Pekerja Migran Indonesia Korban Kekerasan di Libya Pulang

HBK mendorong dua pekerja migran Indonesia korban kekerasan di Libya lapor Polda NTB, agar ada efek jera untuk perekrut PMI

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Pekerja Migran Indonesia (PMI), Sri Muliemi dan Nismawat, asal Lombok yang mengalami tindak kekerasan dari majikannya di Libya, harus ditindak lanjuti dengan penegakan hukum.

 Memang, kedua pekerja migran Indonesia itu sudah kembali, namun soal penegakan hukum harus berlanjut.

BACA JUGA: Pekerja Migran Asal Lombok, Korban Kekerasan di Libya

HBK mendorong penegakan hukum atas tindak kekerasan dua pekerja migran Indonesia di Libya
H Bambang Kristiono (HBK)

Penegasan terkait Kasus kekerasan fisik yang dialami oleh dua pekerja migran Indonesia di Benghazi, .Libya, diungkapkan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Bambang Kristiono, SE (HBK).

“KBRI Tripoli sudah mendalami kasus dua pekerja migran Indonesia ini. Dan memang benar keduanya telah mengalami kekerasan fisik dari majikannya selama bekerja di Benghazi, Libya,” kata HBK melalui siaran persnya Jum’at (23/06/23).

KBRI di Tripoli sebelumnya telah menjelaskan kepada Sri Muliemi (SM) dan Nismawati (N), ada dua opsi penyelesaian yang dapat dilakukan untuk menindak-lanjuti peristiwa kekerasan yang mereka terima. 

Pertama, melakukan tuntutan hukum. Kedua, langsung pulang ke tanah air Indonesia.

KBRI Tripoli siap mendukung apa pun yang menjadi keputusan dari kedua PMI ini, tutur HBK tentang penjelasan KBRI. . 

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, kedua PMI ini lebih memilih langsung  pulang ke Indonesia, tanpa melakukan tuntutan hukum kepada bekas majikannya.

KBRI Tripoli pun langsung mengurus exit permit imigrasi, dan tiket kepulangan mereka ke Indonesia.

BACA JUGA: Anak Korban KDRT di Jateng, Ibunya Meregang Nyawa

Pulang ke Indonesia

Exit permit sudah dikeluarkan Imigrasi Libya, dan tiket kepulangan sudah diberikan kepada mereka berdua.

“Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Menlu, Bapak Direktur Perlindungan TKI di Luar Negri, dan tentu saja, Bapak Dubes RI di Tripoli atas segala perhatian, bantuan, serta hati baiknya sehingga proses pemulangan dua PMI di Libya ini  bisa tertangani secara cepat dan baik sekali,” ucap HBK. 

Kedua PMI ini akan berangkat dari Benghazi menuju Jakarta pada hari Minggu tanggal 25 Juni 2023, melalui Kairo dan Jeddah.

Dan diperkirakan pada hari Senin, 26 Juni 2023, mereka sudah tiba di Jakarta.

Sesuai SOP, Kemenlu juga akan mengkoordinasikan pemulangan kedua PMI ini, dari Jakarta ke kampung halamannya di Lombok dengan para petugas BP2MI.

“Saya pun akan semaksimal mungkin membantu pengurusan mereka setelah tiba di Indonesia, termasuk untuk kepulangannya ke Lombok, dengan tetap berkoordinasi dengan BP2MI,” sambung HBK.

BACA JUGA: Korban KDRT,  Bertengkar Hebat Suami Bunuh Istri

Penegakan hukum

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, kata HBK, juga memohon bantuan untuk penegakan hukum. Khusus terhadap para oknum perekrut kedua PMI ini di Polda NTB.

“Komunikasi terakhir saya dengan pihak Kemenlu RI, disepakati supaya keduanya mengadukan terlebih dulu permasalahan mereka ini kepada Polda NTB, sebelum mereka secara resmi diserahkan kepada keluarganya,” terang HBK yang dekat Prabowo Subianto ini.

Ditegaskannya, dengan penegakan hukum yg dilakukan, maka kejadian serupa yang menimpa Sri Muliemi dan Nismawati, tidak terus berulang.

“Harus ada upaya keras dalam penegakan hukum sehingga efek jera yang diterima para pelaku kriminal, perekrut tenaga kerja ke luar negeri ini, bisa menjadi solusi,” tandasnya. 

Seperti diketahui, KBRI Tripoli menerima informasi terkait kekerasan fisik yang dialami Sri dari pihak majikannya, melalui video YouTube yang viral beberapa waktu yang lalu.  

Selain adanya laporan masyarakat yang bersimpati terhadap nasib kurang baik yang dialami kedua PMI ini.  

BACA JUGA: Warga Labuhan Jambu Sumbawa, Bicara Potensi Hiu Paus

Pada awalnya, Sri dijanjikan untuk bekerja di Turki, namun pada kenyataannya malah dia dipekerjakan di Benghazi, Libya ***

 

 




Korban KDRT, Bertengkar Hebat Seorang Suami Bunuh Istrinya 

Salah seorang anak yang jadi korban KDRT merupakan anak penyandang disabilitas yang punya keterbatasan berbicara

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kasus tindak kekerasan yang dilakukan seorang suami, M (35) selain menyebabkan istrinya B (31) meninggal dunia, ketiga orang anaknya yang masih balita menjadi korban KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). 

BACA JUGA: Anak Korban KDRT di Jateng, Ibunya Meregang Nyawa

Anak korban KDRT butuh pendampingan psikologis

Tindak kekerasan yang menjadikan seorang ibu dan anaknya jadi korban KDRT itu berlangsung di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

BACA JUGA: Anak Korban KDRT di Jateng, Ibunya Meregang Nyawa

Istri yang menjadi korban KDRT itu meninggal dunia dengan wajah lebam-lebam. Perempuan malang itu ditemukan sedang memeluk korban anak yang berusia 1 (satu) bulan, dan 2 (dua) korban anak lainnya yakni  korban anak AA (2) dan korban anak APW (4) berbaring di kaki korban B.

BACA JUGA: Pekerja Migran di Lombok, Korban Penyiksaan di Libya

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 KemenPPPA, dijelaskan oleh Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar, tersangka M dan korban B sering bertengkar dan berujung pada KDRT. 

Kejadian itu berlangsung pada tangga; 13 Januari, bermula dari pertengkaran hebat pasangan pasutri M dan B. M baru saja pulang setelah beberapa hari kerja di luar kota. Setelah pertengkaran hebat itu, tersangka M kemudian memukuli kepala korban B hingga meninggal dunia.

Padahal, sebelumnya, setelah mengetahui istrinya meregang nyawa, M menyusun alibi. Setelah istrinya terbujur kaku, ia mengaku kepada para tetangga sudah 2 (dua) hari ini tersangka M tidak dapat menghubungi korban. 

Namun alibi itu ditepis oleh para tetangga yang di hari sebelumnya masih melihat korban B menjemur pakaian di halaman rumah mereka.

Setelah mengetahui B tak bernyawa, warga segera menghubungi pihak Polres Pati dan membantu mengevakuasi anak-anak korban. 

Polres Pati membawa jenazah korban B ke rumah sakit untuk diotopsi dan korban anak berusia 1 (satu) bulan untuk dirawat di ICU. Pada 15 Juni 2023, Kepolisian memanggil tersangka M untuk diperiksa sebagai saksi pertama yang menemukan jenazah korban. 

BACA JUGA: Desa Peduli Penyiaran, Ini Pesan Bang Zul

Dalam pemeriksaan tersebut, tersangka M kemudian mengakui telah melakukan tindakan KDRT yang mengakibatkan korban B meninggal dunia. 

Polres Pati kemudian menahan dan menetapkan M sebagai tersangka. Sementara itu, korban anak AA dan korban anak APW dibawa oleh pihak keluarga B untuk diasuh.

Anak-anak mengalami trauma

Nahra menuturkan, saat ini anak-anak korban sudah berada dan dirawat oleh keluarga terdekatnya. Meski demikian pihak KemenPPPA akan terus memantau perkembangan kondisi psikologis maupun fisik korban. 

“Satuan Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (SPT PPA) Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat merespon kasus ini dan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Pati untuk melakukan asesmen awal terhadap kondisi dan kebutuhan ketiga anak korban,” jelas Nahar.

Nahar mengungkapkan, PPT Pati telah melakukan asesmen awal kepada pihak keluarga korban. 

Berdasarkan asesmen awal tersebut, kondisi kesehatan fisik korban anak AA dan korban anak APW telah membaik serta kondisi korban anak berusia 1 (satu) bulan yang tengah dirawat di ICU pun berangsur membaik. 

Sehingga pada 19 Juni 2023 sudah dapat pulang dan diantar kepada pihak keluarga dalam keadaan sehat dan aman. 

Namun dari hasil asesmen awal tersebut diduga korban anak AA dan korban anak APW mengalami trauma karena melihat tindak KDRT yang dialami ibu korban. 

Terlebih, korban anak APW merupakan anak disabilitas yang memiliki keterbatasan berbicara sehingga kesulitan untuk mengekspresikan emosinya secara verbal.

Mengacu pada hasil asesmen yang dilakukan oleh PPT Pati, SPT PPA Jawa Tengah menindaklanjuti pendampingan korban. Dengan memberikan layanan pendampingan psikologis kepada korban anak AA dan korban anak APW, dengan melibatkan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Jawa Tengah.

Nahar mengingatkan, dalam memberikan fungsi layanan penyediaan layanan rujukan akhir bagi perempuan dan anak korban kekerasan, KemenPPPA menyediakan layanan pengaduan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129. 

BACA JUGA: Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Dapat dihubungi masyarakat apabila melihat, mendengar atau mengalami segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, melalui kanal hotline 129 atau WhatsApp 08111-129-129. ***

 

 

 




Anak Korban KDRT di Jateng, Ibunya Meregang Nyawa

Anak dan ibu jadi korban KDRT yang dilakukan sang suami, anak yang baru berusia sebulan dirawat di ICU dan ibunya meregang nyawa 

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Ini kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan seorang suami di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

KDRT itu dilakukan seorang suami yang jadi tersangka, M (35), yang menyebabkan 3 (tiga) orang anak tersangka menjadi korban. 

BACA JUGA: Korban KDRT, Bertengkar Hebat Seorang Suami Bunuh Istrinya 

Salah satu anak laki-laki yang menjadi korban KDRT itu,  baru berumur 1 (satu) bulan menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU), kondisinya lemah dan mengalami dehidrasi. Sedang istri tersangka yang jadi korban, B (31) seorang Ibu Rumah Tangga, meregang nyawa.

Kasus KDRT ini menjadi perhatian serius Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar menyampaikan ikut berbela sungkawa. 

BACA JUGA: Cegah Perkawinan Anak Melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi

“Kami turut berbelasungkawa atas kejadian KDRT hingga meninggalnya korban B dan mengakibatkan 3 (tiga) anak balita telantar selama kurang lebih 2 (dua) hari,” kata Nahar,Selasa (20/06/23).

Menurutnya, pihak KemenPPPA mendorong pihak Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut dan menjatuhkan hukuman seberat mungkin kepada tersangka yang merupakan kepala rumah tangga.

“Tersangka harus diberi hukuman seberat-beratnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang sesuai,” ujar Nahar dalam keterangannya, seperti diikutip di laman KemenPPPA.go.id, hari Selasa (20/06).

BACA JUGA: Presiden Jokowi Didampingi Gubernur NTB Tinjau Smelter

“Korban B ditemukan oleh warga dalam keadaan meninggal dunia dengan wajah lebam-lebam dalam posisi sedang memeluk korban anak yang berusia 1 (satu) bulan dan 2 (dua) korban anak lainnya, korban anak AA (2) dan korban anak APW (4) berbaring di kaki korban B. Ketiga korban anak tersebut ditemukan dalam kondisi yang lemas,” jelas Nahar.***

 




Warga Labuan Jambu Sumbawa Bicara Potensi Hiu Paus 

Kehadiran Bang Zul mengobati kerinduan warga Labuhan Jambu, dan gubernur pun minta Kadis Pariwisata NTB mensosialisasikan potensi pariwisata Hiu Paus 

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Masyarakat Desa Labuan Jambu Kecamatan Tarano, Sumbawa menyampaikan banyak persoalan yang dihadapi desanya. Termasuk cara mengelola potensi wisata yang dimiliki Desa Labuan Jambu ini,  yakni Hiu Paus.

BACA JUGA: TNI Rakor Komunikasi Sosial Bersama Aparat Pemerintah 

Warga Labuhan Jambu, Sumbawa mengaku merindukan kehadiran GUBERNUR ntb

Hal itu disampaikan saat Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang akrab dipanggil Bang Zul menyapa dan mendengar aspirasi masyarakat  Labuan Jambu Kecamatan Tarano, Sumbawa, Rabu (21/06/23) malam 

Kepada Bang Zul, masyarakat setempat juga berharap perhatian pemerintah dalam pembangunan infrastruktur desa

Kehadiran Bang Zul menjadi obat kerinduan masyarakat akan kehadiran pemimpin NTB ini.

Terkait potensi wisata ikan Hiu Paus, Bang Zul minta Kepala Dinas Pariwisata segera menguatkan koordinasi dengan Pemda setempat. Untuk mensosialisasikan potensi   pariwisata Hiu Paus.

Terkait infrastruktur juga diperlukan peran investor untuk menyiapkan penginapan dan pelengkap untuk mendukung pariwisata di Labuan Jambu.  

BACA JUGA: Gizi Anak Harus Dijaga, Mereka Pemimpin Masa Depan

“Kadis Pariwisata agar segera mencari cara untuk mempercepat kemajuan pariwisata Hiu Paus ini termasuk hidupkan kesenian khas Labuhan Jambu. Pernak pernik bentuk ikan Hiu Paus, dan Bank NTB juga bisa membantu untuk memasang perlengkapan tontonan masyarakat seperti layar lebar/besar. Menampilkan video Hiu Paus yang menarik perhatian wisatawan global ” kata Bang Zul.

Bang Zul juga mengaku senang dapat berkunjung menyapa dan mendengar langsung berbagai curahan hati masyarakat termasuk bisa menginap malam ini dirumah warga. 

Ia berharap, silaturahmi dapat terus terjaga dalam ikhtiar membangun daerah bersama-sama.

BACA JUGA: Gubernur NTB Bangga dengan Generasi Pencinta AlQur’an

Desa Labuan Jambu terletak di Kecamatan Tarano, Sumbawa. Terletak di sekitar Perairan Teluk Saleh. Biasanya pukul 06.00 pagi Hiu Paus muncul di saat nelayan mengangkat jaringnya karena ada banyak plankton yang merupakan makanan Hiu Paus, nah inilah waktu snorkeling dan  berinteraksi dengan Hiu Paus. ***

 

 




TNI Rakor Komunikasi Sosial dengan Aparat Pemerintah 

Penyelenggaran Rakor antara TNI bersama aparat Pemerintah penting mengakselerasi kemitraan, mempererat silaturrahmi, koordinasi dan komunikasi intensif

MATARAM.LombokJournal.com ~ Tentara Nasional Indonesia (TNI) selenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan aparatur lingkup Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk penguatan komunikasi dan koordinasi.

Rakor bertajuk Komunikasi Sosial TNI dengan aparatur Pemerintah bertema “Transformasi Digital Ciptakan Aparat Pemerintah Unggul” itu dibuka Danrem 162/WB Brigjen TNI Sudarwo Aris Nurcahyo,  S. Sos,  MM, di Aula Sudirman Makorem 163/WB NTB, Rabu (21/06/23).

BACA JUGA: Sosialisasi Desa Peduli Penyiaran, Ini Pesan Bang Zul

Kasi Intel Korem 162/WB, Kolonel Inf I Gusti Putu Dwika yang mewakili Danrem menyatakan, Rakor bertujuan pererat silaturrahmi, koordinasi dan komunikasi intensif ini penting mengakselerasi dan kemitraan TNI dan aparatur pemerintah.

“Dalam berbagai pelaksanaan pembangunan, pemerintahan dan sosial kemasyarakatan, bagi keberlangsungan program pembangunan,” ujarnya. 

Kegiatan ini dihadiri sejumlah instansi terkait Pemprov NTB dan sejumlah perwakilan Kesatuan TNI dan Polri di NTB. Untuk menyamakan persepsi dan kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan wilayah. 

BACA JUGA: Presiden Jokowi Didampingi Gubernur NTB Tinjau Smelter

Dengan kondusivitas masyarakat,  jalannya pembangunan bisa cepat tercapai dan stabilitas perekonomian tetap terjaga dengan baik. 

Pemilu 2024

Meyinggung tentang pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2024 yang saat ini sudah memulai tahapannya, Danrem berharap tetap dibangun koordinasi dan komunikasi yang makin baik. 

Tiap penyelenggaraan Pemilu tak bisa dipungkiri terjadi gesekan, perbedaan pandangan,  hingga perbedaan pilihan,yang bisa memunculkan gangguan keamanan.  

Diperlukan sinergi dan kolaborasi, koordinasi dan komunikasi yang baik dan intens dengan tokoh masyarakat,  tokoh agama dan pemangku kepentingan lainnya. 

BACA JUGA: Pekerja Migran Asal Lombok. Korban Penyiksaan di Libya

Agar bisa menetralisir berbagai gangguan stabilitas keamanan wilayah.

Rakor ini menghadirkan pembicara utama Kadis Kominfotik NTB, Najamudin Ammy,  dengan materi Penguatan Teknologi Informasi, Widwaiswara BPSDM NTB dan instansi terkait lainnya.***

 




Politisi Muda PDIP Raih Magister Teknik Universitas Mataram

Politisi muda PDI Perjuangan, Ahmad Amrullah raih Gelar Magister Teknik Unram dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ahmad Amrullah, bakal calon legislatif Dapil II DPRD Lombok Timur resmi menyandang gelar Magister Teknik Sipil di Universitas Mataram (Unram).

Gelar itu dipastikan diraih politisi muda PDI Perjuangan itu setelah mengikuti prosesi sidang Doktor, Magister, Sarjana Periode Juni 2023 di Universitas Mataram, Rabu (21/06/23).

BACA JUGA: TNI Rakor Komunikasi Sosial bersama Aparat Pemerintah

Politisi muda PDI Perjuangan NTB eaih Magister Teknik

Sebelumnya, Amrullah telah mengikuti rangkaian seminar yang dimulai dengan seminar proposal, seminar hasil penelitian dan sidang tutup. 

Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Lombok Timur ini memaparkan tesisnya berjudul “Evaluasi dan Strategi Pelaksanaan Penanganan Permukiman Kumuh, Studi Kasus Kabupaten Lombok Timur, NTB”.

Setelah mendengar pemaparan Amrullah, Ketua Sidang membacakan hasil yudisium dan menyatakan lulus dengan predikat cumlaude dengan indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3.85.

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Merahkan Lapangan Nasional Lotim

Gelar itu diraih dalam tempo yang cukup singkat yakni 1,4 bulan. Amrullah tak dapat menyembunyikan perasaan haru sekaligus bangganya usai diwisuda oleh Rektor Univesitas Mataram Prof Bambang Hari Kusumo. 

Amrullah seharusnya diwisuda pada Maret 2023 silam. Namun, lantaran pada momen yang sama, dirinya harus melaksanakan Ibadah Umrah.

BACA JUGA: Sosialisasi Desa Peduli Penyiaran, Ini Pesan Bang Zul

Akhirnya, Amrullah memilih mendahulukan ibadah umrah ketimbang mengikuti wisuda. 

“Saya lebih dahulukan menjalankan ibadah umrah waktu itu. Wisuda saya tunda,” kata Amrullah.

Pria yang juga berprofesi sebagai kontraktor itu mengaku, pendidikan merupakan salah satu prioritas penting dalam rangka dirinya meniti karir. Baik sebagai kontraktor, maupun politisi. 

“Pendidikan ini kan sangat vital, di dalam berkegiatan, pendidikan sangat penting. Kita hidup bukan hanya sekadar mencari uang, kita butuh beragam pengetahuan. Intelektualitas kita juga harus berkembang,” jelasnya.

Menurutnya, sesibuk apa pun, ia berusaha memberikan ruang lebih terhadap peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilannya. Salah satu jalannya adalah dengan meneruskan pendidikan.

Amrullah telah bertekad untuk melanjutkan pendidikannya hingga studi doktoral atau S3.

“Rencana ke depan jika ada rezeki dan kesempatan akan melamjutkan S3 bidang teknik sipil,” kata Putra asal Rumbuk itu.

“Sejujurnya, dulu saat saya memilih menjadi kontraktor, saya meyakini sekolah cukup sampai S1, tetapi makin ke sini, saya bertekad memang harus melanjutkan pendidikan. Apalagi sebagau politisi, saya melihat antara pendidikan dan politik itu saling terkait satu sama lain,” ujarnya.

BACA JUGA: GiZI Anak Harus Dijaga, Mereka Pemimpin Masa Depan

Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) DPRD dapil II Lombok Timur itu mengaku, pengetahuan (pendidikan) yang mumpuni yang dimiliki seorang politisi, sangat bermanfaat untuk mampu merumuskan hingga mengawal kebijakan pembangunan di suatu daerah.

Penting bagi legislator

Kecakapan pengetahuan, yang dimiliki seorang anggota dewan n dapat mengubah wajah parlemen. Anggota dewan, kata Amrullah harus punya ilmu spesifik.

“Politisi punya kapasitas pengetahuan. Dalam rangka pengawasan bisa kita pakai. Supaya DPRD tidak dianggap sebagai kumpulan orang-orang yang tidak paham yang hanya tahu duduk, diam, dan duit saja,” jelasnya.

“InsyaAllah nanti jika saya diberikan jalan yang mudah oleh Allah SWT untuk duduk di DPRD, saya akan menggunakan pengetahuan yang saya miliki dalam mengawal kebijakan dan menghimpun aspirasi masyarakat,” sambungnya.

BACA JUGA: PAUD Merupakan Tempat Bermain dan Bergembira

Diakuinya, selain punya kapasitas di bidang teknik sipil, Amrullah juga ternyata memiliki kemampuan lain seperti desainer, hingga menjadi musisi.

Universitas Matatam menggelar wisuda periode Juni 202 selama dua hari, mulai  21-22 Juni 2023. Dengan jumlah lulusan 1474 orang, terdiri atas 1 orang Doktor, 86 orang Magister, 1168 orang Sarjana dan 219 orang Diploma. 

Dari 1168 orang Sarjana, 262 orang  dari Fakultas Ekonomi, 158 orang Fakultas Pertanian, 41 orang Fakultas Peternakan, 168 orang Fakultas Hukum, 276 orang FKIP, 96 orang Fakultas Teknik, 61 orang Fakultas MIPA, 2 orang Fakultas Kedokteran (Prodi Farmasi), 30 orang Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, dan 74 orang Prodi  di bawah Rektor. 

Dari 1168 orang wisudawan/wisudawati Program Sarjana, 17,64 persen  memperoleh predikat Cumlaude, 76,11 persen sangat memuaskan, 5,31 persen memuaskan, dan 0,94 persen tanpa predikat. 

Dari 118 orang Program Magister, 27,59 persen memperoleh predikat Cum Laude, 66,67 persen sangat memuaskan, dan 5,75 persen predikat memuaskan. 1 orang Program Doktor memproleh predikat Cumlaude .

BACA JUGA: Gubernur NTB Bangga dengan Generasi Pencinta Alqur’an

Dari 219 orang wisudawan/wisudawati Program Diploma, 18,72 persen memproleh predikat cumlaude, 78,08 persen memperoleh predikat sangat memuaskan, 2,74 persen memuaskan dan 0,46 persen tanpa predikat. (*)

 




Sosialisasi Desa Peduli Penyiaran, Ini Pesan Bang Zul

Kegiatan sosialisasi peduli penyiaran harus membuat masyarakat bisa menikmati siaran yang sehat dan bebas hoax

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sosialisasi Desa Peduli Penyiaran (DPP) harus mampu memberikan feedback yang positif. Sehingga masyarakat bisa menikmati siaran dan berita yang sehat dan lain sebagainya.

Pesan itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul, saat menyampaikan sambutan sosialisasi itu. 

Kata Bang Zul, sosialisasi Desa Peduli Penyiaran harus memberi manfaat bagi desa

Sosialisasi Desa Peduli Penyiaran diikuti oleh 175 Kepala Desa perwakilan dari 8 Kabupaten se NTB di Hotel Lombok Raya, Senin (19/06/23).

Kata Bang Zul, di era digitalisasi KPID harus lebih maju, bagaimana menyuguhkan program yang kreatif dan inovatif.

“Dan bermanfaat bagi desa, tentunya bisa menikmati siaran yang sehat dan tidak hoax,” kata Bang Zul.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy menyampaikan apresiasi kepada KPID NTB atas penyelenggaraan sosialisasi DPP.

Sehingga para Kepala Desa bisa bertemu dengan pimpinan lembaga penyiaran dan stakeholder lainnya.

Diceritakan Bang Najam sapaan akrab Kadis Kominfotik, selama mendampingi Gubernur, sejak di Biro Humas dalam kunjungan-kunjungan untuk menyapa masyarakat dusun hingga desa dari ujung Sape, terdapat banyak potensi untuk dikembangkan.

“Bila potensi-potensi desa yang dimiliki tidak disiarkan, hanya akan diketahui oleh segelintir masyarakat. Karenanya harus mengajak lembaga-lembaga penyiaran untuk bersinergi dan berkolaborasi untuk kebaikan ekonomi dan pariwisata,” jelasnya.

Bang Najam menambahkan, dalam fungsi-fungsi pengawasan penyiaran supaya siarannya informatif edukatif sekaligus memberikan hiburan kepada masyarakat.

“Kenapa pentingnya para kepala desa ini karena lembaga penyiaran itu ada di wilayah masing-masing desa dari 70 lembaga penyiaran di NTB,” ungkapnya.

Pengawasan lembaga penyiaran

Dalam laporannya, Ketua KPID NTB, Ajeng Roslinda Motimori menyampaikan, dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap lembaga penyiaran tidak cukup dilakukan oleh KPID dan pemantau yang sudah ditempatkan diseluruh kabupaten/kota. 

Pada era digitalisasi dan peralihan TV Analog menjadi TV digital banyak melahirkan lembaga-lembaga penyiaran baru. 

“Berangkat dari itu, KPID membuat terobosan baru melibatkan masyarakat sebagai pengawas partisipan yang baru berbasis desa sehingga KPID mengeluarkan pedoman Desa Peduli Penyiaran yang pertama di Indonesia,” jelasnya.

Turut hadir Kepala Balmon Mataram, Kepala Beacukai, Direktur Penyiaran tv dan radio se NTB, Kadis Kominfotik kabupaten/kota, Tim Penyusun Desa Peduli Penyiaran dan tamu undangan lainnya.***

 

 




Gubernur NTB Bangga dengan Generasi Pencinta Alquran

Membuka STQH XXVII Tingkat Provinsi, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah memuji NTB mempunyai banyak generasi pencinta Alquran

MATARAM.LombokJournal.com ~ Provinsi NTB merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mampu melahirkan 

Generasi pecinta Alquran di Nusa Tenggara Barat (NTB), tak hanya mampu melantunkan ayat-ayat Alquran, tapi juga mampu menguasai tajwid dan makhroj huruf dengan sangat baik. 

BACA JUGA: Gizi Anak Harus Dijaga, Mereka Pemimpin Masa Depan

Gubernur NTB bangga memiliki banyak generasi pencinta Alquran.

Itu sebabnya, anak-anak NTB menjuarai MTQ tingkat nasional bahkan internasional.

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat membuka acara Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) XXVII Tingkat Provinsi NTB Tahun 2023, di Taman Sangkareang Kota Mataram, Minggu (18/06/23).

“Kita di NTB harus bangga karena memiliki banyak generasi pencinta Alquran. Potensi ini harus kita tingkatkan dari waktu ke waktu,” ungkap Bang Zul sapaan akrab gubernur.

Kebanggaan itu juga dirasakan oleh Bang Zul saat mengirim ratusan anak-anak NTB kuliah ke luar negeri. 

Hampir semua mahasiswa asal NTB mendominasi berbagai kegiatan keagamaan dan pengajian bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri. 

BACA JUGA: Pekerja Migran Asal Lombok, Korban Penyiksaan di Libya

Ketika bulan Ramadhan tiba, anak-anak NTB yang selalu mengisi ceramah dan menjadi imam taraweh mahasiswa Indonesia.

“Mudah-mudahan para Qoriah kita yang mengikuti STQH ini mampu menghadirkan nilai-nilai Alquran dan hadist untuk menyebarkan cinta pada semua orang,” harap Bang Zul.

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Mataram, H Mohan Roliskana menyampaikan selamat datang kepada seluruh kafilah perwakilan dari kabupaten kota se-NTB.

Kegiatan STQH ini menjadi wadah untuk mempererat rasa persaudaraan dan silaturahmi seluruh masyarakat NTB.

“Sebagai tuan rumah, tentu kami akan terus menjaga kedamaian dan kekhususan bagi seluruh peserta untuk mengikuti STQH dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Kegiatan STQH akan berlangsung pada Tanggal 17 – 23 Juni 2023. 

Adapun yang dilombakan diantaranya, yaitu majelis satu tilawah anak-anak dan dewasa, majelis dua yakni 1 dan 5 Juz Tilawah, majelis tiga yakni 10 dan 20 hafalan Alquran, majelis empat 30 juz dan Tafsir Bahasa Arab.

BACA JUGA: PAUD Merupakan Tempat Bermain dan Bergembira

Dan terakhir majelis lima hafalan 100 hadis dengan sanad dan hafalan 500 hadis tanpa sanad.***

 

 

 




Gizi Anak Harus Dijaga, Mereka Pemimpin Masa Depan

Para orang tua dihimbau perhatikan gizi anak, kata Bunda Niken mereka merupakan pemimpin masa depan bangsa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bunda Niken sapaan Ketua TP PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengajak para orang tua selalu memperhatikan gizi anak-anak. 

Gizi menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, menjadi generasi yang sehat dan cerdas.

BACA JUGA: Bunda Niken Launching Bhakti Stunting di Lombok Timur

Ia mengatakan itu saat menghadiri sekaligus melaunching Gotong Royong Bhakti Stunting di Lingkungan Kelurahan Tanjung Karang, Sekarbela Kota Mataram, Jumat (16/06/23).

“Kami mengajak para orang tua untuk menjaga gizi anak. Karena mereka adalah pemimpin masa depan bagi bangsa dan daerah,” ajak Bunda Niken.

Menurutnya, perkembangan dan pertumbuhan yang sehat merupakan tanggung jawab orang tua. Untuk itu mereka harus diperhatikan makanannya.

Makanan yang sehat dan bergizi akan menentukan pertumbuhan anak yang cerdas dan sehat. 

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Merahkan Lapangan Nasional Lotim

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kecamatan Sekarbela, Syanik Handayani Samudra mengungkapkan terimah kasih kepada Pemerintah Provinsi NTB dan PKK NTB yang sangat masif menggelorakan gerakan mewujudkan anak-anak NTB bebas dari masalah stunting.

“Gotong royong semua pihak menjadi kunci utama dalam mengentaskan masalah stunting di NTB. Kami sangat berterima kasih dengan adanya gerakan gotong royong stunting dari Pemprov NTB,” ungkapnya.

Launching Gotong Royong Bakti Stunting di Kecamatan Sekarbela dirangkaikan dengan pembagian telur kepada puluhan balita. 

BACA JUGA: MXGP Lombok Sumbawa 2023, Datangkan Artis dan Grup Band Papan Atas

Pembagian telur secara gratis tersebut didukung oleh PW Salimah NTB, PD Salimah Kota Mataram dan PKK Provinsi NTB. ***

 

 




PAUD Merupakan Tempat Bermain dan Bergembira

Bunda PAUD Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah menekankan, belajar harus dilaksanakan secara menyenangkan

LOBAR.LombokJournal.com ~ Salah satu kunci pendidikan anak usia dini adalah bermain dan bergembira, karena itu belajar harus dilaksanakan dengan menyenangkan.

BACA JUGA: Gizi Anak Harus Dijaga, Mereka Pemimpin Masa Depan

Bunda PAUD NTB berpesan, anak-anak harus belajar dengan gembira

Bunda PAUD Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah menyampaikan itu, dalam acara pelepasan siswa-siswi Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TK IT) Anak Soleh Kediri, Lombok Barat, Sabtu (17/06/23).

Belajar harus dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan, karena dunia anak pada usia dini adalah dunia bermain,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh dilaksanakan dengan tekanan, terlebih lagi pada usia dini.

Pentingnya mengajarkan tanpa tekanan agar anak ke depan mencintai proses belajar, tanpa menganggap belajar itu merupakan hal yang sulit.

BACA JUGA: Pemprov NTB Terbuka, IKIP NTB 5 Besar Nasional

“Seseorang yang punya semangat belajar dari dalam hatinya, maka dia akan terus mencari ilmu tanpa ada paksaan,” tutur Bunda Niken.

Isteri Gubernur NTB itu mengapresiasi TK IT karena berhasil memberikan pendidikan yang baik kepada siswa-siswi yang tampak dari penampilan siswa-siswi pada kegiatan tersebut.

BACA JUGA: Gubernur NTB: Dompu Great Adventure Luar Biasa!

“Selamat kepada orang tua yang sudah hadir, anak-anak kita sudah melewati masa TK, jangan lupa diberi hadiah, agar lebih semangat lagi ya,” pintanya. ***