Aksi Siswa Bersih-bersih di Sepanjang Pantai Kalaki di Bima

Siswa SMA di Bima bersama Dewan Pelaksana Geopark Tambora melakukan aksi bersih-bersih sepanjang pantai untuk sukseskan Program NTB Zero Waste

BIMA.lombokjournal.com ~ Mensukseskan program NTB Zero Waste atau Bebas Sampah, ratusan siswa di Bima bersama Dewan Pelaksana (DP) Geopark Tambora melakukan aksi bersih-bersih sampah, di sepanjang pantai Kalaki Kabupaten Bima.

Zero Waste merupakan salah satu program unggulan Gubernur H. Zulkieflimansyah dan Wagub Hj. Sitti Rohmi Djalilah   

Aksi membersihkan pantai mendukunmg program Zero Waste

“Kegiatan ini didukung Surat Edaran Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 050/6159/PPLDISLHK/2022 tanggal 7 September 2022 tentang Dukungan dan Partisipasi Kegiatan World Clean Up Day Tahun 2022,” kata General Manager DP Geopark Tambora-SBR, Hadi Santoso, Rabu (28/9/2022) di pantai Kalaki Desa Panda Kabupaten Bima.

BACA JUGA: Atasi Masalah Sampah Tanggung Jawab Bersama

Aksi bersih-bersih ini diinisiasi oleh komunitas lingkungan JAO Bima, yang merupa kan salah satu bentuk aksi memperingati World Clean Up Day Tahun 2022, atau hari bersih sampah sedunia tahun 2022.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan pelajar SMAN/SMKN dan jajaran guru serta pihak sekolah.

Menurut pria yang juga staf khusus Gubernur NTB ini, kegiatan aksih bersih-bersih ini untuk mendukung dan mensukseskan program NTB Bebas Sampah dan memperingati World Clean Up Day

Aksi bersih-bersi merupakan kali ketiga digelar. 

“Pada awal September yang lalu, kami laksanakan kegiatan aksi bersih-bersih bersama SMKN 1 Kempo dan jajaran Dikbud Dompu, selanjutnya seminggu yang lalu bersama Bupati, Wabup dan jajaran Pemda Bima,” ungkap Hadi.

Untuk aksi bersih-bersih dan gotong royong kali ini, sebayak 20 SMAN dan SMKN ratusan siswa-siswi di wilayah Kabupaten Bima dan Kota Bima, ikut terlibat membersihkan destinasi wisata pantai Kalaki.

Di depan ratusan pelajar, GM Geopark lulusan Unhas Makasar tersebut, mengajak dan mengedukasi siswa, tentang pentingnya menjaga lingkungan dan membersihkan lingkungan dari sampah. 

Karena saat ini tumpukan sampah di Provinsi NTB, sudah sangat memprihatinkan.

“Sampah ini sebenarnya, bukan sumber masalah.Sampah ini, kalau kita paham dapat dimanfaatkan dan menghasilkan uang. Saya yakin, adik-adik memiliki unit pengelolaan sampah di sekolah,” ucap pria kelahiran Bima.

Sepatutnya gerakan bersih-bersih ini harus menjadi contoh bagi masyarakat. Para pelajar dapat menjadi agent untuk mengedukasi masyarakat tentang kebersihan dan memilah sampah serta memanfaatkannya.

“Kita tidak mau kan planet tempat kita tinngal ini penuh dengan sampah. Maka adik-adik harus memiliki kesadaran untuk membiasakan diri mengelolah sampah dan ikut peduli membersihkan sampah baik dilingkungan sekolah maupun masyarakat,” ajak pengusaha muda Bima tersebut.

Hadi juga memberikan edukasi tentang tugas dan fungsi Geopark Tambora. Memperkenalkan tentang Geopark Tambora, serta sejarah besar tentang taman bumi ini kepada para siswa-siswi SMAN/SMKN se Kabupaten/Kota Bima.

Sementara itu, Sekertaris Kantor Cabang Dinas Dikbud Bima-Kota Bima, Dr. Salahuddin, mengapresiasi kegiatan yang digelar DP Geopark Tambora-SBR berkolaborasi dengan komunitas lingkungan JAO Bima.

“Kegiatan ini sangat bagus, siswa-siswi ini diajak bergotong royong. Ada nilai karakter yang tanamkam dengan keterlibatan langsung  dan kepeduliannya terhadap lingkungan,” kata Dr. Salahuddin.

Diharapkan, kegiatan semacam ini, tidak berhenti pada aksi bersih-bersih saja. Namun ada aksi melakukan penanaman pohon dan penghijauan lingkungan.

Para siswa, terlihat begitu antusias dan ceriah sesekali diselingi dengan canda tawa, membersihakn dan memungkut sampah plastik, kayu maupun sampah lainnya. 

BACA JUGA: Program Baznas NTB Masih Butuh Dana Tambahan

Salahsatu siswa asal SMAN 1 Donggo, Nur kelas XII mengaku senang mengikuti kegiatan aksi bersi-bersih seperti ini. 

Selain bisa interaktif dengan siswa-siswi lain, saling kenal dan silaturahmi, juga membangun kesadaran remaja dan generasi muda.

“Gerakan bersih-bersih ini juga penting, untuk membudayakan kami kaum muda agar tetap peduli untuk membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang sembarangan, sehingga mengotori lingkungan disekitar,” jelasnya.

Senada dengan M. Nutripamungkas, siswa SMAN 1 Kota Bima ini mengatakan, kegiatan membersihkan lingkungan  tersebut sangat bagus. Apalagi daerah Bima merupakan salah satu tempat wisata bagi masyarakat.

“Ini destinasi wisata terdekat juga dengan kota Bima,” ujar anggota OSIS yang datang mewakili SMAN 1 Kota Bima bersama guru pendampingnya.

Tidak hanya siswa-siswa SMAN/SMKN, aksi bersih-bersih, mengundang kepedulian para wisatawan asal Belanda yang sedang lewat pantai Kalaki. Para turis tersebut bahkan ikut terlibat langsung membersihakan sampah dipinggir pantai.

BACA JUGA: Strategi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting

Marco, turis asal Belanda mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat bagus. Peduli akan kelestarian lingkungan dan alam sekitar. Ia mengaku senang saat melihat ada keramaian di pinggir pantai. 

Sebagian wisatawan asal Eropa tersebut sepakat untuk ikut membersihkan bersama para pelajar.

“Ini kegiatan yang sangat bagus. Sampah plastiki merupakan polusi. Tidak bisa terurai.Maka harus dibersihkan dan diolah. Terimaksih sudah mengizinkan kami ikut bersih-bersih,”ungkap Marco.

Aksi bersih pantai ini juga membudayakan tidak buang sampah sembarangan

Hadir pada kegiatan tersebut, kepalamsekolah dan dewan guru perwakilan dari SMAN 1 Palibelo,  Kepala SMKN 1 Palibelo,  Kepala SMAN 1 Belo, Kepala SMAN 1 Woha, Kepala SMAN 2 Woha, Kepala SMKN 1 Woha, Kepala SMAN 1 Bolo, Kepala SMAN 2 Bolo.

Juga Kepala SMAN 1 Madapangga, Kepala SMAN 1 Soromandi, Kepala SMAN 1 Donggo, Kepala SMAN 1 Kota Bima,  Kepala SMAN 2 Kota Bima, Kepala SMAN 3 Kota Bima, Kepala SMAN 4 Kota Bima, Kepala SMAN 5 Kota Bima,  Kepala SMKN 1 Kota Bima,  Kepala SMKN 2 Kota Bima, Kepala SMKPP Kota Bima dan penguru serta anggota JAO Bima. ***

 




Program Baznas NTB Masih Butuh Dana Tambahan 

Gubernur NTB Bang Zul merespon baik laporan hasil program Baznas NTB, tapi soal tambahan dana disesuaikan kemampuan daerah

MATARAM.lombok journal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., menerima dan merespon dengan baik terkait laporan hasil program dari Baznas Provinsi NTB di ruang kerja pendopo Gubernur pada Rabu (28/09/22).

Dari hasil laporan yang menunjukkan bahwa alokasi dana yang masih kurang, Bang Zul akan mengupayakan tambahan namun tentunya dengan melihat kondisi dan kemampuan daerah.

BACA JUGA: Strategi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting

Program Baznas NTB masih butuh dana tambahan
Gubernur NTB (kaos kung) bersama pengurus Baznas NTB

“Kita akan usahakan sesuai dengan kemampuan daerah” ungkapnya.

Rahmat Umal selaku Wakil Ketua III Bidang Perencanaan Keuangan Baznas Provinsi NTB dalam wawancaranya menerangkan, mereka berharap agar alokasi dana bisa ditambah.

Dibandingkan 2021, alokasi dana tahun 2022 justru menurun. 

Sementara di tahun ini ada tambahan beban dengan adanya Dewan Pengawas eksternal yang membutuhkan biaya.

“Jadi dua sisi bahwa kita ada tambahan beban tapi anggaran kita menurun. Oleh karena itu kita mohon kepada beliau dalam APBD perubahan ini semoga ada tambahan,” jelasnya.

Selain itu, dalam pertemuan ini juga melaporkan program-program yang sudah dan sedang akan dilakukan. 

Untuk program yang sedang dilakukan sendiri di antaranya yang pertama adalah program RPLH seperti membangun rumah tidak layak huni. Kedua program beasiswa. Ketiga progam bantuan untuk guru tidak tetap di sekolah negeri non sertifikasi dan siswa berprestasi. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Salurkan Bantuan UMKM di Lombok Timur

Sedangkan untuk program yang akan dilakukan seperti membagi bantuan konsumtif. ***

 

 




Rachmat Hidayat Sosialiasikan Empat Pilar Kebangsaan

Rachmat Hidayat Dorong Empat Pilar Kebangsaan Diamalkan dalam Kehidupan Sehari-Hari Masyarakat Pulau Lombok

LOTENG.lombokjournal.com ~ Angggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Lombok Tengah, Rabu (28/09/22). 

Sosialiasi tersebut bagian dari upaya nyata untuk terus membumikan nilai-nilai kebangsaan di Pulau Seribu Masjid.

“Sosialisasi empat pilar ini penting untuk terus menanamkan kesadaran kepada saudara-saudara kita tentang konsep berbangsa yang penuh toleransi, menghargai perbedaan, welas asih, gotong royong, dan patuh pada hukum,” kata Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut.

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Salurkan Banyuan UMKM di Lombok Timur

Rachmat Hidayat ingin empat pilar kebangsaan membumi di pulau Seribu Masjid

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tersebut digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Lombok Tengah. 

Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah ulama dan tuan guru, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sejumlah akademisi. 

Sementara Rachmat didampingi dua orang Anggota DPRD NTB dari PDIP, yakni H Ruslan Turmuzi dan H Lalu Budi Suryata. Sosialisasi berlangsung sejak pukul 14.00 Wita dan baru berakhir menjelang Magrib.

Rachmat menegaskan, dalam posisinya sebagai Anggota DPR RI yang sekaligus Anggota MPR RI, dirinya mengambil inisiatif untuk terus menggencarkan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. 

Pancasila adalah ideologi dan dasar negara. UUD 1945 adalah konstitusi negara. NKRI sebagai bentuk negara. Dan Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara.

Keempat pilar tersebut kata tokoh kharismatik Bumi Gora ini, merupakan tiang penyangga yang menjadi panutan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Itu sebabnya, membumikan Empat Pilar Kebangsaan di Pulau Seribu Masjid sesungguhnya menjadi sebuah keniscayaan.

“Dengan empat pilar kebangsaan inilah kita bisa bersama-sama menjaga keutuhan dan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” imbuhnya.

Politisi senior kelahiran Lombok Timur ini memberi contoh bagaimana Pancasila mampu merefleksikan nilai luhur bangsa Indonesia, seperti religiusitas, kemanusiaan, nasionalisme, gotong royong, dan keadilan.

“Bung Karno menggali nilai luhur bangsa sehingga lahirlah Pancasila lewat permenungan yang mendalam. Pancasila telah terbukti lintas zaman dan lintas generasi dalam menjawab segala tantangan,” tandasnya.

Rachmat yakin sepenuhnya, tatkala Empat Pilar Kebangsaan ini membumi di tengah-tengah masyarakat, maka akan didapati masyarakat yang memiliki nilai-nilai kebangsaan yang semakin meningkat. 

Masyarakat yang semakin toleran, masyarakat yang merayakan perbedaan, dan sekaligus tentu masyarakat yang mampu membendung dan melawan penyebaran radikalisme di tengah-tengah mereka.

BACA JUGA: Penanganan Stunting Tanpa Pemotongan TPP ASN NTB

“Empat Pilar Kebangsaan ini sama-sama kita ikhtiarkan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” katanya.

Bersatu dan Kokoh

Ditegaskan Rachmat, untuk terus maju dan berkembang, daerah-daerah di Pulau Lombok mensyaratkan agar masyarakatnya tetap bersatu dan kokoh. Dan penguatan masyarakat sangat ditentukan oleh pilar-pilar kehidupan yang menopangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rachmat mengingatkan, bagaimana Lombok Tengah kini menjadi salah satu daerah yang akan terus memantik perhatian dunia. 

Lombok Tengah yang memiliki Mandalika dimana terdapat Sirkuit MotoGP, tempat berlangsungnya ajang balap motor paling akbar di dunia, adalah magnet utama wisatawan Nusantara dan wisatawan mancanegara datang berkunjung ke Pulau Lombok.

Sebagai destinasi wisata kelas dunia, Mandalika kini menjadi daya tarik utama investasi di NTB. 

Triliunan investasi ada di sana yang akan menjadikan Mandalika sebagai pusat ekonomi dan pusat pertumbuhan baru di Lombok dan Bumi Gora, dan akan membuka banyak lapangan kerja.

Tentu saja, kata Rachmat, keberadaan Mandalika adalah jalan untuk menuju kesejahteraan yang telah lama diidamkan. 

Namun, hal tersebut baru bisa akan dicapai, manakala masyarakat Lombok Tengah dan masyarakat NTB secara umum, bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan. Bersama-sama menjaga daerah.

Rachmat menekankan, pentingnya keseimbangan ekonomi. Pentingnya dipastikan agar pertumbuhan ekonomi bisa inklusif dan bukan menghadirkan pertumbuhan yang eksklusif. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tersebut dampaknya bisa dinikmati dan dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat kecil. 

Bukan oleh sebagian masyarakat belaka.

“Agar pembangunan ini bisa menghadirkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, peningkatan kualitas SDM yang merata menjadi sebuah prasyarat,” kata Rachmat.

Pada kesempatan tersebut, Dia juga mengingatkan tentang proses Pesta Demokrasi yang tahapannya kini sudah dimulai dan puncaknya akan berlangsung pada tahun 2024. 

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini ingin Pemilu menghadirkan kegembiraan di tengah-tengah masyarakat. Karena itu, Pemilu hendaknya dijauhkan dari ajang gontok-gontokan. Dijauhkan dari ajang fitnah memfitnah. Pemilu tidak boleh riuh dengan ujaran kebencian dan berita-berita kebohongan.

“Pemilu yang menghadirkan kegembiraan itulah yang dikehendaki oleh Pancasila yang menjadi falsafah dan dasar negara kita,” katanya.

Dia menekankan, sebagai miniatur Indonesia, masyarakat NTB sungguh diberkahi dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Dan semuanya itu akan menjadi modal besar bagi pembangunan daerah tatkala dirangkai dalam untaian kebangsaan.

BACA JUGA: Pengurus Asprov NTB Jangan Rangkap Jabatan

Rencananya, jika tak ada aral melintang, setelah di Lombok Tengah, sosialiasi Empat Pilar Kebangsaan akan dilakukan Rachmat di daerah lain di Pulau Lombok. Seperti di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Lombok Utara.(*)

 




PLN Selain Urus Listrik Juga Bantu Pariwisata NTB

Selain berkomitmen wujudkan Net-Zero Emission tahun 2050, PLN Juga bantu kembangkan pariwista NTB, ini 

KLU.lombokjournal.com ~ Kepala Dinas Perhubungan NTB, H. Lalu M. Faozal mewakili Wagub NTB, mengapresiasi yang dilakukan oleh PLN, baik dalam mewujudkan Net-Zero Emission tahun 2050, dan  komitmen untuk membantu mengembangkan dan membangun Destinasi Wisata di NTB.

Faozal menyampaikan itu saat memberikan sambutan di acara Costumer Gathering Kapal Phinisi, Senin (26/09/22) di Perairan Destinasi Wisata tiga Gili Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Wisatawan Asing Buru Kuliner Lokal Lombok Utara

Kadis Perhubungan NTB menilai kerja PLN di atas rata-rata

“Ini menunjukkan kreativitas PLN jauh di atas rata-rata,” kata Faozal.

Ia mengaku terus terang, mengapresiasi atas nama Pemerintah Provinsi NTB. 

“Kita berada di destinasi yang menjadi kebanggaan kita, berada di perairan ketiga Gili, menunjukkan PLN tidak hanya mengurus listrik, juga destInasi wisata di NTB,” ujar Faozal.

Ia mengatakan, dalam mendorong sinergi dan kolaborasi, Pemprov NTB membutuhkan kerjasama yang kuat, di tengah kondisi harga-harga yang mulai naik akibat kenaikan BBM. Begitupun tiket dan barang lain-lain juga ikut naik. 

Diharapkan ada perubahan ke depan, sehingga dapat membuat harga-harga dapat terjangkau dan pulihnya pariwisata di NTB. 

Faozal berharap bisa membangun kolaborasi, sebab pemerintah tidak bisa sendirian. 

Butuh kerja sama yang kuat dalam menghadapi situasi yang serba susah dan tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. 

“Tiba-tiba BBM naik, operasonal kapal  dan harga tiket tidak normal-normal, dan mudah-mudahan perubahan-perubahan kedepannya harga tiket dapat terjangkau oleh masyrakat dan wisata kita kembali pulih.” harap Faozal. 

Selain itu, NTB sebagai salah satu daerah pariwisata, dengan berkembangnya kendaraan listrik yang sudah dimulai ini dapat menunjang pariwisata di NTB 

“Terimakasih PLN, inisiasi yang luar biasa dan ke depan terus kita membangun Nusa Tenggara Barat,” ujarnya. 

Sementara itu, GM PLN  UIW NTB, Sujdarwo menyampaikan, PLN sangat dekat dengan Masyarakat.

Masyarakat semakin memperhatikan PLN dengan semakin tingginya tuntutan pada pelayanan, sehingga pihaknya dapat memperbaiki kinerja PLN untuk lebih baik.

“Sakin dekatnya PLN dengan Masyarakat, layaknya suami istri, sering saya sampaikan ke pegawai PLN, kita melayani orang mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, saking dekatnya. Walau tuntutannya semakin tinggi, kemudian yang negatif-negatif justru dengan menyampaikan ke kita. Karena itu, lebih baik untuk memperbaikinya,” tuturnya. 

Ia berharap, masukan dari masyarakat juga memotivasi PLN terus berinovasi, dalam mendukung green energy

Apalagi akan ada PLTU baru yang sedang dibangun. Ini menandakan potensi yang sangat cukup dimiliki NTB. Namun perlu usaha dengan kebijakan yang baik oleh pemerintah, BUD dan lain-lain.

Selain itu dijelaskannya, untuk beralih ke kendaraan listik, PLN telah membangun 3 SPKLU yang sudah terpasang.  Di antaranya berada di Kantor PLN Wilayah, Kantor PLN UP3 Mataram, Kantor PLN UIW NTB dan Kantor Gubernur NTB dan tahun ini PLN UIW NTB akan dibangun 2 SPKLU baru. 

“Kita optimis, dengan Dishub NTB sudah berkolaborasi menyiapkan SPKLU, infrastruktur untuk beralih ke kedaraan listrik, tiga yang SPKLI sudah di bangun dan tahun ini akan ada 2 SPKLU, ke depanakan lebih banyak lagi,” ujarnya.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, H. Wirawan, S.Si., MT. mendatangani MoU untuk riset kendaraan listrik di NTB. Sebelumnya, sudah ada kerjasama PLN dengan Dinas Perindustrian NTB yang telah melahirkan perahu listrik atau Electric Boat (E-Boat). 

BACA JUGA: Dugaan Catcalling di Trawangan, Pemprov NTB Respon Cepat

“Luar biasa PLN, dan sangat spesial dan berkesan, Apa yang sudah dibangun oleh PLN hari ini sudah sangat tepat dan awal yang baik merangkai kolaborasi dan sinergi untuk NTB. Kami dari Brida NTB dengan MoU ini mendukung dengan berbagai riset untuk perahu listrik di NTB,” ujar Kepala Brida.

Kegiatan Costumer Gathering dengan tema ‘Sinergi dan Kolaborasi mendukung Perekonimian Daerah melalui SASAMBO Electrikfying Life’ diakhiri dengan penandatanganan MoU PLN UIW NTB dengan Badan Riset Inovasi Daerah. 

Turut Hadir dalam kegiatan Costumer Gathering, Kadis Kominfotik NTB, PT. Angkasa Pura, GM Epicentrum, RSUD NTB, GM Prime Park dan Dirut ITDC ***

 




Wisatawan Asing Buru Kuliner Lokal Lombok Utara

Produk kuliner UMKM lokal, Sate Tanjung membuat wisatawan peserta Sail to Indonesia-Lombok goyang lidah 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Tak satu pun wisatawan yang melewatkan untuk mencicipi perjamuan Sate Tanjung yang menjadi kebanggaan masyarakat Lombok Utara ini.

Wisatawan sangat menyukai sate Tanjung yang bahannya dari ikan pilihan

Sebab Sate Tanjung terbuat dari daging ikan pilihan. 

BACA JUGA: Sail to Indonesia-Lombok Berakhir di Medana By Marina

Menu sate Tanjung dan sayur lokal yang sangat digemari wisatawan

Seperti ikan cakalang, ikan langoan, atau ikan marlin, yang dan diolesi bumbu yang kaya rempah dan santan kelapa setengah tua. 

Destinasi wisata di Lombok Utara sudah menjadi pilihan para wisatawan domestik dan wisawatan mancanegara. 

Bukan hanya keindahan alamnya saja yang membuat para wisatawan terpukau, tapi juga makanan tradisional khasnya yang dapat menggugah selera para wisatawan. 

Makanan tradisional khas Lombok yang identik dengan rasa yang pedas dan asin, termasuk yang ada di Lombok Utara. 

Selain dijuluki ‘pulau seribu masjid’, Pulau Lombok juga di kenal dengan sebutan ‘cabai’. Jadi bagi wisatawan atau teman teman yang suka atau hobi makan pedas harus mencoba makanan tradisional khas Lombok yang sangat beragam. 

Ini juga salah satu kuliner khas Lombok Utara. Pelecing kangkung dengan beralaskan kerupuk yang terbuat dari tepung kanji (ubi), merupakan makanan khas Lombok Utara yang banyak di gemari wisatawan.

BACA JUGA: Dugaan Catcalling di Trawangan, Pemprov NTB Respon Cepat

Wisatawan peserta Sail to Indonesia-Lombok, mampir di Lombok Utara

Tentu saja, tak hanya wisatawan yang menggemari pelecing kangkung, tapi warga asli Lombok Utara juga menjadikan cemilan favoritnya. 

Cita rasanya yang memanjakan lidah, pelecing kangkung juga bisa dinikmati dengan opak-opak yang terbuat dari tepung kanji khas Lombok Utara (kerupuk yang di bakar).***

 

 




Keagungan Adat Sasak di Pernikahan Putri Sekda NTB

Prosesi pernikahan putri Sekretaris Daerah Nusa (Sekda) Tenggara Barat, HL Gita Ariadi diliputi keagungan adat Sasak 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Sebagai tokoh dan putra daerah NTB, Miq Gita melaksanakan adat Merariq bagi Lalu Moh Puguh Darmawan dengan Lale Yustika Dilla Gumita yang pada 9 Oktober lalu besejati-selabar dan bait janji, Ahad (18/09/22) kemarin menikahkan putri bungsunya. 

Hari Sabtu (24/09/22) diparipurnakan dengan sorong serah aji krame di antara rasa mengharu biru, bahagia dan syukur. 

Lalu Gita Ariadi (berdiri) bersama tokoh masyarakat Sasak

“Mohon doa restu. Semoga anak anak kami mampu membina keluarga Sakinah Mawaddah waa Rahmah. Aamiin YRA,” tulis Miq Gita di akun media sosialnya. 

Hadir pula dalam prosesi  sorong serah aji krama adat di Gedeng Beleq, Puyung, Loteng tokoh dan sesepuh masyarakat  adat Sasak, tamu undangan pejabat pemerintah dan kerabat keluarga. 

Sorong Serah Aji Krame merupakan salah satu karya puncak para pemimpin Sasak dalam bidang penataan sistem sosial dengan pintu masuk yaitu pernikahan.

Secara harfiah Sorong Serah Aji Krame bermakna persaksian tentang derajat kemartabatan. Sorong-serah beratikan persaksian,  Aji bermakna derajat atau nilai dan Krame bermakna kemartabatan. 

BACA JUGA: Sail to Indonesia-Lombok Berkhir di Medana by Marina KLU

Sorong Serah Aji Krame adalah tuntunan berperilaku (Code of Behavior) bagi setiap orang Sasak yang baru memasuki jenjang berumah tangga. 

Sorong Serah Haji Krame didesain dengan seksama sebagai sebuah acara meletakan pondasi nilai agama secara tidak membosankan. Proses ini merujuk kepada nilai agama dalam konteks Syariat, Tarekat, Hakekat, bahkan sampai tingkat Ma’rifat. 

Begitulah dalamnya nilai yang terkandung dalam proses Sorong Serah, dalam proses ini dipersaksikan tentang esensi kejadian manusia, pada apa manusia bertanggung jawab dan kemana manusia itu akan berpulang.

Sorong  Serah Aji Krame adalah metode syiar. Tujuan dari proses Sorong Serah Haji Krame adalah mempersaksikan derajat kemartabatan, Aji Krame mempelai, mempersaksikan setiap rangkaian prosesi yang ditempuh sudah berlangsung dengan baik, serta sebagai permakluman kepada masyarakat.

Proses Sorong Serah Aji Krame ini ditentukan berdasarkan proses pernikahan yang dilalui dan memastikan proses itu sudah ditempuh secara benar dan baik. 

Proses dari tahapan tersebut adalah: 

1) Mbait/jemput  

2) Baik Wali atau Permohonan wali nikah 

3) Akad nikah 

4) Rebaq Pucuk atau Bait Janji (perundingan atau negosiasi) yang merupakan proses penentuan kesepakatan Aji Krame, kemudian disepakati mengenai hari resepsi atau Begawe, yang berlangsung dengan proses Sorong Serah Aji Krame lalu diikuti dengan proses Nyongkolan. 

Sebagai bentuk akhir dari proses ini adalah Bales Ones Nae (kunjungan antar keluarga dekat belah pihak).

Filosofi Aji Krame dapat dilihat dari dua sisi yaitu sisi ukhrawi dan sisi duniawi. 

Pada sisi ukhrawi, proses ini mengandung pesan spiritual yang mempertautkan kakekat diri manusia dalam hubungan dengan ‘sang pemiliknya. 

Pada sisi duniawi, mengandung pesan tentang bagaimana mempelai harus merealisasikan tanggung jawab kehidupan. Dalam design Sorong Serah Aji Krame, sisi ukhwari disebut sebagai ‘Nampak lemah’ (tanah pijakan) yang berarti pondasi spiritual dimana ia berpijak di dalam kehidupannya. Sisi duniawi disebut sebagai ‘Olen’ yang dimaknai sebagai lakon kehidupan. 

BACA JUGA: Festival Balap Sampan Tradisional Ditutup Gubernur NTB

Kedua istilah ini (Nampak Lemah & Olen) dipresentasikan melalui piranti berupa sejumlah uang satuan material tertentu, paling baik berbahan logam mulia atau dikonversi dengan sejumlah nilai satuan mata uang.

Terdapat beberapa undakan sosial dalam Proses Aji Krame yaitu: 

  1. a) Aji Krame Pituq Olas (Tujuh Belas/17). 

Pada tingkatan ini persaksian yang dimunjulkan adalah tentang pengetahuan, kerja-kerja dan tanggung jawab sosial yang paling mendasar dan umum. Rahasia yang terkuak pada tingkatan ‘Aji Krame Pituq Olas 17’ adalah keberadaan ke 17 lubang yang ada pada tubuh manusia, baik itu lubang yang nampak maupun tersembunyi yang mana semua lubang itu harus dijaga, dirawat, dan dipelihara dengan baik oleh kedua mempelai. 

  1. b) Aji Krame Telong Dse Telu (Tiga Puluh Tiga/33). 

Tingkatan ini dalah tempat dipersaksikannya tema yang bersifat terbuka terkait syariat. Dalam konteks syariat, 33 merupakan penjumlahan bilangan, 20 mewakili 20 sifat Allah ditambah 13 jumlah rukun shalat. 

  1. c) Aji Krame Enam DAse Enam (Enam Pluh Enam/66). 

Di undakan sosial ini terjadi lompatan besaran angka symbol secara berlipat ganda. Itu merupakan angka bonus bagi seseorang yang mengamalkan ilmunya melalui paramudiata (pengamar) atau kerja-kerja sosial lainnya. 

  1. d) Aji Krame Seratus (Seratus/100). 

Seseorang pada nilai kemartabatan ini memiliki tanggung jawab mengejar dan mendekati 99 asma’ul husan + 1 jati dirinya.

  1. e) Aji Krame Satak (Dua Ratus/200). 

Pada derajat kemartabatan ini, seseorang telah mendekati manusia paripurna (Insan Kamil). Pada orang ini, berpadu secara nyaris sempurna antara sifat kepemimpinan duniawi dan tingkat spiritual yang tinggi.

Menyadari bahwa penikahan adalah salah satu tahap dari daur kejadian manusia, para pemimpin Sasak dari wilayah kedaulatan  (kerajaan) Selaparang, Bayan, Pejanggik dan Pujut bersepakat menciptakan sebuah penataan sosial yang bernilai sangat dalam dan mendasar bagi kehidupan manusia yaitu Sorong Serah Aji Krame. 

Sorong Serah Aji Krame adalah persaksian tentang derajat kemartabatan. Sorong-serah (persaksian), Aji (derajat atau nilai), dan Krame (kemartabatan).

Keagungan prosesi sorong serah aji krama dalam pernikahan Sasak

Dalam filosofinya, terlahir, menjadi dewasa (akil baligh), menikah, memasuki usia tua dan meninggal merupakan tahapan dari daur hidup manusia.

 Setiap tahap dari daur hidup ini dirayakan oleh setiap suku dimana pun berada dengan cara yang berbeda beda yang dilatarbelakangi oleh sejarah, dinamaika yang alami sebagai komunitas dan agama yang dipeluk.***

BACA JUGA: Wagub NTB Mendorong Permainan Tradisional Dipertahankan

 

 




Gubernur NTB Bersama Para Kadis Kunker di Praya Timur

Kunjungi Kerja (Kunker) Gubernur NTB dan para Kadis di Praya Timur menyerap aspirasi dan memberikan solusi permasalahan masyarakat setempat

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama para Kepala Dinas (Kadis)  melakukan kunjungan kerja (kunker) untuk memenuhi undangan silaturahmi masyarakat di Desa Landah Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah, Sabtu (24/09/22).

Kunker tersebut untuk mendengar aspirasi langsung keinginan, harapan, keluh kesah atas permasalahan yang dihadapi warga setempat.

BACA JUGA: BUMD Jangan Jadi Penonton di Daerah Sendiri

Gubernur NTB menyampaikan bantuan untuk petani tembakau
Gubernur Zul bersama petani tem,bakau

“Kami datang hampir lengkap, guna mendengar langsung keinginan dan inspirasi masyarakat secara langsung, untuk mencari solusi terbaik,” ujar gubernur. 

Saat yang sama, Bang Zul sapaan akrab Gubernur mengunjungi Desa Semoyang, Kecamatan Praya Timur,  Lombok Tengah, juga berdialog dan mendengarkan aspirasi dan keluhan nasyarakat .

Khusnya masalah-masalah mendasar yang masih dirasakan masyarakat.

Antara lain air bersih yang kurang, saluran irigasi yang tidak memadai, masa bercocok tanam yang tidak teratur, masalah pupuk dan banyak lagi yang lainnya.

“Terima Kasih atas sambutannya yang begitu hangat dan penuh kekeluargaan. Semoga dengan kehadiran kami disini memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Bang Zul.

Sebelumnya di Desa Landah,  M. Al-Ghazali mewakili masyarakat Desa Landah menyampaikan terimakasih atas kehadiran Gubernur NTB  secara langsung melihat kondisi yang dihadapi masyarakat. 

“Kehadirannya tentu sebagai bentuk kepedulian bagi seorang pemimpin untuk lebih memperhatikan masyarakat,” ucapnya.

Selain itu disebutkan, salah satu bentuk dukungan pemerintah dengan memberikan Tungku Oven dan Mesin Perajang Tembakau yang bermanfaat bagi petani tembakau di wilayah Desa Landan dan Desa Semoyan. 

Menurutnya banyak sekali manfaat atas bantuan yang diberikan untuk mendukung program industrialisasi yang dicanangkan Pemerintah Provinsi NTB. Menjadi salah satu cara mengatasi persoalan keuangan petani tembakau. 

BACA JUGA: Enam Literasi Dasar Ini Harus Dimiliki Siswa

Di akhir acara, pemberian bantuan Tungku Open dan Mesin Perajang Tembakau secara simbolis kepada 6 kelompok petani tembakau di Desa Landah, sebagai upaya pemerintah dalam mengakselerasi industrialisasi sampai ke desa-desa terpencil. ***

 

 




Bang Zul Kunjungi Perajin Tenun di Dusun Rentang  

Mengunjungi para perajin tenun di Dusun Rentang, Loteng, Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB menyoroti kebersihan lingkungan 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama rombongan para Kepala Dinas di lingkup Provinsi NTB mengunjungi penenun-penenun tradisional di Dusun Rentang Desa Ganti, Lombok Tengah, (25/09/22).

Ini kunjungan terakhir Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di Wilayah Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah. 

BACA JUGA: Gubernur Bersama Para Kadis Kunker ke Praya Timur

Bang Zul menyarankan para perajin tenun meningkatkan kualitas produknya

Tiba di lokasi Gubernur diberikan sapuk khas suku Sasak, Gubernur meminta para rombongan untuk membeli agar kehadirannya dapat dirasakan masyarakat.

“Lumayan buat oleh-oleh yang tak terlupakan diberikan oleh masyarakat penenun,” ungkap Gubernur penuh senyuman saat disambut cukup sederhana dan menyenangkan.

Selain itu Gubernur juga menyitir,  kondisi lingkungan yang memperihatinkan butuh perhatian pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan masih menjadi kebiasaan. Sehingga membuat pemandangan sungai yang dijadikan tempat buang sampah menjadi tidak bagus dan kotor.

“Saya minta langsung Dinas LHK dan stakeholder terkait untuk segera mengatasi permasalahan tersebut untuk segera ditindaklanjuti,” kata Bang Zul sapaan akrab Gubernur.

Selain itu, diharapkan agar para perajin dan pelaku UMKM terus meningkatkan kualitas produk sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi mayarakat. 

Terlebih menggunakan pemasaran pada era digital mudah diketahui. Oleh karena harus betul-betul dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Sebelumnya, Gubernur Zul bersama rombongan meninjau Embung Batu Galang di Praya Timur Lombok Tengah. Menurutnya yang sangat penting dan diperhatikan oleh pemerintah. 

“Walaupun sederhana dan kecil, embung tersebut menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat,” tutupnya.

BACA JUGA: Festival Balap Sampan Tradisional Ditutup Gubernur NTB

Selanjutnya, diakhir kunjungan kerjanya bersama rombongan melanjutkan perjalanan untuk menghadiri 1000 doa di Istana Bawa Loam Ganti, Praya Timur. ***

 

 




Bunda Niken Lepas Fun Bike dan Ikut Masak Ayam Rarang 

Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati yang akrab disapa Bunda Niken ikut meriahkan rangkaian Lombok Food Festival Vol.2

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lombok Food Festival Vol.2 makin semarak dengan hadirnya Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati, yang ikut memeriahkan Fun Walk dan Masak Besar 2500 porsi Ayam Rarang, Minggu (26/09/22).

BACA JUGA: Festival Balap Sampan Tradisional Ditutup Gubernur NTB

Bunda Niken mengatakan, dalam tubuh sehat terdapat jiwa yang kuat
Fun Walk

Bunda Niken panggilan akrabnya, melepas para peserta Fun Walk. 

Dalam rangkaian acara ini ia mengajak peserta benar-benar memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin.

“Olahraga bersama ini sangat baik untuk dimanfaatkan. Mari kita menjaga kesehatan dan kebugaran bersama-sama. Insyaallah dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat,” ucapnya.

Setelah menyelesaikan Fun Walk terdapat salah satu rangakaian yang tak kalah menarik, yaitu Masak Besar 2500 porsi Ayam Rarang.

Bunda Niken bersama dengan Ibu-Ibu Forkopimda NTB mempraktekkan secara langsung dengan memasak makanan lokal asli Pulau Lombok tersebut.

Ketua Ketua Indonesian Chef Association (ICA) BPD NTB, Anton selaku koordinator dalam kegiatan ini mengaku turut senang Ketua TP PKK hadir dan sekaligus mempraktekkan kepada masayarakat cara memasak Ayam Rarang.

“Sesuatu yang luar biasa kegitan masak 2500 porsi Ayam Rarang bisa diikuti oleh Ibu Gubernur NTB, kami turut senang,” ujarnya.

Kegiatan Lombok Food Festival Vol.2 kali ini merupakan festival makanan terbesar yang diselenggarakan di pulau Lombok pada tahun ini. 

BACA JUGA: Keagungan Adat Sasak di Pernikahan Putri Sekda NTB

Bunda Niken berharap Lombok Food Festival dapat menjadi wadah mengenalkan pariwisata NTB dari segi kuliner dan mampu membawa manfaat bagi UKM Lokal di NTB. ***

 

 




BUMD Jangan Jadi Penonton di Daerah Sendiri 

Saat audiensi dengan PT. ANTAM, Gubernur NTB menyinggung, kalau orang BUMD pasti kerjanya asal-asalan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., mengatakan, Ia tidak mau BUMD hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri, sekedar memasukan orang pada kerjasama ini tapi tidak ada cikal bakal technical resources-nya.

Gubernur NTB mengatakan, kalau orang BUMD pasti kerjanya asal-asalan

“Hal ini harus segera ditindaklanjuti, supaya pemda dan masyarakat tidak hanya jadi penonton saja dengan adanya aset yang cukup baik dan potensi di Lombok ini,” tuturnya pada kesempatan audiensi bersama PT. ANTAM (Aneka Tambang) di Ruang Kerja Gubernur (23/09/22).

BACA JUGA: BUMD di Indonesia Dikelola Direksi Semau-maunya

Lebih lanjut, Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB menyampaikan, tupoksinya memang nanti PT. ANTAM akan bekerja sama dengan BUMN dan BUMD. 

Dengan potensi yang banyak di Pulau Lombok, pemilihan untuk orang-orang yang akan terlibat dalam kerja sama ini tidak boleh sembarangan.

“Masalah perusahaan tambang ini kita sangat serius, manajernya harus yang expert, karena kelemahannya itu disangka kalau orang BUMD pasti kerjanya asal-asalan,” ujarnya.

Bang Zul berharap pada kerjasama nantinya, PT. ANTAM dapat mencari first class engineer yang pernah bekerja di PT. ANTAM sendiri. Sehingga chemistrynya sudah ada dan memberikan inspirasi agar orang lain juga tertarik untuk belajar pertambangan, metalurgi, dan sebagainya.

“ANTAM itu bukan baru di tempat kami, ANTAM sudah banyak memberikan kontribusi khususnya beasiswa-beasiswa bagi pelajar disini untuk kuliah ke luar negeri, jadi harapan ke depan, juga kerjasama yang ada dapat berjalan dengan baik”, ucap Bang Zul.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT. ANTAM, Nicholas D. Kanter menyampaikan, audiensi ini sebetulnya masih sangat konfidensial dan isu yang sensitif, Tapi intinya, pihak PT. ANTAM mempunyai interest dan keinginan melihat potensi-potensi pertambangan di Lombok.

BACA JUGA: Pencegahan Korupsi di BUMD, yang Rugi Jangan Dipertahankan

“Audiensinya pertama jelas untuk silahturahmi, kemudian kami juga melihat adanya potensi emas yang baik di Lombok yang ingin kami jajaki bersama-sama,” ungkapnya. ***