Wayang Sasak, Lalu Nasib; Tontonan dan Tuntunan Masyarakat

Seni tradisi Wayang sangat digemari di masyarakat Sasak, salah satunya karena kepiawaian dalang Lalu Nasib yang menjadikan wayang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lalu Nasib sukses menyesuaikan pertunjukan wayangnya dengan situasi terkini Ini wawancara Nanik I Taufan, yang menggali sisi lain dalang berusia lebih 72 tahun tapi tetap bersemangat itu 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lalu Nasib, dalang Wayang Sasak, namanya tersohor hingga ke pelosok desa di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Pulau Lombok. 

Kiprahnya sebagai seorang dalang terbilang fenomenal, sebab ia memiliki ciri khas sendiri. Lucu dan segar, setidaknya itulah suasana yang bisa dinikmati penonton tatkala Lalu Nasib memainkan wayang-wayangnya.

Dalang Wayang Sasak
Lalu Nasib

Lalu Nasib menggemari wayang sejak kanak-kanak. Kegemarannya menonton wayang ia lalu membuat dan memainkan wayang-wayangan dari kardus. Bermula dari kegemaran menonton dan memainkan wayang itu, Lalu Nasib akhirnya memilih menjadi seorang dalang sejak tahun 1965. 

Sejak itu ia menjadi dalang yang mampu membius para penonton. Meski kini usianya telah menginjak 72 tahun lebih, Lalu Nasib tetap bersemangat memainkan wayangnya dan tetap tampil dengan penuh percaya diri. 

“Saya memang sangat menyukai dan senang menonton wayang sejak masa kanak-kanak,” katanya.

Salah satu kelebihan Lalu Nasib sepanjang 55 tahun  memainkan wayangnya, adalah  mampu menyatu dengan penontonnya. Ia senantiasa sukses menyesuaikan pertunjukannya dengan situasi terkini, dengan ragam kisah yang up to date. Ia selalu menggunakan bahasa sehari-hari yang mewakili perasaan masyarakat kalangan bawah.

BACA JUGA: Bau Nyale, Ini Kisah Drama Cinta Putri Mandalika

Sebagai seorang dalang yang lebih dari setengah abad berkarya, Lalu Nasib memiliki kharisma yang mampu membius para penonton. Ia memiliki kemampuan menciptakan pakem, gaya, genre, dan falsafah tersendiri dalam dunia pewayangan Sasak (Lombok), sehingga ia diterima dan diakui semua orang yang menjadikannya seorang Maestro

Ia mampu mengikuti perkembangan zaman dengan tetap eksis dalam dunia pewayangan hingga saat ini.

Bagaimana tidak, meski tetap memperhatikan pakem asli pewayangan Sasak, ia berinisiatif memasukkan benda-benda modern dalam pagelarannya, seperti alat transportasi tradisional Sasak berupa Cidomo. Bahkan hingga pesawat antariksa Apollo ada dalam pertunjukan wayangnya. 

Awalnya modifikasi ini mengagetkan, namun secara tidak langsung ternyata mampu mewakili kebutuhan hiburan masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah sebagai komunitas pendukung wayang Sasak. Kreativitas Lal Nasib akhirnya diterima sebagai salah satu ciri khas dari inovasi dalang Sasak.

Tidak itu saja, pergaulannya yang luas membuat Lalu Nasib mampu menciptakan tokoh-tokoh yang mewakili kalangan bawah. Ia menciptakan sendiri tokoh-tokoh wayang Sasak yang mewakili kalangan bawah yakni Rerencek dan Punakawan. 

BACA JUGA: Event Sport Tourism, Lombok Jadi Incaran Para Pemacu Adrenalin

Lalu Nasib mampu menghadirkan tokoh tokoh wayangnya dengan karakter lokal, Inak Ocong, Amak Ocong, Amak Amat, Amak Baok, dan Inak Etet. Tokoh-tokoh ini sangat mewakili masyarakat kelas bawah. Tokoh-tokoh wayang ini kini sangat terkenal di Lombok khususnya, sebab memiliki karakter masing-masing yang mewakili kelas bawah baik karakter maupun caranya berkomunikasi.

“Saya bergaul dengan semua kalangan, dari berbagai suku bangsa,” ungkapnya.

Kecerdasan Lalu Nasib dalam menciptakan tokoh-tokoh lokal ini dilakukannya berdasarkan pengamatan lapangan. Bukan hanya pada orang Sasak Lombok, melainkan pengamatan menyeluruh pada berbagai karakter masyarakat di Nusa Tenggara Barat, yang memiliki tiga etnis besar, yaitu Sasak, Samawa dan Mbojo. Termasuk tipikal karakter orang Jawa bahkan etnis lainnya yang bisa mengundang gelak tawa.

Naluri penciptaannya tak pernah mati. Lihat saja, di tengah gencarnya Pemerintah Provinsi NTB yang memfokuskan diri dalam bidang pariwisata dengan target jutaan wisatawan, Lalu Nasib juga akhirnya menciptakan tokoh wayang ‘bernuansa’ bule. 

Wayang Sasak jadi tontonan dan tuntunan masyarakat

Sebab itulah dalam memainkan wayangnya, Lalu Nasib senantiasa mengemas cerita dan memakai bahasa yang bisa merangkul ketiga etnis tersebut.  

Salah satu keahlian langka yang tidak dimiliki dalang lain di Lombok khususnya, adalah kepiawaian Lalu Nasib mempertontonkan pertunjukan wayang Sasak yang menawarkan celoteh jenaka dari Sang Maestro Lalu Nasib.

Ia tidak hanya memainkan wayang dengan kisah cerita, pakem dan tokoh aslinya, melainkan ia selalu merespon situasi terkini, topik yang tengah hangat di masyarakat, menjadi kekuatan petunjukan wayang Lalu Nasib. Ia paham memainkan wayangnya sebagaimana fenomena yang tengah berkembang. Untuk bisa menguasai materi pertunjukan, Lalu Nasib rajin membaca koran, mendengarkan radio dan  berbincang dengan banyak kalangan.

“Saya pelajari semua topik dan perkembangan informasi dari media massa dan pergaulan dengan banyak orang,” ujarnya.

Tak ayal, sepanjang pergelarannya ia mampu membuat penonton terhibur dengan gelak tawa yang garing. Satu hal yang tidak boleh dilupakan dari Dalang Lalu Nasib adalah kemampuannya menguasai semua bidang, Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Kebudayaan, Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Ipoleksosbudkam) yang menjadi materi dalam setiap pertunjukannya. 

Ini menjadi nilai penting dari keberadaannya sebagai seorang dalang.  Sebab itu ia tetap mampu menjadikan pertunjukan Wayang Sasak sebagai tontonan dan tuntunan yang sesuai dengan masanya.

Itulah sebabnya Lalu Nasib menjadi dalang fenomenal yang langka milik Nusa Tenggara Barat. Sayangnya, perjalanan karir dan karyanya yang begitu panjang dalam dunia pewayangan Sasak tersebut, sejauh ini, tidak banyak terdokumentasi dengan lengkap. Padahal, nama dan kiprahnya di dunia seni pertunjukan pewayangan Sasak khususnya, dikenal hingga ke pelosok desa.

Bisa dikatakan bahwa dari tidak banyak lagi dalang wayang Sasak di Lombok (hanya sekitar 50-an dalang) saat ini, hanya nama Lalu Nasib yang masih dikenal luas dan tetap bertahan di hati masyarakat hingga hari ini. Kehadirannya dalam dunia seni pertunjukan tradisi pewayangan Sasak, tidak lekang oleh waktu, tak tergoyahkan oleh kemajuan zaman yang begitu pesat.

Ia tetap menjadi dalang idola yang pertunjukan-pertunjukannya selalu dinanti sebab ia mampu mampu mewakili kebutuhan masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah.

Tawaran tontonan televisi dan berkembangnya media sosial yang melintasi teknologi canggih yang semakin beragam, tidak mampu sepenuhnya ‘mematikan’ kecintaan masyarakat terhadap keberadaan pertunjukan wayang Lalu Nasib. 

Meski mengalami pergeseran pada soal waktu dan volume pertunjukan serta lainnya, pertunjukan wayang Lalu Nasib masih ditanggap hingga saat ini. Ia tetap bisa menghadirkan pertunjukan yang mampu menjadi tontonan dan tuntunan bagi penikmat wayang Sasak.

“Hanya satu yang selalu saya ingat, untuk menjadikan pertunjukan wayang sebagai tontonan dan tuntunan bagi masyarakat,” katanya.***

 




Pandemi Covid-19 Ajarkan UMKM Sadar Digital

Selama pandemi, Bunda Niken mendorong UMKM belajar cepat beradaptasi memanfaatkan digitalisasi dalam proses berbisnis 

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Pandemi Covid-19 mengajarkan para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi NTB untuk sadar digital. 

UMKM dituntut belajar cepat untuk beradaptasi, meningkatkan inovasi, bersinergi dan memperluas jaringan.

Mendorong digitalisasi saat pandemi
Hj. Niken Saptarini Widyawati

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengungkapkan itu saat acara DigiTalk “UMKM NTB Siap Sambut MotoGP 2022” yang berlangsung di Novotel Hotel, Mandalika, Selasa (22/02/22).

“Selama pandemi Covid – 19 di NTB memang mengalami banyak perubahan, selama pandemi membuat kita semua berubah dan harus beradaptasi, inovasi serta bersinergi dengan cara cara yang tidak biasa,” tutur Bunda Niken. 

Dikatakan, pemanfaatan digitalisasi para UMKM sudah tidak ada hambatan lagi, mulai dari proses jual beli, bahkan kurasi bisa secara digital. 

“Kurasi bisa dilakukan secara digital, dengan interview, pemasaran juga bisa dilakukan secara digital. Kita berharap UKM – UKM dapat melakukan adaptasi dalam proses bisnis ini dengan baik,” katanya.

BACA JUGA: Protein Tinggi dan Antimikroba pada Cacing Nyale

Bunda Niken mengungkapkan agar para UMKM untuk dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disiapkan oleh Pemprov NTB. Dan terus belajar dari berbagai ilmu yang didapatkan untuk meningkatkan kualitas.

“Kegiatan ini menjadi suatu bagian dari upaya upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas UMKM di NTB,” ungkapnya. 

Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB sendiri telah melakukan banyak ikhtiar untuk UMKM, seperti menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Bela dan Beli Produk Lokal.

Termasuk, penyediaan aplikasi marketplace NTB Mall, mendirikan NTB Mall offline store, hingga membentuk ekosistem dan Komunitas Start Up lokal NTB.

BACA JUGA: Festival Bau Nyale Sukses Digelar, Event Budaya Pra MotoGP

Dalam kegiatan ini  hadir Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. Nursiah, S.Sos.,M.Si,  Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary, Founder & CEO Ladaea, Nanny Hadi Tjahjanto, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M dan Ketua Lombok Womenpreneur Club (LWC) Indah Purwanti Ningsih.***

 




Regulasi Tarif Hotel di NTB, Gubernur: Jangan Aji Mumpung

Gubernur Zulkieflimansyah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub), yang menjadi regulasi Penyelenggaraan Usaha Jasa Akomodasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Mngantisipasi adanya penyelenggara usaha akomodasi yang mengeluarkan tarif terlampau mahal menjelang perhelatan MotoGP Mandalika 2022, 18-20 Maret mendatang, Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah mengeluarkan regulasi mengenai tarif hotel dan penginapan.

Regulasi itu dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) NTB Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Usaha Jasa Akomodasi.

BACA JUGA: Gubernur Dampingi KASAD Tinjau Vaksinasi Serentak TNI AD

Regulasi mengatur tarif hotel
Salah satu kamar hotel di NTB

Pergub ini dikeluarkan untuk mengatur batas atas dan batas bawah kamar penginapan, saat MotoGP Mandalika.

“Jangan ugal-ugalan dan aji mumpung karena kita akan untung sekarang, tapi akan rugi dalam jangka panjang. Orang akan kapok datang ke tempat kita kalau aji mumpung naikan harga hotel dan penginapan seenaknya,” pesan Gubernur Zulkieflimansyah, Selasa (22/02/22). 

Pergub tersebut menjelaskan, penyedia akomodasi diperkenankan menaikan harga dengan batas yang sudah diatur. Harga yang diberikan harus sesuai zona lokasi event berlangsung. 

Maksimal kenaikan tarif kamar tiga kali jika berlokasi lebih dekat dari event. Untuk zona yang lebih luar kenaikan tarif maksimal dua kali. Sedangkan zona terjauh dari area event kenaikan maksimal satu kali.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Yusron Hadi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/02/22) menambahkan, kenaikan harga tersebut juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan atraksi, dan wisata. 

BACA JUGA: Fenomena Berterima Kasih pada Jokowidi NTB, Mi6: Wujud Politik Etis

Khusus bagi agen travel, tambah Yusron, juga dapat menjual tiket maupun penginapan dengan sistem bundling dengan catatan tidak menjual dengan harga mahal. 

Masalah tarif harga sewa transportasi juga akan disiapkan regulasi.***

 




Gubernur dan KASAD Silaturahmi dengan Forkopimda dan Tokoh NTB

Gubernur Zulkieflimansyah saat mendampini KASAD bersilaturrahmi dengan para tokoh di NTB  berharap ke depan banyak kebaikan diperoleh NTB 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Silaturahmi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Dudung Abdurahman, dengan Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan sejumlah elemen di NTB didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Senin (21/02/22) di Prime Park Hotel. 

Gubernur NTB menyampaikan sambutan
Gubernur Zulkieflimansyah

“Alhamdulilah,biasanya kita hanya melihat Pak KASAD lewat media,  hari ini kita bisa langsung ketemu dengan beliau,” kata Gubernur Zulkieflimansyah mengawali sambutannya di depan Pangdam Udayana, Danrem, Kapolda, Sekda dan undangan lainnya.

Menurut Bang Zul sapaan gubernur, pepatah mengatakan tidak mungkin saling membantu tanpa saling memahami, dan tidak mungkin bisa saling memahami tanpa saling mengenal.

Untuk itu, mengenal KASAD ada kehangatan dan keakraban, sehingga mudah-mudahan banyak kebaikan yang akan diperoleh NTB ke depan.

TNI AD sangat diidolakan oleh anak-anak muda di NTB, dengan kedatangan KASAD, Pangdam dan Danrem, dapat memberikan kesempatan putra putri NTB untuk ikut berpartisipasi dan menjadi bagian dari TNI dimasa yang akan datang.

BACA JUGA: Gubernur Dampingi KASAD Tinjau Vaksinasi Serentak TNI AD

“Keberhasilan Danrem 162/WB, memperoleh bintang sebagai jenderal, menginspirasi anak muda di NTB, untuk  menjadi patriot yang berkiprah bagi negeri ini kedepan,” harap Bang Zul.

Ia berharap, kedatangan KASAD ke NTB bukan yang terakhir kali, diharapkan ada kunjungan lain berikutnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Dudung Abdurahman, S. E., M. M, mengapresiasi sambutan yang luar biasa di NTB.

“Saya yakin ini berkat, kekompakan Forkopimda, Gubernur, Danrem, Polda dan seluruh tokoh agama, adat dan masyarakat NTB,” katanya.

KASAD mengaku diupacarakan dan disematkan sebagai warga kehormatan di NTB. 

“Gubernurnya selalu kompak mendampingi setiap kunjungan KASAD,” ujar Dudung.

Alumni Akmil ini berpesan, agar terus menjaga kekompakan, menjaga Pancasila dan NKRI di NTB. 

BACA JUGA: Protein Tinggi dan Antimikroba pada Cacing Nyale

“Jaga kekompakan TNI/Polri bersama Pemerintah dan masyarakat untuk mensukseskan semua agenda dan program pemerintah,” kata mantan Pangkostrad ini. ***

 




Gubernur Dampingi KSAD Tinjau Vaksinasi Serentak TNI-AD 

Dalam peninjauan vaksinasi serentak di Lobar, KASAD, Jendral Dudung Abdurrachman didampingi Gubernur Zulkieflimansyah   

LOBAR.lombokjournal.com ~ Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Jenderal TNI Dudung Abdurachman, dalam kunjungan kerja (kunker) di NTB melakukan peninjauan vaksinasi secara serentak yang diselenggarakan oleh Dandim Kabupaten/Kota se  NTB,di Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat, Senin (21/02/22).

Didampingi Gubernur Zul, KASAD juga memberikan bansos

Dalam kunjungannya, Dudung Abdurahman yang didampingi Gubernur NTB,. Zulkieflimansyah  mengatakan, vaksinasi dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial kepada warga masyarakat dan para santri Ponpes Ishlahuddiny.

BACA JUGA: Festival Bau Nyale Spirit Kebahagiaan, Ini Kata Bang Zul

“Dalam kunjungannya saya ke NTB untuk melihat langsung program pemerintah yaitu vaksinasi dilakukan oleh TNI AD yang dibantu oleh Kepolisian dan Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun kabupaten, untuk sama-sama bekerja keras, bahu-membahu sehingga bisa mensukseskan program pemerintah yaitu vaksinasi,” jelas Dudung.

KSAD mengatakan, dalam gelaran vaksinasi ditargetkan 1800 vaksin baik dosis 1,2, dan 3.

“Alhamdulillah pencapaian vaksinasi rata-rata hampir 80 persen, diharapkan terus berkelanjutan sehingga masyarakat NTB terhindar dari penyebaran covid-19,” terang Jendral Bintang 4 ini.

BACA JUGA: Event Sport Tourism, Lombok Incaran Para Pemacu Adrenalin

Turut hadir dalam kegiatan tersebut  Bupati Lombok Barat, Jajaran TNI, Polri serta pimpinan pondok pesantren Al-Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat. ***

 




Protein Tinggi dan Antimikroba Pada Cacing Nyale

Festival Bau Nyale yang diselengarakan tiap tahun di Lombok Tengah menyimpan cerita menarik tentang legenda Puteri Mandalika. Beberapa tulisan dari Nanik I Taufan kali ini mendeskripsikan hasil penelitian tingginya kandungan protein pada Cacing Nyale

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pulau Lombok memiliki keanekaragaman flora dan fauna pantai yang khas. 

Satu di antaranya adalah Cacing Nyale (Polychaeta) yang mempunyai keunikan tersendiri dengan peristiwa tradisi besar yang selalu dinanti-nanti masyarakat Lombok yang dikenal dengan Bau Nyale. 

Peristiwa munculnya Cacing Nyale dalam jumlah yang melimpah ini hanya terjadi sekali setahun. Masyarakat yang datang dari seluruh penjuru Lombok melakukan tradisi menangkap cacing (Bau Nyale).

BACA JUGA: Bau Nyale, Ini Kisah Drama Cinta Putri Mandalika

Ternyata Cacing Nyale mengandung protein tinggi
Warna warni Cacing Nyale

Cacing Nyale oleh masyarakat Lombok lebih dikenal karena fenomena tradisi dan budayanya. Selama ini peristiwa Bau Nyale lebih banyak dibicarakan dari segi tradisi maupun kepariwisataan. 

Kemunculan cacing yang konon ‘jelmaan Sang Putri Mandalika’ ini ternyata memberikan kontribusi yang besar bagi dunia keilmuan (penelitian).

Menurut Dra. Dwi Soelistya Dyah, M.Kes maupun Drs. Zainul Muttaqim, peneliti dari Universitas Mataram, yang melakukan penelitian secara khusus terhadap cacing laut ini, cacing-cacing nyale ini memiliki kandungan protein yang tinggi juga mengandung antimikroba serta dapat menguji kualitas air laut.

“Bahkan, kandungan protein cacing nyale lebih besar dua kali kandungan protein ayam ras,” ungkap Dwi Soelistya kepada Nanik I Taufan.

Peristiwa Bau Nyale berlangsung rutin tiap tahun, rata-rata pada hari kelima setelah bulan purnama. 

Cacing yang muncul ke permukaan antara pukul 04.00 hingga sekitar pukul 06.00 ini mempunyai ciri khusus antara lain, bentuk tubuhnya mengalami perubahan. Ad beberapa yang berwarna hijau, kuning ataupun abu-abu, coklat, jingga, merah dan ada yang mempunyai bintik-bintik hitam kecil membujur di sepanjang tubuhnya. 

Dari warna tersebut yang dominan adalah hijau dan coklat.

“Yang berwarna hijau si betina dan coklat adalah nyale jantan,” ungkap Soelistya.

Warna hijau pada epitok (badan belakang) si betina nampaknya karena pantulan dari warna telur  yang hijau dan besar. Sementara sperma si jantan berwarna kekuning-kuningan dan kecil sehingga yang terlihat cacing berwarna coklat. 

Sebenarnya, kemunculan Nyale secara serempak pada lima hari setelah bulan purnama tersebut merupakan masa kawin bagi cacing Nyale. Saat itu telur cacing betina sudah memenuhi seluruh badannya dan sperma si jantan pun demikian. 

“Tubuhnya jadi seperti balon mengembang dan memanjang hingga 36 cm,” katanya. Kulit cacing menjadi sangat tipis setipis-tipisnya kala itu.

BACA JUGA: Bau Nyale Spirit Kebahagiaan, Ini Kata Bang Zul

Maka pada musim kawin ini, cacing-cacing nyale yang tengah siap bereproduksi mulai keluar dari liang karang-karang tempatnya hidup. 

Kepala cacing tetap berada di dalam karang, sementara tubuh yang penuh dengan telur dan sperma hingga ekornya naik ke permukaan dan menari-nari siap untuk melakukan pemijahan. 

Pada saat epitoknya ini naik ke permukaan air, mereka bergerak seperti spiral dan saling berdekatan serta membelit satu sama lain sehingga tubuh cacing yang menipis akibat dipenuhi telur dan sperma tadi, mudah sekali hancur dan keluarlah sel telur dan sperma yang selanjutnya terjadi fertilisasi. 

Pada saat fertilisasi terjadi, dan zigot yang terbentuk akan menuju ke dasar perairan untuk selanjutnya membentuk larva menempati batuan-batuan karang, hidup dan berkembang hingga musim kawin tiba.

Pantai Selatan Lombok yang paling tinggi populasi cacing Nyale terdapat di Pantai Sager. Hal ini, tutur Bu Sulis, bisa jadi disebabkan oleh sifat pantai yang sesuai dengan habitatnya. Banyaknya karang merupakan salah satu faktor penting bagi cacing Nyale karena di bawah atau di lubang-lubang batu karang tersebutlah ia hidup dan berkembang biak.

Protein tinggi pada Cacing Nyale
Lezat bersama sambal goreng

Dibandingkan dengan Padak (pantai Timur Lombok), Tampes (Pantai Utara) yang jumlah nyalenya yang muncul sangat sedikit bahkan di Pantai Krandangan (Pantai Barat) tidak dijumpai nyale, di Pantai Sager justru muncul melimpah.

Hal ini tidak terlepas dari hamparan terumbu yang terdiri atas karang mati yang masif sebagai tempat yang cocok untuk hidup bagi cacing nyale terdapat di Pantai Sager. 

Juga populasi yang tinggi terjadi karena ketersediaan makanan yang cukup serta kurangnya predator pemangsa cacing, yang disebabkan kurangnya pasokan makanan pemangsa tersebut pada dasar laut yang berpasir.***

 

 




Festival Bau Nyale ‘Spirit’ Kebahagiaan, Ini Kata Bang Zul

Gubernur Zul menyebut Festival Nyale merupakan spirit kebahagiaan seluruh warga NTB, termasuk mereka yang termajinalkan

LOTENG.lombokjournal.com ~Festival Bau Nyale merupakan simbol dan ‘Spirit’ atau semangat kebahagiaan bagi seluruh warga NTB, termasuk bagi warga yang selama ini termarginalkan. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB Zulkieflimansyah pada Puncak Festival Bau Nyale 2022 di Pantai Seger, KEK Mandalika, Minggu (20/02/22).

Menyampaikan sambutan Festival
Gubernur Zulkieflimansyah

“Mandalika adalah spirit, Bau Nyale menawarkan kegembiraan merayakan festival,” ucap Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB saat membuka festival. 

Dikatakan, Mandalika telah bermetamorfosis bukan hanya sebagai lokasi biasa. Layaknya kisah Putri Mandaika, kini lokasi Mandalika menjadi lokasi yang menarik bahkan populer di dunia. 

“Sehingga juga menjadi rebutan, layaknya kisah putri Mandalika yang diperebutkan para pangeran dan memilih terjun ke laut agar bisa dimiliki oleh seluruh masyarakat,” ujar Bang Zul sapaan gubernur. 

Menurutnya, Mandalika kini menjadi one of the best street circuit in the world. Mandalika dikejar dengan aroma kekuasaan yang sangat kental.

BACA JUGA: Festival Bau Nyale, Event Budaya Pra MotoGP

“Namun sprit Mandalika dengan berbagai event internasional, memberikan semangat buat seluruh masyarakat, termasuk yang mungkin selama ini termarginalkan, bisa merasakan festival dengan penuh kebahagiaan,” jelas Bang Zul. 

Ia berharap, Festival Bau Nyale bisa terus konsisten dilakukan tiap tahun. 

“Mudah-mudahan festival nyale ini bisa jadi spirit bersama untuk memberikan kebahagiaan bagi kita semua” kaanya.

Festival Bau Nyale Tahun 2022  digelar sebagai side event jelang MotoGP 2022, berbagai kegiatan budaya digelar mulai dari sangkep wariga atau penentuan acara kegiatan kemudian pemilihan Putri Mandalika dan Bebaosan yang disiarkan secara streaming. 

BACA JUGA: Event Sport Tourism, Lombok Incara Para Pemacu Adrenalin

Festival Nyale dengan Pemilihan Puteri Mandalika
Pemilihan Puteri Mandalika

Kegiatan lainnya seperti Peresean, Belancaran, Wayang dan Mandalika Fashion Carnaval tetap dilaksanakan secara offline dengan titik lokasi yang terpisah demi menghindari kerumunan.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Menteri Parekraf RI, pimpinan DPRD Provinsi NTB, Sekda NTB, serta Forkopimda Kabupaten Lombok Tengah ***

 




Festival Bau Nyale Sukses Digelar, Event Budaya Pra MotoGP

Menjelang event MotoGP di Mandalika, Loteng, sukses digelar Festival Bau Nyale yang berkisah tentang Puteri Mandalika

LOTENG.lombokjournal.com ~ Festival Pesona Bau Nyale sukses digelar di Pantai Seger KEK Mandalika, menjelang event MotoGP buan Maret. 

Suksesnya penyelenggaraan Festival Nyale itu mendapat apresiasi Gubernur NTB Zulkieflimansyah. Khususnya kepada Bupati Lombok Tengah dan stakeholder lainnya yang dinilai sukses dalam penyelenggaraan Festival Nyale tahun ini.

Dalam festival Nyale, selalu ada acara mencari cacing laut

Menurutnya, Festival Bau Nyale telah berskala nasional, sehingga akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tapi juga daerah lainnya dengan tetap menguatkan nilai-nilai budaya. 

BACA JUGA: Festival Bau Nyale Spirit Kebahagiaan, Ini Kata Bang Zul

Karena itu, berbagai rangkaian kegiatan mulai dari “sangkep warige” atau penentuan acara kegiatan Bau Nyale tetap melibatkan tokoh agama dan masyarakat adat.

Selain itu, beberapa kegiatan yang sudah  diselenggarakan secara streaming, seperti pemilihan Puteri Mandalika dan Bepaosan. 

Kegiatan lainnya seperti Peresean, Belancaran, dan Mandalika Fashion Carnaval tetap dilaksanakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Spirit Mandalika

Menurut Bang Zul, Mandalika adalah spirit yang diceritakan oleh para orang tua agar sela penat berkelahi dengan kehidupan.

“Mandalika juga menawarkan kegembiraan dan keceriaan buat orang-orang kecil, orang-orang miskin, orang-orang termarjinalkan, orang terpinggirkan untuk sesekali dalam hidupnya  bergembira merayakan sebuah festival,” jelas Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.

Ia memberikan sambutan pada kegiatan festival Bau Nyale di halaman belakang hotel Novotel Lombok Tengah, Minggu (20/02/22).

Bang Zul juga mengajak Bupati Lombok Tengah dan Forkompinda, agar Festival Bau Nyale terus dirayakan.  Karena Mandalika saat ini sudah bermetamorfosis bukan hanya tempat biasa, tapi menjelma sebagai one best street circuit in the World

“Mandalika ini diburu oleh para banyak pangeran-pangeran besar dari seluruh dunia, tapi bukan hanya itu melainkan spirit Mandalika untuk memberikan kegembiraan senyuman, pesta bagi orang-orang kecil, orang-orang termarjinalkan yang sesekali  mencicipi kebahagiaan dan kegembiraan itu,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Fathul Bahri menyampaikan, sudah 3 tahun terakhir ini Festival Bau Nyale tidak pernah diadakan karena pandemi Covid-19 melanda Nusa Tenggara barat. Bahkan secara nasional maupun internasional.

BACA JUGA: Start L’etape Indonesia 2022, di Mandalika Lombok

Disebutkan Bupati Loteng, berkat kerjasama dan melalui rapat bersama Forkompinda Lombok Tengah beserta tokoh agama dan budaya sepakat untuk melaksanakan Festival Bau Nyale di kawasan ekonomi khusus Mandalika di ujung pantai selatan.

Masyarakat meramaikan festival Nyale

“Kami merasa bersalah jika acara tahunan seperti ini tidak dilaksanakan, ini semua untuk membangkitkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Turut hadir dalam festival pesona Bau Nyale tersebut, Menteri Pariwisata RI, Sekretaris Daerah NTB, Bupati Lombok Tengah, Wakil Bupati Lombok Tengah, Danlanud, Ketua DPRD NTB beserta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh budaya, dan tamu-tamu undangan lainnya.***

 




Event Sport Tourism, Lombok Incaran Para Pemacu Adrenalin

Lombok menjadi salah satu empat di Indonesia yang menjadi ajang event sport tourism incaran  para pemacu adrenalin dunia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pulau Lombok  merupakan salah satu tempat di Indonesia yang eksotik untuk penyelenggaraan event sport tourism. 

Adanya Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, maka Pulau Lombok menjadi makin kerap menjadi ajang para gowes mengembangkan olahraga kegemarannya sambil menjelajahi lokasi-lokasi eksotis.

event Tour de Singkarak

Setelah kerap menjadi ajang olahraga bersepeda kelas dunia, hadirnya Sirkuit Mandalika makin memperkuat Lombok dengan superbike, bulan Maret ada MotoGP, dan baru-baru ini dimulai dengan penyelenggaraan event L’etape Indonesia by Tour de France.

Olahraga tidak hanya dilakukan di rumah saja, namun bisa sekaligus sambil menjelajahi berbagai destinasi wisata. Tren olahraga sambil berwisata inilah yang kemudian melahirkan istilah, sport tourism. Ini menjadi  sebagai salah satu tren pariwisata yang populer akhir-akhir  ini.

Popularitas sport tourism menjadi awal yang baik bagi pariwisata Indonesia, termasuk di Lombok. Pasalnya, sport tourism menjadi atraksi wisata dengan pertumbuhannya yang pesat, dan memiliki pasar yang cukup besar. Karena banyak wisatawan mancanegara yang tertarik pada aktivitas olahraga di Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno pernah mengatakan dalam satu kesempatan webinar dalam Pelatihan Pengembangan Pariwisata Olahraga Untuk Pemuda; diperkirakan pertumbuhan sport tourism di Indonesia bisa mencapai Rp 18,790 triliun pada 2024 mendatang. 

BACA JUGA: Start L’etape Indonesia 2022 di Mandalika Lombok

Angin segar ini menjadi langkah awal dalam membangkitkan pariwisata dan ekonomi di Indonesia, sekaligus membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.

Saat ini, ada dua jenis sport tourism yang cukup umum. Pertama adalah hard tourism, sebagai acara perlombaan bersifat regular, seperti Asian Games, Sea Games, atau World Cup. 

Kemudian, ada juga soft sport tourism, yang dikenal dengan pariwisata olahraga dan berkaitan dengan gaya hidup (lifestyle), seperti bersepeda, berlari, hingga berselancar.

Menariknya, ini bukan hal baru, mengingat di Indonesia memiliki banyak event sport tourism yang banyak menarik wisatawan mancanegara untuk mengikutinya. 

Apa saja itu? Berikut 7 event sport tourism di Indonesia incaran para pemacu adrenalin dunia:

Tour de Singkarak

Bersepeda sambil keliling kota atau desa tentu adalah hal yang menyenangkan. Sangat masuk akal jika bersepeda menjadi salah satu aktivitas sport tourism yang banyak diminati, contohnya Tour de Singkarak.

Diadakan sejak 2009, Tour de Singkarak menjadi ajang balap sepeda incaran wisatawan dalam negeri maupun luar negeri pecinta olahraga bersepeda. Kompetisi sepeda ini diadakan di sekitar Danau Singkarak, Sumatera Barat, yang memberikan pengalaman balapan mengasyikkan.

Pasalnya, rutenya melewati pinggir pantai, danau, dan berbagai tikungan tajam. Tour de Singkarak pun menjadi ajang balap sepeda bergengsi yang selalu diikuti berbagai tim sepeda lebih dari 18 negara.

Tour de Banyuwangi Ijen

Selain di Sumatera Barat, lomba balap sepeda bergengsi kelas dunia berikutnya adalah Tour de Banyuwangi Ijen. Diadakan sejak 2012, Tour de Banyuwangi Ijen menjadi ajang balap sepeda yang menjadi favorit para pemacu adrenalin dunia.

Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan 23 negara yang ambil bagian dalam Tour de Banyuwangi Ijen 2019, di antaranya Jepang, Cina, Malaysia, Australia, Singapura, Malaysia, hingga Tiongkok. 

Peserta bersaing sambil menikmati keindahan lereng Gunung Ijen yang megah, sekaligus menjelajahi Kabupaten Banyuwangi dengan pesonanya tersendiri.

Borobudur Marathon

Lari menjadi salah satu olahraga yang sangat populer dan kerap dilakukan di berbagai destinasi wisata di Indonesia. Salah satu event sport tourism yang populer di kalangan atlet lari dalam dan luar negeri adalah Borobudur Marathon.

Borobudur Marathon merupakan salah satu event lomba lari berkelas internasional yang telah diikuti ribuan pelari dari berbagai negara. Pada gelaran Borobudur Marathon 2019 lalu, lomba lari ini diikuti sekitar 11.000 peserta dan sekitar 350 di antaranya adalah pelari internasional dari 35 negara.

Tidak hanya sekedar berlari, Borobudur Marathon mengajak para pelari menjelajah, menghirup udara segar, menikmati pemandangan indah, serta mencoba kuliner khas Magelang yang nikmat. Ditambah, sebelum dan sesudah marathon para peserta juga bisa berkeliling Candi Borobudur atau mengunjungi museum dan galeri seni di sekitar candi.

BACA JUGA: L’etape Indonesia di Mandalika Dimeriahkan 1.308 Peserta

Belitong Geopark Ultra Run

Selain di Borobudur, event sport tourism lari di Indonesia yang tidak kalah seru adalah Belitong Geopark Ultra Run. Rutenya pun dibuat cukup unik, karena para pelari melewati berbagai destinasi wisata seperti Bukit Peramun, Tanjung Kelayang, hingga Danau Kaolin. Pesertanya tak hanya dari dalam negeri, tapi dari berbagai negara, seperti Eropa dan Amerika Serikat.

Ironman Bintan

event pebalap sepeda di Bintan

Event sport tourism di Indonesia berikutnya yang menjadi incaran para pemacu adrenalin dunia adalah Ironman Bintan. Menjadi ajang triathlon paling menantang di Asia adalah daya tarik dari Ironman Bintan. Bayangkan, pada 2019 Ironman Bintang diikuti sekitar 1.044 peserta dari 58 negara!

Daya tarik dari Ironman Bintan adalah pemandangan yang disajikan. Mulai dari berenang di pantai dengan pasir putih dan bawah laut yang indah. Bersepeda di jalur tunggal yang berliku-liku dengan pemandangan hutan hijau yang lebat, hingga berlari sambil menikmati pemandangan indah.

World Surf League

Memiliki pantai dan pemandangan laut yang indah menjadi alasan dipilihnya Bali sebagai tuan rumah World Surf League (WSF) Champions Tour 2019. Ajang berselancar yang bertajuk “Corona Bali ProTected” ini membawa berbagai peselancar terbaik dari seluruh dunia untuk menaklukkan ombak di Bali.

Ada sekitar 56 peselancar terbaik dunia dari berbagai negara mengikuti World Surf League. Diangkatnya Bali menjadi tuan rumah lomba surfing sebenarnya menjadi awalan yang baik, sebab Indonesia memiliki ratusan pantai yang pas untuk surfing, dan 30 di antaranya sudah berlabel dunia.

World Superbike & MotoGP

Satu lagi sport tourism yang bakal menjadi event tahun paling ditunggu pecinta balap motor tercepat di dunia. Yap, World Superbike dan MotoGP bakal segera digelar di Indonesia, tepatnya di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Ajang balap motor World Superbike telah digelar pada pertengahan November 2021 ini. Sedangkan MotoGP diagendakan digelar pada bulan Maret 2022. Ajang balap motor ini bisa dibilang paling ditunggu para pembalap dunia, pasalnya Sirkuit Mandalika termasuk salah satu sirkuit kelas dunia dengan pemandangan terindah! ***

 




Start L’Etape Indonesia 2022 di Mandalika Lombok 

Dengan start L’Etape Indonesia menjadi pra event menyambut MotoGP 2022 di Mandalika 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Pelepasan 1.308 Peserta L’etape Indonesia by Tour de France di Mandalika untuk memulai racenya di lapangan masjid Nurul Bilad Kuta Mandalika pada hari Minggu (19/02/22). 

Kegiatan L’etape Indonesia by Tour de France merupakan salah satu pra event menyambut MotoGP 2022 di Mandalika sebagai destinasi wisata dunia di Nusa Tenggara Barat (NTB) 

BACA JUGA: L’etape Indonesia Dimeriahkan 1.308 Peserta dari Seluruh Indonesia

pelepasan peserta l'etape Indonesia untuk start memulai race

Kegiatan ini dilepas langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno. 

“Hati-hati, jaga kesehatan jaga tentunya keselamatan kita, save the first, enjoy Mandalika,” kata Sandiaga Uno. 

Sebelumnya Kadis Pariwisata NTB juga memimpin do’a untuk kelancaran kegiatan.

Untuk rute peserta L’etape Indonesia bersepeda start di Mandalika dan finish di Mandalika. Namun untuk rute masing-masing kategori ada yang menempuh jarak 124 km dan 84 km.

Untuk kategori Long Distance melintasi wilayah Praya Barat, Praya Kota, Praya Tengah, Pujut dan Finish di Mandalika. Dan untuk Short Distance melintasi wilayah Praya Timur, Praya Tengah, Kopang, Kota Praya hingga Pujut dan selanjutnya Finish di Mandalika.

BACA JUGA: Menparekraf RI Buka Bimtek Pengeolan Homestay

Acara tersebut juga berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan dan terintegrasi aplikasi PeduliLindungi. ***