Dr. H.MS. Udin, MA; Makna Kalah Bagi Yang Berilmu

Ini kisah perjuangan Dr. H. MS. Udin, MA, yang mampu memberi makna kalah menjadi energi kreatif. Ia membangun pondok pesantren dengan dukungan warga desa, mendidik dan menghidupi anak yatim piatu penuh keikhlasan. Naniek I Taufan mengkisahkan ketekunan dan keikhlasan Tuan Guru Udin

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kalah dalam sebuah konstestasi politik bukanlah akhir dari segalanya, apalagi sampai terpuruk hingga mengakibatkan kondisi stress. 

Bagi mereka yang berilmu, kalah bisa menjadi energi yang positif. 

Hal inilah yang pernah terjadi pada DR. H.MS. Udin, MA., atau yang dikenal dengan Tuan Guru Udin.

Pernah ia mengalami kekalahan saat mengikuti Pemilihan Kepala Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Lombok Barat tahun 1983. Terpikir oleh Tuan Guru Udin, pimpinan Pondok Pesantren Ishlaah Al Ummah, Batu Mulik, Desa Gapuk, Gerung untuk membangun Pondok Pesantren bagi anak yatim dan anak-anak kurang mampu. 

Kisahnya bermula, ketika itu ia masih mengemban tugas sebagai Guru SDN 4 Mataram, Tuan Guru Udin ikut Pilkades dan kalah. Pendukungnya sempat kecewa. 

Meskipun kalah, namun pendukungnya di kampung itu terbilang cukup banyak. Ia pun berfikir apa yang bisa dilakukan bersama para pendukungnya, agar kekecewaan pendukungnya tidak berlanjut. 

Setidaknya sesuatu yang bermanfaat harus dilakukan. Akhirnya energi pendukungnya diarahkan untuk membangun Madrasah yang kelak kemudian menjadi Pondok Pesantren bagi anak yatim dan anak tidak mampu. 

bisa memberi makna kalah bagu yang berilmu
Tuan Guru Udin

Bagi Tuan Guru Udin, kalah dalam pilkades justru memberikan keberkahan, bisa memelihara anak yatim dan anak tidak mampu. Tuan Guru Udin mengajarkan untuk menyikapi kekalahan dengan ilmu, sehingga kalah bisa menjadi terhormat. 

Dua tahun kemudian, 1985, madrasah ini terbentuk dengan menerima tiga kelas pertama Tsanawiyah dengan sementara menumpang ruang belajar di SDN 2 Gapuk yang tidak jauh dari rumahnya. 

BACA JUGA: Tadarus Bersama PKK NTB di Pendopo Gubernur

Pada perkembangan selanjutnya warga pun, tidak hanya pendukungnya dalam Pilkades, melainkan hampir seluruh warga desa bergotong royong untuk mewujudkan gedung Pondok Pesantren di kampung ini. Hingga akhirnya sekolah ini memiliki tanah dan gedung. 

Sejak awal pondok ini didirikan, Tuan Guru Udin yang dua kali mengikuti pendidikan S3 Sospol bidang Administrasi Publik di Untag Surabaya dan UIN Malik Ibrahim Malang bidang Manajemen Pendidikan Islam ini, memang sudah mengkhususkannya untuk anak-anak yatim dan anak kurang mampu. 

Karena itu, saat sudah memiliki tanah dan mampu membangun gedung Ponpes yang dihasilkan sebagian besarnya dari urunan para pendukungnya itu, pondok ini didirikan. Karena pembangunan pondok dananya berasal dari urunan warga sekitar, maka diwacanakan, para santri dan santriwati direkrut dari warga sekitar dan seluruh keturunan pecahan atau warga desa ini yang setidaknya sudah membangun 18 masjid di tempat-tempat tinggal mereka yang baru. 

Pondok ini mencari santri santriwatinya dari warga kampungnya yang sudah tinggal menyebar di desa lain seperti, Ketirik, Jembatan Kembar, Dasan Belo, Penimbung, Batu Timpang, Batu Samban, Lendang Jahe,  Sempolok, Keselet, Sedengat, Jelateng Timur, Jelateng Barat, Kelape, Sayung, Pekemik, Pendem, Dasan Baru, Setenggar, Mpol, Pemegatan, Timbal Kelep, Lemer, Sepi, Belongas, Sauh, Seledong, di mana warga pecahan ini sudah mendirikan masjid sendiri-sendiri. 

Anak cucu mereka inilah yang menjadi santri dan santriwati Pondok Pesantren Ishlaah Al Ummah saat ini.

Pelan tapi pasti, ponpes ini berkembang. Namun jangan berfikir bangunan pondok yang mewah seperti ponpes-ponpes lainnya. Sebab pondok ini membiayai penuh 400-an santri santriwatinya yang belajar secara gratis. 

Bahkan 115 santri santriwati yang tinggal di asrama pondok ini, selain belajar gratis juga biaya hidupnya selama di pondok juga gratis. 

Tidak mudah bagi Tuan Guru Udin yang lahir dari orang tua petani ini untuk membiayai anak-anak yatim dan anak-anak kurang mampu belajar dan hidup di pondok secara gratis. 

Keihlasannya untuk mengurus dan merawat mereka membuat dosen Universitas Islam Negeri Mataram ini harus putar otak mendapatkan biaya bagi mereka. 

Selain biaya itu datang dari kantong pribadinya, ia bersyukur selama ini selalu saja ada bantuan yang datang, yang membuat kehidupan para santri santriwati serta proses belajar mengajar berjalan dengan baik. 

Memang, makan dan minum mereka secukupnya, tidak ada yang berlebihan apalagi mewah. Tidak mudah memang membayangkan menghidupi 400 anak khususnya yang 115 penghuni asrama pondok. Pernah dan sering terjadi, pondok kehabisan beras dan makanan untuk santri santriwati bahkan pernah seminggu tak ada persediaan. 

mampu memberi makna kalah menjadi energi positif

Tuan Guru Udin pun mengais persediaan keluarganya untuk bisa memberi makan anak-anak asrama. Sejauh ini ia bersyukur sebab ada saja yang membantu di saat sulit, termasuk selama ini warga sekitar juga kerap menyumbang untuk biaya makan anak-anak pondok. 

Dana-dana dari donatur lebih banyak habis untuk biaya hidup para santri santriwati, sehingga tidak terpikirkan lebih jauh tentang bangunan gedung pondok maupun asrama yang lebih representatif. 

BACA JUGA: Sate Tanjung, Cita Rasa Kuliner Khas Lombok Utara

Saat ini, selain gedung dengan 12 ruang belajar, ada dua asrama santri dan santriwati. Asrama ini bukan asrama yang ditempati satu kamar 2 santri melainkan mereka tidur beramai-ramai. 

Para santri malah lebih sering tidur di masjid yang dibangun dari wakaf bangunan yang diberikan donatur dari Saudi Arabia beberapa tahun lalu. 

Tuan Guru Udin yang alumni LEMHANNAS tahun 2017 ini mengaku tak sampai hati menarik uang SPP, Pembangunan dan lain-lain sebab ia tahu persis kondisi anak-anak yang belajar di pondok ini. 

Seluruhnya anak tak mampu yang rata-rata yatim dengan keadaan yang menyedihkan. Tiap ajaran baru tiba, ia dan tim perekrut santri santriwati selalu turun bertemu para Kepala Dusun untuk mencari anak-anak yatim dan tidak mampu untuk belajar di pondok ini secara gratis. 

“Saya harus menyelamatkan anak-anak ini,” ujarnya. 

Kini ponpes ini telah memiliki PAUD hingga Aliyah yang berjalan dalam kesederhanaan. Pondok ini dijalankan oleh mantan Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Lombok Barat tersebut,  berpegang benar-benar pada kehendak Allah SWT. 

Sebab ia tidak memiliki dana yang besar apalagi tabungan yang pasti untuk membiayai 400 santri santriwati yang belajar gratis termasuk di dalamnya 115 yang tinggal di ponpes. 

saat ini makna kalah itu menjadi perkembangan

Kesabaran dan keikhlasan Tuan Guru Udin dan pengurus pondok lainnya serta yang utama adalah kehendak Sang Penciptalah yang membuat pondok ini, berjalan hingga 36 tahun. Kini, alumni pondok ini telah banyak menjadi orang yang berhasil dengan berbagai profesi. Itulah kebanggaan terbesar bagi Tuan Guru Udin yang baru-baru ini gelah mengikuti akselerasi Guru Besar UIN Surabaya ini, melihat mereka keluar dari kesulitan dan mampu membangun hidup yang lebih baik.***

 

 




Kemenpan RB Nilai Kinerja Pemprov NTB Sangat Baik

Pemprov NTB menerima penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2021 kategori Sangat Baik dari Kemenpan RB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj.Sitti Rohmi Djalillah mewakili  Pemerintah Provinsi NTB, menerima penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2021 kategori Sangat Baik (BB), dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI, di Jakarta Selasa (05/03/22). 

Menerima penghargaan SAKIP dari Kemenpan RB
Wagub Sitti Rohmi dan Gubernur Anies

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur NTB Hj.Sitti Rohmi Djalillah di Jakarta, Mewakili Pemerintah Provinsi NTB Kadis Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy, S. Sos, MM menyampaikan rasa syukur atas kekompakan dan kerja keras seluruh Perangkat Daerah di lingkup Provinsi NTB.

BACA JUGA: Hasil Lelang Amal Diserahkan ke Baznas NTB

“Alhamdulillah, ini berkat kerja keras seluruh Perangkat Daerah di NTB,” ungkap Najamuddin.

Ke depan, kolaborasi akan tetap ditingkatkan. Terlebih Gubernur dan wakil Gubernur NTB senantiasa berikhtiar maksimal dalam meningkatkan kerjasama dan kolaborasi di tingkat perangkat daerah. 

Harapannya tentu agar prestasi ini bisa lebih ditingkatkan menjadi A pada evaluasi SAKIP berikutnya. 

“InsyaAllah, capaian ini memacu semangat dalam meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Kadis Kominfotik 

Setiap tahun, Kementerian PANRB melakukan evaluasi atas implementasi RB dan SAKIP pada seluruh instansi pemerintah, untuk membina dan meningkatkan kualitas pelaksanaan reformasi birokrasi dan akuntabilitas kinerja.

Menurut Menteri PAN – RB, hasil evaluasi RB dan SAKIP pada tahun 2021 secara nasional menunjukkan tendensi hasil yang positif.

Penyerahan penghargaan dari Kemenpan RB

“Apresiasi yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang telah konsisten melakukan berbagai perbaikan sehingga mendapatkan predikat RB-SAKIP B, BB, A, dan AA” tutup Tjahjo Kumolo. ***

BACA JUGA: Layanan Vaksinasi Kedua dan Booster bagi Penumpang dari Bandara Lombok

 

 




Hasil Lelang Amal di Mandalika Diserahkan ke BAZNAS NTB

Bunda Niken Serahkan hasil lelang amal, agar niat amal shaleh para pembeli sampai kepada yang berhak

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menyerahkan hasil lelang amal yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram bekerjasama dengan Dekranasda Provinsi NTB, pada 9 Februari lalu di Observation Deck Sirkuit Mandalika. 

Menyerahkan hasil lelang ke Baznas NTB
Hj Niken Saptarini

“InsyaAllah hari ini kita serahkan kepada BAZNAS Provinsi dengan harapan niat amal shaleh dari para pembeli bisa disalurkan kepada yang berhak,” kata Bunda Niken melalui siaran pers Pemprov NTB.

Bunda Niken mengatakan itu saat menghadiri acara Penyerahan Hasil Lelang Kerjasama KPKNL Mataram dan Dekranasda Provinsi NTB Kepada Baznas Provinsi NTB, Selasa (05/04/22).

Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan lelang amal tersebut, karena dapat memberikan nuansa lebih pada ajang MotoGP di Mandalika.

“Saya bersyukur sekali, dengan kerja sama ini kita banyak dinilai memberikan nuansa lebih pada MotoGP di Mandalika, bahwa MotoGP bukan hanya balapan saja, ada lelang amal yang nantinya bisa kita sampaikan untuk membawa yang baik bagi NTB,” ujarnya.

BACA JUGA: Layanan Vaksinasi Kedua dan Booster Bagi Penumpang dari Bandara Lombok

Lelang amal tersebut bertujuan sebagai pembangkit semangat beramal dan kepedulian sosial, serta sebagai pemulihan perekonomian pasca pandemi Covid-19 dan juga sebagai ajang untuk promosi produk dari UMKM di NTB

Hasil yang didapatkan dari kegiatan lelang antara KPKNL Mataram dengan Dekranasda Provinsi NTB, yaitu sebesar Rp 39.281.500,-.

Sementara itu, Kepala KPKNL Mataram, Kurniawan Catur Andrianto menyampaikan bahwa kegiatan lelang serupa akan kembali diadakan. 

Ia juga menyatakan, selain produk UMKM lokal, pada lelang selanjutnya juga akan dilakukan pelelangan 10 merchandise MotoGP yang telah ditandatangani para riders.

“Kami bekerjasama dengan ITDC kemarin berhasil memperoleh sepuluh item merchandise MotoGP yang ditandatangani oleh para riders untuk kita lelang amal,” ujar Kepala KPKNL Mataram.

BACA JUGA: Sate Tanjung, Cita Rasa Kuliner Khas Lombok Utara

Turut hadir dalam acara penyerahan hasil lelang tersebut, yaitu Kepala BAZNAS Provinsi NTB, dan beberapa pengurus inti Dekranasda Provinsi NTB.***

 




Layanan Vaksinasi Kedua dan Booster bagi Penumpang dari Bandara Lombok

Mulai hari Rabu (06/04), Bandara Lombok membuka layanan vaksinasi kedua termasuk booster untuk memudahkan keberangkatan penumpang 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Calon penumpang yang akan berangkat melalui Bandara Lombok yang belum memperoleh vaksin ke 2 dan ke 3 atau booster, jangan khawatir. 

Mulai hari ini tanggal 6 April hingga 30 April 2022, Bandara Lombok kembali membuka layanan vaksinasi tersebut. 

Untuk mendapatkan vaksinasi gratis ini calon penumpang harus menunjukkan identitas diri berupa KTP asli. 

Layanan vaksinasi penumpang yang dari Bandara Lombok
Nugroho Jati

Kegiatan vaksinasi ini dilakukan untuk menindaklanjuti berlakunya Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI Nomor 36 Tahun 2022 yang berlaku sejak 5 April 2022 kemarin. 

Bandara Lombok membuka layanan vaksinasi Covid-19 termasuk booster bagi calon penumpang yang akan berangkat melalui bandara ini.  

Vaksinasi dosis kedua dan ketiga (booster) ini digelar untuk memudahkan para penumpang yang akan terbang melalui Bandara Lombok. 

Berdasarkan SE Kemenhub No.36 Tahun 2022, saat ini hanya penumpang pesawat udara yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster saja yang tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif tes PCR atau antigen. 

BACA JUGA: Hasil Lelang Amal di Mandalika Diserahkan ke Baznas NTB

Sedangkan mereka yang  mendapatkan vaksinasi dosis kedua, tetap wajib menyertakan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan. Atau bisa juga hasil negatif tes rapid antigen yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. 

Sementara bagi calon penumpang yang baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.

“Untuk itulah kami membuka layanan vaksinasi Covid-19 di Bandara Lombok ini. Selain mendukung percepatan program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah, layanan ini juga dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi calon penumpang pesawat yang berangkat dari Bandara Lombok dalam memenuhi salah satu persyaratan perjalanan, yaitu sertifikat vaksinasi Covid-19,” ujar Nugroho Jati, PTS. General Manager Bandara Lombok, Rabu (06/04/22). 

Layanan ini ditujukan bagi penumpang pesawat udara yang berangkat dari Bandara Lombok dan berusia 6 tahun ke atas untuk vaksin dosis kedua. 

Untuk vaksin dosis ketiga (booster), harus berusia 18 tahun ke atas dan jangka waktu dari vaksin dosis kedua adalah 3 (tiga) bulan. 

Vaksinasi digelar di area lobi keberangkatan Bandara Lombok yang buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 14.00 WITA ini, hanya melayani vaksinasi dosis kedua dan dosis ketiga (booster). 

Untuk vaksin dosis kedua tersedia jenis vaksin Sinovac dan Moderna. Sedangkan vaksin dosis ketiga (booster) tersedia vaksin Moderna. 

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama PT Angkasa Pura I Bandara Lombok dengan dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Mataram. 

“Seluruh proses vaksinasi ini memerlukan waktu kurang lebih 30 menit. Jadi diharapkan calon penumpang yang ingin melakukan vaksinasi di bandara bisa mengalokasikan waktu yang cukup sebelum keberangkatan,” imbau Nugroho Jati.

BACA JUGA: Sate Tanjung, Cita Rasa Kuliner Khas Lombok Utara

Sebelumnya, layanan vaksinasi Covid 19 ini sudah pernah beberapa kali digelar di Bandara Lombok menyesuaikan dengan persyaratan perjalanan di masa pandemi Covid 19. Dan pertama kali dibuka pada bulan Juli 2021.***

 

 




Sate Tanjung, Cita Rasa Kuliner Khas  Lombok Utara

Sate ikan khas Tanjung, Lombok Utara, tidak kalah sedapnya untuk dinikmati seperti juga sate daging. Sate khas Tanjung dengan bahan baku ikan laut ini, di Lombok dikenal dengan sebutan sebagai SATE TANJUNGIni petualangan kuliner Naniek I Taufan  di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Orang menyebutnya demikian karena sate ini, puluhan tahun yang lalu, memang berasal dari Tanjung, ibukota Kabupaten Lombok Utara. 

Tidak ada yang mengetahui secara pasti, sejak kapan sate ikan laut ini menjadi salah satu pilihan menu masyarakatnya. 

Berbagai sumber hanya menyebutkan bahwa mereka mendapat ilmu membuat Sate Tanjung, dari orang tua mereka sebelumnya secara turun-temurun.

Ini diungkapkan Ibu Nining yang menjual sate ikannya di emperan toko di Tanjung

“Dari kecil saya sudah ikut membuat sate ikan bersama orang tua saya,” ungkapnya.

Beberapa  penjaja Sate Tanjung lain, tersebar di emper-emper toko di pinggir jalan lainnya.

Bahkan sebagian dari penjaja sate tersebut membuat tenda-tenda sederhana, terlihat asyik mengipasi sate yang tengah dibakar, sambil duduk di atas tikar.

Biasanya Sate Tanjung dijual sore hari
Penjual Sate Tanjung di pinggir jalan

Sate Tanjung memang tidak dijual di restoran, rumah makan, warung atau dijual keliling. Ia bisa ditemui di emper-emper toko dan trotoar jalan. 

Penjual Sate Tanjung hampir tidak ada yang menggunakan meja sebagai tempat untuk pelanggan saat menikmati sate atau tempat untuk membakar sate. 

“Semua kami lakukan dengan cara duduk seperti ini,” ujar Durialis, penjual Sate Tanjung lainnya. 

Meski begitu, sate Tanjung yang bercita rasa khas Lombok Utara sangat digemari. Karena harganya terjangkau, ditambah kekhasan rasa sate ikan laut tersebut.

Menurut Rasmini, salah seorang penjaja Sate Tanjung yang biasa mangkal di depan ACC, langganannya tidak hanya berasal dari orang kebanyakan tapi juga dari kalangan tertentu.

BACA JUGA: Puasa Ramadhan; Memahami Syarat, Rukun dan Ketentuannya

Bahkan, Sate Tanjung yang dijualnya hampir setiap hari diboyong pembeli ke luar daerah, terutama Bali, sebagai oleh-oleh. 

Bahkan, oleh-oleh Sate Tanjung yang dijual Rasmini sudah dibawa ke Jakarta, Jogjakarta, Bandung, Surabaya dan lain-lain. 

Pelanggan yang warga keturunan Tionghoa, yang kebetulan banyak menetap di sekitar tempatnya berjualan, kerap membeli satenya untuk dijadikan oleh-oleh ketika mereka pulang ke Hongkong misalnya, lanjut Rasmini yang sudah 16 tahun berjualan Sate Tanjung ini.

Walaupun ada penjaja yang menjualnya menjelang siang hari, salah satu kekhasan sate ini, dijual setiap menjelang sore antara pukul 14.00 sampai dengan pukul 20.00. 

Di waktu-waktu inilah, Sate Tanjung sedang ramai dijajakan, kecuali jika ada pelanggan yang memesan lebih awal. Mereka biasanya hanya berjualan sekitar tiga sampai empat jam di waktu tersebut. 

Di Tanjung sendiri, penjual Sate Tanjung ini banyak berasal dari Karang Pande, Kandang Kaok dan Karang Bayan. Dan dijajakan di sepanjang jalan raya Tanjung. 

Sementara di Mataram, Sate Tanjung bisa didapatkan antara lain, di depan ACC tadi atau di samping sebuah toko kue di Jalan AA. Gde Ngurah, Cakranegara, di jalan Airlangga, jalan Udayana, Rumah Sakit Umum dan di pasar Kebon Roek, Ampenan saat sore hari.

Bulan Puasa Pembeli Berjubel

Menikmati Sate Tanjung, selain bisa langsung ke Tanjung tempat asal sate tersebut, di Mataram pun sudah cukup banyak yang menjajakannya. Walaupun Sate Tanjung dijual di Mataram, rata-rata penjual tersebut berasal dari Tanjung. 

Ada yang sudah menetap di Mataram ada pula yang pulang-pergi Tanjung-Mataram setiap hari. Penjaja sate Tanjung yang memang tinggal di Mataram, kelihatannya sedikit lebih berkembang, setidaknya menurut mereka, rasa satenya mengikuti perkembangan.

“Karena satenya sudah dijual di sini, ya kita harus pandai membaca selera orang kota,” ujar Rasmini berseloroh. 

Yang tetap dan tidak bisa tidak harus dipertahankan, katanya, kekhasan Sate Tanjung tersebut, setidaknya menggunakan santan kental tanpa air sedikit pun. Dan biasanya dijual sore hari. 

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan bahwa Sate Tanjung dijual pagi atau siang hari. Namun hal ini sedikit sulit dilakukannya, mengingat untuk menjaga kualitas sate, maka ikan yang digunakan harus ikan dalam keadaan segar dan santan segar tanpa dimasak. Tetapi, dijajakan pagi, siang atau sore hari itu merupakan pilihan masing-masing penjual.

“Ikan yang benar-benar segar ada pada pagi hari untuk dijual sore harinya,” katanya. Sementara, jika ikan segarnya sore hari tidak mungkin langsung bisa dikerjakan. 

Karena, rutinitas mengerjakan sate ini biasanya dimulai pagi hari. Dimulai memilih dan membeli ikan segar yang besar-besar, menguliti, memotong dan mengiris, merendamnya dengan air jeruk atau air cuka. Kemudian mengaduknya dengan santan kental sedikitnya setengah jam sampai masa menunggu bumbu meresap ke dalam daging ikan dan menusuk-nusuknya pada tusukan sate. 

BACA JUGA: Archi Indonesia, Agensi Lokal Penyedia Camping Ground MotoGP

“Waktunya lumayan panjang,” katanya. 

Belum lagi, santan kental tersebut daya tahannya, tidak bisa lama, kata Ibu Nining.

Waktu pengerjaan yang cukup panjang inilah yang membuat Sate Tanjung lebih banyak dijual sore hari. 

Dan pelanggan Sate Tanjung setiap sore selalu antri menunggu giliran karena alat pembakaran yang dipakai kecil. Ini terjadi bukan saja di Tanjung, di Mataram lebih-lebih lagi. Semakin sore pembeli sate Tanjung semakin banyak berdatangan.

 “Kalau bulan puasa, pembeli berjubel-jubel,” ujar Rasmini. 

Untuk “mengantisipasi” berjubelnya pembeli di bulan puasa, Rasmini sengaja berjualan lebih awal dari biasanya dan juga ikut membakar Sate Tanjung tersebut di rumahnya yang tidak jauh dari tempatnya berjualan. Sate yang sudah dibakar tersebut ia bawa ke tempat suaminya berjualan. 

“Tapi, biar pun jualan lebih awal, pembeli tetap saja numpuk menjelang buka puasa,” tuturnya.

Kalau pada hari-hari biasa para penjaja sate Tanjung hanya menyiapkan 30 sampai 50 kg sehari atau 700 hingga 1200 tusuk, maka pada bulan puasa bisa dua kali lipat. 

“Kalau puasa pembeli ramai, makanya saya selalu nambah ikan,” kata Ibu Nining. Demikian juga jam berjualannya pada bulan puasa lebih cepat dari biasanya.

Ikan Besar dan Segar

Penjaja Sate Tanjung, biasanya tidak melulu menjual satenya saja, namun juga ada daging atau kepala ikan yang biasa mereka sebut dengan pes. Makanya meski yang dijadikan sate hanya daging ikan saja, bukan berarti kepala dan tulang ikan tersebut terbuang atau dimasak untuk konsumsi penjaja sendiri. Kepala dan tulang tersebut pun bisa menghasilkan.

Tulang dan kepala ikan dipepes dalam satu daun sementara pepes daging ikan berasal dari potongan-potongan kecil daging ikan yang tidak bisa ditusuk untuk dijadikan sate.

“Orang lebih suka membeli pes kepala ikan daripada dagingnya,” kata Ibu Nining. 

Mungkin, lanjut Rasmini, makan pepes daging ikan sama saja dengan makan sate biasa karena bumbu pepes tersebut sama dengan bumbu sate tanjungnya. Tetapi, setiap hari kedua pepes tersebut sama-sama digemari seperti halnya sate, ujar Durialis.

Para penjaja sate ikan ini mengaku, setiap hari sedikitnya mereka menjual 50 sampai dengan 200 pepes daging dan kepala ikan. Daging, tulang dan kepala ikan semua bisa dijual. Bahkan, bagi Rasmini, kulit ikan ia buat krupuk yang juga dijual bersama sate dan pepes. 

“Tidak ada yang terbuang percuma,” katanya.

Untuk membuat Sate Tanjung ini, ikan yang digunakan adalah yang berukuran besar seperti ikan Languan, Cakalan, Kacangan, Pasuh, Putihan bahkan ikan Tengiri. Sebenarnya semua jenis ikan bisa dibuat sate, tetapi kalau ikannya besar pengerjaannya lebih gampang dan kemungkinan kecil ikannya hancur saat diaduk dengan santan atau saat ditusuk, ujar Melasmin. 

Selain itu, sate yang berasal dari ikan besar sama sekali terpisah dari tulang ikan yang biasanya mengganggu.

Ikan jenis Languan dan Kacangan, lebih banyak seratnya sehingga ketika dikerjakan tidak gampang pecah.

 “Ikan yang seratnya sedikit harus ekstra hati-hati mengerjakannya,” kata Sunardi. 

Lebih gampang pecah terutama saat mengaduknya dengan bumbu dan santan. Ikan untuk sate juga harus ikan yang benar-benar segar agar tidak lebur dengan adukan santan. 

Ikan segar, kata Sunardi yang sejak kecil sudah menjadi nelayan ini, jangan dilihat dari mata atau insangnya karena itu bukan jaminan.

Sebaiknya periksa daging di bagian punggungnya, jika masih keras maka ikannya tergolong masih segar. Atau jika masih ada lendir pada insangnya, berarti ikannya masih segar.

Santan Kental Tanpa Air

​Salah satu ciri khas Sate Tanjung, yaitu menggunakan santan kelapa tanpa air.

 “Yang dipakai hanya santan asli dari kelapa,” ungkap Rasmini. 

Ini menjadi salah satu keistimewaan Sate Tanjung, sehingga rasanya menjadi sangat gurih. Tentu saja, kelapa yang digunakan akan menjadi sangat banyak dan diperas menggunakan kain kasa. 

Bumbu yang digunakan sederhana saja, ada di sekitar kita. Lombok merah, kunyit, laos, bawang putih, kemiri, garam dan gula putih yang digiling hingga halus. Jika ingin pedas bisa juga ditambah dengan cabe.

​Sebelumnya, ikan dikuliti dan dipisahkan dari tulang dan kepalanya, lalu dipotong besar-besar. Kemudian, potongan-potongan tersebut diiris dan dipisahkan antara daging yang berwarna putih dan hitam agar sate kelihatan lebih menarik barulah diiris kecil-kecil sesuai ukuran sate yang diinginkan. Daging ikan yang putih dan sudah diiris kecil tersebut, direndam dengan air yang dicampur jeruk atau cuka beberapa saat. “Untuk menghilangkan amis,” kata Melasmin. 

Jika amisnya sudah hilang, daging ikan tersebut ditiriskan hingga airnya benar-benar kering.

​Sementara itu, santan asli yang kental dicampur dengan bumbu yang sudah dihaluskan sebelumnya. Kemudian ikan yang sudah ditiriskan hingga kering diaduk dan dibolak-balik sampai rata dan menjadi satu dengan santan yang sudah dicampur bumbu. 

“Tempat untuk mengaduk ikan, sebaiknya yang licin,” saran Rasmini. 

Ini diperlukan, agar ikan dapat bercampur dengan sempurna yang menurut istilah para penjual Sate Tanjung, “agar cepat jadi”.

Penjual Sate Tanjung di pinggir jalan

​Cepat jadi maksudnya, campuran ikan, santan asli dan bumbu tadi diaduk lebih kurang setengah jam sampai jadi seperti setengah berlendir. Santan dan bumbu yang tadinya cair, akhirnya mengental. Ikan dan bumbu jadi menyatu dan sebelum dibakar bumbu tersebut dengan gampang ditambahkan pada sate dan tidak jatuh layaknya air. Bumbu jadi ini tentunya dipengaruhi oleh kekentalan santan.

Makanya, kalau santan dibuat dengan ditambahkan air, selain lebih lama jadinya juga kemungkinannya tidak akan bisa mengental sampai setengah berlendir, ujar Rasmini.

Setelah ikan bercampur baik dengan santan dan bumbu maka diamkan beberapa saat. Semakin lama bumbunya semakin meresap, barulah irisan daging ikan tersebut ditusuk dan dibakar seperti sate layaknya.***

 

 




Archi Indonesia, Agensi Lokal Penyedia Camping Ground MotoGP

Di tengah keterbatasan akomodasi, Archi Indonesia turut Sukseskan Perhelatan MotoGP Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com ~ Animo masyarakat Indonesia melihat langsung gelaran MotoGP Mandalika 2022 membludak. mereka datang dari semua daerah di Indonesia. 

Dampaknya, NTB khususnya pulau Lombok sebagai tempat penyelenggaraan acara kekurangan penginapan untuk pengunjung yang datang. 

Salah satu cara menyiasati keterbatasan akomodasi tersebut adalah membuat areal camping (camping ground) di Mandalika.  

Guna merealisasikan hal itu pemerintah Indonesia menunjuk PT Kelana Nusantara dan Eiger guna merealisasikan  kegiatan tersebut. 

Camping ground yang disiapkan Arhi Indonesia
Areal camping Archi Indonesia

Perusahaan nasional tersebut kemudian menggandeng Archi Indonesia, perusahaan agensi lokal yang fokus di bidang travel dan treking. 

Bersama PT Kelana Nusantara, Archi Indonesia menyelenggarakan camping ground di wilayah Mandalika dengan tarif mulai dari 240.000 rupiah hingga 680.000 rupiah. 

BACA JUGA: Event MXGP, Sirkuit Bisa Dikerjakan 2 Minggu

Dalam praktiknya banyak ‘drama’ terjadi. Tetapi tak menyurutkan tekad Archi Indonesia untuk ambil bagian menyukseskan gelaran internasional tersebut. 

Owner Archi Indonesia, Rizki, menyampaikan pihaknya sangat antusias menjadi bagian MotoGP Mandalika. Gelaran internasional yang diyakininya mampu mengembalikan geliat pariwisata NTB ke depan. 

Animo masyarakat mengunjungi Mandalika harus mendapat atensi khusus, dengan cara menjamin ketersediaan semua sarana penunjang pariwisata. Salah satunya akomodasi. 

“Dengan segala keterbatasan Archi Indonesia mengambil peran kecilnya untuk membantu Kelana. Tarif yang diberikan kepada wisatawan untuk menikmati fasilitas di camping ground mulai dari 240.000 rupiah hingga 680.000 rupiah. Semoga Lombok dapat berdampak baik bagi pulihnya perekonomian Indonesia,” kata Rizky. 

Dijelaskan, Lombok seperti ‘kaget’ mendapat kepercayaan gelaran internasional. Karenanya fasilitas penunjang belum memadai. Ketersediaan akomodasi alternatif selain akomodasi konvensional mutlak diperlukan. 

BACA JUGA: Menag Ajak Umat Islam Perkuat Solidaritas

Archi Indonesia menutupi keterbatasan akomodasi

“Dengan waktu yang bertepatan sebuah perusahaan berkembang di Lombok di bidang agensi travel dan treking orginaizer mendapatkan kesempatannya untuk membantu memberikan solusi kekurangan akomodasi tersebut. Camping ground adalah salah satu solusi alternatif yang diadakan,” jelas Rizki. ***

 




Event MXGP di Samota, Sirkuit Bisa Dikerjakan 2 Minggu

Penyelenggaraan event MXGP merupakan kesempatan untuk memajukan dan mengembangkan UMKM

MATARAM.lombokjournal.comPersiapan penyelenggaraan event Moto Cross Grand Prix (MXGP) di Samota, Sumbawa NTB yang akan digelar pada Juni mendatang, makin digencarkan.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menetapkan Kadis PUPR Provinsi NTB, Ir. H. Ridwansyah sebagai komandan lapangan, karena dianggap mengikuti progres persiapan event MXGP sejak awal.

Rapat persiapan Event MXGP

Hal tersebut disampaikan Bang Zul sapaan akrab Gubernur saat memimpin rapat persiapan MXGP di Pendopo Tengah Kantor Gubernur, Mataram (05/04/22).

Menurut Bang Zul, Ir. H. Ridwan Syah bersama jajarannya telah mengikuti dari awal progres perkembangannya.

“Karena sudah mengikuti dari awal maka kita tunjuk Ridwan Syah sebagai Komandan Lapangan penyelenggaraan MXGP di Samota Sumbawa NTB,” katanya.

BACA JUGA: Training Center LFC Tetap Optimal, Rannya Bertolak ke London

Selain itu, Bang Zul menyebutkan penyelenggaraan MXGP bukan hanya itu saja melainkan hal ini menjadi kesempatan untuk memajukan dan mengembangkan UMKM.

Sementara itu, Komandan Lapangan MXGP Ir. H. Ridwan Syah menyampaikan, penyelenggaraan MXGP hingga saat ini belum ada venue atau sirkuitnya. Namun bisa dikerjakan kurang lebih dalam waktu 2 minggu.

Ridwan Syah menyebutkan dalam waktu dekat pihak promotor MXGP akan datang ke Samota, sehingga bisa dipastikan bagaimana model dan bentuk sirkuitnya serta bagaimana letak fasilitas-fasilitas yang akan dibangun.

“Karena ini sirkuit tanah, bisa dikerjakan lebih cepat dibandingkan MotoGP,” ungkapnya.

Selain kesiapan sirkuit, Ridwan Syah mengatakan kesiapan transportasi menjadi penting layaknya MotoG di sirkuit Mandalika. Namun persoalan transportasi juga sudah klier.

Selain itu menjadi tantangan adalah kesiapan Bandara Sultan Kaharuddin sebagai pintu masuk para pembalap dan Krunya. Menurutnya, pemerintah sudah menggesa agar pelapisan runway bandara segera ditambah agar bisa didarati oleh pesawat Boeing 737 seri 300 atau Airbuss.

BACA JUGA: Archi Indonesia, Penyedia Camping Ground MotoGP

“Dengan segala persiapan yang dilakukan tinggal 60 hari efektifnya MXGP bisa digelar sesuai harapan,” kata Ridwan Syah . ***




Menag Ajak Umat Islam Perkuat Solidaritas 

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bulan Ramadha merupakan momentum untuk membersihkan residu manusiawi

JAKARTA,lombokjournal.com ~ Berdasarkan sidang isbat, Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada Minggu, 3 April 2022. 

Terkait penetapan itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat muslim membangun solidaritas dengan sesama.

Umat muslim diajak menjadikan  momentum memperkuat solidaritas dan membersihkan residu manusiawi. 

“Ramadhan adalah momen kita menata dan memperbaiki kualitas diri. Kita dibina dan dididik untuk menjadi muslim yang tunduk dan patuh terhadap perintah Allah. Kita juga dibiasakan untuk membangun solidaritas dengan sesama,” kata Menag Yaqut, di Jakarta, seperti dikutip dalam kemenag,go.id, Sabtu (02/04/22). 

Hanya dengan menghilangkan kesombongan maka solidaritas dengan sesama ini dapat terwujud. Ini merupakan bagian residu manusiawi yang perlu dibersihkan. 

“Adalah kesombongan ketika menganggap diri kita lah yang paling benar, sementara orang lain selalu salah. Adalah kesombongan ketika menganggap diri kita yang paling jujur, sementara orang lain pasti berlaku curang,” tutur Menag. 

BACA JUGA: Pedoman Ibadah Ramadhan 1554 H, Ini Edaran Menag

Gus Yaqut berharap masyarakat dapat mengambil hikmah di bulan suci Ramadhan untuk membersihkan residu manusiawi tersebut. 

“Satu bulan ke depan di bulan Ramadan ini, di bulan yang penuh maghfirah, di bulan yang penuh ampunan, di bulan yang penuh hikmah dan pelajaran kita akan ditempa untuk membersihkan residu-residu manusiawi seperti itu,” ujar Gus Yaqut 

Menag mengungkapkan ini adalah tahun ketiga umat muslim Indonesia menyambut Ramadan di tengah pandemi Covid-19. 

Meskipun kondisi pandemi sudah melandai, Menag berpesan agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) selama Ramadan. 

“Pada tahun ini, momen Ramadan masih dalam suasana pandemi Covid-19. Meski telah melandai, namun mari kita tetap menjaga diri dengan terus meningkatkan kesadaran tentang kebersihan dan kesehatan,” pesan Menag. 

BACA JUGA: Perencanaan Data Sektoral, Pijakan Kebijakan Pemerintah NTB

Menag berharap dengan terbangunnya solidaritas kemanusiaan dan taatnya prokes selama Ramadhan, menjadikan bulan suci ini memberikan dampak besar bagi bangsa. 

“Semoga kita semua menjadi bagian dari madrasah Ramadhan yang kelak lulus dengan berbagai pencapaian terbaik,” kata Menag. ***

 




Tuan Rumah Event Internasional, NTB Harus Persiapkan Diri 

NTB akan jadi tuan rumah beberapa event internasional, harus menyediakan alternatif atau pilihan bagi para wisatawan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc mengapresiasi New Store Grand Opening dari QV. Mutiara Lombok South Sea Pearls (LSSP). 

Apresiasi tersebut disampaikan mengingat, NTB akan menjadi tuan rumah berbagai event internasional. 

Pentingnya persiapan menjadi tuan ruma event ionternasional
Bunda Niken

“Selaku Ketua Dekranasda Provinsi NTB, tentunya saya sangat mengapresiasi New Store Grand Opening dari QV. Mutiara Lombok South Sea Pearls hal ini,” ungkap Bunda Niken, sapaan akrab Ketua Dekranasda NTB ini. 

Ia mengatakan itu saat menyampaikan sambutan pada Grand Opening QV. Mutiara di Prime Park Hotel Mataram, Jumat (01/04/22).

Ia juga menyampaikan, pembukaan store baru QV. Mutiara tersebut merupakan salah satu bagian untuk semakin mempersiapkan diri, mengingat Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah berbagai event-event internasional.

BACA JUGA: Perencanaan Data Sektoral, Pijakan Kebijakan Pemerintah NTB

“Alhamdulillah, NTB ini akan jadi tuan rumah beberapa event internasional. Ini menyebabkan kita harus lebih banyak lagi mempersiapkan diri. Dan upaya membuka store ini adalah bagian dari kita semua untuk mempersiapkan diri menyediakan alternatif pilihan bagi para wisatawan,” jelas Bunda Niken.

Secara khusus Bunda Niken meminta kepada para pelaku usaha agar terus berinovasi dalam menciptakan suatu produk sehingga dapat memenuhi harapan konsumen. 

“Kita akan selalu support produk-produk lokal. Alhamdulillah terus diperbaiki dari segi kualitas maupun cara pemasaran, agar memenuhi harapan konsumen. Semoga storenya semakin berkembang dan memberikan produk-produk yang inovatif dengan harga terjangkau,” katanya.

BACA JUGA: Menteri Agama Tetapkan 1 Ramadga 1443 H, Hari Minggu, 03 April 2022

Dalam Grand Opening tersebut turut hadir, Ketua DPRD Provinsi NTB, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi NTB dan Perwakilan Manajemen Prime Park Hotel.***

 




Perencanaan Data Sektoral, Pijakan Kebijakan Pemerintah NTB 

Agar hasilkan data yang handal, diperlukan pemahaman dan sinergi bersama untuk perencanaan data yang berkualitas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB, di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, adalah NTB Satu Data.

Kepala Dinas Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy, S. Sos., MM., menegaskan pentingnya data untuk pembangunan.

Rapat Perencanaan Data Sektoral 2022

“Data yang terintegrasi dan berkualitas, dapat digunakan sebagai pijakan dalam proses pembangunan dan kebijakan pemerintah NTB, dan evaluasi program unggulan demi menuju NTB Gemilang,” kata Najam.

Kadis Kominfo NTB mengatakan itu saat membuka Rapat Perencanaan Data Sektoral tahun 2022, Jum’at (01/04/22) di aula Gemilang Kantor Dinas Kominfotik NTB, jalan Udayana Mataram.

BACA JUGA: Tuan Rumah Event Internasional, NTB Harus Persiapkan Diri

Didampingi Kabid Statistik H. Najib, SH., Najam menyampaikan, agar menghasilkan data yang handal, memiliki kualitas dan dapat dipertanggungjawabkan, perlu adanya satu pemahaman dan sinergi bersama mulai dari BPS NTB sebagai pembina data, Bappeda sebagai sekretariat, Diskominfotik NTB sebagai wali data, dan perangkat daerah lingkup Pemprov NTB sebagai produsen data.

“Kami sangat berharap agar rakor dan penginputan data sektoral ini diatensi benar,” tutur pria yang pernah menjabat Karo Humas Setda NTB ini.

Sehingga, rakor ini untuk secara bersama mendorong percepatan pengumpulan dan updating data sektoral tahun 2022, dan data capaian Indikator Kinerja RPJMD-Renstra Perangkat Daerah. 

Ia juga berharap agar OPD sebagai produsen data dapat memberikan masukan kepada pembina data tingkat daerah mengenai Standar data, metadata, dan Interoperabilitas Data.

“Supaya dapat menghasilkan data sesuai dengan prinsip Satu Data Indonesia dan menyampaikan data dan metadata kepada Wali Data,” harapnya

Pengentri data memiliki peran yang sangat penting dalam rangka percepatan progres pengumpulan data statistik sektoral. 

Sehingga dapat melakukan koordinasi dan komunikasi dengan admin dari Diskominfotik terkait pengumpulan data statistik sektoral.

BACA JUGA: Rakor Diskominfotik, Peserta Tinjau Lokasi MXGP di Samota

Berperan secara aktif dalam menyiapkan data-data untuk diunggah ke dalam portal,  menyusun data ke dalam format yang ditentukan dan mengunggah data ke dalam portal NTB Satu Data, dan menginformasikan kepada admin dari Diskominfotik jika data sudah diunggah.

Selain itu, lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini juga berharap agar Forum NTB Satu Data yang telah dibentuk terdiri dari Pembina Data, Wali data, Wali Data Pendukung, dan Wali data Kabupaten/Kota serta dapat menyertakan Produsen Data, yang bertugas melaksanakan koordinasi meliputi, Daftar data Daerah yang akan dikumpulkan, Daftar data Daerah yang menjadi Data Prioritas, Pembatasan akses Data yang diusulkan Produsen Data.

Rakor yang mengusung tema, “Akselarasi Data Indikator Pembangunan Tahun 2022-2023, menghadirkan pembicara dari BPS Provinsi NTB, Bappeda NTB dan dihadiri oleh seluruh OPD lingkup Pemprov. NTB. ***