Indeks

Beasiswa Luar Negeri Bukan Meniadakan Dalam Negeri

Gubernur Zulkieflimansyah
Simpan Sebagai PDFPrint

“Kalau di dalam negeri  kedaerahan tetap melekat. rasa NKRI pelajar  bisa tertanam di dunia Internasional”

MATARAM.lombokjourna.com — Program beasiswa keluar negeri bukan berarti meniadakan beasiswa pendidikan dalam negeri.

Malah jumlah beasiswa yang bisa dinikmati oleh pelajar NTB di dalam negeri lebih banyak termasuk pos anggarannya bisa masuk dalam nomenklatur Bantuan Sosial (Bansos) yang ada di Pemerintah sendiri.

Hanya saja pemberitaan program beasiswa dalam negeri tidak menjadi sesuatu yang menarik didengar bahkan bagi media sendiri tidak diangkat jadi sebuah berita yang seksi.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menjawab kegelisahan warga NTB yang sedang mengenyam bangku kuliah di dalam negeri dalam acara Leadership Talk yang berlangusng di Jakarta, sabtu (31/08)  2019.

Pemberian beasiswa di dalam negeri oleh pemerintah bukan sesuatu yang spesial diumumkan, bahkan dilihat gubernur sesuatu yang biasa.

Ini akan sangat berbeda dengan kesan adanya program beasiswa keluar negeri.

“Kalau orang NTB banyak ke Luar Negeri ia jadi berita, kalau orang NTB jadi TKI kan biasa,” kata gubernur.

Di NTB sendiri hampir merata ada program beasiwa yang disiapkan. Gubernur menyebutkan di Mataram terdapat di kampus Muhammadiyah, lalu di Sumbawa sendiri beasaiswa ada di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang sangat banyak hampir 1200 an dari segi jumlah.

“Dan itu bukan sesuatu yang wah. Itu biasa tapi ini kesannya pasti berbeda kalau beasiswa keluar negeri,” jelasnya.

“Bansos gubernur juga ada beasisawa untuk dalam negeri,” sebutnya.

Gubernur memastikan, beasiwa luar negeri itu biasa diakses oleh siapa saja. Jika pun dilihat banyak kekurangan tentu hal yang lumrah pasalanya perjalannya program itu oleh Pemprov NTB sendiri baru berjalan satu tahun.

Seiring dengan waktu banyak masukan yang bisa diakomodir oleh pemerintah sendiri demi perbaikan lebih baik.

1000 beasaiwa keluar negeri itu, lanjut gubernur bagIan dari difresnsiasi program (program yang berbeda) dari guberur sebelumnya bahkan program itu tidak semua daerah memiliknya.

Bang Zul sapaan gubernur itu menjelaskan pelajar NTB rata rata cerdas dan survive.

Sehingga akan sangat bagus ketika diperkenalkan dunia internasional. Belajar ke luar negeri tidak hanya akan mendapatkan ilmu pengetahuan dan gelar saja melainkan bagaimana menanamkan rasa NKRI di negera orang.

“Kalau di dalam negeri mental kedaerahan pasti tetap melekat. Nah yang kita harapkan rasa NKRI pelajar NTB bisa tertanama di dunia Internasional,” terang gubernur.

Gubernur juga menyampaikan tidak ada kewajiban bagi setiap pelajar yang dikirim untuk balik ke daerah sebab NTB diumpakan gubernur hanya kolam kecil, namun disisi ikan besar yang giginya tajam.

“Artinya biarkan kalau mereka sudah selesai menjadi warga dunia tidak harus ke daerah. Kalau bisa para pelajar hebat dari NTB ada disemua negara dengan berbagai profesi yang mereka jalani,” terangnya.

Diketahui dalam acara tersebut dua pelajar NTB mengajukan pertanyaan terkait program beasaiwa Pemprov NTB keluar negeri.

Tidak hanya itu mereka juga menanyakan target kontribusi yang diharapkan mereka setelah selesai harus seperti apa.

Kedua pelajar itu mahasiswa asal Bima, Yabani Ibnu Mahasiwa Univeristas Indonesia dan Muhammad Syaiful Mujab asal Lombok yang juga sebagai mahasiswa Universitas Indonesia.

AYA/HmsNTB

Exit mobile version