Pekerja Akan Hadapi Tantangan di Era Disrupsi Ganda 

Saat ini pekerja menghadapi disrupsi ganda, yakni  berkurangnya lapangan kerja dan era otomatisasi yang mengurangi tenaga kerja manusia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Masalah disrupsi ketenagakerjaan diangkat oleh Rannya Agustyra Kristiona, saat bicara di forum Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) se Kabupaten Lombok Tengah, hari Minggu (27/02) kemarin.

Topik terkait disrupsi ketenagakerjaan memang menarik, dan telah menjadi perhatian dunia industri secara global. 

Era Disrupsi khususnya pada teknologi digital, merupakan  era terjadinya inovasi dan perubahan mendasar karena hadirnya teknologi digital, yang bisa mengubah sistem secara global

Beberapa waktu lalu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyinggung soal tantangan disrupsi ganda bagi masyarakat pekerja atau buruh di era pandemi Covid-19. 

BACA JUGA: Era Disrupsi Ketenagakerjaan, Rannya Ajak Milineal NTB Bekali Keterampilan

Disrupsi yang dimaksud yang pertama, resesi perekonomian dan berkurangnya lapangan kerja akibat dari pandemi. 

Kedua, era otomatisasi yang datang lebih cepat akibat tidak terbendungnya laju digitalisasi di tengah pandemi. 

Tenaga Kerja di Era Disrupsi

Sektor lapangan kerja Indonesia menghadapi dua problem mendasar.

pEKERJA ADAPI TANTANGAN DISRUPSI DIGITAL

Pertama, sekitar 63 persen tenaga kerja di Indonesia merupakan lulusan SMP dan SD. Kondisi yang menyebabkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja kita relatif rendah.

Kedua, pendidikan dan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan industri. 

Akibatnya, pekerja kesulitan mendapat pekerjaan, sedangkan industri mengalami kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan.

Karena itu, perlu memperkuat standardisasi dan sertifikasi kompetensi profesi. Selain itu juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan dunia industri dalam menyiapkan link-and-match. 

Saat ini dunia sedang menghadapi perubahan disruptif. Antar-negara bukan hanya berebut investasi, juga berebut teknologi, berebut pasar, dan berebut orang-orang pintar.

Akan banyak jenis pekerjaan lama yang hilang. Juga makin banyak jenis pekerjaan baru yang bermunculan. Ada profesi yang hilang, tetapi juga ada profesi baru yang bermunculan.

Karena itu diperlukan hub atau tempat berjumpanya milenial dari berbagai latar belakang. 

BACA JUGA: Literasi Keuangan Bangun Kemandirian Bisnis, Ini Kata Gubernur Zul

Yang berasal dari aktivis pergerakan bisa belajar membangun bisnis dan skill baru. Yang berasal dari dunia profesional bisa memperoleh wawasan sosial dan jejaring yang lebih luas.

Diperlukan  kolaborasi lintas sektor milenial menyiapkan masa depan. 

Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia butuh SDM unggul yang terus belajar bekerja keras dan berdedikasi. Yang melakukan inovasi yang disruptif, yaitu membalik ketidakmungkinan menjadi peluang. ***

 




Mandalika Sukses Jadi Country Branding Indonesia

Penyelenggaraan event internasional di Mandalika, mengakselerasi pemerintah melakukan perubahan di daerah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sukesnya penyelenggaraan event internasional, seperti Asian Talent Cup, World Superbike, dan juga event mendatang seperti MotoGP di Mandalika, membuat Indonesia makin terkenal di seluruh dunia.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc menyampaikannya dalam podcast di chanel youtube Ahmad Syaikhu Asyik, Jum’at (25/02/22). 

Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah
Sirkuit Mandalika

Bang Zul sapaan Gubernur NTB menyampaikan, Mandalika sukses menjadi Country Branding Indonesia di dunia internasional. 

Lebih jauh dijelaskan, jika menempatkan misalnya satu kali event seperti WSBK bisa mengeluarkan biaya hosting fee hampir 50 Miliar dan untuk MotoGP 200 Miliar. 

“Tapi kalo kita maknai secara lain, country branding, Indonesia kalau mempromosikan dirinya secara konvensional biayanya jauh lebih besar dari itu. Tapi media value dengan internasional event seperti WSBK MotoGP dan lain sebagainya itu country branding-nya melebihi 200 Miliar,” jelas Bang Zul. 

Kesuksesan country branding tersebut, tak lepas dari keberanian Presiden Joko Widodo dibarengi dengan sinergitas para menteri, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, hingga masyarakat sendiri. 

BACA JUGA: Gubernur: NTB Gemilang Merupakan Spirit Membangun Daerah

“Bangga atas nama pemerintah daerah dan masyarakat NTB tentu berterimakasih kepada DPR, Pemerintah Pusat, Presiden Jokowi, para menteri yang begitu besar kontribusinya membangun NTB khususnya Mandalika,” ungkap Gubernur Zul. 

Dengan diselenggarakannya event bertaraf internasional tersebut mengakselerasi pemerintah melakukan perubahan di daerah. 

Pasalnya untuk menyelenggarakan event bertaraf internasional pemerintah harus mempersiapkan infrastruktur yang sepadan. Seperti bandara, pelabuhan, internet, dan lain sebagainya.

Bang Zul juga memberikan tips kepada para pemimpin daerah untuk bisa sukses menyelenggarakan Event-event berskala internasional. Integritas disebut Gubernur Zul sebagai kunci. 

“Kalo pimpinan daerah bersih dan berintegritas maka dia akan punya wibawa berinteraksi dengan kepolisian pengadilan. Jadi kerendahan hati untuk berkorban berkontribusi menjaga integritas itu adalah modal utama,” ungkapnya. 

Selain itu, sering bersama dan sinergitas yang baik antar local parliaments, media, stakeholders dan sebagainya harus diperkuat.

Diselenggarakannya berbagai event tersebut juga berdampak pada penjualan tiket akomodasi dan transportasi. Sehingga tak jarang banyak oknum masyarakat yang memanfaatkan hal tersebut demi manaikan harga tiket hotel berkali lipat.

Karena itu, NTB mengeluarkan Peraturan Gubernur NTB Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Usaha Jasa Akomodasi. Maksimal kenaikan hotel hanya 3 kali lipat.

BACA JUGA: Tuan Rumah Event Dunia, Masyarakat Harus Tampilkan Keteladanan

“Jangan aji mumpung menjual tiket hotel yang harganya bisa 3-5 Kali lipat ini akan membuat pengunjung kapok datang ke tempat kita,” pesan Gubernur Zul ***

 




Tuan Rumah Event Dunia, Masyarakat Harus Tampilkan Keteladanan 

NTB sedang bersiap menjadi tuan rumah berbagai event dunia, harus memperlakukan tamu dengan kasih sayang agar memberi kesan mendalam

MATARAM.lombokjournal.com ~ Masyarakat NTB diingatkan, penting menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin kepada dunia melalui sikap dan keteladanan yang baik kepada tamu yang berkunjung ke NTB. 

Tuan Rumah event dunia

Terlebih NTB sedang bersiap menjadi tuan rumah berbagai event dunia seperti MotoGP, IATC, mini MotoGP, MXGP dan lainnya. 

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengatakan itu pada pelantikan pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se NTB di gedung PWNU NTB di Mataram, Sabtu (26/02/22). 

“Tidak perlu mengedepankan agama dalam bentuk formal namun memperlakukan sesama manusia dengan kasih sayang yang ikhlas akan memberi kesan mendalam,” ungkap Gubernur.

BACA JUGA: Literasi Keuangan untuk Bangun Kemandirian Bisnis, Ini Kata Gubernur Zul

Dikatakan, hal ini penting diungkapkannya terlebih para nahdliyin NU punya cara tersendiri menjelaskan Islam di masyarakat NTB maupun Indonesia. 

Gubernur berharap dengan dilantiknya para pengurus PCNU akan menghadirkan kolaborasi dan sinergi yang baik dengan pemerintah daerah di masa depan. 

Ketua PWNU NTB, Prof. Dr TGH Masnun Tahir mengatakan, seluruh elemen NU NTB telah berkontribusi dalam membangun NU, sehingga diharapkan dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang. 

Terutama pembangunan gedung PWNU NTB sebagai basis membangun umat. 

jadi tuan rumah menunjukkan keteladanan

“Kami juga  mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah atas dukungannya kepada NU NTB,” sebut Masnun. 

BACA JUGA: Wartawan Senior NTB Berbagi Ilmu untuk Mahasiswa

NU sendiri melantik lima pengurus cabang NU kota Mataram, kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, kota Bima, Lombok Barat dan Lombok Utara sedangkan Bima dan Dompu masih melakukan pembaharuan pengurus. 

Selain dilantik oleh Rois Am PBNU, KH Miftahul Ahyar, juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, Danrem, Kapolda, para ketua partai dan pengurus organisasi NU. ***

jadi tuan rumah menunjukkan keteladanan




Wagub NTB Jelaskan Program Sabtu Budaya di Sekolah

Pembentukan karakter siswa di sekolah diaplikasikan melalui program Sabtu Budaya, Siswa diajak menghormati dan bangga dengan budaya lokal 

BIMA.lombokjournal.com ~ Program Sabtu Budaya di lingkungan satuan pendidikan, merupakan wadah pembentukan karakter siswa, melalui berbagai kegiatan positif dan menyenangkan sekaligus bermanfaat di sekolah.

Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan itu, saat  meninjau vaksinasi di SMAN 4 Kota Bima, Jum’at (25/02/22).

Wagub NTB meninjau pamern di sekolah

“Sehingga membentuk karakter mulia anak-anak yang akan menjadi generasi masa depan,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub.

Dijelaskannya, kegiatan Sabtu Budaya mengajak siswa belajar memiliki rasa kasih sayang, cinta kasih, rasa peduli, toleransi, hormat menghormati dan bangga dengan budaya lokal dan tradisional. 

“Berbagai aktivitas dan kegiatan yang dikemas pada acara Sabtu Budaya, seperti  gotong royong, olahraga tradisional, permainan rakyat, seni budaya, harus terus berjalan dan berkesinambungan untuk dapat mengubah pola pikir atau perilaku siswa,” jelas Wagub didampingi Kadis Dikbud Provinsi NTB, Aidy Furqon.

BACA JUGA: Wagub NTB Mengaku Belajar dari Siswa SLB

Wagub mencontohkan, misalnya cara pandang siswa tentang arti pentingnya menjaga lingkungan, tidak membuah sampah sembarangan hingga memanfaatkan sampah dan mengolahnya, menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Tadi Saya lihat hasil karya kreatifitas siswa memanfaatkan limbah sampah dari botol plastik dan gelas plastik sangat luar biasa ” pujinya. 

BACA JUGA: Wagub Puji Bank Sampah di Kabupaten Bima

Waub berama aparat setempat usai meninjau vaksinasi

Selain itu, cucu pahlawan asal NTB ini juga berpesan agar siswa dan guru segera divaksin untuk menjaga dari penyebaran Covid-19.

“Karena Covid-19 hanya bisa dihadapi  dengan vaksin dan memakai masker,” tutup Ummi Rohmi.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Waka Polres Kota Bima, Dandim, Asisten 1, Kadis DLHK, Kadis PMPD Dukcapil, Kadikes, Karo Kesra, dan Asisten 1 Kota Bima.***

 




Gubernur NTB dan Gubernur Jabar, Perkuat Kerja Sama

Jelang penyelenggaraan event internasional, Gubernur NTB  Zulkieflimansyah mengaku, NTB harus berbenah dan perkuat kerjasama dengan Jabar

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah memperkuat kerjasama dengan Provinsi Jawa Barat, karena NTB akan menjadi tuan rumah dari berbagai event internasional. Sehingga harus terus berbenah dan belajar dari Jaba. 

Gubernur NTB menyampaikan sambutan
Gubernur Zulkieflimansyah

Bang Zul sapaan akrabnya mengatakan, Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah dari berbagai event internasional. Sehingga harus terus berbenah dan belajar dari Jabar. 

Terlebih jelang perhelatan MotoGP 2022 yang akan berlangsung pada bulan Maret, dan berbagai event internasional yang akan berlangsung, 

“Banyaknya event internasional seperti WSBK, MotoGP, nantinya juga akan dilaksanakan MXGP dan masih banyak event lainnya. Hal ini menjadikan Provinsi NTB harus terus berbenah dan belajar dari Jabar,” ungkap Bang Zul.

BACA JUGA: Wagub Puji Bank Sampah di Kabupaten Bima

Ia mengatakannya saat memberikan sambutan sambutan dalam acara penandatanganan PKS antara Provinsi NTB dengan Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Kantor Gubernur Jabar, Rabu (23/02/22).

BACA JUGA: Regulasi Tarif Hotel di NTB, Gubernur: Jangan Aji Mumpung

Gubernur NTB dan Gubernur Jabar usai penandatanganan PKS

Sementara itu Gubernur Jabar, Mochamad Ridwan Kamil mengatakan, dalam menghadapi event MotoGP, Jabar telah bekerjasama terhadap produk-produk merchandise. 

“Banyak produk-produk merchandise MotoGP yang dijual oleh warga NTB dan diproduksi di Jabar,” ungkap Kang Emil. ***

BACA JUGA: Perjanjian Kerjasama Jabar-NTB, Jalin Sinergi dan Kolaborasi

 




Wagub Tinjau Vaksinasi Siswa di Bima, Ini Pesannya 

Saat tinjau vaksinasi siswa di SMAN 1 Palibelo Wagub Sitti Rohmi berpesan agar siswa melakukan vaksinasi dan mengenakan masker untuk mencegah Covid-19  

BIMA.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah, berpesan agar para siswa SMAN 1 Palibelo (Smansalibe) jangan takut untuk divaksin. 

Ia mengimbau seluruh siswa melakukan vaksinasi dan mengenakan masker, karena itu merupakan kunci melawan pandemi Covid-19. 

Wagub di SMA 1 Palibeo, Bima

“Karena kunci mencegah Covid-19, hanya dapat dilakukan dengan Vaksin dan memakai masker,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.

Hal itu dikatakannya saat meninjau vaksinasi di  SMAN 1 Palibelo Kab. Bima sekaligus melihat implementasi “Zero Waste” di sekolah tersebut. 

“Jangan takut ya, tetap semangat, hanya disuntik sebentar saja,” pesan alumni ITS Surabaya tersebut didampingi Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, Rabu (23/2/2022) di Bima. 

BACA JUGA: Wagub NTB Tanam Ketapang di Jalan Lintas Bima-Dompu

Wagub berharap capaian vaksin pemerintah Kabupaten Bima di akhir Februari 2022, dapat mencapai 80 persen. Baik vaksin pertama maupun kedua. 

Ummi Rohmi berharap, jika ada kendala dalam proses vaksinasi, panitia bisa segera berkomunikasi agar vaksinasi berjalan lancar. 

“Yang penting lakukan vaksinasi dulu, jika ada kendala dalam sistem digital, bisa dicatat  dan inputnya menyusul,” Doktor Rohmi.

BACA JUGA: Wagub Tinjau Implementasi Zero Waste di Sekolah

Ummi Rohmi juga menyampaikan apresiasi kepada TNI/Polri, yang telah mengawal dan mendorong percepatan vaksinasi.

Wagub bersama guru SMA 1 Paibelo, Bima

Sementara itu, Kepala SMA 1 Palibelo Hj. Erot Sutianah, M.Pd mengatakan, siswa-siswi SMAN 1 Palibelo telah divaksin tahap pertama.

“Namun rata-rata siswa kami hanya baru vaksin pertama, kali ini secara masif dilakukan vaksin ke 2,” jelasnya.  

BACA JUGA: Gubernur Bersama KASAD Tanam Phon dan Tinjau Sirkuit Mandalika

Berdasarkan rilis Dinas Kesehatan Provinsi NTB, capaian vaksin di Kabupaten Bima sendiri per 22 Februari 2022 telah mencapai 75 persen pada vaksinasi pertama dan 32 pesen pada capaian vaksinasi kedua. ***

 




Regulasi Tarif Hotel di NTB, Gubernur: Jangan Aji Mumpung

Gubernur Zulkieflimansyah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub), yang menjadi regulasi Penyelenggaraan Usaha Jasa Akomodasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Mngantisipasi adanya penyelenggara usaha akomodasi yang mengeluarkan tarif terlampau mahal menjelang perhelatan MotoGP Mandalika 2022, 18-20 Maret mendatang, Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah mengeluarkan regulasi mengenai tarif hotel dan penginapan.

Regulasi itu dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) NTB Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Usaha Jasa Akomodasi.

BACA JUGA: Gubernur Dampingi KASAD Tinjau Vaksinasi Serentak TNI AD

Regulasi mengatur tarif hotel
Salah satu kamar hotel di NTB

Pergub ini dikeluarkan untuk mengatur batas atas dan batas bawah kamar penginapan, saat MotoGP Mandalika.

“Jangan ugal-ugalan dan aji mumpung karena kita akan untung sekarang, tapi akan rugi dalam jangka panjang. Orang akan kapok datang ke tempat kita kalau aji mumpung naikan harga hotel dan penginapan seenaknya,” pesan Gubernur Zulkieflimansyah, Selasa (22/02/22). 

Pergub tersebut menjelaskan, penyedia akomodasi diperkenankan menaikan harga dengan batas yang sudah diatur. Harga yang diberikan harus sesuai zona lokasi event berlangsung. 

Maksimal kenaikan tarif kamar tiga kali jika berlokasi lebih dekat dari event. Untuk zona yang lebih luar kenaikan tarif maksimal dua kali. Sedangkan zona terjauh dari area event kenaikan maksimal satu kali.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Yusron Hadi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/02/22) menambahkan, kenaikan harga tersebut juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan atraksi, dan wisata. 

BACA JUGA: Fenomena Berterima Kasih pada Jokowidi NTB, Mi6: Wujud Politik Etis

Khusus bagi agen travel, tambah Yusron, juga dapat menjual tiket maupun penginapan dengan sistem bundling dengan catatan tidak menjual dengan harga mahal. 

Masalah tarif harga sewa transportasi juga akan disiapkan regulasi.***

 




Festival Bau Nyale Sukses Digelar, Event Budaya Pra MotoGP

Menjelang event MotoGP di Mandalika, Loteng, sukses digelar Festival Bau Nyale yang berkisah tentang Puteri Mandalika

LOTENG.lombokjournal.com ~ Festival Pesona Bau Nyale sukses digelar di Pantai Seger KEK Mandalika, menjelang event MotoGP buan Maret. 

Suksesnya penyelenggaraan Festival Nyale itu mendapat apresiasi Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Khususnya kepada Bupati Lombok Tengah dan stakeholder lainnya yang dinilai sukses dalam penyelenggaraan Festival Nyale tahun ini.

Dalam festival Nyale, selalu ada acara mencari cacing laut

Menurutnya, Festival Bau Nyale telah berskala nasional, sehingga akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tapi juga daerah lainnya dengan tetap menguatkan nilai-nilai budaya. 

BACA JUGA: Festival Bau Nyale Spirit Kebahagiaan, Ini Kata Bang Zul

Karena itu, berbagai rangkaian kegiatan mulai dari “sangkep warige” atau penentuan acara kegiatan Bau Nyale tetap melibatkan tokoh agama dan masyarakat adat.

Selain itu, beberapa kegiatan yang sudah  diselenggarakan secara streaming, seperti pemilihan Puteri Mandalika dan Bepaosan. 

Kegiatan lainnya seperti Peresean, Belancaran, dan Mandalika Fashion Carnaval tetap dilaksanakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Spirit Mandalika

Menurut Bang Zul, Mandalika adalah spirit yang diceritakan oleh para orang tua agar sela penat berkelahi dengan kehidupan.

“Mandalika juga menawarkan kegembiraan dan keceriaan buat orang-orang kecil, orang-orang miskin, orang-orang termarjinalkan, orang terpinggirkan untuk sesekali dalam hidupnya  bergembira merayakan sebuah festival,” jelas Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.

Ia memberikan sambutan pada kegiatan festival Bau Nyale di halaman belakang hotel Novotel Lombok Tengah, Minggu (20/02/22).

Bang Zul juga mengajak Bupati Lombok Tengah dan Forkompinda, agar Festival Bau Nyale terus dirayakan.  Karena Mandalika saat ini sudah bermetamorfosis bukan hanya tempat biasa, tapi menjelma sebagai one best street circuit in the World

“Mandalika ini diburu oleh para banyak pangeran-pangeran besar dari seluruh dunia, tapi bukan hanya itu melainkan spirit Mandalika untuk memberikan kegembiraan senyuman, pesta bagi orang-orang kecil, orang-orang termarjinalkan yang sesekali  mencicipi kebahagiaan dan kegembiraan itu,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Fathul Bahri menyampaikan, sudah 3 tahun terakhir ini Festival Bau Nyale tidak pernah diadakan karena pandemi Covid-19 melanda Nusa Tenggara barat. Bahkan secara nasional maupun internasional.

BACA JUGA: Start L’etape Indonesia 2022, di Mandalika Lombok

Disebutkan Bupati Loteng, berkat kerjasama dan melalui rapat bersama Forkompinda Lombok Tengah beserta tokoh agama dan budaya sepakat untuk melaksanakan Festival Bau Nyale di kawasan ekonomi khusus Mandalika di ujung pantai selatan.

Masyarakat meramaikan festival Nyale

“Kami merasa bersalah jika acara tahunan seperti ini tidak dilaksanakan, ini semua untuk membangkitkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Turut hadir dalam festival pesona Bau Nyale tersebut, Menteri Pariwisata RI, Sekretaris Daerah NTB, Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati Lombok Tengah, Danlanud, Ketua DPRD NTB beserta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh budaya, dan tamu-tamu undangan lainnya.***

 




Start L’Etape Indonesia 2022 di Mandalika Lombok 

Dengan start L’Etape Indonesia menjadi pra event menyambut MotoGP 2022 di Mandalika 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Pelepasan 1.308 Peserta L’etape Indonesia by Tour de France di Mandalika untuk memulai racenya di lapangan masjid Nurul Bilad Kuta Mandalika pada hari Minggu (19/02/22). 

Kegiatan L’etape Indonesia by Tour de France merupakan salah satu pra event menyambut MotoGP 2022 di Mandalika sebagai destinasi wisata dunia di Nusa Tenggara Barat (NTB) 

BACA JUGA: L’etape Indonesia Dimeriahkan 1.308 Peserta dari Seluruh Indonesia

pelepasan peserta l'etape Indonesia untuk start memulai race

Kegiatan ini dilepas langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno. 

“Hati-hati, jaga kesehatan jaga tentunya keselamatan kita, save the first, enjoy Mandalika,” kata Sandiaga Uno. 

Sebelumnya Kadis Pariwisata NTB juga memimpin do’a untuk kelancaran kegiatan.

Untuk rute peserta L’etape Indonesia bersepeda start di Mandalika dan finish di Mandalika. Namun untuk rute masing-masing kategori ada yang menempuh jarak 124 km dan 84 km.

Untuk kategori Long Distance melintasi wilayah Praya Barat, Praya Kota, Praya Tengah, Pujut dan Finish di Mandalika. Dan untuk Short Distance melintasi wilayah Praya Timur, Praya Tengah, Kopang, Kota Praya hingga Pujut dan selanjutnya Finish di Mandalika.

BACA JUGA: Menparekraf RI Buka Bimtek Pengeolan Homestay

Acara tersebut juga berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan dan terintegrasi aplikasi PeduliLindungi. ***

 

 




Budidaya Udang Vaname Kolam Bioflok di KLU, Panen Perdana  

Panen perdana budidaya udang Vaname dilakukan Kelompok Wanita Budidaya di Dusun Lempenge, setelah tiga bulan memulai budidaya

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kelompok wanita budidaya udang Vaname,  Dusun Lempenge, Desa Rempek Kecamatan Gangga,Kabupaten Lombok Utara, membawa kabar baik. 

Mereka sudah bisa panen perdana hari ini, Sabtu (19/02/22) setelah tiga bulan lamanya memulai usaha budidaya. 

hasil budidaya udang Vaname

Misnawati, salah satu ketua kelompok wanita budidaya udang Vaname di Dusun Lempenge menuturkan, program budidaya memang dihajatkan untuk peningkatan perekonomian keluarga. 

BACA JUGA: Menparekraf Buka Bimtek Pengelolaan Homestay di Trawangan

Pihaknya bersama 40 anggotanya yang termasuk perempuan pesisir kategori keluarga miskin. Mereka melakukan budidaya udang menggunakan 20 kolam bundar (Bioflok) pada lahan sewa seluas 40 are.

Luapan kegembiraan ini tercermin dari semangat kerja keras bersama anggotanya dalam mengembangkan usaha budidaya.

Misnawati pada wartawan menuturkan kronologis terbentuknya Kelompok wanita tani yang dipimpinya berangkat dari dirinya membeli udang Vaname di desa Akar-Akar kala itu. 

“Kok bisa hidup dan berkembang di kolam bundar (Bioflok) seperti ini” tanyanya dalam hati, saat itu. 

Tidak bisa udang bisa hidup di tempat yang tidak pernah dilihatnya. Rasa penasaran ini pula Misnawati bertanya kepada salah seorang pendamping budidaya udang Vaname, yang kemudian dari situlah Ia langsung membentuk kelompok, pada tahun 2020.

Kelompok terbentuk 2020, rencana kerja sudah disusun dan proposal dikirim melalui Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) kala itu (sekarang Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) – DKP3 KLU.

BACA JUGA: Gubernur NTB: Masjid Jadi Syiar Kebaikan dan Kedamaian

Kurang lebih satu tahun lamanya menunggu, dan pada tahun 2021 yang baru lalu jawaban proposal dari Dinas bersangkutan, untuk tiga kelompok yaitu kelompok Dusun Lempenge Desa Rempek dan dua kelompok di Dusun Lokok Buak Desa Sukadana dengan total anggaran sebesar 1,1 M.

“Tahap awal adalah percontohan, memang ada kendala, sebab itu kita terus didampingi sekalian membimbing anggota saya,” jelasnya..

Tahun ini, hasil tahap pertama tiga kali panen parsial cukup bagus. 

Pada panen raya perdana hari ini dalam jumlah 20 kolam bundar (Bioflok) hasilnya jauh lebih bagus. 

Diakuinya, di tahun pertama ini tentu masih banyak kebutuhan baik sarana penunjang seperti Prizer sebagai tempat sementara untuk penyimpanan saat pengurangan kepadatan dalam satu kolam, maupun penyimpanan sebelum datang pembeli agar bisa bertahan kesehatannya. 

Sisi lain khususnya kelompok wanita budidaya Vaname di Dusun Lempenge masih menyewa lahan, dan akses masuk kurang mendukung, karena tidak bisa masuk kendaraan pengangkut ukuran bak terbuka. 

Di Dusun Lempenge satu kelompok lagi belum bisa berbuat apa apa, lantaran tidak memiliki modal awal. Belum lagi adanya satu kelompok yang belum mendapat bantuan. 

Mereka berharap ada pihak pihak yang bisa membantu kekurangan ini, karena kelompok yang sudah berjalan belum mampu untuk memodali satu kelompok yang ada di dusun Lempenge. 

Mereka sedang mencari kemitraan. 

”Karena ini potensi bagus, kalau ada pihak yang berkenan untuk modal pengembangan budi daya Vaname ini, Misnawati akan buka untuk kelompok lainnya,” katanya.

Prospek Udang Vaname

Budidaya udang Vaname memiliki prospek cerah. Hal ini dapat dilihat melalui kelompok pembudidaya di Desa Sukadana dan Desa Akar-Akar Bayan dan beberapa tempat lainnya di wilayah Kabupaten Lombok Utara. 

Kalau soal hasil, satu kolam itu bisa mencapai jumah 65 kilogram. Di sini ada 20 kolam, sekali panennya bisa mencapai 1.3 ton, kalau ditotal harganya 78 juta rupiah.

”Alhamdulillah dari apa yang kita lihat tadi memang hasil panennya lebih banyak dari sebelumnya,” katanya. 

Menunjukkan hasil budidaya udang Vaname

Berikut rincian hasil produksi panen parsial dan panen raya berdasarkan size dan harga terendah ;

Kelompok Akar Akar 1 dan 2 (dua kelompok) mengelola 40 Bioflok (Kolam Bundar).

Parsial = 319 kg, Panen total = 932,5 kg

Ander size = 53,5 kg, Total = 1.305. total harga Rp 78.300.000.

Hasil produksi Akar Akar 2

Parsial = 342, Panen total = 882,5 kg

Ander size = 70,5 kg, Total = 1.295 kg

Hasil Total 2 klp = 2.600 kg.  Rp 77.700.00

Total keseluruhan untuk dua kelompok Akar Akar 1 dan 2 mencapai Rp 156. 000.000.

inipun hitungan harga terendah, yaitu Rp60.000. Dua kelompok lain masih dalam proses survey Size.

Khusus Kelompok wanita budidaya udang Vaname di dusun Lempenge, produksiya mencapai 1’5 ton. Karena yang dibudidaya di Lempenge sizenya lebih besar, maka harganya mencapai Rp 68.000. Jadi total mencapai Rp 102.000.000.***