Patung “Speed” Jokowi Akan Jadi  Spot Foto Favorit

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, pemasangan Patung “Speed” Jokowi nantinya akan banyak dikunjungi masyarakat untuk berfoto

LOTENG,lombokjournal.com ~ Patung “Speed” Jokowi telah terpasang di area depan Pertamina Mandalika Internasional Street Circuit, Lombok Tengah. 

Patung “Speed” Presiden  Jokowi menjadi ornamen yang akan banyak dikunjungi masyarakat untuk berfoto. 

Gubernur menyaksikan pemasangan Patung Presiden Jokowi

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan itu saat menghadiri pemasangan Patung “Speed” Jokowi, Minggu (13/03/22).

“Ketika Pak Jokowi pakai motor saja banyak yang foto-foto, saya kira ini akan lebih rame lagi dan kalau menurut saya ini akan menjadi spot yang sangat favorit sebagai tempat foto masyarakat nantinya,” tutur Bang Zul.

Ia menyaksikan pemasangan patung itu didampingi Kepala Dinas PUPR, Ir. H. Ridwan Syah Patung “Speed” Jokowi tersebut merupakan karya seniman patung ternama, Nyoman Nuarta.

 Bang Zul juga mengungkapkan, ornamen Patung “Speed” Pak Jokowi menggambarkan suatu inspirasi. 

BACA JUGA: Bus Gratis untuk Penonton MotoGP, Ini Rute dan Jadwalnya

“Ornamen ini menggambarkan suatu inspirasi, pak Jokowi yang kerjanya cepat dapat kita jadikan inspirasi,” tuturnya.

Selain itu, Bang Zul juga menyampaikan antusias masyarakat lokal dalam menyambut perhelatan MotoGP, tiket hari ke – 3 sold out.

“Tiket hari yang ke – 3 sudah sold out, karena antusiasme masyarakat lokal yang cukup tinggi, kami Pemerintah Provinsi NTB berterimakasih diberikan kesempatan masyakarat untuk menonton disisi kiri dan di sisi lain,” ungkap Bang Zul. ***

BACA JUGA: Menteri BUMN Didampingi Gubernur NTB Tinjau Sirkuit Mandalika




Membangun Jaringan Sehat, Kunci Sukses Jalankan organisasi 

Salah satu kunci sukses jadi pemimpin sukses dalam menjalankan organisasi yaitu membangun jaringan yang sehat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Membangun jaringan dengan berbagai kalangan, potensi bekerjasama untuk kemaslahatan masyarakat dapat dengan mudah terjalin.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menjadi Narasumber pada acara Seminar Online ‘Peningkatan Kapasitas Diri  dengan tema Optimalisasi Relasi, Kemitraan dan Jejaring Organisasi’ yang digelar Women Leadership Forum, Sabtu (12/03/22).

Namun Bang Zul sapaan Gubernur NTB mengingatkan, membangun jaringan haruslah dibarengi dengan ketulusan. 

BACA JUGA: Basri, Kakek yang Pantang Menyerah Meraih Sarjana

Agar hubungan yang terjalin  dapat memberi manfaat kepada kedua belah pihak, dan tidak membuat salah satu pihak dirugikan.

Pentingnya membangun jaringan organisasi yang sehat
Gubernur Zul

“Membangun jaringan itu harus tulus. Jangan membangun relasi itu hanya ingin memanfaatkan. Kalau bisa tangan kita harus lebih sering di atas,” pesan Bang Zul 

Ditambahkan, sebelum membangun jaringan diperlukan pengenalan diri yang dalam. Jika seseorang mengenal dirinya dengan baik, maka dengan mudah orang tersebut mampu mengupgrade kemampuannya

BACA JUGA: Maju Dalam Karir, Jangan Henti Meng-upgrade Kualitas Diri

Sehingga lawan bicaranya bisa sering mendapatkan insight yang baru. 

“Kalo kita tahu positif negatif kita kita tahu mana yg harus ditingkatkan dan diperbaiki,” tutur Bang Zul.*** 

BACA JUGA: Rinjani Dibuka, Saatnya Pariwisata Lombok Utara Bangkit

 




Festival Begawe Rinjani, Wagub Berharap Disiapkan Pendakian Kelas Dunia

Saat menghadiri Festival Begawe Rinjani, Wagub Sitti Rohmi berharap disiapkan sistem pendakian yang berkelas dunia 

SEMBALUN.lombokjournal.com ~ Seluruh elemen masyarakat diminta bertanggung jawab atas kebersihan dan keasrian Rinjani, bersama menjaga bersama Pemerintah Daerah, termasuk semua stakeholder terkait. 

Sehingga ke depan kehadiran Rinjani sebagai wisata dunia betul-betul menjadi contoh di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah saat membuka Festival Begawe Rinjani bertajuk “Recover Together Recover Stronger” sekaligus dirangkaikan dengan pembukaan kembali jalur wisata pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bertempat di Senaru Lombok Utara, Kamis (10/03/22).

Menurutnya, Rinjani merupakan aset dan peluang untuk kesejahteraan masyarakat NTB. 

Pembukaan Festival Rinjani, Wagub didamping Wabup Lombok Utara, Danny Karter dan Kepala Balai TNGR Dedy Asriady,
Wagub Sitti Rohmi didampingi Wabup Lombok Utara, Danny Karter dan Kepala Balai TNGR Dedy Asriady

“Apa yang diperjuangkan hari ini dan berkumpul bersama untuk bagaimana Festival Rinjani ini sebagai tanda mulai dibukanya pendakian Gunung Rinjani menjadi kesempatan terbuka bagi kita semua,” jelas Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB. 

Ia berharap agar disiapkan sistem pendakian yang berkelas dunia dari sisi protokol kesehatan, keamanan, sampahnya harus kualitasnya lebih baik.

“Selamat untuk semua, mudah-mudahan Gunung Rinjani semakin lestari,” kata Umi Rohmi.

BACA JUGA: Rinjani Dibuka, Saatnya Pariwisata Lombok Utara Bangkit

Untuk diketahui, pemesanan online dimulai tanggal 12 Maret 2022 dan untuk pengunjung diperbolehkan melakukan pendakian mulai tanggal 16 Maret 2022.

Sementara itu, Kepala Balai TNGR Dedy Asriady mengatakan gelaran ini adalah tahun ketiga Balai TNGR menyelenggarakan kegiatan yang menandai dimulainya pembukaan pendakian Gunung Rinjani. 

Keindahan dan potensinya menjadikan sebagai status Unesco Global Geopark Rinjani Lombok. Dengan keanekaragaman hayatinya mendapatkan status sebagai cagar biosfer. Selain itu juga menjadi pariwisata super prioritas, dan kawasan ini masuk dalam strategi pariwisata Nasional.

“Patut berbangga dengan semua itu dengan cara melestarikannya,” ujarnya.

Dikatakan Dedy,  ke depan ia masih bermimpi satu-satunya destinasi wisata pendakian di Indonesia akan memastikan pendakian standar berkelas di dunia, pertama hadir di Rinjani.

Di acara Festival Begawe Rinjani

Dalam festival itu, sejumlah pertunjukan ditampilkan diantaranya wayang botol dari tim sekolah pedalangan Wayang Sasak, atraksi kesenian Suling Dewa, Tari Bayan dan Cilinaya Jiwa Sraya yang dikaitkan dengan dibukanya pendakian Gunung Rinjani. ***

BACA JUGA: Wagub NTB: Distribusi Minyak Goreng Harus Diperbaiki




Rinjani Dibuka, Saatnya Pariwisata Lombok Utara Bangkit 

Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter mengatakan, dibukanya kembali pendakian Gunung Rinjani menjadi trigger bangkitnya pariwisata Lombok Utara 

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Sekarang waktunya wisata di Lombok Utara bangkit setelah sempat mengalami masa sulit akibat gempa 2018 silam serta pandemi Covid 19.

Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto Ridawan, ST,. M.Eng, mengatakan itu, di tengah kegiatan Rinjani Begawe Festival, di Desa Senaru Kabupaten Lombok Utara NTB dengan tema Recover Together Recover Stronger, tang digelar Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Kamis (10/03/04).

Kegiatan ini sebagai tanda dibukanya kembali jalur pendakian Gunung Rinjani yang sempat ditutup pada awal  tahun lalu.

“Kegiatan ini harus dijadikan trigger kebangkitan pariwisata Lombok Utara,” tuturnya. 

Danny mengatakan, dengan dibukanya kembali jalur pendakian Rinjani tentu akan membangkitkan perputaran ekonomi masyarakat di sekitar  jalur pendakian.

BACA JUGA: Wagub NTB: Distribusi Minyak Goreng Harus Diperbaiki

“Saya mengucapkan terimakasih atas atensi dari Pemerintah Pusat, Provinsi serta Pemerintah Desa dalam pemulihan ekonomi di wilayah Desa Senaru,” ucapnya.

Senaru harus dijaga

Wagub hadir dalam acara Rinjani Begawe
Wagub Sitti Rohmi

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah hadir dalam kegiatan itu bersama Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi Dr. Nandang Prihadi, Kepala Balai TNGR Dedy Asriady, S.Si., M.P,  termasuk para Kepala OPD terkait.

Ummi Rohmi sapaan Wagub menyampaikan kekagumannya terhadap potensi alam di kawasan Gunung Rinjani, khususnya Desa Senaru. 

 “Senaru merupakan tempat luar biasa indah,” tuturnya.

Ia menekankan, menjadi tanggung jawab yang besar bagaimana alam yang indah tetap terjaga.

Ia juga mengajak Stakeholder serta  masyarakat untuk menjadikan Gunung Rinjani menjadi kawasan wisata berstandar dunia. 

Tentu untuk mewujudkan hal tersebut harus dijaga bersama terutama berkaitan dengan masalah sampah yang sering ditinggalkan para pendaki.

Karena itu, menjadi tanggung jawab bersama menjaga kelestarian alam Taman Nasional Gunung Rinjani nantinya dimana pengunjung diperbolehkan mendaki Rinjani mulai tanggal 16 Maret 2022.

Sementara itu, Kepala Balai TNGR Dedy Asriady mengutarakan, Taman Nasional Gunung Rinjani adalah keindahan yang dititipkan Tuhan kepada masyarakat Lombok.

Hal itu dibuktikan dengan dipilihnya kawasan Rinjani sebagai destinasi wisata super prioritas. 

“Penting untuk semua masyarakat merasa berbangga dengan keberadaan TNGR ini harus dijaga dengan cara melestarikan kawasannya,” katanya.

kemeriahan Begawe Rinjani

Festival yang mengangkat tema Recover together recover stronger ini juga menampilkan beberapa hiburan, di antaranya pentas seni, launching film dan Talkshow Budaya Lingkar Rinjani.

Wakil Gubernur dan rombongan juga menyempatkan untuk mengunjungi posyandu keluarga di dusun Tumpang Sari, Senaru dan meninjau kesiapan CHSE jelang menghadapi event MotoGP.***

BACA JUGA: Bupati: KLUKemiskinan Tinggi Tapi Pengangguran Rendah

 




Wagub NTB: Distribusi Minyak Goreng Harus Diperbaiki

Kata Wagub Sitti Rohmi, rantai distribusi harus dicari jalan keluarnya, jangan dibiarkan terlalu lama 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur (Wagub) NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan perbaikan pola distribusi kebutuhan pokok minyak goreng dari distributor ke retail dan pasar, hingga sampai kepada masyarakat. 

Ini untuk membereskan permasalahan kebutuhan pokok minyak goreng dan menjaga ketersediaan stok barang kebutuhan pokok.

Wagub Sitti Rohmi menegaskan, pola dan rantai distribusinya harus dipikirkan jalan keluarnya.

Wagub memasalhkan distribusi minyak gorengan revitalisasi Posyandu
Wagub Sitti Rohmi

“Jadi hal seperti ini jangan dibiarkan terlampau lama, harus ada solusi untuk mengurai permasalahan tersebut,” tandas Wagub.

Hal itu disampaikan pada Rapat Terbatas (Ratas) menyikapi kebutuhan pokok minyak goreng dan menjaga ketersediaan stok barang kebutuhan pokok, Selasa (8/3/2022) di Ruang Rapat Sangkareang Kantor Gubernur NTB.

Ia berharap agar pintu masuknya minyak goreng dari pabrik ke distributor-distributor di NTB harus jelas. Baik itu jumlah distributor, cara dropping ke retail maupun pasar hingga ke konsumen atau masyarakat.

“Jadi harus kita tau masuknya ke NTB, normalnya per bulan itu berapa, sehingga ketahuan prosentase terpenuhinya kebutuhan minyak goreng,” katanya.

BACA JUGA: Program SNGI Diharapkan Sasar Barometer Stunting di NTB

Dalam laman facebooknya saat berdiskusi dengan para distributor minyak goreng dan asosiasi pengusaha ritel Indonesia (Aprindo) mengenai supply and demand minyak goreng di NTB, Selasa (8/3), Wagub juga menegaskan, soal minyak goreng ini bukan hanya di NTB, tetapi menjadi persoalan di hampir seluruh daerah. 

Menurutnya, pemerintah sedang menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya terkait upaya penambahan alokasi dan kuota minyak goreng. 

Tiap bulan dibutuhkan 1,7 juta hingga 2 juta liter untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. 

“Jangan sampai UMKM kita yang mengandalkan minyak goreng sebagai bahan baku pokok, berhenti berproduksi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Drs. H. Fathurrahman,M.Si, menyatakan bahwa kebutuhan pokok minyak goreng ini akan segera diatasi. 

“Apalagi menjelang perhelatan MotoGP, harus segera diatasi agar tidak mencuat,” kata H. Fathurrahman.

Karena menurutnya, para UMKM maupun industri-industri kuliner yang berpartisipasi mensukseskan event MotoGP membutuhkan pasokan demi terjaminnya kebutuhan saat pelaksanaan event tersebut.

Selain itu. ia menjelaskan, rapat ini untuk mengetahui quota minyak goreng untuk NTB. Sehingga dapat dipantau, pasokan minyak goreng terhubung dengan produsen mana saja dan distributor lokal di NTB. 

“Semua ini agar kita dapat mengawasi dan memantau rantai pasoknya,” kata Fathurrahman.

Menurutnya, kebutuhan minyak goreng untuk NTB 1,7 juta liter sampai 2,2 juta liter per bulan. Jumlahnya sekitar 50 ribu-60 liter per hari.

Dari paparan beberapa distributor di NTB, khususnya di pulau Lombok, saat ini para distributor hanya mampu sediakan kurang lebih 1.500 liter perhari.

Jadi pasokan minyak goreng dari produsen ke distributor belum secara kontinyu tersedia.  

BACA JUGA: Revitalisasi Posyandu Langkah Konkrit Wujudkan SDG’s

“Kadang dalam sehari, datang 2-3 kontainer. Dalam sehari atau dua hari langsung di droping ke retail dan pasar, sehingga hari berikutnya sudah tidak ada,” ucapnya

Ia mengaku terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Satgas  dan para distributor untuk mencari solusi dan menyelesaikan permasalahan minyak goreng. 

“Termasuk untuk mengikuti ketetapan HET minyak goreng sebesar Rp14.000,- per liter. Namun saat ini harga yang beredar dipasar tembus hingga angka Rp18.000,- sampai Rp25.000,- per liter,” ujarnya.

Ia mengaku Rapat tersebut akan ada pertemuan berikutnya, untuk mengerucutkan solusi kebutuhan pokok minyak goreng.

Dalam Rapat terbatas tersebut turut dihadiri Asisten 2 Setda Provinsi NTB, para distributor minyak goreng dan beberapa retail di NTB. ***

 

 




Bupati: KLU Kemiskinan Tinggi Tapi Pengangguran Rendah

Buka Musrenbang Perempuan, Anak, Lansia dan Penyandang Disabilitas KLU, Bupati Djohan Sjamsu ungkap keunikan daerah KLU; meski angka kemiskinan tinggi tapi kriminalitasnya rendah

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Menurut Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu, SH, Lombok Utara merupakan daerah yang unik, angka kemiskinannya tinggi tetapi angka penganggurannya rendah.

Hal itu disampaikan saat Djohan Sjamsu membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perempuan, Anak, Lansia dan Penyandang Disabilitas Kabupaten Lombok Utara Tahun Perencanaan 2023, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu [09/03/22] pagi.

Keunikan Lombok Utara dari sisi keamanan misalnya, logikanya jika angka kemiskinan tinggi tentu angka kriminalitasnya tinggi.

BACA JUGA: Musrenbang Antisipasi Isu Perempuan dan Anak di KLU

Bupati Sjohan buka Musrenbang
Bupati Djohan Sjamsu

“Kondisi justru bertolak belakang, karena masyarakat masih menjaga harkat dan martabat dengan baik.  Masyarakat Lombok Utara tetap teguh menjaga harga dirinya,” katanya.

Dikatakan, masyarakat Lombok Utara juga sangat akomodatif diajak guyub bersama, melakukan proses akselerasi pembangunan daerah

Namun yang paling penting, tentu harus ada prioritas program atau kegiatan pembangunan daerah yang diutamakan untuk direalisasikan pada setiap tahun anggaran.

BACA JUGA: Wagub NTB Dukung Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak

“Bagaimana kita melibatkan seluruh unsur dalam proses menginisiasi pembangunan ini. Semua bisa berperan dan bisa berpartisipasi, sehingga dalam kontek Musrenbang ini jika kita mengajak lebih banyak orang untuk berpikir maka hasilnya pun akan lebih baik,” tegas bupati. 

Selain didampingi Wabup Dany Karter Febrianto, kegiatan itu juga dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah [BAPPEDA] – KLU), Parihin,S.Sos dan sejumlah OPD, Camat, Pengurus PKK, LSM dan Organisasi Kepemudaan .

Menurut Bupati Djohan, peristiwa-peristiwa yang terjadi di Lombok Utara seluruhnya menjadi bahan evaluasi bagi semua pemangku daerah.

Hal itu sebagai ruang melihat kembali Lombok Utara secara holistik, dengan daya dukung data statistik dan data-data internal.

Musrenbang yang dibuka Bupati Djohan Sjamsu

Semua data itu menunjukkan ikhtiar pemerintah dan seluruh stakeholder yang seirama dalam membangun Lombok Utara dengan prinsip “read on the break”, sesuai dengan pagu dana yang dianggarkan.***

BACA JUGA: NTB Care Jajaki ASDP untuk Kerjasama Penyeberangan Gratis




UPTD PPA Jadi Pilot Project, Layanan Masyarakat Dipermudah

Dengan pencanangan UPTD PPA NTB sebagai Pilot Project oleh Kementerian PPPA, diperlukan koordinasi dan sinergi sesama pelayan masyarakat 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi NTB sebagai pilot project tata kelola baru yang dicanangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI, makin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan.

membicarakan UPTD PPA sebagai pilot project
Menteri PPPA dan Bunda Niken

Ketua TP – PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah itu saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Darmawati di UPTD PPA Provinsi NTB, di Mataram, Senin [07/03/22].

Menurutnya, suatu kehormatan dan sebuah upaya mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan. 

“Dan menjadi tantangan untuk kita semua agar bisa berkoordinasi dan bersinergi dengan lebih baik lagi sesama pelayan masyarakat di lingkungan masing – masing,” tutur Niken. 

BACA JUGA: NTB Care Jajaki ASDP untuk Kerjasama Penyeberangan Gratis

Bunda Niken sapaan akrab Ketua TP. PKK NTB menghimbau, agar seluruh Kepala UPTD dan Dinas P3AP2KB Kabupaten/Kota menyampaikan program – programnya kepada ketua TP – PKK yang berada di lingkungan masing – masing.

“TP – PKK yang sehari – harinya berinteraksi dengan masyarakat dan salah satunya yang berada di lokasi, tentunya dengan kerjasama yang baik dari Pemerintah Kabupaten/Kota dapat mempermudah penanganan, dukungan dan kerjasama dapat lebih baik serta sinergi  dan komunikasi,” tuturnya.

Dalam kesempatan sama, Menteri PPPA, Bintang Darmawati menjelaskan, terkait tata kelola baru yang akan terapkan oleh UPTD PPA NTB, para korban akan mendapatkan pendampingan yang integritas dalam satu atap.

BACA JUGA: Wagub NTB Dukung Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak

“Tata tata kelola baru ini, korban yang datang mendapatkan pendampingan yang terintegrasi dalam satu atap, itu yang kita ingin bangun. Semoga secara teknis nantinya akan kita bahas,” tuturnya.

Dialog dengan pengelola UPTD se NTB
Peserta dialog

Ia juga menyebutkan, pada tahun 2020 secara langsung dirinya hadir untuk meresmikan UPTD PPA NTB dan sudah terbentuk di seluruh Kabupaten Kota. 

“UPTD ini salah satunya bisa menjadi tempat untuk memberikan pendampingan yang terbaik kepada para korban. Nah kedepannya UPTD ini akan menjadi penting karena kami masih menunggu proses untuk pembahasannya,” tuturnya. ***

 




Wagub NTB Dukung Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak

Wagub NTB mengatakan bahwa revitalisasi Posyandu Keluarga memuluskan strategi penanganan perempuan dan anak

MATARAM.lombokjournal.com ~ Komitmen penanganan Perempuan dan Anak di NTB membutuhkan kerja bersama kabupaten/ kota melalui sinergi dan koordinasi. 

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd,  mengatakan itu saat penandatangan KRPLA bersama 10 kabupaten/ kota di gedung Sangkareang kantor Gubernur, Senin (07/03/22). 

Wagub bicarakan revitalisasi Posyandu
Wagub Sitti Rohmi

Penandatangan komitmen KRPLA (Kota Ramah Perempuan dan Layak Anak) diharapkan memperbaiki pelayanan dan kondisi perempuan dan anak di NTB. 

“Apalagi dengan komitmen menjadikan Posyandu Keluarga yang sekarang sudah seratus persen di NTB akan mendukung komitmen kabupaten/ kota mewujudkannya,” ujar Wagub Sitti Rohmi.

Ditambahkan Wagub, peran kabupaten/ kota merevitalisasi peran Posyandu dengan kebijakan dan anggaran akan memuluskan strategi penanganan perempuan dan anak di NTB. 

BACA JUGA: Wagub NTB: Pendidikan Harus Humanis dan Berkualitas

Pada kesempatan sama,  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan, koordinasi dan sinergi akan menuntaskan persoalan perempuan dan anak.

Dikatakannya, regulasi yang dikeluarkan Pemerintah Pusat sangat baik meski dengan anggaran terbatas. 

Namun demikian, kabupaten/ kota dalam pelayanan masyarakat di level paling dekat, dapat menyelenggarakan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dengan desa/ kota ramah perempuan dan layak anak. 

“Saya mengapresiasi NTB sedikit dari daerah yang mempunyai Perda yang mengatur pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, sebagai komitmen awal. Begitu pula dengan koordinasi dan sinergi yang sudah terbangun di NTB,” ujar menteri. 

Ditambahkannya, beberapa indeks indikator NTB dalam hal pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak masih di bawah rata rata nasional disamping indeks tenaga kerja perempuan NTB yang peringkatnya baik. 

Wagub usai KRPLA

Sementara itu, Nanang Samodra, anggota DPR RI menekankan pentingnya menata persoalan pemberdayaan  dan perlindungan anak mulai dari bawah. 

“Misalnya dengan memperbanyak program isbat nikah di desa sebagai bagian dari perlindungan anak dan perempuan begitu pula dengan pencegahan perkawinan usia dini,” ujarnya. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK, Hj Niken Zulkieflimansyah. *** 

BACA JUGA: Dekranas 32 Tahun, Diharapkan Sukses Memayungi Perajin

 




Wagub NTB: Pendidikan Harus Humanis dan Berkualitas 

Proses pendidikan yang diinginkan adalah proses pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas, kata Wagub NTB

LOTIM.lombokjournal.com ~ Keberhasilan suatu proses pendidikan harus dijalankan secara humanis dan berkualitas. 

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan itu saat memberikan Kuliah Umum dengan tema “Kebijakan Pendidikan Provinsi NTB: Pendidikan Karakter sebagai Pondasi” di Universitas Hamzanwadi, Pancor, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (05/03/22). 

Dikatakan, proses pendidikan dinginkan adalah proses pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas. 

wagub menyampaikan stadium general

“Tidak  ada intimidasi, semua proses itu harus dijalankan secara humanis dan berkualitas, karena ujung-ujungnya suatu proses pendidikan,”  kata Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.

Pada Kuliah Umum, sekaligus launching Program Klinik Riset 2022 di Universitas Hamzanwadi tersebut Ummi Rohmi menjelaskan, pendidikan dikatakan berhasil kalau yang mengikuti pendidikan tersebut senang menjalani proses pendidikan itu. 

“Proses pendidikan yang diinginkan adalah proses pendidikan yang menyenangkan dan berkualitas,” katanya.

Tidak  ada intimidasi, semua proses itu harus dijalankan dengan humanis dan berkualitas. 

Karena ujung-ujungnya suatu proses pendidikan dikatakan berhasil kalau yang mengikuti pendidikan tersebut senang menjalani proses pendidikan itu, tambahnya.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri HUT ke 70 Desa Re,biran, Loteng

Ummi Rohmi juga menjelaskan 3 arah penyelenggaraan pendidikan di NTB, yaitu mewujudkan layanan akses pendidikan yang berkeadilan, meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan dan meningkatkan peran serta masyarakat.

Tiga arah penyelenggaraan pendidikan di NTB, yaitu bagaimana mewujudkan layanan akses pendidikan yang berkeadilan, dimana semua masyarakat bisa mendapatkan layanan pendidikan. 

“Kemudian bagaimana meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan baik nasional maupun internasional. Terakhir, bagaimana meningkatkan peran serta masyarakat karena pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Jadi harus menggandeng seluruh stakeholders untuk berkolaborasi,” jelas Ummi Rohmi.

Ada strategi 4P untuk mewujudkan pendidikan di NTB yang membanggakan.  The Power of 4P tersebut yaitu profil, pelayanan, penampilan dan prestasi. 

“Ada The Power of 4P untuk mewujudkan pendidikan NTB yang membanggakan. Pertama Profil, seluruh data-data yang bersangkutan dengan sekolah harus lengkap. Selanjutnya Pelayanan, bagaimana pelayanan sekolah, sarana program, dan layanan informasi. Kemudian Penampilan, ada identitas sekolah, informasi program sekolah, tata tertib, slogan dan himbauan. Terakhir yaitu Prestasi, yang meliputi prestasi akademik maupun non-akademik,” jelas Ummi Rohmi.

BACA JUGA: Mahasiswa UNW Mataram Jadi Duta Inspirasi NTB

Terkait program-program inovasi NTB dalam pengimplementasian 5 nilai utama pendidikan melalui beberapa program. 

Wagub mengatakan, pendidikan harus menyenangkan dan beekualitas

Di antaranya Sekolah Bersih dan Sehat, Sabtu Budaya dan Pojok Kreasi, Spiritual Camp, Sub Vokasi Afirmasi Difabel, Kompetensi Sains dan Non-Sains dan Jejak Alumni.

“Program-program inovasi di NTB dalam rangka penerapan 5 nilai utama pendidikan, seperti Program Sekolah Bersih dan Sehat, Sabtu Budaya dan Pojok Kreasi, Spiritual Camp, Sub Vokasi Afirmasi Difabel, Kompetensi Sains dan Non-Sains Debating, dan Jejak Alumni/Tracer Study,” jelas Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur periode 2009-2013 tersebut. ***

 




Bupati Djohan: Talas Beneng Punya Prospek Ekonomi Luar Biasa

Komoditi Talas Beneng disebut Bupati Djohan Sjamsu memiliki prospek bagus bagi masyarakat

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) bekerjasama dengan PT. Petaning Karya Mulia dan PT. BEST (Bandung Eco Sinergi Teknologi) melakukan penanaman Talas Beneng, di Dusun Kertaraharja Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Jum’at (04/03/22). 

Bupati usai penanaman
Bupati dalam acara penanaman Talas Beneng

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya memajukan perekonomian masyarakat Lombok Utara melalui sektor pertanian.

Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH hadir menanam secara simbolis bibit pohon Talas Beneng, didampingi Wakil Direktur PT. Petaning Karya Mulia Endang Lestari, S.Psi, Anggota DPRD KLU Hakamah, Kepala OPD terkait serta para undangan. 

Dikatakan bupati, komoditi Talas Beneng memiliki prospek bagus bagi masyarakat. Dan diharapkan di masa mendatang tanaman talas mampu mendongkrak perekonomian.

BACA JUGA: Dekranas 43 Tahun, Diharapkan Sukses Memayungi Perajin

“Pohon talas beneng tidak hanya penghasil umbi-umbian saja, daunnya juga  bernilai ekonomi bagi masyarakat yang digunakan sebagai bahan baku rokok herbal non nikotin,” terang bupati.

 “Melihat dari kultur tanah yang ada di daerah kita, komoditi talas beneng  ini sangat cocok dan punya prospek yang luar biasa,” jelasnya. 

Bupati Djohan menambahkan, dengan budidaya tanaman talas sedikit demi sedikit potensi bidang pertanian di Lombok Utara mulai tampak. 

Karena itu, harapan Pemerintah Daerah agar masyarakat bisa memanfaatkan potensi lahan dengan terus mengembangkan lahan pertanian, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Selain itu, pihaknya juga mengajak generasi muda memajukan Lombok Utara melalui sektor pertanian, sebab Bupati Djohan meyakini SDM yang dimiliki anak muda bisa sukses di bidang pertanian.

BACA JUGA: Guru Tidak Tetap Terima Bantuan CSR dari Bank BNI Cabang Mataram

 “Semoga anak-anak muda sebagai generasi penerus kita berpikir cerdas dan mampu memberikan kontribusi di bidang pertanian,” katanya. 

Bupati tanam Talas Beneng
Bupati menanam Talas Beneng

Sementara itu, Kepala Dinas KP3 Tresna Hadi, S.Pt menuturkan, pihaknya menjalin kerjasama yang baik dan nantinya akan ditindaklanjuti dengan MoU antara petani dengan pihak PT. Petaning Karya Mulia.

 Dalam salah satu perjanjiannya, sebut Tresna, seluruh hasil panen Talas Beneng akan dibeli oleh pihak PT. Petaning.

BACA JUGA: Talas Beneng, Dari Tanaman Liar Kini Tembus Pasar Ekspor Internasional

“Talas Beneng ini adalah komoditas baru di Lombok Utara dikembangkan oleh PT. Petaning Karya Mulia. Ke Depan ini akan menjadi alternatif bagi para petani di tengah situasi pandemi Covid,” imbuhnya.***