Literasi Keuangan untuk Bangun Kemandirian Bisnis, Ini Kata Gubernur Zul
Literasi keuangan itu bicara aset, modal, investasi dan segala sesuatu tentang instrumen keuangan dan sistem ekonomi
MATARAM.lombokjournal.com ~ Kemandirian secara ekonomi dan bisnis, harus dimulai dengan memahami literasi keuangan.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat membuka pelatihan literasi keuangan dan jurnalistik bagi mahasiswa dan wartawan di Aula Handayani, kantor Dikbud NTB, Sabtu (26/02/22).
Gubernur Zulkieflimansyah
Kata Gubernur Zul, mahasiswa dan jurnalis harus memahami instrumen finansial dan sistem ekonomi, agar dapat memanfaatkan peluang membangun kesejahteraan setidaknya bagi dirinya sendiri.
“Literasi keuangan itu bicara aset, modal, investasi, liability, wakaf, dividen dan segala sesuatu tentang instrumen ekonomi yang mendukung dalam membangun kemandirian bisnis,” jelasnya.
Ia berharap “buta huruf” soal keuangan ini menjadi momentum gerakan membangkitkan literasi keuangan, terutama di kalangan muda dan diajarkan di sekolah sekolah agar dapat bersaing dalam ekonomi global.
Di bagian lain, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Dr Najamudin Amy mengingatkan, mahasiswa dan jurnalis dalam kapasitas intellectual power harus selalu bicara dan menulis berbasis data.
“Selain berdampak pada integritas pribadi sebagai mahasiswa dan penulis, potret pertumbuhan ekonomi yang ingin dihadirkan juga akan terpengaruh dengan komparasi dan update data yang tidak cukup komprehensif,” jelas Najam.
Ditambahkannya, informasi tentang pertumbuhan ekonomi NTB selain sebagai kompas untuk mengetahui kebijakan dan program ekonomi juga akan menggairahkan dan memberikan aura positif, bagi seluruh stakeholder dalam upaya membangkitkan ekonomi NTB.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kepala OJK, Kepala Dinas Dikbud, Forum Wartawan Ekonomi, PWI dan perwakilan organisasi wartawan lainnya.***
Mahasiswa mendapat pemahaman karya jurnalistik, kode etik jurnalis dan undang-undang pers dari wartawan senior
MATARAM.lombokjournal.com ~ Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat bersama forum wartawan ekonomi menggelar pelatihan jurnalistik bagi ratusan mahasiswa di pulau Lombok.
Kegiatan ini dalam rangka memberikan pemahaman tentang karya jurnalistik, kode etik jurnalis dan undang-undang pers.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan literasi keuangan bekerjasama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB di Gedung Handayani Dinas Dikbud NTB, Kamis (26/02/22).
Kegiatan ini dibuka Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, dihadiri Kepala OJK NTB Rico Rinaldy, Ketua PWI NTB Nasrudin, Kepala Dinas Dikbud NTB, DR Aidy Furqon, dan Kepala Dinas Kominfotik, DR Najamudin Amy.
Peserta mendapatkan materi tentang Jurnalisme Digital dan Kode Etik Jurnalistik.
Media Era Digital
Kepala LKBN Antara Biro NTB Riza Fachriza menjelaskan, saat ini media dihadapkan pada era digital yang tidak bisa dibendung oleh siapapun. Media yang dulunya orientasi cetak dituntut bertransformasi ke digital.
“Media digital saat ini sangat banyak dan masif, itu sudah tidak bisa direm. Dengan banyaknya media tantangan kita semua bagaimana melawan berita hoax, kita bisa memanfaatkan teknologi digital yang kita miliki untuk melawan hoax. Semua oreang saat ini berinteraksi dengan digital mulai dari bangun tidur,” jelas Riza.
Mahasiswa penting untuk memahami dasar jurnalistik dan dunia digital, agar bisa memanfaatkan smartphone yang dimiliki untuk melawan berita hoax.
“Mahasiswa harus membaca berita dari media yang sudah jelas, karena di media ada tahapannya dari wartawan ke redaktur, kemudian ada juga ahli bahasanya. Itu struktur standar media. Redaktur itu menilai layak atau tidak layak sebuah berita, kemudian dilihat secara bahasanya. Kita menggunakan KBBI. Itu yang kita gunakan untuk memuat berita,” jelas Riza.
Riza menjelaskan, ada dua bentuk karya jurnalistik. Pertama straight news yang merupakan berita langsung, kemudian ada indepth news atau berita investigasi yang mengungkap masalah sampai dalam.
“Kalau straight news harus langsung naik sesuai dengan hari peristiwa tersebut terjadi. Indepth news membutuhkan waktu untuk mengumpulkan data, bisa sampai satu bulan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PWI NTB Nasrudin menjelaskan, wartawan harus menjunjung kode etik jurnalistik dalam bekerja agar tidak melanggar dan mampu menjaga indepensi.
“Kode etik jurnalistik ibaratnya kitab suci wartawan, itu menjadi pedoman moral, pedoman bekerja wartawan. Salah satu pasalnya wartawan harus bersikap independen, profesional dan beritikad baik. Kalau kita linearkan dengan agama itu tergantung dengan niat. Wartawan membuat berita bergantung ke niatnya, kalau niatnya buruk maka hasilnya akan buruk,” jelas Nasrudin.
Menurut Nasrudin, jika wartawan tidak mampu menerapkan kode etik jurnalistik dalam bekerja akan mendapatkan sanksi sosial, berupa turunnya kepercayaan publik terhadap kerja jurnalistik dan media tempat wartawan bernaung.
“Memang kode etik tidak ada sanksi pidanam tetapi ada sanksi sosial berupa tidak percayanya publik terhadap media dan itu sangat berat,” katA Riza.
Sementara itu Supriyanto Hafid membagikan pengalamannya sebagai jurnalis di NTB. Khafid menceritakan kerja jurnalis penuh tantangan dan penuh resiko.
“Saya mulai mengenal jurnalistik tahun 1984, saat itu saya sudah PNS, 8 tahun sebagai pegawai negeri dan punya jabatan. Waktu itu saya bekerja sebagai wartawan majalah Tempo, Tempo belum punya koran dan online.” ceritanya.
Suprianto juga menceritakan tentang nasibnya yang pernah diungsikan ke surabaya selama 7 bulan oleh medianya, karena mendapat protes keras dari masyarakat Lombok tentang karya jurnalistiknya.
Saat itu, tempo menulis tentang “Mencuri Adalah Warisan Adat Sasak”, yang memicu reaksi masyarakat.
“itu yang membuat fatal, yang membuat ketersinggungan warga Lombok. Leadnya memang menjual sekali. 7 bulan saya mengungsi di Surabaya jauh dari keluarga. Tetapi bagusnya Tempo memfasilitasi keluarga mengunjungi saya ke Surabaya,” cerita H.Supriyanto di depan peserta.***
Pemprov Fasilitasi Masyarakat NTB Beli Tiket MotoGP
Agar perhelatan event MotoGP sukses, Pemprov memfasilitasi pembelian tiket kepada masyarakat ber-KTP NTB dengan harga diskon 10 persen
MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan memfasilitasi pembelian Tiket MotoGP secara kolektif bagi masyarakat yang ber-KTP NTB.
Hal itu dilakukan guna mensukseskan gelaran MotoGP pada bulan Maret mendatang,
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan, Sadimin, mengatakan itu saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (25/02/22).
“Dalam rangka mensukseskan MotoGP di Sirkuit Mandalika tanggal 18 sampai dengan 20 Maret, Pemerintah Provinsi NTB memfasilitasi pembelian tiket kepada masyarakat ber-KTP NTB dengan harga diskon 10 persen,” jelas Sadimin.
Pemprov NTB akan memfasilitasi pembelian tiket langsung ke pihak PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
Berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor 005/001/SAG/UM/2022, seluruh perangkat daerah diminta dapat memfasilitasi pembelian Tiket MotoGP kepada masyarakat yang ber-KTP NTB secara kolektif.
Tujuannya agar masyarakat yang ingin menonton perhelatan MotoGP dapat terfasilitasi dengan baik.
“Melalui Surat Edaran Sekda, Dinas-dinas Provinsi dan Setda Kab/Kota se-NTB dihimbau untuk fasilitasi pembelian tiket MotoGP secara kolektif untuk masyarakat NTB,” tambah mantan Kepala Biro Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda NTB tersebut.
Ia juga mencontohkan, harga tiket untuk festival pada hari pertama bisa dibeli dengan harga Rp100.000 dari harga tiket semula, yakni Rp115.000.
Sadimin menjelaskan, pihaknya hanya memfasilitasi pembelian dan tidak mencari untung.
“Sebagai contoh, untuk tiket festival harganya 115.000, kemudian setelah difasilitasi harganya menjadi 100.000,” katanya.
Sebagai informasi, pemesanan dilakukan secara berkelompok/kolektif melalui Perangkat Daerah dengan syarat usia pemesan Tiket MotoGP di atas 12 tahun.
Setelah pemesanan disampaikan melalui perwakilan Perangkat Daerah dengan pengisian TDR, akan dilakukan Validasi oleh Fasilitator Provinsi dan Devisi Tiket ITDC (Xplorin) untuk mengecek ketersediaan tiket di Xplorin.
Kemudian setelah seluruh data dinyatakan lengkap dan tiket tersedia, akan diterbitkan Invois sebagai dasar melakukan pembayaran transfer bank pada rekening yang tertera pada invois. ***
Maestro Tari , Amaq Raya Pernah Menari di Depan Dua Presiden
Amaq Raya, Sang Maestro dari Lenek, Lombok Timur, ingin terus menari hingga tubuhnya tak mampu bergerak lagi, mungkin ia satu-satuya seniman Lombok yang pernah menampilkan karyanya di depan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto.Nanik I Imtihan menuliskan dedikasi Amaq Raya sebagai seniman tari tadisi
MATARAM.lombokjournal.com ~ Amaq Raya hanyalah lulusan sekolah dasar (Sekolah Rakyat). Namun dari keterbatasan hidup dan ilmu pengetahuan formil itu, justru mengajarkan dan menuntun mereka melahirkan karya-karya yang original, yang materinya diolah dari apa yang ada di sekitar mereka.
Amaq Raye
Tari-tari tradisi karya Amaq Raya mampu menegaskan perbedaan mendasar dari dasar-dasar gerak tari Sasak dengan Bali.
Tari tradisi Sasak itu juga belum dipatenkan, langgam dan ragam geraknya, dan ini bisa dimulai dari Amaq Raya. Dari kacamata akademisi Amaq Raya dinilai mampu menemukan ide dan gagasan dengan cara yang sangat sederhana.
“Amaq Raya mampu menemukan ide dan gagasannya dengan cara yang sangat sederhana,” ungkap, Dr. Salman Alfarisi, seniman lulusan ISI Yogyakarta yang kini mengajar di Universitas Sultan Idris Malaysia.
Dalam salah satu eksplorasi karya Amaq Raya misalnya, geraknya mencoba melakukan dan menirukan gerak-gerak burung dimana bisa jadi tanpa ia sadari muncul kesadaran untuk melakukan stilisasi gerak burung tersebut atau mengkopi gerakan persis seperti burung.
Inilah salah seorang maestro tari tradisi Sasak yang mengabdikan dirinya dalam dunia kesenian hingga usianya sepuh.
Siang itu, di berugak rumah sederhananya, kepala, tubuh dan tangannya bergerak, melenggok indah ketika ia bicara. Mata sepuhnya bersinar, berbinar tatkala ia mengisahkan setiap gerakan tari yang diciptakannya.
Amaq Raya, seniman tari tradisi yang menghabiskan hampir seluruh bagian hidupnya untuk berkarya. Lahir dan besar di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Amaq Raya yang memiliki nama asli Loq Saleh ini tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan kesenian.
Bagaimana tidak, selain kampung halaman tempatnya tinggal adalah tempat lahirnya seniman-seniman tradisi, ayahnya pun adalah seorang seniman ternama di desanya. Itulah yang kemudian membuatnya menjadi seniman serba bisa.
Sepanjang hidupnya, Amaq Raya tidak pernah menjalani masa sekolah selayaknya anak-anak lain apalagi sampai menimba ilmu seni secara formal, sebab ia hanyalah lulusan sekolah rakyat. Ia juga tidak berguru kesenian secara intensif (meski ia memiliki guru bernama Amaq Tahim, seniman tradisi di desa itu).
Ia justru banyak belajar mengolah bakat seni yang diwarisi dari sang ayah dengan melakukan pengamatan dan mengikuti pertunjukan berbagai seni tradisi ke sana kemari, dari satu desa ke desa lainnya bersama sang ayah dan kelompok keseniannya.
Sejak muda, Amaq Raya dikenal sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan kesenian tradisi seperti tari tradisi Gandrung, teater tradisi Cupak Gurantang, wayang Sasak. Tidak itu saja, waktu dan pengalaman yang menempanya membuat intuisi seninya terasah tajam.
Ia lalu menciptakan berbagai tari tradisi yang rohnya ia ambil dari pengamatannya pada apa yang terjadi di sekitarnya juga kejadian-kejadian alam semesta yang sempat terpotret olehnya. Sumber karya Amaq Raya adalah alam semesta dan jagat raya.
Bahkan dari gerak dan perilaku seekor burung yang tengah mandi pun akhirnya menginspirasinya untuk berkarya. Dari sinilah karya tari tradisi Gagak Mandiq lahir.
“Saya belajar gerakan-gerakan tari itu dari alam yang ada di sekitar saya,” ujar Amaq Raya.
Tahun 1993 adalah salah satu momentum yang paling berharga baginya ketika ia mendapat kesempatan untuk menggelar karya tari tradisi Gagak Mandiq di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki Jakarta dalam program Maestro yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).
Ia menikmati hidupnya dengan terus berkarya, bahkan hingga saat usianya sepuh kini.
Beberapa karya tari tradisi lain yang diciptakannya Tari ‘Pidata’, tari ‘Pakon’, tari ‘Kembang Jagung’. Ia juga menciptakan gending ‘Semar Geger’, gending ‘Pemban Selaparang’, dan lainnya.
Karya-karya tarinya memiliki kekuatan tersendiri yang belum tentu dimiliki oleh koreografer lain. Ia melahirkan karya yang merupakan perpaduan wiraga (gerak raga) dan wirasa (gerak jiwa). Baginya, menari bukan semata gerakan raga, melainkan sekaligus menggerakkan jiwa sehingga melahirkan karya seni bercita rasa dan bernilai tinggi.
Ketenaran namanya sebagai seniman tradisi yang sangat aktif membuat ia kerap diundang untuk mengisi acara-acara penting di Nusa Tenggara Barat bahkan acara-acara kenegaraan. Kebanggaan itu diungkapkan Amaq Raya seperti ketika tampil di depan Presiden Soekarno di Bali tahun 1957.
Tidak itu saja, pada kunjungan Presiden Soekarno di Lombok tahun 1958, ia juga tampil menarikan tari-tari tradisi. Lalu pada tahun 1990 ia tampil di Istana Merdeka di depan Presiden Soeharto.
Pada tahun 1988, ia memperkenalkan berbagai kesenian tradisi Lombok yakni Cepung, Kecimol, Peresean dan tari gandrung, berkeliling ke tiga provinsi yakni Tokyo, Kagawa dan Omea.
“Bangga sekali rasanya saya bisa dua kali menari di depan Presiden Soekarno dan memperkenalkan berbagai seni tradisi Lombok di Jepang” katanya.
Menggelarkarya di tim Tahun 1993
Nama dan karya-karya Amaq Raya adalah warisan seni bagi Nusa Tenggara Barat yang akan terus hidup dengan umur yang panjang. Namun begitu, meski ia dikenal sebagai seorang seniman ternama Nusa Tenggara Barat, kehidupan kesehariannya sangat sederhana, bahkan diakuinya lebih sering kekurangan.
Ia hidup dengan sangat sederhana, di sebuah rumah yang apa adanya. Namun, sebagai seorang maestro, Amaq Raya menikmati segala proses hidupnya selayak ia menikmati prosesnya dalam berkarya selama ini. Tubuh dan usia yang terus menua, tidak akan mampu menghentikan untuk berkarya.
Sebab Sang Maestro berkata, “saya akan menari sampai tubuh saya tak bisa bergerak lagi”.***
Gubernur Zul Berharap NTB Jadi Trigger Ekonomi Nasional
Hadirnya event besar seperti MotoGP, WSBK, IATC, Gubernur berharap NTB menjelma menjadi suatu provinsi trigger utama ekonomi dari Nasiona
MATARAM.lombokjournal.com ~ Banyaknya event besar seperti MotoGP, WSBK, IATC, diharapkan Provinsi NTB mampu menjelma menjadi Provinsi Trigger Utama Ekonomi dari Nasional.
Gubernur Zulkiefimansyah
Hal itu disampaikan Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB Zulkieflimansyah, saat memberikan sambutan pada Dialog Publik Pra Konkorcab PKC PMII Bali-Nusra bertajuk “Sukseskan MotoGP Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional” di Mataram, Jum’at (25/02/22).
“Dengan banyaknya kegiatan event besar seperti itu, kita ingin NTB mampu menjelma menjadi suatu provinsi trigger utama ekonomi dari Nasional,” ungkap Bang Zul.
Terkait hadirnya MotoGP kata Doktor Zul, misalnya mau tidak mau runway bandara harus diperpanjang, pihak angkasa pura membangun terminal harus lebih indah, PLN tidak boleh mati, telekomunikasi harus lebih baik dan lain sebagainya.
Semuanya harus bergerak dengan hadirnya event internasional.
Belajar dari pengalaman pada event MotoGP, baik WSBK, Asian Talent Cup. Jika setiap bulan mampu menghadirkan event besar misalnya mini MotoGP, otomotif lainnya maka tidak akan berhenti-henti mengadakan kegiatan di hotel maupun di tempat-tempat lain di NTB.
Pembangunan ekonomi itu sederhana saja, erat kaitannya dengan mobilitas. Makanya kalau mau memajukan suatu daerah atau negara tinggal mobilitasnya saja ditingkatkan.
Dijelaskan juga oleh Bang Zul, suatu daerah atau dusun terpencil yang tidak maju-maju, jika ingin menggesa pembangunan ekonominya maka segera buka akses jalan, buat jembatan bikin pelabuhan, hadirkan Airport maka mobilitas ekonomi akan bergerak.
Sementara itu, Ketua PKC PMII Bali-Nusra Aziz Muslim menjelaskan dilaksanakan kegiatan ini Pra Konkorcab dianalogikan seperti Indonesia sedang membutuhkan NTB, karena secara ekonomi dimulai dari NTB hadirnya event internasional yaitu MotoGP, WSBK, Asian Talent Cup dan lain sebagainya.
“Event internasional tidak hanya untuk Indonesia tetapi seluruh dunia. Makanya kita dorong pertumbuhan ekonomi Nasional itu dimulai dari NTB,” katanya.
Turut hadir dalam dialog publik tersebut, Asisten 2 Setda NTB, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Sosial, Kepala Bakesbangpoldagri serta para pimpinan OKP di Mataram. ***
Wagub NTB Jelaskan Program Sabtu Budaya di Sekolah
Pembentukan karakter siswa di sekolah diaplikasikan melalui program Sabtu Budaya, Siswa diajak menghormati dan bangga dengan budaya lokal
BIMA.lombokjournal.com ~ Program Sabtu Budaya di lingkungan satuan pendidikan, merupakan wadah pembentukan karakter siswa, melalui berbagai kegiatan positif dan menyenangkan sekaligus bermanfaat di sekolah.
Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan itu, saat meninjau vaksinasi di SMAN 4 Kota Bima, Jum’at (25/02/22).
“Sehingga membentuk karakter mulia anak-anak yang akan menjadi generasi masa depan,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub.
Dijelaskannya, kegiatan Sabtu Budaya mengajak siswa belajar memiliki rasa kasih sayang, cinta kasih, rasa peduli, toleransi, hormat menghormati dan bangga dengan budaya lokal dan tradisional.
“Berbagai aktivitas dan kegiatan yang dikemas pada acara Sabtu Budaya, seperti gotong royong, olahraga tradisional, permainan rakyat, seni budaya, harus terus berjalan dan berkesinambungan untuk dapat mengubah pola pikir atau perilaku siswa,” jelas Wagub didampingi Kadis Dikbud Provinsi NTB, Aidy Furqon.
Wagub mencontohkan, misalnya cara pandang siswa tentang arti pentingnya menjaga lingkungan, tidak membuah sampah sembarangan hingga memanfaatkan sampah dan mengolahnya, menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Tadi Saya lihat hasil karya kreatifitas siswa memanfaatkan limbah sampah dari botol plastik dan gelas plastik sangat luar biasa ” pujinya.
Selain itu, cucu pahlawan asal NTB ini juga berpesan agar siswa dan guru segera divaksin untuk menjaga dari penyebaran Covid-19.
“Karena Covid-19 hanya bisa dihadapi dengan vaksin dan memakai masker,” tutup Ummi Rohmi.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Waka Polres Kota Bima, Dandim, Asisten 1, Kadis DLHK, Kadis PMPD Dukcapil, Kadikes, Karo Kesra, dan Asisten 1 Kota Bima.***
Wagub Sitti Rohmi Mengaku Belajar dari Siswa SLB
Menurut wagub, anak-anak yang belajar di SLB bukan kurang dari kita tapi mereka diberikan hal yang berbeda
DOMPU.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengaku banyak belajar dari para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Dompu yang dikunjunginya.
“Ada hal- hal yang kita punya, mereka tidak punya. Namun banyak yang mereka punya dan bisa sedangkan kita tidak. Kami yang sebenarnya belajar banyak,” ucap Ummi Rohmi, Kamis (24/02/22) di SLB Negeri Dompu.
Ummi Rohmi juga memuji para guru dan siswa SLB Negeri Dompu, tak terkecuali Iza Tunnafsia, yang menyambut rombongan dengan puisi berjudul “Setitik Cahaya”.
Bahkan Ummi Rohmi, Bupati Dompu dan Istri juga terlihat sempat menitikkan air mata saat mendengarkan puisi indah tersebut.
“Mereka bukan kurang dari kita, namun Allah SWT menitipkan hal berbeda kepada mereka. Kalian hebat kalian luar biasa..” puji Ummi Rohmi.
“Terima kasih sudah memberikan pelajaran berharga kepada kami..” tutup Wagub diiringi tepuk tangan undangan dan tamu yang hadir.
Sementara itu Bupati Dompu Kader Jaelani mengungkapkan, pengalaman pertama mengunjungi SLB Negeri Dompu ini adalah pelajaran untuk terus bersyukuratas nikmat Allah SWT.
“Mereka mungkin memiliki keterbatasan. Tidak bisa melihat, keterbatasan kaki atau tangan. Namun mereka bisa menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT. Ini adalah pembelajaran bagi kita semua yang diberikan nikmat sehat,” ucap Bupati.
Terakhir Bupati mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan Wakil Gubernur di Dompu.
“Saya merasa bangga kepada bu Wagub yang sudah hadir disini. Saya berterima kasih banyak.. Mudah-mudahan kehadiran Bu Wagub membawanya berkah bagi daerah kami” katanya.***
Wagub NTB Puji Bank Sampah di Kabupaten Bima
Wagub Sitti Rohmi memuji Bank Sampah di Bima yang menghasilkan produk sabun cuci dari limbah pengolahan sampah
BIMA.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah meninjau dua bank sampah di Kabupaten Bima yang dinilai telah berhasil dalam implementasi dan pemberdayaan, Rabu (23/02/22) .
Dua bank sampah yang ditinjau Wagub Sitti Rohmi saat kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Bima tersebut adalah Bank Sampah “Teke Berdaya” Kec. Palibelo Kab. Bima dan Bank Sampah Samili di Kecamatan Woha.
“Bank sampah ini bisa menjadi media pembelajaran yang baik mengenai ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.” kata wagub.
Menurutnya, Bank sampah kita di Bima ada yang telah menghasilkan produk sabun cuci dari limbah pengolahan sampah
Ummi Rohmi memuji produk Bank Sampah tersebut dan yakin, dengan konsistensi yang telah ditunjukkan, akan terus lahir produk – produk dari bank sampah.
“InsyaAllah, produk-produk dari limbah pengolahan sampah akan hadir dari bank sampah lainnya di NTB,” ucap Wagub.
Bank sampah sendiri merupakan suatu gerakan dan inisiasi warga dan penggiat lingkungan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah.
Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilahakan diolah menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomis. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan.
Turut hadir mendampingi Wagub dalam kesempatan tersebut Asisten 1 Setda NTB, Kadis LHk, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD Dukcapil, Sekretaris Dikbud, Karo Kesra, dan tim NTB Care.***
Wagub Tinjau Implementasi “Zero Waste” di Sekolah
Dalam kunker di sekolah di Bima, Wagub Sitti Rohmi menganjurkan agar menghubungkan pengelolaan zero waste dengan bank sampah
BIMA.lombokjournal..com ~ Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Bima, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah turut meninjau implementasi program Zero Waste di sekolah. SMAN 1 Palibelo (Smansalibe) Kab. Bima menjadi sekolah yang dikunjungi Ummi Rohmi kali ini.
Wagub Sitti Rohmi
“Apa yang telah dilakukan siswa-siswi SMAN 1 Palibelo sudah luar biasa” puji Ummi Rohmi sapaan Wagub, didampingi Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, Rabu (23/2/2022) di SMAN 1 Palibelo Kab. Bima.
Siswa-siswi dan guru dianjurkan memanfaatkan botol bekas atau gelas plastik dari rumah atau lingkungannya. Untuk kemudian dikelola menjadi Ecobrick di sekolah
“Harus kita sadari, bahwa sampah itu sesuatu yang membawa berkah jika mampu dikelola dengan baik. Membuat nama taman sekolah dari botol bekas, membuat bunga matahari yang cantik dan indah dan produksi dari limbah botol plastik lainnya. Ini luar biasa” ucap Wagub.
Namun Wagub berharap agar kedepannya pihak sekolah dapat menghubungkan pengelolaan zero waste dengan bank sampah yang telah ada di Kab Bima.
“Sehingga siswa bisa membuka tabungannya, lumayan hasilnya ,”pesan mantan ketua DPRD Kab. Lotim ini.
Sementara itu, Kepala SMA 1 Palibelo Hj. Erot Sutianah, M.Pd mengatakan bahwa merasa bangga dan mengapresiasi kunjungan kerja Wagub ke SMA 1 Palibelo.
“Kunker Ibu Wagub ingin melihat langsung pengelolaan zero waste di sekolah kami dan memantau pelaksanaan vaksin,” kata Kepsek.
Mendukung visi NTB Gemilang dalam program Zero Waste, melalui ektrakurikuler peduli lingkungan, pihak sekolah mengelola limbah sampah dari botol air minum kemasan.
“Ada limbah botol yang ukuran kecil, sedang maupun yang besar,”jelasnya.
Pihak selolah juga mewajibkan 557 siswanya untuk mengumpulkan botol kemasan ataupun botol minuman gelas, sejak tahun 2020.
Dari hasil produksi siswa dengan kreatifitasnya menghasilkan meja, kursi, papan nama taman, gerbang bunga, semuanya terbuat dari botol kemasan dan gelas plastik.
“Sehingga sekolah kami sudah dipenuhi spot foto yang membuat siswa betah di sekolah,” tuturnya.***
Wagub Tinjau Vaksinasi Siswa di Bima, Ini Pesannya
Saat tinjau vaksinasi siswa di SMAN 1 Palibelo Wagub Sitti Rohmi berpesan agar siswa melakukan vaksinasi dan mengenakan masker untuk mencegah Covid-19
BIMA.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah, berpesan agar para siswa SMAN 1 Palibelo (Smansalibe) jangan takut untuk divaksin.
Ia mengimbau seluruh siswa melakukan vaksinasi dan mengenakan masker, karena itu merupakan kunci melawan pandemi Covid-19.
“Karena kunci mencegah Covid-19, hanya dapat dilakukan dengan Vaksin dan memakai masker,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.
Hal itu dikatakannya saat meninjau vaksinasi di SMAN 1 Palibelo Kab. Bima sekaligus melihat implementasi “Zero Waste” di sekolah tersebut.
“Jangan takut ya, tetap semangat, hanya disuntik sebentar saja,” pesan alumni ITS Surabaya tersebut didampingi Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, Rabu (23/2/2022) di Bima.
Berdasarkan rilis Dinas Kesehatan Provinsi NTB, capaian vaksin di Kabupaten Bima sendiri per 22 Februari 2022 telah mencapai 75 persen pada vaksinasi pertama dan 32 pesen pada capaian vaksinasi kedua. ***