Memang secara umum di Ramadhan dan Idul fitri prevensi masyarakat mengunakan tunai meningkat
MATARAM.lombokjournal.com — Kebutuhan uang kartal di masyarakat memasuki bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2019, diproyeksikan meningkat, terutama untuk uang pecahan kecil, dibandingkan kondisi normal.
Bank Indonesia (BI) perwakilan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Achris Sarwani, mengatakan, diperkirakan pada 2019 ini kebutuhan uang untuk Ramadhan dan Idul Fitri sebesar Rp 2,87 Triliun, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,6 Triliun.
Mengingat kebutuhan masyarkat pada saat itu akan meningkat untuk penggunaan uang kartal. Hal ini telah dipersiapkan berbankan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
“Kita memiliki cadangan stok uang apabila realisasi kebutuhan uang nantinya akan lebih dari perkiraan yang sebesar Rp 2,87 trilun,” ujar Achris Sarwani, Senin (29/04).
Dikatakanya, memang secara umum di Ramadhan Idul fitri prevensi masyarakat mengunakan tunai meningkat.
Kendati dalam hal ini tentunya sebagian masyarakat lebih memilih dengan tunai dibandingkan non tunai, sama halnya dengan inflasi di mana nantinya kebutuhan akan pangan juga akan menigkat.
“Tentu mereka tidak mau lah memberikan uang pada Ramadhan dan Idul ke saudara dalam bentuk non tunai, jadi lebih memilih menggunkan transaksi tunai, itu prevensi ya,” ungkapnya.
Lebih lanjut Achris menjelaskan, nantinya dengan kebutuhan uang yang di pastikan sebanyak Rp 2,87 trilun tersebut akan disebar di pulau Lombok dan Sumbawa.
Di Lombok, perbankan diperkirakan Rp 1,8 trilun kebutuhan casnya, kemudian Bima dan kabupaten Bima kira-kira Rp 415 milar kemudian di Sumbawa Rp 390 miliar.
“Jadi malah ini bukan dampak pada ekonomi di NTB tetapi ini adalah kebutuhan masyarkat yang naik, jadi kami harus memenuhi itu,” katanya.
Sementara itu Kas keliling bersama direncanakan pada minggu ke-2 dan ke-3 d Mei 2019. Bank peserta yang berencana akan mengikuti kegiatan kas keliling bersama di Lombok antara lain Bank Mandiri, CIMB Niaga, Bank Shinhan, Bukopin, BTN, Bank NTB Syari, Bank Muamalat, BNI, BNI Syariah, dan BSM.
Sedangkan untuk Pulau Sumbawa yang meliputi Kabupaten Sumbawa dan Kota Bima yakni Bank NTB Syariah Bima, Bank NTB Syariah Sumbawa dan BRI Syariah KCP Bima. Masyarakat tidak perlu khawatir dalam pelayanan penukaran uang ini, karena Bank Indonesia dan perbankan akan menyediakan tempat untuk melaksanakan pelayanan penukaran dengan sangat memperhatikan keamanan dan kenyamanan lokasi.
“Kita berharap dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan uang, terutama uang pecahan kecil, sehingga kebutuhan uang diperkirakan akan meningkat,” jelasnya.
AYA
