Kata Wagub NTB, bangunan megah tidak menjamin menghadirkan lingkungan yang menyenangkan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Perundungan (bullying) harus diperangi semua pihak, terutama di lingkungan sekolah.
Sekolah harus memiliki lingkungan menyenangkan, karena lingkungan yang positif mendukung pelajar menuntut ilmu dan tumbuh jadi individu yang baik dengan maksimal.
“Semua pihak harus sama-sama memerangi tindakan perundungan,” kata Wakil Gubernur NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalilah.
Ia menyampaikan itu saat menghadiri malam Anugerah Istimewa Sekolah (AiSO) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayan Provinsi NTB, di Gelanggang Olahraga, Selasa (02/05/23).
“Tidak boleh ada bulliying di sekolah,” tekan Wagub.
“Kepala sekolah yang sukses adalah pemimpin yang mampu menghadirkan lingkungan yang sehat, yang bersih dan mampu menjadikan sekolah sebagai rumah sendiri sebagai satu keluarga yang rukun,” kata Wagub.
Yang tidak kalah penting, bagaimana supaya peserta didik untuk tidak putus sekolah. Karena angka lama sekolah menjadi pekerjaan rumah yang yang harus ditekan di Nusa Tenggara Barat.
“Merdeka belajar ini mengajarkan untuk menjadikan alam semesta ini sebagai sekolah. Untuk itu, lingkungan pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan NTB Gemilang,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.
“Alhamdulilah, kita bisa bertemu dan bersama dalam keadaan sehat wal-afiyat, ” ucapnya.
Ia mengtakan itu saat menyampaikan sambutannya di depan Gubernur, Wakil Gubernur, Istri Gubernur, Forkopimda juga para tamu undangan lainnya.
Menurut Miq Gita, pepatah mengatakan, tidak mungkin saling membantu tanpa saling memahami, dan tidak mungkin bisa saling memahami tanpa saling mengenal.
Pada moment Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah yang dirangkaikan apel juga masih pada bulan Syawal 1444H, Sekda NTB bersama tamu undangan menjalin kehangatan dan keakraban.
Diharapkan, banyak kebaikan yang akan diperoleh NTB ke depan.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan diakhiri dengan jamuan juga foto bersama.***
Gubernur NTB, Bang Zul Apresiasi Kolaborasi TNI-Polri
Gubernur NTB Bang Zul mengapresiasi kolaborasi TNI-Polri dalam mewujudkan stabilitas daerah NTB
MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengapresiasi kolaborasi TNI-Polri serta Pemerintah NTB dan stakeholder terkait menjaga stabilitas daerahNTB mewujudkan masyarakat yang aman dan hidup bersama.
“Atas nama Pemprov NTB, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Forkompinda serta jarajaranya yang memastikan roda pemerintahan NTB berjalan dengan baik,” ungkap Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB pada Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Rinjani 2023 di Lapangan Tribun Bhara Daksa Polda NTB, Selasa (02/05/23).
Di hadapan ratusan personil Polri-TNI, doktor ekonomi industri itu menjelaskan, Provinsi NTB merupakan salah satu provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Indonesia.
Di sisi lain Provinsi NTB juga mengalami inflasi yang ditandai dengan naiknya harga komoditas seperti beras dan bahan pokok lainnya.
“Alhamdulillah atas kerja sama semua elemen pemerintah, inflasi yang terjadi bisa minimalisir dengan menyediakan berbagai lapak pasar murah bagi masyarakat NTB,” jelas Bang Zul.
Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Rinjani 2023 juga dirangkaikan dengan acara halal bihalal seluruh Forkompinda beserta jajarannya serta penyediaan pasar rakyat untuk menyediakan bahan sembako murah bagi masyarakat ***
Zakaria asal Kedindi Berlaga di SOWSG Berlin 2023
Atlet berkebutuhan khusus asal Kedindi, Dompu, Zakaria dilepas Gubernur NTB untuk berlaga di Olimpiade
MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah melepas Zakaria, atlit kelahiran Kadindi, Kabupaten Dompu, mewakili Indonesia untuk berlaga di Olimpiade anak berkebutuhan khusus atau Special Olympics World Summer Games (SOWSG) Berlin, Jerman, 2023.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Zul sapaan Gubernur, meminta kepada seluruh masyarakat NTB untuk mendoakan Jack, panggilan akrab Zakaria. Bang Zul berharap, Jack, dapat menyumbangkan Emas untuk Indonesia.
“Kita doakan agar Jack dapat mempersembahkan medali emas utk Indonesia!” tutur Bang Zul.
Putra NTB tersebut mewakili Indonesia bersama tiga atlet lari lainnya, yakni Dewangga Kanahaya Iskandar asal Jawa Barat, Agusdina Tefamnas asal Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Frety Zinta Melia asal Lampung.
Jack dan ketiga temannya akan bertanding di ajang lari jarak pendek di Jerman. Keempat pelari Indonesia itu juga akan bertanding dalam dalam nomor estafet campuran empat pelari putra dan putri.***
WNI Eksodan yang Terdampak Perang Saudara di Sudan
Sekda NTB sambut kedatangan WNI eksodan asal Provinsi NTB
Kedatangan WNI eksodan Sudan asal NTB sebanyak 23 orang dalam dua kloter dijemput Sekda NTB
LOTENG,LombokJournal.com ~ Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi menyambut kehadiran para Warga Negara Indonesia (WNI) asal Provinsi NTB yang terdampak konflik bersenjata perang saudara di Sudan.
WNI asal NTB itu telah kembali ke tanah air, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Senin (01/05/23).
BACA JUGA: Bang Zul dan Tim Angkasa Pura Tinjau Lokasi MXGP Lombok
Sebabyak 42 WNI asal NTB yang eksodan sudah ada di tanah air bersama eksodan lainnya.
“Sementara yang di tampung sementara di Asrama Haji Jakarta. Di bawah koordinasi Kantor Penghubung NTB di Jakarta, Senin pagi tanggal 1 Mei 2023 ini 23 orang eksodan sudan di pulangkan ke NTB dalam 2 kloter,” jelas Miq Gite.
Ribuan WNI yang sedang di Sudan untuk bekerja, sekolah dan kepentingan lainnya menjadi korban.
Dalam situasi sulit, pemerintah hadir untuk melindungi dan evakuasi WNI keluar dari Sudan ke Jeddah Saudi Arabia dan kota-kota lainnya yang aman untuk selanjutnya dibawa pulang ke tanah air.
“Kloter pertama 4 orang tiba pukul 10.00 wita. 1 orang mahasiswa atas nama Ihsan Alwan Maulana (Semester 4) asal Ampenan. 3 orang PMI yaitu Fitri Indah Yani asal Labuapi dijemput suami dan anaknya. Ia sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah dan Pemprov NTB yang sudah membantu kepulangannya hingga tiba dengan selamat di Lombok,”, ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan Husniah PMI asal Sekotong yang keduanya berangkat lewat pengerah jasa tenaga kerja di Jakarta.
Sopiawati PMI asal Rhee Sumbawa, cerita pengalamannya 9 tahun di Sudan serta situasi Sudan yang porak poranda saat ini.
Miq Gite juga mengatakan sebanyak 4 orang warga NTB eksodan Sudan kloter 1, semuanya sudah diserahkan ke keluarga masing-masing.
Semua dalam keadaan sehat dan selamat. Kloter 2 sebanyak 19 orang tiba pukul 15.00 wita.Kloter 3, direncanakan pulang tanggall 2 Mei 2023.
“Pemprov NTB terus memonitor dinamika politik dan konflik bersenjata di Sudan untuk perumusan kebijakan selanjutnya,” tegasnya. ***
Kementerian BUMN Sambut Baik Audiensi Gubernur Bang Zul
Bang Zul beraudensi dengan dua Wakil Menteri di Kementerian BUMN untuk membangun sinergi dengan BUMN yang ada di NTB
JAKARTA.LombokJournal.com ~ Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury dan Wakil Menteri II BUMN, Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, mengadakan rapat di Kantor Kementrian BUMN bersama pimpinan BUMN.
Rapat tersebut dilakukan merupakan respon langsung kedua Wakil Menteri BUMN, setelah beraudensi dengan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Jumat (28/04/23).
Audensi yang dilakukan Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB bertujuan membangun sinergi bersama berbagai BUMN yang ada di NTB untuk mendukung kemajuan pariwisata.
“Pak Wamen BUMN langsung mengadakan rapat di kantor kementerian BUMN dengan BUMN yang diminta untuk membantu berbagai kegiatan kita di NTB. Mudah-mudahan semua berjakan lancar sesuai rencana,” tutur Bang Zul dari Jakarta.
Dijelaskan, APBD Provinsi NTB masih terbatas untuk membiayai berbagai kegiatan-kegiatan pariwisata di NTB.
Karena itu bersinergi dengan berbagai BUMN adalah salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasantersebut.
“Karenanya bersinergi dengan BUMN kita adalah salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan ini,” jelas Bang Zul.
Sebagaimana diketahui, terdapat berbagai BUMN yang ada di NTB, di antaranya PLN,Telkom, Antam, Pertamina, Angkasa Pura, Pelindo, POS, BRI, Mandiri, BNI, BTN, dan BUMN lainnya
Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy menekankan, agar Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID) Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan informasi publik kepada masyarakat.
Ia mengatakan itu saat Rapat Koordinasi PPID Utama dan PPID pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di Ruang Rapat Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Kamis (27/04/23).
Bang Najam sapaan Kadis Kominfotik NTB memotivasi semangat perwakikan PPID OPD Pemprov NTB menjadi perangkat daerah yang informatif.
Berbagai aplikasi tersebut merupakan inovasi sebagai upaya keterbukaan tata kelola dan akuntabilitas pemerintah provinsi. ***
Bang Zul Tindaklanjuti MoU dengan University of Nottingham
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang disapa Bang Zul bertemu dengan dua ilmuwan dari University of Nottingham UK yang akan berkolaborasi dengan kampus=kampus dan UKM di NTB
MATARAM.LombokJournal.com ~ Dua ilmuwan dari University Nottingham UK (United Kingdom), Professor Ian Fisk dan Professor Pat Willer, akan berkunjung ke NTB, untuk menjalin kolaborasi dengan kampus-kampus di NTB.
Bang Zul bersama Professor Ian Fisk /. dok Diskominfotik
Hal itu diungkapkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, melalui akun Facebook Bang Zul Zulkieflimansyah, hari Selasa (25/04/23).
Rencana kunjungan dua ilmuwan Inggris pada bulan Mei itu, merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepakatan antara Pemerintah Provinsi NTB dengan University Nottingham UK, pada hari Senin, 24 April 2023.
“Hari ini bersama dua Ilmuwan ternama dunia dari University of Nottingham Professor Ian Fisk dan Professor Pat Willer, serta Professor Bagus dari Indonesia yang kini mengajar di Nottingham,” tutur Bang Zul.
Ia menginformasikan, dua ilmuwan itu bersama Professor Bagus dari Indonesia yang kini mengajar di Nottingham, akan berkunjung ke Provinsi NTB untuk menjalin kolaborasi.
“Insya Allah mereka pada bulan Mei dan Juni mendatang akan berkunjung ke NTB, untuk menjalin kolaborasi dengan kampus-kampus di NTB dan juga UKM-UKM kita di NTB,” jelas Bang Zul.
Bang Zul juga berpesan kepada seluruh mahasiswa dan staff pengajar dapat memanfaatkan laboratorium science dan technologi yang canggih di UK.
“Anak-anak mahasiswa dan staf pengajar kita bisa berkunjung dan memanfaatkan lab-lab science dan technology yang canggih-canggih di UK,” kata Bang Zul. ***
Ramadhan, Menjalani Ibadah Puasa di Warsawa, Polandia
Ini pengalaman menjalani bulan suci Ramadhan di negeri orang yang jumlah penduduk muslim minoritas, bagaimana memaknainya?
LombokJournal.com ~ Ramadhan atau bulan Puasa adalah bulan dimana umat Muslim panen pahala atau kalau dalam istilah para pemain game Dota atau Mobile Legend adalah bulan farming.
Hal ini mengacu pada hadist shahih riwayat Muslim yang menjelaskan kalau Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wasallam menjelaskan, jika satu kebaikan anak Adam akan dibalas dengan 10 hingga 700 kali lipat pahala, namun berbeda dengan ibadah puasa.
Allah Azza wa Jalla menjanjikan balasan khusus bagi kaum muslimin yang berpuasa karena keimanan dan ketakwaan.
Hal ini harusnya menjadi kebahagiaan bagi kita semua karena Rafi Ahmad si Sultan Andara aja kalo ngasi hadiah khusus ke pegawai atau follower-nya pasti bikin kebanyakan orang orang ngiler, apalagi kalo yang menjanjikan hadiah adalah Allah, Dzat Yang Maha Kaya, dimana sudah pasti nilainya bisa berkali-kali lipat lebih menggiurkan.
Menjalankan puasa untuk pertama kalinya di Kota Warsawa, Polandia membuat saya tersadar, farming pahaladi perantauan tidak seperti membalik telapak tangan.
Populasi muslim di negara ini terbilang sedikit bahkan tidak mencapai 1 persen dari total populasi masyarakat secara keseluruhan, sehingga suasana puasa jadi tidak terasa.
Tidak seperti di Indonesia, di Polandia suara adzan dari pelantang masjid tidak nyaring terdengar di waktu-waktu sholat. Apalagi senandung suara ngaji tadarus atau bahkan playlist lagu-lagu religi seperti Maher Zain atau Nissa Sabyan yang sering diputar oleh operator pelantang masjid menjelang buka puasa, khususnya ya masjid yang ada di kampung-kampung.
Karena jumlah masjid di Polandia yang terbilang sangat sedikit jika dibandingkan di Tanah Air. Di Kota Warsawa khususnya tempat saya menimba ilmu saat ini, mungkin hanya ada empat masjid yang lokasinya berjauhan satu sama lain.
Vibes bulan puasa juga akan terasa kurang buat saya dan teman-teman lainnya, tipikal orang Indonesia penganut budaya ngabuburit garis keras. Kami merasa sedikit kesepian karena tidak melihat adanya barisan pedagang kue basah, aneka es, kolak, gorengan dan menu-menu street food andalan lain yang sering ditemui di hampir setiap ruas jalan di dekat rumah.
Tidak ada warung-warung tenda atau street food stall yang menjual sate, ayam bakar, bakso, lalapan atau bahkan nasi padang yang bisa dijadikan arena bukber yang tidak jarang disambi reunian bersama teman-teman sekolah. Sebaliknya, street food di Kota Warsaw hanya bisa di temukan di tempat-tempat tertentu dan kebanyakan makanan yang dijual adalah western dessert seperti ice cream, waffle, roti-roti, hingga minuman bersoda yang terkadang tidak cocok dengan selera.
Tantangan lain dalam menjalankan ibadah puasa disini adalah waktu puasanya yang lebih panjang dibandingkan dengan waktu puasa di Indonesia. Jika di Indonesia masyarakat biasanya berpuasa sekitar 13 jam, di Polandia waktu puasa tahun ini bisa mencapai 15 jam, dan semakin panjang di hari-hari berikutnya.
Ini karena Polandia termasuk negara 4 musim dan bulan puasa tahun ini bertepatan dengan musim semi. Waktu siangnya pun bertambah 6 menit setiap 3 hari. Subuhnya maju 3 menit, maghribnya mundur 3 menit.
Meskipun kalau mendengar cerita orang-orang yang sudah lama di Eropa, ini belum apa-apa dibandingan menjalankan ibadah puasa di musim panas yang waktunya bisa hingga 20 jam lebih.
Namun seperti kata-kata bijak orang tua kita, pastilah ada hikmah dan kemudahan di balik setiap kesulitan-kesulitan yang kita hadapi.
Berada di masa transisi antara musim dingin dan musim semi, membuat udara di Kota Warsawa lebih sejuk sehingga membuat kita tidak terlalu lelah jika harus berperjalanan atau beraktivitas di luar. Meskipun kadang-kadang suhu bisa dingin banget bahkan turun salju, rasanya lebih mending ketimbang harus berpuasa dan berjibaku dengan udara panas.
Terlepas dari segala perbedaan dan keterbatasan yang ada, saya merasa beruntung kuliah di Polandia terlebih di kampus yang menyediakan tempat sholat untuk mahasiswa muslimnya. Di Collegium Civitas, manajemen kampus menyediakan prayer room di lantai 12.
Ruangan ini dilengkapi dengan sajadah, tikar bahkan tisu dan hand sanitizer. Ini membuat kami, mahasiswa muslim, tetap dapat sholat tepat waktu, tentu saja tidak hanya di bulan puasa, tetapi juga setiap hari sepanjang tahun.
Berkah memiliki kawan-kawan muslim di Polandia juga semakin terasa di bulan Puasa ini. Walaupun tidak dapat berkumpul bersama teman dan keluarga kami masih bisa mengadakan acara buka puasa bersama teman-teman muslim.
Menu makanannya tentu saja masakan Indonesia seperti es campur, gorengan, ayam suwir, rendang, sayur sop, telur bumbu Bali dan tentunya tak ketinggalan sambal terasi.
Tidak hanya ajang silaturahmi, kumpul-kumpul berbandrol bukber ini juga kami jadikan jalan untuk menambah pahala melalui berbagi takjil dan makanan berbuka lainnya. Selain itu, karena lokasinya di tempat tinggal teman kami, acara bukber biasanya kami dilanjutkan dengan sholat maghrib, isya bahkan tarawih berjamaah.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Warsawa tak ketinggalan menyelenggarakan acara-acara untuk memeriahkan suasana bulan Puasa. Di awal Ramadhan, KBRI mengadakan buka puasa bersama mengundang mahasiswa dan diaspora Indonesia yang ada di Polandia.
Acara ini dirangkai dengan pengajian dan penyampaian info-info terbaru kekonsuleran yang disampaikan langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Polandia, H.E Anita Luhulima dan staf KBRI lainnya.
Selain mendapat ilmu dari pengajian dan info-info penting perihal kekonsuleran, rasa kangen akan masakan Indonesia tentu terobati. KBRI tidak pernah gagal menyajikan makanan-makanan khas tanah air seperti bakso, tempe kecap, ayam lalapan dan tentu saja aneka gorengan seperti cireng, bakwan, tahu isi dan tempe mendoan.
Sembari makan, kita juga bisa ngobrol-ngobrol dengan warga Indonesia yang sudah lama tinggal di Polandia dalam rangka memperluas jaringan dan menambah ilmu soal bertahan hidup di rantau.
Kegiatan pengajian pun terus diadakan KBRI setiap minggu sekali dengan menggandeng Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Polandia. Da’I, ustadz dan kyai dihadirkan oleh kawan-kawan PPI Polandia untuk secara konsisten memberikan siraman rohani bagi para mahasiswa dan warga Indonesia muslim yang tinggal di Polandia.
Meskipun dilakukan secara daring, antusiasme masyarakat Indonesia di Polandia tidak berkurang untuk mendapatkan ilmu langsung dari para penceramah tanah air.
Ilmu dan inspirasi untuk berbuat baik tentu tidak hanya datang dari para guru-guru agama kita. Pemilik satu-satunya restoran Indonesia di kota Warsawa, Sambal, juga mengajarkan semangat berbagi bagi kami para mahasiswa.
Hampir setiap hari di setiap minggu sepanjang bulan Ramadhan, chef Sahnil mengundang para mahasiswa muslim yang ada di Warsawa untuk berbuka puasa. Kuotanya memang terbatas, 3 orang setiap harinya. Namun dengan begitu, suasana berbuka puasa jadi lebih intim karena kita jadi enak ngobrol dan berbagi pengalaman satu sama lain.
Menjalani hari-hari di bulan Puasa tidak pas rasanya jika tidak dibarengi dengan memfokuskan kegiatan ibadah kita dekat dengan masjid. Meskipun ada beberapa masjid di kota Warsawa, saya baru berkesempatan untuk beribadah di Masjid Osrodek Kultury Muzulmanskiej (OKM).
Masjid ini letaknya dekat dan paling gampang dijangkau dengan angkutan umum. Mungkin masjid ini tidak sebesar kebanyakan masjid di Indonesia, tapi Alhamdulillah masjid ini tidak pernah sepi jama’ah, khususnya di bulan Puasa ini. Jama’ah sholat Terawih selalu penuh sesak.
Ramainya jama’ah kemudian “dimanfaatkan” oleh para pencari pahala dengan menaruh kue-kue, roti serta buah-buahan di selasar masjid yang diperuntukkan para jama’ah.
Namun pengalaman bulan Puasa yang paling menarik di masjid OKM bagi saya adalah ketika makan buka. Kenyataan bahwa kita makan di lantai ruang bawah tanah parkiran mobil yang dingin, seketika terasa hangat dan menyenangkan.
Bak makan di meja makan yang terletak di ruang tengah rumah kita, rasa kebersamaan dan kesyukuran menghadirkan rasa hangat di hati dan menyingkap senyum seraya menyantap makanan yang dihidangkan. Sederhana tapi penuh kenikmatan.
Bulan Puasa kali ini sungguh terasa istimewa. Kesedihan karena harus jauh dari orang-orang tersayang sedikit terbayar dari pengalaman berharga merantau di negeri elang putih. Pelajaran pertama tentu saja membangun dan memperkuat mental keislaman saya.
Menimba ilmu di tempat dimana muslim menjadi minoritas tentu bukan alasan untuk mengendorkan ibadah dan keimanan. Dengan sedikit kemauan, kemudahan dan kenikmatan beribadah tetap dapat saya rasakan.
Membangun kebersamaan juga salah satu pelajaran yang saya rasakan. Tidak hanya kebersamaan dengan sesama masyarakat Indonesia, tetapi juga saudara sesama muslim. Keguyuban komunitas selalu dapat kita temui dimana saja dan kapan saja asalkan ada kemauan dalam diri kita.
Pelajaran yang terakhir dan yang terpenting adalah peka dalam memupuk rasa syukur. Banyaknya kuantitas bukanlah faktor penentu kebahagiaan. Senantiasa merasa diberkahi adalah hal yang paling penting dalam menjalani hidup. Seperti bulan bulan Ramadhan tahun ini.
Meskipun tidak dikelilingi keluarga dan sahabat, vibes dan semangat beribadah di bulan Puasa Alhamdulillah tetap bisa saya rasakan. Dan bukankah Allah azza wa jalla mengingatkan kita, jika kita senantiasa bersyukur maka Dia, Dzat Yang Maha Kaya, akan terus mencurahkan nikmatnya. ***
Penetapan 1 Syawal 1444H, Hari Sabtu pada 22 April 2023
Dalam sidang isbat yang berlangsung di Kantor Kemenag, Jakarta, secara bulat disepakati penetapan 1 Syawal 1444H jatuh hari Sabtu 22 April 2023
JAKARTA.LombokJournal.com ~ Sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Kamis (20/04/23), Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1444H/2023M jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023.
Hal itu disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers yang digelar usai sidang isbat1 Syawal 1444H.
“Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023,” ujar Menag, Yaqut Cholil Qoumas
Keputusan sidang isbat tersebut, menurut Menag, didasari oleh dua hal.
Pertama, paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag yang menyatakan tinggi hilaldi seluruh Indonesia di berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 0 derajat 45 menit sampai 2 derajat 21,6 menit.
“Dengan sudut elongasi antara 1 derajat 28,2 menit sampai dengan 3 derajat 5,4 menit,” kata Menag.
Artinya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Syawal 1444 H, belum memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Diketahui, pada 2016 Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Dengan posisi demikian, lanjut Menag, maka secara astronomis atau hisab, hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat.
Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah hilal yang diturunkan Kemenag di seluruh provinsi di Indonesia .
Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag di 123 titik di Indonesia.
“Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah, mulai dari Aceh hingga Papua. Di 123 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal,” ujar Menag.
Dalam sidang itu, Menag didampingi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin.
Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Ramadan menjadi 30 hari.
Dengan demikian, 1 Syawal 1444 H jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023.
“Jadi, Jumat besok umat Islam di Indonesia masih akan menjalani ibadah puasa Ramadan, selanjutnya malam Sabtu akan takbiran menyambut Idulfitri,” jelas Menag.
Menanggapi adanya perbedaan penetapan awal Syawal di masyarakat, Menag mengimbau agar seluruh umat Islam dapat menjaga ukhuwah Islamiyah.
“Saya mengimbau seluruh umat Islam untuk tetap menjaga toleransi, saling menghargai, dan ukhuwah Islamiyah menanggapi adanya perbedaan penetapan 1 Syawal. Saling menghormati perbedaan keyakinan itu indah,” tandas Menag Yaqut.
“Mari menebarkan kedamaian dalam Idulfitri,” sambungnya.
Sidang Isbat 1 Syawal 1444 H ini digelar secara luring dan dihadiri perwakilan ormas Islam, perwakilan Duta Besar negara sahabat, Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama. ***