Bhakti Stunting di Desa Pohgading, Bantuan Protein Hewani

Wagub NTB membuka Bhakti Stunting di Lombok Timur, mengungkapkan pentingnya upaya Kepala Desa menurunkan stunting

LOTIM.LombokJournal.com ~ Salah satu barometer kesuksesan Kepala Desa adalah keberhasilannya menurunkan angka stunting di desanya. 

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan itu saat  membuka pelaksanaan Gerakan Bhakti Stunting dengan tema Intervensi Pemberian Protein Hewani (Telur) di Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Minggu (05/06/23).    

BACA JUGA: Gubernur NTB Berharap Kebhinekaan NTB Terjaga

Wagub NTB menyerahkan bantuan di acara bhakti stunting

“Kades yang sukses adalah yang berhasil menurunkan stunting,” seru Ummi Rohni sapaan Wagub. 

Penurunan stunting sebagai barometer kesuksesan Kepala Desa merupakan kunci sukses pembangunan masa depan. 

Dijelaskan Ummi Rohmi, pembangunan infrastruktur memang penting, tetapi pembangunan sumber daya manusia tak kalah pentingnya. 

Dengan kita memerangi stunting saat ini, maka generasi sepuluh hingga duapuluh tahun yang akan datang menjadi lebih baik. 

BACA JUGA: Wujud Industrialisasi, Hasil Hutan Bukan Kayu

Kara Wagub, pengukuran tinggi dan berat badan harus dilakukan sesuai kenyataan. Kasus stunting bukanlah aib yang harus disembunyikan melainkan tantangan untuk dituntaskan sesegera mungkin. 

“Ukur sesuai dengan kenyataan,” himbau Wagub. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Iswandi menjelaskan, Bappeda NTB akan terus memantau 15 Desa yang ada di Kecamatan Pringgabaya selama tiga bulan ke depan. 

Bantuan berupa telur akan diberikan kepada kelompok sasaran berdasarkan data puskesmas setempat. 

Provinsi NTB melalui Bappeda akan bekerjasama dengan Pemkab Lotim untuk intervensi pemberian protein hewani berupa telur kedepannya. 

BACA JUGA: Ekspor Vanili Organik ke AS tahun 2023 Meningkat

“Semoga bhakti stunting di Kecamatan Pringgabaya ini bisa berjalan dengan lancar dan tepat sasaran,” katanya. *** 

 

 




Gubernur NTB Berharap Kebhinekaan di NTB Terjaga

Bang Zul sapaan Gubernur NTB menyampaikan pesan, perlunya menjaga kerukunan sesama menjadi prioritas, 

KLU.LombokJournal.com ~ Kebhinekaan yang sudah berdiri harus terus dipupuk, jangan sampai beda pilihan ataupun beda partai politik berakhir perpecahan, dan menghalangi tumbuhnya rasa kasih sayang antar sesama.

BACA JUGA: Wagub NTB Berangkat Haji, “Semoga Menjadi Haji Mabrur”

Pesan Gubernur NTB, masyarakat diminta jaga kebhinekaan
Gubernur Zulkieflimansyah

Semua elemen masyarakat harus tetap menciptakan ketenangan dan kerhamonisan di bumi NTB.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat meghadiri acara Pujawali Pura Manik Sari di Batu Beleq Lombok utara, Sabtu (03/06/23).

Bang Zul menyampaikan, tempat ibadah (Pure) sejatinya merupakan tempat suci untuk melakukan pemujaan menjernihkan pikiran dan jiwa. Kemudian menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang kepada sesama serta yang maha kuasa.

“Kerukunan antar sesama harus menjadi prioritas, jangan sampai beda pilihan atau partai menghalangi tumbuhnya rasa kepedulian antar sesama,” jelas Bang Zul.

BACA JUGA: Wujud Program Industrialisasi, Hasil Hutan Bukan Kayu

Senada pesan Bang Zul, Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI ) Provinsi NTB Ida Made Santi Adnaya menghimbau, agar menjelang pesta demokrasi ini tetap menjaga ketertiban terlebih hal tersebut sudah anjuran dari sang Hyang Widi Wase.

“Sebagai umat Hindu Dharma yang baik, jadilah contoh sebagai garda terdepan dalam membingkai kerukunan dengan cara menjaga ketertiban,” ungkap Made 

BACA JUGA: Gotong Royong Bhakti Stunting di Lombok Timur

Selanjutnya di akhir acara Gubernur Bang Zul didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov NTB, Kepala Biro Kesra Setda NTB, Ketua PHDI NTB serta tokoh umat hindu meresmikan secara langsung Pura Maniksari Batu Beleq Pusuk. ***

 

 




Ekspor Vanili Organik ke AS tahun 2023 Meningkat 

Menurut Wagub NTB, petani memiliki semangat juang meningkatkan produksinya, karena itu nilai ekspor vanili terus meningkat

LOBAR.LombokJournal.com ~ Ekspor vanili organik ke Amerika Serikat tahun 2023, membuktikan petani masih tetap memiliki semangat juang untuk meningkatkan produksi usaha taninya, dan sekaligus meningkatkan nilai ekspor bagi kesejahteraan petani.

Pernyatan tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB Hj. Siti Rohmi Djalilah, pada Rapat Koordinasi Gratieks dan pelepasan ekspor vanili organik Lombok ke Amerika Serikat tahun 2023, Kamis (01/06/23) di Balai Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Kelas 1 Mataram, Lembar, Lombok Barat.

Kata Wagub NTB, semangat juang tinggi petrani meningkatkan produksinya, sehingga ekspor vanili terus meningkat

Vanili menjadi komoditas spesial lantaran tak tumbuh di semua negara dan sangat berpotensi jika dikembangkan di Indonesia, khususnya di NTB. Tamanan vanili bukan tamanan musiman seperti komoditas lain di NTB.

“Terlebih lagi vanili Lombok telah mendapatkan sertifikat dengan kualitas internasional yang bisa diserap pasar dunia,” ujae Wagub.

Menurutnya, ini sesuatu yang betul-betul membuat petani bersemangat memperluas areal tanam untuk dilakukan pembinaan yang lebih terarah, produksi juga jadi makin tinggi ke depan. 

“Dan ini sudah terbukti dari tahun ke tahun produksinya semakin meningkat,” ujar Wagub NTB.

Mengingat tanaman vanili merupakan komoditas pertanian perkebunan yang cukup menguntungkan, Pemprov NTB merencanakan untuk mempersiapkan SDM para petani ataupun pelaku usaha vanili ini melalui pelatihan, yang akan melibatkan para siswa SMK Pertanian.

“Butuh pembinaan dan pelatihan bagi petani, untuk menjaga kualitas. Diharapkan petani-petani vanili sukses, seperti petani sekaligus penguasaha vanili sukses dari Lombok Mohir bisa ditiru dan mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan,” katanya. 

Wagub akan memperhatikan peningkatan SDM bagi petani vanili, harapannya kualitas dan kuantitas produksi juga semakin meningkat serta cakupan aeal tanamnya juga semakin diperluas.

“Semua itu optimis bisa kita lakukan. Karena pola komunikasi kita dengan petani juga tidak terlalu formal. Semua elemen di tingkat provinsi juga semua bisa terlibat kalau kita kompak menuju semangat dan tujuan yang sama,” ujarnya. 

Produksi meningkat

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Mataram, drh. Arinaung, M.Si melaporkan, produksi vanili di NTB sejak tahun 2020 sd hingga saat ini terus meningkat. Terutama untuk ekspor vanili kering dengan harga yang cukup bagus. 

Tahun ini yang merupakan tahun ketiga ekspor vanili. Diharapkan hingga Desember 2023 ini hasil produksi  bisa meningkat dengan perkiraan antara 7-8 ton vanili kering. 

Selain itu kata Arinaung, menjadi suatu kebanggan bagi petani vanili di NTB, selain upaya peningkatan produksi para petani juga konsen dengan pemenuhan pesyaratan permintaan ekspor dari negara tujuan. 

“Jadi petani konsen saat ini bagaimana menyiapkan produksi mulai dari kebun, pengolahan pasca panen, hingga pengemasan harus memenuhi standard. Ini suatu langkah berpikir petani yang bagus untuk mememenuhi persyaratan pasar yang dimulai dari tingkat petani,” kata Arinaung.   

 Sementara itu, ekportir CV Rempak Organik, Mohir mengungkapkan, vanili yang diekspor ke Amerika Serikat saat ini berasal di Lombok Utara dan Lombok Timur dengan ketinggian lokasi tanaman antara 600-700 dpl.

“Dan pada bulan Agustus mendatang vanili Lombok siap diekspor antara 5-6 ton. Sedangkan untuk permintaan ekspor vanili asal NTB sebanyak 23 Ton dan bakal dikirim secara bertahap serta CV Rempak Organik punya sertifikat dunia Vanili Organik. 

Dan untuk nilai ekspor vanili asal NTB kali ini senilai Rp1,4 Miliar. ***

 

 




Gotong Royong Bhakti Stunting di Lombok Timur

Saat menghadiri Gerakan Gotong Royong Bhakti Stunting, kader Posyandu ditekankan  agar menggunakan alat yang standar dalam pelayanan kesehatan

LOTIM.LombokJournal.com ~ Para kader Posyandu diminta menggunakan peralatan Posyandu yang standar untuk menimbang dan mengukur, agar hasilnya akurat dan valid.

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan pesan itu saat mengunjungi pelaksanaan Gerakan Gotong Royong Bhakti Stunting, bertajuk “Pemberian Protein Hewani Tuntaskan Stunting” di Desa Jenggik Kecamatan Terare Kabupaten Lombok Timur, Rabu (31/05/23).

BACA JUGA: Kolaborasi dan Sinergitas NTB Care, APDL dan BAZNAS RI

Wagub NTB menghadiri pelaksanaan gotong royong bakti stunting

“Untuk menciptakan pelayanan posyandu yang berkualitas harus menggunakan alat yang standar, seperti alat timbangan elektrik, antropometri dan lain sebagainya untuk mendapatkan data yang akurat dan valid,” tegas Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Selain itu, Umi Rohmi meminta pihak Kepala Desa untuk menganggarkan peralatan posyandu yang standar.

“Alangkah baiknya masing-masing posyandu memiliki timbangan elektrik dan fasilitas pelayanan pendukung lainnya karena anggaran desa itu diperuntukkan untuk peralatan posyandu dan honor kader serta pembinaan kader,” ungkapnya.

Dikatakan, Posyandu Keluarga  di NTB sudah 100 persen. Sehingga permasalahan sosial bisa diedukasi lewat posyandu, tidak hanya melayani masalah kesehatan gizi anak.

BACA JUGA: Pemprov NTB Optimis Mampu Lunasi Hutangnya

“Posyandu ini sebagai tempat edukasi berbasis dusun, tidak hanya melayani masalah kesehatan gizi anak, melainkan bisa mengedukasi tentang bahayanya narkoba, pernikahan dini dan permasalahan sosial lainnya, yang penting posyandunya berkualitas,” kata Ummi Rohmi.

Umi Rohmi mengapresiasi Posyandu Mandalika Samang, sudah bintang tiga Gemilang. Rumah kader dinilai bagus  yang dijadikan lokasi pelayanan posyandu sehingga cukup representatif.

Sementara itu, Ketua Posyandu Mandalika Samang, Baiq Endang Ningsih menyampaikan terimakasih atas kedatangan buk Wagub. 

“Mewakili kader senang sekali bisa dikunjungi. Semoga bisa menjadi inspirasi penyemangat bagi kader untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ex Bandara Selaparang, Epicentrum Pertumbuhan Ekonomi Baru

Disebutkan, sasaran anak bayi balita yaitu terdapat 121. Angka stunting sebelumnya terdapat 19 anak, hingga saat ini masih tersisa 5 yang masih diintervensi. 

Selain itu, ia berharap para kader terus dibimbing dan diberikan pelatihan dalam melakukan tugas-tugas kader dan lain sebagainya untuk meningkatkan kapasitas para kader. ***

 

 

 




Kolaborasi dan Sinergitas NTB Care, APDL dan BAZNAS RI 

NTB Care, APDL dan Baznas RI melakukan kolaborasi membantu disabilitas di Lombok Timur, agar memberi langkah positif ke depan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kolaborasi dilakukan tiga lembaga yaitu NTB Care, Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) dan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI).

BACA JUGA: Gotong Royong Bhakti Stunting di Lombok Timur

Kolanorasi NTB Care, Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia (APDL) dan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI), menyalurkan bantuan kepada disabilitas

Ketiganya menyalurkan bantuan pemasangan alat bantu gerak kaki palsu, Brace, dan Afo kepada 14 Orang dan 15 Unit alat bantu untuk diberikan kepada disabilitas Nusa Tenggara Barat, Rabu (31/05/23) di City Hotel. 

Sri Agustini, Ketua APDL Pusat Bandung menjelaskan terkait bantuan gerak kaki palsu.

“Alat bantu yang diberikan berupa kaki palsu, Brace, Brace ini merupakan alat untuk penyangga kaki yang lemas, dari bawah telapak kaki sampai ke pangkal paha. Termasuk untuk terapi kaki agar bisa berdiri, sedangkan Afo alat bantu yang berfungsi menguatkan engkel telapak kaki,” jelasnya.

Tentang disabilitas, Sri AgustinI menuturkan, disabilitas bukan melulu yang diberikan bantuan tapi disabilitas juga bisa memberikan bantuan kebaikan sekecil apa pun.

BACA JUGA: Anugerah Merdeka Belajar Tingkat untuk NTB

“Itu yang terpenting bisa memberikan bantuan. Kepada teman-teman penerima manfaat semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat, dan memberikan langkah positif ke depan,” kata Ketua APDL Pusat Bandung itu. 

Untuk pengukuran dan pemasangan alat bantu gerak kaki palsu, APDL mendatangkan langsung dari Yayasan Anugerah Jaya Disabilitas Karawang, Jawa Barat yang dibina langsung oleh BAZNAS RI

Simbol kekuatan

Ketua Baznas Provinsi NTB diwakili Ketua 1, Lalu Fatimura Farhan menyampaikan, Baznas ingin menegaskan, pemasangan alat bantu ini merupakan simbol kekuatan, ketegaran dan kebersamaan kita.

“Teman-teman (disabilitas) jangan pernah merasa sendiri,” katanya

Pada kesempatan sama, Staf Ahli Gubernur bidang sosial dan kemasyarakatan menyampaikan pesan dan salam Takzim Gubernur Zulkieflimansyah.

“Keterbatasan fisik bukan lah penghambat untuk berkembang. Tetap semangat dalam melangkah,” ujar Lalu Fatimura Farhan..

Ia menyampaikan ajakan untuk membangun empati dan kesadaran masing-masing. Dan melalui kolaborasi ini, diharapkan menjadikan NTB contoh nyata yang dapat memberikan perubahan sosial secara nyata.

BACA JUGA: Industrialisasi di NTB Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua Donatur semoga Allah swt membalas kebaikan kita semua. Dan Semoga kerja sama ini tetap berlanjut ke depan untuk mewujudkan NTB  gemilang,” ujarnya. 

Agenda pemasangan alat bantu gerak kaki palsu, Brace, dan Afo itu juga dihadiri Direktur Utama Bank NTB Syariah, BAZNAS Provinsi NTB dan BAZNAS Kota Mataram. ***

 

 




Industrialisasi di NTB Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Meski sektor pertambangan diambil, program industrialisasi berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi, dan tertinggi secara nasional

KLU.LombokJournal.com ~ NTB menjadi salah satu yang  pertumbuhan ekonominya tertinggi secara nasional, karena. NTB mampu menggerakkan geliat industrialisasi.

BACA JUGA: Anugerah Merdeka Belajar untuk NTB

Gubernur NTB mengatakan, industrialisasi di NTB mendongkrak pertumbuhan ekonomi

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat berlangsung kick off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2023, di Aula kantor Bupati Lombok Utara, Selasa (30/05/23).

“Walaupun sektor pertambangan diambil, namun dalam kurun waktu empat tahun ini, NTB membuktikan program industrialisasi berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” jelas Bang Zul sapaan Gubernur NTB. 

Meski NTB pertumbuhan ekonominya kalah dengan beberapa provinsi di atasnya, namun kualitas pertumbuhan ekonomi NTB mengungguli provinsi tersebut. 

Menurut Bang Zul, kunci keberhasilan NTB meraih pertumbuhan ekonomi tertinggi adalah sinergitas, kolaborasi bersama lintas vertikal dan horizontal, serta keberanian dalam melangkah.

BACA JUGA: Bang Zul Buka Turnamen Sepakbola Narmada Cup 1 2023

“Hampir setiap bulan, Pemprov NTB melaksanakan bazar pangan murah serta sidak harga di kabupaten /kota. Itu merupakan satu dukungan dalam upaya menekan inflasi pangan di daerah kita,” katanya.

Senada hal itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB, Heru Saptaji mengatakan, keberhasilan NTB mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga 6,95 persen, tidak terlepas dari peran semua pihak. Khususnya dalam melakukan penguatan ekonomi domestik melalui program industrialisasi, pengembangan Usaha kecil, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Dengan inovasi yang dilakukan, Heru optimis hingga akhir tahun 2023, dari 4,41 persen akan mampu di tekan hingga 4 persen. 

“Mari bersama kita gelorakan inflasi pangan, menuju NTB yang sejahtera,” ajak Heru.

BACA JUGA: Lombok FC U-19 Juara Barcelona Football Festival 2023

Acara yang juga dihadiri oleh bupati/walikota se NTB itu diakhiri dengan  penandatangan  berkas kerja sama oleh  pemerintah daerah kabupaten /kota serta penandatangan berkas kerja sama klaster bisnis to bisnis oleh para pengusaha dari 10 kabupaten/kota di NTB. ***

 

 




Pemprov NTB Optimis Mampu Tuntaskan Kewajibannya 

Asisten III Setda Pemprov NTB jelaskan, penyelesaian kewajiban jangka pendek menjadi prioritas belanja dari Bendahara Umum Daerah

MATARAM.LombokJournal.com ~ Merebaknya isu kewajiban penyelesaian hutang Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB kepada pihak ketiga mendapat tanggapan Asisten III Setda Pemprov NTB, H Wirawan.

Sebenarnya Pemprov NTB sudah memberikan penjelasan yang memadai berkaitan dengan kebijakan penyelesaian kewajiban kepada pihak ketiga. Karena diskursus ini terus menggelinding, sehingga ditanggapi dengan sajian data yang lebih komprehensif.

BACA JUGA: Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi NTB 2023

Menurut Wirawan, ada dua hal yang mesti ditegaskan terkait masalah ini. Pertama, Pemprov NTB terus berproses dalam penyelesaian kewajibannya, dan sejauh ini proggresnya meningkat signifikan.

Total kewajiban jangka pendek sebesar Rp. 639,40 milyar sesuai yang tercantum dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), sudah dituntaskan pembayarannya sebesar Rp.384,49 Milyar atau sebesar 60,13 persen.

Kewajiban jangka pendek itu terdiri dari kewajiban kontraktual sebesar Rp. 420,73 Milyar dan kewajiban non kontraktual seperti belanja pegawai, belanja jasa, iuran BPJS, belanja operasional (listrik & telepun), dan utang BLUD. 

Total besaran utang non kontraktual ini sebesar Rp. 219 Milyar. Sehingga sisa kewajiban jangka pendek sampai saat ini tinggal Rp.254, 9 Milyar.

“Penyelesaian kewajiban jangka pendek ini menjadi prioritas belanja dari Bendahara Umum Daerah,” jelas Wirawan.

BACA JUGA: Olahraga Bersepeda L’Etape Indonesia 2023 Dilepas di Mandalika

Prinsipnya, anggaran yang berasal dari fiskal bebas diarahkan secepatnya untuk pembayaran kewajiban jangka pendek ini.

Hal kedua, mencuatnya isu pengelolaan keuangan daerah ini, mesti dipandang positif karena mengharuskan Pemprov NTB selalu mengupdate informasi kepada masyarakat.

Informasi keuangan daerah bukan kategori informasi yang dikecualikan, sehingga penting untuk selalu memberikan informasi yang bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Terkait jumlah defisit yang disebutkan oleh Ketua DPD Gelora NTB, L. Fahrurrozi sebesar 1,3 triliun, Wirawan menyebutkan bahwa angkanya tidak sebesar itu.

Realisasi defisit itu artinya selisih antara realisasi belanja dengan realisasi pendapatan. Untuk Tahun Anggaran 2022 realisasi defisit APBD Provinsi NTB sebesar Rp.570,93 Milyar. Angka ini sebenarnya lebih rendah dari target defisit sebesar Rp.646, 65 m. 

Realisasi defisit ini ditutupi melalui pembiayaan netto sebesar Rp.633,458 milyar berupa pinjaman tahap II dan III dari PT. SMI.

Mungkin yang dianggap sebagai defisit oleh Ketua DPD Gelora adalah total Kewajiban Pemprov NTB baik jangka pendek maupun jangka panjang.

BACA JUGA: Gubernur NTB Kunjungi Pekerja Kelapa Sawit di Malaysia

“Kami tegaskan sekali lagi, kewajiban jangka pendek yang harus dituntaskan tahun ini adalah sebesar Rp 639,40 Milyar. Sementara kewajiban jangka panjangnya sebesar RP. 736,79 Milyar berupa utang kepada PT. SMI yang akan diangsur selama 8 Tahun, yang mulai dicicil tahun 2023 ini,” jelas Wirawan..

Menutup pembicaraan Wirawan menegaskan, Pemprov NTB berusaha mengedepankan kepatuhan kepada regulasi. Sehingga masalah yang ada dapat terselesaikan secara tuntas dengan tidak menimbulkan masalah baru.***

 

 




Haul Almagfurullah TGH. Mustafa Umar Ponpes Al-Aziziyah

Waktu menghadiri acara haul Almagfurullah TGH. Mustafa Umar di Ponpes Al-Aziziyah, Bang Zul teringat saat berkunjung di Al Bukhari. Malaysia 

LOBAR.LombokJournal.com ~ Menghadiri kegiatan di Pondok Pesantren Al- Aziziyah Kapek Gunungsari, Lombok Barat, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengaku teringat kunjungannya di kampus Al Bukhari International University di Malaysia. 

Gubernur NTB hadiri haul almagfurullah TGH Mustofa Umar

Termasuk bangunan Pondok Pesantren Al-Azizizah mirip Al Bukhari, Malaysia yang banyak memberi beasiswa lulusan Ponpes dari NTB. 

BACA JUGA: Ex Bandara Selaparang, Epicentrum Pertumbuhan Ekonomi Baru

“Saya membayangkan di kampus Al Bukhari itu akan lebih banyak santri dan santriwati lulusan pondok ini melanjutkan pendidikan disana,” tutur Bang Zul sapaat Gubernur.

Ia mengatakannya saat hadir dalam kegiatan haul Al-Maghfurlahuma TGH. Musthofa Umar Abdul Aziz dan Hj. Fauziah Shaleh serta Khataman Kubra dan Shugro Hafalan A-Qur’an 30 Juz, di Pondok Pesantren Al- Aziziyah Kapek Gunungsari, Lombok Barat, Sabtu (27/05/23).

di Pondok Pesantren Al- Aziziyah Kapek Gunungsari, Lombok Barat, Sabtu (27/05/23).

Bang Zul mengajak santri di Kapek Gunung Sari ini melanjutkan pendidikan dengan membuka website kampus Al Bukhari. 

Disana tersedia program S1 hingga S3, mulai dari asrama  gratis yang penting bisa menguasai bahasa Inggris.

“Untuk itu, pimpinan pondok disini bisa mengundang para dosen untuk datang mensosialisasikan kampus Al Bukhari Internasional University,” kata Bang Zul.

BACA JUGA: Santri di Ponpes Diajak Jadi Pengusaha Hebat

Menurutnya, NTB  tidak akan mempu mengejar ketertinggalannya kecuali dengan pendidikan. 

Pemerintah NTB telah mengirim ribuan mahasiswa keluar negeri bukan karena kualitas pendidikan di NTB dan Indonesia rendah.

“Dengan mengirim mahasiswa NTB keluar negeri, kita ingin dunia ini bergetar dan berguncang dengan hadirnya talenta-talenta hebat dari NTB,” katanya.

Atas nama Pemerintah Daerah, menyampaikan terimakasih kepada para pendiri pondok, guru yang tak pernah kenal lelah mengajar memberikan pembinaan. Sehingga mampu melahirkan  anak-anak seperti yang disaksikan hari ini.

BACA JUGA: Bunda Niken Hadiri Lombok Tenun Expo

“Saya yakin pondok ini insyaallah bukan hanya melahirkan pemimpin NTB, bukan hanya melahirkan pemimpin Indonesia tapi pemimpin dunia,” tutupnya.***

 

 




Ex Bandara Selaparang, Epicentrum Pertumbuhan Ekonomi Baru

Dalam awal bulan Juli, ex Bandara Selaparang sebagai tempat penyelenggara event internasional 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kawasan ex Bandara Selaparang diharapkan sebagai epicentrum pertumbuhan ekonomi baru di NTB, khususnya di kota Mataram.

Menurut Sekda NTB, saat ini Pemprov NTB menjadi pengelola dan memelihara ex Bandara Selaparang

Sekda NTB, Lalu Gita Ariyadi menyampaikan harapan itu saat kegiatan gotong royong bersih-bersih di Ex Bandara Selaparang, Mataram (26/05/23).

BACA JUGA: Harga Telur di NTB Nelum Ada Kenaikan Signifikan

“Kita akan kelola dan ramaikan dengan berbagai kegiatan sebagai tanda pertama kehadiran kita bersama ASN Pemprov dan Kota Mataram,” tutur Miq Gita sapaan akrab Sekda.

Saat ini Pemprov NTB mengelola dan memelihara 67 ha lahan kawasan ex Bandara Selaparang di Kota Mataram. 

BACA JUGA: Bang Zul Bertemu Manajemen Sime Darby Plantations 

Setelah tanggal 12 Mei 2023, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mendatangani MOU bersama Direktur PT Angkasa Pura di Jakarta. 

Miq Gita mengajak untuk bekerja bersama-sama berpartisipasi untuk membantu panitia membersihkan lahan-lahan yang sudah dibagi.

BACA JUGA: Sekda NTB Tekankan ASN Terus Junjung Netralitas

“Kita pastikan tempat ini menjadi tempat yang nyaman untuk perhelatan berbagai kegiatan,” kata Miq Gita.***

 




Gubernur NTB Kunjungi Pekerja Kelapa Sawit di Malaysia

Para pekerja kelapa sawit di Pulau Carey, Malaysia yang dikunjungi Gubernur NTB mendapat perumahan

MALAYSIA.LombokJournal.com ~ Para pekerja NTB yang bekerja di perkebunan kelapa sawit, di Pulau Carey Malaysia, dikunjungi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Rabu (24/05/23).

BACA JUGA: Bang Zul Bertemu Manajemen Sime Darby Plantations

Gubernur NTB meninjau perumahan yang dihuni pekerja kelapa sawit

Bang Zul tampak gembira melihat kondisi para pekerja perkebunan kelapa sawit yang tampak sehat dan bersemangat.

“Alhamdulillah semua kompak, semua sehat dan bersemangat,” ungkap Bang Zul.

Di tengah ladang perkebunan kelapa sawit yang ribuan hektar luasnya, terdapat perumahan yang diperuntukkan kepada para pekerja NTB. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Bertemu Menteri Pendidikan Malaysia

Satu rumah tersebut dihuni sekitar empat orang pekerja. Hampir di semua ladang sawit, yang piawai dan punya talenta untuk panen sawit kebanyakan tenaga kerja dari Lombok.

“Suasananya sangat meriah,” tutur Bang Zul.

Dalam kunjungan tersebut, Bang Zul juga mencoba secara langsung memetik kelapa sawit. Ia mengakui, bekerja di perkebunan kelapa sawit ternyata tidak sesederhana yang dilihat selama ini.

Pada kunjungan silaturahmi itu Bang Zul juga mengobrol dengan Pak Supriyadi, pekerja asal Lotim yang sudah belasan tahun bekerja di perkebunan. Sekarang per bulan ia bisa menghasilkan hingga 15 jutaan rupiah dengan bekerja di perkebunan sawit.

BACA JUGA: Pengiriman Ternak dari Pulau Sumbawa Meningkat

Masukan-masukan maupun keluhan yang disampaikan oleh para pekerja akan menjadi perhatian Pemerintah NTB bersama perusahaan. ***