Hari Guru Nasional, Kesejahteraan Guru NTB Diperhatikan

Sekda NTB usai peringatan hari guru tegaskan, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah  bersinergi meningkatkan kualitas serta kesejahteraan guru

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kualitas guru-guru serta kesejahteraannya terus diperhatikan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Hal tersebut disampaikan Sekertaris Daerah NTB, H. Lalu Gita Ariadi, selepas menjadi pembina upacara dalam Peringatan Hari Guru Nasional yang digelar di Lapangan Sangkareang Mataram, Jum’at (25/11/22). 

BACA JUGA: Hari Guru Nasional, Guru Kunci Sukses Kejayaan Bangsa 

Sekda NTB jadi Pembina Upacara peringatan Hari Guru Nasional
Lalu Gita Ariadi

Dijelaskan Sekda, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terus bersinergi untuk meningkatkan kualitas serta kesejahteraan guru. 

Terlebih dengan adanya momentum Hari Guru Nasional yang tengah dirayakan hari ini. Akan ada akselerasi dalam hal tersebut, terlebih pasca pandemi Covid-19 yang sebelumnya membuat berbagai aktifitas terhambat. 

“Tugas kami memberikan dukungan kepada bapak ibu guru sebagai suluh bangsa untuk trus memberikan pencerahan untuk anak-anak kita,” tutur Miq Gite, sapaan Sekda. 

Sementara itu, dalam upacara Sekda NTB membacakan sambutan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menyampaikan pesan-pesan yang ditujukan kepada para guru di Indonesia. 

Mendikbud juga mendorong para guru bersama Kemdikbud untuk terus melakukan perubahan dan kebaruan demi masa depan pendidikan.

BACA JUGA: Terima Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha Tahun 2022

Lebih lanjut, Nadiem mengatakan, kesejahteraan para guru perlu dukung dengan terus memprioritaskan pengangkatan guru honorer sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui seleksi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK). ***

 

 




Pemprov NTB Paparkan Beberapa Ikhtiar Ramah Disabilitas

Dalam mewujudkan NTB Ramah Disabilitas, salah satu program unggulan Pemprov NTB adalah mewujudkan NTB Ramah Disabilitas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi (Pemprob) NTB menerima Kunjungan dari Komisi Nasional Disabilitas (KND) Indonesia. 

Kunjungan kali ini dalam rangka pemantauan terhadap implementasi Perda Provinsi NTB No. 4 Tahun 2019 tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak disabilitas, penyerapan aspirasi dan informasi dari NGO  dan para disabilitas.

BACA JUGA: Inovasi Unggulan Daerah NTB Dipaparkan di Kemendagri

Serta penyerapan praktik baik yang dilakukan Pemprov NTB dalam pemenuhan hak-hak disabilitas.

Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinas Sosial NTB, H Ahsanul Khalik menyatakan, untuk mewujudkan NTB Gemilang, salah satu program unggulan Pemprov NTB adalah mewujudkan NTB Ramah Disabilitas. Ini terus diikhtiarkan dengan berbagai program pembangunan di NTB.

“Terimah kasih kepada teman KND yang sudah berkunjung di NTB. Semoga ini langkah baik untuk meningkatkan pelayanan yang ramah bagi penyandang disabilitas,” ungkap Ahsanul Khalik saat menerima KND di ruang rapat Anggrek kantor Gubernur NTB, Rabu (23/11/22).

Ia menjelaskan, beberapa ikhtiar yang sudah dilakukan oleh pemerintah dalam mendorong layanan yang ramah disabilitas. Seperti MOU dengan beberapa pihak utk mempermudah kebutuhan layanan bagi disablitas, dan bantuan aksesibilitas layanan publik seperti kendaraan Bus Disabilitas dari Dinas Perhubungan NTB.

Selain itu mendorong dan memfasilitasi terbentuknya LKSPD (Lembaga Kesejahteraan Sosial Penyandang Disablitas), memberikan  alat bantu seperti kursi roda untuk dewasa dan anak anak, tongkat ketiak, tongkat netra dan walker.

Dan mendorong OPD terkait dan tempat layanan publik agar akses untuk para disabilitas seperti taman kota, Membuka formasi penerimaan ASN dari kalangan disabilitas. Serta  memfasilitasi tiket gratis bagi rekan-rekan disabilitas untuk bisa menikmati event World Superbike di Sirkuit Mandalika tgl 12 Nopember lalu.

“Saat ini kami sedang melakukan perbaikan rancangan Keputusan Gubernur untuk pembentukan Pusat Pelayanan Terpadu Disabilitas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KND, Dr. Dante Rigmalia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi NTB sangat ramah dengan penyandang disabilitas

Apalagi kebijakan itu diperkuat dengan Perda No 4 Tahun 2019 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.

BACA JUGA: Jangan Ada Kekerasan Fisik dan Verbal kepada Anak

“Alhamdulillah NTB sangat memperhatikan hak perlindungan dan pemenuhan teman-teman disabilitas,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah kepala OPD lingkup NTB juga ikut hadir seperti Kepala Dinas Kominfotik NTB, Baiq Nelly Yuniarti, Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Ridwansyah serta sejumlah yayasan disabilitas yang ada di pulau Lombok.***

 

 




Membangun Optimisme Masyarakat melalui Kesederhanaan

Gubernur NTB menghadiri peletakan batu pertama membangun Ponpes Darunnadwa Al-Majidiyah NWDI di Lombok Timur

LOTIM.lombokjournal.com ~ Meski dengan berbagai keterbatasan dan kesederhanaan, jika memiliki rasa optimisme yang tinggi maka segala sesuatu pasti akan tercapai.

Itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menghadiri acara pengajian umum sekaligus peletakan batu pertama Pondok Pesantren Darunnadwa Al-Majidiyah NWDI di Aikmel Utara, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (23/11/22).

BACA JUGA: Eksternalitas dalam Penyelenggaraan Event Internasional 

“Saya selalu membangun optimisme, cahaya di ujung terowongan itu selalu ada. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini sebagai bentuk optimisme kita, walaupun dengan berbagai keterbatasan dan kesederhanaan, Allah Swt.akan tuntaskan perjuangan kita dengan menghadirkan banyak kebaikan di kemudian hari,” katanya. 

Gubernur juga mengingatkan masyarakat, sebuah perjalanan panjang memang harus selalu dimulai dengan keberanian untuk mengayunkan langkah pertama.

“Perjalanan panjang selalu harus dimulai dengan keberanian mengayunkan langkah pertama. Jalan tidak akan selesai kalau tidak ada yang punya keberanian mengayunkan langkah pertama. Hari ini kita jadi saksi sejarah, pondok kita mulai meletakkan batu pertama. Mudah-mudahan dengan doa dan kerja keras bersama, insyaAllah akan selesai sesuai harapan,” tutur Bang Zul, sapaan Gubernur NTB. 

BACA JUGA: Inovasi Unggulan Daerah NTB Dipaparkan di Kemendagri

Hadir pula pada acara tersebut, Ketua Umum PB-NWDI, Kepala Dinas Dikbud Prov. NTB, Kepala Dinas Sosial Prov. NTB, Pimpinan Baznas, Pimpinan NWDI, Kepala Biro Kesra Setda Prov. NTB, Kepala Biro Organisasi Setda Prov. NTB dan lainnya. ***

 




Pacuan Kuda untuk Pertahankan Kearifan Lokal

Gelar pacuan kuda ini dilakukan sesuai dengan prosedur dan regulasi lainnya yang menjadi pedoman pelaksanaannya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kejuaraan Pacuan Kuda dalam rangka memeriahkan HUT NTB ke 64  direncanakan akan di gelar mulai 11-17 Desember 2022 mendatang di Pulau Sumbawa. 

Kejuaraan yang bakal diikuti oleh seluruh peserta asal NTB bahkan dari luar daerah ini dihajatkan sebagai ajang untuk mempersiapkan tim Cabang Olahraga (Cabor) pacuan kuda yang siap berlaga di PON 2028 di NTB. 

BACA JUGA: Atlet Golf Indonesia juga Mampu Mengukir Prestasi Internasional

NTB sudah siap membuka diri terhadap penyelenggaraan olahraga nasional termasuk cabor pacuan kuda pada Pon 2028 mendatang. 

Bendahara Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) NTB Iskandar menggaransi, gelar pacuan kuda ini akan dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah dituangkan dalam SOP penyelenggaraan kegiatan ini.

Dan diperkuat oleh regulasi-regulasi lainnya yang nantinya kan menjadi pedoman pelaksanaannya.

Di hadapan Kadiskominfotik NTB Bq. Nelly Yuniarti, Rabu (23/11/22) di Mataram, Iskandar mengungkapkan, dalam pacuan kuda nanti dari sisi keamanan pihaknya sudah menyiapkannya agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan selama dalam pertandingan. Iskandar yang datang bersama pengurus Pordasi NTB lainnya  menjelaskan, Pordasi NTB akan tetap berkoordinasi dengan pihak keaman TNi-Polri.

Digelarnya Pacuan Kuda ini juga dimaksudkan untuk lebih melestarikan budaya atau kearifan lokal, khususnya yang ada di Pulau Sumbawa. 

“Jadi pada intinya dengan gelar pacuan kuda ini kami ingin mempertahankan budaya lokal agar tidak tergerus oleh perkembangan teknologi saat ini,” kata Iskandar.

Iskandar atas nama Pordasi NTB menginginkan dengan Pacuan Kuda ini kecuali untuk mengangkat budaya, juga bisa membuka potensi untuk membangkitkan UMKM lokal.

Dan diharapkan produk UMKM lokal terserap para penonton yang meramaikan kegiatan ini.   

Iskandar menepis stigma bahwa pacuan kuda dinilai negatif  karena mengeksploitasi anak, Mempekerjakan dan memperdayakan anak, karena dimanfaatkan sebagai joki yang rawan terhadap keselamatan anak. 

“Kita tetap berpedoman pada SOP ataupun regulasi yang sudah kita sepakati bersama. Kita kawal anak demi keselamatannya. Di arena juga kita siapkan ruang khusus bagi anak-anak, tempat bermain anak-anak,” kata Iskandar.

BACA JUGA: Membangun Optimisme Masyarakat Melalui Kesederhanaan

Iskandar berharap, dengan banyaknya event-event daerah, nasional dan internasional digelar di NTB maka dengan sendirinya  bisa menumbuhkan geliat pariwisata NTB yang makin marak. 

“Kita harus punya keberanian untuk memulainya bagi terangkatnya nama daerah dan eksistrensi budaya yang tetap dilestarikan,” tuutpnya. ***

 




Pengurus PGI NTB Diminta Masifkan Penjaringan Atlet Golf Muda 

Bang Zul berharap pengurus Persatuan Golf Indonesia (NTB) di PON XXII 2028, mampu hadirkan atlit Golf berprestasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) NTB diminta memasifkan bisa menjaring atlit muda golf NTB untuk dapat mengikuti PON 2028 dan menyumbangkan mendali bagi daerah. 

BACA JUGA: Porwanas XII jadi Ajang Promosi PON XXII NTB tahun 2028

Gubernur Zulkieflimansyah

Pesan khusus itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menyampaikan sambutan pengukuhan pengurus PGI Provinsi NTB masa bhakti 2022-2026, di Hotel Santika Mataram Rabu (23/11/22).

Dalam kesempatan tersebut, Bang Zul sapaan Gubernur yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina PGI NTB mengingatkan, pada PON XXII tahun 2028, NTB akan menjadi tuan rumah.

Ia mengimbau agar NTB tidak hanya menyediakan venue atau tempat saja. Melainkan juga dapat menghadirkan atlit golf yang dapat bertanding dan menghadiahkan mendali bagi daerah. 

BACA JUGA: Atlet Golf Indonesia juga Mampu Raih Prestasi Internasional

“Pesan khusus kepada pengurus yang baru dikukuhkan, karena tahun 2028 kita akan menjadi tuan rumah PON. Kita tidak boleh hanya menyediakan venue saja. Mudah-mudahan tahun 2028 ada atlet golf NTB yang menyumbangkan mendali,” harap Bang Zul. 

Pengurus yang baru dibawah kepemimpinan Khairul Warisin diminta untuk dapat memasifkan sosialisasi terkait Golf ke sekolah-sekolah hingga ke desa-desa untuk menjaring atlit terbait. 

Dikatakan Gubernur, bukan hal yang mustahil bagi NTB untuk dapat menjadi juara dikarenakan potensi anak daerah yang besar.

BACA JUGA: Inovasi Unggulan Daerah NTB Dipaparkan di Kemendagri

“Saya kira dengan sosialisasi yang intensif, tidak susah mencari atlit golf yang piawai,” tandasnya. ***

 

 




Gubernur NTB Buka Acara Akbar TKMPN XXVI 2022

Acara Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXVI 2022 yang dibuka Gubernur NTB diikuti  perwakilan dari 129 perusahaan besar di Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah membuka secara resmi acara akbar Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) di Hotel Lombok Raya Kota Mataram, Selasa (22/11/22). 

Acara tersebut dilaksanakan selama 5 hari, mulai tanggal 21 November hingga 25 November 2022.

BACA JUGA: Inovasi Unggulan Daerah NTB Dipaparkan di Kemendagri

Gubernur NTB menyampaikan Terima kasih kepada panitia yang telah memilih Lombok
Gubernur Zulkieflimansyah

TKMPN XXVI di Lombok diikuti lebih dari 1500 peserta kompeten kelas nasional di bidang manajemen mutu dan produktivitas kerja. Mereka merupakan perwakilan dari 129 perusahaan besar di Indonesia. 

Acara TKMPN ini adalah yang kedua kalinya diselenggarakan di Lombok setelah sebelumnya pernah dilaksanakan pada tahun 2012 lalu. 

Gubernur pun mengatakan, TKMPN merupakan sebuah acara yang menarik untuk meningkatkan produktifitas dan inovasi karya anak-anak bangsa. 

Dikatakannya, menciptakan sebuah inovasi bukan proses yang singkat. Artinya inovasi itu bukan sekedar unik, tetapi harus mampu melahirkan inovasi-inovasi lainnya.

“Ini topik yang sangat menarik untuk produktifitas dan inovasi karya anak bangsa kita. Menciptakan inovasi bukan proses yang sebentar. Dorong teman-teman kita melakukan inovasi pada area dimana kita punya kontravensi tinggi. Artinya bukan sekedar unik, tapi inovasi itu nantinya akan melahirkan inovasi-inovasi berikutnya yang akan merubah wajah industri kita secara keseluruhan,” kata Bang Zul sapaan gubernur.

Bang Zul berharap momentum TKMPN di Lombok tidak hanya dimanfaatkan untuk unjuk pengetahuan dan kreatifitas, tetapi dapat dimaknai sebagai cara untuk berekspresi sebagai manusia. 

Selain untuk berkompetisi, ia juga mengajak para peserta untuk menikmati keindahan Pulau Lombok.

“Momentum di Lombok harus dimaknai sebagai cara kita berekspresi sebagai manusia. Terima kasih kepada panitia yang telah memilih Lombok. Mudah-mudahan punya kenangan yang baik dan hangat disini,” harapnya.

BACA JUGA: Eksternalitas Dalam Penyelenggaraan Event Internasional

Acara akbar TKPMN diselenggarakan oleh Wahana Kendali Mutu (WKM) bekerjasama dengan Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktifitas Indonesia (AMMPI), didukung oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Kementerian Perindustrian RI, Pemerintah Povinsi NTB, serta organisasi-organisasi professional lainnya. TKMPN sudah terlaksana selama 25 tahun sejak tahun 1997. *** 

 




Inovasi Unggulan Daerah NTB Dipaparkan di Kemendagri 

Gubernur NTB memaparkan inovasi unggulan daerah, seperti NTB Care, NTB Mall, Mahadesa dan JPS Gemilang

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Inovasi unggulan daerah NTB dipaparkan di Ruang Sidang Utama Gedung A  Kemendagri, Jakarta, Senin (21/11/22).

Pemaparan itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah sebagai nominator penerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2022 pada klaster Provinsi,

BACA JUGA: Masyarakat NTB Dimbau untuk Konsumsi Ikan

Gubernur NTB memaparkan inovasi layanan masyarakat NTB Care, NTB Mall, Mahadesa, JPS Gemilang
Gubernur Zulkieflimansyah

Pemaparan itu disampaikan di hadapan Tim Juri yang berasal dari Kementerian Lembaga, Universitas, LSM, dan perwakilan media, Bang Zul Gubernur NTB memaparkan sejumlah inovasi yang menjadi unggulan daerah. 

Selain NTB, 6 provinsi lain yang terpilih sebagai nominator IGA 2022 adalah Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat dan  Jawa Barat dan Provinsi Bali.

Inovasi unggulan daerah yang dipaparkan Gubernur NTB di antaranya inovasi layanan masyarakat NTB Care, NTB Mall, Mahadesa, JPS Gemilang sebagai solusi kebangkitan ekonomi di masa pandemi. 

Juga inovasi OPD dengan kehadiran Brida (STP yang diperluas), Inovasi SMK menjadi Blud SMK dan Teaching Factory untuk mengakselerasi industrialisasi, inovasi industri permesinan, alat transportasi dan EBT melalui STP serta Lombok Sumbawa Fair sebagai bagian dari dampak gelaran event internasional WSBK 2022.

Semua produk NTB

Bang Zul memaparkan terkait externalitas positif event internasional di NTB. 

Gelaran event-event internasional itu berdampak positif bagi kemajuan pembangunan. Seperrti hadirnya jalan bypass Bizam-Mandalika, pengembangan Bandara Internasional, pengembangan RSUP berstandar internasional dan Lombok Sumbawa fair standar internasional.

“Di WSBK kemarin yang memenuhi lapangan internasional Mandalika bukan lagi produk dari Jawa Barat, dari China dan lain sebagainya. Semua dari provinsi kami,” tutur Bang Zul.

Bang Zul juga memaparkan tentang keberanian NTB untuk terus melakukan inovasi-inovasi di antaranya inovasi industrialisasi. 

BACA JUGA: Jangan Ada Kekerasan Fisik dan Verbal Kepada Anak

Seperti Sate Rembiga yang sekarang sudah dibungkus dengan kemasan, Ayam Taliwang yang sudah dikalengkan, hingga membuat alat rapid antigen.

“Kami ada berkah dengan hadirnya Covid. Ketika provinsi lain memilih ngasih bantuan berupa uang tunai, NTB dengan berani tidak memberikan uang tetapi memberikan komoditas lokal pada masyarakat. Masyarakat tidak bisa nolak karena pemberian. Jadi masker kami buat sendiri serbat jahe buat sendiri, teh kelor, kopi, gula aren, beras, garam, ikan kering, minyak kelapa semua kami bikin sendiri,” ungkap Bang Zul.

NTB Mall dan Mahadesa juga menjadi fokus paparan Bang Zul. NTB Mall hadir untuk membantu pemasaran produk-produk UMKM yang dibuat masyarakat lokal melalui digital marketing. 

Inovasi NTB Mall telah membantu para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya di lapak digital. 

Sedangkan Mahadesa adalah outlet BUMD-BUMD yang menampung produk-produk lokal yang siap memasuki pasar dan diintervensi pemerintah.

Inovasi di bidang permesinan juga disampaikan Bang Zul, Produk yang disampaikan diantaranya Sepeda listrik yang memaknai NTB sebagai green tourism, dokar listrik dan mesin-mesin indutri pertanian. 

BACA JUGA: Petilasan dan Artefak di Batu Kumbung, Lombok Barat

“Permesinan ini kita bikin sendiri, mungkin kualitasnya tidak sebagus yang dari China, harganya kadang lebih mahal tapi ada “cost of learning,” dan semua bantuan petani kita semua menggunakan mesin-mesin lokal,” tutur Bang Zul menutup presentasi.***

 

 




Jangan Ada Kekerasan Fisik atau Verbal kepada Anak 

Kepada guru dan orang tua murid, Numda Niken mengingatkan jangan ada kekerasan fisik maupun verbal kepada anak-anak 

LOTENG.lombokjournal;.com ~ Bunda PAUD Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengingatkan untuk menyetop kekerasan dalam pengasuhan anak. 

Ini penting dilakukan agar jangan sampai ada kekerasan fisik maupun verbal kepada anak-anak karena mereka sangat peka dan akan berdampak tidak baik kedepannya. 

BACA JUGA: Road Show Bunda PAUD NTB di Lombok Tengah

Bunda Niken menyampaikan pesan, jangan ada kekerasan dalam pengasuhan anak
Bunda Niken

Hal tersebut diingatkannya  saat pertemuannya dengan  dengan seluruh Bunda PAUD, Guru serta Orang Tua murid PAUD/TK se Kecamatan Kopang di PAUD Habibu At-Tholabah Desa Montong Gamang, Kecamataqn Kopang, Lombok Tengah Senin (21/11/22).

Ini pesan penting Bunda Niken, agar guru maupun orang tua, jangan ada kekerasan fisik maupun verbal kepada anak-anak yang akan berdampak tidak baik ke depan, . 

“Kita harus hati-hati terhadap kekerasan pada anak karena kalau dari kecil sudah diberikan kekerasan maka ketika dewasa dia akan menjadi orang yang jiwa dan hatinya keras,” ungkap Bunda Niken, sapaan akrabnya di hadapan Kepala Dikbud NTB, Muspika Kecamatan Kopang, Kepala Desa dan Perangkat Desa Montong Gamang. 

Bunda Niken juga menekankan, sebagai orang tua juga tidak hanya menyerahkan anak kepada sekolah, melainkan di rumah orang tua juga harus belajar dalam mengasuh anak yang dapat dilakukan melalui Program Bina Keluarga Balita (BKB). 

BACA JUGA: Masyarakat NTB Diimbau untuk Gemar Konsumsi Ikan

“Luar biasa disini warga desanya pintar-pintar semua jadi anak-anak PAUD disini mendapatkan pendidikan dan pola asuh yang baik terutama dari guru-guru PAUD nya yang sudah mendapatkan pelatihan dari PKK Provinsi,” tuturnya. ***

 

 




Road Show Bunda PAUD NTB di Lombok Tengah

Dalam road show di Loteng, Bunda Niken berharap PAUD di tiap desa memenuhi P3K2

LOTENG.lombokjournal.com ~.Tugas guru, orang tua, Bunda PAUD setiap desa untuk menyiapkan pendidikan anak-anak sejak usia dini, agar ke depan mampu bersaing dengan daerah bahkan negara lain. 

Bukan hanya jadi penonton dan tidak mengerti apa-apa. 

Bunda PAUD Provinsi NTB, Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan itu  dalam acara Road Show Bunda PAUD di PAUD Habibu At-Tholabah, Desa Montong Gamang, Kopang Senin (21/11/22).

BACA JUGA: Masyarakat NTB Diimbau untuk Gemar Makan Ikan

Menurutnya, PAUD Holistik Integratif (HI) merupakan landasan awal mewujudkan pendidikan anak usia dini (0-5 tahun), yang meliputi yakni Pendidikan, Pengasuhan, Perlindungan, Kesehatan dan Kesejahteraan (P3K2)

“Kita ingin seluruh PAUD yang ada di NTB khususnya Desa Monting Gamang dan Kecamaran Kopang umumnya untuk bisa memenuhi ke lima hal tadi yaitu P3K2 agar dapat memenuhi kriteria sebagai PAUD HI,” tuturnya. 

Bunda Niken menambakan, untuk tahun ini akan diadakan Gebyar PAUD dengan lomba-lomba yang hanya bisa diikuti oleh PAUD yang sudah HI untuk memberikan penghargaan kepada PAUD HI yang berkualitas. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, ini adalah kesempatan untuk memberikan anak-anak pendidikan dengan memperhatikan 3 hal penting terhadap perkembangan anak usia 0-5 tahun. 

BACA JUGA: Pesan Optimis Gubernur NTB saat HUT KSB ke 19 

“Ada tiga perkembangan yang perlu kita dampingi, pertama emosinya, kedua mentalnya dengan memahami apa yang diinginkan anak, kemudian ketiga fisiknya, denfan tetapb melihat perkembangan anak baik tinggi maupun berat badannya,” katanya.***

 

 




Masyarakat NTB Diimbau untuk Gemar Konsumsi Ikan

Bunda Niken menekankan pentingnya masyarakat mengonsumsi ikan, utamanya anak-anak yang dalam masa pertumbuhan

LOTENG.lombokjournal.com ~ Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengimbau masyarakat NTB untuk Gemar mengkonsumsi ikan. 

Ia beralasan mengonsumsi ikan dinilai penting bagi kesehatan, karena ikan memiliki gizi yang tinggi untuk kecerdasan, pertumbuhan dan mencegah stunting pada anak.

BACA JUGA: Wagub NTB Dukung Gerakan Event Nol Sampah di NTB

Bunda Niken mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan
Bunda Niken

“Bahan dasar ikan bisa dijadikan bakso dan siomay yang nikmat dan bisa menjadi menu keluarga sehat kita,” ujarnya.

Ia menyampaikan itu dalam pengarahannya di Aula Kantor Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok tengah, Senin (21/11/22). 

Bunda Niken saat Sosialisasi Gemar Makan Ikan (Gemarikan) dan Pelatihan Pengelolaan Ikan yang bertepatan dengan Hari Ikan Nasional (Harkannas) juga menjelaskan, pentingnya mengonsumsi ikan untuk masyarakat, utamanya anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. 

“Acara pelatihan seperti ini menjadi salah satu wadah untuk mensosialisasikan pentingnya mengonsumsi ikan. Acara ini sebagai bentuk kampanye kita dalam peningkatan konsumsi ikan mengingat konsumsi ikan sangat erat kaitannya dengan angka stunting. Semakin tinggi angka konsumsi ikan, maka semakin kecil angka stunting di NTB ini,” kata Bunda Niken.

Ketua Forikan NTB yang juga Ketua TP-PKK NTB ini mengungkapkan, ikan salah satu komoditi yang memiliki gizi lengkap dan harganya terjangkau. 

Hal ini kurang diperhatikan oleh masyarakat.

“Ikan adalah salah satu protein yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan menyusui serta masyarakat umumnya. Saya mengajak masyarakat untuk rajin mengonsumsi ikan agar masyarakat NTB dapat terbebas dari stunting,” pintanya.

Ia berharap kepada Kader PKK, Posyandu dan Ibu-ibu masyarakat Montong Gamang, untuk  terus diingatkan untuk mengonsumsi ikan seperti ini. 

Masyarakat lalai akan pentingnya hal ini untuk pertumbuhan generasi muda NTB.

“Ayo kita makan ikan setiap hari, karena ikan lebih murah dari daging dan proteinnya ikan sangat penting untuk kita semua. Mudah, murah dan lengkap gizinya. Kalau kita makan ikan Insya Allah kita akan jadi sehat, kuat dan cerdas,” tutupnya.

Kades Montong Gamang, Sofiyan S.Pd sangat terkesan dengan kehadiran Bu Niken.  Karena memberikan motivasi dan kesadaran bagi warganya agar mau dan gemar makan ikan.

BACA JUGA: Porwanas XIII jadi Ajang Promosi PON XII NTB 2028

Dalam kesempatan tersebut, Bunda Niken memberikan quiz bagi ibu-ibu dan sesi foto bersama, Kehadiran Bunda Niken didampingi Kadis Dikbud, Bunda PAUD Kabupaten Lombok Tengah dan Pejabat dari Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah serta Aparat Camat dan Desa Montong Gamang. ***