Pengurus PGI NTB Diminta Masifkan Penjaringan Atlet Golf Muda
Bang Zul berharap pengurus Persatuan Golf Indonesia (NTB) di PON XXII 2028, mampu hadirkan atlit Golf berprestasi
MATARAM.lombokjournal.com ~ PengurusPersatuan Golf Indonesia (PGI) NTB diminta memasifkan bisa menjaring atlit muda golf NTB untuk dapat mengikuti PON 2028 dan menyumbangkan mendali bagi daerah.
Pesan khusus itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat menyampaikan sambutan pengukuhan pengurus PGI Provinsi NTB masa bhakti 2022-2026, di Hotel Santika Mataram Rabu (23/11/22).
Dalam kesempatan tersebut, Bang Zul sapaan Gubernur yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina PGI NTB mengingatkan, pada PON XXII tahun 2028, NTB akan menjadi tuan rumah.
Ia mengimbau agar NTB tidak hanya menyediakan venue atau tempat saja. Melainkan juga dapat menghadirkan atlit golf yang dapat bertanding dan menghadiahkan mendali bagi daerah.
“Pesan khusus kepada pengurus yang baru dikukuhkan, karena tahun 2028 kita akan menjadi tuan rumah PON. Kita tidak boleh hanya menyediakan venue saja. Mudah-mudahan tahun 2028 ada atlet golf NTB yang menyumbangkan mendali,” harap Bang Zul.
Pengurus yang baru dibawah kepemimpinan Khairul Warisin diminta untuk dapat memasifkan sosialisasi terkait Golfke sekolah-sekolah hingga ke desa-desa untuk menjaring atlit terbait.
Dikatakan Gubernur, bukan hal yang mustahil bagi NTB untuk dapat menjadi juara dikarenakan potensi anak daerah yang besar.
“Saya kira dengan sosialisasi yang intensif, tidak susah mencari atlit golf yang piawai,” tandasnya. ***
Gubernur NTB Buka Acara Akbar TKMPN XXVI 2022
Acara Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXVI 2022 yang dibuka Gubernur NTB diikuti perwakilan dari 129 perusahaan besar di Indonesia
MATARAM.lombokjournal.com ~Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah membuka secara resmi acara akbar Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) di Hotel Lombok Raya Kota Mataram, Selasa (22/11/22).
Acara tersebut dilaksanakan selama 5 hari, mulai tanggal 21 November hingga 25 November 2022.
TKMPN XXVI di Lombok diikuti lebih dari 1500 peserta kompeten kelas nasional di bidang manajemen mutu dan produktivitas kerja. Mereka merupakan perwakilan dari 129 perusahaan besar di Indonesia.
Acara TKMPN ini adalah yang kedua kalinya diselenggarakan di Lombok setelah sebelumnya pernah dilaksanakan pada tahun 2012 lalu.
Gubernur pun mengatakan, TKMPN merupakan sebuah acara yang menarik untuk meningkatkan produktifitas dan inovasi karya anak-anak bangsa.
Dikatakannya, menciptakan sebuah inovasi bukan proses yang singkat. Artinya inovasi itu bukan sekedar unik, tetapi harus mampu melahirkan inovasi-inovasi lainnya.
“Ini topik yang sangat menarik untuk produktifitas dan inovasi karya anak bangsa kita. Menciptakan inovasi bukan proses yang sebentar. Dorong teman-teman kita melakukan inovasi pada area dimana kita punya kontravensi tinggi. Artinya bukan sekedar unik, tapi inovasi itu nantinya akan melahirkan inovasi-inovasi berikutnya yang akan merubah wajah industri kita secara keseluruhan,” kata Bang Zul sapaan gubernur.
Bang Zul berharap momentum TKMPN di Lombok tidak hanya dimanfaatkan untuk unjuk pengetahuan dan kreatifitas, tetapi dapat dimaknai sebagai cara untuk berekspresi sebagai manusia.
Selain untuk berkompetisi, ia juga mengajak para peserta untuk menikmati keindahan Pulau Lombok.
“Momentum di Lombok harus dimaknai sebagai cara kita berekspresi sebagai manusia. Terima kasih kepada panitia yang telah memilih Lombok. Mudah-mudahan punya kenangan yang baik dan hangat disini,” harapnya.
Acara akbar TKPMN diselenggarakan oleh Wahana Kendali Mutu (WKM) bekerjasama dengan Asosiasi Manajemen Mutu dan Produktifitas Indonesia (AMMPI), didukung oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Kementerian Perindustrian RI, Pemerintah Povinsi NTB, serta organisasi-organisasi professional lainnya. TKMPN sudah terlaksana selama 25 tahun sejak tahun 1997. ***
Inovasi Unggulan Daerah NTB Dipaparkan di Kemendagri
Gubernur NTB memaparkan inovasi unggulan daerah, seperti NTB Care, NTB Mall, Mahadesa dan JPS Gemilang
JAKARTA.lombokjournal.com ~Inovasi unggulan daerah NTB dipaparkan di Ruang Sidang Utama Gedung A Kemendagri, Jakarta, Senin (21/11/22).
Pemaparan itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah sebagai nominator penerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2022 pada klaster Provinsi,
Pemaparan itu disampaikan di hadapan Tim Juri yang berasal dari Kementerian Lembaga, Universitas, LSM, dan perwakilan media, Bang Zul Gubernur NTB memaparkan sejumlah inovasi yang menjadi unggulan daerah.
Selain NTB, 6 provinsi lain yang terpilih sebagai nominator IGA 2022 adalah Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat dan Jawa Barat dan Provinsi Bali.
Inovasi unggulan daerah yang dipaparkan Gubernur NTB di antaranya inovasi layanan masyarakat NTB Care, NTB Mall, Mahadesa, JPS Gemilang sebagai solusi kebangkitan ekonomi di masa pandemi.
Juga inovasi OPD dengan kehadiran Brida (STP yang diperluas), Inovasi SMK menjadi Blud SMK dan Teaching Factory untuk mengakselerasi industrialisasi, inovasi industri permesinan, alat transportasi dan EBT melalui STP serta Lombok Sumbawa Fair sebagai bagian dari dampak gelaran event internasional WSBK 2022.
Semua produk NTB
Bang Zul memaparkan terkait externalitas positif event internasional di NTB.
Gelaran event-event internasional itu berdampak positif bagi kemajuan pembangunan. Seperrti hadirnya jalan bypass Bizam-Mandalika, pengembangan Bandara Internasional, pengembangan RSUP berstandar internasional dan Lombok Sumbawa fair standar internasional.
“Di WSBK kemarin yang memenuhi lapangan internasional Mandalika bukan lagi produk dari Jawa Barat, dari China dan lain sebagainya. Semua dari provinsi kami,” tutur Bang Zul.
Bang Zul juga memaparkan tentang keberanian NTB untuk terus melakukan inovasi-inovasi di antaranya inovasi industrialisasi.
Seperti Sate Rembiga yang sekarang sudah dibungkus dengan kemasan, Ayam Taliwang yang sudah dikalengkan, hingga membuat alat rapid antigen.
“Kami ada berkah dengan hadirnya Covid. Ketika provinsi lain memilih ngasih bantuan berupa uang tunai, NTB dengan berani tidak memberikan uang tetapi memberikan komoditas lokal pada masyarakat. Masyarakat tidak bisa nolak karena pemberian. Jadi masker kami buat sendiri serbat jahe buat sendiri, teh kelor, kopi, gula aren, beras, garam, ikan kering, minyak kelapa semua kami bikin sendiri,” ungkap Bang Zul.
NTB Mall dan Mahadesa juga menjadi fokus paparan Bang Zul. NTB Mall hadir untuk membantu pemasaran produk-produk UMKM yang dibuat masyarakat lokal melalui digital marketing.
Inovasi NTB Mall telah membantu para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya di lapak digital.
Sedangkan Mahadesa adalah outlet BUMD-BUMD yang menampung produk-produk lokalyang siap memasuki pasar dan diintervensi pemerintah.
Inovasi di bidang permesinan juga disampaikan Bang Zul, Produk yang disampaikan diantaranya Sepeda listrik yang memaknai NTB sebagai green tourism, dokar listrik dan mesin-mesin indutri pertanian.
“Permesinan ini kita bikin sendiri, mungkin kualitasnya tidak sebagus yang dari China, harganya kadang lebih mahal tapi ada “cost of learning,” dan semua bantuan petani kita semua menggunakan mesin-mesin lokal,” tutur Bang Zul menutup presentasi.***
Jangan Ada Kekerasan Fisik atau Verbal kepada Anak
Kepada guru dan orang tua murid, Numda Niken mengingatkan jangan ada kekerasan fisik maupun verbal kepada anak-anak
LOTENG.lombokjournal;.com ~ Bunda PAUD Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengingatkan untuk menyetop kekerasan dalam pengasuhan anak.
Ini penting dilakukan agar jangan sampai ada kekerasan fisik maupun verbal kepada anak-anak karena mereka sangat peka dan akan berdampak tidak baik kedepannya.
Hal tersebut diingatkannya saat pertemuannya dengan dengan seluruh Bunda PAUD, Guru serta Orang Tua murid PAUD/TK se Kecamatan Kopang di PAUD Habibu At-Tholabah Desa Montong Gamang, Kecamataqn Kopang, Lombok Tengah Senin (21/11/22).
Ini pesan penting Bunda Niken, agar guru maupun orang tua, jangan ada kekerasan fisik maupun verbal kepada anak-anak yang akan berdampak tidak baik ke depan, .
“Kita harus hati-hati terhadap kekerasan pada anak karena kalau dari kecil sudah diberikan kekerasan maka ketika dewasa dia akan menjadi orang yang jiwa dan hatinya keras,” ungkap Bunda Niken, sapaan akrabnya di hadapan Kepala Dikbud NTB, Muspika Kecamatan Kopang, Kepala Desa dan Perangkat Desa Montong Gamang.
Bunda Niken juga menekankan, sebagai orang tua juga tidak hanya menyerahkan anak kepada sekolah, melainkan di rumah orang tua juga harus belajar dalam mengasuh anak yang dapat dilakukan melalui Program Bina Keluarga Balita (BKB).
“Luar biasa disini warga desanya pintar-pintar semua jadi anak-anak PAUD disini mendapatkan pendidikan danpola asuhyang baik terutama dari guru-guru PAUD nya yang sudah mendapatkan pelatihan dari PKK Provinsi,” tuturnya. ***
Road Show Bunda PAUD NTB di Lombok Tengah
Dalam road show di Loteng, Bunda Niken berharap PAUD di tiap desa memenuhi P3K2
LOTENG.lombokjournal.com ~.Tugas guru, orang tua, Bunda PAUD setiap desa untuk menyiapkan pendidikan anak-anak sejak usia dini, agar ke depan mampu bersaing dengan daerah bahkan negara lain.
Bukan hanya jadi penonton dan tidak mengerti apa-apa.
Bunda PAUD Provinsi NTB, Hj.Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyampaikan itu dalam acara Road Show Bunda PAUD di PAUD Habibu At-Tholabah, Desa Montong Gamang, Kopang Senin (21/11/22).
Menurutnya, PAUD Holistik Integratif (HI) merupakan landasan awal mewujudkan pendidikan anak usia dini (0-5 tahun), yang meliputi yakni Pendidikan, Pengasuhan, Perlindungan, Kesehatan dan Kesejahteraan (P3K2)
“Kita ingin seluruh PAUD yang ada di NTB khususnya Desa Monting Gamang dan Kecamaran Kopang umumnya untuk bisa memenuhi ke lima hal tadi yaitu P3K2 agar dapat memenuhi kriteria sebagai PAUD HI,” tuturnya.
Bunda Niken menambakan, untuk tahun ini akan diadakan Gebyar PAUD dengan lomba-lomba yang hanya bisa diikuti oleh PAUD yang sudah HI untuk memberikan penghargaan kepada PAUD HI yang berkualitas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, ini adalah kesempatan untuk memberikan anak-anak pendidikan dengan memperhatikan 3 hal penting terhadap perkembangan anak usia 0-5 tahun.
“Ada tiga perkembangan yang perlu kita dampingi, pertama emosinya, kedua mentalnya dengan memahami apa yang diinginkan anak, kemudian ketiga fisiknya, denfan tetapb melihat perkembangan anak baik tinggi maupun berat badannya,” katanya.***
Masyarakat NTB Diimbau untuk Gemar Konsumsi Ikan
Bunda Niken menekankan pentingnya masyarakat mengonsumsi ikan, utamanya anak-anak yang dalam masa pertumbuhan
LOTENG.lombokjournal.com ~Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengimbau masyarakat NTB untuk Gemar mengkonsumsi ikan.
Ia beralasan mengonsumsi ikan dinilai penting bagi kesehatan, karena ikan memiliki gizi yang tinggi untuk kecerdasan, pertumbuhan dan mencegah stunting pada anak.
“Bahan dasar ikan bisa dijadikan bakso dan siomay yang nikmat dan bisa menjadi menu keluarga sehat kita,” ujarnya.
Ia menyampaikan itu dalam pengarahannya di Aula Kantor Desa Montong Gamang, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok tengah, Senin (21/11/22).
Bunda Niken saat Sosialisasi Gemar Makan Ikan (Gemarikan) dan Pelatihan Pengelolaan Ikan yang bertepatan dengan Hari Ikan Nasional (Harkannas) juga menjelaskan, pentingnya mengonsumsi ikan untuk masyarakat, utamanya anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
“Acara pelatihan seperti ini menjadi salah satu wadah untuk mensosialisasikan pentingnya mengonsumsi ikan. Acara ini sebagai bentuk kampanye kita dalam peningkatan konsumsi ikan mengingat konsumsi ikan sangat erat kaitannya dengan angka stunting. Semakin tinggi angka konsumsi ikan, maka semakin kecil angka stunting di NTB ini,” kata Bunda Niken.
Ketua Forikan NTB yang juga Ketua TP-PKK NTB ini mengungkapkan, ikan salah satu komoditi yang memiliki gizi lengkap dan harganya terjangkau.
Hal ini kurang diperhatikan oleh masyarakat.
“Ikan adalah salah satu protein yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan menyusui serta masyarakat umumnya. Saya mengajak masyarakat untuk rajin mengonsumsi ikan agar masyarakat NTB dapat terbebas dari stunting,” pintanya.
Ia berharap kepada Kader PKK, Posyandu dan Ibu-ibu masyarakat Montong Gamang, untuk terus diingatkan untuk mengonsumsi ikan seperti ini.
Masyarakat lalai akan pentingnya hal ini untuk pertumbuhan generasi muda NTB.
“Ayo kita makan ikan setiap hari, karena ikan lebih murah dari daging dan proteinnya ikan sangat penting untuk kita semua. Mudah, murah dan lengkap gizinya. Kalau kita makan ikan Insya Allah kita akan jadi sehat, kuat dan cerdas,” tutupnya.
Kades Montong Gamang, Sofiyan S.Pd sangat terkesan dengan kehadiran Bu Niken. Karena memberikan motivasi dan kesadaran bagi warganya agar mau dan gemar makan ikan.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Niken memberikan quiz bagi ibu-ibu dan sesi foto bersama, Kehadiran Bunda Niken didampingi Kadis Dikbud, Bunda PAUD Kabupaten Lombok Tengah dan Pejabat dari Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Tengah serta Aparat Camat dan Desa Montong Gamang. ***
Pesan Optimis Gubernur NTB Saat HUT KSB ke-19
Ini pesan optimis Gubernur NTB, pembangunan Bandara Baru di Kiantar Poto Tano KSB. Bandara baru akan mendongkrak berbagai sektor di KSB
KSB.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan beberapa pesan optimis saat mengikuti rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kab. Sumbawa Barat yang ke-19, di Lapangan Graha Fitrah Komplek KTC, Minggu (20/11/22).
Di usianya yang ke-19 tahun, berbagai capaian dan prestasi telah berhasil ditorehkan oleh KSB. Hal tersebut tentu tidak terlepas dari kehebatan para pemimpin daerahnya.
“Saya melihat KSB bisa seperti sekarang karena dipimpin oleh orang-orang hebat. Tapi walaupun hasilnya sudah bagus, kita masih ada ruang untuk memperbaiki diri,” kata Bang Zul sapaan Gubernur.
Selain itu, ia juga optimis dengan pembangunan Smelter dan Bandara baru di KSB yang tentunya akan mengakselerasi pembangunan dan mendongkrak berbagai sektor di daerah tersebut, terutama sektor ekonomi dan pariwisata.
“Optimis dengan Smelter dan Bandara baru jadi epicentrum pertumbuhan ekonomi di NTB. Selamat juga atas dimulainya pembangunan Bandara Baru di Kiantar Poto Tano KSB. Bandara baru ini keberkahan luar biasa. Ini akan mengakselerasi pembangunan kita di KSB. Dan dengan hadirnya bandara baru, kita harus siap membuka diri dengan orang-orang yang tertarik datang ke tempat kita,” jelasnya.
Terakhir, Bang Zul menyampaikan memasuki usia yang ke-19 tahun, mewujudkan KSB yang makmur dan sejahtera tidaklah terlampau sulit asalkan masyarakat memiliki kerendahan hati dan komunikasi yang baik dengan stakeholders.
“Hari ini di ulang tahun KSB yang ke 19, mewujudkan KSB yang makmur dan sejahtera tidak terlampau sulit, asal kita punya kerendahan hati untuk berkomunikasi dengan stakeholders yang lebih banyak di KSB di masa yang akan datang,” kata Bang Zul.
Sementara itu, Bupati Kab. Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyarifin., M.M juga turut mengajak masyarakat KSB untuk bangkit dan berjuang bersama dalam membangun daerah dengan berlandaskan semangat ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh.
“Pembangunan daerah bukan hanya tugas pemda semata, namun diperlukan kerja partisipatif dan kolaboratif seluruh elemen yang ada di KSB. Mari kita bangkit dan sama-sama berjuang dengan cara-cara partisipatif melalui kerja kolaboratif berlandaskan pada semangat ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh,” seru Bupati KSB.
Sebagai informasi, HUT KSB yang ke-19 tahun 2022 mengangkat tema “Sumbawa Barat Smart” dan disiarkan langsung melalui Streaming YouTube TVRI NTB dan Facebook Page Prokopim Sumbawa Barat. ***
Petilasan dan Artefak di Batu Kumbung, Lombok Barat
Petilasan Ulama Pating Laga Denek Perwangse di Desa Batu Kumbung sedang ditelusuri tim ekspedisi.
LOBAR.lombokjournal.com ~Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 kembali melakukan penelusuran dan mengeksplorasi situs jejak petilasan.
Kali ini, rombongan tim ekspedisi yang terus mengekspose ritus sejarah tersembuyi di Pulau Lombok itu, mengunjungi Pating Laga Denek Perwangse yang berada di Dusun Batu Kumbung, Desa Batu Kumbung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, sepanjang akhir pekan lalu.
Penelusuran jejak ulama penyebaran agama Islam sekaligus penemu nama Batu Kumbung memiliki beberapa peninggalan atau warisan ikonik yang selama ini jarang diketahui publik.
Beberapa karya yang diduga kuat warisan Pating laga Denek Perwangse peninggalan adalah lain tempat beliau bermunajat ataupun berkhalwat. Berupa batu menhir, pancuran air, kumpulan tulisan beliau dalam bentuk tulisan arab di atas kulit onta yang berusia ratusan tahun.
Serta berbagai benda-benda kuno lain yang menggambarkan aktivitas Denek Perwangse selama tinggal di Batu Kumbung.
Menurut tokoh masyarakat Batu Kumbung , Haji Mundri (83), Pating Laga Denek Prawangsa memiliki nama Islam Sayed Abdullah Zen Alhamdy.
Sosok yang amat dikagumi masyarakat Batu Kumbung ini diketahui berasal dari Timur Tengah, tepatnya di negeri Yaman.
Kedatangan Denek Keramat (panggilan lain Pating Laga Denek Perwangse) ke Batu Kumbung jauh sebelum kedatangan Anak Agung Karang Asem melakukan Ekspansi Ke Lombok.
Awalnya, Denek Perwangse dikabarkan sempat singgah di Gresik Jawa Timur sebelum akhirnya ke Lombok.
“Denek Keramat diyakini masyarakat batu kumbung sebagai ulama menyebarkan syiar agama Islam yang pertama selaligus membuka hutan yang kemudian diberi nama Batu Kumbung. Bahkan di akhir ekspedisinya di pulau lombok, Denek Perwangse berpesan kepada warganya kala itu. Jika ingin menemuinya, datang kepetilasan yang dibuatnya dalam bentuk situs menyerupai batu menhir,” ungkap Haji Mundri.
Selain itu, untuk keperluan berwudhu dan mandi, dan lain-lain. Denek Perwangse juga membuat saluran air dari mata air yang tidak diketahui asal muasalnya.
Pancuran mata air itu hingga kini tetap mengalir meskipun sudah berusia berabad-abad.
“Denek Perwangse juga meninggalkan kumpulan kotbahnya dlm bentuk tulisan arab diatas gulungan kulit onta,” ujar Haji Mundri sembari memperlihatkan beberapa bukti artefak peninggalan Denek Keramat yang ia jaga hingga kini.
Dalam beberapa kesempatan, Denek Perwangse sering kali berusaha menujukkan sisi keramat miliknya.
Dirinya pernah berkali-kali dibakar atau membakar dirinya. Namun, api yang membakar dirinya tersebut seperti tak mempan. Masyarakat terhibur dengan tingkah Denek Perwangse.
Belakangan, setelah syariat Islam mulai dipahami, masyarakat mulai sadar bahwa yang dilakukan Denek Perwangse tersebut merupakan salah satu sisi ‘keramatnya’.
Kini, areal kawasan yang disebut menjadi tempat bertafakkur Denek Perwangse tersebut masih dirawat dan disebut memiliki nilai keramat oleh masyarakat setempat.
Tempat itu lazim digunakan sebagai lokasi roah adat pada momen-momen tertentu.
Tak hanya itu, lokasi tersebut juga ramai didatangi oleh para peziarah yang mengetahui kehebatan dan kekaromahan Denek Perwangse.
Para peziarah tersebut tak hanya berasal dari masyarakat Lombok, tetapi juga berasal dari luar daerah.
Sementara Ketua Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6, H. Ruslan Turmuzi didampingi Sekretaris Tim Ekspedisi Mistis, Ahmad Amrullah mengatakan akan melaporkan secara detail hasil penelusuran Petilasan Pating Laga Denek Perwangse kepada Dewan Pembina Tim Ekspedisi, H Rachmat Hidayat.
Agar bisa ditindak-lanjuti dengan kapasitas dan legacy yang dimiliki sebagai Anggota DPR RI Dapil Lombok.
Menurut Ruslan Turmuzi, cerita rakyat (folklore) tentang kisah Denek Keramat beserta jejak petilasan yang ditinggalkan membuktikan, nenek moyang Suku Bangsa Lombok memiliki karya cipta kebudayaan yang tinggi.
Hal tersebut mengindikasikan saat itu Lombo’ Mirah Adi sudah memiliki tatanan dan struktur kebudayaan yang menarik perhatian orang luar utk mendatangi dan mendiami wilayah Lombok dengan berbagai motif dan kepentingan.
“Jika benar denek keramat ini berasal dari Yaman, maka betapa kuatnya pesona budaya Gumi Sasak Mirah Adi dimata ulama Yaman sampai jauh-jauh melakukan ekspedisi ke Lombok untuk sebarkan syiar Islam,” ucap Ruslan Turmuzi.
Ruslan menggarisbawahi, Tim Ekspedisi Mistis sengaja memfokuskan untuk menggali dan menelusuri folklore ( cerita rakyat ) yang ada di dusun-dusun untuk diaktualisasikan guna menambah kazanah keberagaman mutu manikam kebudayaan Suku Bangsa Sasak yang terserak itu.
“Tim Ekspedisi Mistis akan membuka akses informasi terhadap semua artefak atau petilasan yang ditemukan agar stakeholder maupun publik agar tahu tentang sejarah suku bangsa sasak yang terserak tersebut,” ujar RT panggilan akrabnya.
Telusuri Jejak makanan Tradisional Sasak yang Punah
Sementara itu Sekretaris Tim Ekspedisi Mistis, Ahmad Amrullah menambahkan, pihaknya saat ini sedang mendalami dan memverifikasi informasi terkait makanan tradisional suku sasak yang hilang atau musnah.
Hilangnya jenis makanan tradisional Sasak sebab perkembangan jaman yang berimplikasi pada berubahnya gaya hidup, terlebih adanya serbuan produk-produk makanan modern yang serba instan.
Padahal dari sisi kesehatan, makanan Tradisional Sasak tempo dulu lebih familiar cita rasa lidah suku sasak, sehat dan bergizi. Karena diproses alami tanpa campuran pengawet ataupun bahan-bahan sintetis lainnya.
“Tim Ekspedisi Mistis akan mengeluarkan daftar makanan/kudapan tradisional sasak yang hilang maupun terancam musnah jika keberadaannya tidak dilindungi dan diproteksi,” kata Amrullah.
Sementara itu Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto menambahkan Pemerintah Daerah perlu turun tangan untuk melakukan revitalisasidan pembenahan di sekitar lokasi petilasan pating laga Denek Perwangse, agar mempermudah akses masysrakat mengunjungi.
“Penataan Kawasan diseputar petilasan Denek Kramat perlu dilakukan agar masyarakat batu kumbung mengapreasiasi karena nenek moyangnya dimanusiakan. Bila perlu jadikan cagar budaya lokasi petilasan tersebut agar ada kesinambungan perhatian oleh pemerintah,” ucap Lelaki yang akrab di sapa didu.
Untuk diketahui , Ekplorasi Tim Ekspedisi Mistis PDIP NTB dan Mi6 dipandu oleh Anggota DPRD Lombok Barat, Sardian didampingi Sekretaris DPC PDIP Lombok Tengah, Suhardiman.***
Bang Zul Resmi Tutup Turnamen Gubernur Cup 2022
Dalam penutupan turnamen sepak bola di Lapangan Gelora Sujarman Lingsar, Bang Zul ikut menyaksikan laga final
LOBAR.lombokjournal.com ~Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menutup turnamen sepakbola Gubernur Cup di lapangan Gelora Sujarman Lingsar, Sabtu(19/11/22).
Saat menutup turnamen sepak bola itu Bang Zul mengatakan, kompetisi sepakbola ini sebagai ajang mencari sahabat, menambah pertemanan dan membangun silaturrahmi.
“Mudah-mudahan warisan terbaik dari sebuah kompetisi ini bukanlah siapa juaranya melainkan kita memiliki sahabat dan saudara menjadi lebih banyak,” ungkap Bang Zul sapaan akrab gubernur.
Ia pun ikut menyaksikan laga final antara Baker FC klub asal Gunungsari Lombok Barat berhadapan dengan Klub Terare Lombok Timur yang dimenangkan oleh Klub Baker FC dengan skor tipis 1-0.
Dalam proses terjadinya gol di pertengahan babak kedua berawal dari sepak pojok. Berkat sundulan nomor punggung 11 Baker FC tersebut tak mampu diblok sang penjaga gawang Terare FC, akhirnya berbuah gol semata wayang mampu mengantar kemenangan menjadi juara Gubernur Cup 2022.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, Drs. Tribudi Prayitno, M.Si mewakili Gubernur NTB menyerahkan tropi piala ukiran dari kayu jati secara simbolis.
Sementara itu panitia penyelenggara Arman Hadi, menyampaikan terimakasih kepada Gubernur atas dukungan dan sponsor lainnya hingga turnamenini bisa berjalan dengan baik.
Untuk diketahui jumlah klub yang ikut berpartisipasi sejumlah 64 Klub. Diakuinya pada turnamen-turnamen sebelumnya jumlah yang daftar kurang dari 60 klub.
“Ini karena branding Gubernur Cup, sehingga jumlahnya mencapai 64 klub bertempatan dengan ulang tahun Provinsi NTB yang ke 64,” katanya.***
Sekda NTB Apresiasi Penyelenggaraan Diklat Kewirausahaan Daerah
Di tengah perekonomian global yang terpuruk, Sekda NTB mengapresiasi diklat PD KMHDI NTB dalam peningkatan SDM
MATARAM.lombokjournal.com ~Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi menghadiri Diklat Kewirausahaan Daerah (DKD) yang diselenggarakan oleh PD KMHDI NTB.
Kegiatan Diklat berlangsung di Sekretariat bersama PHDI NTB, mengusung tema “Optimalisasi Digital Marketing di Era Industrialisasi”, Jumat (18/11/22).
Miq Gite mengapresiasi KMHDI yang mampu melaksanakan kegiatan DKD ini.
Kegiatan ini dianggap salah satu upaya organisasi Hindu yang mampu turut serta dalam membantu pemerintah meningkatkan program stabilitas perekonomian daerah.
Menurutnya, perekonomian global sedang terpuruk akibat dari beberapa faktor, salah satunya yaitu pandemi Covid-19 dan adanya perang antara negara Rusia dan Ukraina menjadi faktor besar terjadinya krisis global.
Namun, perlu diapresiasi Indonesia khususnya Nusa Tenggara Barat dalam menghadapi tantangan krisis perekonomian global ini dengan baik.
Ini didukung dari pola piker dan mindset masyarakat yang mulai memanfaatkan modernisasi ini sebagai peluang besar untuk memudahkan kita dalam segala hal terutama berkaitan dengan berwirausaha.
Dengan adanya pendidikan dan pelatihan ini diharapkan muncul SDM terutama dari kalangan generasi muda. Tidak hanya mampu bekerja tetapi juga mampu menghasilkan lapangan pekerjaan untuk orang lain.
Sehingga dapat menciptakan stabilitas dan peningkatan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat pemerintahan, organisasi Hindu se Kota Mataram dan wilayah NTB, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-kota Mataram dan wilayah Nusa Tenggara Barat, para Ketua BEM dan KMHD Kampus se Kota Mataram serta organisai pelajar.
Kegiatan Diklat Kewirausahaan Daerah (DKD) ini kembali dilaksanakan setelah tidak terlaksana selama 6 tahun terakhir, yang dimana dibuka dengan seminar yang mengusung tema “Ekonomi Kreatif” sebagai rangkaian kegiatan dari acara DKD ini. ***