buka puasa pakai es buah itu sehat nggak sih? Memang ada buahnya, tapi gimana dengan gula dan sirupnya?

BACA JUGA : Magnet Wisata Baru: NTB Tak Jualan Pulau Itu itu Saja  Begini penjelasannya. Yang kita anggap sehat ternyata ada masalah juga bagi kesehatan

Dilansir dari Instagram Kementerian Kesehatan dijelaskan, dalam satu porsi es buah.

Selain buahnya yang mengandung gula alami, biasanya ditambah dengan gula cair, sirup, dan kental manis.

Kombinasi bahan-bahan tersebut yang membuat kandungan gula dalam es buah menjadi sangat tingan Es Sirupggi.

BACA JUGA : Hentikan Kebiasaan Buka Puasa dengan Es Sirup

Saat berbuka tubuh memang membutuhkan energi. Namun, memulai berbuka dengan es bua itu memberi asupan gula cair dalam jumlah yang banyak. Ini bisa membuat gula darah naik dengan cepat.

Padahal, rekomendasi asupan gula sebaiknya tidak lebih dari 50 gram per hari.

Bayangkan berapa banyak kandungan gula dalam satu porsi es buah yang dingin dan manis itu.

BACA JUGA : Bulam Puasa Dimanfaatkan untuk Berhenti Merokok, Bisa Tidak?

Jika dikonsumsi terlalu sering, asupan gula dapat berdampak terhadap berat badan dan Kesehatan metabolik

Buka puasa makan buah-buahan itu bagus. Tapi bagamana dengan es buah? Ya, kurangi tambahan gulanya ya! dan

 




Bulan Puasa Dimanfaatkan Berhenti Merokok, Bisa Tidak?

Ayo kita jadikan momen untuk taubat.merokok pada bulan puasa, makan minum saja kuat 14 jam, masa puasa rokok tidak bisa? 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bulan Ramadan adalah waktu terbaik untuk melatih self-control atau pengendalian diri.

Kalau kita bisa menahan lapar dan dahaga pada bulan puasa, harusnya menahan keinginan merokok jauh lebih mudah. 

BACA JUGA : Hentikan Kebiasaan Minum Es Sirup Saat Buka Puasa

Lagipula, menghisap asap rokok dengan sengaja itu membatalkan puasa kita. Sudah batal, bikin penyakit pula. 

Inilah tantangan bapak-bapak untuk memanfaatkan bulan puasa Ramadhan ini sebagai momen insaf dari rokok.

“Coba mana suaranya ibu-ibu yang sudah kehabisan kata-kata buat ngingetin bapaknya di rumah?” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. 

BACA JUGA :  Zakat Tak Bisa Dimanfaatkan untuk Program Makan Bergizi Gratis

“Mumpung ini bulan suci, ayo kita jadikan momen untuk taubat. pada bulan puasa makan minum saja kuat 14 jam, masa puasa rokok tidak bisa?” lanjutnya.

Menkes pun menjabarkan hitung-hitungan matematikanya. Kata dia, kalau sehari jatah rokok Rp30.000, dikali 30 hari selama Ramadan, bapak-bapak bisa menghemat hampir satu juta rupiah! 

Bayangkan kalau uang sebesar itu disedekahkan di bulan puasa, pahalanya mengalir deras. 

BACA JUGA : Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Oleh Oleh Haji

“Paru-parunya bersih, tabungan akhiratnya penuh. Jadi gimana Pak, besok masih mau lanjut merokok atau mulai nabung pahala?” tutup Menkes. dan

 




Hentikan Kebiasaan Minum Sirup Saat Buka Puasa 

Sebaiknya hentikan minum es sirup dan alangkah lebih sehat menggantikanna dengan minum air kelapa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Hentikan mengikuti kebiasaan tidak sehat. Coba saksikan, tiap sore menjelang magrib pasti banyak yang tergoda melihat iklan es sirup merah di TV. 

Kelihatannya menyegarkan, tapi cobalah hentikan kebiasaan minum es sirup yang kandungan gulanya sangat tinggi untuk lambung yang sedang kosong.

BACA JUGA : Gubernur Iqbal Berjanji Perbaiki Rumah Seorang Penjual Opak Opak

Tubuh kita yang sudah menahan haus belasan jam itu mengalami dehidrasi. Kebutuhan tubuh bukan minuman bergula tinggi, tapi minuman yang bisa mengembalikan cairan tubuh dengan cepat.

Sirup merupakan larutan gula pekat. Sirup memiliki kadar kekentalan yang cukup tinggi serta kadar gula dalam sirup antara 55-65 persen. 

Pembuatan sirup dapat ditambahkan pewarna dan asam sitrat untuk menambah warna dan cita rasa.

Selain sebagai pemanis, gula dalam sirup memiliki fungsi teknis yang penting bagi kualitas produk

BACA JUGA :  Zakat Tak Boleh yntyk Program Makan Bergizi Gratis

Seperti konsentrasi gula di atas 65 persen bertindak sebagai pengawet alami karena menghambat pertumbuhan mikroba.

Tekstur dan kekentalan gula juga memberikan rasa “berisi” dan memperbaiki viskositas (kekentalan) larutan.

Dilansir dari Instagram Kementerian Kesehatan, solusi paling gampang dan sehat adalah Air Kelapa. 

Kenapa minum es sirup sebaiknya hentikan dan menggantikan dengan air kelapa? 

Air kelapa ini adalah “minuman isotonik alami” dari Tuhan yang kaya akan elektrolit sehingga cairan tubuh perlahan kembali seimbang. 

Gula alaminya juga pas untuk energi dan yang paling penting sifat basa pada air kelapa mampu menetralisir asam lambung yang naik selama kita puasa. 

BACA JUGA :  Modus Flexing, Terlihat Mewah Ternyata Tipuan

Sebaiknya hemtikan memilih sirup buatan saat buka puasa, dan alangkah baiknya kalau diganti air kelapa murni. dani

 




Stunting Turun, Ketua TP PKK NTB Apresiasi Posyandu di Mataram

Kota Mataram menjadikan penurunan stunting menjadi prioritas meskipun kesehatan mental remaja mulai menjadi perhatian

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Nusa Tenggara Barat, Sinta Agathia Iqbal mengapresiasi capaian TP PKK kota Mataram khususnya Posyandu dan para kadernya dalam menurunkan angka stunting.

BACA JUGA : Koperasi Merah Putih di Desa dan Keluragan di NTB

Ketua TP PKK kota Mataram, Hj Kinnastri Mohan Roliskana mengatakan, pihaknya juga tetap menjadikan penurunan stunting menjadi prioritas

“Saya terus mendukung agar inovasi dan strategi Posyandu dalam menurunkan angka stunting di kota Mataram tetap dijalankan dengan penuh semangat”, ujarnya di Posyandu Amal Sejati, Cakranegara Selatan Baru, kota Mataram, Selasa (29/04/25). 

Apalagi menurutnya, Kota Mataram sebagai  pusat pemerintahan dan ekonomi harus menjadi contoh yang menularkan semangat kepada daerah lain. 

Sementara itu, Ketua TP PKK kota Mataram, Hj Kinnastri Mohan Roliskana mengatakan, pihaknya  juga tetap menjadikan penurunan itu menjadi prioritas meskipun ia mengakui fokus kesehatan mental remaja mulai menjadi perhatian. 

BACA JUGA : Kesiapsiagaan Bencana, Sirene Dibunyakan Serentak se Indonesia

“Kami juga sudah mulai memantau kesehatan mental remaja. Tidak terus stunting menjadi trending topic karena persoalan sosial remaja di kota Mataram juga memerlukan perhatian “, jelasnya. 

Selama tiga bulan terakhir, kota Mataram berhasil mengentaskan 205 anak dari 1.639 dengan rapor merah stunting dari 23.118 bayi di kota  Mataram.  Posyandu Amal Sejati sendiri yang dikunjungi Ketua TP PKK NTB hari ini adalah satu dari 365 Posyandu Keluarga. 

BACA JUGA : Pernyataan Prof Asikin Dinilai sebagai Logika yang Membahayakan

Posyandu ini juga terintegrasi dengan pelayanan dasar masyarakat seperti pendidikan, sosial dan ekonomi masyarakat dan berprestasi dari inovasi layanan kesehatan tidak hanya stunting namun juga bagi lansia dan balita.jm

 

 

 




Penguatan Sinergi, Sekda Terima Kepala BKKBN NTB 

Penguatan sinergi dan kolaborasi sangat penting agar berbagai program ke depan yang akan terus dijalankan optimal, termasuk percepatan penurunan stunting

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pertemuan  Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan pejabat defenitif Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTB, menjadi momentum penguatan sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan BKKBN dalam berbagai program kependudukan dan keluarga berencana.

BACA JUGA : Bantuan Korban Banjir, Pemprov NTB Serap Aspirasi Warga 

Miq Gita menegaskan pentingnya penguatan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak
Sekda dan Kepala Perwakilan BKKBN NTB

Sekda NTB yang akrab disapa  Miq Gita menegaskan pentingnya penguatan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Kerja sama yang erat antara Pemerintah Provinsi dan BKKBN, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal pengendalian pertumbuhan penduduk, pencegahan stunting, serta pemberdayaan keluarga.

“Apapun kita harus kolaborasi, lanjutkan program stunting, revitalisasi Posyandu  penilainnya bagus, terus di kawal,” ujar Miq Gita di ruang Sekda, Kamis, (06/02/25).

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si menyampaikan berbagai program ke depan yang akan terus dijalankan termasuk upaya percepatan penurunan stunting untuk terus mendampingi sampai usia dua  tahun. 

Atau sampai tidak terindikasi stunting, Posyandu Keluarga, dan Genting (Gerakan orang tua asuh cegah stunting). 

Dia menjelaskan, perlunya dukungan dari berbagai pihak agar program-program tersebut dapat berjalan lebih efektif.

BACA JUGA : Garis Kemiskinan di NTB Tahun 2024

“Stunting menjadi program prioritas, ciri khas NTB belum ada di daerah lain, Bhakti stunting menjadi program yang sangat positif.” jelas Kepala Perwakilan BKKBN NTB. 

Selain membahas program strategis, pertemuan tersebut  juga menjadi wadah untuk mengevaluasi capaian yang telah diraih serta mengidentifikasi kendala di lapangan. 

Miq Gita menegaskan, bahwa pemerintah provinsi akan terus berupaya mendukung dan memfasilitasi berbagai program BKKBN agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat NTB.

Di akhir pertemuan, Miq Gita mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam menjalankan program pembangunan keluarga dan kependudukan. 

BACA JUGA : Banjir Bandang di Bima, Pemprov NTB Lakukan Respon Cepat 

Miq Gita menegaskan penguatan sinergi dan  Kolaborasi adalah kunci keberhasilan. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa mencapai hasil yang lebih optimal demi masa depan generasi NTB yang lebih sehat dan sejahtera,” tutupnya.pnd/her

 

 




Konsultasi Publik Rencana Pembangunan SPAM

Sekda menjelaskan, konsultasi publik yang dilaksanakan menjadi wadah pencerahan dan pencerdasan untuk memahami skema kerja sama KPBU

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. H. Lalu Gita Ariadi., M.Si, membuka secara resmi konsultasi publik untuk rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Pulau Lombok, dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Rabu, (06/11/24) 

BACA JUGA : Nusa Tenggara Barat Ikuti OGP Local Indonesia Camp 

Dalam konsultasi publik itu Sekda menyampaikan terima kasih kepada direktur pelaksanaan pembiayaan kementerian PUPR
Wakil Kementerian PUPR, Sekda dam Kepala Bappeda NTB

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk direktur pelaksanaan pembiayaan kementerian PUPR beserta para pejabat dan staf yang mendampingi, dan pemerintah lingkup Provinsi NTB, Mataram.

Dalam acara konsultasi publik itu, Sekda NTB menegaskan bahwa pembangunan SPAM Regional Pulau Lombok melalui skema KPBU ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih dan memperkuat infrastruktur dasar di wilayah NTB, khususnya Pulau Lombok. 

Menurut Sekda, proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang terus meningkat, terutama di kawasan yang mengalami pertumbuhan penduduk dan pariwisata.

“Melalui skema KPBU ini kita wujudkan kehadiran air bersih maka berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat, masyarakat yang derajat kesehatannya meningkat merupakan modalitas kita untuk menyongsong NTB emas 2025,” ujar Sekda. 

Miq Gita juga menjelaskan, KPBU menjadi solusi dari keterbatasan fiskal yang dihadapi NTB. Konsultasi publik yang akan dilaksanakan tersebut menjadi wadah pencerahan dan pencerdasan untuk memahami skema kerjanya. 

BACA JUGA : Wamendagri Bersama Pj Gubernur NTB Olahraga Trail Running

Selain dari penerimaan materi Miq Gite juga menguatkan dengan bisa melakukan studi banding ke daerah yang sudah berhasil melaksanakan KPBU dengan baik. 

“Konsultasi publik hari ini menjadi sesuatu yang penting untuk kita mendapatkan pencerahan pencerdasan untuk memahami, dan nampaknya sudah ada daerah-daerah yang sudah berhasil melaksanakan KPBU,” tambahnya. 

Di akhir sambutannya sembari membuka kegiatan tersebut Miq Gita juga menyampaikan terima kasih kepada direktur pelaksanaan pembiayaan kementerian PUPR, atas materi-materi yang akan diberikan untuk peserta konsultasi publik. Ia berharap pelaksaan KPBU SPAM regional pulau Lombok segera terwujud nyata 

BACA JUGA : Pemaparan Inovasi Layanan Administrasi Kependudukan di NTB

“Kami haturkan terima kasih atas kehadiran para pemateri guna menyampaikan materi-materi yang akan diberikan kepada peserta konsultasi publik, sekaligus berharap untuk realisasi dari pelaksanaan KPBU SPAM regional pulau Lombok ini mudah-mudahan segera berwujud nyata di masa-masa yang akan datang,” tutup Miq Gita. pnd/her

 




Kesehatan Mental Pondasi Kesejahteraan Individu dan Masyarakat

Kesehatan mental sering terabaikan, karena lingkungan tidak kondusif, dan kerja berlebihan atau kurangnya dukungan terhadap pekerja

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pj Gubernur NTB Hassanudin mengatakan kesehatan mental menjadi pondasi dasar bagi kesejahteraan individu dan masyarakat.

BACA JUGA : Indeks Kerterbukaan Informasi Publik NTB Kategori BAIK

kesehatan mental menjadi pondasi dasar bagi kesejahteraan individu dan masyarakat
Pj Gubernur bersama penghuni RSJ Mutiara Sukma

Hal itu dikatakan Pj Gubernur ketika menghadiri Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tahun 2024, bertajuk “It’s Time to Prioritize Mental Health in Workplace”, bertempat di pelataran Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, (18/10/24).

“Disadari, masih banyak tempat kerja yang kesehatan jiwa sering terabaikan, karena lingkungan kerja yang tidak kondusif dan kerja yang berlebihan serta atau kurangnya dukungan terhadap pekerja  yang dapat memicu kesehatan mental,” ujarnya.

Karena itu Pj Gubernur mengajak untuk memastikan para pekerja dalam lingkungan kerja yang kondusif sehingga tercipta aktivitas bekerja dengan optimal mampu memberikan kontribusi yang baik bagi masyarakat.

BACA JUGA : Kejuaraan Paralayang Tingkat Nasional di Sky Lancing, Lombok Tengah

“Saya yakin lingkungan kerja di RSJ ini sangat baik dan produktif,” tandasnya.

Pj Gubernur NTB mengingatkan peringatan hari kesehatan jiwa sedunia ini menjadi momentum bagi semuanya untuk lebih peduli dan aktif dalam mendukung kesehatan jiwa di tempat kerja.

“Mari kita jadikan lingkungan tempat kerja yang ramah mental sehingga setiap individu bisa dengan penuh semangat, produktivitas dan aman,” imbuhnya.

BACA JUGA : KPK dan Pemprov NTB Lakukan Penilaian Desa Anti Korupsi

Turut hadir diantaranya, Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, stakeholders terkait lainnya beserta tamu undangan. san/dyd

 

 




Pengobatan Gratis Yayasan HBK Peduli Giliran di Lombok Tengah

Masyarakat Lombok Tengah mengaku ingat jasa Almarhum HBK saat bertemu Rannya yang hadir dalam acara pengobatan gratis

LOTENG.LombokJournal.com ~ Yayasan HBK Peduli melanjutkan kegiatan bakti sosial (baksos) pengobatan gratis di Pulau Lombok, kini giliran menyasar di Dusun Prantap, Desa Muncan, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Jum’at Jumat (20/9/2024).

BACA JUGA : Yayasan HBP Peduli Gelar Sunatan Masal di Lombok Timur

Kegiatan baksos pengobatan gratis sebelumnya berlangsung di Lombok Timur dan Lombok Barat.

Masyarakat antusias mengikuti pengobatan gratis yang digelar Yayasan HPK Pefuli
Rabbya Agustyra Kristiono

Rannya Agustyra Kristiono, Ketua Yayasan HBK Peduli tampak hadir bersama Ibu Hj Dian BK bersama tim HBK Peduli serta tim kesehatan.

Rannya yang dikenal murah senyum dan humble itu menyapa masyarakat satu persatu. Sekali lagi, Rannya mengaku senang bisa bertemu dengan masyarakat. 

“Inaq-inaq amak-amak matur tampiasih atas kehadirannya. Ada yang lupa sama tiang? Alhamdulillah masih ingat. Tiang Rannya Agustyra Kristiono. Matur tampiasih sudah memilih saya kemarin di Pileg. Walaupun mohon maaf tiang belum bisa duduk menjadi anggota DPR RI. Tetapi tiang dapat suara yang banyak di sini. Tiang hadir di sini untuk mengucapkan terima kasih dan sedikit berbuat untuk masyarakat. Semoga ini bermanfaat,” kata Rannya. 

Sebelum berlangsung pengobatan gratis, Rannya menceritakan pesan Almarhum Ayahandanya H. Bambang Kristiono (HBK) yang banyak memberikan contoh berbuat dan berpihak kepada masyarakat. 

Kegiatan sosial yang dilakukan HBK sampai dengan hari ini dilakukan guna melanjutkan mimpi besar almarhum. Ia berharap semoga kegiatan HBK Peduli tersebut dapat menjadi amal jariyah Ayahnya. 

BACA JUGA : Mahasiswa Universitas Gunung Rinjani Diminta Melek Politik

“Ini salah satu kegiatan kami dari Yayasan HBK Peduli. HBK Peduli ini dibangun oleh Alarhum Ayah tiang Pak H. Bambang Kristiono (HBK). Kenal kan? Beliau dulu anggota DPR RI dapil Pulau Lombok. Sebelum Almarhum meninggal, beliau menitipkan pesan kepada saya dan Tim HBK Peduli untuk terus berbuat dan memperhatikan nasib masyarakat Pulau Lombok lewat kegiatan sosial. Semoga kegiatan niki bermanfaat, dan menyambung tali silaturrahim kita. InsyaAllah kita akan sering ketemu,” terang Rannya. 

Masyarakat antusias mengikuti pengobatan gratis tersebut. Selain obat-obatan, masyarakat juga diberikan telur gratis dari HBK Peduli. 

“Senang sekali kami ketemu sama Mba Rannya dan Ibu Dian. Beliau berdua orang baik, termasuk HBK Peduli,” kata Inaq Fatimah.

Inaq Fatimah juga mengaku, mengenang kebaikan Almarhum HBK. Menurutnya, HBK adalah sosok wakil rakyat yang sering berbuat untuk rakyat. Benar-benar memperhatikan nasib rakyat dan gemar membantu rakyat. 

“Pokoknya yang tiang ingat, Almarhum orang baik, namanya banyak disebut, banyak dikenal, artinya orang baik, dekat dengan kami (rakyat),” kata Fatimah. 

BACA JUGA : Klarifikasi HBK Center atas Fukungan dalam Pilkada Lotim

Masyarakat mendoakan agar Almarhum HBK diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Mereka juga mendokan agar Rannya dan Ibu Dian senantiasa dianugerahi kesehatan dan diberikan rezeki yang berlimpah. (adv)

 




Persiapan Jelang Rakornas Percepatan Penurunan Stunting

Dalam rapat persiapan Pj Gubernur menekankan bahwa pola besar itu mencakup pendekatan multi-sektoral yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat.

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB gelar rapat persiapan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 dipimpin Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr Hassanudin dengan jajaran Pemerintah Daerah, Selasa (03/09/24).

BACA JUGA : Rakor Srikandi Sukses Digelar di NTB

Tujuan dilangsungkan rapat persiapan ini untuk merumuskan gagasan dan strategi besar yang akan dibawa NTB dalam Rakornas

Tujuan dilangsungkan rapat ini untuk merumuskan gagasan dan strategi besar yang akan dibawa NTB dalam Rakornas tersebut.

Dalam rapat tersebut, Dr. Hassanudin menekankan bahwa penurunan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan terpadu, dengan melibatkan berbagai sektor. 

Gagasan besar yang ingin dicapai menciptakan ekosistem yang memungkinkan setiap anak di NTB tumbuh dan berkembang secara optimal.  

“Rancang yang mau di bawa secara Nasional gagasan pola besar yang ingin diraih, kita siapkan daya seperti itu serta strategi jangka pendek,” ujar Pj Gubernur di Pendopo tengah Gubernur NTB.

Pj Gubernur juga menjelaskan bahwa pola besar yang dirancang NTB mencakup pendekatan multi-sektoral yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat. 

BACA JUGA : Inflasi NTB Lebih Rendah dari Rata-rata Nasional 

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi lintas sektor sangat penting. Setiap dinas dan instansi harus memahami peran mereka dalam peta besar penurunan stunting ini,” tambahnya.

Beliau juga menyoroti pentingnya data dan pemantauan yang akurat untuk memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar efektif. 

“Pemantauan dan evaluasi harus menjadi bagian dari pola besar kita, benar-benar turun untuk memastikan ke lapangan, sehingga setiap intervensi bisa disesuaikan dan diperbaiki jika perlu,” ujar Dr. Hassanudin.

Selain itu, Dr. Hassanudin juga menekankan pentingnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya ini. 

“Edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya gizi, pola asuh, dan kesehatan harus terus digencarkan. Kita ingin menciptakan kesadaran kolektif bahwa penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

BACA JUGA : MyNyale Dijadikan Brand Kolektif untuk Majukan UMKM di NTB

Rapat persiapan jelang Rakornas Penurunan Stunting 2024 diakhiri dengan penyusunan rencana aksi yang akan dibawa oleh delegasi NTB ke Rakornas. 

Pj Gubernur memastikan bahwa NTB siap memberikan kontribusi signifikan dalam upaya nasional untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. pnd/opk

 




BBPOM Diminta Edukasi kepada Masyarakat Digencarkan

Edukasi harus terus ditingkatkan BBPOM  agar masyarakat makin sadar dan berhati-hati dalam memilih produk yang aman dikonsumsi

MATARAM.LombokJournal.com ~ Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) telah mengawal keamanan obat dan makanan di NTB. Karena itu, diharapkan agar edukasi kepada masyarakat terus digencarkan, salah satunya melalui media sosial.

BACA JUGA : Wastra TeNun dan Kriya Harapan Ekonomi Berkelanjutan

Hassanudin saat menerima audiensi dari Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram beserta jajaran yang berlangsung di Ruang Kerja Pendopo Gubernur NTB

Hal itu disampaikan Pj Gubernur NTB, Hassanudin saat menerima audiensi dari Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram beserta jajaran yang berlangsung di Ruang Kerja Pendopo Gubernur NTB, Selasa (27/08/24).

Hassanudin berterima kasih atas upaya BBPOM dalam menjaga keamanan pangan dan obat-obatan di NTB.

“Edukasi ini harus terus ditingkatkan agar masyarakat kita semakin sadar dan berhati-hati dalam memilih produk yang aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Diharapkan BBPOM dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar instansi terkait dalam mewujudkan NTB sebagai daerah yang sehat dan sejahtera.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Mataram, Yosef Dwi Irwan, menyampaikan bahwa obat dan makanan memiliki peran penting dan strategis dalam aspek kesehatan, ekonomi, ketahanan nasional, dan daya saing bangsa. 

BACA JUGA : Deklarasi Pilkada Damau 2024, NTB Harus Jadi Role Model Nasional 

Untuk mewujudkan ketersediaan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bergizi, Badan POM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah. 

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi NTB atas dukungannya dalam tugas-tugas Badan POM. Semoga kolaborasi dan sinergi ini semakin solid ke depannya,” ungkap Yosef.

Yosef juga menjelaskan bahwa UPT Badan POM di NTB terdiri dari dua unit, yaitu Balai Besar POM di Mataram dan Loka POM di Kabupaten Bima, yang menjalankan fungsi pengawasan, perizinan, pemberdayaan masyarakat, sampling, pengujian, serta penindakan.

Yosef juga menyoroti inovasi “Gemilang Pro UMKM” yang berhasil masuk sebagai salah satu dari lima inovasi terbaik dalam Kluster Lembaga pada Pemantauan Keberlanjutan dan Replikasi Inovasi Pelayanan Publik (PKRI) 2024 oleh KemenPAN RB. 

Inovasi ini memberikan berbagai insentif kepada UMKM, seperti pendampingan hingga terbitnya izin edar, pengujian gratis, dan diskon 50% PNBP. 

“Gemilang Pro UMKM telah secara signifikan meningkatkan jumlah Nomor Izin Edar (NIE) yang diterbitkan, omzet, mitra distribusi, serta serapan tenaga kerja,” jelas Yosef.

Beberapa permasalahan yang masih menjadi perhatian di NTB, antara lain penggunaan kerupuk mengandung boraks, penjualan antibiotik tanpa resep dokter, serta peredaran obat-obatan tertentu seperti Tramadol, Trihexyphenidil, dan Dextromethorphan. BPOM juga telah menjalin kerja sama dengan Tim PKK dan Gerakan Pramuka, serta meresmikan SAKA POM pada Desember 2023 untuk mendukung pengawasan obat dan makanan.

Di akhir audiensi, Yosef menyatakan kesiapan BBPOM di Mataram untuk mendukung program-program Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Pj. Gubernur Hasanuddin.

BACA JUGA : MotoGP 2024 Siap Sukses, Pemprov NTB Gelar Rakor 

“Kami ingin keberadaan BBPOM di Mataram benar-benar dirasakan oleh masyarakat, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya dalam mengawal mutu, keamanan obat dan makanan, serta daya saing pelaku usaha, khususnya UMKM,” tutup Yosef.***