Angkasa Pura Berterima Kasih Pada Pemprov NTB 

Pihak PT Angkasa Pura menyampaikan terima kasih, karena Pemprov NTB ikut menjaga serta bisa memanfaatkan Eks bandara Selaparang

JAKARTA.LombokJournal.com ~ PT Angkasa Pura I menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi NTB, selain menjaga aset dan memanfaatkan lahan eks Bandara Selaparang sebagai lokasi MXGP pada Juli mendatang.

BACA JUGA: Wagub NTB Jelaskan Upaya Capai Desa Gemilang

PT Angkasa Pura I berterima kasih pada Pemprov NTB yang memanfaatkan eks bandara Selaparang
Usai penandatanganan Mou

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi di depan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. Masing-masing mewakili PT Angkasa Pura I dan Pemerintah Provinsi NTB, menandatangani MoU terkait Pemanfaatan Aset Eks Bandara Selaparang, di Jakarta  Jum’at (12/05/23).

“Terimakasih Pemrov NTB turut menjaga dan memanfaatkan Eks Bandara Selaparang dan berkenan melakukan kerjasama ini. Saya melihat ke depan banyak peluang yang bisa kita kembangkan bersama untuk pemanfaatan aset ini, karena memang letaknya sangat strategis jadi bisa di manfaatkan untuk MXGP,” ungkap Faik Fahmi.

Ini sejalan dengan apa yang menjadi tugas PT Angkasa Pura I sebagai salah satu BUMN yang melaksanakan 3 peran, baik sebagai korporasi negara, infrastruktur negara juga sebagai agent of development

BACA JUGA; Desainer NTB Didorong Tingkatkan Kualitas Produk

Korporasi negara memang secara bisnis secara komersial harus bisa memberikan keuntungan memberikan deviden ke pemerintah.

Secara infrastruktur negara membantu pemerintah untuk mendorong konektivitas udara, membantu ijin pariwasata, dan juga segala aktivitas yang memberikan manfaat secara nasional, dan juga tentu sebagai agent of development.

Menurut Faik Fahmi, ketiga peran ini yang sedang dijalankan secara maksimal.

“Apa yang kita lakukan saat ini dengan pemanfaatan aset di area eks Bandara Selaparang ini bagian dari peran kita,” lanjutnya.

Harapannya dengan, PT Angkasa Pura I, bisa memberikan kontribusi kepada Pemda NTB. 

Dengan mendorong pariwisata, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan aset yang ada. 

Aset Angkasa Pura di Mataram lumayan besar, sekitar 60 hektar dan di pusat kota.

BACA JUGA: Wamenag Ajak Elit Bangsa Jadi Negarawan

“Alhamdulillah apa yang sudah kita diskusikan sejak lama hari ini bisa kita lakukan kerjasama, MOU ini menjadi titik awal untuk banyak kerjasama yang bisa kita lakukan kedepannya,” harapnya.

Selain mendukung program Pemda NTB untuk mendorong kegiatan pariwisata, juga mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga dampak positif secara nasional.***

 




Bappenda NTB Dorong Implementasi Transaksi Digital 

Sekretaris Bappenda NTB mengatakan, perlunya siapkan infrastruktur dan regulasi dalam digitalisasi transaksi pendapatan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Provinsi NTB, melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), dorong implementasi dan perluasan seluruh transaksi keuangan daerah secara elektronik.

Ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah. 

BACA JUGA: Ekonomi NTB Tumbuh 3,57 persen, Triwulan I 2023 

Terutama yang berkaitan dengan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah. 

Dalam TP2DD ini Bappenda Provinsi NTB berkedudukan sebagai sekretariat tim. Tim TP2DD ini akan bekerja secara intensif untuk memastikan, digitalisasi transaksi pendapatan berjalan lancar dan efektif di Provinsi NTB. 

Seluruh pihak terkait diharapkan dapat bersinergi dalam upaya ini, demi kemajuan dan kemudahan bagi masyarakat serta pemerintah daerah.

Sekretaris Bappenda Provinsi NTB, Mohammad Husni, S.Sos., M.Si mengatakan, harus siapkan infrastruktur dan regulasi yang memadai dalam digitalisasi transaksi pendapatan

BACA JUGA: Gubernur NTB Lakukan Groundbreaking Sirkuit Selaparang

“Selain itu, sosialisasi kepada wajib pajak dan pengguna jasa retribusi juga sangat penting agar mereka terbiasa menggunakan transaksi non tunai,” jelasnya.saat memimpin Rapat Sekretariat TP2DD untuk menentukan langkah-langkah dan rencana aksi kedepan, Rabu (10/05/23) di Aula Bappenda Provinsi NTB. 

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Mukarram, S.H., M.H., menyampaikan, beberapa strategi dan kiat-kiat untuk menyukseskan seluruh tugas TP2DD. Di antaranya, menginventarisir beberapa peluang dan kendala dalam optimalisasi implementasi penerimaan pendapatan daerah

“Langkah strategis untuk mengawali percepatan digitalisasi penerimaan pendapatan daerah adalah dengan menginventarisir seluruh potensi dan kendala yang ada. Baik itu dari penerimaan pajak daerah dan retribusi yang kita kelola, maupun dari OPD pengelola retribusi daerah,” ungkap Mukarram.

Beberapa materi yang dibahas dalam rapat tersebut adalah tentang efektifitas tugas tim.

Tim ini bertanggung jawab memantau perkembangan digitalisasi transaksi pendapatan, pemantapan roadmap, rencana aksi untuk setiap bidang, pembahasan kendala yang mungkin muncul.

BACA JUGA: Desainer NTB Didorong Tingkatkan Kualitas Produk

Serta permasalahan yang terkait dengan pendapatan dan belanja daerah serta berbagai upaya dan strategi untuk meningkatkan cakupan elektronifikasi transaksi keuangan daerah ***

 

 




Desainer NTB Didorong Tingkatkan Kualitas Produk

Para desainer NTB mendapat peluang, karena NTB terpilih sebagai salah satu titik lokasi dalam proses kurasi untuk JMFW 2024

MATARAM.LombokJournal.com ~ Para desainer lokal di Nusa Tenggara Barat (NTB) didorong terus mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai event dan kurasi.

Dorongan itu disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dalam acara Seminar dan Kurasi Road to Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2024 di Hotel Prime Park Mataram, Kamis (11/05/23).

“Kami mendorong berbagai desainer lokal untuk terus melakukan inovasi, mengikuti berbagai kompetisi, kurasi dalam rangka mengasah kemampuan kita dan terus memperbaiki diri dan kualitas,” jelas Hj Niken yang biasa disapa Bunda Niken.

BACA JUGA: Bunda Niken: Sukses Lombok Sharia Festival (LSF)

Ucapan terima kasih disampiakan Bunda Niken kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, termasuk seluruh stakeholder terkait. NTB terpilih sebagai salah satu titik lokasi dalam proses kurasi untuk JMFW 2024. 

“Ini adalah kali pertama bagi kami mendapatkan kehormatan untuk ikut mendapatkan proses kurasi secara langsung, tentu saja ini merupakan penghargaan bagi kita semua bagi para pelaku ekonomi kreatif di NTB,” tutur Bunda Niken.

Sebanyak 49 pelaku usaha yang ikut dalam proses kurasi dari 70 peserta yang mendaftar, salah satunya Indah Mutiara Lombok (IML).

“Semoga dari UMKM-UMKM yang berani maju, berani untuk mengasah dan menguji kemampuan dihadapan para kurator yang berpengalaman,” katanya. 

BACA JUGA: Destinasi Wisata Taman Surga Rinjadi di Lombok Timur

Di Provinsi NTB punya banyak kesempatan menjadi tuan rumah dalam berbagai event-event Internasional, seperti MotoGP, WSBK, MXGP dan lain sebagainya.

“Kita harus terus meningkatkan kualitas dari karya-karya kriya dan kreatif sebagai penunjang pariwisata,” ungkap Bunda Niken.

Pada kesempatan sama, Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen Kemenparekraf/Baparekraf, Yuke Sri Rahayu menjelaskan, JMFW sebagai bagian ekosistem pengembangan modest dan muslim Indonesia.

Tujuannya mempromosikan dan meningkatkan daya saing fashion modest dan muslim Indonesia di pasar Internasional.

BACA JUGA: Murah Meriah, Harga Tiket MXGP Mulai Rp25 Ribu

“Potensi UMKM Lokal, kreativitas dan keteguhan yang dimiliki pelaku UMKM menjadi potensi yang harus dimanfaatkan dalam merealisasikan visi dan misi Presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat fashion modest dunia tahun 2024,” ungkapnya.***

 

 




Ekonomi NTB Tumbuh  3,57 Pesen, Triwulan I 2023

Penyelenggaraan World Superbike (WSBK) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) berkontribusi pertumbuhan ekonomi NTB

MATARAM.LombokJournalcom ~  Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tumbuh sebesar 3,57 Persen, pada triwulan I tahun 2023 dibandingkan Triwulan I tahun 2022.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM menyampaikan Berita Resmi Statistik itu di aula Tambora BPS NTB itu, Jumat (05/05/23). 

BACA JUGA: Musrenbang 2023, Gerakkan Gagasan dan Inovasi Masyarakat

Event WSBK memberi kontribusi utama pertumbuhan ekonomi NTB
World Superbike (WSBK) 2022, WSBK 2023 di Pertamina Mandalika International Street Circuit

“Event internasional WSBK dan Porprov NTB bulan lalu ikut mendukung pertumbuhan ekonomi di NTB dan memberikan kontribusi utama,” jelas Wahyudin. 

Berbagai panen raya komoditas pertanian juga berkontribusi mendukung pertumbuhan ekonomi. Khususnya padi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2023.

BACA JUGA: NTB Bangun Pengolahan Sampah Berbasis SirkularEkonomi

Kemudian pertumbuhan tertinggi menurut  lapangan usaha secara year-on-year adalah konstruksi sebesar (12,76 persen), didukung terutama oleh pengadaan semen. 

Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah perdagangan (9,07 persen) sebagai dampak peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor serta meningkatnya kunjungan ke pusat perbelanjaan seiring penghapusan PPKM. 

BACA JUGA: Kontraktor Ancam Kemah di Kantor Gubernur NTB

Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah jasa perusahaan (7,68 persen), didorong meningkatnya aktivitas agen perjalananan dan biro perjalananan wisata. ****

 




Kontraktor Ancam Kemah di Kantor Gubernur NTB

Ini ancaman para kontraktor, mereka mengaku Pemprov NTB belum bayar hak mereka dari pekerjaan yang sudah selesai di tahun 2022 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kantor Gubernur NTB dalam waktu dekat akan jadi tempat kemah (camping) para kontraktor 

yang mengaku Pemprov NTB tak kunjung membayar utang proyek yang telah dirampungkan pada 2022 silam.

BACA JUGA: Kontraktor Geram, Mau Segel Mobil Dinas Gubernur NTB

Pertemuan solidaritas kontraktor untuk nagih utang proyek Pemprov NTB

Rencana yang akan dilakukan para kontraktor itu sebagai aksi simbolik untuk menagih utang Pemprov NTB.

Bahkan sebelumnya, perwakilan kontraktor NTB telah melakukan aksi berani dengan berusaha menggembok dan menyegel mobil dinas Gubernur NTB di Pendopo di Mataram, Rabu (03/05/23). 

Sayangnya, aksi untuk menyegel mobil dinas Gubernur NTB belum kesampaian.

Salah satu kontraktor, Ahyar mengaku aksi kemah itu akan diikuti ratusan orang. 

Para kontraktor telah melakukan pertemuan di salah satu kafe di Mataram, Kamis (04/05/23). 

Mereka makin serius menghimpun solidaritas sesama kontraktor yang proyeknya belum dibayar Pemprov NTB.

Dalam pertemuan di kafe itu, dihadiri perwakilan kontraktor dari beberapa kabupaten/kota di NTB. Seperti Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, hingga Kota Mataram. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Berkomitmen Bayar Proyek Rekanan

Mereka berhimpun menyusun sejumlah strategi lanjutan agar Pemprov NTB segera membayar utang kepada mereka. 

Salah satu poin yang mereka sepakati adalah akan melakukan kemah (camping) di halaman Kantor Gubernur NTB. 

“Para kontraktor yang terzalimi ini menuntut agar segera hak mereka dari pekerjaan yang belum terbayar di tahun 2022. Jika tuntutan kami tidak segera ditindaklanjuti, para kontraktor dan buruh bangunan akan berkemah di Kantor Gubernur NTB,” kata Ahyar, perwakilan kontraktor asal Kota Mataram. 

Ahyar mengaku, aksi pihaknya telah berada pada titik nadir penantian. Selama ini pemprov NTB, kata Ahyar tak pernah memberikan kepastian ihwal kapan akan membayar kewajiban kepada kontraktor.

Ahyar berujar, hal yang terjadi malah sebaliknya. Pemprov NTB diakuinya terkesan memandang sebelah mata para kontraktor.

Akan segel kantor BKAD

Senada dengan Ahyar, kontraktor asal Lombok Timur Fathurrahman mengaku pihaknya akan terus menunjukkan sikap-sikap protes. Hal itu semata-mata mereka lakukan sebagai sikap tegas terhadap sikap pemprov NTB. 

Selain kemah di Kantor Gubernur NTB, Fathurrahman menerangkan, pihaknya juga telah menyiapkan langkah lain. Jika tuntutan tetap tak digubris, mereka akan menyegel kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Langkah berikutnya kami para kontraktor akan menyegel kantor BPKAD,” ucap Fathurrahamb dengan tegas. 

BACA JUGA: Wagub NTB Melarang Ada Bullying di Sekolah

Di tempat yang sama, Ahmad Amrullah kontraktor asal Lombok Barat mengkritisi alibi yang selama ini sering disampaikan pihak pemprov NTB. Terutama berkaitan dengan musabab belum terbayarnya proyek tersebut. 

Alasan adanya wabah covid-19 dan bencana alam dinilainya sudah tidak berterima. Jika Covid-19 jadi alasan, mengapa event internasional seperti Motor Cross Grand Prix (MXGP) tetap ngotot dilaksanakan. 

“Kami menyayangkan pernyataan gubernur yang menyebut Covid sebagai kambing hitam. Kalau alasannya Covid, kok event-event internaisonal di NTB seperti MXGP tetap jalan? Coba uang itu dipakai bayar utang,” bebernya. 

Kemudian pernyataan gubernur NTB yang menyebut ada muatan politis di balik protes para kontraktor juga dibantah mentah-mentah oleh Amrullah. 

Ia memastikan, tida ada tendensi politis sedikit pun dari sikap yang ditunjukkan para kontraktor. Hal tersebut murni sikap naluriah yang keluar sebagai bentu kekecewaan. 

“Tidak ada unsur politis seperti apa yang dituduhkan Gubernur NTB. Ini murni jeritan kontraktor menuntut hak untuk dibayar. Jangan juga melempar bola panas ke OPD, karena kebijakan ada pada gubernur,” ujar Amrullah. 

Pernyatan lain yang membuat para kontraktor teriris adalah pernyataan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga anggota DPRD NTB, Sambirang Ahmadi di beberapa media online. 

Amrullah menyebutkan, komentar Sambirang yang menyebut utang bukan lah aib melainkan tanda pemerintah bekerja sangat tidak logis.

Dan pernyataan Sambirang lainnya menyebutkan, keterlambatan bayar pihak yang berbisnis dengan pemerintah bagian dari risiko pekerjaan.

“Coba kita lebih objektif, pernyataan itu berpriksmanusiaan ndak? Kami ini sudah satu tahun lo menunggu. Coba Pak Sambirang cek satu-satu kondisi kami. Dikejar rentenir hingga harus jual aset,” ucap Amrullah.

Terakhir, kontraktor asal Lombok Tengah yakni Willy menegaskan, pihaknya bersepakat untuk tidak mengerjakan proyek tahun 2023 sebelum ada kejelasan pembayaran proyek 2022. 

Jika pun nanti utang 2022 telah terbayar, pihaknya meminta kepastian pembayaran proyek yang dikerjakan tahun 2023. Jangan sampai menjadi utang lagi.

“Kami para kontraktor bersepakat tidak akan meengerjakan pekerjaan atau proyek tahun 2023 sebelum ada kejelasan dan kepastian pembayaran pekerjaan tahun 2022,” ucapnya.

Kemudian terkait mekanisme pembayaran proyek tahun 2022, pihaknya tidak ingin jika dibayar dengan cara dicicil.

“Tidak mau dicicil, karena kami bukan bank. Justru kami berutang ke bank. Silakan Pemprov NTB yang berutang selayaknya di bank, bukan di kontraktor,” katanya. 

Willy menggarisbawahi, para kontraktor telah bekerja sebagaimana juklak-juknis yang ada. Terkahir, pihaknya meminta adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara kontraktor dengan pihak Pemprov NTB soal kepastian waktu pembayaran.

BACA JUGA: Skuad Lombok FC U-16 Jalani Training Camp di Bogor

Sebab mereka tidak ingin hanya ada pernyataan lisan yang tentu sangat mudah untuk tidak dilakukan. 

“MoU ini harus ditanda-tangani, hitam putih. Itu menjadi kesepatan bersama waktu pembayaran. Jika dilanggar, nanti publik yang menilai,” beber Willy.***

 

 




Pemprov NTB Berkomitmen Bayar Proyek Rekanan

Gubernur NTB menjelaskan, Pemprov NTB sangat komit dalam melunasi utang bahkan beberapa sudah dilunasi

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dua orang kontraktor mendatangi Pendopo Gubernur NTB, untuk menanyakan pembayaran proyek rekanan, namun tidak ada terjadi penyegalan apa pun. 

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy menjelaskan itu untuk meluruskan berita yang beredar, Mataram, Rabu (03/05/23).

BACA JUGA: Kontraktor Geram, Mau Segel Mobil Dinas Gubernur NTB

“Tidak Ada penyegelan apa pun. Pemprov NTB komit melakukan pembayaran proyek rekanan,” tegasnya. 

Sesuai seperti penjelasan Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, Pemprov NTB punya komitmen dalam melunasi utang, bahkan beberapa sudah dilunasi. 

“Pemprov NTB  melunasi utang kontraktor yang ada di NTB. Beberapa bahkan sudah ada yang kita lunasi,” kata Bang Zul.

BACA JUGA: Lombok FC U-16 Akan Jalani Training Camp di Bogor

Namun, Bang Zul sapaan akrabnya, mengimbau kepada kontraktor agar pelunasan biaya konstruksi di NTB dilakukan secara bertahap.

“Akan kita selesaikan, tetapi harus disesuaikan juga dengan kemampuan keuangan daerah, InsyaAllah di bulan Juni atau Juli mendatang akan kita selesaikan,” kata Bang Zul.

Bang Zul menilai, seluruh pemerintahan di Indonesia juga mengalami hal yang sama seperti Provinsi NTB, soal keterlambatan pembayaran proyek akibat refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

BACA JUGA: Wagub NTB Melarang Ada Bullying di Sekolah

“Kita tidak ada yang menyangka kalau Covid-19 datang, sehingga anggaran yang tadinya untuk pembangunan harus dibayarkan untuk menyelamatkan jiwa orang,” tutur Zulkieflimansyah. ***

 

 




Kontraktor Geram, Mau Segel Mobil Dinas Gubernur NTB

Mobil Dinas Gubernur NTB akan disegel kontraktor yang mengaku piutangnya tak kunjung dibayar Pemprov NTB 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Geram karena piutangnya tak segera dilunasi Pemprov NTB, sejumlah kontraktor sambangi Pendopo Gubernur NTB, Rabu (03/05/23).

Tujuannya bukan untuk audensi, tapi datang mau menggembok dan memasangi police line mobil dinas Gubernur NTB.

BACA JUGA: Pemprov NTB Berkomitmen Bayar Proyek Rekanan

Dua kontraktor yang tampak geram akan menyegel mobil dinas Gubernur NTB

Pasalnya, mereka geram lantaran sudah jenuh pada janji Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang tak kunjung membayar utang proyek kepada para kontraktor di NTB. 

Mereka mendatangi Pendopo Gubernur NTB bertepatan dengan momen Halal Bihalal yang digelar Pemprov NTB.

Ahmad Amrullah bersama Rahamtullah Jayadi selaku kontraktor tiba di Pendopo Gubernur NTB sekira pukul 11.05 Wita. Kedatangan Amrullah lengkap membawa gembok dan police line.

Setibanya di Pendopo Gubernur NTB, Ahmad Amrullah dan kawan-kawan kemudian mencari mobil dinas milik Gubernur NTB. Namun sayang, mobil yang dimaksud tak ada di tempat. 

Setelah tak menemukan mobil dinas Gubernur NTB, mereka kemudian menyambangi Kantor (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah). Namun, di Kantor BPKAD mereka juga tidak menemukan Kepala BPKAD, Samsul Rizal.

“Saya tadi di Pendopo, saya mau gembok dan segel mobil dinas Gubernur. Giliran proyek selesai dan belum dia bayar, kok kontraktor saja yang disalahkan. Sekarang kita bereaksi,” kata Amrullah.

BACA JUGA: Wagub NTB Melarang Ada Bullying di Sekolah

Event-event internasional saja yang diurus, tapi soal kewajiban membayar utang ke kontraktor ini diam. Gubernur seharusnya mengayomi rakyat, jangan zalim. Fokus bayar utang saja. Saya mau gembol mobil dinas, ini kan dari pakak rakyat juga, hak kita,” imbuhnya. 

Amrullah menceritakan, pihaknya bersama sejumlah kontraktor beberapa waktu yang lalu telah mengingatkan Gubernur NTB Zulkieflimansyah, agar memprioritaskan untuk membayar utang kepada para kontraktor yang telah menyelesaikan pekerjaan. 

Namun, hingga hari ini, Amrullah mengaku belum ada kepastian yang diberikan Pemprov NTB kepada para kontraktor. 

Upaya menggembok dan menyegel mobil dinas Gubernur NTB dinilainya jadi langkah yang tepat. Sebab, selama ini aspirasi mereka tidak pernah digubris dan mendapatkan atensi serius. 

“Pemprov NTB ini terlalu banyak utang, banyak janji, dan kontraktor saja yang dizalimi. Saya mau gembok mobilnya, biar dia diam menyelesaikan utang. Saya mau menegakkan keadilan,” ujarnya. 

BACA JUGA: Sekda NTB Hadiri Halal Bihalal Jajaran ASN Pemprob NTB

Ia pun menyayangkan sikap Pemprov NTB yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mendiskreditkan kontraktor. Hal itu, kata Amrullah membuat kontraktor di NTB berang. Seharusnya, pihaknya menilai Pemprov NTB fokus saja untuk menyelesaikan utang dan berkomentar yang menyejukkan. 

Ia pun menantang Pemprov NTB untuk mendatangi Aparat Penegak Hukum (APH) sebagai pihak ketiga agar jelas duduk perkaranya.

“Kita sudah kerja sesuai proses, silakan dicek. Dari perencanaan, kami sudah ikuti aturan. Kami tidak kerja asal-asalan, sesuai prosedur. Kita tidak sebodoh yang mereka pikirkan kok. Mari kita ke APH, supaya clear. Supaya jelas benar dan salahnya. Kita kerja dengan kontrak dan perjanjian, ndak bisa kita saja yang disalahkan,” ujarnya. 

Amrullah berujar, dirinya tidak hanya mengerjakan paket yang sumbernya dari DPRD NTB, tetapi juga direktif milik Gubernur. 

Ia menegaskan, Gubernur NTB jangan berusaha menutup mata dan melempar persoalan ini menjadi hanya milik satu lembaga saja. 

“Saya ini kan tidak hanya mengerjakan pokir dari DPRD NTB, tetapi juga Direktif Gubernur. Ingat itu,” jelasnya

Ahmad Amrullah menekankan, jika dalam waktu dekat Pemprov NTB tidak segera membayar utang, maka pihaknya memastikan akan melakukan hal-hal lain lebih kongkret.

Gubernur NTB Salahkan Rekanan

Sebelumnya, Pemprov NTB tidak menampik belum bisa menyelesaikan utang ke rekanan atas program 2022 yang masih mencapai ratusan miliar tersebut. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Peringati Empat Kegiatan Nasional 

Namun Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyindir utang tersebut timbul dikarenakan kebiasaan kontraktor yang mengerjakan proyek tanpa belum ada kejelasan alokasi anggaran untuk proyek tersebut.

“Ini jadi pelajaran. Kontraktor kita senang mengerjakan apa-apa padahal dananya belum keluar. Akhirnya minjam dulu, nalangain dulu,” sindir gubernur.

“Kita kebiasaan sering mengerjakan apa-apa lebih dahulu,” sambungnya.

Pemprov mengaku utang ditimbulkan juga akibat diterpa Covid-19. Dampak covid tersebut banyak anggaran yang harus direfocusing. 

Gubernur mengaku tidak ada yang menyangka dampak korona meruntuhkan pertumbuhan ekonomi daerah yang berakibat pada gangguan pembangunan.

“Nggak ada yang pernah menyangka covid datang,” katanya.

Refocusing anggaran oleh pemerintah demi menyelamatkan jiwa manusia. Tentu langkah itu sangat penting dilakukan pemerintah.

“Karena menyelamatkan jiwa manusia sangat penting,” ucap gubernur.

Namun demikian gubernur optimis utang tersebut bisa diselesaikan oleh OPD Pemprov.

“Insya Allah akan mampu dilunasi. Saya yakin OPD kita pasti diselesaikan,” ungkapnya.

Hal lain yang membuat kontraktor meradang adalah pernyataan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga anggota DPRD NTB Sambirang Ahmadi. 

Persoalan utang kepada kontraktor, kata Sambirang bagian daripada risiko bisnis.

BACA JUGA: Gubernur NTB, Bang Zul Apresiasi Kolaborasi TNI/Polri

“Yang ribut-ribut ini orang yang berbisnis proyek dengan pemerintah. Nah ini soal bayar yang tersendat itu sebetulnya masuk dalam risiko bisnis yang semestinya sudah diperhitungkan dengan matang,” ujar Sambirang.***

 

 




Gubernur NTB Hadiri Hannover Messe di Jerman

Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB bersamai Presiden Jokowi hadiri undangan Penandatanganan Kerjasama Hannover Messe 2023

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersamai Kunjungan Kerja (Kunker) Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ke Jerman.

Kunker itu menghadiri undangan Penandatanganan Kerjasama Hannover Messe 2023.

BACA JUGA:  Isbat 1 Syawal Digelar 29 Ramadan atau 20 April 2023

Gubernur NTB Hannover Messe 2023 yang merupakan pameran industri terbesar di dunia

Urgensi kegiatan tersebut membuka peluang kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam industri sirkular ekonomi serta peningkatan kualitas SDM untuk mendukung NTB Net Zero Emission  (NZE) tahun 2050.

“Senang sekali bisa menghadiri Hannover Messe Germany, menandatangani kerjasama dengan berbagai perusahaan yang tertarik untuk mengembangkan aktivitasnya di NTB. Terutama di area yang berkaitan dengan persoalan Lingkungan. Hannover Messe ini salah satu pameran industri terbesar di dunia,” ungkap Bang Zul. 

Hannover Messe merupakan pameran industri terbesar di dunia, dan Indonesia adalah negara ASEAN pertama yang menjadi negara mitra resmi atau partner country.

Bang Zul juga mengatakan, Provinsi NTB telah bekerjasama dengan Block Solution yang akan beroperasi pada bulan Juni mendatang.

BACA JUGA: Bang Zul Minta Wings Group Segera Bangun Hotel di Mekaki

“Insya Allah akhir Juni ini muiai beroperasi di kawasan  BRIDA Banyumulek Lombok Barat. Juga perusahaan-perusahaan lain yang tertarik untuk mulai mengolah sampah di NTB dengan teknologi Jerman,” ungkapnya.

Selain menghadiri Hannover Messe, didampingi Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah juga melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama dengan University of Nottingham di Inggris pada  tanggal 15 – 24 April 2023. 

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Najamuddin Amy, memberikan keterangan, kehadiran Gubernur NTB dapat mendukung implementasi dari NZE di Provinsi NTB. 

“Kita yakini, Gubernur NTB akan memberikan kabar baik untuk Provinsi NTB mendukung NZE tahun 2050,” katanya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Jerman yaitu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

BACA JUGA: Gubernur NTB Terima Kunjungan Anggota Ombudsman RI

Selain itu, Sekretaris Militer Presiden Laksda TNI Hersan, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri/Kepala Protokol Negara Andi Rachmianto, Komandan Paspampres Rafael Granada Baay, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. ***

 

 




Bang Zul Minta Wings Group Segera Bangun Hotel di Mekaki

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang biasa disapa Bang Zul mendesak Wings Group segera membangunan fasilitas hotel di Mekaki

LOBAR.LombokJournal.com ~ Perjalanan panjang harus dimulai dari semangat langkah pertama yang harus diperkuat, untuk mewujudkan harapan-harapan besar di masa yang akan datang. 

Munculnya persoalan mesti akan dihadapi dalam menjalani suatu proses pembangunan, hal ini wajar terjadi.

BACA JUGA: Sekda NTB Tutup Halaqoh Ramadhan 1444 Hijriyah

Bang Zul ingin Wings Group segera bangun hotel di Mekaki

Itulah penekanan Gubernur NTB Zulkieflimansyah, dalam pertemuannya dengan manajement PT Wings Group, yang didampingi Bupati Lobar, Fauzan Khalid, Rabu (12/04/23) di Aula Jayengrana, Kantor Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung. 

PT Wings Group akan membangun Hotel Kempinski di Pantai Mekaki, Pelangan, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB menghimbau pihak investor, agar segera membangun fasilitas wisata di kawasan tersebut. 

“Jangan karena hanya persoalan kecil seperti akses jalan menuju kawasan tersebut yang belum memadai bukan menjadi alasan untuk segera membangun fasilitas di kawasan yang cukup indah tersebut,” tandas bang Zul.

Permintaan Bang Zull, baik akses jalan maupun pembangunan fisik fasilitas penunjang hotel dibangun bersamaan. 

“Mari kita sama-sama punya satu tujuan. Jangan hanya karena alasan kecil proyek besar ini terganggu. Apalagi Sekotong ini merupakan harapan masa depan Lombok Barat, NTB, bagi pengembanga destinasi baru pariwisata,” kata bang Zul.

Gubernur Bang Zul perlu menyampaikan ini, alasannya pembangunan hotel di Mekaki ini menjadi pemantik investor lainnya. 

BACA JUGA: Bantuan Beras dan Uang Tunai untuk Petugas Kebersihan

Mereka akan tertarik membangun dan mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan strategis yang maju dan berdampak positif bagi masyarakat secara ekonomi. 

“Pak Presiden Jokowi bahkan berkali-kali mengatakan, jangan sampai karena alasan ijin yang ribet menjadi kendala investor untuk membangun. Yang penting jangan memanfaatkan situasi tersebut untuk meraih keuntungan. Jadi tugas pemerintah menyiapkan infrastruktur dan  jangan libatkan para investor yang menyebabkan investor mengurungkan niatnya untuk berinvestasi di daerah kita,” Bang Zul mengingatkan.

Pihak Wings Group  dinilai sangat serius untuk mengembangkan kawasan wisata Mekaki.. Kawasan ini lebih baik dari kawasan pengembangan yang sama yang sudah dikembangkan di Bali dan Jakarta. 

BACA JUGA: NTB Harus Konsisten Tingkatkan Kualitas Posyandu Keluarga

Bang zul meyakini kawasan Mekaki akan menjadi kawasan strategis yang akan berkembang pesat dan secara ekonomi masyarakat juga akan terbangun.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid berharap agar pihak investor bisa segera memulai pembangunannya. Hal ini akan menambah akses pariwisata di Lombok Barat.   

Menurut Fauzan, saat ini pariwisata Sekotong Kabupaten Lombok Barat mulai menggeliat dan menjadi daya tarik investor.

Setelah sejumlah investor membuka rute kapal cepat Nusa Penida, Gili Gede dan Senggigi. Kini investor kembali melirik kawasan Sekotong untuk menanamkan investasinya. 

‘’Kawasan pariwisata Sekotong adalah masa depan Lombok Barat bahkan NTB,’’ kata Fauzan optimis. 

BACA JUGA: Lombok FC U-16 Training Camp Dua Pekan di Barcelona

Pada kesempatan tersebut hadir Kepala DPMPTSP NTB, Kepala Dinas LHK NTB, Kadis PUPR NTB, Kadis Perikanan dan Kelautan, Bupati Lombok Barat, Sekda Lobar dan OPD terkait pemkab Lobar.***

 

 




Saat Inflasi, Masyarakat Harus Semangat dan Tak Menyerah

Pelaksanaan bazar Ramadhan di tengah masyarakat Lombok Utara, bisa menjadi solusi saat inflasi 

KLU.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan, dalam keadaan inflasi semua serba sulit, tapi masyarakat  harus tetap semangat tidak mudah menyerah

Hal itu dikatakannya saat melanjutkan Safari Ramadhan di Dusun Bararangin Kecamatan Kayangan, Selasa (11/04/23).

BACA JUGA: Safari Ramadhan di KLU, Bang Zul Kunjungi Bazar Ramadhan

Safari Ramadhan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) Gubernur NTB, Zulkieflimansyah melanjutkan kunjungannya 

“Harus tetap optimis semangat dan energik,” ungkap Bang Zul sapaan akrab orang omor satu di  NTB ini.

Ia juga mengungkapkan, di tengah inflasi melanda  Bazar Sembako sangat tepat di laksanakan di tengah masyarakat. Cara ini bisa menjadi solusi atas inflasi. 

BACA JUGA: RS Mandalika Jalin Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

Sementara itu Bupati Lombok Utara H. Djohan Syamsu mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur NTB dan rombongan.

“Terima kasih pak Gubernur, acara yang luar biasa,” ungkap Djohan. 

Di akhir acara Gubernur bersama sejumlah Kepala OPD asal Lombok Utara,  didampingi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara menyerahkan santunan berupa sembako kepada guru ngaji, marbot dan masyarakat Lombok Utara.

BACA JUGA: Dukungan untuk John ‘Kursi Roda’ dan Pekerja Seni di Lombok 

Selan dihadiri Bupati, Bazar Ramadhan ini juga dihadiri Wakil Bupati, Camat  Kayangan serta tokoh agama dan dan masyarakat. ***