Kemiskinan di NTB menurun 0.01 persen, pada September 2022

Garis Kemiskinan pada September 2022 tercatat sebesar Rp489.954,-/kapita/bulan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pada periode September 2021– September 2022, tingkat kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami penurunan, baik dari sisi jumlah maupun persentase.

Persentase penduduk miskin pada bulan September Tahun 2022 sebesar 13,82 persen. Berarti mengalami penurunan sebesar 0,01 persen dibandingkan bulan September Tahun 2021 yaitu sebesar 13,83 persen.

BACA JUGA: Nilai Ekspor NTB  September 2022 Meningkat Tajam

Berita Resmi Statistik, salah satunya mengenai Profil Kemiskinan di Nusa Tenggara Barat September 2022 itu, dipaparkan Plh. Kepala BPS Provinsi NTB, Mohammad Junaedi, Senin (16/01/23).

Junaedi menjelaskan, penurunan tingkat kemiskinan ini terjadi di wilayah perkotaan.

“Penurunan kemiskinan ini terjadi di wilayah perkotaan, jika kita lihat pada bulan September Tahun 2021 ke bulan September Tahun 2022 terlihat penurunan sebesar 14,54 menjadi 13,98,” ucap Junaedi.

Garis Kemiskinan pada September 2022 tercatat sebesar Rp489.954,-/kapita/bulan., dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp367.535,- (75,01 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp122.419,- (24,99 persen).

Pada September 2022, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 3,86 orang anggota rumah tangga. 

BACA JUGA: Menyelamatkan Sumber Pangan di Masa Depan

Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp1.891.222,-/rumah tangga miskin/bulan.***

 

 




Keberadaan UPTD akan Maksimalkan Potensi Gili

Dengan keberadaan UPTD diharapkan bisa mengurai persoalan yang selama ini belum tertangani di Gili Tramena

MATARAM.lombokjournal.com ~ Alhamdulillah, kini kita punya UPT baru di bawah Dinas Pariwisata NTB untuk memfasilitasi dan memaksimalkan potensi diri yang selama ini kurang optimal pengelolaannya di bawah PT GTI,” tulis Bang Zul sapaan Gubernur NTB di laman Facebooknya, Sabtu (14/01/23).

Keberadaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di Kawasan Destinasi Wisata Gili Tramena, yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air akan memaksimalkan potensi Gili. Sikap optimis itu diungkapkan  Bang Zul.

BACA JUGA: Munas BMMB, Bima Disarankan Jadi Rumah Investasi

UPTD Gili Tramena yang dipimpin Dr. Mawardi SH, MH, Doktor Hukum dan mantan Ketua BEM Universitas Mataram, diharapkan mengatasi berbagai persoalan di Gili Tramena. 

“Mudahan di bawah kepemimpinan figur baru, persoalan sengkarud di Gili terutama Gili Trawangan bisa diurai sedikit demi sedikit setelah bertahun-tahun tanpa kejelasan, seperti ada negara di dalam negara,” tulis Bang Zul. 

Atas masukan KPK dan DPRD, Pemprov NTB segera membentuk tim untuk mengurai berbagai permasalahan di Gili Tramena.

Beberapa langkah yang dilakukan, antara lain : 

  1. Coba melakukan adendum terhadap perjanjian dengan PT GTI untuk menghormati investor dalam hal ini PT GTI,
  2. Adendum nampaknya tidak populer dan masyarakat sudah putus asa dan merasa PT GTI sebaiknya diputus kontraknya dan tanah yang dikuasai GTI dikembalikan ke Pemda,
  3. Setelah mendengar masukan masyarakat, berdiskusi dengan berbagai pihak seperti Polri, Kejaksaan, TNI, BPN, Pemda KLU dan lain-lain sepakat kontrak  diputus dan dimintakan satgas investasi untuk memberikan penilaian dan memutuskan apa diputuskan kontrak dengan PT GTI.           
  4. Dengan proses yang sangat panjang dan hati-hati Pemerintah pusat akhirnya memutuskan kontrak PT GTI dan 65 hektar are tanah di Gili Trawangan sekarang berada dalam pengelolaan Pemda NTB.
  5. Ternyata masalah Gili belum selesai, masih ada protes bahwa tanah itu bukan tanah Pemda tapi tanah milik masyarakat yang diambil paksa oleh negara di zaman orde Baru, Karena itu mereka ingin itu menjadi milik masyarakat. Dan tentu ini jadi perhatian, juga disadari zaman dahulu karena kekuasaan negara sangat kuat dan cenderung represif, bisa saja ada masyarakat yang tak terlindungi haknya
  6. Tim yang dibentuk merupakan pelayan masyarakat dan selalu dan akan terus berpihak pada masyarakat. coba teliti lagi rupanya tidak semua yang ribut-ribut ini karena tulus membela masyarakat. Ini yang ribut-ribut ini karena kepentinganya terusik dan terganggu karena selama berpuluh-puluh tahun menikmati hasil di gili sangat besar

BACA JUGA:  Pemprov NTB Menata Ulang, Bukan Penggusuran di Gili Trawangan 

Nah, yang begini-gini ini diserahkan penyelesaiannya ke aparat penegak hukum dan KPK sudah memerintahkan APH untuk menindak tegas.***

 

 




Gubernur NTB bersama Menteri LHK Gelar Rapat Terbatas

Rapat terbatas (Ratas) yang digelar Gubernur NTB bersama Menteri KLH, antara lain membahas status konservasi Gili Trawangan 

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Rapat Terbatas (Ratas) digelar Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya, Sc dan jajaran pada Jumat, (13/01/23) di Jakarta. 

Dalam ratas itu untuk membahas dan mencari solusi mengenai berbagai persoalan yang menyangkut masalah kehutanan dan lingkungan hidup di Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Menata Ulang, Bukan Penggusuran di Trawangan

Presentasi Gubernur NTB dalam ratas yang membahas persoalan lingkungan hidup, mendaoat sambutan baik dari Menteri KLH

Beberapa yang menjadi pembahasan di antaranya status konservasi Gili Trawangan, Meno dan Air (Tramena) di KLU telah resmi dicabut. 

Begitu pula dengan presentasi rencana Gili Petagan sebagai pulau untuk wisata konservasi keluarga, mendapat sambutan baik dr MenLHK mengingat rencana ini termasuk baru di Indonesia. 

Bahkan MenLHK menawarkan juga dibuat di sekitar Bendungan Jati Luhur Jawa Barat, dengan konsep menyatukan konservasi flora fauna dengan wisata keluarga.

Selain itu, usulan beberapa Perijinan Berusaha Pengelolaan Hutan di KLHK juga disetujui MenKLHK, termasuk ide pemanfaatan potensi kawasan hutan dan gili. 

Pada ratas tersebut juga turut mendiskusikan mengenai akselerasi terkait TPST Incenarator LB3 Fasyankes Lemer dan SK Bupati Lotim terkait Pencabutan IUPJLWA PT. ESL Sekaroh Lotim

“Alhamdulillah, semuanya tuntas dengan baik. Terima kasih Bu Menteri atas waktu dan perhatiannya untuk provinsi kami,” kata Bang Zul.

Sebagai informasi, Ratas yang digelar bersama Menteri LHK tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Gubernur ke Prov. DKI Jakarta.

Turut hadir pada ratas tersebut, yaitu  Sekjen LHK Dr. Ir. Bambang Hendroyono, Dirjen LB3 Rosa Vivin, Drjen PKTL Dr. Ir. Rwanda, Sekditjen PHKA, Direktur Konservasi, Dir BRPH Ditjen PHL, Kepala Dinas LHK Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Pembangunan Teluk Santong Dibiayai Anggaran Rp1,4 Triliun

Selain itu, salah satu aktor ternama Indonesia, Baim Wong juga turut hadir pada ratas tersebut dalam rangka membantu mempromosikan NTB. ***

 

 




Pemprov NTB akan Hibahkan Lahan untuk Kantor PTTUN

Sekda NTB mengungkapkan komitmen Pemprov NTB untuk memberikan lahan kantor yang representatif untuk PTTUN

MATARAM.lombokjourna.com ~ Pemprov NTB menyatakan komitmennya untuk menghibahkan lahan selus 5000 are sebagai tempat berdirinya Kantor PTTUN dan rumah dinas. 

Dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mendukung hadirnya Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA: Pembangunan Teluk Santong Dibiayai Anggaran Rp1,4 Triliun

Sekda NTB mengungkapkan komitmen Pemnprov NTB untuk hibahkan lahan ke PTTUN

Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi mengungkapkan itu saat menerima Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Mataram dan jajaran.

Sekda menjelaskan, pihak PTTUN telah mengajukan Permohonan Hibah Tanah, Penyediaan Lahan Gedung Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negeri Mataram, di ruang kerjanya, Kamis (12/01/23).

“Kami mendukung kehadiran PTTUN Mataram. Oleh karena itu kami komitmen untuk memberikan lahan kantor yang representatif,” tutur Miq Gite sapaan akrabnya.

Sementara itu, untuk lokasi hibah lahan yang akan diberikan masih dalam tahap diskusi. Ditekankan Miq Gite, lahan yang diberikan akan diusahakan berada di tempat yang strategis. 

BACA JUGA: Mengenal Apa Itu Sengketa Tata Usaha Negara

Dimana aksesibiltasnya mudah dijangkau bagi masyarakat yang berkepentingan.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTB sendiri telah menghibahkan lahan seluas 2.600 meter persegi yang berlokasi di Jalan Puring, Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram untuk Pengadilan Negeri Mataram.

BACA JUGA: Lingkungan Asri dan Lestari, Warisan Terbaik Generasi

“Jadi nanti jika PTTUN ada di NTB, kita tidak lagi menyelesaikan sengketa PTTUN ke Surabaya, tentu ini memudahkan masyarakat juga,” Ungkap Sekda. ***

 




Pembangunan Teluk Santong Dibiayai Anggaran Rp 1,4 Triliun 

Gubernur NTB mengatakan, dimulainya pembangunan Teluk Santong di Sumbawa akan mendukung mobilitas distribusi hasil pertanian

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Anggaran Rp 1,4 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan investor, disiapkan untuk membangun pelabuhan Teluk Santong di Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 

Kepala Badan Pangan Nasional RI, Arief Prasetyo Adi didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah, melakukan peletakan batu pertama (ground breaking)  Rabu (11/01/23).

BACA JUGA: Pemprov NTB Menata Ulang, Bukan Penggusuran di Trawangan

Pembangunan Teluk Santor direncanakan rampung dalam 10 bulan

Pelabuhan yang dibangun di lahan seluas 300 hektar ini akan diupayakan percepatan pembangunan 

Arief Prasetyo Adi mengatakan, usai peletakan batu  pertama mengatakan, pelabuhan Teluk Santong diperkirakan rampung dalam 10 bulan ke depan. 

“Kita targetkan pembangunan pelabuhan ini selesai dalam waktu 10 bulan,” kata Arief, Rabu.

Pelabuhan Teluk Santong akan dibangun dengan dermaga berkapasitas besar sehingga dapat menampung kapal dengan ukuran dan muatan besar. 

Gubernur NTB, Zulkeflimansyah  yang mendampingi Arief Prasetyo Adi menimpali, pelabuhan Teluk Santong akan mendukung mobilitas distribusi hasil pertanian masyarakat Sumbawa. 

“Kita berharap, Teluk Santong dapat mengatasi persoalan harga komoditas pertanian dan peternakan masyarakat NTB, khususnya di Pulau Sumbawa,” kata Zulkieflimansyah. 

Sikatakan, potensi yang dimiliki Teluk Santong harus dimaksimalkan. 

“Ini langkah awal untuk Pulau Sumbawa yang lebih baik. Perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama,” ungkap Bang Zul sapaan Gubernur NTB. 

Sementara itu, Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah, dalam sambutannya mengatakan, Sumbawa memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena itu harus didukung dengan infrastruktur yang efisien dan memadai.  

BACA JUGA: Lingkungan yang Asri dan Lestari, Warisan Terbaik Generasi

“Kondisi Pelabuhan Badas yang ada saat ini tidak memungkinkan lagi untuk diperluas sehingga pembangunan pelabuhan Teluk Santong ini menjadi solusi yang sangat tepat dan dinanti oleh masyarakat Sumbawa,” katanya. 

Harapan Abdullah, pembangnan Teluk Santong bisa segera dirampungkan. Ini upaya yang dilakukan agar terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumbawa. ***

 




Pembangunan Pelabuhan Teluk Santong, Selesai dalam 10 Bulan

Kalau pembangunan pelabuhan Teluk Santong yang sudah direncanakan sejak tahun 2018 dimulai sekarang, akan selesai 10 bulan

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mendampingi Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo, menghadiri Acara Ground Breaking Pembangunan Pelabuhan Teluk Santong, Rabu (11/01/23).

Dalam kesempatan tetsebut, Bang Zul sapaan Gubernur berterimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat. 

BACA JUGA: Pembangunan Teluk Santong, Mulai Peletakan Batu Pertama

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo menargetkan pembangunan Pelabuhan Teluk Santong akan selesai dalam waktu 10 bulan.

Baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten, serta investor yang telah membantu mewujudkan pembangunan pelabuhan Santong yang nantinya akan berperan signifikan dalam mendistribusikan produk pertanian dan perternakan di Pulau Sumbawa.

Pemerintah Provinsi NTB, dikatakan Gubernur akan mendukung dan memberikan bantuan terbaik demi kelancaran pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat. 

“Adanya satu pelabuhan untuk kelancaran aktifitas produk-produk pertanian kita akan membuat kesejahteraan lebih dekat kepada masyarakat. Sekali lagi terima kasih,” ungkap Bang Zul. 

Gubernur Bang Zul juga menyampaikan harapannya, agar pembangunan Pelabuhan Santong dilaksanakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. 

Karena pembangunan Pelabuhan Teluk Santong sendiri telah direncanakan sejak tahun 2018 yang lalu. 

Sementara itu, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo menargetkan pembangunan Pelabuhan Teluk Santong akan selesai dalam waktu 10 bulan. 

Ia akan mengupayakan berbagai hal demi percepatan pembangunan

“Kalau bisa dimulai sekarang maka bisa tuntas 10 atau 12 bulan ke depan,” ujarnya. 

Selain itu, Arif menyebutkan akan memastikan harga jagung yang merupakan komoditi pertanian terbanyak di Pulau Sumbawa tidak turun.

“Dan  kapal yang nyandar nanti itu berkapasitas 30 ribu ton,” jelasnya. 

Optimisme juga disuarakan Yanuar selaku pelaksana pembangunan Pelabuhan Teluk Santong. 

Ia menjelaskan, dirinya siap untuk melakukan investasi di Pulau Sumbawa 

BACA JUGA: Lingkungan yang Asri dan Lestari, Warisan Terbaik Generasi

“Jika jagung Sumbawa saat ini 1,5 juta ton dengan adanya Pelabuhan Teluk Santong nantinya bisa 2 sampai 3 juta ton,” paparnya.

Turut Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sumbawa, staff Ahli Menteri Perhubungan RI, dan para perjabat lainnya. Pembangunan Pelabuhan Teluk Santong tersebut berlokasi di Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa-NTB. ***




Lingkungan yang Asri dan Lestari, Warisan Terbaik Generasi

Workshop mikroplastik yang disampaikan Wagub NTB di Universitas NU, merupakan komitmen kampus ini terhadap lingkungan  

MATARAM.lombokjournal.com ~ Warisan terbaik bagi anak cucu ke depan sebagai generasi penerus yang akan datang adalah meninggalkan lingkungan yang asri  dan lestari.

InsyaAllah akan survive selama bisa dijaga dan makin asri dan lestari ke depan, akan bisa memberikan kontribusi yang luar biasa.

BACA JUGA: Pemprov NTB Gandeng Denmark Tangani Sampah

Wagub NTB mengapresiasi UNU NTB yang punya perhatian pada lingkungan

Wakil Gubernur NTB,. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikannya pada Workshop MikroPlastik ”Bagaimana Kondisi Mikroplastik Setelah Alih fungsi Sungai Menjadi Tempat Sampah” di Aula Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Mataram (11/01/23).

Wagub juga mengapresiasi  ikhtiar-ikhtiar Civitas Akademika UNU yang sudah ditujukkan selama ini. 

Ia menyebut, salah satunya bayar SPP dengan sampah, melakukan kegiatan-kegiatan terkait lingkungan, kesehatan (pencegahan stunting), dan sosial keagamaan lainnya.

“Berdiri sudah delapan tahun, bagi umur sebuah Universitas masih kecil tetapi progresnya sudah luar biasa. Jadi ini harus terus dinamkan dan tingkatkan,” puji Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Ditambahkan Umi Rohmi, berbicara pada isu mikroplastik sudah berada pada posisi yang membahayakan kalo tidak peduli. 

Karena itu harus didorong agar terus dibentuk bank-bank sampah sehingga bisa menjadi nilai ekonomi bukan malah menjadi masalah bagi masyarakat.

“Kegiatan ini bagian dari komitmen UNU terhadap lingkungan karena lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam membangun daerah,” jelas Rektor Universitas HAMZANWADI, Pancor, Lombok Timur ini.

Sementara itu, Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, M. Pd., menyampaikan terimakasih dan selamat datang di Kampus UNU.

Dijelaskan Baiq Mulianah, Kampus yang sudah berusia delapan tahun itu sudah memiliki 4.000 Civitas akademika, terdiri dari 4 Fakultas.

“Tentu saja apa yang dilakukan hari ini adalah bagian dari ikhtiar panjang apa yang menjadi misi berdirinya lembaga pendidikan,” ungkapnya.

Diceritakan Rektor UNU, sejak tahun 2018 awal kampus sudah menginisiasi terbentuknya bank sampah, dan mahasiswa-mahasiswi boleh boleh bayar SPP dengan sampah.

BACA JUGA: Pilah Sampah Dari Rumah, Ciptakan Lingkungan Sehat

“Walaupun jauh dari kata sempurna, setidaknya kita sudah menginisiasi dan memulai menebarkan kebaikan-kebaikan yang diyakini memiliki dampak positif,” pungkasnya. ***

 




TVRI NTB Diminta Siarkan Program Pemprov ala Masa Kini

Wagub NTB minta TVRI NTB siarkan konten program Pemprov NTB disiarkan melalui kanal media sosial terkini

MATARAM.lombokjournal.com ~ TVRI Stasiun NTB diminta untuk menyiarkan berbagai Program Pemerintah dengan konten ala masa kini. Yakni melalui video pendek yang tengah digandrungi masyarakat, seperti pada tik tok, youtube, instagram, dan kanal lainnya.

Karena berbagai program yang sedang dijalankan Pemprov NTB, untuk kepentingan masyarakat. 

Seperti penurunan angka stunting, bahayanya pernikahan anak, kesadaran mitigasi bencana di desa, dan banyak lainnya akan mudah dipahami masyarakat melalui konten yang fresh. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Gandeng Denmark Tangani Sampah

Qagub NTB minta TVRI NTB siarkan konten Program Pemprov melaluo kanal medsosi masa kini
Wagub NTB dan Ka TVRI NTB

“Bagaimana memahamkan masyarakat bahwa program ini untuk mereka,” kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalilah. 

Wagub menyampaikan itu saat menerima audiensi Kepala TVRI Stasiun NTB yang baru, Saktiono wahyujati, S. Sos, beserta staff lainnya di Pendopo Wagub, Senin (09/01/23). 

Menurutnya, jika masyarakat telah mengerti bahwa program yang tengah dijalankan pemerintah untuk kepentingan masyarakat, Maka masyarakat akan mendukung program itu dengan suka cita. 

“Mereka yang akan mensuport program dengan suka cita,” tutur wagub. 

Menanggapi pesan itu, Kepala TVRI Stasiun NTB menyambut baik permintaan Ummi Rohmi. 

Ia menjelaskan, TVRI NTB sendiri memang tengah konsen membuat berbagai konten pada kanal media sosial terkini. 

“TVRI NTB siap menyiarkan berbagai program unggulan Pemprov. Kami memiliki akun tik tok, youtube, intagram, dan berbagai sosial media lainnya,” tuturnya. 

BACA JUGA: Optimis dan Kerjasama Modal Utama Suksesnya PORPROV XI NTB

Tampak hadir Asisten Gubernur dr. Nurhandini Eka Dewi serta Kepala Dinas Kominfotik NTB Najamuddin Amy. ***

 

 




Optimis dan Kerjasama Modal Suksesnya PORPROV XI NTB

Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi dengan optimis mengatakan, pelaksanaan PORPROV untuk sukseskan NTB sebagai tuan rumah PON 2028 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Optimisme menjadi modal awal yang penting bagi suksesnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XI yang bakal digelar mulai 18-26 Februari 2022 mendatang di Kota Mataram. 

Semangat, kekompakan dan kerjasama dipadu dengan koordinasi yang intensif diyakini PORPROV NTB yang dihajatkan untuk melahirkan atlet-atlet olahraga NTB. Mampu berprestasi di kancah nasional dan internasional menjadi sprit utama yang harus dijaga sebnaik-baiknya untuk menuju kesuksesan.

BACA JUGA: Warga Tionghoa Berperanan Menggerakkan Perekonomian NTB

Sekda NTB mengatakan, optimis dan kerjasama merupakan modal suksesnya penyelenggaraan PORPROV

“Gelaran PORPROV ini adalah momentum yang tepat dan sebagai langkah awal menuju pelaksanaan PON 2024 yang akan diselenggarakan di Aceh dan Medan. Dan yang lebih bergengsi lagi untuk menyukseskan NTB sebagai tuan rumah pelaksanaan PON 2028 bersama NTT. Dan kami juga meyakni koordinasi yang baik dalam hal pengamanan yang melibatkan Satpol PP, TNI-Polri dan Pemkab/kota yang juga menjadi tuan rumah gelaran event ini akan terlaksana dengan baik,” kata Sekda NTB Lalu. Gita Ariadi, M.Si di Mataram, Senin (09/01/23).

Sekda meminta dukungan dari seluruh Kepala OPD lingkup Provinsi NTB terkait aset-aset daerah yang ditanganinya, bisa digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan Porprov selain stadion atau gelanggang olahraga yang sudah ada. 

Sekda berharap banyak dari kalangan perbankan dan dunia usaha dan steakholder yang ada sama-sama memberikan kontribusi bagi terlaksananya PORPROV NTB ini. 

“Bahkan untuk mendukung transportasi para atlit dari 10 kabupaten/kota akan saya kontak masing-masing Sekdanya untuk menyiapkan kelengkapan alat transportasi dari masing-masing Kabupaten/kota. Insya Alloh semuanya sukses kalau kita bekerjasama dan berkolaborasi dengan baik,” ujarnya.

Selain itu karena PORPROV XI NTB ini akan digelar bulan depan Sekda NTB mengaku siap ikut terlibat dalam mengawal perjalanan persiapan multi event ini. 

Sekda juga siap melakukan road show untuk menggaungkan PORPROV ini ke setiap kabupaten/kota.

Ketua Umum KONI NTB, H Mori Hanafi juga optimis Poprov XI NTB yang menjadi ajang prestasi bagi para atlit dari 10 kabupaten/kota akan berjalan dengan baik, karena pihaknya telah mempersiapkan kegiatan ini cukup detail. 

BACA JUGA: Ormas Keagamaan Diminta Adaptif Terhadap Teknologi

“Karena itu agar kegiatan ini sukses diminta seluruh panitia bekerja maksimal,” katanya.

Kadispora NTB Tri Budi Prayitno menambahkan, dengan semangat dan gotong-royong bersama tidak ada yang sulit dan berharap semua sukses meski terkendala anggaran.

“Kita yakin PORPROV XI ini sukses dari segala sisi, baik sukses secara prestasi maupun sukses penyelenggaraan,” ujar Budi  mantan Kasat Pol PP ini. 

 

 




Ormas Keagamaan Diminta Adaptif Terhadap Teknologi

Perubahan lingkungan menjadi tantangan ormas Islam agar adaptif, dan agama harus menawarkan silusi menentramkan, itu pesan Bang Zul saat Muswil Wahdah Islamiyyah NTB

BIMA.lombokjournal.com ~ Organisasi Masyarakat (Ormas) keagamaan harus senantiasa adaptif terhadap tantangan zaman, terutama menyangkut perkembangan ilmu pengetahuan, perubahan lingkungan dan teknologi. 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat membuka acara Musyawarah Wilayah Wahdah Islamiyyah Nusa Tenggara Barat, di Kota Bima, secara daring melalui aplikasi Zoometing, Minggu (08/01/23). 

BACA JUGA: Unram Mulai Buka Prodi Magister Mitigasi Bencana

Ormas keagamaan diminta tawarkan solusi menentramkan
Zoom meeting Muswil Wahdah Islamiyyah NTB

“Sekarang, salah satu tantangan terhadap Ormas Islam adalah adaptif terhadap perubahan lingkungan terutama persoalan  teknologi,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Bang Zul menilai, Covid-19 yang terjadi beberapa tahun terakhir memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat. 

Masyarakat yang awalnya sholat dengan shof rapat, harus berjarak karena harus social and physical distancing

Sehingga wabah tersebut lanjutnya menuntut masyarakat harus berdamai dengan keadaan.

“Agama dituntut oleh masyarakat agar menawarkan solusi-solusi yang menentramkan, termasuk organisasi keagamaan,” ungkap Bang Zul melalui Zoom Meeting tersebut.

Orang nomor satu di NTB tersebut menjelaskan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke depan akan semakin luar biasa. 

Karena itu, organisasi keagamaan tidak boleh abai terhadap kemajuan science dan teknologi.

Gubernur Bang Zul juga mengucapkan selamat atas terlaksananya kegiatan tersebut dan berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan program-program yang menyatukan masyarakat. 

“Kedepannya, kami tunggu kehadiran Ustadz-ustadz sekalian di Mataram. Semoga ada program-program yang bisa dikolaborasikan dengan Pemprov NTB, ” tandas Bang Zul. 

Ketua Panitia Kegiatan yang berlangsung di Hotel La Ila Kota Bima itu,  Mulyadin, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema “Mengokohkan Solidaritas dan Kolaborasi dalam Mengatasi Persoalan Umat dan Bangsa Menuju NTB yang Gemilang”.

Melibatkan seluruh kader  dan pengurus Wahdah Islamiyyah di seluruh wilayah NTB, baik pengurus tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota

BACA JUGA: Menyelamatkan Ekosistem Dimulai dari Pilah Sampah dari Rumah

Ia juga menyampaikan rasa bangga dan bahagia serta terima kapada Gubernur Bang Zul yang telah berkenan hadir dan membuka acara tersebut, meskipun melalui daring.

“Semoga kehadiran Bapak Gubernur dapat memberikan motivasi, baik secara moril maupun materil terhadap kerja-kerja dakwah di masa yang akan datang,” tutupnya. ***