Misi Dagang NTB bertemu Perkumpulan Pengusaha Johor Bahru

Dalam menjalankan misi dagang ini, pihak NTB juga mempresentasikan potensi ekspor dari provinsi tersebut, termasuk produk-produk lokal NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB, bersama Konsulat Jenderal RI Johor Bahru, mengadakan lawatan misi dagang ke Kantor KJRI Johor Bahru. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memperkuat kerjasama perdagangan antara Provinsi NTB, Indonesia, dengan Johor Bahru, Malaysia, Selasa (25/06/24). 

BACA JUGA : Mendagri Apresiasi Konerja Miq Gite dan Bunda Lale

Dalam menjalankan misi dagang ini, pihak NTB juga mempresentasikan potensi ekspor dari provinsi tersebut, termasuk produk-produk lokal NTB

Acara misi dagang dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Konjen RI Johor Bahru Sigit Suryantoro Widiyanto, Koordinator Fungsi Ekonomi Andreza Sethia Dasuki, dan perwakilan dari Perkumpulan Pengusaha Johor Bahru Malaysia serta UKM, yang berjumlah 15 perwakilan dari berbagai sektor usaha

Dari pihak NTB, hadir Kadiskop UMKM NTB, Direksi Bank NTBS, Kadis Kominfotik NTB, Tim Disdag, NTB Mall, dan Tim Dikbud NTB.

Dalam kesempatan ini, Pj Gubernur NTB yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Dr. H. Aidy Furqon mengungkapkan harapannya agar kerja sama perdagangan antara NTB dan Johor Bahru dapat diperkuat. Dia juga menyoroti pentingnya NTB Mall di Strand Mall Malaysia sebagai platform untuk mempromosikan produk-produk UMKM NTB.

BACA JUGA : PKBI NTB dan Unichef Indonesiasia Diapresiasi Dikes NTB 

Ditambahkan bahwa adanya penerbangan langsung dari Lombok ke Malaysia diharapkan dapat mempermudah kerjasama dagang antara kedua wilayah tersebut. 

Dalam menjalankan misi dagang ini, pihak NTB juga mempresentasikan potensi ekspor dari provinsi tersebut, termasuk produk-produk seperti kopi, manggis, vanili organik, sedotan bambu, tas rotan, buah kering, mutiara, udang, ikan segar, vanili organik, jagung, dan teh kelor.

Kepala Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti menyambut baik kemungkinan kunjungan pengusaha Johor Bahru ke NTB untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dalam perdagangan.

BACA JUGA : PKL Punya Posisi Tawar yang Kuat dalam Pilgub NTB 2024

Dengan demikian, harapan mereka adalah agar pertemuan dalam misi dagang  ini dapat memperkuat hubungan perdagangan antara Provinsi NTB dan Johor Bahru Malaysia, serta mendorong kunjungan dan kolaborasi lebih lanjut di masa depan. novita

 

 




Roadshow Mi6 di Pulau Sumbawa Berlanjut, Kali Ini di Bima

Lanjutan roadshow yang dilakukan Mi6 di Bima, yakni mendengarkan langsung aspirasi para PKL

BIMA.LombokJournal.com ~ Roadshow Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 di Pulau Sumbawa terus berlanjut dengan kunjungan ke Kabupaten Bima, Selasa (25/06/24). 

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, memimpin pertemuan dengan puluhan Pedagang Kaki Li111111ma (PKL) yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Bima dan Kota Bima.

BACA JUGA : Mendagri Apresiasi Kinerja Miq Gita dan Bunda Lale

roadshow Mi6 dengan PKL di Bima selain memperlihatkan komitmen untuk mendengar aspirasi mereka sekaligus untuk membangun kerjasama

Pertemuan lanjutan roadshow itu berlangsung di Kompleks Pantai Lawalata pada Selasa (25/06/24), di mana Mi6 mendengarkan langsung aspirasi para PKL. Bambang Mei menjelaskan bahwa kehadiran Mi6 bertujuan untuk memahami secara mendalam kondisi dan kebutuhan PKL sebagai kelompok ekonomi yang rentan.

“Kami ingin turun langsung, berdialog, dan merasakan kondisi nyata masyarakat, serta menjalin silaturahim dengan PKL di Bima,” ujar Bambang Mei, yang juga menggarisbawahi pentingnya dukungan kepada calon kepala daerah yang peduli terhadap nasib PKL, khususnya Rohmi Firin dalam Pilgub NTB 2024.

Mi6 juga mendorong upaya kolaboratif dengan APKLI untuk memperbaiki pengurusan izin Sertifikat Halal PKL di Kota Bima, guna memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para PKL.

Ketua Ansor Kota Bima, Rafik, menambahkan dukungannya terhadap inisiatif Mi6 untuk menyuarakan aspirasi PKL kepada calon pemimpin daerah. Dia juga menyoroti pentingnya pendampingan terhadap PKL dalam hal bantuan dan inovasi untuk meningkatkan daya saing mereka.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua APKLI NTB, Abdul Majid, berharap pertemuan ini akan menghasilkan dialog yang bermakna antara pemerintah dan PKL untuk menyusun kebijakan yang lebih inklusif dan mendukung perkembangan usaha para PKL.

BACA JUGA : PKL Punya Posisi Tawar yang Kuat dalam Pilgub NTB 2024

Curhatan dan Harapan PKL di Bima Mendapat Perhatian

Kusdiono, Ketua APKLI Kota Bima, mengungkapkan terima kasihnya atas perhatian Mi6 dan APKLI NTB terhadap keluhan dan harapan PKL di Bima. 

Dia menyebutkan sejumlah tantangan yang dihadapi PKL, termasuk pengaturan retail modern dan kebutuhan akan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan usaha mereka.

Sejumlah PKL, seperti Mega Mustika, menyampaikan curhatannya terkait dengan bantuan dan pengaturan tempat berjualan yang lebih baik di Kota Bima. Dia juga menyoroti masalah perizinan usaha dan pentingnya label halal untuk mendukung usahanya.

Dalam konteks Kabupaten Bima, M. Iqbal dari APKLI Kabupaten Bima menegaskan komitmen untuk mendukung PKL dengan fasilitas izin dan bantuan permodalan, meskipun tantangan seperti pengembangan infrastruktur dan fasilitas yang layak masih perlu diatasi.

Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan PKL, serta menghasilkan solusi konkret untuk mendukung kesejahteraan dan kemajuan ekonomi para PKL di Bima.

BACA JUGA : Pelantikan May (Purn) Hassanudin sebagai Pj Gubernur NTB

Pertemuan lanjutan roadshow Mi6 dengan PKL di Bima tidak hanya memperlihatkan komitmen untuk mendengar aspirasi mereka. Tapi juga membangun kerjasama yang berarti untuk memperbaiki kondisi dan dukungan bagi para PKL dalam memajukan usaha mereka di masa depan. me

 




PKL Punya Posisi Tawar Politik yang Kuat dalam Pilgub 2024!

Isu strategis jelang Pilgub NTB dari PKL Dompu, perbanyak pembinaan, penataan pasar, hingga berdayakan PKL jajanan khas

DOMPU.LombokJournal.com ~ Mi6, lembaga kajian sosial dan politik ternama di Nusa Tenggara Barat (NTB), melanjutkan roadshow untuk pemetaan isu strategis Pilkada NTB 2024 dengan mengunjungi Kabupaten Dompu. 

Dalam kunjungannya, Mi6 berfokus pada dialog dengan Pedagang Kaki Lima yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kabupaten Dompu. Pertemuan ini dipimpin oleh Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, yang didampingi Ketua APKLI Provinsi NTB, Abdul Majid.

BACA JUGA : Pelantikan May (Purn) Hasanudin Sebagai Pj Gubernur NTB

Roadshow Mi6 ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan dan solusi konkret untuk meningkatkan kondisi PKL di Dompu,

Mi6 menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan murni untuk mendengarkan langsung aspirasinya, mengingat peran mereka sebagai kelompok ekonomi yang rentan. 

Bambang Mei Finarwanto juga menyoroti pentingnya memperbaiki kondisi ekonomi mereka sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi lokal.

Pertemuan di Gelanggang Pemuda KNPI Kabupaten Dompu pada Senin (24/06/24) berlangsung hangat, dengan PKL menyampaikan apresiasi dan harapan mereka kepada Mi6. Didu, sapaan akrab Bambang Mei Finarwanto, menekankan pentingnya memahami kondisi riil masyarakat secara langsung sebagai dasar untuk formulasi kebijakan yang inklusif.

Selanjutnya, Mi6 berkomitmen untuk menyuarakan aspirasi pedagang kaki lima melalui dokumen aspirasi yang akan disampaikan kepada calon kepala daerah pada Pilgub NTB 2024. 

BACA JUGA : Komitmen NTB Menjadi Provinsi ‘Smart dan Green Productivity’

Mereka juga menyoroti posisi politik yang signifikan dari PKL dalam proses pemilihan, yang membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.

Ketua APKLI NTB, Abdul Majid, menambahkan bahwa dialog ini harus menghasilkan platform yang memungkinkan pemahaman mendalam antara pemerintah dan PKL. Dia juga mengapresiasi peran Pemkab Dompu namun menekankan perlunya perbaikan lebih lanjut dalam pengelolaan dan perhatian terhadap PKL.

Di sisi lain, Ketua APKLI Kabupaten Dompu, Supriadin, menyoroti perlunya perbaikan dalam tata kelola PKL, mengingat rencana penggusuran yang mengancam. Dia juga menekankan pentingnya pembinaan, pelatihan, dan bantuan modal untuk meningkatkan kesejahteraan PKL, termasuk yang menjual kuliner tradisional khas Dompu.

BACA JUGA : Isu Strategis Pilgub NTB dari PKL di Sumbawa Barat

Secara keseluruhan, roadshow Mi6 ini diharapkan dapat menghasilkan gagasan dan solusi konkret untuk meningkatkan kondisi PKL di Dompu, serta memastikan bahwa suara mereka diintegrasikan dalam kebijakan publik secara lebih baik ke depannya. me

 

 




Komitmen NTB Menjadi Provinsi ‘Smart and Green Productivity’

Pj Gubernur NTB mengungkapkan komitmen menjadikan NTB provinsi yang mewujudkan produktivitasnya yang cerdas dan hijau

MATARAM. LombokJournal.com ~ Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024, Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, bersama dengan PLN Icon Plus menggelar acara bertema “Smart and Green Productivity”.

BACA JUGA : Sosialisasi Pola Asuh, Bunda Lale Ajak PIKI-R Yarsi

Miq Gite menyatakan bahwa komitmen NTB untuk menjadi provinsi dengan produktivitas cerdas dan hijau
Lalu Gita Ariadi

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB bersama PT. PLN Indonesia Comnet Plus (Icon Plus) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk mewujudkan NTB sebagai provinsi dengan produktivitas cerdas dan hijau, Jum’at (07/06/24).

Miq Gite menyatakan bahwa komitmen NTB untuk menjadi provinsi dengan produktivitas cerdas dan hijau telah dimulai sejak lama, setidaknya sejak tahun 2017. Pemprov NTB pernah mengikuti forum internasional bertajuk International Green Island Forum di Pulau Jeju, Korea Selatan.

Menurut Miq Gite, konsep “smart” dalam pemerintahan berarti penerapan teknologi informasi, sedangkan “green” mengacu pada upaya menjadikan daerah bersih dan hijau. Komitmen ini termasuk penandatanganan MoU dengan Icon Plus untuk meningkatkan produktivitas, terutama dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BACA JUGA : Lanjutan Roadshow Mi6, FGD Isu Strategis di Kota Bima

“Pemerintah NTB sudah lama mengikuti forum internasional seperti International Green Island Forum. Konsep smart diterapkan di instansi pemerintah melalui teknologi informasi, dan green berarti komitmen Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjadikan daerah kita sebagai green bank sampah dan pengelolaan limbah,” ungkapnya di Pantai Wisata Loang Baloq, Mataram .

Miq Gite menjelaskan bahwa komitmen tersebut mencakup penerapan energi hijau, teknologi hijau, pengembangan ekonomi hijau, dan pariwisata hijau. 

Kehadiran PLN Icon Plus, bagian dari PLN, memungkinkan jaringan PLN dimanfaatkan oleh Icon Plus sehingga seluruh daerah dapat menerapkan konsep provinsi cerdas dan hijau. 

Komitmen ini juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, terutama kegiatan usaha UMKM. Kini, 10 UMKM lokal telah menjadi binaan Icon Plus dan masuk dalam marketplace.

“Itu adalah komitmen besar dan semuanya sedang berproses. Kehadiran PLN Icon Plus sebagai bagian dari PLN bertujuan untuk memajukan NTB,” pungkasnya.

BACA JUGA : IbU negara dan Bunda Lale Lepas 300 Tukik di Sekotong, Lobar

Dalam kesempatan tersebut, Miq Gite bersama Direktur PLN Icon Plus menyerahkan bantuan CSR kepada beberapa lembaga pendidikan dan pemerintahan setempat. Bantuan tersebut berupa internet gratis selama satu tahun kepada Kelurahan Tanjung Karang dan sarana kebersihan kepada Kelurahan Ampenan Selatan. pnd/dyd

 

 




Nilai Ekspor NTB April 2024 Naik 112,40 Persen

Trend peningkatan nilai ekspor NTB terus berlanjut dari tahun ke tahun dan dari bulan ke bulan, bulan Aprol 2024 mencapai US$ 335,35 Juta

MATARAM.LombokJournal.com ~ Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mengungkapkan bahwa nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan April 2024 mencapai US$ 335.352.602.

BACA JUGA : Rapim Polda NTB Dorong Pemprov Siapkan Pemilukada 2024

Berita ini berfokus pada analisis nilai ekspor impor per April 2024 dan perbandingan tahunan

 Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 112,40 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dimana ekspor pada bulan Maret 2024 hanya mencapai US$ 157.890.025.

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi kenaikan yang sangat signifikan, mencapai 4.939,22 persen. Pada bulan April 2023, ekspor NTB hanya sebesar US$ 6.654.851.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM, dalam rilis berita resmi di Aula Tambora Kantor BPS NTB pada Selasa (15/05/24).

Menurut Wahyudin, “Trend peningkatan nilai ekspor NTB terus berlanjut dari tahun ke tahun dan dari bulan ke bulan.”

Lebih lanjut, Wahyudin menjelaskan bahwa pada bulan April 2024, ekspor NTB ke negara tujuan disominasi oleh Korea Selatan dengan ekspor mencapai US$ 166.213.620 atau sekitar 49,56 persen dari total ekspor. 

BACA JUGA : Program SKALA Diapresiasi Pemprov NTB

Diikuti oleh India dengan nilai ekspor sebesar US$ 79.705.019 atau sekitar 23,77 persen, dan China dengan nilai US$ 43.284.310 atau sekitar 12,91 persen. Ekspor ke Jepang dan Amerika Serikat juga mencatatkan angka signifikan.

Sementara itu, komoditas ekspor utama NTB pada bulan April 2024 adalah Barang Galian/Tambang Non Migas yang mencapai US$ 332.087.430 atau sekitar 99,03 persen dari total ekspor. 

Disusul oleh Ikan dan Udang, Perhiasan/Permata, Daging dan Ikan Olahan, Garam, Belerang, Kapur, serta Biji-bijian berminyak.

Pada bulan yang sama tahun sebelumnya, komposisi nilai ekspor menunjukkan pola yang berbeda. Meskipun demikian, presentase Barang Galian/Tambang Non Migas tetap mendominasi.

BACA JUGA : Literasi Keuangan Digital untuk Pejabat

Penyampaian berita ini berfokus pada analisis nilai ekspor impor per April 2024 dan perbandingan tahunan. mnp/her

 




Rakor UKPBJ Kab/Kota se-NTB, Dibuka  Asisten III Setda NTB

Rakor UKPBJ yang dianggap sebagai dorongan penting dalam peningkatan unit kerja pengadaan barang dan jasa, baik dari aspek SDM maupun aspek lainnya

MATARAM.LombokJournal.com ~ Rapat Koordinasi (Rakor) UKPBJ atau Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten/ Kota Se- Provinsi NTB digelar di Hotel Astoria Rembiga Mataram, Rabu (15/05/24), dibuka oleh Asisten III Setda NTB, H. Wirawan Ahmad

BACA JUGA : Rakerprov KONI NTB Tahun 2024 Dibuka 

Dalam kesempatan ini, atas nama Pemerintah Provinsi NTB, Wirawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Rakor UKPBJ. 

Kegiatan Rakor UKBJ yang dianggap sebagai dorongan penting dalam peningkatan unit kerja pengadaan barang dan jasa, baik dari aspek SDM maupun aspek lainnya.

“Ketika berbicara tentang SDM, penting untuk diingat bahwa kemampuan teknis saja tidak cukup, tetapi juga soft skill harus diperhatikan,” ujarnya.

BACA JUGA : Program SKALA Diapresiasi Pemprov NTB

Lebih lanjut, Wirawan menekankan pentingnya kematangan organisasi dalam meningkatkan standar pelayanan yang lebih baik.

“Kita saat ini berada pada tingkat kematangan tertentu, yang perlu dipertahankan dengan baik,” katanya.

Dia juga menyoroti pandangan yang harus dimiliki oleh setiap ASN, di mana penyelenggaraan pelayanan pemerintahan merupakan siklus yang terus berputar.

BACA JUGA : Poros Tengah Bubar, DSU Optomos Mengalahkan Zul-Rohmi 

“Setiap tahapan dalam proses ini saling terkait dan mempengaruhi yang lainnya. Sebagai ASN, komitmen, pemahaman akan tugas dan fungsinya dalam pengadaan barang dan jasa sangatlah penting,” tambahnya. Ican/her

 




Perjanjian Shareholder Bank NTB Syariah dan Bank Jawa Timur

Perjanjian antara Bank NTB Syariah dengan Bank Jatim  merupakan bagian dari kerjasama Kelompok Usaha Bank (KUB) untuk memenuhi modal inti Bank NTB Syariah sebesar 3 Trilyun 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si bersama dengan Penjabat (Pj) Gubernur Jatim, Bapak Adhy Karyono, turut menyaksikan penandatanganan perjanjian antar pemegang saham pengendali (Shareholder Agreement) antara Bank NTB Syariah dan Dirut Bank Jawa Timur, Busrul Iman, Rabu (08,05/24) di Multazam Ballroom, Kantor Pusat Bank NTB Syariah Mataram.

BACA JUGA : IMDI NTB Lebih Tinggi dari Rata-rata Nasional

Rangkaian persyaratan dalam shareholder agreement tersebut merupakan bagian dari kerjasama Kelompok Usaha Bank (KUB) untuk memenuhi modal inti Bank NTB Syariah sebesar 3 Trilyun sesuai dengan POJK No 12 Tahun 2020.

Miq Gite, yang akrab disapa sebagai Pj Gubernur, menyatakan harapannya agar kerja sama antara Bank NTB Syariah dan Bank Jatim tidak terbatas pada kerja sama antara dua bank daerah saja. Tapi juga dapat memperkuat hubungan antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemprov Jatim di berbagai sektor pembangunan.

BACA JUGA : Ekonomi Kreatif di NTB Beragam dan Menyebar  

Acara tersebut juga dihadiri oleh Pejabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) NTB, Asisten Sekretaris Daerah (Assda), Kepala Bagian Perekonomian, perwakilan dari OJK Bali dan OJK Jatim, serta para pejabat dari unsur forkompimda NTB. Turut hadir juga Pj Bupati Lotim, Wakil Walikota Mataram, Wakil Bupati Dompu, dan perwakilan pemegang saham lainnya. ***

 

 




Ekonomi Kreatif di NTB Beragam dan Menyebar

Sebaran potensi ekonomi kreatif sudah ada semua di NTB, baik di pulau Lombok maupun pulau Sumbawa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ir. Hj. Lale Prayatni, Pj. Ketua Dewan Kerajinan Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), menggarisbawahi potensi ekonomi kreatif di NTB. Hal tersebut disampaikannya acara pembantuannya dalam  kegiatan pelaksanaan tugas pembantuan bimbingan teknis penyusunan proposal dan presentasi Bisnis Ekonomi Kreatif di Lombok Astoria pada Senin (06/05/24). 

Bunda Lale, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa kekayaan budaya NTB menghasilkan beragam produk budaya dengan potensi ekonomi kreatif tinggi, karena mereka memiliki ciri khas yang unik dan beragam dengan menggunakan bahan-bahan dari alam NTB.

BACA JUGA : Ekonomi NTB Tumbuh Sebesar 4, 75 Persen

“Tenun Sasak, Sumbawa, dan Bima, semuanya memiliki keunikannya masing-masing,” ujar Bunda Lale. 

Ia melanjutkan dengan menyebutkan sebaran potensi ekonomi kreatif yang sudah ada di berbagai lokasi di NTB, baik di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa. Sentra-sentra seperti Tenun Bayan, Peringgasela, Taliwang, Poto, Donggo, dan Raba, serta dalam sektor kesenian seperti pertunjukan Sasak dengan Gandrung dan Zikir zaman, Tari Nguri dari Sumbawa, dan Tari Lenggo dari Bima.

Bunda Lale juga menyoroti tantangan dalam pengembangannya, seperti pengembangan potensi sumber daya lokal sebagai daya tarik wisata, peningkatan kualitas produk ekonomi kreatif, dan mendorong kemitraan antara usaha wisata dengan UMKM, pemerintah, dan swasta. 

BACA JUGA : Hardiknas di Sembalun, Pj Gubernur NTB Serahkan Penghargaan Aiso 

Ditambahkan bahwa ada juga peluang, seperti event-event Nasional dan Internasional di NTB, keunikan produk, kemudahan akses platform pemasaran digital, dan kebutuhan wisatawan terhadap produk NTB.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaludin, S.Sos., MT, menekankan peran penting faktor SDM dan menjadi kunci sukses dalam mencapai kinerja yang baik. 

Jamaludin menyoroti pentingnya hubungan tak berwujud antara perusahaan pariwisata dengan konsumen, yang sangat bergantung pada kemampuan individu karyawan dalam membangkitkan minat dan menciptakan kesenangan serta kenyamanan bagi para konsumen. 

BACA JUGA : Konstestasi Pilgub NTB 2024 Kurang Menggairahkan

Menurutnya, untuk menciptakan SDM pariwisata yang unggul, diperlukan pengembangan forum koordinasi dan sinergi program lintas sektor, MOU antar gubernur, walikota, dan bupati, serta pelatihan SDM kepariwisataan di sektor pemerintah dan SDM ***

 

 




Ekonomi Provinsi NTB Tumbuh Sebesar 4,75 Persen

BPS Provinsi NTB menyampaikan berita rilis resmi statistik terkait pertumbuhan ekonomi NTB pada triewulan 1 tahun 2024

MATARAM.LombokJpurnal.com ~ Badan Pusat Statistik (BPS) NTB  menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB pada triwulan I-2024 terhadap Triwulan I-2023 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 4,75 persen. 

Perekonomian Nusa Tenggara Barat berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan I-2024 mencapai Rp 43,66 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp26,50 triliun. 

BACA JUGA : Ekonomi Kreatif di NTB Beragam dan Menyebar

“Ekonomi kita di NTB mengalami pertumbuhan jika dibandingkan pada triwulan  1-2023 dan 2024 yaitu sebesar 4,75 persen,” jelas kepala BPS Provinsi NTB Drs. Wahyudin saat menyampaikan berita rilis resmi statistik di aula Tambora BPS NTB, Senin (06/05/24). 

Ia menyebutkan dari sisi produksi, Lapangan usaha Pertambangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,4 persen. Selanjutnya ada usaha Konstuksi dan Administrasi Pemerintahan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 9,46 persen dan 8,71 persen. 

Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 18,79 persen sedangkan Komponen Konsumsi Rumah Tangga merupakan komponen dengan andil paling besar yaitu hampir 58,60 persen.

BACA JUGA : Kebersamaan dalam Halal Bihalal Miq Gita dan Keluarga Samawa

Sementara itu, lanjutnya, Ekonomi Nusa Tenggara Barat Triwulan I-2024 terhadap triwulan III-2023 sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 1,36 persen (q-to-q). 

Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri mengalami konstraksi tertinggi sebesar 16,6 persen. Selanjutnya lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan dan Usaha Pengadaan Air mengalami kontraksi masing-masing sebesar 6,51 persen dan 5,30 persen. 

Sedangkan Ekonomi Nusa Tenggara Barat tanpa Biji Logam pada Triwulan I-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 3,01 persen jika dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2023. 

BACA JUGA : Panen Raya Jagung di Samota Samawa, NTB Dihadiri Jokowi

Adapun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, ekonomi NTB mengalami kontraksi sebesar 0,81 persen. Man Ikp

 




Bantuan Presiden untuk Pedagang di Pasar Tradisional di Sumbawa

Bantuan modal Jokowi di pasar tradisional menunjukkan komitmen pemerintah memberikan bantuan kepada sektor ekonomi mikro

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dan Penjabat (Pj) Gubernur NTB Drs H. L. Gita Ariadi, M. Si melakukan kunjungan kerja ke Pasar Tradisional Seketeng di Sumbawa, NTB,  Kamis (02/05/24). 

BACA JUGA : Jokowi Buka Jalan Baru untuk Konektivitas Transportasi di NTB

Bantuan Jokowi untuk pedagang kecil merupakan komitmen pemerintah
Presiden Jokowi

Kunjungan Presiden tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan langsung kepada pedagang pasar dalam bentuk Modal Kerja (BMK) dan Bantuan Langsung Tunai.

Dalam kunjungannya, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara/Kabinet dan sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa. 

Tindakan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian kepada sektor ekonomi mikro, terutama pedagang di pasar tradisional yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

BACA JUGA : TRansformasi Karya Visual dalam Antologi Puisi ‘Pertemuan Kecil’

Para pedagang di Pasar Tradisional Seketeng merespon kunjungan Presiden dengan antusias, menyambut bantuan yang diberikan sebagai dorongan besar bagi usaha mereka. 

Mereka mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah, dan berharap agar dukungan tersebut dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan usaha mereka di masa mendatang.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Pasar Tradisional Seketeng Sumbawa, NTB, tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga menjadi simbol komitmen pemerintah untuk terus mendukung pengembangan ekonomi rakyat.

BACA JUGA : Pelaksanaan Musrenbang NTB, Akselerasi Rencana Pembangunan

Serta memperkuat kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia. ***