Jika ada lonjakan kenaikan pada puasa Ramadhan mendatang, Disdag Provinsi NTB akan menggelar operasi pasar (OP).
MATARAM.lombokjournal.com – Memasuki bulan Ramadhan pada awal Mei mendatang, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan stok kebutuhan bahan pokok aman dan harga masih stabil.
Bahkan stoknya dapat terpenuhi hingga 12 bulan ke depan.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj.Putu Selly Andayani mengatakan, jika Stok beras saja saat ini mencapai 52 Ribu ton.
“Sudah ada stok 52 ribu ton beras dari Bulog Divre NTB, kalau sudah stoknya aman, harganya bagus , dan semua masih dibawah harga Eceran tertinggi (HET), dipastikan tidak akan mengganggu kestabilan Harga Bahan pokok (Bapok)selama puasa,” ujar Selly.
Saat melakukan pemantauan di pasar, Selly mengatakan harga beras di pasar Rp.9000 karena dari Bulog saat ini patahannya bagus, karena Bulog menjualnya kepada pedagang RP.8.100.
Berarti pedagang harus menjual 9000-10000.
Kalau sudah stoknya aman otomatis harga juga di bawah HET.
Selain itu sejumlah kebutuhan pokok di NTB, minyak goreng, gula, daging, ayam, dan telur ayam sejauh ini masih cukup aman. Untuk harga terjadi turun naik, jika memang akan ada lonjakan kenaikan pada puasa Ramadhan mendatang, Disdag Provinsi NTB akan menggelar operasi pasar (OP).
“Beberapa tempat kita akan adakan operasi pasar, apabila terjadi lonjakan harga yang cukup tinggi nantinya,” terangnya.
Menurutnya, perkembangan stok dan harga bapok di pasar relatif stabil, antara lain beras premium dijual dengan harga Rp 10.000 per kg – Rp 11.000 per kg, gula pasir Rp 12.000 per kg, minyak goreng curah Rp 11.000 per liter, telur ayam Rp 1.500 per butir dan bawang putih Rp 39.000 per kg.
Harga ini masih kategori bawah, atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk beras itu yang premium harganya berkisaran di Rp 9-10 ribu per kg.
Dikatakannya, harga beras masih berada di kisaran Rp 10 ribu per kg, mengingat saat ini telah memasuki masa panen, bahkan diprediksi harganya akan kembali turun, sehingga untuk stoknya akan kembali bertambah, dan harganya masih tetap di bawah HET.
BACA JUGA ; TPID Siap Mengawal Gejolak Harga Kebutuhan Pokok
Beberapa komoditas bahan pokok lainnya, seperti beras, gula, minyak goreng, dan daging beku, sudah dipatok dengan HET di pasar tradisional maupun ritel modern di antaranya beras medium dan premium, minyak goreng kemasan, gula dan daging beku.
“Untuk daging ayam, cabai, bawang merah dan bawang putih juga akan kita usahakan tercukupi meskipun saatvini untuk bawang putih harganya masih diatas rata-rata,” katanya.
AYA
