Solusi Permanen Atasi Kekeringan Kesulitan Air Bersih 

HBK bagun sumur bor sebagai solusi jangka panjang untuk warga yang kesulitan air Bersih di Pulau Seribu Masjid

MATARAM.lombokjournal.com ~ -Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) memberi solusi bagi masyarakat P. Lombok yang puluhan tahun terdampak bencana kekeringan. 

Politisi Partai Gerindra tersebut, menghadirkan solusi permanen, tuntas, dan jangka panjang, sehingga masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan mengakses ketersediaan air bersih, tidak lagi mengalami hal yang sama.

BACA JUGA: Warga Tionghoa Berperan Menggerakkan Perekonomian NTB

HBK membantu pengadaan sumur bor sebagai solusi permanen, tuntas, dan jangka panjang untuk masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan mengakses air bersih

Seperti diketahui, selama ini persoalan dukungan air bersih bagi sebagian warga P. Lombok masih menjadi persoalan sulit, tak terselesaikan, dan terus berlangsung dari tahun ke tahun.

Sepanjang tahun 2022, HBK telah berhasil membawa program aspirasi yang berasal dari Kemenhan RI untuk membangun sumur-sumur bor di titik-titik pemukiman warga yang selama ini selalu mengalami bencana kekeringan. 

Sumur-sumur bor tersebut berhasil diperjuangkan HBK di Kemenhan RI dan dipersembahkan kepada masyarakat P. Lombok yang diwakilinya.

“Pembangunan sumur-sumur bor ini kita harapkan akan mampu menjadi solusi tuntas, permanen, dan jangka panjang, bagi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini, Ahad (08/01/23).

Pembangunan sumur-sumur bor tersebut dilakukan Kemenhan RI, yang merupakan salah satu mitra kerja Komisi I DPR RI. 

Sumur-sumur bor tersebut kini telah menjadi penyuplai utama kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Persoalan kekeringan saat ini memang masih menjadi momok bagi sebagian masyarakat di P. Lombok, juga NTB. Sepanjang tahun 2022 lalu misalnya, sebanyak tujuh Kabupaten dan satu Kota memberlakukan status siaga darurat kekeringan. 

Dua Kabupaten bahkan menaikkan statusnya menjadi tanggap darurat kekeringan karena warganya sangat kesulitan dalam mengakses air bersih.

Saban tahun, sedikitnya lebih dari 500 ribu jiwa selalu kena dampak kekeringan. Di P. Lombok, bencana kekeringan terjadi di empat Kabupaten yakni di Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara. Kekeringan tersebut, utamanya melanda masyarakat yang bermukim di pesisir bagian selatan. 

Dan juga sebagian di pesisir bagian utara dan timur Pulau Seribu Masjid.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Peresmian NWDI Center 

Selama ini, HBK memang dikenal sangat concern dan memiliki perhatian besar terhadap terjadinya bencana kekeringan yang menimpa warga dari tahun ke tahun.

Di P. Lombok, HBK sendiri melalui Yayasan miliknya, yaitu HBK PEDULI, bahkan telah menyiapkan tiga armada mobil tangki air yang setiap harinya rutin menyuplai kebutuhan air bersih kepada masyarakat yang bermukim di daerah-daerah terdampak kekeringan.

Bahkan di tahun 2023 ini, akan ada tambahan satu unit armada tangki air bersih lain untuk memperkuat armada tangki air bersih yang sudah ada.

Namun begitu, HBK menyadari sepenuhnya, bahwa bantuan air bersih yang dilakukan dengan armada mobil tangki air yang selama ini dilakukan HBK PEDULI, hanyalah solusi sementara, parsial, dan sangat situasional.

“Pembangunan sumur-sumur bor oleh Kemenhan RI  ini adalah solusi tuntas, permanen, dan jangka panjang,” kata HBK.

Secara khusus, HBK menyampaikan apresiasi serta penghormatan yang tinggi kepada Menteri Pertahanan RI, H. Prabowo Subianto atas segala perhatian serta bantuannya dalam mengatasi ancaman bencana kekeringan di wilayah P. Lombok, juga NTB.

Program bantuan sumur-sumur bor ini tidak hanya diberikan kepada masyarakat P. Lombok, tetapi juga kepada masyarakat di P. Sumbawa. 

Pada pertengahan bulan Januari ini, pembuatan sumur-sumur bor di P. Sumbawa akan segera dilaksanakan.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama lagi, pak Menhan dapat berkunjung kesini dan menyaksikan langsung bagaimana penting dan vitalnya bantuan sumur-sumur bor ini bagi kehidupan masyarakat sehari-hari,” kata HBK.

Menghidupkan Lahan Pekarangan

Di sisi lain, keberadaan sumur-sumur bor yang mampu menyuplai kebutuhan air bersih warga ini, diharapkan juga bisa menjadi jalan untuk memacu warga bisa memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif, sebagai bagian dari upaya menopang ketahanan pangan keluarga.

Masyarakat bisa menanam aneka sayuran dan bahan pangan cepat panen seperti kangkung, bawang, cabai rawit, dan juga yang lainnya. 

BACA JUGA: Unram Mulai Buka Program Magister Mitigasi Bencana

Dengan begitu, masyarakat mempunyai stok dan cadangan pangan yang bisa dimasak saat dibutuhkan.

“Cara ini memungkinkan masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangganya sehari-hari,” kata HBK.

Selama ini, gerakan memanfaatkan lahan pekarangan layaknya urban farming di daerah perkotaan, sulit dilakukan di daerah-daerah terdampak bencana kekeringan. 

Jangankan air untuk suplai kebutuhan tanaman, air untuk kebutuhan sehari-hari pun mereka sangat kesulitan.

Kini, dengan kehadiran sumur-sumur  bor bantuan Kemenhan RI ini, gerakan memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam dapat digalakkan kembali. 

HBK yakin sepenuhnya, dengan edukasi dan bimbingan yang masif dari seluruh pemangku kepentingan, hal tersebut dapat digalakkan di tengah-tengah masyarakat.

“Bencana pandemi Covid-19 telah membuka mata kita, betapa ketahanan pangan sebuah Negara juga bisa ikut runtuh. Kini kita patut bersyukur memiliki cukup air untuk memanfaatkan lahan pekarangan kita menjadi penopang ketahanan pangan setiap keluarga,” kata HBK.

Selain menjadi sumber pangan, pemanfaatan pekarangan juga bisa menjadi salah satu alternatif untuk sumber pendapatan. 

Tanaman-tanaman yang dibudidayakan di pekarangan juga bisa bernilai ekonomi bagi masyarakat karena juga bisa dijual setelah kebutuhan pangan keluarga terpenuhi. Dengan begitu, masyarakat selain memiliki ketahanan pangan, juga akan memiliki ketahanan ekonomi.(*)

 

 

 




Warga Tionghoa Berperan Menggerakkan Perekonomian NTB

Peran warga Tionghoa penting dalam pergerakan roda perekonomian NTB, kata Sekda NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Warga Tionghoa memegang peranan penting membangun dan menggerakkan perekonomian di NTB.

“Tidak dipungkiri bahwa warga Tionghoa yang berbeda di Pulau Lombok  maupun di pulau Sumbawa juga memegang peranan penting dalam pergerakan roda perekonomian NTB,” Sekretaris Daerah  NTB, Lalu Gita Ariadi.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Peresmian NWDI Center

Sekda mengatakan, warga Tionghoa berperan dalam menggerakkan ekonomi NTB

Sekda NTB sekaligus memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus Daerah (Indonesia Tionghoa) INTI NTB masa bhakti 2022-2026,  di Lombok Plaza Hotel Mataram,  Minggu (08/01/23) malam .

Sekda NTB yang akrab disapa Miq Gite mewakili Gubernur NTB,  dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan bangga kepada warga Tionghoa yang ikut membangun dan menggerakkan perekonomian di NTB.

“Tidak dipungkiri bahwa warga Tionghoa yang berbeda di Pulau Lombok  maupun di pulau Sumbawa juga memegang peranan penting dalam pergerakan roda perekonomian NTB,” ucapnya.

Peran warga Tionghoa sangat besar disaat  daerah kita  dilanda bencana alam berupa gempa dan virus covid-19 mewabahi negeri ini. Keterlibatan warga etnis Tionghoapun ikut membantu merecoverynya.

Lebih lanjut Miq Gite juga sampaikan, Ikhtiar dan tekad serta semangat persatuan dan kesatuan menjadi cara terbaik untuk menyatukan perbedaan.

“Perbedaan bukanlah halangan untuk meraih kemajuan namun merupakan Rahmat untuk bisa memperkaya  khasanah budaya bangsa kita,” tegas Miq Gite.

Miq Gite berharap Pengurus Daerah (Indonesia Tionghoa) INTI NTB yang baru saja dilantik  agar dapat menjalankan amanah  sebaik-baiknya, tetap dalam kebersamaan dan  persatuan  serta ikut menjaga kondusifitas 2023-2024.

“Mari kita junjung semangat persatuan kesatuan dan rasa toleransi diantara kita. Kita jaga kondusifitas 2023-2024 dan selanjutnya. Mari jadikan NTB rumah bersama yg indah dan membahagiakan,” ajaknya.

BACA JUGA: Temu Kangen Masyarakat Flores Sumba Timor Alor

Ikut hadir pada kesempatan itu Forkopimda NTB, Pejabat  perwakilan dari Bupati dan Walikota, Toga, Toma Todat juga dari FKUB. 

Hadir pula dari pengurus pusat Indonesia Tionghoa (INTI), Ketua Pembina Perhimpunan Indonesia Tionghoa dan Pengurus daerah,  para tokoh masyarakat dan tamu undangan serta warga Tionghoa yang ikut serta menyaksikan acara pelantikan malam ini.***

 

 




Gubernur NTB Hadiri Peresmian NWDI Center

Peresmian gedung Nahdlatul Wathan Diniyah Islamitah (NWDI) Center yang dihadiri Gubernur NTB menjadi keberkahan dalam mewujudkan NTB Gemilang 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Berdirinya NWDI Center diharapkan menghadirkan semangat dan arah baru dalam kehidupan masyarakat NTB. 

Harapan itu disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah saat menghadiri peresmian gedung Nahdlatul Wathan Diniyah Islamitah (NWDI) Center di Jalan Lingkar Selatan, Jempong Baru, Kota Mataram, Sabtu (07/01/23). 

BACA JUGA: Ormas Keagamaan Diminta Adaptif Terhadap Teknologi

Gubernur NTB berharap NWDI Center memberi arah baru NTB

“Semoga di awal tahun  baru dengan berdirinya NWDI Center ini akan memberikan semangat dan arah baru dalam kehidupan kita,” ujar Bang Zul yang ikut mendampingi Ketua Umum NWDI, TGH Zainul Majdi, Lc, MA.

Gedung NWDi Center yang dimulai pembangunannya sejak 2022 silam, menghabiskan anggaran 1,5 miliar, yang bersumber dari hibah penerintah provinsi dan sumbangan pengurus NWDI NTB. 

“Masih membutuhkan dua miliar rupiah lagi agar fasilitas gedung ini berfungsi untuk kebutuhan masyarakat dan jamaah NWDI,” jelas panitia pembangunan, TGH H Mahally Fikri. 

Sementara itu, Tuan Guru Bajang (TGB) mantan Gubernur  NTB yang juga Ketua Umum NWDI, dalam tausiyahnya mengatakan, salah satu keberkahan dalam mewujudkan NTB Gemilang adalah dengan majelis ilmu seperti konsep yang dihajatkan dalam pembangunan NWDI Center. 

“Kita harus bersyukur dengan hadirnya gedung ini. Mudah mudahan cita-cita NTB Gemilang dimudahkan dengan keberkahan,” ucap TGB. 

BACA JUGA: Temu Kangen Masyarakat Flores Sumba Timor Alor  

Hadir pula dalam peluncuran NWDI Center, Kapolda NTB, Danrem 162, para kepala OPD, pengurus NWDI, jamaah dan masyarakat luas.***

 

 




Ormas Keagamaan Diminta Adaptif Terhadap Teknologi

Perubahan lingkungan menjadi tantangan ormas Islam agar adaptif, dan agama harus menawarkan silusi menentramkan, itu pesan Bang Zul saat Muswil Wahdah Islamiyyah NTB

BIMA.lombokjournal.com ~ Organisasi Masyarakat (Ormas) keagamaan harus senantiasa adaptif terhadap tantangan zaman, terutama menyangkut perkembangan ilmu pengetahuan, perubahan lingkungan dan teknologi. 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat membuka acara Musyawarah Wilayah Wahdah Islamiyyah Nusa Tenggara Barat, di Kota Bima, secara daring melalui aplikasi Zoometing, Minggu (08/01/23). 

BACA JUGA: Unram Mulai Buka Prodi Magister Mitigasi Bencana

Ormas keagamaan diminta tawarkan solusi menentramkan
Zoom meeting Muswil Wahdah Islamiyyah NTB

“Sekarang, salah satu tantangan terhadap Ormas Islam adalah adaptif terhadap perubahan lingkungan terutama persoalan  teknologi,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Bang Zul menilai, Covid-19 yang terjadi beberapa tahun terakhir memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat. 

Masyarakat yang awalnya sholat dengan shof rapat, harus berjarak karena harus social and physical distancing

Sehingga wabah tersebut lanjutnya menuntut masyarakat harus berdamai dengan keadaan.

“Agama dituntut oleh masyarakat agar menawarkan solusi-solusi yang menentramkan, termasuk organisasi keagamaan,” ungkap Bang Zul melalui Zoom Meeting tersebut.

Orang nomor satu di NTB tersebut menjelaskan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke depan akan semakin luar biasa. 

Karena itu, organisasi keagamaan tidak boleh abai terhadap kemajuan science dan teknologi.

Gubernur Bang Zul juga mengucapkan selamat atas terlaksananya kegiatan tersebut dan berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan program-program yang menyatukan masyarakat. 

“Kedepannya, kami tunggu kehadiran Ustadz-ustadz sekalian di Mataram. Semoga ada program-program yang bisa dikolaborasikan dengan Pemprov NTB, ” tandas Bang Zul. 

Ketua Panitia Kegiatan yang berlangsung di Hotel La Ila Kota Bima itu,  Mulyadin, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema “Mengokohkan Solidaritas dan Kolaborasi dalam Mengatasi Persoalan Umat dan Bangsa Menuju NTB yang Gemilang”.

Melibatkan seluruh kader  dan pengurus Wahdah Islamiyyah di seluruh wilayah NTB, baik pengurus tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota

BACA JUGA: Menyelamatkan Ekosistem Dimulai dari Pilah Sampah dari Rumah

Ia juga menyampaikan rasa bangga dan bahagia serta terima kapada Gubernur Bang Zul yang telah berkenan hadir dan membuka acara tersebut, meskipun melalui daring.

“Semoga kehadiran Bapak Gubernur dapat memberikan motivasi, baik secara moril maupun materil terhadap kerja-kerja dakwah di masa yang akan datang,” tutupnya. ***

 

 

 




Bantuan Masyarakat Senteluk yang Terdampak Cuaca Ekstrim 

Bunda Niken yang mendampingi Gubernur NTB menyerahkan mengatakan, Pemprov NTB akan terus menyalurkan bantuan berusaha mencari solusi jangka panjangnya

LOBAR.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah, didampingi isteri, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menyerahkan bantuan kepada masyarakat pesirir Desa Senteluk, Batu Layar, yang terdampak cuaca ekstrim belakangan ini.

Bantuan yang diberikan berupa makanan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dan abon ikan yang mayoritasnya dibeli langsung dari UMKM lokal NTB. 

BACA JUGA: Unram Mulai Buka Porgram Magister Mitigasi Bencana

Bunda Niken saat menyerahkan bantuan pada masyarakat Senteluk yang terdampak cuaca ekstrem

“Mudah-mudahan sedikit buah tangan dari kami hari ini bisa membersamai bapak ibu semua,” ungkap Bang Zul.

Ia menyampaikan itu di hadapan warga yang umumnya berprofesi sebagai nelayan, Sabtu (07/01/23).

Sementara itu, Ketua TP-PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengungkapkan, cuaca ekstrim yang terjadi belakangan merupakan dampak perubahan iklim global. 

Pemerintah Provinsi NTB akan terus berusaha mencari solusi jangka panjangnya. 

“Tentu saja masyarakat di pesirir sangat terdampak, hal ini menjadi perhatian khusus pemerintah,” ungkap Bunda Niken. 

Bunda PAUD Nasional tersebut berharap agar cuaca ekstrem bisa segera berlalu. 

BACA JUGA: Temu Kangen Mayarakat Flores Sumba Timor Alor

Sehingga masyarakat pesisir yang paling terdampak bisa kembali beraktivitas sebagaimana biasanya. ***

 

 




Unram Mulai Buka Prodi Magister Mitigasi Bencana 

Pemprov NTB mendekung prodi baru Unram dengan memberikan beasiswa kepada lima calon mahasiswa yang akan diseleksi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Program Studi baru di Universitas Mataram atau Unram, yaitu Prodi Magister Mitigasi Bencana (PSMMB) mendapat dukungan dari Pemprov NTB yang berkomitmen mendukung pengembangan perguruan tinggi di daerah. 

“Ini (Prodi baru Unram) bagus dan sangat kita butuhkan pemanfaatannya untuk daerah kita dalam jangka panjang. Yang penting jalan dulu, kalau ngomongin siap, kita lebih siap,” kata Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.

BACA JUGA: Menyelamatkan Ekosistem, Dimulai Pilah Sampah Dari Rumah

Gubernur NTB menerima audensi pengelola prodi baru Unram

Hal itu dikatakannya saat menerima audiensi Pengelola Prodi Magister Mitigasi Bencana Unram di ruang kerjanya, Jumat (06/01/22).

Bahkan untuk mendukung program studi baru tersebut, Pemprov NTB berencana memberikan beasiswa kepada lima orang calon mahasiswa terbaik, yang akan diseleksi sebelumnya pihak terkait untuk mengikuti perkuliahan.

Saat ini, sebanyak sepuluh orang calon mahasiswa telah terdaftar dalam Prodi Magister Mitigasi Bencana Unram. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pascasarjana Unram, Prof. Ir. H. Muhammad Sarjan, M.Agr.CP., Ph.D.

“Sekarang kami sudah dapat sepupuh calon mahasiswa, dan akan ada tambahan lagi lima orang calon terbaik setelah diseleksi oleh Pemprov untuk ikut kuliah di prodi Magister Mitigasi Bencana,” kata Prof. Sarjan. 

Menurutnya, edukasi mengenai mitigasi bencana sangat penting. Mengingat Indonesia adalah wilayah Ring of Fire yang menjadi penyebab rawan terhadap gempa, termasuk di Lombok-NTB. 

“Sejak bencana gempa di Lombok, mitigasi bencana itu menjadi isu yang sangat penting, mengingat Indonesia letaknya Ring of Fire (Cincin Api), termasuk di Lombok. Kita bahkan punya tiga konsorsium perguruan tinggi di bidang mitigasi bencana yaitu Univ. Syiah Kuala Aceh, Univ. Tadulako Palu, dan Univ. Mataram karena ketiga daerah ini pernah punya pengalaman dalam bidang kebencanaan,” jelasnya.

BACA JUGA: Ekspo Produk UKM-IKM Dihadiri Mahasiswa Singapura

Sebagai informasi, PSMMB resmi mendapatkan SK Izin Operasional pada bulan Oktober 2022 lalu, dan telah melakukan penerimaan mahasiswa baru angkatan pertama pada bulan Desember 2022. 

Dengan dibukanya Prodi tersebut, menjadikan Unram sebagai satu-satunya universitas di wilayah Indonesia Tengah dan Timur yang mempunyai Prodi Magister Mitigasi Bencana.

Dengan pembukaan prodi baru ini, diharapkan menjadi pusat studi kegempaan, tsunami kegunungapian dan perubahan iklim terutama di wilayah Nusa Tengga dan sekitarnya.

BACA JUGA: Pola Pikir Jadi Kunci Sukses, Bagaimana Merubahnya?

Turut mendampingi Gubernur pada audiensi tersebut yaitu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB dan Kepala BKD Provinsi NTB. ***

 




Menyelamatkan Ekosistem, Dimulai Pilah Sampah dari Rumah

Untuk menyelamatkan lingkungan, menurut Wagub NTB membutuhkan perhatian khusus dan serius untuk hindari bencana alam

MATARAM.lombokjournal.com ~ Memilah sampah dari rumah merupakan langkah awal untuk turut menyelamatkan ekosistem. 

Penegasan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah itu disampaikan saat menjadi keynote speaker webinar series TP.PKK Provinsi NTB “Kesiapsiagaan Bencana Musim Penghujan Dari Rumah”.

Webinar bertema “Kebijakan Zero Waste Dalam Mewujudkan NTB Gemilang” melalui zoom meeting, hari kamis (05/01/22).

BACA JUGA: Ekspo Produk UKM-IKM Dihadiri Mahasiswa Singapura

Menyelamatkan ekosistem bisa dimulai pilah sampah dari rumah

“Pilah sampah dari rumah adalah faktor terpenting dan terbesar dalam kita mengelola sampah, bagaimana bank sampah terkelola dengan baik, semua adalah cara agar ekosistem kita tidak terancam,” ungkap Wagub NTB.

Ketidaksadaran memikirkan kondisi alam dalam memenuhi kebutuhan, mengakibatkan kondisi lingkungan terancam.

Ini membutuhkan perhatian khusus dan serius. Mengabaikan kondisi alam, mengakibatkan sering terjadinya bencana alam, longsor, perubahan iklim dan lain sebagainya.

Dikatakan, perubahan iklim dari musim hujan dan kemarau yang tidak menentu, menyebabkan pekerjaan menjadi terganggu, dan itu semua karena ekosistem telah terganggu oleh ulah manusia sendiri.

Emisi gas kaca, pemanasan global sudah menjadi hal yang sangat emergency untuk ditangani bersama. Tentu ini menyebabkan ekosistem dan keseimbangan di bumi terganggu.

NTB Bersih atau Zero Waste

Dalam mengatasi itu, di NTB memiliki beberapa program yang salah satunya yaitu NTB Bersih atau Zero Waste. Tentang bagaimana mengelola sampah, agar sampah tidak jadi musibah, dan bagaimana sampah dipilah agar menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Sumber dari banyak permasalahan sampah adalah sampah organik yang di hasilkan seperti dari bekas makanan dan lain sebagainya. Sampah organik ini kalau tidak di pilah bisa menyebabkan bau, penyakit. Itulah mengapa pentingnya pilah sampah dari rumah. Sehingga PKK, Dharma Wanita, BKOW dan organisasi lainnya sangat besar perannya agar bagaimana di NTB ini bisa memilah sampah dari rumah,” papar Ummi Rohmi sapaan wagub..

Harapannya, memilah sampah dari rumah harus dikampanyekan secara masif dan bersungguh-sungguh bersinergi, maka impact nya luar biasa bagi NTB. Sehingga resiko sampah menjadi penyakit hilang.

Ummi Rohmi juga menyampaikan bagaimana agar desa tangguh bencana,  masyarakatnya paham dengan potensi bencana yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal, bisa terproteksi agar semua bisa tanggap bencana.

“Semangat semua, sehat, terus berkolaborasi, mulai dari rumah, mari kita pilah sampah dari rumah, pilah antara sampah organik dan anorganik, karena dengan memilah sampah lah kita bisa memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan di NTB ini,” katanya.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah ikut menjelaskan, perubahan iklim dan efeknya tanpa disadari merupakan dampak dari pola hidup yang kurang positif.

Pertambahan jumlah penduduk menyebabkan pertambahan jumlah sampah, di sisi lain pengelolaan sampah belum baik. Ditambah dengan pola hidup konsumsif saat ini. Padahal total keseluruhan sampah yang ada sekitar 62 persen dari sampah rumahtangga.

BACA JUGA: NTB Sebagai “Land of Infinitive Experiences”

“Semua akan bermuara kepada kita sendiri, misalnya kita meninggalkan sampah di plastik sembarangan, kemudian hilang. Sampah dibawa ke sungai kemudian laut, sampah di laut dengan efek pemanasan global plastiknya akan mencair, kita kira hilang ternyata tidak, plastik berubah menjadi mikroplastik, dimakan oleh ikan, ikan ditangkap kemudian kita makan. Akhirnya kita sedang meracuni diri kita sendiri karena didalam ikan itu banyak penyakitnya”, jelas Bunda Niken. 

Diharapkan, semua memiliki paradigma sama, mengubah pola pikir, memberikan pendidikan sejak dini kepada anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya. 

Dan memilah sampah, memperhatikan lingkungan, bersikap aktif dalam menyelamatkan bumi makan akan memberikan dampak yang signifikan. ***

 

 




Peresmian Tiga Ruang Kelas di Ponpes Darul Atqia, Loteng

Beri perhatian pada Pendidikan para santri, Rachmat Hidayat lakukan peresmian tiga ruang kelas belajar di Ponpes Darul Atqia Lombok Tengah

LOTENG.lombokjournal.com ~ Penggunaan tiga ruang kelas belajar atau RKB di Pondok Pesantren Darul Atqia, Labulia, Jonggat, Lombok Tengah, diresmikan anggota DPR RI dari PDI Perjuangan H Rachmat Hidayat, Rabu (04/01/23).

Ruang kelas tersebut dibangun melalui dana aspirasi Rachmat Hidayat senilai Rp 354,9 juta, bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan NU Care-LazizNU.

“Pembangunan tiga ruang kelas belajar ini akan menyempurnakan seluruh proses belajar mengajar untuk anak-anak kami para santri di Ponpes Darul Atqia,” kata Rachmat.

BACA JUGA: Perguruan Tinggi Swasta Harus Lebih Berdaya

Dalam peresmian penggunaan ruang kelas, Rachmat Hidayat didaulat menggunting pita menandai peresmian pemanfaatan ruang kelas

Ia didaulat menggunting pita menandai peresmian pemanfaatan ruang kelas, didampingi para petinggi Partai Banteng Moncong Putih. 

Antara lain Anggota DPRD NTB dari Lombok Tengah H Ruslan Turmuzi, Ketua DPC PDIP Lombok Tengah Suhaimi yang hadir bersama Sekretaris dan Bendahara DPC. 

Hadir pula Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Amrullah, yang juga merupakan pengusaha muda putra Rumbuk.

Rachmat berharap, seiring dengan bertambahnya fasilitas, Ponpes Darul Atqia mampu melahirkan lulusan yang berkualitas, yang memberi kemanfaatan besar di tengah-tengah umat.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Atqia TGH Supardi Ramli menyongsong kedatangan Rachmat dan rombongan. Selama peresmian, terasa kegembiraan di kompleks Ponpes yang menyelenggarakan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA ini.

TGH Supardi Ramli menyampaikan terima kasih kepada Rachmat yang membantu pembangunan tiga RKB di Ponpes Darul Atqia dengan kualitas yang luar biasa.

“Kalau boleh jujur, bangunan ruang kelas ini bahkan jauh lebih bagus jika dibanding rumah tempat tinggal tiang,” kata TGH Supardi Ramli.

Menurutnya, insan di Ponpes Darul Atqia bersyukur atas kehadiran tiga ruang kelas baru. 

Selama ini, ruang kelas yang dimiliki Ponpes ini memang tidak mampu menampung seluruh santri untuk seluruh jenjang pendidikan. Pihak Ponpes pun masih harus meminjam dan menyewa ruang kelas di lembaga pendidikan yang lain. 

BACA JUGA: Ekspo Produk UKM-IKM Dihadiri Mahasiswa Singapura

Seluruh santri pun tak bisa serentak masuk pada pagi hari. Sehingga sebagian santri ada yang menempuh proses belajar mengajar sore hari.

TGH Supardi menyebut, Rchmat Hidayat dan para petinggi PDIP adalah orang-orang yang erjasa besar asbab kian sempurnanya fasilitas pendidikan di Ponpes tersebut.

“Ini sungguh kehendak Allah SWT yang patut kami syukuri,” katanya.

Secara khusus, ulama muda Lombok Tengah ini menyebut Rachmat Hidayat adalah senior, mentor, dan guru bagi dirinya. Hingga saat ini, bahkan tiap malam, Rachmat selalu mengirim pesan untuk mengingatkan Salat Tahajjud di sepertiga malam.

“Beliau adalah mentor tiang khususnya tentang tata cara bersikap kepada sesama manusia,” kata TGH Supardi.

Dengan kian bertambahnya fasilitas, TGH Supardi pun memastikan pelayanan kepada para santri akan kian baik. Ke depan, Ponpes pun akan terus dikembangkan. 

Masih ada lahan seluas 50 are untuk area pengembangan. 

Dia menuturkan, salah satu yang dibutuhkan saat ini adalah penambahan bangunan asrama. Sebab, seluruh santri yang menempuh pendidikan di Ponpes ini memang diwajibkan tinggal di asrama.

Saat ini, gedung asrama putri dan putra masih terdiri dari satu bangunan. Lantai satu menjadi asrama putra, sementara lantai dua menjadi asrama putri. Meski berada di satu gedung, pintu masuk ke area asrama putra dan putri terpisah. 

TGH Supardi tak menampik, jika ada omongan masyarakat terhadap asrama yang masih satu gedung tersebut. Sehingga dia berharap, dukungan dapat terus diberikan ke Ponpes dari para pemangku kepentingan.

Rachmat Hidayat saat didaulat bicara minta Ketua DPC PDI Lombok Tengah Suhaimi mewakilinya. Suara Rachmat memang sedang parau dan sedang dalam proses pemulihan.

Suhaimi menjelaskan karir Rachmat Hidayat yang panjang sebagai wakil rakyat. Mulai dari Anggota DPRD di Lombok Timur, lalu Anggota DPRD di Provinsi NTB dan kini di DPR RI. 

Khusus di DPR RI, perkhidmatan Rachmat bahkan kini sudah memasuki periode ketiga.

“Kalau beliau bukan benar-benar figur yang menyayangi dan memperhatikan masyarakat, bukan benar-benar figur yang amanah, maka sangat tidak mungkin bisa menduduki jabatan wakil rakyat sedemikian panjang dan lama,” kata Suhaimi yang disambut tepuk tangan hadirin.

Suhaimi juga menyampaikan, bagaimana Bung Karno, Presiden Pertama Indonesia, saat pidato di depan Sidang Majelis Umum PBB pada 30 September 1960, membuka pidatonya dengan mengutip ayat suci Alquran. 

Itu adalah kali pertama di dunia, seorang presiden mengutip ayat Alquran dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia di Sidang PBB. Apa yang dilakukan Bung Karno kala itu benar-benar menggemparkan.

Bung Karno mengutip Surah Al Hujarat Ayat 13. “Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”

Bung Karno membuka mata dunia, keberagaman itu bukanlah kehendak manusia. Tetapi memang menjadi kehendak Sang Pencipta. 

Sehingga manusia ada yang berbeda suku, bahasa, ataupun warna kulit. Namun, di balik keberagaman itu, ada kesetaraan.

Tidak ada ras yang lebih unggul dibanding ras lainnya. Tidak ada suku yang lebih mulia dibanding suku yang lainnya.

Suhaimi pun mengutip khutbah Rasulullah SAW saat Haji Wada yang berpesan bahwa tak ada kelebihan orang Arab dari bukan Arab. “Laa fadhla li-arabiyyin ala ajamiyyin wa laa li-ajamiyyin ala arabiyyin wa laa li-ahmara ala aswada wa laa aswada ala ahmara illa bi-ttaqwa,”. (“Tak ada kelebihan orang Arab dari yang bukan Arab (ajam), yang bukan Arab dari orang Arab, yang berkulit merah dari yang berkulit hitam, dan yang berkulit hitam dari yang berkulit merah, selain dari ketakwaannya,”).

BACA JUGA: Realisasi PAD NTB Meningkat Rp382,84 milyar

Semangat keberagaman dan keseteraan itulah yang kata Suhaimi terus digaungkan Bung Karno. 

Bung Karno mendirikan Partai Nasionalis Indonesia (PNI) yang kemudian bertransformasi kini menjadi PDI Perjuangan yang didirikan putrinya,  Megawati Soekarnoputri yang merupakan Presiden Indonesia kelima.

“Keberagaman dan semangat kesetaraan ini penting kita pahami. Ini cara satu-satunya, jaminan membuka ruang, sehingga kita semua punya potnesi yang sama untuk berkompetisi di tengah hiruk pikuknya dunia,” kata Suhaimi.

Anggota DPRD Lombok Tengah ini pun menegaskan, inilah sanadnya, atau asal muasalnya, bila PDI Perjuangan kini menjadi amat sangat konsisten menyuarakan dan merawat keberagaman dan kesetaraan.

“Dan betapa beruntungnya kita saat ini, hadir di tengah-tengah kita, salah seorang pendiri PDI Perjuangan, Bapak H Rachmat Hidayat,” katanya.

Suhaimi menegaskan, mereka yang perkhidmatannya bersanad ke Ibu Hj Megawati, kemudian ke Bung Karno, adalah tokoh-tokoh yang memegang prinsip dalam kaidah Ushul Fiqih, “Tasyarauful imam ala roiyah. Manutul bim maslahah”, yakni tindakan pemimpin terhadap rakyat harus didasarkan atas pertimbangan kemaslahatan.

“Jadi kalau ada yang masih menyebut PDI Perjuangan ini partainya orang-orang kafir, orang-orang PKI, mulem endekn arak pikirm,” tandas Suhaimi.

Suhaimi menjelaskan secara singkat Badan Pengelola Keuangan Haji, yang kini selain mengelola dana haji juga mengelola Dana Abadi Umat. 

Hasil pengelolaan Dana Abadi Umat inilah yang kemudian kini digunakan untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satunya membantu pembangunan ruang kelas di Ponpes Darul Atqia.

Sementara itu, perwakilan BPKH dan NU Care-LazisNU H Mohammad Hasbi menyampaikan, usulan pembangunan tiga ruang kelas ini diajukan pada 21 Juni 2022.

Dengan dikawal oleh H Rachmat Hidayat dari Komisi VIII DPR RI yang merupakan mitra kerja BPKH, maka dalam waktu satu bulan, persetujuan pembangunan tiga ruang kelas ini diterbitkan oleh Kepala BPKH Anggito Abimanyu.

“Total anggarannya Rp 354,9 juta,” kata Ustad Hasbi. (*)

 

 




Mutasi Enam Pejabat Eselon II Pemprov NTB

Sekda NTB berharap  M mutasi yang dilaMutasi Enam Pejabat Eselon II Pemprov NTB kukam dapat membuat akselerasi pencapaian hasil kerja

MATARAM.lombokjournal.com ~ Enam pejabat eselon II dilantik Sekertaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi dalam seremoni mutasi di Ruang Rapat BKD Provinsi NTB, Rabu (04/01/23).

BACA JUGA: Realisasi PAD NTB Meningkat Rp392,94

Mereka yang mengalami pergeseran jabatan, antara lain Baiq Nelly Yuniarti yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kominfotik NTB mendapat jabatan baru sebagai Kepala Dinas Perdagangan NTB. 

Kepala Sat Pol PP NTB Najamuddin Amy kembali menggantikan Baiq Nelly sebagai Kepala Diskominfotik NTB. 

Selain itu, Kepala Dinas Perdagangan NTB yang sebelumnya H. Fathurrahman menjadi Asisten I Setda NTB. H. Fathurrahman megganti posisi H.Madani Mukarom yang  kini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Sosial Kemasyarakatan.

Jamaluddin Malady yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur, kini menjadi Kepala Dinas Pariwisata NTB, menggantikan posisi H. Yusron Hadi. Yusron sendiri digeser menjadi Kepala Sat Pol PP NTB menggantikan Najamuddin Amy.

Miq Gite sapaan Sekda dalam kesempatan itu berharap, mutasi yang dilakukan dapat membuat akselerasi pencapaian hasil kerja yang telah dilakukan sebelumnya. 

Selain itu diharapkan, kegiatan internasional di tahun 2023 serta sejumlah kegiatan bisa lebih disempurnakam. 

BACA JUGA: NTB sebagai “Land of Infinite Experiences”

Miq Gite berharap agar event yang sudah berjalan baik di tahun 2022 lalu, dapat menjadi lebih baik lagi ke depan. 

“Pergeseran Kepala OPD terkait dengan kebutuhan organisasi,” tandasnya.***

 

 




NTB Sebagai “Land of Infinite Experiences” 

Dalam kegiatan Ekspo Produk UKM-IKM, Wagub NTB ikut menggaungkan  NTB Land of Infinite Experiences

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tagline “NTB Land of Infinite Experiences” terus digaungkan pemerintah dalam berbagai kesempatan untuk mempromosikan potensi-potensi daerah wisata yang ada di NTB. 

Kali ini, Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah berbagi pengalaman mengenai program-program pembangunan berkelanjutan yang telah dilakukan Pemprov NTB untuk menjaga keindahan alam dan lingkungan di NTB, pada kegiatan Expo Produk UKM-IKM yang diselenggaraan BRIDA NTB di BRIDA NTB, Rabu (04/01/23).

Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai belahan negara di dunia, yang menempuh pendidikan Program Master in Public Administration (MPA) Lee Kuan Yew School Of Public Policy (LKYSPP) dari National Of Singapore (NUS).

BACA JUGA: Ekspo Produk UKM-IKM Dihadiri Mahasiswa Singapura

Wagub NTB bersama mahasiswa dari dari National Of Singapore (NUS)
Wagub NTB bersama mahasiswa dari National Of Singapore (NUS)

“Kami menyebut NTB sebagai “Land of Infinite Experiences”, terutama untuk pariwisata, karena kita memiliki pantai, air terjun, gunung dan lainnya. Sudah menjadi tugas kami untuk menjaga daerah ini. Oleh karenanya, kami punya beberapa program untuk itu, seperti Zero Waste, NTB Hijau, Energi Terbarukan, dan Pengembangan Wisata yang berkelanjutan,” jelas Wagub.

Ia menyatakan, seluruh program yang telah berjalan merupakan buah dari kerja sama Pemprov NTB dengan para stakeholders terkait. 

Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga harus melakukan kolaborasi dengan seluruh pihak.

“2021 lalu kami juga diundang untuk mengikuti COP-26 di Inggris, pada kesempatan tersebut kami menyatakan bahwa NTB siap menuju Net Zero Emission pada tahun 2050. Kami tau, kami tidak bisa bekerja sendiri. Tentu kami akan sangat senang berkolaborasi dengan LKYSPP untuk inisiatif dan inovasi baru,” kata Ummi Rohmi, sapaannya.

Ia berharap para mahasiswa yang mengikuti kunjungan studi dapat belajar dan mendapat banyak informasi serta pengalaman yang menyenangkan sembari menikmati waktunya di NTB. 

Sementara itu, sambutan hangat juga datang dari perwakilan dosen dari Universitas Teknologi Sumbawa, Ery  Sofiatry, M.Sc. 

Ia mengatakan, kegiatan expo ini akan memberikan banyak pemahaman mengenai Sustainable Development di NTB.

“Expo kali ini akan memberikan pemahaman mengenai Sustainable Development di NTB. Selamat datang, semoga memiliki banyak waktu yang menyenangkan,” tutur Ery.

Kegiatan Expo tersebut menghadirkan 15 Prakarsa/peserta yang berfokus pada pengembangan energy terbarukan. 

BACA JUGA: NTB Punya Gunung, Pantai dan Semua Wisata yang Dibutuhkan

Para mahasiswa yang hadir pun berkesempatan untuk menggali informasi mengenai produk-produk lokal NTB yang ditawarkan oleh para UKM-IKM.

Hadir mendampingi Wagub, yaitu Asisten II Setda Provinsi NTB, Kepala BRIDA NTB, Kepala Dinas Kominfotik NTB, dan beberapa stakeholders terkait. ***