Peran Wanita Penting Menanamkan Moderasi Beragama

Eny Yaqut Jelaskan Pentingnya jadi narasumber acara talk show Peran Wanita dalam Moderasi Beragama

JAKARTA,LombokJournal.com ~ Peran wanita sangat vital dalam menanamkan pemahaman moderasi beragama kepada generasi penerus.

Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Eny Retno Yaqut menegaskan, pentingnya pemahaman moderasi beragama bagi para wanita. 

BACA JUGA: Cegah Perkawinan Anak Melalui Edukasi Kesehatan

Peran wanita sangat vital dalam menanamkan pemahaman moderasi beragama kepada generasi penerus
Moderasi beragama

Ia mengungkapkan itu saat menjadi narasumber pada acara Talk Show Peran Wanita dalam Moderasi Beragama, yang digelar Dirjen Bimas Buddha di Auditorium HM. Rasjidi, Jakarta, pada Senin (15/05/23).

Seorang wanita, sebagai seorang ibu, sebagai pendidik, mempunyai kewajiban mengajarkan akidah yang teguh terkait keyakinannya. 

Sehingga, anak kita kokoh dan nyaman dengan keyakinannya, dan nyaman dengan perbedaan keyakinan orang lain.

“Kalau di Agama Islam kita mengajarkan bagaimana menjadi agama yang rahmatanan lil alamin. Agar saling mengasihi sesama makhluk Tuhan,” ungkapnya.

Siapa pun harus mampu dan bisa dalam mentransfer pemahaman moderasi beragama. Hal itu demi kemaslahatan dan kebaikan bangsa ini. 

BACA JUGA: Lombok Sharia Festival (LSF) 2023 Dukung Fashion Muslimah

“Karena kelak bangsa ini dipegang oleh generasi penerus kita,” tegasnya.

Ia mengatakan, moderasi beragama itu penting, karena pada dasarnya semua agama mengajarkan kebaikan. 

“Karena esensinya semua agama adalah bagaimana cara memanuasiakan manusia,” Ungkapnya.

Namun, menurut Eny ada tantangan luar biasa dalam memberikan pemahaman moderat. 

Terutama di era digitalisasi seperti saat ini, di mana arus informasi begitu derasnya.

“Hari ini, anak kita sangat rentan dengan informasi yang begitu masif. Terlebih informasi-informasi tersebut beda tipis antara fakta dan hoaks. Banyak info yang provokatif, padahal isinya tidak sesuai judul,” ungkapnya.

Eny menekankan pentingnya pemahaman cara kerja dunia digital dengan meningkatkan literasi digital. Dengan bekal pemahaman yang mumpuni tentang dunia digital, ia berharap masyarakat Indonesia mampu menyaring informasi yang baik.

Sementara itu, Dewi ‘Dee’ Lestari seorang novelis dan musisi yang juga menjadi narasumber talkshow juga sepakat dengan apa yang diungkapkan Eny. 

Moderasi beragama pada dasarnya sangat berpengaruh dengan kehidupan sehari-hari.

“Sejak kecil, saya selalu diperkenalkan dengan toleransi Agama, namun satu hal yang menurut saya juga sangat penting, yaitu apresiasi beragama,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, apresiasi beragama merupakan bentuk toleransi yang bisa menimbulkan empty antar umat. Sehingga akan menimbulkan rasa saling menghargai dalam perbedaan.

Dee pun bercerita, setiap karyanya selalu menerapkan prinsip empati. 

Ia selalu berusaha memahami setiap karakternya, sehingga mampu memposisikan diri ketika melihat penadangan yang berbeda.

Ada dua cara yang ampuh bagi Dee sapaan akrab Dewi lestari, untuk memunculkan rasa empati. Pertama banyak membaca. Dengan membaca dia mendapat informasi baru yang sebelumnya kita belum ketahui.

BACA JUGA: Lombok Layak Disebut Pusat Balap Motor Nasional, Dampak MXGP

Kedua, banyak bepergian. Karena menurutnya bepergian mampu membukakan mata kita dengan budaya yang berbeda dengan kita. 

“Karena kita tahu Indonesia sangat luas dengan berbagai budaya yang berbeda dengan kita. Bepergian merupakan cara kita melihat situasi dan perbedaan yang berbeda dengan kita,” ungkap Dewi Lestari. ***




NTB Layak Disebut Pusat Balap Motor Nasional Dampak MXGP

Kata Menpora Dito, pelaksanaan MXGP 2023 di NTB yang akan berlangsung di Sumbawa dan Lombok akan berjalan lancar dan sukses.

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Menteri mendukung NTB. Hal ini dikarenakan 

NTB mampu menyelenggarakan event MXGP yang sukses memutarkan perekonomian, karena itu didorong menjadi Provinsi Motor sport di Indonesia.

BACA JUGA: Gubernur NTB Dipuji Hadirkan Dua Seri MXGP Dunia

Menpora RI puji penyelenggara MXGP di NTB

Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo saat memberikan pemaparan pada Press Conference MXGP 2023 Sumbawa & Lombok yang berlangsung di Gedung Sarinah Jakarta, Sabtu (13/05/23).

“Ini adalah pembuktian kedua kalinya NTB menjadi penyelenggara MXGP, bahkan MotoGP sukses, tidak berlebihan jika NTB kita sebut bahwa provinsi pusatnya motor sport,” ungkapnya.

BACA JUGA: Angkasa Pura Berterima Kasih pada Pemprov NTB

Diakuinya, Ia takjub dengan hasil yang telah dicapai oleh MXGP tahun 2022, yang berhasil memutar roda perekonomian dengan jumlah 154 Miliar. 

“Ini merupakan ajang event yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, kemajuan pariwisata dan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Dito optimis dengan pelaksanaan MXGP 2023 yang akan berlangsung di Sumbawa dan Lombok akan berjalan lancar dan sukses.

BACA JUGA: MXGP Sumbawa-Lombok, Promosi Destinasi Wisata Harus Masif

“Kami berharap semua peserta dan penonton dapat menikmati event ini dengan penuh antusias,” tutupnya. ***

 

 




Angkasa Pura Berterima Kasih Pada Pemprov NTB 

Pihak PT Angkasa Pura menyampaikan terima kasih, karena Pemprov NTB ikut menjaga serta bisa memanfaatkan Eks bandara Selaparang

JAKARTA.LombokJournal.com ~ PT Angkasa Pura I menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi NTB, selain menjaga aset dan memanfaatkan lahan eks Bandara Selaparang sebagai lokasi MXGP pada Juli mendatang.

BACA JUGA: Wagub NTB Jelaskan Upaya Capai Desa Gemilang

PT Angkasa Pura I berterima kasih pada Pemprov NTB yang memanfaatkan eks bandara Selaparang
Usai penandatanganan Mou

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi di depan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. Masing-masing mewakili PT Angkasa Pura I dan Pemerintah Provinsi NTB, menandatangani MoU terkait Pemanfaatan Aset Eks Bandara Selaparang, di Jakarta  Jum’at (12/05/23).

“Terimakasih Pemrov NTB turut menjaga dan memanfaatkan Eks Bandara Selaparang dan berkenan melakukan kerjasama ini. Saya melihat ke depan banyak peluang yang bisa kita kembangkan bersama untuk pemanfaatan aset ini, karena memang letaknya sangat strategis jadi bisa di manfaatkan untuk MXGP,” ungkap Faik Fahmi.

Ini sejalan dengan apa yang menjadi tugas PT Angkasa Pura I sebagai salah satu BUMN yang melaksanakan 3 peran, baik sebagai korporasi negara, infrastruktur negara juga sebagai agent of development. 

BACA JUGA; Desainer NTB Didorong Tingkatkan Kualitas Produk

Korporasi negara memang secara bisnis secara komersial harus bisa memberikan keuntungan memberikan deviden ke pemerintah.

Secara infrastruktur negara membantu pemerintah untuk mendorong konektivitas udara, membantu ijin pariwasata, dan juga segala aktivitas yang memberikan manfaat secara nasional, dan juga tentu sebagai agent of development.

Menurut Faik Fahmi, ketiga peran ini yang sedang dijalankan secara maksimal.

“Apa yang kita lakukan saat ini dengan pemanfaatan aset di area eks Bandara Selaparang ini bagian dari peran kita,” lanjutnya.

Harapannya dengan, PT Angkasa Pura I, bisa memberikan kontribusi kepada Pemda NTB. 

Dengan mendorong pariwisata, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan aset yang ada. 

Aset Angkasa Pura di Mataram lumayan besar, sekitar 60 hektar dan di pusat kota.

BACA JUGA: Wamenag Ajak Elit Bangsa Jadi Negarawan

“Alhamdulillah apa yang sudah kita diskusikan sejak lama hari ini bisa kita lakukan kerjasama, MOU ini menjadi titik awal untuk banyak kerjasama yang bisa kita lakukan kedepannya,” harapnya.

Selain mendukung program Pemda NTB untuk mendorong kegiatan pariwisata, juga mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga dampak positif secara nasional.***

 




Wamenag Ajak Elit Bangsa Menjadi Negarawan 

Perbedaan politik agar disikapi wajar, ini pesan Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi, dan jangan memicu perpecahan.

MAKASSAR.LombokJournal.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mengajak elit bangsa belajar menjadi negarawan, sebelum mendapat kepercayaan rakyat untuk mengurus negara melalui berbagai jabatan politik.

“Kontestasi politik tidak boleh menggerus persatuan bangsa dan mengikis persaudaraan antar anak bangsa,” terang Wamenag.

BACA JUGA: Wagub NTB Jelaskan Upaya untuk Capai Desa Gemilang

Wamenag menyampaikan pesat pada elit politik daerah dan pusat
Wamenag, Zainut Tauhid Sa’adi

Ia menyampaikannya saat memberikan sambutan pada Seminar Literasi Digital Sektor Pendidikan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/05/23).

Pesan itu disampaikan Wamenag baik untuk elit di pusat maupun di daerah. Perbedaan politik agar disikapi secara wajar dan tidak memicu perpecahan.

Terkait seminar literasi digital, Wamenag menilai tepat relevan dengan isu Moderasi Beragama. 

Pendekatan moderasi beragama dapat mendekatkan hubungan antarelemen umat dan bangsa yang rentan mengalami gesekan. 

BACA JUGA: Destinasi Wisata Taman Surga Rinjani di Lombok Timur

Pembedaan “kami” dan “mereka” dalam kategori sosial acapkali menciptakan jarak atau memperhadapkan satu kelompok dengan kelompok lain, satu golongan dengan golongan lain, bahkan tidak jarang menyuburkan rasa kebencian.

“Moderasi beragama adalah sikap jalan tengah, washatiyyah, tidak berada dalam kutub ekstrem dan tidak berlebih-lebihan dalam segala hal. Segala yang berlebih-lebihan seringkali membawa akibat kurang baik, termasuk dalam memuji atau mengkritik melalui media sosial,” jelasnya.

Sikap, cara pandang dan praktik moderasi, kata Wamenag, menjadi hal yang relevan dijadikan sebagai perspektif dalam melihat persoalan bangsa dan menyikapi perbedaan di antara sesama anak bangsa. 

Menurutnya, seseorang atau sekelompok orang akan dipandang moderat apabila mampu mengelola perbedaan menjadi energi untuk kemajuan. 

Siapa pun yang berbeda pendapat mengenai sesuatu masalah tidak seyogyanya dipandang sebagai musuh, tetapi saudara kita, kawan dalam berpikir. 

“Meski saya tidak sependapat dengan anda, tetapi hak anda untuk menyampaikan pendapat saya hormati dan saya bela sampai kapan pun,” ungkapnya memberi gambaran sikap moderat menyikapi perbedaan.

Dituturkan, salah seorang tokoh muslim Indonesia almarhum K.H.A. Hasyim Muzadi mengatakan, jangan dibikin berbeda sesuatu yang sama. jangan dibikin sama sesuatu yang berbeda. 

BACA JUGA: Orang Sasak Dibilang Punya ‘Semangat Jurakan’

“Kita harus bisa melihat lebih terang dan jernih persamaan dibanding perbedaan yang pasti ada. Dalam keadaan apapun, sikap objektif dan adil serta menghargai konsensus dan kesepakatan haruslah ditegakkan sebagai ciri kemoderatan,” sebutnya.

“Para foundhing father Republik Indonesia mendirikan negara-bangsa pada tahun 1945 bukan dengan menghilangkan segala kebhinekaan, tetapi menjadikannya sebagai modal untuk membangun persatuan dan merajutnya menjadi tunggal ika. Hal itu diabadikan menjadi semboyan pada lambang negara burung Garuda Pancasila,” sambungnya.

Sebuah kemunduran dalam budaya bangsa, lanjut Wamenag, ketika ada sebagian orang menjauhi sebagian yang lain karena tidak sepaham, berbeda mazhab, berbeda paham keagamaan, atau berbeda kubu politik. 

Orang atau kelompok yang berbeda enggan berdialog dan bertukar pikiran dengan yang lain karena secara apriori mengedepankan sikap defensif dan ofensif, bukan sikap dialogis.

“Penanaman wawasan Moderasi Beragama di dunia pendidikan dan media sosial diharapkan dapat menetralisir sikap ekstrim dalam berbagai hal,” tandasnya.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga Turunkan Angka Stunting dan AKIB di NTB 

Hadir, Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ketua Satgas Nasional JSDI (Jaringan Sekolah Digital Indonesia), Kepala Dinas Pendididikan Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua Umum APTIKIS (Asosiasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta), Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar (UMM), serta para Dosen, Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan UMM. ***

 




Destinasi Wisata Taman Surga Rinjani di Lombok Timur

Lombok Timur punya destinasi wisata baru, Taman Surga Rinjani yang dirsmikan Gubernur NTB, dilengkapi berbagai wahana untuk spot foto

LOTIM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi meresmikan destinasi wisata Taman Surga Rinjani di Sembalun Kabupaten Lombok Timur, Selasa (09/05/23).

BACA JUGA: Sukseskan Event Lombok Sharia Festival (LSF)

Gubernur NTB didampingi Bupati Lotim usai meresmikan destinasi wisata Taman Surga Rinjani

“Indah sekali tempatnya untuk menenangkan jiwa,” kata Gubernur NTB.

Taman Surga Rinjani Sembalun, merupakan destinasi wisata baru yang menawarkan pengalaman baru dalam berwisata. Dengan fasilitas berbagai wahana seperti Sepeda gantung, karpet aladin, tangan raksasa, kapal nabi nuh, resto, taman surga, aquarium, air terjun, perosotan dan berbagai wahana lainnya.

BACA JUGA: Gubernur NTB Lakukan Groundbreaking Sirkuit Selaparang

Waktu beroperasi pada hri seni hingga jum’at pukul 09.00 – 18.00 WITA dan Sabtu hingga Minggu dan tanggal merah pukul 08.00 – 20.00 WITA. Harga tiket untuk dapat masuk ke Taman Surga sebesar Rp. 20.000.

Selain permainan wahana yang disediakan tempat ini, ada juga berbagai spot foto menarik yang bisa di coba wisatawan untuk lebih instagramable.

BACA JUGA: Murah Meriah, Harga Tiket MXGP, Mulai Rp.25 Ribu

Berbagai spot foto tersebut adalah sepeda gantung, tangan raksasa, karpet aladin, perosotan, air terjun, akuarium, perahu Nabi Nuh, 6 jenis ayunan, taman bunga dan berbagai tempat yang Instagrammable lainnya. ***

 

 

 




Pejabat Eselon II NTB Membuat Orang Sasak Tersinggung 

Rachmat Hidayat minta Bawaslu turun tangan, statemen Pejabat Eselon II Pemprov NTB dinilai terlibat politik praktis

MATARAM.LombokJournal.com ~ Rachmat Hidayat mengingatkan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah untuk menindak tegas pejabat Pemprov NTB yang terlibat politik praktis.

Hal tersebut dilakukan Ketua DPD PDI Perjuangan NTB yang juga Anggota DPR RI ini menyusul, beredarnya potongan video pidato sambutan Kepala Dinas Sosial NTB, Ahsanul Khalik di berbagai group WhastApp. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Lakukan Groundbreaking Sirkuit Selaparang 

Rachmat Hidayat mendesak Gubernur NTB menindak Pejabat Eselon II NTB yang terlibat politik praktis
Rachmat Hidayat

Potongan video itu diketahui merupakan sambutan Ahsanul saat mewakili Gubernur dalam acara halalbihalal Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO) di perantauan yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Ahad (07/05/23).

Dalam potongan video tersebut, Ahsanul dinilai masuk dalam ranah politik praktis.

“Saya berharap muncul orang-orang Sasak yang hebat untuk memimpin NTB ini. Tetapi dia harus paham betul tentang ke-Sasak-annya dan tentang ke-NTB-annya. Tetapi kalau belum ada, ya biarkan Bang Zul dulu nanti kan periode kedua,” kata Kadis Sosial, Ahsanul Khalik.

Pidato Ahsanul yang bernada politik praktis itu mendapat reaksi dari Rahmat Hidayat.

Menurut Rachmat, pidato Ahsanul Khalik secara terbuka di hadapan hadirin dalam acara tersebut, dinilai sebagai tindakan politik praktis yang dilakukan pejabat eselon II NTB.

”Gubernur harus mengambil tindakan tegas terhadap jajarannya yang sudah terang-terangan terlibat politik praktis semacam ini,” kata Rachmat, Selsa (09/05/23).

BACA JUGA: Posyandu Keluarga Turunkan Angka Stunting dan AKIB di NTB

Rachmat sedang berada di Jogjakarta untuk kunjungan Komisi VIII DPR RI, dan kiriman potongan video pidato Ahsanul khalik diterimanya dini hari dari sejumlah tokoh masyarakat Sasak. 

Tokoh Sasak Geram

Banyak di antara para tokoh yang menyampaikan langsung kegeramannya pada pidato Ahsanul pada Rachmat.

Dini hari itu pula, Rachmat langsung menghubungi Sekretaris Daerah NTB, HL Gita Ariadi, agar ada tindakan tegas terhadap seluruh ASN lingkup Pemprov NTB yang terlibat politik praktis. 

Lalu Gita Ariadi selaku Sekda NTB, merupakan panglima para ASN di Pemprov NTB. Namun, menyampaikan jawaban pada dirinya Rachmat, kewenangan penindakan ada pada Gubernur NTB sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian.

Saat yang sama, Rachmat juga menghubungi Gubernur Zul melalui sambungan telepon. Respon baru didapat selepas pagi. 

Kepada Rachmat, Gubernur Zul mengaku akan memanggil Ahsanul terkait hal tersebut.

Acara halalbihalal Himalo tersebut diketahui dihadiri sekitar seribu diaspora Lombok yang kini tinggal di Jakarta dan sekitarnya. 

Saat berpidato, Ahsanul juga dinilai berpotensi memecah belah sesama warga NTB.

“Yok daripada yang masuk yang bukan orang NTB. Kan ada juga orang di luar NTB kan kepengin juga dia nyalon jadi gubernur NTB. Ya jangan bermimpilah. Kita bangsa Sasak harus mengatakan itu. Jangan bermimpilah. Bukan berarti kita kesukuan. Ndak. Tetapi kita harus memahami bahwa kita memang memiliki orang-orang yang memiliki kemampuan untuk itu.”

Rachmat menegaskan, selain politik praktis, apa yang disampaikan Ahsanul Khalik tersebut juga berpotensi memecah belah. Menegasikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara di sisi lain, apa yang disampaikan Ahsanul bisa ditafsirkan khalayak, sesungguhnya saat ini tidak ada tokoh Sasak yang pantas menjadi gubernur memimpin NTB.

”Sebagai pejabat eselon II, Ahsanul telah memberikan pembelajaran yang tidak baik. Sebab, semua masyarakat, seluruh warga, boleh menjadi apa saja di Republik ini selama tidak dicabut hak politiknya entah dia Suku Sasak, Suku Samawa, Suku Mbojo, ataupun warga negara Indonesia lainnya,” tandas Rachmat.

Bawaslu diminta turun tangan

Karena itu, politisi berambut perak ini juga mendesak agar Bawaslu juga turun tangan. Ahsanul disebutnya harus diperiksa. Termasuk pejabat lain di Pemprov NTB yang memiliki indikasi yang sama yang terlibat politik praktis.

Ditegaskannya, tidak hanya di tahun politik seperti saat ini, narasi-narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat harusnya tidak mendapat tempat. 

Pun pejabat-pejabat yang merupakan abdi negara yang terlibat politik praktis juga sudah sepatutnya ditindak tegas, bukan justru sebaliknya diberi panggung.

”Politik itu bermartabat. Tidak bisa meraih segala sesuatu dengan segala cara. Nggak boleh begitu. Pasti setiap orang Sasak yang mendengar apa yang disampaikan dalam potongan video itu juga berpotensi tesinggung,” tandas Rachmat.

BACA JUGA: Wagub NTB Apresiasi Posyandu Mawar Kebon Bawak Ampenan

Ia mempertanyakan, apa kapasitas Ahsanul untuk menyampaikan hal tersebut. Dalam kapasitas mewakili Gubernur atau mewakili Sekda, apa yang disampaikan Ahsanul sudah sangat offside. 

Kalau pun hendak bercanda, dinilainya sangat tidak sensitif dan tidak pada tempatnya.

”Ini sama saja, mau masuk surga tapi menohok teman sendiri. Masuk surga harus dengan mulus. Harus dengan iman dan perilaku yang baik,” tandas Rachmat.

Ditegaskannya, dirinya akan terus mengingatkan Gubernur Zulkieflimansyah untuk terus menindak tegas ASN yang berpolitik praktis tersebut. 

Sebab, perilaku politik praktis dari para pejabat, justru bisa menjadi kampanye negatif yang malah bisa mendiskreditkan gubernur. ***

 

 




Gubernur NTB Lakukan Groundbreaking Sirkuit Selaparang

Pngembangan kawasan eks Bandara Selaparag, menurut Gubernur NTB, akan menggeliat seiring akan digelarnya kejuaraan internasional Motocross 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Setelah sukses sebagai tuan rumah event internasional balap motor dunia MXGP, kini NTB kembali akan menggelar event serupa di eks Bandara Selaparang, Mataram.

Gubernur NTB yang biasa disapa Bang Zul melakukan groundbreaking Sirkuit MXGP di Eks Bandar Udara Selaparang, Mataram, Selasa (09/05/23). Sirkuit Selaparang di Kota Mataram siap menggelar Seri MXGP Lombok 2023.

BACA JUGA: Gubernur NTB Nobar Grasstrack bersama Masyarakat

Acara groundbreaking dilakukan Gubernur NTB bersama jajaran Pemprov NTB

Bang Zul kembali menorehkan sejarah perhelatan sport tourism (wisata olahraga), dengan menggelar kejuaraan balap motor yang fenomenal. 

Dengan groundbreaking diyakini, pengembangan kawasan ex Bandara Selaparang akan menggeliat seiring akan digelarnya kejuaraan internasional Motocross pada bulan Juni mendatang. 

“Menggelar dua seri MXGP di NTB tidak nudah tapi eksternalitas dan dampak ekonomi dari penyelenggaraan di ex bandara ini akan sangat luarbiasa di masa depan,” kata Gubernur Bang Zul.

Ia mengungkapkannya di depan Kadis Kominfotik NTB dan seluruh Kabid, Kadis PUPR, Kadispora, Dirut RSUP NTB, Kadis Pariwisata, Kadis Perhubungan, unsur PT Angkasa Pura Persero dan Asisten I Setda Kota Mataram.

BACA JUGA: MXGP Samota 2023 Dimeriahka dengan “Trabas Dompu Great Adventure”

Dikatakanya, setelah sukses menggelar MXGP Samota tahun lalu, NTB diganjar  penghargaan sebagai penyelenggara sesi MXGP terbaik. Karena itu, tahun ini INFRONT memutuskan menambah seri di Pulau Lombok. 

Dikatakan Bang Zul, meski penyelenggaraan MXGP kurang menguntungkan secara finansial namun pengembangan kawasan akan sangat menguntungkan. 

“Di kawasan Samota sekarang telah banyak dibangun pemukiman pemukiman baru yang menumbuhkan fasilitas ekonomi lainnya selain wisata,” terang Bang Zul. 

Demikian pula dengan gelaran MXGP di Pulau Lombok yang dibangun di lahan ex Bandara seluas 68 Ha, pengelolaan kawasan milik Angkasa Pura oleh Pemprov NTB ini akan potensial menggerakkan ekonomi, pasca penyelengaraan event tersebut. 

Salah satunya adalah training center dan coaching clinic atlet motor, maupun event skala besar nasional dan internasional lainnya. Mengingat  lokasi ex Bandara itu yang strategis di tengah kota. 

Hal senada diungkapkan, desainer Sirkuit MXGP Selaparang yang memastikan sirkuit Motocross di tengah kota  dengan lanskap keindahan alam jarang ditemukan. 

“Tidak saja di tengah kota yang mudah diakses penonton nantinya tapi juga ambience (nuansa) alam sekitar akan menambah keindahan sirkuit,” ucapnya. 

BACA JUGA: Murah Meriah, Harga Tiket MXGP Mulai Rp25 Ribu

Setelah groundbreaking, pembangunan sirkuit direncanakan berlangsung hingga H – 1 penyelenggaraan pada Juni mendatang. ***

 




Posyandu Keluarga Turunkan Angka Stunting dan AKIB di NTB

Dinas Kesehatan NTB didorong untuk lebih masif bekerja sama dengan Posyandu Keluarga yang ada di seluruh kabupaten/kota di NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Posyandu Keluarga di Provinsi NTB yang makin massif terbukti berperan turunkan angka stunting, serta angka kematian ibu dan bayi (AKIB). 

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah minta Dinas Kesehatan dan seluruh stake holder terkait untuk dapat meningkatkan kerjasama. Dinas Kesehatan Provinsi NTB juga didorong berkolaborasi dengan sepuluh kabupaten dan kota di NTB. 

BACA JUGA: Wagub NTB Apresiasi Posyandu Mawar, Kebon Bawak Ampenan

Wagub NTB mendorong Dinas Kesehatan NTB kolaborasi dengan Posyandu Keluarga di seluruh NTB
Wagub NTB, Hj Stti Rohmi Jalillah

“Provinsi NTB harus rutin berkolaborasi dengan sepuluh Kabupaten/kota secara intens,” kata Wagub.

Ia mengatakan itu di hadapan jajaran Dinas Kesehatan Prov NTB pada rapat Progress Program Kerja Dinas Kesehatan NTB Triwulan 1 di Kantor Dinkes NTB, Senin (08/05/23).

Kepala Dinas Kesehatan NTB H. Lalu Hamzi Fikri mengungkapkan, fungsi Posyandu Keluarga sebagai wadah edukasi dan screening kesehatan bagi masyarakat, akan terus ditingkatkan. 

“PR kita menurunkan angka stunting dan angka kematian ibu dan bayi lebih kencang lagi,” kata mantan Dirut RSUP NTB ini. 

BACA JUGA: NTB Bertekad Menyelesaikan 5 Pilar Sanitasi

Dijelaskan, angka kasus stunting sampai dengan triwulan 1 di tahun 2023 sebesar 14,76 persen. Sebelumnya, tahun 2022 stunting NTB berada di angka 19.23, menurun dari tahun 2021 dimana stunting di angka 16.84.  

“Kasus kematian ibu sampai dengan triwulan 1 di tahun 2023 sebesar 26 kasus. Sementara sebelumnya, di tahun 2022 sebanyak 97 kasus, menurun dari tahun 2021 sebanyak 144 kasus,” ujarnya. 

BACA JUGA: Wagub NTB Melarang Ada Bullying di Sekolah

Menurutnya, kasus kematian bayi sampai dengan triwulan 1 di tahun 2023 sebesar 196 kasus kasus. Sementara sebelumnya, di tahun 2022 sebanyak 788 kasus, menurun dari tahun 2021 sebanyak  811 kasus. ***




Gubernur NTB Nobar Grasstrack Bersama Masyarakat

Bang Zul sapaan Gubernur NTB bersama istri menyaksikan Grasstrack 2023, beri semangat para pebalap yang akan berlaha di ajang PON

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Menyambut perhelatan MXGP pada bulan Juni dan Juli mendatang, digelar Grasstrack 2023 ini juga merupakan ajang seleksi pembalap NTB menuju PON mendatang.

BACA JUGA: MXGP 2023 Dimeriahkan “Trabas Dompu Great Adventure”

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah didampingi Istri, Hj. Niken Saptarini menyaksikan langsung ajang Grasstrack 2023 di Sirkuit Samota Sumbawa, Minggu (07/05/23).

Bang Zul sapaan Gubernur NTB berbaur bersama masyarakat menyaksikan keseruan pembalap yang menjajal salah satu sirkuit motocross terindah di dunia tersebut. 

BACA JUGA: Ekonomi NTB Tumbuh 3,57 persen, Triwulan I 2023

Banyak talenta muda dan berbakat dari seluruh Kabupaten dan Kota se-NTB.

Bang Zul menyempatkan meninjau Paddock, memastikan keadaan para pembalap yang ikut berlaga  dalam gelaran grasstrack tersebut. 

BACA JUGA: NTB Bangun Pengolahan Sampah Berbasis Sirkular Ekonomi

Ia memberikan dukungan agar para pebalap terus semangat dalam mengharumkan nama NTB, khususnya pada cabang olahraga motocross.***

 

 




Ekonomi NTB Tumbuh  3,57 Pesen, Triwulan I 2023

Penyelenggaraan World Superbike (WSBK) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) berkontribusi pertumbuhan ekonomi NTB

MATARAM.LombokJournalcom ~  Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tumbuh sebesar 3,57 Persen, pada triwulan I tahun 2023 dibandingkan Triwulan I tahun 2022.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM menyampaikan Berita Resmi Statistik itu di aula Tambora BPS NTB itu, Jumat (05/05/23). 

BACA JUGA: Musrenbang 2023, Gerakkan Gagasan dan Inovasi Masyarakat

Event WSBK memberi kontribusi utama pertumbuhan ekonomi NTB
World Superbike (WSBK) 2022, WSBK 2023 di Pertamina Mandalika International Street Circuit

“Event internasional WSBK dan Porprov NTB bulan lalu ikut mendukung pertumbuhan ekonomi di NTB dan memberikan kontribusi utama,” jelas Wahyudin. 

Berbagai panen raya komoditas pertanian juga berkontribusi mendukung pertumbuhan ekonomi. Khususnya padi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2023.

BACA JUGA: NTB Bangun Pengolahan Sampah Berbasis SirkularEkonomi

Kemudian pertumbuhan tertinggi menurut  lapangan usaha secara year-on-year adalah konstruksi sebesar (12,76 persen), didukung terutama oleh pengadaan semen. 

Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah perdagangan (9,07 persen) sebagai dampak peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor serta meningkatnya kunjungan ke pusat perbelanjaan seiring penghapusan PPKM. 

BACA JUGA: Kontraktor Ancam Kemah di Kantor Gubernur NTB

Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah jasa perusahaan (7,68 persen), didorong meningkatnya aktivitas agen perjalananan dan biro perjalananan wisata. ****