Anak harus mendapat makanan yang bergizi, dan dididik memilah sampah agar tertanam intik jaga lingkungan
LOBAR.LombokJournal.com ~Untuk mencapai cita anak-anak setinggi-tingginya, maka anak-anak harus sehat. Anak harus gemar memakan makanan yang sehat yang terdapat protein hewani dan nabati.
“Selain itu, anak-anak juga harus dididik memilah sampah, supaya tertanam dari kecil untuk menjaga lingkungan,” ujar Umi Rohmi.
Sementara itu, Kepala Sekolah PAUD Bakti Seruni, Kartini, S. Pd., menyampaikan terimakasih kepada Wakil Gubernur meluangkan waktunya untuk berkunjung ketempat ini.
“Terkait program Bakti Seruni Berbagi dengan jimpitan beras. Sehingga setiap hari Senin dikumpulkan oleh anak-anak. Setelah terkumpul banyak bisa dimasak untuk anak-anak dan sisanya bisa dibagikan ke masyarakat sekitar PAUD,” ungkapnya.***
Asupan Gizi Protein Hewani dan Nabati Kunci Anak Sehat
Wagub NTB, Ummi Rohmi berharap orang tua memberi asupan gizi yang cukup sehat untuk mencegah stunting pada anak-anak
LOBAR.LombokJournal.com ~ Orangtua diminta memastikan memberi asupan gizi yang mengandung protein hewanidan nabati untuk pencegahan stunting pada anak.
Pentingnya pemberian asupan gizi sehat itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat melakukan monev stuntingdi Posyandu Keluarga Plamboyan Lembuak Narmada, Selasa (29/08/23).
“Pastikan anak-anak kita itu pemberian asupan gizi yang sehat sampai karena makanan ini adalah kuncinya untuk menjadi anak yang sehat,” ungkap Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.
Selain itu, Umi Rohmi mengingatkan petugas Posyandu selalu menggunakan alat timbangan digital antropometri, agar datanya menjadi akurat dan valid sehingga perlu dikroscek kembali sebelum diinput.
“Datanya harus dipastikan valid, karena dengan data valid kita bisa intervensi,” jelasnya.
“Bibit-bibit crosser kita banyak sekali di NTB ini. Dengan event yang teratur insya Allah satu saat akan banyak crosser-crosser dunia yang berasal dari NTB,” harap Bang Zul.
Hal itu dikatakan Bang Zul saat saat menutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region 3 (BALI-NTB-NTT) putaran IV di Lantan 459 International Motocross Circuit, Lombok Tengah, Minggu (27/08/23).
Kejurnas Grasstrack Motocross tersebut digelar atas kerjasama antara Pemkab Lombok Tengah dan Bank NTB Syariah. Event itu diikuti lebih dari 100 peserta dari 3 daerah yaitu; Bali, NTB dan NTT dan diramaikan oleh sejumlah crosser muda asal Pulau Lombok.
Kehadiran para Crosser asal Lombok berhasil menyemarakkan atmosfer kompetisidan memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat pulau Lombok.
Sementara itu, Libin Micanek, asal Ceko pelatih dari crosser Desa Tetebatu mengungkapkan keberadaan sirkuit Motocross menjadi nilai plus di Provinsi NTB.
Dijelaskan Libin, Provinsi NTB semakin mantap menjadi pusat Sport Tourism di Indonesia dengan Sirkuit Mandalika dan Sirkuit Motocrossnya.
Berkah juga didapatkan bagi para pelaku UMKMdi Desa Lantan selama digelarnya event tersebut.
Kepala Desa Lantan, Herwandi, mengungkapkan bahwa pedagang di sekitar area acara berhasil meraih keuntungan yang signifikan, bahkan mencapai hingga 400 ribu rupiah pada malam pertama jelang acara dimulai.
Herwandi menambahkan, acara ini tidak hanya sebagai pertandingan olahraga bergengsi semata, tetapi juga bisa menarik wisatawan untuk mengenal keindahan Lombok Tengah, terutama desa Lantan dan sekitarnya.***
NTB Ekspor Komoditi Vanili ke Amerika
Gubernur NTB, Bang Zul senang orang lokal NTB sudah mampu ekspor Vanili senilai 3 miliar
MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah melakukan pelepasan EksporKomoditi Vanili Organik ke United State of America (USA), di Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Mataram (28/08/23).
Ekspor komoditi Vanili ke Amerikan ini memiliki nilai sebesar 3 miliar atau setara 2,360 ton vanili organik.
Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB mengaku senang, karena ekspor Vanili ini menularkan produk turunan yang lain yang akan memancing ekspor-ekspor produk yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Menurut Bang Zul, ekspor ini penting karena memaksa untuk belajar dengan kualitas. Sebab para omportir tidak ada toleransi kalau tidak sesuai dengan kualitas, dab tidak akan diterima.
“Kita harus mengapgrade kemampuan dan tehnologi. Dengan adanya feedback inilah sehingga memaksa untuk meningkatkan kinerja kualitas di pasar global,” katanya.
Sementara itu, Kepala Deputi Perwakilan Bank Indonesia NTB, Ahmad Fauzi menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada stakeholder yang menangani kegiatan ekspor dan tim genjot ekspor.
“Semoga tim genjot ekspor mampu meningkatkan nilai dan volume transaksi ekspor dari provinsi NTB,” katanya.***
Karang Taruna Lombok Barat Harus Jadi Pelopor Perubahan
Bang Zul ajak peserta kemah kebangsaan dari Karang Taruna se Lombok Barat bersemangat membangun perubahan
LOBAR.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Bang Zul menghadiri Kemah Kebangsaan Karang Taruna Lombok Barat, di wisata Gunung Jae Desa Sedau, Narmada Lombok Barat, Sabtu (26/08/23).
Bang Zul menyampaikan pesan dari kisah Ashabul Kahfi, dengan inisiatif merubah sesuatu yang dilakukan pemuda Karang Taruna, dengan tidur pun mampu mengubah keadaan.
”Mungkin semangat Ashabul Kahfi ini, panitia Karang Taruna mengadakan tidur bersama dengan kemah di tempat ini,” ujar Bang Zul sapaan akrab Gubernur.NTB.
Ia mengaku senang bisa melihat langsung wajah-wajah pemuda dari Karang Taruna yang masih segar. Karena itu, ia mengajak semua peserta kemah kebangsaan dari Karang Taruna se-Lombok Barat bersemangat membangun perubahan yang bisa bersahabat dengan semua orang.
Bang Zul yang banyak berinteraksi dengan pemuda NTB ini, mengapresiasi Karang Taruna Lombok Barat produktif. Ketuanya masih muda, anggota DPRD masih muda.
Sehingga bisa menjadi motivasi Karang Taruna Lombok Barat, siap menjadi pelopor perubahan di Lombok Barat termasuk seluruh NTB.
Bang Zul menyampaikan selamat atas terselenggaranya kemah Kebangsaan yang diinisiasi oleh Karang Taruna Lombok Barat.
Tiga rumus hidup yang dimaksud Bang Zul, pertama memiliki kesediaan dan kerelaan menerima maaf dari kesalahan orang lain, kedua, tetap bersyukur yang dimiliki saat ini, dan ketiga jangan memusingkan suatu hal yang sebenarnya tidak terlalu penting dalam hidup ini.
Rumus hidup itu disampaikan Bang Zul saat menjadi Khotib solat Jum’at di Masjid Besar Baitul Atiq, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (25/08/23)
“Kalau tiga rumus ini mampu kita lakukan, niscaya kita akan hidup tenang dan menjadi manusia seutuhnya,” jelas Bang Zul.
Bang Zul menjelaskan, memberi maaf menjadi akan menjadi sesuatu yang sangat istimewa dan berharga jika mampu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Membalas perbuatan kepada orang yang salah, menurut Bang Zul bukan hal positif, lebih baik memilih memaafkan.
“Karena orang yang mampu memberikan maaf adalah orang yang kuat batinnya,” ucap Bang Zul.
Begitu juga dengan rasa syukur dalam diri seseorang, akan memberi ketenangan dalam hidup dan menjadi manusia seutuhnya. Karena rasa syukur dapat menghilangkan kecemasan dalam hidup, sehingga orang yang memiliki rasa syukur selalu tenang menjalankan takdirnya.
Rumus hidup ketiga adalah tidak memikirkan terlalu besar hal-hal yang memang tidak penting, dapat menghilangkan beban berat yang dirasakan.
“Untuk menggapai semua itu, tentu kita sebagai manusia harus memperbanyak berzikir kepada Allah SWT, sehingga dapat dipermudah dalam menggapai ketenangan hidup,” kata Bang Zul. ***
Ayo Gempur Rokok Ilegal, Ini Ajakan Pemprov NTB
Pemerintah Provinsi NTB melalui Biro Perekonomian Setda Pemprov NTB mengajak masyarakat menggempur peredaran rokok ilegal
MATARAM.LombokJournal.com ~Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, melalui Biro Perekonomian Setda NTB bersama kantor Bea Cukai Mataram terus berupaya menggempur peredaran rokok ilegal.
H Wirajaya
Tidak hanya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) namun juga melakukan sosialisasikepada masyarakat luas untuk bersama sama menggempur peredaran rokok ilegal khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Drs.H. Wirajaya Kusuma, MH menghimbau agar masyarakat harus ikut menjadi garda terdepan dalam memutus peredaran rokok ilegal dengan tidak menjual hingga memproduksi rokokyang tanpa cukai.
“Tentu harapan kami masyarakat harus menjadi ujung tombak dalam pemberantasan rokok ilegal ini, dengan tidak menggunakan, menyimpan menjual apalagi membelinya,” ungkap Wirajaya.
Ia mensosialisasi gempur rokok ilegal itu dirangkai dengan senam massal di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Jum’at (25/08/23).
Ditambahkan Wirajaya, maraknya peredaran rokok ilegal, akan berdampak pada pendapatan daerah serta merugikan negara.
Ia berharap setelah kegiatan tersebut, semua pihak harus merapatkan barisan dalam upaya menghempur peredaran rokok ilegal.
“Tahun ini daerah mendapatkan sekitar 400 miliar melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBCHT), saya harap dengan kolaborasi bersama tahun depan akan meningkat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama perwakilan Bea Cukai Mataram Adi Cahyono menjelaskankan, beberapa tips agar masyarakat mengenali rokok tak ber cukai atau ilegal. Ia menyebut salah satu ciri rokok ilegal yang mudah dikenali yakni tidak menggunakan pita cukai, menggunakan pita cukai bekas/palsu dan terakhir menggunakan pita cukai beda.
“Biasanya akan ketahuan dari jumlah isi batang, proses pembuatan tidak menggunakan sigaret kretek tangan ( SKT) melainkan Sigaret Kretek Mesin(SKM), serta tidak tercantum perusahaan yang memproduksi,” jelas Adi.
Selain itu Adi juga menambahkan dari sisi perusahaan yang memproduksi rokok yang legalharus memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).
“Sudah jelas, harapannya nanti ketika ada yang coba menawarkan maka kita semua bisa menjawab dengan alasan yang tepat melalui ciri-ciri yang telah dijelaskan,” ungkap Adi.
Selain senam massal, kegiatan tersebut juga menggelar bazzar pangan murah, hingga kuis dengan berbagai doorprize. ***
Bang Zul dan Umi Rohmi Minta RSUD NTB Berinovasi
Gubernur NTB yang biasa disapa Bang Zul mengamanahkan RSUD NTB terus berinovasi dan jangan sedikit-dikit memberi rujukan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Melalui Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUD NTB), Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Bang Zul dan Umi Rohmi, berikhtiar memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat.
Hal itu dibuktikan, berhasilnya operasi pemasangan permanent pacemaker atau alat pacu jantungpermanen pada anak usia 2,5 tahun (NK), yang berlangsung di RSUD NTB, Rabu (23/08/23).
Direktur RSUD NTB dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., MH. dalam konferensi pers mengaku, sudah diamanahkan Gubernur Bang Zul dan Wakil Gubernur Umi Rohmi, agar terus melakukan inovasisehingga ke depan kasus-kasus jantung khusus anak tidak beri rujukan ke daerah lain.
“Saya selaku direktur RSUD NTB, diamanahkan Gubernur dan wakil Gubernur NTB, untuk terus berinovasi dan jangan sedikit-dikit merujuk,” ujar dr. Jack di hadapan awak media.
Ditambahkan, RSUD NTB hadir membersamai masyarakatyang membutuhkan pertolongan. Lebih-lebih Pemprov NTB berkewajiban memberikan pertolongan kepada masyarakat agar semua masyarakat NTB sehat.
“RSUD NTB hadir membersamai masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ucap dr. Jack sapaan akrab Lalu Herman.
Ia berharap, RSUD NTB dapat melalukan hal-hal yang terbaru dan pertama kali seperti dengan kasus operasi pemasangan pacu jantung pada anak yang sukses dilakukan.
“Saya berharap RSUD NTB dapat melalukan hal-hal yang terbaru dan pertama kali begitu juga dengan kasus pagi ini,” kata dr. Jack ***
Pemasangan Alat Pacu Jantung Permanen Pada Anak
Tim medis RSUD NTB yang melakukan operasi alat pacu jantung itu membawa harapan untuk perawatan pasien anak dengan masalah jantung yang serius.
MATARAM.LombokJournal.com ~ Operasi perdana pemasangan permanen pacemaker atau alat pacu jantung permanen pada anak laki-laki (NK) berusia 2,5 tahun asal Kabupaten Lombok Utara (KLU), berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, Rabu (23/08/23).
Alat pacu Jantung permanen ini dirancang memberikan impuls listrik secara teratur ke jantung, memastikan ritme jantung yang sehat dan fungsional.
Pasien perdana yang menjalani operasi alat pacu jantung ini diharapkan dapat kembali beraktivitas dengan lebih normal dan merasa lebih baik.
Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes., MH mengatakan, tim medis RSUD Prov NTB yang melakukan operasi alat pacu jantung itu membawa harapan baru untuk perawatan pasien anak dengan masalah jantung yang serius.
“Alhamdulillah, hal ini pertama kali kita lakukan di NTB, semoga anak kita (NK) diberikan kesembuhan dan bisa bermain kembali seperti anak-anak yang lainnya,” tuturnya terkait operasi alat pacu jantung di RS yang dipimpinnya.
Dr. Jack sapaan akrab Lalu Herman berharap agar RSUD NTB akan terus melakukan inovasi, sehingga kasus jantung khusus anak tidak lagi melakukan rujuk keluar NTB, tapi Provinsi NTB mampu menangani permasalahan kasus tersebut.
“Semoga ke depan kita akan mampu melakukan tindakan dengan penyakit yang lain,” jelasnya.
Menurutnya, kasus jantung pada anak jarang terjadi di NTB, sehingga RSUD Provinsi NTB akan siap siaga memberikan pelayanan terbaikbagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan tindakan.
“RSUD Provinsi adalah milik Provinsi NTB, artinya memiliki kewajiban memberikan pertolongan dan tindakan agar masyarakat sehat kembali,” tuturnya.
G.A.R. Prawisanthi, Sp.JP (K) FIHA menjelaskan, pasien mengalami Total Av Blok (TAVB), yang merupakan kondisi langka di mana aliran impuls listrik dalam jantung terganggu. Itu mengakibatkan ketidakseimbangan detak jantung dan dampak serius pada kesehatan anak-anak.
“Pada saat itu, pasien datang dengan keluhan kejang dan irama jantungnya hanya 40 kali per menit, seharusnya anak usia 2,5 tahun memiliki irama jantung 90 – 100 kali per menit, kondisi TAVB dalam 10 hari tidak berespon dengan obat – obatan, sehingga kita memustuskan memasangkan alat pacu jantung, tetapi sebelum itu dipasang alat pacu temporer yang dimasukkan kedalam pembuluh darah di paha, yang bertujuan untuk membackup pemasangan pacu jantung permanen,” jelasnya.
Tim Medis Operasi Perdana Pemasangan Permanent Pacemaker pada Anak di RSUD Provinsi NTB, yakni dr. G.A.R. Prawisanthi, Sp.JP (K) FIHA (Consultant of Interventional Cardiology), dr. Maz Isa Ansyori Arsatt, Sp. BTKV, dr. Elya Endriani, Sp. An, dr. Linda Silvana Sari, M.Biomed, Sp.A, dr. Novita, Sp.An, dr. Ni Made Surya, Sp.An, dr. Edi, Sp.BTKV dan Tim Asisten Bedah dan Penata Anastesi. ***
Wagub NTB Melantik Komisi Disabilitas
Dilantiknya Komisi Disabilitas oleh Wagub NTB, menyempurnakan ihtiar Pemerintah Provinsi NTB, memberi layanan sama bagi penyandang disabilitas
MATARAM.LombokJournal.com ~ Provinsi NTB berkomitmen menjadi daerah inklusif, demi mewujudkan misi NTB Ramah Difabel, penyandang disabilitas mendapatkan pelayanan publik yang mudah dan setara di segala bidang.
Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah menyampaikan itu usai melantik Komisi Disabilitas Daerah Provinsi NTB, di Hotel Santika Mataram, Rabu (23/08/23).
Pelantikan Komisi Disabilitas akan menyempurnakan ikhtiar NTB memberilan pelayanan terbaik bagi penyandang disabilitas.
Pelayanan untuk penyandang disabilitas itu termasuk di sisi pendidikan kesehatan, hingga kesempatan bekerja dan pemberdayaan ekonomi.
“Ini harus kita yakinkan (penyandang disabilitas) mendapatkan pelayanan yang setara,” jelas Wagub yang akrab disapa Ummi Rohmi.
Harapan Ummi Rohmi, terbentuknya Komisi Disabilitas dapat menjadi partner yang baik bagi semua pihak. Komisi Disabilitas diharapkan mampu bersinergidan berkolaborasi bersama seluruh unsur dalam Pemerintahan Provinsi NTB.
“Nah maka dari itu saya sangat berharap komisi disabilitas keberadaannya setelah dilantik menjadi partner yang sangat baik untuk semua pihak, karena di sini kita bicara kerja kolaborasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Ahsanul Khalik menyebutkan, proses pembentukan Komisi Disabilitas ini cukup panjang. Hampir memakan waktu 2 tahun lebih
Pemprov NTB melalui Dinsos NTB bersama-sama dengan UGM, Universitas Mataram, POLDA NTB, Kejaksaan NTB, dan instansi terkait lainnya berupaya membentuk Komisi Disabilitas ini.
“Alhamdulillah hari ini kita akan menyaksikan pelantikan oleh Bu Wagub, sekaligus melengkapi apa yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTB, karena sekarang kita sudah punya 1 UPTD khusus menangani disabilitas, yaitu Pusat Pelayanan Sosial Pemberdayaan Disabilitas dan Perlindungan Anak. Kalau asuhan anak berdiri sendiri,” jelas Kadinsos.
Perjalanan panjang ini memang harus menenmukan jalannya pada tahun 2023. Kadinsos melanjutkan, di NTB sendiri terdapat disabilitas yang jumlahnya hampir 28 ribu lebih, tersebar di 10 kabupaten/kota.
“Bahkan nanti Bu Wagub, disabilitas berat yang tidak ada keluarganya, yang tidak bisa dipelihara oleh keluarganya karena keluarganya miskin, sepanjang hidupnya kita akan buka di pusat layanan sosial yang kita miliki, dia akan dipelihara sampai akhir hidupnya oleh Pemerintah Provinsi NTB, seperti yang kita lakukan di KSBL,” katanya. ***