Investasi Energi Baru Terbarukan (EBT) Ditawarkan di NTB
Pj Gubernur menyambut baik rencana investasi NTB menyambut baik rencana investasi PT. Guang Yin New Energy Indonesia di NTB, selama tidak melanggar aturan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Investasi energi baru terbarukan (EBT) yang ditawarkan PT. Guang Yin New Energy Indonesia di NTB mendapat sambutan baik dari Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Hassanudin
Pj Gubernur menyampaikan sambutan itu saat menerima audiensi dari PT. Guang Yin New Energy Indonesia terkait Investasi EBT di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu (14/12/2024).
Ucapan terima kasih disampaikan pada PT. Guang Yin New Energy Indonesia karena memilih Nusa Tenggara Barat sebagai daerah untuk berinvestasi.
NTB menyambut baik rencana investasi PT. Guang Yin New Energy Indonesia di NTB , selama tidak melanggar aturan.
“Selama itu baik dan dapat menunjang kemajuan, kami welcome,” jelas Pj Gubernur.
Pj gubernur menerangkan pula, regulasi NTB tidak terlepas dari regulasi pusat. Karenanya, kepada semua perusahaan-perusahaan yang berkeinginan mengelola potensi-potensi yang ada di NTB, yang diharapkan bisa mengelolanya dengan baik.
Sebelumnya, Presiden Direktur PT. Guang Yin Nee Energy Indonesia Mr. Wang Jin mengatakan NTB merupakan provinsi yang menonjol, banyak potensi yang bagus untuk dikelola.
“Sudah dua kali saya ke NTB. Setelah saya mengelilingi NTB, terdapat potensi-potensi yang luar biasa. Misalnya pariwisatanya,” kata Mr. Wang Jin.
Setelah melihat potensi di NTB, Presiden Direktur PT. Guang Yin New Energy Indonesia meminta kepada Pj Gubernur NTB, agar bisa memberikan rekomendasi untuk investasi.
“Kami juga sudah bekerja sama dengan Univertas Nahdlatul Ulama, dalam rangka mempersiapkan SDM di NTB. Sebagai persiapan pemberdayaan tenaga lokal,” pungkasnya. uba/dyd
Ite Begawe Fest 2024, Promosi Produk Unggulan NTB
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-66 NTB, Pj Gubernur bersyukur atas pencapaian Ite Begawe Fest 2024
Kegiatan Ite Begawe Fest menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-66 NTB.
Hassanudin bangga dan bersyukur atas capaian kegiatan Ite Begawe Fest.
“Kami bangga dan sungguh bersyukur atas kepercayaan dan keistimewaan yang diberikan kepada Provinsi NTB. Menjadi tuan rumah kegiatan tahun ini, tentunya kami mencoba berupaya bekerja maksimal,” tuturnya.
Pj Gubernur NTB berterima kasih kepada Kementerian Perindustrian, telah maksimal mendukung IKM di NTB. Puncaknya, melalui kegiatan Ite Begawe Festival dengan terpilihnya 30 IKM BBI, berkisar setahun membina UMKM NTB.
Potensi yang dimiliki NTB, siap berkontribusi aktif dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Bangga Berwisata Indonesia tahun 2024.
Ite Begawe Fest telah menjadi platform mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia, serta memperkuat kemitraan pelaku industri, pemerintah dan seluruh masyarakat.
“Dengan dipilihnya NTB sebagai tuan rumah, diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pengembangan industri kreatif dan manufaktur di daerah, serta menciptakan daya saing di pasar domestik dan internasional,” imbuhnya.
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Ir. Reni Yanita, M.Si dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada Provinsi NTB, atas kolaborasi dan dukungan yang terus dilakukan, sehingga pembinaan ke sektor industri dapat berjalan dengan baik.
Dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Bangga Berwisata Indonesia tahun 2024 ini, telah dilakukan pembinaan dan pendampingan kepada 30 IKM Provinsi NTB, yang akan mempromosikan berbagai produk-produk unggulan yang telah dibuat.
“Tentu saja kami mengajak kepada seluruh bapak-ibu untuk ikut meramaikan stand, membeli berbagai macam produk lokal unggulan, dari seluruh IKM NTB,” tuturnya.
Satu dari 30 IKM yaitu iwani.id merupakan IKM yang masuk dalam kategori produk skincare, telah masuk ke daftar tiga besar IKM terbaik Anugerah Bangga Buatan Indonesia Award untuk kategori kecantikan dan kebugaran.
“Ayo kita beri dukungan untuk seluruh IKM dengan memberikan voting melalui website anugerah.banggabuatanindonesia.co.id sehingga kita harapkan dapat meraih penghargaan bangga buatan Indonesia,” ungkapnya.
Acara pembukaan Ite Begawe Fest 2024berlangsung meriah, dengan menghadirkan hiburan yang diisi putra-putri SMA di NTB.
berbagai lomba juga telah terselenggara seperti Lomba Rias Pengantin Sasambo, Lomba Menu Makan Bergizi, Lomba Menggambar dan Mewarnai dan Lomba Video dari BPPD NTB. she/dyd
Perguruan Tinggi : From Passengers To Be Drivers
Di berbagai perguruan tinggi tanpa disadari yang terjadi justru pembentukan manusia-manusia ‘passenger’
Catatan Manajemen ” Agus K. Saputra
lombokjournal.com ~Perguruan tinggi atau universitas memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, perguruan tinggi bertanggung jawab menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Selain itu, perguruan tinggi juga berperan sebagai pusat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang berkontribusipada kemajuan masyarakat.
Diskusi hangat pun muncul terkait luaran perguruan tinggi. Kubu yang satu beranggapan bahwa perguruan tinggi seharusnya menciptakan calon-calon peneliti. Di kubu lain beranggapan bahwa seharusnya menciptakan mahasiswa yang siap kerja.
Catatan berikutnya akan mengedepankan tentang visi perguruan tinggi. Utamanya dalam menciptakan mahasiswa yang siap kerja sebagaimana “diinginkan” dunia usaha. Sumber catatan ini berasal dari buku Rhenald Kasali berjudul “Self Driving” (2014, hal xi-xiii).
Saya masih ingat di salah satu gedung, kolega saya mengajak kami merumuskan visi-visi universitas. Pada gilirannya, saya menjelaskan perbedaan antara driver dengan passenger untuk menjelaskan “seperti inilah rata-rata mahasiswa Indonesia” dan “seperti inilah yang ingin kita bangun”.
Maksud saya, dunia usaha menghendaki manusia-manusia berkarakter driver yang berkompetensi, namun juga cekatan, gesit, berinisiatif, dan kreatif. Namun, di berbagai perguruan tinggi tanpa disadari yang terjadi justru pembentukan manusia-manusia passenger.
Kaum muda cenderung pandai, namun outputnya adalah manusia-manusia penumpang yang sering saya temui di dalam angkot atau bus kota. Fokusnya adalah buku teks, yaitu memindahkan pengetahuan dari buku teks ke kertas ujian. Jadi pintar itu adalah pintar kertas, dan sarjananya sangat mungkin menjadi sarjana kertas.
Ditambah dengan model pendidikan dasar yang membiasakan siswa menghafal sambil melipat tangan dan duduk manis di bangkunya, maka terbentuklah generasi pasif yang mengakibatkan mereka kalah dengan anak-anak muda yang tak bersekolah tinggi namun memilih merantau ke luar negeri menjadi buruh migran (TKI).
Anak-anak sekolah terisolasi dari lingkungannya yang dinamis. Sedangkan para TKI yang tak sekolah tinggi dipaksa lingkungan berpikir kritis menghadapi dunia baru yang sangat menuntut. Mereka melatih kegesitan, belajar dari kehidupan.
Akibat pendidikan yang demikian, kita melihat fenomena passenger yang sangat menonjol dalam kalangan terdidik. Lalu saat menjalani peran sebagai eksekutif muda, mereka menjalani kehidupan rutin sehingga dikendalikan oleh autopilot-nya yang terprogram rapi, cenderung menghindari risiko.
Bahkan di bangku kehidupannya, mereka boleh mengantuk atau tertidur. Sementara bagi seorang manusia driver, jangankan tertidur, mengantuk saja tidak boleh.
Dari dialog itulah kemudian muncul visi universitas, yang kalimat akhirnya menjadi begini: “Creating graduates from ‘passengers’ to ‘drivers’ in their lives, organization, and new ventures”.
“I love that idea,” ujar salah satu utusan kampus Amerika itu. Untuk itulah visi-misi kami dihubungkan dengan pemikiran itu.
Saya jadi teringat dengan pidato saya di depan para wisudawan di University Pierre Mendez, Grenoble Prancis (28 Juni 2012) yang juga saya beri judul “Be A Driver”. Entah mengapa, setelah itu puluhan mahasiswa dari Tiongkok dan India berebutan foto dengan saya.
Saya menduga, tiba-tiba saja mereka tersentuh dari lamunan bahwa selama ini mereka dipersiapkan menjadi driver untuk memajukan perekonomian bangsanya.
Bayangkan, tanpa diberi ruang untuk komplain, “bar” (atau target) mereka terus dinaikkan oleh atasan dan perusahaan mereka, sehingga tak ada waktu bagi mereka untuk duduk diam. Ibaratnya, kalau tak berenang, napas mereka ada di dalam air.
Mereka dipaksa berenang, mengayuh, dan berlari cepat. Persis seperti ucapan mendiang Syekh Mohammad Al-Mahtum yang meletakkan dasar-dasar perubahan di Dubai. “Kita ini seperti rusa di padang sabana yang dikelilingi harimau-harimau yang siap memangsa. Kalau tidak bisa lari lebih kencang, maka kita akan menjadi mangsa mereka.”
Tetapi mengubah mentalitas memang bukan perkara mudah. Namun, bukankah pendidikan diberikan untuk mengubah manusia?
Maksud saya untuk menghidupkan simpul-simpul berpikir mereka agar kelak mampu berpikir dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan secara mandiri. Dan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari perguruan tinggi hanya akan hidup kalau ditanam dalam jiwa-jiwa yang siap menghadapi tantangan.
Pertanyaannya, bagaimana melatihnya? Sudah tepatkah cara-cara yang dilakukan pusat-pusat pelatihan dan learning center yang dikelola perusahaan-perusahaan nasional? Apakah dengan memberikan ilmu berupa pengetahuan manajerial mereka otomatis akan mendapatkan kompetensi?
Memperbarui cara berpikir, melatih kembali SDM, membersihkannya dari benang-benang kusut, ini tentu tantangan besar bagi Indonesia yang kita cintai. Sebab ketika kita gagal mengemudikan “kendaraan” yang kita sebut sebagai “self” itu, bukan cuma satu dua orang akan menjadi beban bagi lainnya. Melainkan, pudarlah keunggulan daya saing bangsa ini.
Ketika negeri ini memanggil, maka sesungguhnya tak ada seorang pun yang boleh menolaknya. Kendati demikian, Indonesia membutuhkan figur-figur yang bukan cuma pandai di atas kertas, tetapi juga gesit, dan cepat bertindak. ***
#AKUAIR-Perumnas Ampenan, 25-11-2024
Downshifting atau Mengurangi Tingkat Konsumsi
Jadi downshifting adalah mengurangi tingkat konsumsi, meliputi jumlah (kuantitas atau frekwensi), kualitas (kandungan fisik, fungsi, kelengkapan, fitur), atau harga (lebih murah)
Catatam Manajemen : Agus K. Saputra
lombokjournal.com ~ Di negara barat yang perekonomiannya sudah sangat maju, downshifting atau mengurangi tingkat konsumsi semula dilakukan orang bukan karena krisis ekonomi, dilakukan secara sengaja untuk memperoleh kualitas hidupyang lebih dengan bekerja lebih sedikit.
Tindakan mengurangi tingkat konsumsidiambil sebagai respon terhadap hidup yang serba hiruk pikuk di saat ekonomi sedang mencapai puncaknya. Perekonomian memang bergerak mengikuti conjunctur seperti huruf S yang bergulung-gulung.
Pada saat mencapai pertumbuhan, semua orang menikmati konsumsi yang lebih besar. Mereka membeli serta mengambil kredit untuk segala hal. Kredit sebenarnya tidak lain dari sebuah bentuk konsumsi hari ini yang dibiayai dari penghasilan hari esok.
Mengapa mereka begitu berani mengambil kredit? Benar! Jawabannya adalah karena mereka optimis terhadap hari esok. Pada saat itu, hidup dan perekonomian seakan-akan tidak ada masalah sama sekali.
Perasaan-perasaan masyarakat yang sedang berada di era yang tumbuh (bullish) adalah perasaan berkelimpahan (berlebih), cash mudah didapat, ringan mengeluarkan uang (spending) dan optimis.
Dan begitu perekonomian mencapai puncaknya, hampir semua orang tampak sibuk, mengejar peluang ekonomi yang memberi penghasilan besar. Uang dibutuhkan untuk membiayai konsumsi, mencicil utang, dan membiayai gaya hidup.
Pekerjaan tak ada habisnya dan waktu terasa kurang.
Tentu saja kesibukan dan tekanan materialisme ini ada biaya-biaya atau pengorbannya. Sebagian orang membayar dengan kehilangan hubungan sosial, penundaan perkawinan dan memiliki keturunan, bahkan perceraian, dan pertengkaran-pertengkaran.
Sekarang Anda tinggal berhitung, mana yang lebih besar untung ruginya. Sebagian orang merasa tidak ada masalah, ia merasakan untungnya masih lebih besar dan ia meneruskan gaya hidup yang workaholic dengan membayar semua konsekuensinya.
Tetapi, sebagian lagi melakukan sebaliknya yaitu mengurangi tingkat konsumsi. Mereka merasa sia-sia bekerja keras kalau biaya yang dikorbankan lebih besar dari apa yang mereka terima.
“Orang-orang yang saya ceritakan terakhir tadi itulah yang membanting stirnya, memelopori apa yang disebut dengan )mengurangi tingkat konsumsi atau) downshifting,” tulis Rhenald Kasali dalam bukunya Marketing In Crisis (2009: hal. 181-183).
Dalam pengantarnya, Rhenald Kasali menyampaikan ia ingin membantu para pemilik usaha dan professional agar mampu mengambil manfaat dari ancaman krisis. Sebab, saat krisis datang, segala sesuatu berubah, demikian juga dengan pasar, perilaku pembeli, daya beli, pola hubungan, dan sebagainya.
Berbeda dengan pandangan kebanyakan pengamat yang sering menakut-nakuti dunia usaha bahwa krisis menghilangkan daya beli dan pasar, maka ia justru memperlihatkan adanya pasar yang tiba-tiba muncul dari krisis.
Itulah antara lain yang ia istilahkan sebagai marketing therapy, yaitu terapi terhadap fungsi pemasaran agar tim pemasaran memiliki keyakinan bukan hanya untuk survive di tengah kompetisi.
Tapi juga untuk menemukan dan menciptakan pasar baru sehingga Perusahaan tetap bisa tumbuh bahkan di waktu krisis (hal. ix).
Dalam krisis, ada tiga hal penting yang mengemuka (hal. 190-191):.
Pertama, marketing downshifting berpendapat tidak 100 persen konsumen yang menghilang itu benar-benar menghilang.
Sebagian besar justru mengalami perpindahan, yaitu shift, ke tempat lain.
Artinya kalau sebelumnya mereka membeli mobil mewah (baru) 4 buah setahun, barang kali sekarang cukup dua saja, dan dua lagi dibelikan mobil SUV atau MPV untuk keluarga. Jadi, dua di antaranya pinda ke segmen yang berbeda. Itu artinya, logika pasar tiba-tiba hilang berbeda dengan pikiran dan kepercayaan umum.
Kedua, pasar yang tiba-tiba muncul itu terjadi karena pergeseran segmen-segmen di atas maupun di bawahnya. Konsumen yang cemas biasanya bukan mengurangi tingkat konsumsi , melainkan, menggeser produk-produk yang segmennya sedikit lebih rendah.
Sedangkan pengusaha yang menerima tambahan segmen itu bida tiba-tiba menaikkan level konsumsinya pada segemen di atasnya. Jadi, pada masa transisi ini dapat ditemui pasar-pasar baru yang tiba-tiba muncul.
Ketiga, dalam mengepung pasar downshifting, dapat ditempuh cara-cara sebagai berikut:
1.Identifikasi Market Baru
Identifikasi dengan meneropong perilaku downshifting pada individu-individu dan industri. Perbanyak dialog dengan pasar, dan tambahkanlah alternatif-alternatif baru.
2.Bidik Setingkat di Atas atau di Bawah Segmen Lama
Karena konsumen berpindah, dan mengalami down, bidiklah setingkat di atas segmen Anda, dan berikan pelayanan yang terbaik karena meraka masih merasa sebagai premium.
3.Gunakan Pendekatan-pendekatan Baru
Segmen-segmen baru yang mengalami krisis ekonomi itu dijangkau bukan dengan media-media konvensional. Oleh karena itu, Anda harus belajar membidik mereka di dunia maya dan dunia yang mobile. Pastikan Anda tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka.
4.Relaksasi Constraint
Selalu ciptakan ruang untuk membuat konsumen lebih merasa relax dengan aturan-aturan yang baku. Ciptakan rasa percaya dan rasa aman.
5.Tetap Berpromosi
Promosi di masa-masa sulit tetap diperlukan, namun pendekatannya harus diubah untuk menimbulkan simpati dan kepercayaan.
6.Kesan Efisien
Yang dikehendaki konsumen pada masa krisis adalah efisien, bukan gengsi dan bukan pula kemasan yang berlebih. Selalu carikan upaya-upaya baru yang mengesankan Anda peduli terhadap efisiensi.
Orang yang mengurangi tingkat konsumsi atau downshifting adalah orang yang punya pilihan, mereka memilih keluarga, keseimbangan, aktualisasi diri, dan gaya hidup yang lebih sehat. Jadi, ciptakanlah hubungan yang membuat Anda diterima di pasar yang tiba-tiba muncul ini. ***
#AKUAIR-Perumnas Ampenan, 18-11-2024
Ite Begawe Fest, Ajang Promosi Produk Lokal NTB
Beragam inovatif lokal seperti kerajinan, makanan kosmetik hingga fashion disajikan dalam penyelenggaraan Ite Begawe Fest,
MATARAM.LombokJournal.com ~ Kepala Perindustrian (Disperin) NTB, Nuryanti, S.E., M.E, menjadi tamu spesial membahas Ite Begawe Fest dalam Podcast Bintang edisi keenam dari Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, Kamis (14/11/24).
Kepala Perindustrian NTB, Nuryanti
Ite Begawe Fest merupakan festival yang menjadi ajang promosi produk lokalNTB yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan industri kreatif daerah NTB.
Penyelenggaraan Ite Begawe Fest merupakan upaya Disperin NTB untuk meningkatkan daya saing produk-produk buatan lokal.
Dijelaskan, Ite Begawe Fest menyajikan berbagai inovasi produk kreatif lokal seperti kerajinan, makanan, kosmetik, hingga fashion yang diproduksi para pelaku UMKM dan industri lokal.
Acara ini bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga festival yang menyuguhkan berbagai hiburan, mulai dari pertunjukan seni budaya, musik lokal, hingga workshop kreatif.
Dalam podcast Bintang itu, Kepala Disperin NTB, Nuryanti menjelaskan, Ite Begawe Fest merupakan event yang diselenggarakan sebagai wadah untuk mempromosikan produk-produk IKM asli NTB.
Sekaligus pemasaran serta upaya pengembangan SDM untuk meningkatkan kualitas produk, agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas serta sebagai perayaan HUT NTB yang ke-66.
“Ite Begawe Fest ini wadah untuk IKM NTB yang kami buat atas kerjasama dengan Kementerian Perindustrian,” jelasnya di ruang Podcast Bintang Diskominfotik NTB.
Di acara yang sama Aida salah seorang pengusaha yang akan ikut serta dalam giat yang akan berlangsung di awal bulan Desember menjelaskan, penyelenggaraan Ite begawe merupakan kesempatan emas bagi pengusaha lokal dalam mengembangkan produk usaha.
“Kami berterima kasih sekali kepada Dinas Perindustrian yang telah memberikan dukungan dan wadah untuk kami berkarya,” jelasnya.
Di akhir sesi Nuryanti berharap Podcast, Ite Begawe Fest bisa menjadi titik awal menuju perkembangan lebih lanjut industri kreatif di NTB. Dan menjadi contoh acara yang dapat membangkitkan rasa bangga terhadap produk-produk lokal.
“Harapannya Ite Begawe Fest ini dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan kepada masyarakat NTB mari nanti meriahkan di tanggal 6-8 Desember 2024. tutupnya. Panda/Her
Gugus Tugas Bisnis dan HAM dibentuk, Agar Produk NTB Mendunia
Satgas yang menangani Gugus Tugas Bisnis dan HAM dituntut kecermatan dalam menelisik praktek bisnis
MATARAM.LombokJournal.com ~ Gugus Tugas Bisnis dan Hak Asasi Manusia (HAM) Nusa Tenggara Barat (NTB) dibentuk, mendorong produk NTB diterima oleh pasar global.
Dibentuknya Gugus Tugas Bisnis dan HAM juga dimaksudkan agar dapat menjembatani pelaku usaha dan masyarakat dalam mengembangkan bisnis yang menyejahterakan
Sekretaris Daerah Drs HL Gita Ariadi, MSi mewakili Pj Gubernur mengatakan, isu Hak Asasi Manusia secara global sensitif.
Dalam praktek bisnis agar daya saing global produk NTB konpetitif, dan tidak ada pelanggaran HAM.
“Sehingga lingkungan berlangsungnya bisnis menikmati kesejahteraan pula dengan kehadiran bisnis yang memperhatikan hak hak masyarakat,”, ujar Miq Gita di Aula Kantor Perwakilan Hukum dan HAM NTB, Rabu (13/11/24).
Dikatakannya, Satgas yang menangani Gugus Tugas Bisnis dan HAM dituntut kecermatan dalam menelisik praktek bisnis. Agar memenuhi kepentingan para pihak yang diatur pula dalam regulasi bisnis. Khususnya untuk melengkapi produk yang bebas dari proses bisnis yang melanggar HAM.
Dicontohkan label produk halal atau produk pro lingkungan yang dapat menaikkan daya saing di pasar global, mensyaratkan kedua hal tersebut.
Maka “sertifikasi” tak melanggar HAM dibutuhkan oleh para pelaku bisnis sebagai produk unggul di pasar global.
Miq Gita menambahkan pula, indikator pelanggaran HAM di pasar global tersebut nantinya dapat juga berlaku bagi pasar nasional maupun daerah.
Di tyempat sama, Direktur Instrumen HAM Kemenkumham RI, Farid Junaedi mengatakan, program bisnis dan HAM secara nasional menjadi prioritasPemerintah Pusat dalam lima tahun ke depan dengan dibuatnya regulasi terkait.
“Perpres 60 Tahun 2023 tentang bisnis dan HAM diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha dan masyarakat. Ini masih voluntary (sukarela) yang harapannya ke depan bisa menjadi kewajiban,” ujarnya.
Dikatakannya, dibentuknya Gugus Tugas Bisnis dan HAM terutama untuk produk ekspor, yang memenuhi kriteria ramah HAM dimulai dari internal pekerja dan pengusaha dan masyarakat sekitar.
Seperti dikatakan Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Dr Parlindungan SH, MH, Gugus Tugas yang diketuai oleh Penjabat (Pj) Gubernur dan anggota yang terdiri dari beberapa kepala OPD dan lembaga terkait.
Pejabat Kanwil Kumham bertugas melakukan koordinasi, dan pengawasan korporasi dan pelaku usaha lainnya dalam memenuhi indikator HAM. jm
Formula 3ᴾ-6ᴹ-5ᴮ, Pedoman Menuju Growing Company
Dengan berpedoman Formula 3ᴾ-6ᴹ-5ᴮ, perusahaan bisa mencapai pangsa pasar tertentu, bahkan mencapai memiliki memiliki pangsa pasar terbesar (market leader)
LombokJournal.com ~ Berikut ini kajian lama – yang masih relevan hingga saat ini- dari Istijanto Oei (2009, Marketing for Everyone, Jakarta: PT Kompas Media Nusantara, hal 1-119) yang memberi ulasan strategi dan taktik pemasaran dengan berpedomanpada formula 3ᴾ-6ᴹ-5ᴮ.
Formula 3ᴾ-6ᴹ-5ᴮ tersebut “ditelurkannya” untuk menjadi pedoman bagi para marketer atau bagian pemasaran.
Marketing atau pemasaran seringkali dikatakan ujung tombak perusahaan. Karena, pemasaranlah yang membawa uang masuk ke perusahaan. Pemasaran telah membuat suatu merek menjadi dikenal, disukai, dibeli, dan direkomendasikan oleh pelanggan.
Hampir semua perusahaan memiliki kesamaan pola tujuan, yaitu menjadi perusahaan yang tumbuh (growing company) lebih besar, lebih cepat, dan lebih lama. Perusahaan dapat tumbuh karena mendapat pemasukan, yaitu uang yang berasal dari usahanya.
Dengan uang yang masuk tersebut, perusahaan dapat beroperasi dengan lebih baik. Perusahaan dapat merekrut karyawan cerdas dan berdedikasi tinggi, membuka cabang baru, memberikan layanan prima, memuaskan pelanggan, dan sebagainya.
Darimanakah datangnya uang masuk perusahaan?
Jawabannya simpel yaitu dari penjualan produk. Kalau produk dibeli maka uang yang dibayar konsumen akan mengalir masuk ke kas perusahaan.
Sebaliknya, kalau produk yang ditawarkan tidak laku, perusahaan akan mengalami kesulitan atau malah kebangkrutan. Di sinilah peranan utama marketing.
Jadi, apakah fungsi utama marketing di perusahaan? Ujung-ujungnya akan bermuara pada satu tujuan: menciptakan permintaan (demand) pada produk yang dipasarkan.
Permintaan ini bisa diartikan dengan mencapai penjualan tertentu, meningkatkan penjualan, mencapai pangsa pasar tertentu, pertumbuhan pangsa pasar atau bahkan memiliki pangsa pasar terbesar (market leader). Dengan memahami serta mengetahui bagaimana mengimplementasikan Formula 3ᴾ-6ᴹ-5ᴮ
Berpedoman Formula 3ᴾ-6ᴹ-5ᴮ
Sekarang pertanyaannya: bagaimana pemasar bisa menciptakan permintaan?
Untuk memasarkan kita harus berpedoman pada formula 3ᴾ-6ᴹ-5ᴮ.
3ᴾ menunjukkan jumlah aktor utamayang terlibat dalam pemasaran yaitu Pelanggan, Pesaing, dan Perusahaan yang saling berinteraksi.
Selanjutnya, 6ᴹ mengindikasikan jumlah sasaran marketing sebanyak enam dan diawali huruf “M” yaitu Memperoleh pembeli baru, Mempertahankan pelanggan lama, Membuat pelanggan membeli lebih banyak, Mendayagunakan pelanggan, Merebut pelanggan dan Menarik kembali mantan pelanggan.
Terakhir, 5ᴮ merupakan tindakan dasar bagi pemasar yang meliputi: Bagi, Bidik, Bedakan, Benamkan, dan Barui.
Makna 3ᴾ
Perusahaan disebut sukses memasarkan produk kalau produknya selalu dicari, dibeli, dan dikonsumsi secara rutin oleh konsumen. Kalau begitu, bagaimana membuat suatu produk agar sukses?
Jawabannya tergantung pada tiga aktor utama: pelanggan, pesaing, dan perusahaan itu sendiri. Ketiganya saling berinteraksi dan saling mempengaruhi satu dengan yang lain.
Interaksi Perusahaan dan Pelanggan.Mengelola pelanggan menjadi fokus perhatian perusahaan. Maklum, pelangganlah yang “membawa” uang masuk ke perusahaan. Kalau tidak ada uang masuk, lambat atau cepat, perusahaan akan gulung tikar.
Pelanggan hanya membeli produk kita kalau kita bila:
(1) menawarkan barang yang sesuai kebutuhannya;
(2) barang kita bernilai di matanya;
(3) memberi tawaran lebih bagus dibanding pesaing;
(4) memberi kepuasan pelanggan; dan
(5) rutin menjalin hubungan (marketing relationship).
Interaksi Perusahaan dan Pesaing. Pesaing akan muncul jika ada peluang pasar. Terlebih lagi jika peluang pasarnya besar, banyak pemain yang siap memasuki. Keberadaan pesaing juga membantu edukasi atau menyadarkan pasar dan dampaknya adalah ukuran pasar semakin membesar.
Di sinilah peranan marketing untuk membuat suatu merek terus bertahan dan tumbuh. Untuk itu marketing harus mendata siapa pesaingnya, apa kelebihan dan kelemahan tawarannya. Sehingga perusahaan dapat memenangkan persaingan dan menjadi market leader.
Interaksi Pesaing dan Pelanggan. Perusahaan yang memiliki pelanggan paling besar dinamai market leader. Pesaing cenderung merebut pelanggan yang kita miliki.
Pesaing akan menarik pelanggan kita dengan mengiming-imingi kelebihan tawarannya di atas kekurangan kita. Terhadap gerakan pesaing, kita perlu merespons secara bijak.
Memperoleh pembeli baru sebanyak mungkin. Pembeli baru adalah orang yang sebelumnya tidak pernah membeli. Mereka berprospek “membawa” uangnya pada kita jika membeli produk kita.
Tugas kita mendorong mereka membeli produk kita pertama kali.
Ini dilakukan dengan cara:
(1) mengenalkan merek kita;
(2) menawarkan barang yang sesuai keinginannya;
(3) mengedukasi pelanggan; serta
(4) meningkatkan kemampuan dan keinginan membeli.
Mempertahankan pelanggan lama supaya mereka membeli produk kita terus menerus selama hidupnya, tidak berpindah ke pesaing (pelanggan loyal atau setia).
Ini dilakukan melalui cara:
(1) membuat mereka puas;
(2) menjalin hubungan berkelanjutan;
(3) memberi penghargaan kepada mereka, dan
(4) mefasilitasi komunitas pelanggan.
Membuat pelanggan membeli lebih banyak. Dengan membeli lebih banyak, perusahaan kita cepat tembuh karena uang yang mereka bawa. Ini dilakukan dengan membuat mereka membeli lebih banyak (more buying) melalui 👍
(1) frekuensi pembelian lebih sering;
(2) volume pembelian lebih besar;
(3) manfaat baru;
(4) produk pelengkap; dan
(5) pembelian paket.
Mendayagunakan pelanggan untuk mendukung penjualan produk kita, merekomendasikan ke relasi, memberi kesaksian, mewariskan ke anak cucu, dan ikut menciptakan nilai bersama.
Merebut pelanggan pesaing berpindah ke kita. Dinamika pemasaran saat ini adalah kalau bukan pelanggan kita yang direbut, maka kitalah yang merebutnya. Ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu daya tarik dan daya tolak.
Daya tolak adalah aspek negatif yang membuat pelanggan keluar dari produk sebelumnya, seperti harga mahal, boros, cepat rusak, layanan buruk, mutu jelek, merusak kesehatan, dan lain-lain.
Daya tarik merupakan aspek positif kita yang menguntungkan bagi pelanggan pesaing dan membuat mereka “bernafsu” dengan produk kita seperti harga lebih murah, lebih awet, kinerja lebih cepat, lebih tahan lama, lebih bermutu, layanan lebih sopan, lebih aman, lebih sehat, dan lebih-lebih yang lain.
Untuk merebut pelanggan maka marketer harus membongkar sisi lemah pesaing di hadapan pelanggan, lalu tawarkan kelebihan produk kita yang berbeda dari pesaing dan sangat bermanfaat bagi pelanggannya.
Menarik kembali mantan pelanggan kita yang berpindah ke pesaing kembali ke pangkuan kita. Mengapa pelanggan kita tidak lagi membeli dari kita atau berpindah ke pesaing?
Pertama, mereka merasa kecewa setelah membeli dan merasakan produk kita. Kedua, kita kalah dibanding pesaing. Untuk menarik kembali mantan pelanggan dilakukan dengan cara:
(1) melakukan strategi pemulihan;
(2) melakukan balasan ke pesaing; dan
(3) mengaktifkan ikatan pelanggan.
Makna 5ᴮ
Bagilah pasar (marketing segmentation) lebih dulu supaya kita bisa mengetahui perbedaan kebutuhan, masalah, dan keinginan tiap-tiap orang yang berbeda. Selanjutnya, sesuaikan tawaran kita dengan tiap segmen.
Bidiklah segmen yang berprospek cerah. Bidikan (targetting) berguna untuk menentukan segmen mana yang paling baik dibidik oleh perusahaan.
Bedakan tawaran kita. Perbedaan (differentiation) menjadi daya tarik dalam pemasaran. Maklum, sesuatu yang sama atau “itu-itu saja” akan menjemukan dan tidak menarik. Jadi, berlombalah menawarkan pembeda atau diferensiasi marketing mix dari pesaing supaya produk kita menarik konsumen.
Benamkan pembeda kita ke pikiran konsumen. Karena diferensiasi kita dari pesaing tidak ada gunanya, kalau tidak diketahui pelanggan. Ini berarti kita harus “meneriakkan” perbedaan itu. Dengan mencekoki komunikasi yang berulang kali dan di mana-mana, pelanggan akan tahu perbedaan kita. Inilah yang dinamakan komunikasi pemasaran terpadu (integrated marketing communication).
Yang perlu diingat, kita tidak harus memilih media yang mahal tetapi pilihlah media yang efektif menjangkau audiens kita.
Barui lagi saat diperlukan. Dengan berubahnya keadaan, kondisi ekonomi, dan perubahan lainnya, marketing juga melakukan pembaruan. Maka 4ᴮ (Bagi, Bidik, Bedakan, dan Benamkan) juga dibarui.
Memperbarui memang dibutuhkan supaya penerimaan (revenue) perusahaan dapat terus meningkat dan bertahan lama. ***
#AKUAIR-Perumnas Ampenan, 11-11-2024
Donasi Sosial Sheraton Senggigi Beach untuk Murid Sekolah
Program donasi sosial yang dilakukan Sheraton Senggigi Beach Resort merupakan tanggung jawab dalam bentuk bakti sosial untuk masyarakat sekitar
LOBAR.LombokJournal.com ~ Salah satu sanggraloka pantai, yakni Sheraton Senggigi Beach Resort, melakukan program donasi sosial. Program tersebut berupa pemberian sepatu untuk anak sekolah di Kabupaten Lombok Barat.
Ada dua sekolah dasar dan satu panti asuhan yang menjadi sasaran penerima kegiatan tersebut.
“Akan ada kegiatan donasi sosial lainnya dengan sasaran 7 sekolah di Lombok Utara,” ujar Manajer Umum Sheraton, Fransisca Thorogood, Kamis (07/11/24).
Dua sekolah yang dimaksud adalah Sekolah Dasar Negeri 1 Senggigi dan Sekolah Dasar Negeri 2 Batu Layar. Selain itu, ada satu Panti Asuhan yang berlokasi di sekitar Senggigi.
Kegiatan donasi sosial Sheraton Senggigi Beach Resort merupakan program yang diinisiasi oleh Marriot Internasional yang berpusat di Amerika, sebagai induk perusahaan yang menaungi hampir 100 hotel dan resort di Indonesia termasuk Sheraton Senggigi Beach.
Kegiatan sosial menjadi agenda tetap Sheraton Senggigi sebagai tanggung jawab dalam bentuk bakti sosialuntuk masyarakat sekitar. Termasuk diperuntukkan anak sekolah.
“Marriot internaaional merupakan organisasi perhotelan berpusat di Amerika. Di Indonesia kita ada 100 hotel. Sering membantu sekolah dan kegiatan membersihkan pantai. Yang dilakukan kali ini, hotel-hotel marriot di Lombok dan Labuan Bajo mengumpulkan donasi membeli sepatu. Ini sebagai apresiai kami terhadap masyarakat yang ada di Lombok,” jelas Fransisca.
Selain kegiatan pemberian sepatu untuk anak sekolah, sebelumnya Sheraton juga menyelenggarakan kegiatan “Lari Amal” yang berlangsung beberapa waktu lalu, menjadi tuan rumah kegiatan lomba lari bertajuk Road to Give Lombok yang diinisiasi Marriot International merayakan sepuluh tahun inisiatif Road to Give.
Dengan tema empowering children’s education together , hasil dari kegiatan tersebut disumbangkan ke tujuh sekolah di Kabupaten Lombok Utara dalam bentuk materi pembelajaran. AST.
HIPMI NTB Gelar Musda XV, Ajang Ciptakan Generasi Penerus
Sekda NTB menyampaikan harapan, HIPMI NTB bisa terus menjadi mitra pemerintah yang strategis di masa mendatang,
MATARAM.LombokJournal.com ~ Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si mengatakan, Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) NTB telah memberi kontribusi nyata bagi pembangunan di NTB.
Hal itu disampaikan Sekda saat menyampaikan sambutan pada acara Musyawarah Daerah XV Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI NTB.
Musda yang bertema “Menghadapi Tantangan Global dengan Sinergi dan Inovasi” tersebut berlangsung di Mataram, Jum’at (08/11/24).
Pelaksanaan Musda XV, dijelaskan Miq Gite, menjadi ajang menciptakan generasi penerus di masa mendatang.
“Ini adalah warisan yang harus diteruskan oleh kepengurusan selanjutnya dan ditingkatkan menjadi lebih baik lagi,” pesan Miq Gite.
Selain itu, Miq Gite berharap agar HIPMI NTB bisa menjadi gerbong yang aktif dan progresif untuk mendukung pembangunan di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sekda NTB berharap agar Musda dapat berlangsung dalam suasana penuh persahabtan dan kompetisiyang tidak saling mencederai.
“Semoga HIPMI NTB bisa terus menjadi mitra pemerintah yang strategis di masa mendatang,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum HIPMI NTB yang sebelumnya, I Putu Dedy Saputra dalam sambutannya berharap agar kepengurusan yang baru dan anggotanya bisa terus mengasah keterampilan di berbagai bidang.
HIPMI NTB bisa terus memberikan dampak positif bagi masyarakat. I Putu Dedy berharap melalui kepengurusan HIPMI yang baru, banyak lapangan pekerjaan bisa tercipta demi meningkatnya kesejahteraan masyarakat NTB.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum HIPMI Pusat Akbar Buchari, berharap agar HIPMI NTB bisa terus bertumbuh untuk mengejar target ekonomi Indonesia yang ditargetkan tumbuh sebanyak 8 persen di bawah kepemimpinan presiden dan wakil presiden yang baru.
Oleh karena itu, HIPMI pusat berharap HIPMI NTB bisa berkolaborasi bersama pemerintah daerah dan seluruh stakeholder, terkait untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Musda sekaligus pemilihan ketua dan pengurus terbaru HIPMI NTB ini, menjadi ajang untuk mengevaluasi program sebelumnya, sekaligus menyusun program terbaru yang lebih baik. nov/dyd
Gerakan Pangan Murah, Jaga Stabilitasi Harga Pangan
Selama tahun 2024 Pemperintah Provinsi NTB menggelar gerakan pangan murah sebanyak 23 kali
MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB mengadakan Gerakan Pangan Murah dalam rangka StabilitasiPasokan dan Harga Pangan yang bersamaan dengan Haul Yayasan Al – Amin Pejeruk, Kamis (07/11/24).
Gerakan Pangan Murah ini sudah dilakukan sebanyak 23 kali selama tahun 2024.
Hal itu dikatakan Kepala Bidang PSBE dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pemprov NTB, Raisah SE MM, Kamis.
“Kegiatan gerakan pangan murah kali ini menyediakan berbagai kebutuhan bahan pangan pokok,” ungkapnya.
Beberapa produk yang tersedia, beras, telur, gula, minyak goreng, sayur-sayuran, bawang merah dan putih, PUPN menyediakan beras petani, Bulog beras SPHP, MGM dan distributor lainnya.
“Senang dengan program gerakan pangan murah ini, karena bisa membeli bahan pokok dengan harga terjangkau, semoga pemerintah bisa terus mengadakan kegiatan seperti ini,” tuturnya. Serly/her