Wapres Apresiasi Dakwah Digitalisasi Wahfazh Ala NW

Upaya Nahdlatul Wathan yang memajukan bidang pendidikan dan sosial di tanah air didukung Wapres Ma;ruf Amin 

LOTIM.LombokJournal.com ~ Wakil Presiden (Wapres) RI, K.H. Ma’ruf Amin mengimbau para Pengurus Nahdlatul Wathan terus mengembangkan digitalisasi dakwah dalam pendidikan agama Islam. 

Imbauan itu disampaikan Wapres dalam rangkaian akhir kunjungan kerjanya di Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Saat menghadiri Tasyakuran Hari Jadi ke-70 Nahdlatul Wathan di Lombok Timur, .

“Saya harap digitalisasi dakwah dapat diikuti dengan digitalisasi pengelolaan dana sosial syariah,” ujar Wapres.

BACA JUGA: Permintaan Produk Halal Berkembang Pesat

Harapan itu diucapkan saat acara Tasyakuran Hari Jadi ke-70 Nahdlatul Wathan di Auditorium Majlis Dalwah Hamzanwadi II, Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW, JL. Raya Mataram Labuhan Lombok KM 49, Anjani, Selong, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Jum’at (17/03/2023).

“Sehingga akan semakin berkembang, dan juga profesional, dan semakin akuntabel,” tambahnya.

Di sisi lain, Wapres Ma’ruf Amin mendukung penuh upaya Nahdlatul Wathan yang memajukan bidang pendidikan dan sosial di tanah air.

“Saya mengapresiasi langkah Nahdlatul Wathan yang tidak hanya aktif di bidang pendidikan tetapi juga di bidang sosial,” puji Wapres.

Wapres mengapresiasi Nahdlatul Wathan yang melakukan inovasi dalam digitalisasi dakwah, dengan membuat aplikasi komunikasi dan media sosial bernama Wahfazh.

“Saya ingin mengapresiasi inovasi Nahdlatul Wathan dalam digitalisasi dakwah dalam bentuk Aplikasi Wahfazh,” ujarnya.

Ia menyampaikan ucapan selamat atas peringatan hari jadi Nahdlatul Wathan yang ke-70, dan mengharapkan kemajuan lembaga ini sehingga dapat berkontribusi untuk membantu masyarakat. 

BACA JUGA: Seminar Kebanmgsaan Peringati Hari Jadi ke 70 Nahdlatul Wathan  

“Suatu berkah usia yang matang bagi Nahdlatul Wathan untuk meneguhkan eksistensinya dalam  kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ucap Wapres sambil mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-70 Nahdlatul Wathan.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Awathan TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani menyampaikan, Nahdlatul Wathan akan terus menjadi mitra pemerintah.

Dan akan terus bergerak di bidang pendidikan agama Islam dan dakwah, untuk mendorong Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

“Kita harus terus memberi kontribusi yang positif terhadap NKRI tercinta,” tegasnya.

Acara yang mengangkat tema “Merawat Peradaban, Menjaga Persatuan” ini, ditutup dengan penekanan layar sentuh oleh Wapres sebagai tanda Launching Aplikasi Wahfazh.

Aplikasi Wahfazh merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Nahdlatul Wathan, berfungsi menjadi wadah komunikasi dan sosial media. Yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, khususnya jemaah Nahdlatul Wathan.

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Timur Sukiman Azmy, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Nilai Kebangsaan dalam Program 1000 Cendekia

Wapres didampingi Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono Wahjoe Sedjati, Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, Masykuri Abdillah dan Zumrotul Mukaffa, serta Tim Ahli Wapres Johan Tedja dan Farhat Brachma. ***

 




Pemprov NTB Dukung Pemberantasan Korupsi oleh APH 

Pengusutan kasus korupsi yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemprov NTB, akan dibarengi kebijakan internal yang terukur dan proporsional.

 MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB memberi dukungan kepada aparat penegak hukum (APH) yang saat ini tengah berupaya melakukan pemberantasan korupsi di NTB. 

Selain memberikan dukungan, Pemprov NTB juga menyerukan agar pemberantasan korupsi di NTB, dilakukan dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah.

Seruan itu disampaikan Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy, menanggapi maraknya pemberitaan seputar kasus korupsi yang tengah ditangani oleh APH di NTB.

BACA JUGA: Tuntutan Warga Gili Dikonsultasikan ke KPK dan Kemen ATR BPN

Kata Najamuddin Amy, Pemprov NTB menyerukan agar pemberantasan korupsi di NTB, dilakukan dengan mengedepankan azas praduga tak bersalah
DR Najamuddin Amy

“Melihat perkembangan yang ada, Pemprov NTB tetap memberikan dukungan pada upaya Kejaksaan Tinggi NTB melakukan tugasnya dalam setiap tahapan dan proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Najamuddin.

Dukungan Pemprov NTB ini juga tak terlepas dari sikap Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang mendukung upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan APH. 

“Gubernur dan Wakil Gubernur NTB memberikan dukungan upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan APH. Tentunya, asas praduga tidak bersalah dikedepankan,” ujar Najamuddin. 

Komitmen Pemprov NTB dalam mendorong penegakan hukum di NTB ini, juga dibarengi dengan komitmen serupa dalam memastikan tak terganggunya pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA: Edukasi dan Advokasi Hukum Harus Kian Masif

Karenanya, setiap kemajuan yang dicapai APH dalam proses pengusutan berbagai kasus korupsi yang melibatkan aparatur sipil negara di lingkup Pemprov NTB, akan dibarengi kebijakan internal Pemprov NTB yang terukur dan proporsional.

Najamuddin menegaskan, berbagai dinamika yang mengiringi perkembangan kasus-kasus korupsi saat ini merupakan hal lumrah.

“Kejadian-kejadian hukum ini bukan saja berlaku atau terjadi di NTB, di hampir setiap daerah juga ada. Ini menunjukkan bahwa proses kehidupan bernegara dan proses pemerintahan yang selalu berjalan. Setiap institusi tetap harus saling mendukung dan menghormati tugas dan kewenangan institusi yang lain,” ujarnya.

Najamuddin meminta semua masyarakat dan semua pihak menghormati proses hukum yang berjalan, tanpa harus saling mereduksi. 

BACA JUGA: Aset di Gili Trawangan Tidak Diperjual Belikan

“Hukum yang sedang berjalan punya cara sendiri menjalani prosesnya dan kita semua sebagai warga negara yang baik dan taat pada hukum harus menghormati setiap prosesnya,” tegasnya. ***

 

 

 




Seminar Kebangsaan, Hari Jadi ke-70 Nahdlatul Wathan

Dalam seminar kebangsaan itu Prof Yusril dan Mendag RI jadi pembicara kunci yang disampaikan secara daring

MATARAM.LombokJournal.com ~ Lahirnya peradaban baru membutuhkan kolaborasi dan elaborasi pengetahuan agama dan teknologi. Dan selalu sadar Islam selalu relevan dengan perkembangan zaman.

Pakar Hukum Tata Negara Prof Yusril Ihza Mahendra mengatakan itu, dalam Seminar Kebangsaan dan Muktamar Pemikiran Mahasantri Nahdlatul Wathan di Mataram hari Kamis (16/03/23).. 

Seminar yang bertema “Eksistensi dan Peran Ormas dalam Mendorong Partisipasi Publik bagi Pembangunan Pasca 2 Dekade Reformasi” itu digelar Panitia Peringatan Hari Jadi (HADI) ke-70 Nahdlatul Wathan. 

BACA JUGA: Permintaan Produk Halal Berkembang Pesat

Ormas Islam terbesar di NTB itu didirikan pahlawan nasional Almagfurulahu Maulanasyaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Dalam seminar kebangsaan Hari Jadi ke 70 NTB, Prof Yusril bicara tentang pembangunan perdaban
Dua pembicara kunci

Menurut Prof Yusril, tantangan yang dihadapi umat Islam jauh lebih kompleks seiring perkembangan zaman. 

Ia menjelaskan panjang lebar, bagaimana negara-negara adi kuasa juga berkepentingan dengan Indonesia. 

Kepentingan tersebut semata-mata kepentingan negara-negara adi kuasa, tidak terkait langsung dengan kepentingan masyarakat Indonesia. 

Dalam seminar itu selain menghadirkan dua pembicara kunci, yakni Prof Yusril Ihza Mahendra dan Menteri Perdagangan H Zulkifli Hasan. 

Juga pembicara tokoh-tokoh internal Nahdatul Wathan yakni Prof Fahrurrozi Dahlan,  Dr HM Mugni, Dr TGH L Abdul Muhyi, dan Dr Sayyid Ali Jadid.

Peran Umat Islam 

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan peran luar biasa umat Islam. Bahkan ormas-ormas Islam adalah bagian dari pendiri lahirnya bangsa Indonesia.

BACA JUGA: Nilai Kebangsaan Dalam Program 1000 Cendekia

“Makanya jangan kita mau diadudomba, karena kalau terjadi kemarahan sesama umat Islam yang rugi umat Islam dan itulah yang mereka inginkan,” tandasnya.

Mendag memberi contoh. Di Indonesia, jika ada 10 orang berkumpul, maka sebanyak delapan orang adalah umat Islam, mengingat umat Islam mayoritas di Indonesia. 

“Karena itu, kalau dibelah dua orang Indonesia kata dia, maka sesama Islamlah kita berkelahi. Maka, mari kita bersikap secara rasional tidak emosional,” katanya mengingatkan.

Inovasi Teknologi

Pada kesempatan itu, para Kepala Daerah di NTB menyampaikan gagasan dan pemikirannya. 

Gubernur NTB H Zulkiflimansyah memberi apresiasi tinggi digelarnya seminar yang dilaksanakan oleh NW.

Gubernur mengungkapkan, topik seminar ini merupakan perosalan yang sangat serius. Karena terkait langsung dengan pentingnya pembangunan berkelanjutan. 

Sebagai orang yang belajar ekonomi, Gubernur Zul menegaskan, tema pembangunan berkelanjutan sungguh sangat menarik.

“Ketika NW bicara tema ini, akan memberi dampak yang sangat besar di masa yang akan datang,” tandasnya. 

Gubernur mengemukakan variabel penting dalam pembangunan berkelanjutan tersebut. Salah satunya adalah pentingnya inovasi dan teknologi. 

Sebab, tanpa sains dan teknologi, maka menjadi sangat tidak mungkin bagi NTB maupun Indonesia menggesa ketertingagalan.

Sayangnya, kata Gubernur, cerita-cerita tentang inovasi dan teknologi tersebut cenderung direduksi. Padahal, pembelajaran teknologi tidak bisa direduksi maknanya seperti komoditas. 

Karena itu, Gubernur mendorong agar inovasi-inovasi harus segera dimunculkan di banyak pondok pesantren yang dikelola organisasi Islam di NTB.

“Isu inovasi teknologi harus sering diucapkan, harus sering didiskusikan. NW harus bisa menyiapkan SDM yang lebih fokus dalam sains dan teknologi, sehingga menjadi kombinasi yang luar biasa antara ilmu agama dan sains,” tandas Gubernur.

 Ormas Islam yang mau maju, harus banyak bicara pembangunan berkelanjutan. Harus banyak mendiskusikan dan menggagas hal-hal yang terkait dengan iptek dan sains.

BACA JUGA: Bang Zul Berharap, PW NWDI Jadi “River Organization”

Dia menceritakan, bagaimana dirinya mendapatkan 12 peluang beasiswa bidang teknik sipil Republik Ceko. Namun yang mendaftar hanya empat orang. 

Gubernur pun mendorong NW sejak awal mencari guru-guru yang mampu menjelaskan sains teknologi matematika dengan baik.

“Sehingga, selain kita punya orang-orang yang ahli pada bidang agama, mestinya ada yang jago bidang matematika yang mampu menjelaskannya dengan baik,” kata Gubernur.

Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri mendapat kesempatan menyampaikan gagasan dan pemikirannya.

Ia banyak menjelaskan tentang pentingnya program pengentasan kemiskinan di daerah. Dia mengatakan, pencatatan angka kemiskinan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, adalah kerja ilmiah luar biasa dan bukan main-main. 

Data-data tersebut menghadirkan akurasi tentang jumlah masyarakat miskin di suatu daerah.

Klinik Peduli Yatim

Bupati Pathul menyampaikan sejumlah praktik baik yang sudah dilakukan di Lombok Tengah. Misalnya program pencatatan anak yatim di seluruh Lombok Tengah. Ia menugaskan satu orang pegawai khusus di tiap desa untuk melakukan pencatatan itu.

Lombok Tengah juga menyiapkan program tahunan untuk anak-anak yatim, yakni Hari Rahman Rahim. 

Pada hari itu, seluruh anak yatim di Lombok Tengah yang kini berjumlah 12.137 orang, mendapatkan santunan dari Pemkab Lombok Tengah. 

Total untuk santunan tersebut mencapai Rp 1,2 miliar.

Dananya, kata Bupati Pathul berasal dari anggaran BAZNAS Kabupaten Lombok Tengah, yang saat ini setiap tahun mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 11 miliar.

Rencananya, setelah bulan Ramadan ini, anak-anak yatim di Lombok Tengah tidak akan mendapat santunan dalam bentuk uang tunai lagi. 

Tetapi akan diganti dalam bentuk biaya pendidikan. Pemkab Lombok Tengah akan menanggung seluruh biaya sekolah anak-anak yatim tersebut. 

Selain itu, Pemkab Loteng juga akan membiayai anak-anak yatim untuk menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Mataram. Seluruh biaya pendidikannya akan ditanggung oleh pemerintah.

BACA JUGA: Sukseskan Shell Eco-Marathon 2023 di Mandalika

“Kelak, kalau mereka sudah lulus menjadi dokter, merekalah yang akan terus merawat anak-anak yatim di Lombok Tengah,” kata Bupati Pathul.

Biaya pendidikan anak-anak yatim tersebut, akan berasal dari dana BAZNAS sebesar Rp 1,2 miliar tiap tahun. 

Sisanya, akan ditambah dari dana sadakah dari seluruh PNS di Lombok Tengah. Mereka menyisihkan penghasilan mereka Rp 5.000 tiap bulan untuk anak-anak yatim. 

Dari sumbangan Rp 5.000 tiap PNS tiap bulan, Pemkab Loteng mampu mengumpulkan Rp 100 juta, dalam setahun mencapai Rp 1,2 miliar.

Dana tersebut kemudian dikelola oleh yayasan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah secara exoficio, di mana Bupati juga menjadi pembina yayasan. 

Kalau Bupati berganti, Sekda berganti, maka otomatis, penggantinya yang akan melanjutkan kepengurusan yayasan tersebut. 

Dan para pengurus yayasan tidak menerima gaji, dan tidak boleh pula mengelola dana yang sudah dikumpulkan tersebut.

“Kami juga kini sudah menyiapkan tanah seluas 1, 4 hektare untuk membangun klinik. Namanya Klinik Peduli Yatim. Nanti, anak-anak yatim yang telah menuntaskan pendidikan kedoteran mereka, akan mengelola langsung klinik tersebut, yang seluruhnya untuk kepentingan anak-anak yatim,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNW RTGB KH Lalu Gde M Zainuddin Atsani, mewakilkan kehadiran kepada Sekretaris Jenderal PBNW Prof Fahrurrozi Dahlan. 

Pada saat yang sama, Ketua Umum PBNW memang sedang menyiapkan kunjungan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, yang kemarin memang sudah berada di Mataram.

Dalam sambutannya, Prof Fahrurrozi menyebutkan, seminar nasional dan muktamar pemikiran yang digelar Panitia Hadi NTB tersebut sebagai momentum bersejarah.

“Ini kita sedang hadir untuk melaksanakan sebuah gerakan. Nahdlatul Wathan selalu hadir untuk membina umat dengan membedah tentang konsepsi pemikiran tentang peradaban bangsa,” kata Guru Besar UIN Mataram ini.

Dia menekankan, prinsip untuk mencapai peradaban itu harus jelas identitas kebangsaan yang kita miliki . Dan alhamdulillah, Nahdlatul Wathan telah memiliki hal tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pascasrjana UIN Mataram ini menyampaikan, Almagfurulah Maulanasyaikh, Pendiri Organisasi NW menyebutkan bahwa peradaban lahir karena empat faktor. 

Yang pertama adalah faktor manusia, karena manusia mampu melahirkan peradaban universal.

“NW sebagai oragnisasi terbesar di NTB menyiapkan SDM untuk melahirkan sebuah peradaban besar,” tandasnya.

Kedua, faktor pengetahuan. Sebab, karena keilmuanlah, orang bisa menembus batas cakrawala.

“Hari ini kita hadir untuk membedah pemikiran mahasantri-mahasantri Nahdlatul Wathan tentang konsep pemikiran dan demokratisasi bangsa,” ungkapnya.

Faktor ketiga, peradaban lahir karena faktor kesejahteraan ekonomi, sosial dan budaya. Sebab, sejahtera bagian dan peradaban itu sendiri. 

Sementara faktor keempat adalah identitas kebangsaan kita.

“Dan NW hadir untuk menjembatani empat faktor peradaban itu,” tandasnya.

BACA JUGA: NTB Mendapat Penghargaan dari Kementerian LH dan Kehutanan

Dalam seminar kebangsaan itu juga menghadirkan pembicara cendekia di internal NW

Seminar ini selain dihadiri Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri, Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman, dan Wakil Bupati Lombok Utara Dany Carter Ridawan.

Hadir pula Kepala Badan Intelijen Negara Daerah NTB, Pimpinan DPRD Lombok Barat, Pimpinan Organisasi, Badan Otonom dan lembaga-lembaga yang bernaung di bawah Nahdlatul Wathan. ***

 

 




Tuntutan Warga Gili Dikonsultasikan ke KPK dan Kemen ATR BPN

Kepala UPT Gili Tramena menjelaskan, terkait tuntutan warga akan dilakukan kajian hukum bersama DPRD NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah melalui surat tanggapan Nomor 180/353/Kum, menanggapi Tuntutan aksi yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Peduli Gili (AMPG), Rabu (14/03/23).

AMPG yang mengaku mewakili masyarakat meminta pencabutan HPL tanah seluas 75 Hektare yang ada di Gili Trawangan.

Gubernur NTB menyampaikan, Hak Pengelolaan Lahan (HPL)  adalah hak menguasai dari  Negara yang kewenangan pelaksanaannya adalah Negara, yaitu kementerian Agraria dan Tata Ruang RI.

BACA JUGA: Aset di Gili Trawangan Tidak Diperjual Belikan

Mawaedi Khairi menanggapi tuntutan penghapusan HPL tanah Gili Trawangan
Mawardi Khairi

“HPL sepenuhnya kewenangannya ada di Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI, selanjutnya akan dilakukan kajian Hukum bersama DRPD Provinsi NTB sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,  dan akan di koordinasikan kembali bersama Kementerian ATR/BPN di Jakarta,” jelas Kepala UPT Gili Tramena Dr. Mawardi Khairi saat ditemui hari Kamis (15/03/23).

Dikatakan, tuntutan masyarakat atas Tanah Aset Pemerintah Daerah NTB di Gili Trawangan seluas 75 Ha, pihak UPT Gili Tramena bersama Biro Hukum dan BPKAD akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan KPK RI, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Investasi/BKPM, Kejati, Kepolisian dan Tim Satgas Nasional Percepatan Investasi. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Tandatangani Kerja sama di Gili Trawangan

“Pemprov NTB sangat terbuka permasalahan aset yang ada di Gili Trawangan. Dan sejak awal didampingi KPK, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Investasi/BKPM, Kejati, Kepolisian dan Tim Satgas Nasional percepatan Investasi. Dan mengawal pemulihan aset di Gili Trawangan, pun hasilnya akan kami sampaikan kembali kepada masyarakat Gili,” kata Mawardi.

Masalah lain, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTB Lalu Rudy Gunawan membantah Isu penjualan aset dan kerjasama dengan Asing (WNA).

Menurut Rudy, Pemprov NTB melakukan kerja sama dengan perusahaan yang berbadan hukum Indonesia, bukan WNA untuk menguasai lahan Gili Trawangan. 

BACA JUGA: Edukasi dan Advokasi Hukum Harus Kian Masif

“Sekali pun ada nama warga negara asing, tetapi dalam perjanjian pemanfaatan tanah, yang bersangkutan bertindak atas nama perusahaan yang berbadan hukum Indonesia, bukan bertindak untuk dan atas nama diri sendiri,” kata Rudy. ***

 

 

 




Bunda Niken Serahkan 1228 Unit Alat CTPS untuk Kab/Kota

Menurut Bunda Niken, alat peraga cuci tangan pakai sabun (CTPS), pemenuhan pilar pertama dari lima pilar Sanitasi Total Berbasis Lingkungan (STBM)

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M.Sc menyerakan 1.228 unit Sato Tap atau Alat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) portabel kepada 6 perwakilan Ketua TP PKK Kota/Kabupaten di NTB di Aula Kantor PKK Prov. NTB, Rabu (15/03/23).

Nunda Niken menyerahkan alat peraga cuci tangan pakai sabun
Bunda Niken

Alat peraga CTPS adalah pilar pertama dalam 5 pilar Program Sanitasi Total Berbasis Lingkungan (STBM). 

BACA JUGA: Ini 5 Kunci agar Hidup Lebih Lama

Yaitu cuci tangan pakai sabun, berhenti buang air besar sembarangan, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga. 

Disampaikan juga oleh ibu PKK dari KSB yaitu ibu Hj. Hanifah Musyafiri S.Pt , untuk mencapai 5 pilar tersebut tidak terlepas dari campur tangan atau peran ibu-ibu PKK dalam menyongsong keberhasilan 5 pilar di KSB.

Dalam Agenda Penyerahan Bantuan Alat Cuci Tangan Pakai Sabun,  Ibu Hj Hartina (bagian bidang IV) menyampaikan laporan penyuluhan/sosialisasi alat cuci tangan pakai sabun, yang diserakan kepada 6 Tim PKK Kota/Kab sebanyak 1.228 unit.

6 Tim PKK dimaksud yang tersebar di 5 kabupaten dan 1 kota yaitu: Lombok Barat 200, Lombok Tengah 180, Lombok Timur 500, Lombok Utara 68, Kota Mataram 140, Kab.Sumbawa Barat 132 dan 8 Unit di serakah kepada Tim PKK Provinsi sebagai simbolis sehingga 1.228 Unit alat Peraga Sato Tap.

Alat Peraga CTPS merupakan bantuan dari UNICEF Indonesia melalui Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) kepada PKK Provinsi NTB.

Hj. Niken yang akrab disapa Bunda Niken menyampaikan, supaya alat peraga cuci tangan pakai sabun ini bisa dimanfaatkan sebaik baiknya.

“Semoga alat peraga cuci tangan pakai sabun ini bisa dimanfaatkan sebaik baiknya untuk para kader PKK juga  masyarakat dapat ter-edukasi dengan baik,” harap Bunda Niken. 

Penyaluran alat peraga ini tetap didokumentasikan dan dapat dipertanggungjawabkan supaya penyaluranya jelas kemana saja.

BACA JUGA: Ikhtiar Wujudkan NTB Kiblat Fashion Muslim Indonesia

Ini sangat penting walau alat sederhana tapi mampu mengedukasi seluruh lapisan masyarakat, dari anak anak sampai orang tua cepat memahami untuk selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan. 

‘Semoga dengan ini semua Kabupaten kota di seluruh NTB semakin banyak yang menuntaskan 5 Pillar STBMnya,” katanya. ***

 

 




Edukasi dan Advokasi Hukum Harus Kian Masif

Gubernur Bang Zul menekankan, edukasi hukum maupun penyelesaian perkara hukum di luar pengadilan (restorative justice) dapat membantu masyarakat

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah, berharap edukasi dan advokasi hukum kepada masyarakat makin meningkat seiring majunya organisasi advokat. 

Bang Zul menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi hukum untuk masyarakat

“Peran advokat di negara maju agak berbeda karena pendampingan pada masyarakat yang buta hukum sangat dibutuhkan,” ujar Gubernur NTB di Lombok Raya Hotel, Mataram, Senin (13/03/23). 

Gubernur Zul mengatakan itu saat menyampaikan sambutan pelantikan pengurus Ikatan Advokat Indonesia Dewan Pengurus Cabang Kota Mataram. 

Dikatakannya, perkara hukum yang menimpa warga masyarakat tidak harus berakhir di pengadilan. Upaya sosialisasi dan edukasi hukum maupun penyelesaian perkara hukum di luar pengadilan (restorative justice) dapat membantu masyarakat. 

DIharapkan anggota Ikadin NTB pada  umumnya dapat mengembangkan diri melalui profesinya di level nasional sebagai kebanggaan daerah. 

Pemerintah provinsi melalui program beasiswa juga membuka  beasiswa dalam negeri jurusan hukum bagi masyarakat. 

Senada dengan hal tersebut, Sekjen Ikadin pusat, Rosyid Rido mengatakan, dinamika organisasi dengan berkegiatan semacam sosialisasi hukum menghidupkan kepatuhan terhadap hukum. 

Begitu pula dengan upaya restorative justice yakni keadilan hukum bagi semua pihak menjadi konsen Ikadin. 

Ia pun berpesan agar anggota Ikadin meningkatkan kapasitas dan berorientasi masyarakat. 

“Banyak yang berhasrat menjadi ketua organisasi karena ingin berkuasa. Tapi konsepnya, kepemimpinan adalah amanah”, jelasnya. 

Hadir pula dalam pelantikan DPC Ikadin kota Mataram periode 2023 – 2026, Kapolda NTB, Kejati, pimpinan lembaga negara dan ketua DPC se NTB. ***

 




Sukseskan Shell Eco-Marathon 2023 di Mandalika 

Untuk sukseskan Shell Eco-Marathon 2023, Bang Zul minta memaksimalkan persiapan team pelajar dan mahasiswa NTB yang ikut kompetisi Shell Eco-Marathon 2023

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dinas Pariwisata (Dispar) NTB berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB menyelenggarakan Road To Shell Eco-Marathon NTB.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat  Menerima audiensi Perusahaan SHELL terkait kompetisi regional Shell Eco-Marathon Asia-Pasifik The Middle Fast 2023, di Pendopo Gubernur NTB, Senin (13/03/23).

BACA JUGA: Event WSBK Mandalika 2023 Ditonton 59 Ribu Orang

Dalam audiensi itu juga hadir para Rektor dan Kepala Sekolah dari ke 7 team yg mendaftar acara kompetisi Shell Eco-marathon 2023 

Permintaan Bang Zul pada Dispar dan Dikbud NTB itu, untuk sukseskan ajang balapan mobil hemat energi, Shell Eco-Marathon 2023 yang akan digelar di Sirkuit Mandalika pada 4-9 Juli 2023 mendatang. 

“Sebagai persiapan team pelajar dan mahasiswa kita di NTB, saya minta Kepala Dispar dan Dikbud NTB untuk menggelar acara road to Shell Eco-Marathon pada bulan Mei,” harap Bang Zul sapaan akrab gubernur..

Bang Zul menjelaskan, Shell Eco-Marathon 2023 merupakan ajang internasional yang melibatkan beberapa mahasiswa dari berbagai negara. Untuk itu, persiapan team pelajar dan mahasiswa NTB harus maksimal. 

Sementara itu, VP Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea menjelaskan, ajang internasional Shell Eco-Marathon 2023 akan diikuti oleh 128 team dari berbagai negara. 

26 team dari Indonesia dan tujuh team dari NTB (tiga team dari pelajar SMK dan empat team dari mahasiswa).

Seperti diketahui, program global itu dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa dalam mengembangkan ide dan teknologi, pengetahuan dan keterampilan di arena kompetisi. 

Dengan menciptakan kendaraan dengan capaian perjalanan terjauh menggunakan bahan bakar paling sedikit.

BACA JUGA: Alumni UI Adakan Lombok Panoramic Fun Ride

Ratusan tim mahasiswa dan pelajar internasional merupakan perwakilan dari berbagai negara seperti Indonesia, India, Singapura, Vietnam, Filipina, Nepal, Kazakhstan, Malaysia dan Korea Selatan dan negara Asia lainnya.***

 




Bang Zul berharap PW NWDI Jadi “River Organization”

Gubernur Bang Zul berharap PW Pemuda Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah NTB organisasi seperti sungai

MATARAM.LombokJournal ~ Gubernur Zulkifliemansyah menghadiri dan memberikan sambutan pada Acara Pelantikan Pengurus PW Pemuda Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah NTB, di Gedung Graha Bhakti Praja, Mataram (11/03/23).

Bang Zul sapaan Gubernur berharap NWDI dapat menjadi "River Organization"

Dalam kesempatan tersebut, Bang Zul, sapaan Gubernur berharap NWDI dapat menjadi “River Organization” atau organisasi yang mengalir seperti sungai. 

BACA JUGA: Gubernur Bang Zul Apresiasi Besiru Creative Hub

Eksistensi dari sebuah sungai dapat terus mengalir melewati berbagai musim. 

“River organization atau organisasi seperti sungai ini yang harus diadopsi pemuda NWDI ke depan,” pesan Gubernur. 

Bang Zul melanjutkan, NWDI hendaknya tidak menjadi “Puddle Organization” atau organisasi kubangan air, hanya berisi air saat ada hujan ada. 

Sementara ketika terik datang, airnya menguap. 

Di akhir sambutannya, Gubernur berharap NWDI dapat terus menjadi organisasi yang besar. Yang dapat terus bersinergi dengan berbagai bidang untuk kemaslahatan umat. 

BACA JUGA: Ikhtiar Wujudkan NTB Kiblat Fashion Muslim Indonesia

“Semoga bisa terus bersinergi di masa yang akan datang,” tandasnya. ***

 

 




Majelis Dzikir Nurani Basmalah Karang Bayan, Harlah Ke-4 

Hadiri harlah ke 4 Majelis Dzikir di Karang Bayan, Gubernur Bang Zul menekankan pentingnya pemimpin mengunjungi masyarakat 

LOBAR.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menghadiri acara Harlah Majelis Dzikir Nurani Basmalah Lombok.

Acara itu dirangkaikan dengan Haul ke-11 KHR. Ach. Fawaif As’ad dan 40 Hari Almagfurlahu TGH. Fathullah Arsyad Getap, di Dusun Karang Bayan Barat, Desa Karang Bayan, Kec. Lingsar Lombok Barat, (12/03/23).

BACA JUGA: Gubernur Bang Zul Apresiasi Creatif Hub 

Gubernur NTB menuturkan, setelah dilantik menjadi Gubernur hampir tidak pernah berhenti mengunjungi seluruh Dusun dan Desa di NTB yang jumlahnya sangat banyak.

“Dalam kunjungan tersebut, baik masyarakat biasa maupun tokoh masyarakat, bahkan tokoh agama di pondok pesantren. Mereka menyambutnya dengan hangat dan baik,” tuturnya.

Karena itu Bang Zul sapaan akrab Gubernur, mengajak kepada calon pemimpin Bupati/Walikota untuk sering-sering berkunjung dan menyapa masyarakat, karena mereka senang didatangi oleh para pemimpin-pemimpinnya. 

Sementara itu, Panitia Penyelenggara Hubaidi menyampaikan terimakasih atas kedatangan pak Gubernur telah memenuhi undangan panitia di tengah-tengah kesibukannya dengan berbagai macam kegiatan.

BACA JUGA: Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

“Ini adalah hal yang luar biasa bisa dihadiri langsung oleh pak Gubernur orang nomor satu di NTB di Majelis Dzikir Nurani Basmalah,” jelasnya. ***

 

 




Gubernur Bang Zul Apresiasi Besiru Creative Hub

Gubernur Bang Zul menghadiri program RUKI Goes to Nusa Tenggara Barat, Ruang Komunal Indonesia (RUKI) yang mengadakan kelas offline di Besiru Hub, Mataram

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah menilai kegiatan diskusi komunitas penting dilakukan sebagai interaksi dan silaturahmi. 

Gubernur Bang Zul menekankan pentingnya personal passion berharap kegiatan alumni UI akan mempromosikan NTB

“Saat teknologi semakin maju, kegiatan offline (tatap muka) seperti ini dibutuhkan untuk belajar lagi menjadi manusia,” ujar Gubernur Bang Zul di Besiru Creative Hub Selagalas, Kota Mataram, Sabtu (12/03/23). 

BACA JUGA: Pengawasan Obat dan Makanan Digencarkan Jelang Puasa

Namun demikian, Gubernur menekankan personal passion juga penting agar potensi diri dapat dikembangkan maksimal. 

Sebagai bagian dari rangkaian program RUKI Goes to Nusa Tenggara Barat, Ruang Komunal Indonesia (RUKI) mengadakan kelas offline di Besiru Hub, Kota Mataram. 

Zakaria Jackysan, Ketua GenPI Lombok Sumbawa dan Subhan Sulaiman, Divisi Konten Kreatif GenPI Lombok Sumbawa, membuka kelas konten video untuk komunitas tentang belajar trik dan cara membuat konten video menarik, dan teknik mudah mengedit video dengan menggunakan handphone. 

Ada pula diskusi hybrid tentang perkembangan digital yang mendatangkan narasumber dari Facebook sebagai pendiri RUKI dan para ahli di bidangnya. 

Ruang Komunal Indonesia (RUKI) Goes To NTB merupakan rangkaian acara untuk membangun jejaring dan meningkatkan kapasitas literasi digital dari komunitas dan stakeholder di wilayah Nusa Tenggara Barat. 

BACA JUGA: HUT Pol PP KE 73 dan Satlinmas ke 61

Acara puncak di Besiru Hub, Mataram, Lombok, RUKI bersama partner penyelenggara mengajak peserta menuangkan ide kreatif berupa video berdurasi 30-60 detik. Dengan  format Reels Instagram (9:16) dengan pesan membawa semangat NTB Bersih, Cerdas, dan Bahagia dan spirit komunitas. ***