KLU Dapat Kuota 900 Vaksin PMK Ternak Sapi 

Setelah ada penambahan jatah kuota vaksin untuk KLU, DKP3 melakukan peluncuran penyuntikan vaksin PMK

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Peluncuran penyuntikan vaksin PMK untuk ternak sapi berlangsung di Dusun Kelui Desa Malaka Kecamatan Pamenang, Jum’at (08/07/22).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara, Tresna Hadi, didamping Kabid Peternakan, dr.Sarudi, mengawasi langsung di Dusun Kelui Rt 2. 

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut kegiatan vaksin sebelumnya di tempat tempat berbeda, di seluruh Kecamatan di wilayah Kabupaten Lombok Utara. 

DKP3 KLU melakukan peluncuran Vaksinasi PMK

Tim terdiri dari Dinas DKP3 KLU, Kepolisian, dan anggota TNI yang bertugas di wilayah Kabupaten Lombok Utara, di sela-sela peluncuran penyuntikan vaksin, juga menyempatkan meninjau kandang sapi milik warga setempat.

Selain itu, memberikan saran agar tetap menjaga kebersihan sesuai standar kesehatan PMK.

BACA JUGA: Turnamen Bulu Tangkis Bupati Cup I, Resmi Ditutup

Tresna Hadi mengatakan, untuk Kabupaten Lombok Utara mendapatkan jatah kuota vaksin 900 dosis, yang sebelumnya hanya 600 dosis. 

Menurutnya, KLU populasi sapinya cukup besar dan dokternya bersama petugas yang lain juga siap,  jadi jatah vaksin sitambah 300 lagi dari 600 jatah sebelumnya. 

“Kami berterima kasih kepada Pak Bupati atas antisipasi dalam Wabah PMK ini. Kepada masyarakat dihimbau, jika hendak menjual hewan ternak untuk dilihat kondisinya terlebih dahulu. Gejalanya ada tidak, jika ada bisa dilaporkan supaya lebih aman,” tutur Tresna Hadi.

Tresna Hadi juga berharap, jika ada kematian ternak sapi akibat PMK, masyarakat dihimbau agar tidak langsung mengubur atau membuangnya. 

Karena tentu ada tata caranya dalam mengubur hewan, sarannya.

Tresna Hadi menjelaskan, vaksin yang diterima langsung akan disalurkan ke desa desa yang rawan PMK. 

“Petugas kita siap, para dokter hewan juga siap dan diharapkan kepada masyarakat yang menjumpai gejala PMK langsung laporan ke Dinas terkait. Kebersihan kandang harus dijaga, dan penyemprotan desinfektan harus dilakukan secara berkala,” katanya.

Menurutnya, pemberian vaksinasi PMK adalah hal baik bagi ternaknya. Sebab, peternak tidak lagi diliputi kekhawatiran ternaknya akan terkena PMK.

“Kita resah dan waspada sebelumnya, namun dengan adanya vaksin ini tentu membuat lega kami sebagai peternak,” ucapnya.

BACA JUGA: BPBD KLU “Pentingnya Perencanaan Partisipatif Kebencanaan”

Tresna Hadi menceritakan, selaku Kepala Dinas DKP3 KLU, pihaknya juga berupaya perintahkan seluruh petugas untuk segera perawatan ternak, seperti menyemprot desinfektan ke kandang. 

Bahkan, ia juga menyarankan membuat ramuan sendiri untuk diberikan pada ternak masing masing, tuturnya pada wartawan media ini.

“Upaya apa pun kita lakukan agar ternak bisa sembuh, kami buat ramuan sendiri dari campuran buah mengkudu, daun binahong, daun ketela, daun jarak dan lain lain. Dan Alhamdulillah berhasil, ternak bisa sembuh,” imbuhnya.

Sampai Jum’at (08/07) ini ternak yang sudah di vaksin sejumlah 200 ekor. 

Sementara untuk Kecamatan Kayangan masih dalam proses dan akan di sampaikan dalam berita selanjutnya. ***

 

 




Gubernur NTB Inginkan Solusi Terbaik Bagi PKL

Buka Rakerwil DPW APKLI NTB, Gubernur NTB inginkan alternatif bagi PKL

LOBAR.lombokjournal.com ~ Melaksanakan aturan Pemerintah untuk menjaga keindahan kota, perlu ada  alternatif solusi terbaik bagi Pedagang Kaki Lima (PKL). 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan itu saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW APKLI, di Hotel Jayakarta Lombok Barat, Rabu (06/07/22).

BACA JUGA: NTB Kembangkan Paket Wisata, Manfaatkan Event Internasional

Gubernur inginkan solusi terbaik untuk PKL

Bang Zul sapaan akrab Gubernur mengakui, yang berkuasa memegang jabatan bukan pada posisi yang sederhana. 

Dicontohkan, di Tanah Abang susah kendaraan bisa jalan karena PKL itu melampaui batas normal, bahu jalan yang digunakan untuk jualan. 

Maka yang berkuasa dengan aturan tetap punya nurani mempertimbangkan teman-teman yang melakoni peran sebagai PKL. 

“Mudah-mudahan, Rakorwil kali ini bisa memberikan suatu alternatif solusi. Ke depannya PKL bisa dibantu, diarahkan, dan dibina sehingga menjadi tuan rumah ditanahnya sendiri,” kata Bang Zul.

Sementara itu, Ketua DPW Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Abdul Majid menhatakan terus bersama-sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB untuk bersinergi.

“Mudah-mudahan dalam Rakorwil DPW APKLI bisa memberikan solusi terbaik sehingga perlu melakukan pemberdayaan terhadap PKL untuk dibina dan diarahkan,” katanya.

Mengingat dari waktu ke waktu, kata Majid  para PKL terus menjamur dimana-mana. 

BACA JUGA: MTQ ke XXIX 2022 Provinsi, Kabupaten Bima Juara Umum

Karena itu merupakan pintu rezeki sebagai satu-satunya sumber pencaharian bagi mereka untuk menghidupi keluarganya. 

Selanjutnya, Gubernur Bang Zul didampingi Ketua DPW APKLI NTB untuk memberikan santunan anak yatim-piatu secara simbolis. ***

 

 




Bank Indonesia NTB Paparkan Sistem Pembayaran QRIS

Sambil memaparkan kondisi ekonomi global dan domestik, Bank Indonesia NTB jelaskan program sistem pembayaran Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS)

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pimpinan Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB melakukan pemaparan pada Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, terkait kondisi ekonomi global dan domestik, termasuk menyampaikan beberapa program dari BI untuk masyarakat.

Pimpinan Bank Indonesia NTB memaparkan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS)

Salah satu program Bank Indonesia yang menarik perhatian Wagub yaitu, Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

BACA JUGA: Gubernur NTB Tegaskan Pentingnya Pengendalian Inflasi

QRIS sendiri dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Pemaparan itu direspon sangat baik oleh Wagub Ummi Rohmi, sapaan akrabnya saat menerima audiensi dari Kepala Perwakilan NTB Bank Indonesia di ruang kerjanya, Selasa (05/07/22).

“Bagus itu, jadi semua transaksi bisa lebih gampang. Kita pasti support lah ya,” kata Wagub antusias.

Merchant hanya perlu membuka rekening atau akun pada salah satu penyelenggara QRIS yang sudah berizin dari BI. 

Selanjutnya, merchant sudah dapat menerima pembayaran dari masyarakat menggunakan QR dari aplikasi manapun penyelenggaranya. 

Kepala Perwakilan NTB Bank Indonesia, Heru Saptaji juga menyatakan, dengan menggunakan QRIS seluruh proses transaksi yang terjadi antara pelanggan dan penjual akan jauh lebih mudah, cepat dan aman.

BACA JUGA: Revitalisasi Posyandu Dapat Dukungan Pusat

“Jadi masyarakat sekarang tidak perlu repot-repot lagi bawa uang tunai, cukup pakai QRIS dan tentunya lebih secure karena menggunakan kode,” jelas Heri.

Turut mendampingi Wagub pada audiensi tersebut yaitu, Kepala Bappeda Provinsi NTB dan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB.***

 

 




Gubernur NTB Tegaskan Pentingnya Pengendalian Inflasi

Hadiri Rakor TPID, Gubernur NTB tegaskan pentingnya pengendalian inflasi daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dengan banyaknya berbagai perhelatan berskala Nasional maupun Internasional terselenggara di Provinsi NTB, sehingga penting  pengendalian inflasi daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

BACA JUGA: Provinsi NTB Siap Jadi Pilot Project Green Energy

Gubernur NTB tegaskan pentingnya pengendalian inflasi daerah

“Banyak Event Internasional maka harus dibarengi dengan pengendalian inflasi, karena jika harga tinggi maka akan ada kenaikan harga, karena demandnya tinggi,” ungkap Bang Zul saat menghadiri rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB bertajuk “Pentingnya Sinergitas Untuk Menjaga Ketersediaan dan Pengendalian Bahan Pokok” Menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H berlangsung di Hotel Lombok Raya, Selasa (05/07/22).

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi NTB, H. Wirajaya  megatakan, Rakor TPID diadakan untuk mendapatkan strategi apa yang bisa di intervensi.

“Menjelang Hari Raya Besar kita melakukan rakor supaya kita mendapatkan strategi apa yang bisa kita intervensi, dimana ada kelebihan stok disitu kita bisa distribusikan,” tutur Kepala Biro Ekonomi.

Ia juga menganalogikan inflasi seperti mengukur tensi darah, tidak boleh teralu tinggi dan terlalu rendah, harus dalam posisi normal. 

“Ketika dijual petani atau produsen itu untung, tetapi masyarakat dapat membeli dengan harga yang terjangkau dan layak, sehingga prinsipnya ada keseimbangan antara produksi dengan harga jual tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: Revitalisasi Posyandu Dapat Dukungan Pusat

Ia menjelaskan terkait optimalisasi 4K, yaitu Ketersediaan stok, Kelancaran Retsribusi, Komunikasi Efektif dan Ketergantungan Harga. Hal ini dikarenakan untuk menjaga agar supaya bahan pokok tersedia dan harga – harga terjangkau ditengah masyarakat.***

 

 




Pesan Gubernur NTB Saat Pelantikan DPD APERSI NTB

Gubernur NTB punya pesan mendalam saat menghadiri pelantikan DPD APERSI

MATARAM.lombokjournal.com ~ Para pengembang kadang-kadang merasa dekat satu meja, tetapi hati dan perasaannya (sebenarnya) jauh. 

Hal itu disampaikan Gubernur, Zulkieflimansyah, saat menghadiri pelantikan Pengurus DPD Asosiasi Pengembang dan Perumahan Seluruh Indonesia (APERSI) NTB masa bakti 2022-2026, di Hotel Aston Inn Mataram, (01/07/22).

Karena itu, Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul itu mengajak sering-sering bertemu dan bersama-sama, bila satu sukses sehingga menghasilkan kesuksesan bagi yang lainnya.

BACA JUGA: Gubernur Buka MTQ ke XXIX 2022 di Lotim 

pesan gubernur saat pelantikan APERSI NTB

“Asosiasi itu bukan kompetisi melainkan asosiasi adalah kerendahan hati untuk duduk bersama untuk mencapai kesuksesan, bila dia sukses kita juga sukses dan kita senang bukan sebaliknya merasa iri hati, dengki, hasad akhirnya kita tidak dapatkan apa-apa,” tandasnya.

Sebelumnya Bang Zul menyampaikan atas nama Pemerintah Daerah NTB mengucapkan apresiasi dan selamat kepada pengurus DPD APERSI NTB telah dilantik. 

“Mudah-mudahan, mampu menghadirkan papan bagi masyarakat sehingga menjadi terpenuhi. Selain memiliki wilayah yang mungil dan asri di NTB,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD APERSI NTB, Ismed Fathurahman Maulana menyampaikan terimakasih kepada DPP APERSI yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan untuk memimpin organisasi. 

Ia berjanji selalu bersinergi dengan stakeholder terkait.

BACA JUGA: Wapres Serahkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan NTB

 “Kami akan terus berjuang menyediakan Perumahan Rakyat, Perumahan Subsidi dan Komersil dan terus membangun rumah-rumah yang layak huni dengan fasilitas yang baik,” pungkasnya. 

Untuk diketahui APERSI ini adalah Asosiasi kedua tertua di Indonesia yang lahir pada tanggal 10 November 1998 yang sudah ada di 28 Provinsi. Sehingga menjadi sejarah NTB menjadi DPD APERSI yang ke-29. ***

 




Bantuan Mesin dan Alat Pancing untuk Nelayan Sembaro

KUB Saka Bahari Dusun Sembaro terima bantuan dari Dana Pokir atau Dana Aspirasi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bantuan alat tangkap perikanan  diserahkan kepada Kelompok Usaha Bersama Saka Bahari KUB SB, Dusun Sembaro Desa Genggelang Kecamatan Gangga, Jum’at (01/07/22). 

Bantuan tersebut bersumber dari dana Pokok Pikiran (Pokir) atau Dana Aspirasi, yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lombok Utara  sebesar Rp 34.225.000.

Bantuan alat tangkap ikan dari Dana Aspirasi

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perikanan DKP3 KLU, Sugiartadi, Sp, dan disebutkan

BACA JUGA: PBSI KLU Gelan Open Tournamen Bulu Tangkis Bupati Cup I

bantuan berupa mesin  ketinting Lima (5) unit, alat pancing tongkol 15 unit dan 1 perahu (sampan).

“Bantuan ini sesuai dengan kebutuhan kelompok nelayan, yang diharapkan digunakan sebaik-baiknya dan tepat sasaran,” kata Sugiartadi. 

Pengelolaan bantuan alat nelayan dikelola dan dipelihara bersama untuk kepentingan bersama. 

Jika ada hasil tangkapan juga harus disisihkan untuk pemeliharaan dan pengembangan kelompok usaha bersama.

Agar ke depan dengan pengembangan ini bisa beli mesin sendiri untuk anggota yang belum memiliki. 

“Kalau bantuannya itu sesuai kebutuhan masyarakatnya dan pengusulannya dari masyarakat langsung ke pemerintah, diharapkan pihak Dinas DKP3 Bidang Perikanan sebatas memfasilitasi usulan tersebut,” kata Sugiartadi.

Sementara itu, Ketua KUB”Saka Bahari” (KUB SB), Jaya Ruslan (31) merasa terbantu dengan adanya bantuan mesin dan alat pancing serta perahu (sampan) tersebut.

Ia berjanji di depan anggota dan petugas dari dinas untuk memanfaatkan sarana bantuan bersama anggotanya. 

BACA JUGA: NTB Jadi Pusata Data Iklim Terbesar di Asia Tenggara

Selama ini diakuinya, nelayan masih menggunakan alat tradisional seadanya. Sehingga hasil tangkapun sangat minim. 

Mudah mudahan dengan adanya tambahan sarana bantuan ini, kelompok yang di pimpin Jayadi akan semakin bergairah dan lebih baik kedepan, harapnya. ***

 




Sirkuit Mandalika, Lokomotif Pemulihan Pariwisata 

Menururt Wagub NTB, Sirkuit Mandalika membawa optimisme pertumbuhan kawasan Bali-Nusra, dan pemulihan pariwisata Nasional

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sirkuit Mandalika membawa optimisme baru bagi pertumbuhan kawasan dalam daerah NTB maupun regional Bali dan Nusa Tenggara, sebagai Lokomotif pemulihan pariwisata nasional.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah  saat menjadi Keynote Speaker pada Webinar Series Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS)  Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember ke-8 di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Mataram Kamis (30/06/22).

BACA JUGA: Wapres Pastikan Wabah PMK Terkendali di Musim Qurban

Wagub NTB jadi keynote speaker webinar membahas Sirkuit Mandalika

Ummi Rohmi panggilan akrab Wagub menjelaskan, terdapat banyak dampak positif yang diberikan  dengan kehadiran Sirkuit Mandalika ini. 

Pemerintah NTB pun juga optimis memasang target akibat dampak positif tersebut.

“Dengan Kehadiran DPSP Mandalika, NTB optimis dapat mempercepat Penurunan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang lebih progresif  dan IPM meningkat,” ucapnya.

Wagub dalam paparannya juga mengungkapkan NTB, tak hanya Sirkuit Mandalika, saat ini NTB memiliki Sport Tourism yang bervariatif.

 Selain penyelenggaraan WSBK dan MotoGP di Sirkuit Mandalika, terdapat MXGP di pulau Sumbawa tepatnya di Sirkuit Rocket Motor MXGP Samota. 

Hal ini pula yang menempatkan Sport Tourism menjadi salah satu destinasi unggulan pariwisata yang dimiliki oleh Provinsi NTB.  

“Sport Tourism sebagai destinasi unggulan pariwisata di Provinsi NTB,”ungkapnya.

Selain itu alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember ini (ITS) Surabaya ini tak henti-hentinya mengajak seluruh mahasiswa, dosen hingga alumni ITS untuk datang dan menikmati indahnya NTB. 

BACA JUGA: Pasca MXGP, BPS NTB Lakukan Kajian Dampak Ekonomi Daerah

NTB memiliki dua pulau yaitu Pulau Lombok dan Sumbawa yang memiliki destinasi-destinasi yang tak kalah indah dan menariknya dengan daerah lain di Indonesia,bahkan mancanegara. ***

 




KLU Dapat Vaksin Ternak 600 Dosis, Baru Terima 500 Dosis 

Hari ini KLU mulai pelayanan vaksinasi PMK UNTUK 500 ekor ternak 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pelayanan Vaksinasi penangkal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), saat ini sedang berlangsung di Kabupaten Lombok Utara. 

Diharapkan dengan dimulainya vaksinasi ini mengurangi kecemasan para peternak sapi terkait merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) akhir-akhir ini.

Tresna Hadi membenarkan berlangsungnya layanan vaksinasi PMK di KLU
Tresna Hadi

Penanganan Vaksin ternak di Kabupaten Lombok Utara sampai hari ini sudah mencapai 500 ekor ternak dari 600 dosis yang di tergetkan. 

BACA JUGA:Wagub NTB Yakin, MTQ di Lotim akan Sukses

Kabid Peternakan, DKP3 KLU, dr Sarudi menjelaskan itu pada wartawan, Kamis (30/06/22) di kantornya. 

Ia menjelaskan, dari 4000 dosis jatah paksin yang tersebar di beberapa daerah, NTB mendapatkan jatah 2400 dosis vaksin yang terbagi ke beberapa daerah Kabupaten. 

Sementara untuk Kabupaten Lombok Utara mendapatkan jatah 600 dosis. Dan baru terima 500 dosis vaksin. 

Jatah 500 dosis sudah terpakai semua dalam beberapa hari ini, dan sisanya 100 dosis belum diterima, kata dia. 

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perkebunan dan Perikanan KLU, Tresna Hadi, SP, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya. Kamis (30/06/22).

“Kita mendapat alokasi vaksinasi untuk antisipasi wabah PMK itu sebanyak 600 dosis, yang Insya Allah sudah kami sebar di tiga kecamatan yang aman dari PMK,” kata Kepala Dinas DKP3, Tresna Hadi. 

Menurutnya, populasi ternak di Kabupaten Lombok Utara mencapai 128.782 ekor yang rentan PMK. 

Berdasarkan data terahir yang terpapar PMK sudah mencapai angka 10.433 ekor. Sementara yang sehat 118.349 ekor. 

Dilihat dari jumlah yang sehat mencapai 118.349 ekor, sementara jatah dosis vaksin 600 dosis maka sisanya yang sehat masih banyak yang belum bisa tertangani, tutur Tresna Hadi.

BACA JUGA: Pasca MXGP, BPS NTB Lakukan Kajian Dampak Ekonomi Daerah

Populasi 128.782 ekor yang rentan PMK ini terdiri dari Sapi, Kerbau, Kambing dan Babi.

“Harapan kami vaksinasi bisa dipercepat dan ditambah vaksinnya, agar ternak ternak yang yang sehat dan belum sempat divaksin di KLU segera divaksin untuk mengantisipasi wabah, agar jangan sampai berkembang di Kabupaten Lombok Utaral,” harapnya. ***

 

 




Pasca MXGP, BPS NTB Lakukan Kajian Dampak Ekonomi Daerah

Kajian Dampak Ekonomi Daerah pasca MXGP, Gubernur NTB: motivasi Daerah Lain

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kajian dampak ekonomi pasca MXGP Samota 2022 tengah dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB sebagai lembaga pengolahan data. 

Sebanyak 29 orang surveyor dengan jumlah responden yang terealisasi 581 responden.

Gubernur NTB mengunjungik Kantor BPS NTB
Gubernur Zulkieflimansyah

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah berharap, agar data yang dikelola BPS segera terkumpul, dan hasilnya memotivasi semangat kepada daerah lain untuk menyelenggarakan event Internasional serupa.

BACA JUGA: Gubernur NTB Serahkan Bantuan untuk Rumah Singgah Nusantara

“Studi kita ini, betul-betul menciptakan pelecut semangat kepada semua daerah,” ungkap Gubernur NTB saat mengunjungi secara langsung Kantor BPS Provinsi NTB, Kamis (30/06/22).

Senada dengan Gubernur NTB, Komandan Lapangan MXGP Indonesia, Ridwansyah mengatakan, data-data yang dikelola BPS dapat memberikan motivasi bagi Pemerintah Daerah lain.

“Dengan adanya angka angka ini, kami yakini dapat memberikan motivasi bagi Pemerintah daerah lain, karena setiap daerah memiliki destinasi yang bisa layak untuik dibuatkan event internasional,” tuturnya.

Selain itu, Ridwansyah mengucapkan terimakasih kepada BPS NTB karena dengan adanya data-data yang diolah dapat mengukur dampak perekonomian daerah.

“Kami sangat berterimakasih dengan BPS, sehingga dengan adanya data ini kita bisa mengukur, masa pandemi ternyata event-event seperti ini mampu mengungkit ekonomi didaerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin, MM menjelaskan, kajian ini dilakukan dengan sinergitas seluruh stakeholder, sehingga survey di lapangan dapat berjalan lancar.

BACA JUGA: Harganas 2022, BKKBN NTB Diingatkan Jaga Sinergitas dan Kolaborasi

“Alhamdulillah, selama penyelenggaraan kemarin, teman-teman dari BPS Provinsi NTB, BPS Sumbawa dan ditambah surveyer sebanyak  20 surveyer yang direkrut oleh Pemda Sumbawa, sehingga terkumpul sebanyak 581 responden dari target kami 560 jadi melampaui dari target,” pungkasnya.***

 




NTB Segera Bentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah 

Gubernur NTB menyambut baik terbentuknya Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah di NTB  

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zukiflimansyah, M. Sc., menyambut baik silaturahmi Manajemen Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Ruang Kerja Pendopo Gubernur di Mataram, Rabu (29/06/22).

Silaturahmi Manajemen Eksekutif KNEKS bersama rombongan itu terkait akan dibentuknya Manajemen Eksekutif Daerah di seluruh Provinsi Indonesia.

BACA JUGA: Wagub NTB Yakin MTQ di Lotim akan Sukses

Gubernur NTB bersama Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah
Gubernur Zul dan Sutan Emir Hidayat

“Kita sambut baik, akan segera membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah di NTB,” jelas Bang Zul sapaan akrab Gubernur.

Sementara itu, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Dr. Sutan Emir Hidayat, MBA., mengatakan, kehadirannya di NTB dalam rangka mendorong kelembagaan Ekonomi dan Keuangan Daerah yang akan membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah.

Ia menyebutkan, saat ini sudah resmi terbentuk di Provinsi Sumatera Barat, kemudian Riau, Jawa Barat dan Gorontalo sedang dalam proses. 

NTB dinilai luar biasa, karena Gubernur Zulkieflimansyah akan segera membentuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah.

“Bisa jadi dengan semangat Gubernur itu,,” ujarnya.

Terkait program itu, sebenarnya sejalan dengan Gubernur NTB yang sudah dibangun. Contohnya pengembangan industri halal yang sudah ada Pergubnya. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Usut Tenggelamnya Kapal TKI

Sehingga ke depan, akan difokuskan memiliki grand desain yang kuat industri halal tersebut, mulai dari master plane yang kuat dan lain sebagainya. ***