Paranormal dan Arkeolog Dilibatkan, Lacak Situs Kuno Lombok

Politisi PDIP NTB, Ruslan Turmuzi dan Mi6 melakukan ekspedisi mistis cari Kerajaan Sasak Kuno, libatkan Paranormal dan Arkeolog

MATARAM.lombokjournal.com ~  Sejarah kebudayaan Sasak kuno di Lombok, Nusa Tenggara Barat begitu banyak, namun sangat sedikit situs sejarah yang ditemukan hingga menjadi cagar budaya. 

Sering terdengar rencana untuk mencari situs purba peninggalan kerajaan Lombok kuno, namun hingga kini pekerjaan belum dimulai atau berhenti di tengah jalan.

Hal tersebut menginisiasi Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 Mataram bersama Politisi PDIP NTB, Ruslan Turmuzi, melakukan proyek eksplorasi untuk menemukan situs bersejarah yang tersembunyi di tanah Lombok.

Uniknya, ekplorasi situs kerajaan dan kebudayaan kuno akan melibatkan paranormal dan arkeolog. 

Melibatkan paranormal dan arkeolog lacak situs kuno

Paranormal akan membantu mencari lokasi situs bersejarah yang terkubur, dengan metode penerawangan yang melacak energi dari benda bersejarah secara non sains.

“Paranormal akan membantu melacak keberadaan situs bersejarah yang tersembunyi menggunakan kemampuan metafisika,” kata Ruslan Turmuzi di Mataram, Senin (16/05/22).

BACA JUGA: Generasi Sasak, Orisinalitas dan Kemajuan Berjalan Seiring

Cenayang akan dilibatkan mencari situs bersejarah kerajaan Sasak kuno dengan kemampuan metafisika. 

Dengan menggunakan kekuatan indera keenam, secara klenik para cenayang akan melacak keberadaan situs bersejarah tersebut, kemudian menginformasikan kepada arkeolog untuk proses penggalian.

“Jadi sengaja kita libatkan paranormal untuk memberikan mereka ruang agar dapat berkontribusi terhadap perkembangan kebudayaan kita. Karena selama ini aktivitas paranormal selalu berkonotasi negatif,” ujar Ruslan yang juga menjadi Ketua Fraksi PDIP DPRD NTB.

Paranormal sering kali dianggap sesuatu yang negatif dan aktivitas mereka bertentangan dengan agama. Padahal, tidak semua paranormal melakukan aktivitas negatif. 

Masa kini banyak paranormal yang membantu masyarakat melalui aktivitas non sains, seperti pengobatan tradisional, pengusiran setan dan lainnya.

Sementara itu, Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto mengatakan, eksplorasi lokasi bersejarah nantinya akan dimulai dari Lombok Tengah. 

Karena di sana banyak sekali cerita-cerita bersejarah, salah satunya legenda Putri Mandalika dengan Kerajaan Tonjang Beru yang melegenda.

“Banyak kisah dan cerita yang bersentral di Lombok Tengah. Kita yakin di sana banyak situs kebudayaan masa lalu dari bangsa Sasak,” katanya.

Dia mengatakan, sudah banyak sekali rencana eksplorasi keberadaan situs bersejarah di Lombok oleh negara, namun hingga kini belum berjalan atau belum serius berjalan. 

“Sehingga ini menjadi spirit kita bersama untuk melacak keberadaan situs bersejarah. Jika ditemukan, tentu menjadi penguat kepada generasi akan datang untuk lebih mengenal budaya Sasak,” katanya.

Terobosan untuk mengkombinasikan ilmu sains dan non sains tersebut, untuk mengungkap kisah lama agar tidak hanya menjadi rumor di masyarakat dan hanya menjadi cerita rakyat semata.

“Mi6 menyakini jejak situs masa lalu suku sasak beserta pranata dan hasil kebudayaan pasti bisa terkuak dan ditemukan,” ujar Didu sapaan akrabnya.

Ekspedisi Mistis

Ekspedisi misteri ini bertujuan untuk mengungkapkan kasus-kasus misterius di NTB yang tidak dapat terjawab oleh sains. 

Padahal, Sasak memiliki kebudayaan yang begitu beragam hingga diinginkan banyak pihak.

Pada abad 14 eksistensi bangsa Sasak telah diakui dan tertulis dalam kitab Negarakertagama yang ditulis Empu Prapanca yang mengisahkan kekuasaan Kerajaan Majapahit. Dalam kitab tersebut tertulis “Lombok Sasak mirah adi” yang menyebut keinginan Majapahit terhadap bangsa Sasak.

Lombok dalam bahasa Kawi berarti lurus atau jujur. Mirah artinya permata dan adi artinya baik.

Dalam naskah Doyan Neda yang ditulis berbahasa Sasak juga memuat kisah Dewi Anjani yang dipercaya sebagai pengusaha Gunung Rinjani, menulis tentang sejarah berdirinya Sasak. 

Dalam naskah kuno tersebut memuat perjalanan Dewi Anjani bersama patih Songan, lalu kemudian memberikan nama Sasak. 

BACA JUGA: Harga Jagung Anjlog, Gubernur NTB Sarankan Diekspor

Masih dalam naskah yang sama, Nabi Adam menyebutkan Pulau Lombok menjadi induk semua bumi, dan Dewi Anjani menjadi raja dari seluruh jin di dunia.

Namun banyaknya naskah kuno yang menyebut beragamnya kebudayaan Sasak, tidak selurus dengan banyaknya situs bersejarah yang ditemukan.

Itu menjadi spirit bagi Mi6 dan Ruslan Turmuzi untuk berikhtiar melakukan ‘ekspedisi mistis’ menemukan jejak dan situs kebudayaan kuno Sasak dengan melibatkan paranormal dan arkeolog.

“Kolaborasi antara sains dan non sains ini tentunya akan menjadi warna baru atau terobosan. Peran paranormal tidak bisa disepelekan dengan kemampuan metafisiknya,” kata Didu.

Untuk itu, dalam waktu dekat ini proyek ekspedisi mistis tersebut akan dimulai. Paranormal yang dilibatkan berasal dari Lombok Tengah yang memiliki pengalaman yang baik soal menemukan benda pusaka atau benda gaib lainnya. 

Setelah ditemukan, maka arkeolog yang telah disiapkan akan melakukan penggalian untuk menemukan situs bersejarah di Lombok.***

 

 




Kontingen Pesparawi NTB Didukung Maju ke Ajang Nasional 

Gubernur Zul berharap, Kontingen Pesparawi NTB di event Pesparawi Nasional XIII bukan hanya mengejar kemenangan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, memberikan dukungan penuh terhadap Pekan Seni Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Provinsi NTB, yang akan berlaga di Yogjakarta pada event Pesparawi Nasional XIII pada bulan Juni.

“Pemerintah Provinsi NTB tentunya akan mendukung penuh teman-teman ini yang akan berlaga di Yogyakarta nanti di bulan Juni. Semoga kontingen ini bisa mengharumkan dan menjaga nama baik Provinsi NTB,” kata gubernur.

Kontingen Pesparawi NTB didukung Gubernur NTB

Ia mengatakan itu saat membuka sekaligus melepas Kontingen Pesparawi Provinsi NTB, di Hotel Lombok Plaza, Mataram pada Sabtu (14/05/22).

Gubernur Zul berpesan kepada seluruh kontingen agar tidak hanya mengejar kemenangan atau juara. 

BACA JUGA: Harga Jagung Anjlog, Gubernur Sarankan Dikspor  

Tapi menemukan sahabat dan mempererat tali persaudaraan juga hal yang tidak kalah pentingnya.

“Menang dan juara oke, tapi menemukan sahabat dan mempererat persaudaraan disana jauh lebih penting,” pesan Gubernur Zul..

Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) adalah bagian kegiatan pembinaan mental spiritual dan etika umat Kristen.

Sekaligus sebagai wahana perwujudan iman dalam kehidupan berjemaat, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Event Pesparawi Nasional XIII yang akan dilaksanakan di Yogyakarta akan berlangsung 17-26 Juni 2022. Untuk Provinsi NTB sendiri akan mengikuti 7 cabang dari 12 cabang yang dilombakan.

BACA JUGA: Pelakor, Kenapa Hanya Perempuan yang Disalahkan

Hadir pula menemani Gubernur NTB dalam kegiatan ini, Kakanwil Kemenag NTB, Kepala Dispora Provinsi NTB dan Kepala Biro Kesra Setda Provinsi NTB. ***

 




Harga Jagungi Anjlok, Gubernur NTB Sarankan Diekspor 

Karena harga jagung anjlog, untuk sementara solusinya mengekspor jagung ke luar negeri

MATARAM.lombokjournal.com ~ Informasi anjloknya harga jagung membuat resah petani jagung di wilayah Pulau Sumbawa.

Mengatasi itu, Gubernur Zulkieflimansyah mengusulkan solusi untuk melakukan ekspor jagung ke luar negeri.

Gubernur Zul menyampaikan itu, saat bersama Kadis Perdagangan, Kadis Pertanian, Kadis Peternakan, dan Kadis Perindustrian mendengar kondisi lapangan harga jagung dari salah satu pembeli besar yaitu PT. Seger Agro Nusantara.

Mendengar harga jagung

“Harga Jagung Murah, satu-datunya cara sementara untuk menyelamatkan jagung petani kita adalah dengan melakukan ekspor ke Luar Negeri,” kata Bang Zul, Minggu (15/05/22) di Pendopo Gubernur NTB.

BACA JUGA: Generasi Sasak, Orisinalitas dan Kemajuan Berjalan Seiring

Bila kondisi ini dipaksa,  PT. Seger Agro Nusantara tidak bisa beli lagi karena memang sudah tidak sanggup beli lagi. 

Karena dijelaskannya, bahwa sekarang harga ayam jatuh, sehingga pabrik ayam menurunkan permintaan pada pakan. 

Permintaan pakan turun menyebabkan mereka menurunkan volume membeli bahan baku seperti jagung. Karena itu, pembelian jagung berkurang.  

Sehingga jagung yang sedang puncak-puncaknya dipanen sekarang tidak akan mampu di serap atau di beli oleh pembeli jagung seperti biasa. 

“Sehingga jagung dari Alas samlai Sape,  surplus lebih dari 300 ribu ton. Ini Artinya harganya jagung akan anjlok bahkan nggak ada harga sama sekali,” kata gubernur.

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak Pramuka Beradaptasi di Era Digital 

Ia berharap, agar masyarakat dan petani jagung ikut mendo’akan agar ijin ekspor dari Menteri Perdagangan (Mendag) RI,  bisa segera diurus dan diselesaikan.

“Sehingga solusii sementara harga jagung ini bisa teratasi,” ujar Gubernur Zul. ***

 




Generasi Sasak, Orisinalitas dan Kemajuan Berjalan Seiring

Gubernur Zulkieflimansyah mengingatkan generasi Sasak agar berpikir dan bertindak atas nama budaya yang luhur

MATARAM.lombokjournal.com ~ Generasi Sasak diingatkan agar memelihara keaslian budaya namun tetap mengikuti perkembangan zaman.. 

Hal itu dikatakan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr H Zulkifliemansyah, SE MSc dalam sambutannya di acara pengukuhan Aliansi Sasak  Lombok Indonesia (ASLI) hasil Kongres I di Taman Budaya NTB di, Ahad (15/05/22).  

Gubernur NTB didampingi Ketua Majelis Adat Sasak, HL Bayu Windya (kiri) dan Kepala Taman Budaya NTB

“Salah satunya dengan mematuhi pesan orangtua dan pendidikan,” ujar gubernur yang dalam budaya Sasak disebut Dane Pengerakse paer Gumi Sasak atau pemimpin wilayah.

Dikatakannya, orisinalitas atau keaslian cara berpikir dan bertindak atas nama budaya yang luhur, akan menghasilkan peradaban  yang memiliki jati diri namun berhasil beradaptasi dengan zaman. 

BACA JUGA: Keberagaman NTB, Bekal Penting Peserta Latsitarda Nusantara

Salah satunya dengan program beasiswa mengirim generasi muda keluar negeri. Menurutnya, generasi Sasak saat ini juga dikenal berpengetahuan agama baik. 

Hal ini menjadi kekuatan Aliansi Sasak Lombok Indonesia, tempat berkumpulnya diaspora Sasak seluruh Indonesia. 

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Sasak, HL Bayu Windya mengatakan, salah satu cara membangun kekuatan adalah dengan membangun wadah bangsa Sasak meski terpisah secara geografis. 

“Peserta kongres pertama ASLI diikuti 110 orang dari 60 paguyuban di 34 propinsi yang hampir sebagian besarnya belum saling mengenal,” jelasnya. 

Hasil Kongres pertama ini selain menghasilkan Ketua, L Maksum yang mewakili gumi paer diluar NTB selain Sulawesi, Kalsel, Papua dan lainnya, sebuah aplikasi berplatform android bernama AsliKu, berisikan marketplace kebutuhan kebudayaan sekaligus tanda keanggotan yang saat ini  telah digunakan oleh satu juta pengguna. 

Dikatakannya, Kongres juga menghasilkan Piagam Sasak yang mengusung visi menjaga jati diri, memelihara intelektualitas, harkatdan martabat dan membangun citra diri sejati Sasak baru dalam NKRI. 

BACA JUGA: Aksi Blokir Jalan 4 Hari, 10 Provokator Ditangkap

Hadi pula dalam kegiatan tersebut, HL Azhar, HL Serinata, Kapolda, Danrem, akademisi, budayawan dan para kepala OPD. ***

 

 




Teluk Bima Berwarna Coklat, Ini Penyebabnya 

Pencemaran yang menyebabkan teluk Bima berwarna coklat, bukan akibat pembuangan limbah atau tumpahan minyak bumi

BIMA.lombokjournal.com ~ Masyarakat Bima pada akhir bulan April lalu ribut setelah media sosial  foto sebagian perairan Teluk Bima di Nusa Tenggara Barat, yang tertutupi lapisan berwarna coklat.

Untuk kali pertama, pencemaran terjadi di teluk Bima dalam bentuk gumpalan jelly, yang menyebar hingga ke pantai di pesisir barat dan pesisir timur Teluk Bima. 

Ada yang menuding bahwa pencemaran ini akibat pembuangan limbah, hingga tumpahan minyak bumi.

Teluk Bima berwarna coklat seperti padang pasir

Akibat pencemaran itu, menurut Walhi NTB, beberapa warga di laporkan keracunan setelah mengonsumsi ikan yang bersumber dari perairan itu.

Amri Nuryadi. dari Walhi NTB saat itu mendesak Badan Usaha Milik Negara, Pertamina, memberikan penjelasan secara komprehensif terkait dugaan pencemaran itu.

Karena wilayah yang tercemar berada dalam wilayah zonasi penempatan pipa bawah laut milik Pertamina.

BACA JUGA: Paranormal dan Arkeolog Dilibatkan, Lacak Situs Kuno Lombok

Namun dugaan itu segera dibantah Pemerintah Kabupaten Bima melalui Kabag Protokol dan Komunikasi Setda Kabupaten Bima, Suryadin.

Menurutnya,  berdasakan hasil pantauan lapangan yang dipimpin langsung Kadis LHK, Jaidun bersama Tim Bidang Perhutanan Rakyat, Pencemaran dan Pengendalian Lingkungan Hidup Kabupaten Bima, Rabu (27/04/22) dugaan sementara pencemaran tersebut berasal dari lumut atau ganggang laut.

LHK telah mengambil sampel air laut dan gumpalan untuk dianalisa lebih lanjut di laboratorium.

Ia menjelaskan, dari pengamatan sementara Tim Dinas LHK, fenomena yang terjadi di Teluk Bima lebih menjurus ke “Sea snot”. Yakni lendir laut atau ingus laut yang merupakan sekumpulan organisme mirip mukus yang ditemukan di laut.

Ledakan fitoplankton 

Peneliti dari Universitas Mataram dan IPB University lantas memeriksa fenomena ini. Hasilnya, lapisan coklat itu disebabkan oleh ledakan fitoplankton dari kelas Bacillariophyceae. 

Konsentrasinya di perairan mencapai 10 – 100 miliar sel per liter – lebih tinggi dari baku mutu fitoplankton yang ditetapkan pemerintah sebesar 1 juta sel per liter.

Para pakar menegaskan, fitoplankton jenis ini tak menghasilkan racun. Namun fenomena ini dapat mematikan bagi ikan karena proses penguraian fitoplankton yang mati membutuhkan banyak oksigen.

BACA JUGA: Harga Jagung Anjlog, Gubernur Sarankan Diekspor

Belum ada informasi yang jelas terkait apa penyebab ledakan fitoplankton ini. Beberapa faktor yang bisa jadi penyebabnya adalah gangguan manusia, ataupun perubahan suhu dari musim hujan ke musim panas.***

 




Gubernur NTB Ajak Pramuka Beradaptasi di Era Digital

Kata Gubernur NTB, tantangan gerakan Pramuka saat ini bagaimana memanfaatkan kemajuan teknologi, dan memanfaat kecanggihan teknologi agar solid dan kompatibel 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gerakan pramuka saat ini harus mulai beradaptasi di era kemajuan teknologi.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan, tantangan Gerakan Pramuka yang tidak sederhana, tantangannya bagaimana memanfaatkan kecanggihan teknologi, saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwatir Gerakan Pramuka NTB Tahun 2022, di Bumi Perkemahan Jakamandala, Mataram, Jumat (13/05/22).

mENYAMBUT KEDATANGAN gUBERNUR ntb

“Untuk membantu kerja-kerja gerakan pramuka sehingga menjadi solid dan mampu kompatibel dengan dinamika kemajuan zaman yang akan datang,” kata gubernur. 

Gubernur NTB selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka NTB, terkesan dengan tema yang diangkat dalam Rakerda kali ini “Mengabdi Tanpa Batas Untuk Mewujudkan NTB Gemilang”.

BACA JUGA: Aksi Blokir Jalan 4 hari, 10 Provokator Ditangkap

Diharapkan, Rakerda Gerakan Pramuka NTB ini mampu menghasilkan konsolidasi organisasi yang baik, dan program-program yang terukur untuk masyarakat sehingga bersinergi dengan tema yaitu “Mengabdi Tanpa Batas”.

“Sehingga Mengabdi Tanpa Batas bukan hanya slogan namun mampu diterapkan untuk masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Kwarda Pramuka NTB, Drs. H. Fathul Gani, M.Si, dalam laporannya menerangkan, dalam Rakerda kali ini seluruh Kwartir Cabang hadir secara langsung dalam kesempatan kali ini.

Rakerga Kwartie Pramuka Dibuka Gubernur NTB

“Alhamdullilah kali ini seluruh perwakilan Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten/Kota di NTB hadir dalam Rakerda kali ini secara langsung, hal ini sangat kami rindukan. Karena sudah 2 tahun kami mengadakan rakerda secara virtual,” tutupnya. ***

BACA JUGA: Warga Mareje Kembali ke Kampung Halamannya

 




Aksi Blokir Jalan 4 hari, 10 Provokator Ditangkap 

Personil Polres Bima dan TNI mengamanakan 10 orang dari massa aksi blokir jalan.   

BIMA.lombokjournal.com ~ Gara-gara aksi blokir jalan selama 4 hari di Pertigaan Desa Waro Kecamatan  Monta, Kabupaten Bima, sejak hari Senin tanggal 9 hingga Kamis tanggal 12 Mei 2022, pihak kepolisian amankan 10 orang provokator. 

Hal itu disampaikan dalam siaran pers dari Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto,S.I.K.,M.Si yang diterima media, Sabtu (13/05/22).

Disebutkan, Kapolres Bima, AKBP Heru Sasongko, S.I.K, bersama TNI telah melakukan upaya maksimal dalam mengamankan jalannya unjuk rasa yang berlangsung selama 4 hari berturut-turut. 

Selain melakukan pengamanan, sedari awal pihak kepolisian juga memberikan imbauan dan negosiasi kepada massa aksi agar tidak melakukan blokir jalan. Sebab aksi itu dapat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan dengan beragam keperluannya yang mendesak.

Menindak tegas aksi blokir jalan

“Sejak awal, upaya pengamanan sudah dilakukan sesuai SOP dan imbauan-imbauan juga tetap diberikan agar berunjuk rasa dengan damai. Negosiasi juga untuk tidak memblokir jalan,” kata Kapolres Bima, yang dikutip dalam siaran pers tersebut.

Sayangnya massa aksi tidak mengindahkan imbauan dan mementahkan negosiasi dari pihak kepolisian, serta tetap melakukan aksi blokir jalan dengan menggunakan batu, kayu, hingga barugak.

BACA JUGA: Warga Mareje Kembali Pulang ke Kampung Halamannya

Mereka menuntut pihak Pemerintah Kabupaten Bima untuk menemui mereka.

Menanggapi itu, lanjut Kapolres, pihaknya langsung memfasilitasi untuk menghadirkan pejabat pemda terkait guna menemui massa aksi.

Meski pejabat terkait dihadirkan, namun massa aksi malah menolaknya. dengan melontarkan kata-kata yang tidak semestinya.

Guna mengakhiri aksi massa, Kapolres bersama Dandim 1608/Bima, Letkol inf. M. Zia Ulhaq S.Sos., mengundang Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat se-Kecamatan Monta di Mapolsek Monta.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat meminta agar pihak TNI-POLRI melakukan tindakan tegas untuk mengatasi aksi blokir jalan yang berlangsung selama 4 hari berturut-turut tersebut.

Akhirnya, Kamis (12/5/22), Pukul 13.30 Wita sejumlah personil Polres Bima dan TNI tiba di lokasi pemblokiran jalan untuk kembali mengimbau massa aksi agar membuka titik-titik pemblokiran jalan yang melumpuhkan arus lalulintas tersebut. 

Namun, lagi-lagi tidak diindahkan bahkan melakukan perlawanan.

Akibatnya, pihak kepolisian dan TNI mengambil tindakan tegas dengan mengamanakan 10 orang dari massa aksi blokir jalan.   

Pihak kepolisian dan TNI akhirnya berhasil membuka semua titik pemblokiran.

Menurut Kapolres, aksi blokir jalan merupakan perbuatan yang melanggar hukum berdasarkan pasal 192  KUHP jo Pasdal 63 ayat 1 UU RI Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan dengan ancaman hukuman 9 tahun sampai 15 tahun penjara  dan denda  sebanyak Rp.2 Milyar. 

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bima, Iptu Adib Widayaka, dalam rilisnya, menyampaikan, aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Kecamatan Monta Menggugat (AMANAT) tersebut dilakukan guna menuntut perbaikan infrastruktur jalan di Wilayah Monta Selatan.

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak Kepala Daerah Prioritaskan Produk Lokal

“Pada Hari Senin, Tanggal 9 mei 2022, dari Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Monta Selatan melaksanakan unjuk rasa di pertigaan Desa Waro dengan tuntutan perbaikan infrastruktur jalan di Wilayah Monta Selatan,” kata Adib.

Bahkan aksi, lanjutnya, pemblokiran jalan oleh AMANAT ini membuahkan aksi tandingan untuk melawan pemblokir, saat memasuki hari ketiga, Rabu (11/05/22).

“Masyarakat sekitar maupun yang melintasi jalan tersebut sudah mulai resah atas pemblokiran tersebut. Bahkan masyarakat Desa Simpasai melakukan protes dengan memblokade jalan pada hari yang sama. Dari masyarakat Desa Laju juga berencana melakukan buka paksa jalan yang diblokir tersebut,” ungkap Adib.***

 




Warga Mareje Kembali ke Kampung Halamannya

Gubernur NTB Melepas Kepulangan Warga Mareje, dan berharap tidak ada lagi kesalahpahaman antar warga

LOBAR.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah melepas langsung pemulangan warga Mareje yang terdampak tragedi Mareje di Mapolres Lombok Barat.

Pemulangan Warga Mareje terdampak kesalahpahaman dari Polres Lombok Barat disambut penuh suka cita warga. 

Saat memimpin kepulangan warga Mareje ini ia berharap, agar tidak ada lagi kesalahpahaman antar warga. 

Saat pemulangan Warga Mareje

“Saya menghimbau, jangan ada lagi kejadian yang membuat publik punya persepsi berbeda tentang kita (NTB). Karena NTB ini merupakan replika Indonesia, miniatur Indonesia keragaman harmonisasi itu berjalan sangat baik,” ungkap Gubernur Zul,  Kamis (12/05/22).

Karena bila ada gesekan-gesekan politik lokal sehingga membuat masyarakat menangkap persepsi yang berbeda.

“Kita semua harus menjaga NTB ini tetap kondusif,” kata gubernur.

BACA JUGA: Hardiknas, Bupati KLU Sampaikan Optimisme Hadapi Tantangan

Kita akan berkumpul Kembali bersama bersama keluarga, masyarakat agar tidak ada lagi kesalahpahaman antar warga, tambahnya.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengatakan, segera memperbaiki rumah warga yang rusak akibat kesalahpahaman warga tersebut.

“Perencanaan pada tingkat Pemerintah Daerah sudah selesai. Kemarin rapat, Insya Allah besok sudah mulai bekerja. Sehingga akan memperbaiki semua rumah namun akan melakukannya secara bertahap.Sebenarnya sudah kondusif dari sebelumnya, namun masih menghindari isu-isu yang dibuat oleh orang luar,” katanya.

Ditekankan pentingnya dalam menyaring informasi yang berkembang, agar tidak termakan isu hoax yang dapat merugikan semua orang. 

“Penting saya sampaikan bahwa, kita lebih sibuk mengklarifikasi berita hoak dari pada kenyataan sebenarnya. Masyarakat kita di Mareje ini kan satu keluarga, darahnya sama dan tidak pernah ada sejarah konflik ini,” terangnya.

Ia berkeyakinan, 100 persen bahwa ini bukan konflik agama. Menurutnya ini semacam miskomunikasi.

 “Hanya miskomunikasi, unsur politik masuk, unsur luar masuk, berita hoak masuk, dan menimbulkan hal seperti ini. Dan ini merupakan pembelajaran bagi kita semua,” tandasnya.

Dari sisi fisik menurut Bupati, pihaknya sudah beberapa kali bersama TNI-Polri melakukan gotong royong bersama.

Dan ke depan Forkopimda tetap akan membaur dengan masyarakat. 

“Insya Allah hari Rabu kita laksanakan roah bersama, roah dan meriap (masak bersama)  dan makan bersama,” imbuhnya.

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak Kepala Daerah Prioritaskan Produk Lokal

Dari segi keamanan Kapolres Lombok Barat AKBP Wirasto Adi Nugroho, SIK mengatakan sudah ada satgas penanganan konflik sosial di kabupaten Lombok Barat.

“Ketuanya Bapak Bupati Lombok Barat langsung, dan saat ini situasi di Mareje sudah sangat kondusif, masyarakat sudah mulai berbaur. Sehingga dari hasil penilaian Satgas sudah siap untuk memulangkannya, berdasarkan hasil asesmen di Mareje. Kegiatan kita ke depan, menghadapi Hari Raya Waisak sehingga memutuskan untuk memulangkan warga terdampak ke rumahnya masing-masing,” imbuhnya.

Menurut Kapolres, hingga saat ini pihaknya tetap menempatkan di Mereje, personel Polres Lombok Barat di Backup Polda NTB untuk memastikan situasi benar-benar tetap kondusif.***

 




FGD Daerah Menyusun Indeks Keterbukaan Informasi Publik 

Kadis Kominfotik mengungkapkan dalam kegiatan FGD Daerah, Indeks Keterbukaan Informasi Publik Dinas Kominfotik Provinsi NTB melampaui target

MATARAM.lombokjournal.com ~ Guna menyusun Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) Tahun 2022 di lingkup Provinsi NTB, Komisi Informasi (KI) Republik Indonesia bersama KI Provinsi NTB dan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) daerah yang dihelat di Hotel Grand Legi , Mataram pada Kamis (12/05/22).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M, menyatakan, Dinas Kominfotik Provinsi NTB mendapatkan apresiaisi dari Komisi I DPRD NTB. 

Apresiasi ini diterima berkat seluruh indikator yang ditargetkan telah melampaui target, salah satunya adalah Indeks Keterbukaan Informasi Publik.

Menghadiri FGD Daerah IKIP 2022
Najamuddin Amy

“Seluruh indikator yang ditargetkan Alhamdullilah tidak hanya mencapai namun melampaui target, salah satunya Indeks Keterbukaan Informasi Publik,” ucapnya.

Najam mengucapkan terima kasih terhadap seluruh stakeholders yang terkait dan berharap meningkatnya IKIP ini akan berlanjut di tahun ini. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak Kepala Daerah Prioritaskan Produk Lokal

Menurutnya, berhasilnya peningkatan IKIP ini akan dibarengi juga dengan peningkatan indeks-indeks yang lain.

“Saya ucapkan terima kasih sebelumnya dan berharap tak hanya IKIP saja yang meningkat, kita ada indeks demokrasi, indeks kemerdekaan pers dan masih banyak lagi. Karena penilaian-penilaian instrument pada indeks ini pasti memiliki benang merahnya menuju nilai yang baik walaupun terdapat perbedaan di indikatornya,” katanya.

Sementara itu, Komisioner KI Pusat, M. Syahyan, menyampaikan nilai IKIP NTB pada tahun 2021 diatas nilai nasional. IKIP Provinsi NTB berada pada poin 77,90 sedangkan nilai nasional berada pada poin 71,37.

BACA JUGA: Multipihak Diminta Bersinergi Atasi Stunting di KLU

“Dengan nilai ini bisa dikatakan Indeks Keterbukaan Informasi Publik Provinsi NTB, cukup baik. Hal ini juga sejalan dengan nilai Monev Provinsi NTB yang masuk dalam kategori Provinsi yang Informatif, jadi terdapat kesesuaian,”ungkapnya. ***

 




Gubernur NTB Ajak Kepala Daerah Prioritaskan Produk Lokal

Kata Gubernur NTB, produk lokal layak diberi ruang dan waktu untuk belajar kompetitif

MATARAM.lombokjournal.com ~  Kepala Daerah Kabupaten/Kota se – NTB diajak memprioritaskan produk-produk lokal hasil produksi IKM dan UMKM di NTB, agar pertumbukan ekonomi semakin meningkat dan masyarakat semakin sejahtera.

Ajakan itu disampaikan Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Intern Keuangan dan Pembangunan, bertajuk “UMKM Tangguh, Ekonomi Bertumbuh” di Gedung Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB, Kamis (12/05/22).

Gubernur NTB ajak prioritaskan produk lokal
Gubernur Zulkieflimansyah

Ia mengungkapkan pentingnya memprioritaskan produk lokal dalam Pengadaan barang dan jasa di NTB.

“Kita akan memilih berbagai produk lokal, kita menangkan, kita konsumsi, kita gunakan, meskipun dengan kualitas dibawah standar dan harga yang cukup mahal,” tuturnya. 

Meskipun produk-produk lokal memiliki kualitas yang sedikit lebih rendah dan harga yang cukup mahal, namun terdapat Cost of Learning yang diraih.

BACA JUGA: FGD Daerah Menyusun Keterbukaan Informasi Publik

Sehingga pihak BPKP, BPK dan aparat terkait dapat memahami dan memberikan ruang bagi para UMKM terus belajar.

“Senang sekali karena institusi seperti BPKP, BPK mulai bisa memahami bahwa produk lokal walaupun kualitasnya sedikit lebih rendah, harganya sedikit lebih mahal tetap layak diberi ruang dan waktu untuk belajar kompetitif,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi kepala BPKP Bidang Perekonomian dan Kemaritiman, Salamat Simanulang mengatakan, sektor UMKM dan Koperasi mendapatkan perhatian serius dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Dalam hal ini, ditujukan juga arahan untuk merealisasikan barang jasa paling sedikit 40 persen dari anggaran belanja barang dan jasa menggunakan produk UMKM dan Koperasi. 

Salah satu sektor UMK dan koperasi di NTB yang memiliki potensi paling besar adalah pada sektor pariwisata dan industri kreatif.

BACA JUGA: Gubernur Ingin Anak NTB Bermimpi Besar

“Kita berharap pasca pandemi Covid 19 Dan kebijakan pemerintah untuk percepatan produk dalam negeri, maka UMK dan koperasi pada sektor pariwisata dan industri kreatif di provinsi dan Kab/Kota se – NTB akan segera menggeliat dan bangkit kembali,” jelasnya. ***