Perawat di NTB Cukup, PR-nya Pemerataan dan Kualifikasi
Wagub NTB mengatakan meski jumlah perawat cukup, namun perlu meningkatkan pemerataan dan kulifikasinya
MATARAM.lombokjournal.com ~ Secara kuantitas jumlah perawat di Provinsi yang jumlahnya sekitar 15.000 dan bidan kurang lebih 7000, sudah mencukupi untuk pelayanan kesehatan terkait kematian ibu dan bayi, kasus stunting, dan peningkatan pelayanan Posyandu Keluarga
Namun masih menjadi PR bersama adalah pemerataan serta kualifikasinya. yang masih terus harus ditingkatkan.
Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi menyatakan dalam diskusi bersama para stakeholder terkait di Aula Pendopo Wagub, Kamis (02/06/22).
“Jika digabungkan menjadi 22 ribu, sudah sangat cukup untuk melayani NTB. Yang terpenting adalah bagaimana pemerataan dan kualifikasinya itu. Ini jadi PR bersama,” jelas wagub.
Khususnya, apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya terkait kematian ibu dan bayi, kasus stunting, dan peningkatan pelayanan Posyandu Keluarga di NTB.
“Setelah ini saya sangat berharap ada meeting meeting lanjutan dari segi tekhnis untuk betul betul bisa kita berdayakan semua potensi yang ada,” tambah Ummi Rohmi.
Salah satunya lanjut Wagub, bekerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi Negeri yang ada di NTB.
Pemprov NTB bisa bekerjasama dengan setiap Fakultas Kesehatan yang ada dan menjalin hubungan simbisosis mutualisme bersama para mahasiswa kesehatan yang ada.
Dalam diskusi tersebut turut dihadiri oleh perwakilan IDI, IBI, PPNI, PERSAGI, PPKMI, IAKMI, ATML, POGI, IDAI dan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia dan didampingi oleh Kadis Kesehatan Provinsi NTB. ***
DKP3 KLU Mengedukasi Penyebaran PMK Ternak
DKP3 KLU mengedukasi mulai dari pengenalan, penularan sampai penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Meski sejak awal dilakukan pengawasan dan pengendalian, namun Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Lombok Utara menyebar luas di tiap Kecamatan
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan, Pertanian, Perkebunan dan Perikanan (DKP3) KLU, drh Sarudi saat menggelar sosialisasi komunikasi dan edukasi (KIE) tentang pengendalian Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Aula Kantor UPTD Kecamatan Bayan, Kamis (02/06/22).
Sosialisasi itu mengundang Camat Bayan yang diwakili Kasi Kesos, anggota dari Polsek Bayan, Kepala UPTD KPPP Bayan, Paramedis, Inseminator, penyuluh, pengusaha (saudagar dan jagal).
Maksud dilakukan sosialisasi untuk mengendalikan PMK, dengan mengedukasi mulai dari pengenalan, penularan sampai penanggulangan PMK.
“Jika hewan ternak terindikasi sakit maka batasi dulu lalu lintas ternak, karena penularannya bisa melalui kontak langsung, tidak langsung dan melalui udara. Pembatasan ini guna menghentikan penyebaran virusnya,” terangnya.
Kalau ada ternak sakit segera laporkan ke dokter hewan atau petugas setempat, untuk memeriksa dan melakukan penanganan.
Penyakit ini menular dengan t cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi, termasuk melalui udara.
Dijelaskan, hewan ternak yang terindikasi PMK ditandai adanya gejala demam tinggi (39-41 derajat celcius), ternak tidak nafsu makan, keluar air liur berlebih (hipersalivasi) dan keluar ingus. Sebagian ada luka pada lidah dan rongga mulut, luka pada kaki dan kuku serta nampak pincang.
Ia mengajak melaporkan jika ada indikasi hewan ternak mengalami gejala klinis tersebut.
Lebih lanjut, langkah yang bisa dilakukan pemilik ternak di antaranya, memantau serta melaporkan kepada petugas kesehatan jika ada hewan ternak yang sakit, dilarang membeli/ memasukkan hewan ternak area dalam maupun luar Kabupaten Lombok Utara, mengontrol akses masyarakat terhadap ternak dan peralatan, disinfeksi kandang secara rutin minimal 2 kali sehari dan memberikan suplemen (jamu tradisional/herbal) serta vitamin kepada ternak untuk daya tahan tubuh.
Ditanya soal kebutuhan obat obatan, Raden Adi Darmawangsa, mengakui sangat terbatas. “Soal ketersediaan Obat Obatan memang sejak sebelum PMK, kita kekurangan” tuturnya. Ia berharap melalui rapat rapat bersama OPD Lin baik di dinas maupun di depan DPRD sering menyampaikan hal ini, akunya. drh Gilang Kala Maulana dan drh Elin Muhammad Tamrin menyebutkan angka sebelumnya 22 ekor sapi yang terindikasi PMK, hari ini Kamis 02/6 – 2022 sudah bertambah menjadi 33 ekor yang tertular PMK. ***
Peserta Latsitarda XLII Kunjungi Bupati Lombok Utara
Bupati Djohan Sjamsu berharap, kelak ada peserta Latsitarda XLII yangditugaskan kembali di Lombok Utara
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Meski kegiatan peserta Lastitarda XLII di Lombok Utara hanya beberapa hari, diharapkan para peserta supaya membangun komunikasi dan silaturahmi yang baik bersama masyarakat.
Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu menyampaikan itu saat menerima kunjungan perwakilan Taruna Lastsitada Nusantara XLII Kompi Satlat Macan di RTB, di ruang kerja Bupati, Kamis (02/06/22).
Bupati beharap para taruna dapat menceritakan pengalaman selama bertugas di KLU.
Di ruang kerja bupati
“Cintailah masyarakat Lombok Utara sebagaimana mencintai bangsa atau rakyat masyarakat kita yang lain,” kata Bupati Djohan.
Peserta juga diharapkan membaur dengan masayarakat, dan menjadi penduduk di Bumi “Tioq Tata Tunaq” Lombok Utara.
Para Taruna Taruni juga diharapkan bisa menularkan dan memberikan motivasi apa yang telah dicapai kepada remaja dan pemuda yang ada di desa-desa lokasi bertugas.
Tujuannya, agar anak-anak muda di desa termotivasi dan bisa masuk Akademi TNI dan IPDN.
Para Taruna juga diminta jadi duta masyarakat Lombok Utara, menyampaikan pengalan tentang kondisi daerah Kabupaten Lombok Utara yang menjadi salah satu daerah tujuan wisata tanah air.
Khususnya destinasi Tiga Gili, Senaru Bayan dan lain lain yang selama ini jadi daerah tempat berlatih dan berintegrasi bersama masyarakat..
“Lombok Utara adalah daerah wisata, maka silahkan dinikmati keindahannya sambil melaksanakan tugas,” kata Bupati Djohan.
Ia malah berharap, agar ada di antara para peserta Lastsitada Nusantara yang nantinya bertugas di KLU. Agar dapat mengenang kembali pengalaman saat melaksanakan kegiatan Latsitarda saat ini.
“Terima kasih atas kunjungannya semoga bisa sukses nantinya, suatu saat bisa kembali dan semoga ada kenangan yang bisa diingat,” ucapnya.
Dalam silaturahmi ini juga para Taruna menyapaikan kesan-kesan selama ada di KLU serta meminta motivasi dari Bupati Lombok Utara. ***
Komitmen Perlindungan untuk Pekerja Migran
Jajaran Dinas Tenaga Kerja se NTB samakan komitmen perlindungan kepada para PMI
MATARAM.lombokjournal.com ~ Jajaran Dinas Tenaga Kerja Kabupaten/Kota di NTB diajak berkomitmen mewujudkan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara prosedural, dan berupaya mencegah dan menihilkan praktek-praktek unprosedural yang merugikan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tramsmigrasi Prov. NTB I Gede Putu Aryadi mengatakan itu saat memimpin rapat bersama para Kadisnakertrans Kabupaten/Kota dan para Pengurus Asosiasi Pengusaha Pekerja Migran Indonesia, di Aula Kantor Disnakertrans NTB, Selasa (31/5/2022).
Rapat itu dihadiri para pengurus dan anggota APPMI, APJATI dan ASPATAKI membahas program Perlindungan PMI Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk mewujudkan Zero Unprosedural PMI
Ia menegaskan, dibukanya kembali kran penempatan PMI ke negara Malaysia, harus disiapkan pemenuhan persyaratan yang telah ditentukan.
“Tujuannya adalah untuk memastikan perlindungan kepada para PMI kita,” ujar Gede Putu Aryadi.
Putu Aryadi ingin mendengar masukan konstruktif dari para asosiasi dan Perusahaan Penempatan PMI, untuk bisa mewujudkan program zero unprosedural PMI yg telah menjadi komitmen para Kepala Daerah.
“Kita harus memiliki komitmen yangg sama, ke depan tidak boleh lagi ada warga kita yang berangkat secara non ptosedural,” ujarnya.
Kepala BP2MI NTB, Abri Danar Prabwa menyampaikan, pihaknya dan Disnakertrans Provinsi, Kabupaten/Kota harus samakan persepsi dalam mengatasi permasalahan PMIdi NTB yang berangkat secara unprosedural.
“Kalau dilihat data, penempatan di Malaysia sudah 2 tahun tertunda keberangkatannya. Jadi, dibutuhkan pengurusan ulang dokumen yang dimiliki oleh CPMI, seperti perjanjian kerja, dokumen medical check up dan surat ijin keluarga,” ungkap Abri.
Bagi P3MI yang sudah memenuhi persyaratan dokumen bisa mengajukan secara online dan selanjutnya akan diverifikasi oleh BP2MI apakah P3MI tersebut layak atau tidak.
“Kami lihat masih ada beberapa aturan yang belum di implementasikan,” ujar Abri.
Abri juga menyampaikan dalam SISKOP2MI, khusus untuk pekerja disektor perkebunan sawit, diakuinya belum dijadikan mandatory terkait sertifikasi kompetensi.
Jadi, sertifikasi dan jabatan dapat menyesuaikan.
“Jangan sampai sebuah kebijakan menjadi kendala melalukan pelayanan dan perlindungan bagi PMI NTB,” ucapnya.
Sertifikat kompetensi
Pada sesi diskusi, Ketua APPMI NTB Muazzim Akbar mengungkapkan, perlunya komunikasi dan sinergi antara Disnakertrans Provinsi, Kabupaten/Kota dan BP2MI.
Ia berterima kasih kepada Kepala Disnakertrans NTB yang menginiasi pertemuan dan selau berkolaborasi bersama asoasiasi dan P3MI.
“Sertifikasi kompetensi bagi pengusaha/P3MI setuju dilakukan karena semangat pemerintah untuk menjadikan PMI kita berkompeten,” ujar Muazzin.
Namun khusus untuk sektor perladangan kelapa sawit, sertifikat kompetensi belum bisa diimplementasikan sepenuhnya sebagai persyaratan untuk pengurusan ID.
Sebab di NTB belum tersedia LPK/BLK yg memiliki program pelatihan bidang perkebunan. Lagipula kemampuan Pemerintah untuk menyediakan anggaran sertifikasi belum memungkinkan.
Hal senada diungkapkan Ketua ASPATAKI, Samsul, untuk sektor perladangan dibutuhkan pelatihan yang tidak bisa dilakukan hanya beberapa hari saja, tetapi harus ada pelatihan jangka panjang.
“Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi harus ada praktek,” ujarnya.
Ketua Apjati NTB Mohammadun menegaskan, pihaknya bersama AP2TKI terus berupaya meningkatkan kompetensi CPMI, termasuk untuk sektor ladang.
Namun animo masyarakat yang ingin bekerja di sektor ladang sawit ini sangat besar, maka pelatihan kompetensi dan sertifikasi belum bisa mengkover jumlah yang besar.
Sertifikasi kompetensi yang telah dilakukannya, dipersiapkan bagi CPMI yangg akan ditempatkan di sejumlah perusahaan besar perkebunan sawit di Malaisya, yang mensyaratkan adanya sertifikat kompetensi.
Pertemuan tersebut menghasilkan dua kesepakatan sebagai kesimpulan, yakni ;
Sertifikat kompetensi belum wajib menjadi syarat ID Khusus Tenaga Kerja Sektor Peladangan Sawit, namun perusahaan wajib memastikan bahwa PMI yang akan ditempatkan sebagai pekerja ladang telah memiliki kompetensi/keterampilan.
Akan diwujudkan Keseragaman syarat-syarat pelayanan di semua kabupaten/kota.
Kesepakatan tersenut akan ditindaklanjuti dlm bentuk surat edaran Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB kepada kab/kota untuk keseragaman syarat pelayanan tersebut. ***
Kader NU Diharapkan Belajar di Luar Negeri
Gubernur NTB mendukung agar kader NU NTB menuntut ilmu di luar negeri
LOBAR.lombokjournal.com ~Meningkatnya event nasional dan internasional yang digelar di NTB, memberi semangat Pemprov NTB untuk meningkatkan kualitas SDM putra-putra terbaik NTB. .
“Karena itu peningkatan SDM hanya bisa dilakukan melalui pendidikan yang terus-menerus ditingkatkan,” kata Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah.
Gubernur Zulkieflimansyah
Ia mengatakan itu pada Pelantikan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) NTB Barat masa khidmat 2022-2025, di di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung, Rabu (01/06/22).
Diharapkan kader-kader NU lebih banyak lagi yang mengenyam pendidikan lebih tinggi. “Setelah selesai di Pondok Pesantren atau Strata 1, para pelajar bisa ke luar negeri, karena sampai saat ini Pemprov NTB sendiri sudah mengirim lebih dari seribu orang,” katanya.
Bang zul sapaan gubernuri menilai, bukannya meragukan quality dari education di negeri ini. Namun Bang Zul berkeinginan agar anak-anak NTB punya cita rasa menjadi pemimpin nasional.
“Ketika kita kirim mahasiswa keluar negeri maka rasa bangga dan cinta terhadap bangsa sendiri semakin tinggi. Generasi kita tidak akan minder karena sudah terbiasa ketika menuntut ilmu di luar Negeri,” ujarnya.
Bang Zul mendukung generasi NU NTB menuntut ilmu di luar negeri. Ia yakin, ketika anak-anak NU di luar negeri tidak akan kesulitan untuk dapat makan, karena paling tidak bisa menjadi Bilal atau ketua-ketua pengajian sudah bisa menutupinya.
Pelantikan bertema “Akselerasi pelajar NU NTB Menuju Generasi Emas Nahdlatul Ulama” juga dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU, Aswandi Jaelani dan Ketua Umum IPPNU Rekanita Nurul Hidayatul Ummah.
Selain itu, Rektor UIN Mataram sekaligus Ketua PWNU NTB Prof. Masnun Tahir,, Forkopimda NTB, Forkompinda Lombok Barat dan Pengurus NU Se- Pulau Lombok, Banom dan Lembaga NU se – NTB. ***
Gubernur Dukung Penyelenggaraan MTQ Provinsi di Lotim
Penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi yang ke-XXIX di Kabupaten Lombok Timur didukung Gubernur NTB
Gubernur Zul menyampaikan itu saat menerima audiensi Dewan Pengurus LPTQ Lombok Timur dan Panitia MTQ Provinsi NTB di ruang kerjanya, Selasa (31/05/22).
“InsyaAllah kita bisa bantu, usaha sama-sama,” kata Bang Zul sapaan akrab Gubernur.
Ia juga berpesan kepada para kontingen di tiap kabupaten/kota se-NTB, agar mempersiapkan diri semaksimal mungkin.
“Ayo masing-masing daerah mempersiapkan kontingennya masing-masing dengan maksimal,” pesannya.
Sebagai informasi, MTQ tingkat Provinsi NTB ke-XXIX rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 29 Juni hingga 6 Juli 2022 yang bertempat di Kabupaten Lombok Timur.
“Rencananya akan diselenggarakan pada 29 Juni hingga 6 Juli 2022 di Lotim. Nantinya akan ada 9 cabang lomba yang diikuti oleh puluhan peserta Kab/Kota,” kata Sekretaris Umum Pengurus LPTQ Lotim.
Turut hadir mendampingi Gubernur pada audiensi tersebut, yaitu Kepala BPKAD Provinsi NTB dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi NTB. ***
Hari Lahir Pancasila, Peserta Latsitardanus XLII Donor Darah
Peringati Hari Lahir Pancasila, peserta Satlat 1 Macan Latsitardanus XLII donor darah bersama masyarakat
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bertepatan Hari Lahirnya Pancasila, peserta latihan Satlat 1 Macan Latsitardanus XLII mengadakan kegiatan donor darah bertempat di Kolat Satlat 1 Macan, Desa Jenggala, Lombok Utara, didukung oleh Tim PMI Lombok Barat, Rabu (01/06/22).
Kegiatan Donor Darah ini dibuka untuk umum, sehingga banyak warga sekitar yang tertarik untuk ikut serta mendonorkan darahnya.
Tidak hanya warga, namun peserta Latsitarda XLII juga ikut mendaftarkan diri, baik dari taruna Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Kepolisian, IPDN, dan Mahasiswa Universitas di Lombok Utara, yang tersebar di kolat maupun kompi-kompi latihan di wilayah Lombok Utara.
Sebelum kegiatan Donor Darahdimulai, Komandan Satuan Latihan, Mayor Arm Deby Irawan, mengucapkan terimakasih kepada para peserta maupun warga yang telah mengikuti kegiatan donor darah.
“Semoga darah yang telah didonorkan dapat bermanfaat bagi orang yang membutuhkan dan menjadi amal jariyah bagi kalian,” katanya.
Ini merupakan kegiatan yang sangat positif, sebagai bentuk kepedulian kita terhadap sesama, tambahnya. .
Secara umum, para warga dan peserta Latsitarda yang mendaftarkan diri, mengaku penasaran bagaimana kegiatan donor darah itu dilakukan. Umumnya mereka baru pertama kali melaksanakan kegiatan donor darah. Mereka terlihat sangat senang dan antusias untuk mendonorkan darahnya.
“Saya berterimakasih kepada teman-teman Latsitarda telah membantu kami menggerakkan kegiatan Donor Darah, sehingga dapat lebih banyak membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Ketua Tim PMI, Hasyim.
Banyak manfaat dari donor darah, salah satunya untuk menjaga kesehatan tubuh, baik bagi orang yang mendonorkan darahnya maupun bagi yang membutuhkan donor darah.
Sesuai dengan mottonya “Darah Memberikan Hidup dan Sukacita”.
Artinya, darah yang kita donorkan tersebut dapat disalurkan kepada orang-orang yang sedang membutuhkan sumbangan darah serta menyelamatkan nyawa mereka.
Penerima donor darah bisa kembali beraktivitas seperti biasa dan kembali berkumpul di tengah keluarga.***
Hari Lahir Pancasila, PDIP NTB Ingatkan Jaga Persatuan
Momen Hari Lahir Pancasila, PDIP NTB membagikan seribu bibit pohon manggis untuk ditanam di tiap tempat ibadah di Pulau Lombok
MATARAM.lombokjournal.com ~ DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar upacara peringati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2022, di Kantor DPD PDIP NTB, Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Rabu (01/06/22).
Upacara dipimpin Raden Nuna Abriadi, diikuti puluhan pengurus, kader PDIP di NTB serta Kabupaten/Kota dan para santri pondok pesantren.
Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat, dalam pidatonya mengatakan, mengimplementasikan nilai Pancasila tidak hanya dengan manghapal lima butir Pancasila. Yang penting, bagaimana mengamalkan setiap nilai Pancasila yang terkandung dalam setiap butir.
“Memaknai Pancasila tidak hanya dengan manghapal lima butir, tapi bagaimana mengamalkan. Menjaga persatuan dan tidak terpecah belah adalah bagian mengamalkan Pancasila,” kata H. Rachmat Hidayat.
Rachmat mengatakan, dalam rangka Hari Pancasila sekaligus Bulan Bung Karno ini, PDIP NTB akan membagikan seribu bibit pohon manggis untuk ditanam di tiap tempat ibadah di Pulau Lombok.
“Ada seribu bibit buah manggis yang akan kita bagi masing-masing cabang dan kita tanamkan di tempat-tempat ibadah. Ini salah satu cara implementasi Pancasila,” ujarnya.
Membagikan pohon buah, kata Rachmat Hidayat sebagai bentuk mengamalkan nilai Pancasila dan menjaga hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhan.
“Masing-masing cabang (PDIP) kita bagikan 200 pohon. Ini untuk rumah ibadah, untuk menjaga hubungan manusia dengan manusia dan juga hubungan manusia dengan Tuhan,” katanya.
Sebanyak lima truk mengangkut bibit pohon buah manggis untuk lima kabupaten dan kota di Lombok. Masing-masing truk berisi 200 bibit buah untuk ditanam di rumah ibadah di Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Utara dan Kota Mataram.
Penyerahan bibit buah manggis ini secara simbolis diterima oleh masing-masing DPC PDIP se-Pulau Lombok.
Buah Kejujuran
Rachmat Hidayat mengatakan buah manggis memiliki filosofis. Buah tersebut dianggap sebagai buah kejujuran.
Karena, pada kulit manggis terdiri dari beberapa garis yang sesuai dengan jumlah isi pada manggis tersebut.
“Manggis merupakan buah kejujuran, karena jumlah garis pada kulit manggis, sesuai dengan jumlah isinya,” ujarnya.
Bagian bawah kulit manggis yang menyerupai kelopak bunga mewakili jumlah isi manggis.
Selain itu mangis adalah buah asli Indonesia yang sejarahnya berasal dari Indonesia.
Selain itu, hampir semua bagian pada buah manggis memiliki manfaat. Selain isi, kulit dan biji juga digunakan untuk produk makanan, obat-obatan, kosmetik, jus, sirup atau bahkan bisa direbus dan airnya diminum untuk kesehatan tubuh.
Wakil Ketua DPC PDIP Kota Mataram, I Gede Wiska, mengatakan akan membagikan bibit tersebut ke masing-masing tempat ibadah, mulai dari masjid, pura, gereja dan wihara.
“Kota Mataram rencananya kita bagikan masing-masing PAC nanti ditentukan tempat ada masjid, pesantren, gereja, wihara. Kita berikan pemupukan untuk disiram,” kata Anggota DPRD Kota Mataram ini.
Sementara, Ketua DPC PDIP Lombok Tengah, Suhaimi, mengatakan manggis merupakan pohon yang produktif. Sehingga sangat tepat untuk ditanam.
“Sebagai bentuk implementasi Pancasila kita akan membagikan dan menanamkan bibit pohon buah yang produktif dan bermanfaat buahnya. Hari ini manggis, ada sawo nanti, duren, mangga,” ujarnya. (*)
Lombok FC Butuh 8 Pemain, 17 Pemain Siap Tandatangani Kontrak
CEO Lombok FC, Rannya sekali tiap minggu akan menggelar Zoom Meeting dengan Tim Pelatih dan Tim Manajemen Lombok FC
MATARAM,lombokjournal.com ~ Rannya Agustiyra Kristiono memegang mandat baru sebagai President/CEO Lombok FC, klub sepakbola profesional yang didirikan Anggota DPR RI Dapil NTB 2/P. Lombok H. Bambang Kristiono, SE (HBK).
Mendapat amanah tersebut, dara yang kini tengah merampungkan studinya di London, Inggris, ini bergerak cepat.
Ia menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah sebagai persiapan menghadapi Liga 3 NTB pertengahan tahun ini.
Rannya Agustiyra Kristiono
“Paling tidak, satu kali dalam seminggu, saya menggelar Zoom Meeting dengan Tim Pelatih dan Tim Manajemen Lombok FC untuk menyelesaikan berbagai hal yang menjadi pekerjaan rumah selama ini,” ungkap Rannya melalui keterangan tertulisnya, Rabu (1/06/22).
Sejumlah hal yang jadi fokus Rannya dalam membangun dan mengembangkan Lombok FC, antara lainpembangunan fasilitas-fasilitas Lombok FC seperti mess pemain, pos security, pembuatan lapangan bola mini, parkiran bus, dan ruang Gym untuk pemain.
“Pengerjaannya kini sedang dikebut. Beberapa peralatan gym juga sudah berangkat dari Jakarta menuju Lombok,” ujar Rannya.
Terkait pemusatan latihan atau TC, saat ini sudah memasuki tahap kedua. Fokus TC tahap kedua ini adalah untuk pengembangan kekuatan fisik pemain.
Nantinya, pemain-pemain yang lolos TC tahap kedua, akan segera menandatangani kontrak, dan diperiksa kesehatan fisiknya di laboratorium fisik Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA), Mataram.
Lombok FC sendiri telah menjalin kerja sama dengan Undikma Mataram untuk memeriksa, mengembangkan, dan memelihara kekuatan fisik para pemain-pemainnya.
“Pada TC tahap kedua ini, para pemain yang berhasil masuk skuad inti, akan segera diberikan kontrak sehingga di akhir bulan Juni ini mereka sudah menerima gaji full,” kata Rannya.
Hingga 30 Mei 2022, sudah terdaftar 17 pemain dari 25 pemain yang akan masuk skuad utama. Seluruh 17 pemain tersebut akan segera mendapatkan kontrak dari Manajemen Lombok FC.
Dengan begitu, Lombok FC masih membutuhkan 8 pemain untuk mendapatkan jumlah ideal pemain.
Sebanyak 25 pemain tersebut, masing-masing tiga orang berposisi sebagai penjaga gawang dan 22 lainnya berposisi sebagai pemain lapangan.
Beberapa pemain yang berasal dari Aceh, Jawa Timur, Maluku Utara, dan Papua sudah menyatakan kesiapannya untuk ikut seleksi menjadi pemain Lombok FC.
Sebanyak 4 pemain dari Maluku Utara bahkan sudah berada di Mataram untuk kepentingan seleksi tersebut.
Saat ini, kata Rannya, Lombok FC juga sudah memiliki dua pemain naturalisasi yang berasal dari Kamerun dan Mali, dua negara di Benua Afrika.
Lombok FC pun masih melakukan pemantauan dan lobi-lobi kepada beberapa klub Liga 2, untuk mendapatkan satu pemain Naturalisasi lagi.
“Paling tidak, ada satu pemain naturalisasi lagi yang akan bergabung di Lombok FC,” imbuh Rannya.
Selain itu, Rannya juga menjelaskan, setelah memasuki TC tahap kedua, satu pemain lokal berbakat dari Kab. Lombok Utara atas nama Nanda Juanda mengalami cedera hamstring.
Lombok FC pun memastikan komitmennya untuk mengobati dan mengembalikan kesehatan fisik Nanda Juanda dengan melakukan operasi hamstring di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
“Setelah selesai melaksanakan pemeriksaan awal di RS di Mataram, in syaa Allah, kalau cederanya harus diselesaikan dengan operasi medik, maka Nanda Juanda akan dibawa ke RSPAD Jakarta. Talenta-talenta muda hebat seperti Nanda Juanda, tidak boleh terhenti karier sepakbolanya hanya karena cedera. Kita harus selamatkan kariernya,” tandas dara yang menjadi inspirasi generasi milenial NTB ini penuh komitmen.
Lombok FC sendiri sangat bersungguh-sungguh untuk menjadi lokomotif kebangkitan sepak bola NTB, dan berharap mampu menjadi klub sepakbola asal NTByang berkiprah di tingkat Nasional.
Terkait hal ini, H. Bambang Kristiono menegaskan, Bali saja kini sudah memiliki dua klub sepakbola yang berkiprah di tingkat Nasional. Ada Bali United dan Dewa United yang berkiprah di Liga 1.
“Masa kita orang NTB, ke Liga-2 saja nggak bisa-bisa. Padahal NTB dikenal sebagai salah satu daerah pemasok pemain-pemain Nasional, menurut saya, ini sangat tidak masuk akal,” kata HBK.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini haqqulyakin, apabila Limbok FC mendapat dukungan penuh dan dorongan semangat, serta do’a dari segenap penggemar sepakbola di NTB,mudah-mudahan tahun depan Lombok FC akan dapat berkompetisi di Liga Nasional.(*)
Patung Batu “Bon Gontor” di Desa Senaru, KLU
Temuan warga, situs purbakala Patung Batu “Bon Gontor”, kemungkinan tertimbun letusan gunung Samalas selama ratusan tahun
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Raden Gedarip (75), salah satu dari tokoh adat budaya Bayan, menuturkan tentang temuan Patung Batu berbentuk manusia, yang tidak banyak diketahui orang.
Masyarakat yang tinggal di Bayan sering bercerita tentang keberadaan mitos Bibi Cili atau yang dikenal dengan ‘Cilinaya’. Mitos ini hampir ditemui di tiap daerah di Pulau Lombok, seperti Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat maupun di kabupaten termuda yaitu Lombok Utara.
Dari mitos tersebut bisa ditelusuri nilai sejarah yang terurai – dengan mengambil teori Koentjaraningrat – mitologi dan cerita-cerita rakyat dapat memberi indikasi fakta sejarah dari suatu suku bangsa.
Patung Batu ‘Bon Gontor’
Dari teori tersebut kami telusuri fakta sejarah yang ditemukan di Bayan, yaitu patung batu yang konon merupakan Patung Budha.
Patung Buda perempuan yang ditemukan di Dusun Bon Gontor, Desa Senaru, Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara itu, bila dilihat wujudnya berasal dari Buda India.
Dengan beberapa ciri antara lain, hidungnya yang besar dengan telinga yang panjang. Dengan fakta tersebut, memberikan petunjuk pada mitos Bibi Cili ada hubunganya dengan Budha India.
Ada dugaan, patung tersebut terbawa letusan Gunung Samalas yang diperkirakan meletus pada tahun 1257, dan terkubur selama ratusan tahun.
Sebagai informasi, Gunung Samalas diperkirakan tingginya mencapai 7.000 km di atas permukaan air laut. Kabarnya, gunung Rinjani yang tingginya sekitar 3.700 km, merupakan sisa dari letusan Gunung Samalas.
Bayangkan, dasyatnya letusan Samalas hingga menerbangkan material dati sekitar 3.300 km ketinggian gunung.
Tempat tertinggi
Raden Gedarip menuturkan, Bon Gontor dalam bahasa setempat adalah tempat yang paling Tinggi, sementara Gontor adalah perbukitan. Kalau disimpulkan menjadi tempat tertinggi dari perbukitan.
Raden Gedarip menambahkan tentang kisah tempat tertinggi itu, Saat itu ceritanya berkisar abad ke 16 masehi, semua warga masyarakat Bayan masih menganut ajaran animisme atau Kepercayaan secara turun temurun.
Singkat cerita ketika abad ke 16 ini pula datang para wali dari Jawa yang mengajarkan tentang Islam. Warga Bayan yang saat itu masih menganut kepercayaan animisme menolak dan lari ke hutan mencari tempat perbukitan paling tinggi.
Umat Budha yang enggan masuk Islam tetap menganut kepercayaan animisme, sehingga masih ada bukti sebagaimana patung batu Bon Gontor, ungkapnya.
Pada dasarnya penemuan patung ini merupakan sejarah nyata bahwa saat itu umat Budha tinggal di tempat ketinggian untuk menyelamatkan diri dan kepercayaannya, kata Raden Gendarip.
Orang pertama yang menemukan patung Budha ini bernama Sutajim, sekarang Almarhum, dan salah satu putranya bernama Asmanom (51).
Asmanom dan Raden Gedarip, sama-sama menuturkan tentang Patung Batu berbentuk manusia di Dusun Bon Gontor, Desa Senaru Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara yang tidak banyak warga mengetahuinya.
Akses jalan sekitar 1,5 km dari jalan utama Senaru. Saat ini kondisi jalan tanah ini banyak lubang dan tidak terawat. Demikian pula dengan situs cagar budaya ini tidak terawat dengan baik.
Pondok dan kebesihannya masih swadaya oleh penjaga, Asmanom. Selain pondok darurat, tidak ada lampu penerangan, papan nama, tempat istirahat (Berugak) WC dan sarana penunjang lainnya belum memadai.
Kades Senaru, Raden Aktia Buana yang juga salah satu pelaku pariwisata perharap, agar Pemerintah Daerah menganggarkan kelengkapan sarana prasarana Cagar Alam ini sebagai tujuan wisata panorama Kabupaten Lombok Utara, harapnya. ***