Kadiskominfotik: Waspada Akun Palsu Wakil Gubernur NTB

MATARAM.lombokjournal.com —

Setiap orang memiliki hak untuk bebas berpendapat sebagaimana yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Hanya saja setiap orang juga harus memperhatikan etika dalam berpendapat, termasuk etika dalam bersosial media.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Nusa Tenggara Barat (NTB), Najamuddin Amy, ketika mengklarifikasi akun sosial media facebook yang mengatasnamakan Wakil Gubernur, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, di ruang kerjanya, Senin (07/06/2021).

“Kebebasan untuk berpendapat dijamin oleh undang-undang Hak Asasi untuk menyampaikan dan memperoleh informasi, namun kita memiliki aturan terkait dengan kebebasan itu, salah satunya Undang-Undang Keterbukaan Informasi dan Undang–Undang ITE,” kata Najamuddin.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menginformasikan kepada masyarakat bahwa Wakil Gubernur NTB hingga saat ini tidak pernah memiliki akun media sosial. Ia juga menegaskan bahwa segala komunikasi publik Pemerintah Provinsi NTB dengan masyarakat melalui media sosial, dikelola oleh biro Administrasi Pimpinan dan Dinas Kominfotik.

“Akun sosial media Wagub NTB yang dikelola sendiri yakni facebook, Instagram dan twitter saat ini berstatus tidak aktif. Sehingga, tidak benar kalaupun ada facebook, instagram dan twitter yang mengatasnamakan Wagub, itu adalah akun palsu dan harus diwaspadai,” tegas Najamuddin.

BACA JUGA: BKSAP Akan Jembatani Diplomasi Pendidikan dan Budaya di NTB

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi, Suaeb Quri, mengungkapkan bahwa tindakan pencatutan nama pimpinan daerah pada akun sosial media sudah termasuk pelanggaran dari UU ITE dan UU Keterbukaan informasi, No. 14 tahun 2008, Pasal 17 tentang informasi yang dikecualikan.

“Informasi yang dikecualikan itu termasuk didalamnya informasi privasi atau hak pribadi orang atau riwayat hidup orang, sehingga kasus pencatutan nama dari pimpinan daerah adalah privasi yang tanpa seizin pimpinan daerah tersebut, sudah jelas melanggar undang-undang,” jelas Suaeb.

Suaeb Quri juga menghimbau kepada masyarakat untuk berhati–hati dalam bermedia sosial, jangan sampai mengatasnamakan akun pribadi orang lain, apalagi akun dari penjabat pemerintahan.

BACA JUGA: Kunjungi Santong, Geopark Rinjani Agendakan Pelatihan Pariwisata

“Tidak membuat akun orang tanpa seizin orang tersebut, apalagi ini adalah akun Wakil Gubernur NTB yang menjadi panutan dan contoh masyarakat, syukur saja jika isi dalam akunnya memberikan informasi yang positif seperti capaian daerah dan lain-lain, tetapi jika tujuannya lain dan memberikan informasi yang tidak bersumber ini sangat bahaya bagi keberlangsungan daerah,” pungkasnya.

Ser@diskominfotik




Aplikasi NTB Care dan Satu Data, Usaha Wujudkan SPBE Modern

MATARAM.lombokjournal.com —

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan strategi untuk memudahkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Berbagai aplikasi digembleng Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Nusa Tenggara Barat (NTB) demi turut mewujudkan visi dan misi NTB Gemilang, bersih serta melayani.

Diskominfotik NTB sendiri telah melahirkan berbagai program aplikasi di antaranya, aplikasi “Lestari” di Dinas LHK NTB, SIP Posyandu di DPMD Dukcapil, Desa Siaga di BPBD, Silamo di BPKAD, Simanis di Disperind NTB. Serta, NTB Care dan NTB Satu Data yang berada di garda terdepan dalam pelayanan publik.

Sedangkan di Diskominfotik sendiri terdapat program aplikasi “NTB Care” dan “NTB Satu Data.

“Alhamdulillah saat ini tengah dilaksanakan kompetisi inovasi yang dilaksanakan kemendagri di mana ada 13 inovasi yang sedang masuk kompetisi. Seperti NTB Care masuk dalam nilai kematangan 190 dan menjadi nomor urut satu dari 13 Inovasi yang sedang dilombakan, nomor dua Si Lapor di Dinas Perhubungan dan Nomor tiga NTB Satu Data,” kata Kepala Diskominfotik, Najamudin Amy, dihadapan Wagub, Hj. Sitti Rohmi Djalilah di Aula Pendopo Wagub, Senin (7/6/2021).

Selain itu, lanjut Najamudin, bahwa aplikasi NTB Care, NTB Satu Data dan Digitalisasi adalah satu cara Diskominfotik NTB.

Dalam program Digitalisasi yang sebelumnya dikenal sebagai program “Kampung Media”, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dan bekerjasama sama dengan salah satu Dirjen di kementerian Kominfo yakni, program “Kampung Digital”.

“Kampung Digital ini ke depannya tidak hanya berada di sekitar KEK Mandalika, namun juga akan ada di seluruh kabupaten/kota. Diantaranya melakukan pendekatan agar bisa disiapkan desa-desa wisata, revitalisasi Posyandu agar bisa masuk di Big Data dan Digitalisasi,” ujarnya.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Diskominfotik NTB terbagi menjadi 4 bidang yakni, Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP), Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi (PTIK), Bidang Persandian dan Keamanan Informasi dan Bidang Statistik.

Di bidang IKP menangani tupoksi di antaranya kerjasama media seperti Forum Pimpinan Redaksi, Temu Organisasi konferensi pers, Bakohumas yang akan dihidupkan kembali baik instansi vertikal dan intansi Pemprov NTB dan kabupaten/kota.

Dikatakan untuk PPID Utama, kondisi hingga saat ini terdapat 15 % PPID Informatif, 35 % menuju informatif. Targetnya dalam bulan ini 60 % OPD bisa Informatif.

“Namun setelah dilakukan klinis diharapkan 100 % 35 OPD ke depannya bisa Informatif. Sebelum Komisi Informasi (KI) melakukan Monev kita terlebih dahulu akan melakukan pra monev agar nantinya OPD tersebut bisa informatif 100 %,” kata Najamudin.

Kominfotik NTB juga menggelar “Bincang Gemilang” yang dilaksanakan secara hybrid, virtual dan secara langsung di Diskominfotik terkait dengan program-program strategis dan program unggulan ataupun isu-isu strategis yang tengah berkembang di NTB.

BACA JUGA: UMKM NTB Harus Digembleng Menjelang MotoGP

Di bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Kadis Diskomintik NTB menyebut keamanan informasi jarang disentuh padahal ini sangat penting. Jika menunggu pelabelan dari pusat terlalu lama, namun setelah dilakukan validasi dan cek fakta bisa dimasukkkan Computer Security Insident (C-SIRTE) untuk mengecek keamanan informasi yang bisa diintegrasikan dengan NTB Care.

“Untuk NTB Care saat ini sudah ada di Facebook dan kita juga sudah buatkan instagramnya tidak saja di Android tapi juga di di Kantor Diskomiknfotik NTB sudah bisa dilihat secara langsung,” katanya.

BACA JUGA: NTB CARE Jawab Tuntas Aspirasi dan Aduan Masyarakat

Pada Bidang Statistik, Kominfotik NTB lebih fokus pada NTB Satu Data. Target RPJMD 85 persen baru capaian data terakhir yang diintervensi sudah pada angka 34 persen yang terdiri dari data sektoral, data priritas dan data berkualitas.

herikp@diskominfotik




UMKM NTB Harus Digembleng Menjelang MotoGP

LOTENG.lombokjournal.com —

Menyambut gelaran akbar World Superbike dan MotoGP, Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah turut mendampingi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) H. Moeldoko, meninjau persiapan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah.

Dalam kunjungan kerjanya selama 2 hari, Moeldoko juga ingin memastikan keberadaan sirkuit Mandalika memiliki manfaat untuk lingkungan sekitar. Pemerintah daerah dan ITDC harus bersinergi, menyiapkan UMKM sebaik-baiknya. Terakomodasi dengan baik, dan bahkan sudah terbangun komunikasi dengan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mendampingi Moeldoko saat meninjau kesiapan sirkuit MotoGP Mandalika

“Pembangunan Sirkuit Mandalika harus memiliki multiefek untuk masyarakat di lingkar KEK Mandalika,” kata purnawirawan TNI, ini, saat berdialog dengan pelaku UMKM, Senin (07/06/21).

Agar UMKM dilatih memahami bahwa produk-produk seperti souvenir atau buah tangan buatan lokal dimasukkan simbol sebagai ciri khas event internasional MotoGP.

Selain itu, UMKM ini juga harus dilakukan pendampingan-pendampingan, supaya produknya memiliki peningkatan kualitas. Termasuk dapat membaca pasar, apa yang menjadi keinginan konsumen yang akan hadir mengunjungi NTB pada event Internasional MotoGP.

Apalagi sudah disiapkan 303 outlet untuk UMKM, termasuk fasilitas seperti Masjid dibangun sekitar stand untuk UMKM.

BACA JUGA: Pasien Covid-19 di NTB, Senin, Melonjak 53 Positif

Senada dengan Muldoko, Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan kehadiran MotoGP membuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat turut berkembang dan dapat menggerakan sektor ekonomi.

“Pemerintah provinsi terus fokus melakukan penguatan UMKM,” tuturnya.

BACA JUGA: Pembangunan Pengembangan BIZAM Berjalan Lancar

Gubernur menyebutkan terdapat lebih dari 5.000 UMKM dengan berbagai produk lokal yang terus berkembang dan kompetitif.

edy

@diskominfotik_ntb




Wagub NTB Serukan Dukungan untuk Palestina

MATARAM.lombokjournal.com —

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menyatakan bahwa persoalan Palestina bukan hal yang menjadi perdebatan lagi. Dukungan sekecil apapun sesuai kapasitas sangat dibutuhkan.

Hal itu dikatakan Sitti Rohmi saat membuka seminar internasional On The Future of Palestine melalui video conference di pendopo wakil gubernur, Senin (07/06/2021).

Dikatakannya, penjajahan oleh Israel merupakan fakta, oleh sebab itu seluruh dunia terutama umat Muslim harus satu persepsi dan mendukung kemerdekaan Palestina.

“Masih ada wacana bahkan dari kalangan umat Islam sendiri yang mengaburkan pemahaman tentang persoalan Palestina dan Israel. Apa yang terjadi di sana riil penjajahan dan penindasan, bahkan dunia internasional mengakuinya,” tegas Sitti Rohmi.

Pemerintah NTB sendiri juga sudah tegas menyatakan sikap melawan segala bentuk penindasan seperti yang tertulis dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia yang sejak awal membela dan mendukung Palestina.

Meski demikian, secara politik dan diplomasi, PBB sebagai organisasi dunia belum bisa diandalkan karena tekanan dari negara-negara adi kuasa seperti, Amerika dan sekutunya. Oleh karena itu, dukungan dalam bentuk dan sekecil apapun akan sangat membantu rakyat Palestina seperti bantuan kemanusiaan bahkan doa.

BACA JUGA: Moeldoko: Pembangunan Pengembangan BIZAM Berjalan Lancar

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri Lombok Barat, TGH Muharrar Mahfuz, dalam sambutannya menyebut bahwa obyektifitas sejarah persoalan Palestina tidak bisa dipisahkan antara kemanusiaan dan kesatuan akidah.

Ia mengingatkan, di masa Islam menguasai separuh dunia, Umar bin Khattab, salah seorang khalifah yang membuka pintu mesjid Al-Aqsa di Jerussalem mengatakan, tempat ini boleh dihuni oleh siapa saja yang menghargai kerukunan, kemanusiaan dan saling menghormati tanpa sekat golongan dan agama.

Sejarah dunia mencatat, warisan kiblat ke-tiga umat Islam oleh Nabi Muhammad SAW yang juga diakui dunia tak pernah secara eksklusif mengklaim Jerussalem. Bangsa Arab, Palestina dan Yahudi dapat tinggal di sana dengan damai. Namun dalam perjalanan sejarah berikutnya, Yahudi mengklaim Jerussalem dengan sewenang-wenang dan kekerasan.

“Jadi antara kemanusiaan dan kesatuan akidah tidak bisa dipisahkan. Umat harus bersatu membela Palestina,” tegas TGH. Muharrar.

BACA JUGA: Gubenur Zul Ajak Pondok Pesantren Mlek Finansial

Seminar digelar oleh Ikatan Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim yang tersebar di berbagai lembaga seperti Universitas Indonesia sampai universitas luar negeri yang juga hadir sebagai pemateri dan peserta yang digelar dalam dua bahasa, Arab dan Inggris.

jm@diskominfotikntb




Moeldoko: Pembangunan Pengembangan BIZAM Berjalan Lancar

LOTENG.lombokjournal.com —

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, mengakui progres pembangunan pengembangan Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) berjalan sesuai rencana.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko didampingi Gubernur NTB, Zulkiefimansyah, usai meninjau langsung progres pembangunan pengembangan BIZAM, Senin (7/6/2021).

Moeldoko bersama Gubernur NTB dan rombongan meninjau sirkuit MotoGP Mandalika

“Saya lihat progres pembangunannya sudah sempurna dan bagus,” kata Moeldoko usai berkeliling di sekitar kawasan bandara.

Sesuai rencana dan akan rampung di akhir bulan Juni 2021. Pengembangan ini dilakukan demi mendukung event MotoGP yang akan datang. Seperti pengembangan bandara untuk memperpanjang serta peningkatan daya dukung landas pacu (runway) dari 2,7 Km menjadi  3,3 Km.

Perpanjangan ini perlu guna menambah dan memperluas taxiway, agar bisa memarkir pesawat berbadan lebar (wide body) sekelas B777 dan pesawat kargo logistik MotorGP. Dan menambah daya tampung kapasitas untuk penumpang bandara, sebab diperkirakan akan terjadi lonjakan penumpang.

BACA JUGA: Wabup Danny: Bangunan ACT dI Gondang Harus Dibongkar

“Saat sekarang ini dengan 3 juta penumpang, akan ditambah menjadi 7 juta penumpang. Begitupun pembangunan jalan baypass dari bandara menuju ke sirkuit Mandalika sudah on the track“, jelas Moeldoko .

Usai meninjau Bandara, mantan panglima TNI ini bersama Gubernur NTB, Kapolda, Dirut ITDC meninjau sirkuit di KEK Mandalika dan melihat outlet UMKM.

BACA JUGA: Wagub NTB Serukan Dukungan untuk Palestina

edy@diskominfotik_ntb




Gubernur Zul Ajak Mahasiswa Aktif Berorganisasi

MATARAM.lombokjournal.com —

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), DR. H. Zulkieflimansyah mengajak mahasiswa aktif berorganisasi. Hal ini bertujuan agar melatih komunikasi publik mahasiswa sebagai sarana pembekalan diri berkarier di berbagai bidang.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, saat menjadi narasumber pada acara AIESEC In Trisaksi yang bertajuk “Recruitment 101: Walkthrough CV and Interview Hacks from HR Perceptio” secara daring, Minggu (06/06/2021).

“Komunikasi itu harus dilatih, ada orang yang IP nya 4 saja ketika disuruh berbicara ke audiens masih terbata-bata, apabila tidak pernah dilatih, tetapi jika anda berkecimpung pada dunia organisasi sejak selama menjadi mahasiswa anda akan dilatih untuk menyampaikan berbagai ide dan gagasan,” tutur Doktor Zul.

BACA JUGA: Bupati Djohan Singgung Pembangunan Kantor Bupati

Bang Zul menceritakan pengalaman semasa menjadi seorang mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Semasa menjadi mahasiswa, ia pernah menjabat sebagai Ketua Senat UI dan Ketua BEM UI.

Mengikuti berbagai organisasi menyadarkan bahwa sebuah perguruan tinggi adalah entitas replika bangsa Indonesia. Banyak orang dari berbagai daerah maupun negara berkumpul menjadi satu, berbagai fakultas dengan cara pandang yang berbeda.

“Perbedaan cara pandang tersebut dapat memperkaya batin, sehingga harus berhadapan dengan sesuatu yang beda cara pandangnya, bahwa memang pendidikan dan pengalaman merubah cara pandang orang, tugas kita bukan memenangkan suatu hal atau ide kita yang terbaik, tetapi orang punya cara pandang tersendiri ” ungkap Doktor Zul.

Bang Zul menilai bahwa dengan terjun di dunia organisasi menjadikan mahasiswa sebagai orang yang autentik. Yakni menjadi orang yang apa adanya, memiliki empati, kemampuan berkomunikasi dan membaca pikiran.

“Dalami dunia aktifis mahasiswa harus sepenuh jiwa, bukan dalam rangka kemampuan menulis CV atau keahlian dalam interview tetapi menyelami jiwa manusia itu penting, orang autentik selalu mempunyai kesinambungan perjalanan hidup dalam karir jauh lebih panjang,” tutur Gubernur.

BACA JUGA: Tips dari Doktor Zul Agar Organisasi Awet

Ser@diskominfotikntb




Gubernur Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Finansial

LOBAR.lombokjournal.com —

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajarkan Pondok Pesantren (ponpes) memanfaatkan instrumen keuangan sehingga melek tentang ilmu keuangan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Provinsi NTB, DR. Zulkieflimansyah pada acara Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), Minggu (6/6/2021), di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri-Lombok Barat.

“Karena pengamatan kami, banyak tuan guru, santri-santri, hafal Al Qur’an, Hadist, melek ilmu agama tapi minim ilmu keuangan,” kata Doktor Zul.

BACA JUGA: Tips dari Doktor Zul Agar Organisasi Awet

Sejak masih di DPR RI, Doktor Zul telah meminta OJK untuk mengajak para tenaga pengajar di bidang agama atau pondok untuk melek finansial. Karena menurutnya, jangan sampai banyak hak umat islam tidak dimanfaatkan secara optimal. Seperti wakaf dan bank wakaf.

“Ini yang harus kita pahami dan pelajari,” tutup Gubernur yang datang bersama isteri, Hj. Niken Saptarini Widyati.

BACA JUGA: Gubernur Zul Apresiasi Kiprah Alumni Ponpes Nurul Hakim

edy@diskominfotik_ntb




Tips dari Doktor Zul Agar Organisasi Awet

LOBAR.lombokjournal.com —

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diberkati dengan banyaknya pondok pesantren (Ponpes) yang berumur panjang. Sementara di belahan bumi yang lain, apalagi di tengah pandemi Covid-19, usia sebuah organisasi makin lama makin pendek.

Karena itu, Gubernur NTB, DR. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc, memberikan tipsnya.

“Setelah diteliti ada rahasia dan tips organisasi berumur panjang,” ungkap Doktor Zul sapaan akrab Gubernur pada acara Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), Minggu (6/6/2021) di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri-Lombok Barat.

Pertama, karakternya sensitif atau adaptif terhadap perubahan lingkungan. Dalam hidupnya tidak monoton. Tidak hanya menjadi kiyai, tuan guru, tapi ada yang menjadi politisi, tentara atau polisi, asn, akademisi dan lain-lain.

BACA JUGA: Gubernur Zul Apresiasi Kiprah Alumni Ponpes Nrul Hakim

“Selalu mampu membaca tanda-tanda zaman, saya senang Nurul Hakim punya karakter ini,” puji Doktor Zul.

Kemudian ciri ke-dua, memiliki personal identity atau ciri khas personal. Dari cara ceramah, membawa pengajian, ayat-ayat yang dibaca. Harus terus dipelihara.

Yang ke-tiga lanjutnya, tidak mematikan ide-ide yang beda dengan mainstream. Jadi tidak selamanya cara berpikir orang-orang dalam sebuah perkumpulan itu seragam.

“Kalau ada ide-ide yang berbeda sedikit, bisa jadi dapat memperpanjang organisasi, karena menghadirkan satu konstruktif, feedback bagi organisasi,” jelasnya.

BACA JUGA: Bang Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Finansial

Dan yang ke-empat, konservatif insiment, tidak boros menghabiskan uang. Organisasi yang tidak pandai memelihara uang, cepat megah dan majunya tapi cepat juga hilang.

“Jadi kita perlu memiliki bendahara yang senang memelihara uangnya, jangan terlampau jor-joran,” pintanya.

Di tengah krisis ini, jelas Bang Zul, orang menghitung usia hidup sebuah organisasi atau perkumpulan sampai usia 1,5 tahun saja. Bahkan dengan era digital rata-rata usia perusahaan industri bertahan 2,5 tahun.

Namun dengan kemajuan ilmu pengetahuan sekarang, tingkat mortalitas manusia makin panjang. Jarang sekali yang meninggal di usia dini.

“TGH. Muharrar Mahfudz, sekarang umurnya 69 tahun, masih muda, kalau kita bandingkan dengan Mahatir Muhammad misalnya, umur 94 tahun masih bisa jadi Perdana Menteri lagi,” tutur Bang Zul.

edy@diskominfotik_ntb




Gubernur NTB Apresiasi Kiprah Alumni Ponpes Nurul Hakim

LOBAR.lombokjournal.com —

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), DR. Zulkieflimansyah mengapresiasi peran serta Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hakim yang turut mewarnai pembangunan daerah.

Ada yang berkiprah menjadi politisi, akademisi, polisi, tentara, pemerintahan, sektor usaha, UMKM dan terus berdakwah dengan membangun ponpes.

“Salah satunya, ada alumni Nurul Hakim yang menjadi anggota DPRD Provinsi NTB,” kata bang Zul sapaannya, saat menghadiri Halal Bihalal Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH), Minggu (6/6/2021) di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri-Lombok Barat.

Bahkan, ada yang digadang-gadang akan menjadi calon Bupati Lombok Barat. Begitupun banyak anggota TNI maupun Polri di NTB merupakan alumni juga.

“Keberadaan Ponpes yang memiliki ribuan alumni di berbagai belahan dunia ini, telah mampu memberikan manfaat untuk kemaslahatan umat manusia,” pungkas Doktor Zul.

BACA JUGA: IKAPPNH Bersinergi Sukseskan Program Unggulan Pemerintah NTB

Sementara itu, Pengasuh Ponses TGH. Muharar Mahfuz mengatakan alumni Ponpes Nurul Hakim di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menekankan untuk ikut serta memberikan peran dan kontribusinya.

“Termasuk mampu menghadirkan ulama dan umarah untuk hadir di acara ini, bukti bahwa sinergi dan kolaborasi yang baik demi membangun daerah,” jelasnya.

BACA JUGA: Tips Gubernur Agar Organisasi Awet

Pendiri Ponpes Nurul Hakim juga mengapresiasi IKAPPNH, yang terus membangun silaturahmi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, TNI/Polri dan berbagai sektor dalam sendi kehidupan.

edy@diskominfotik_ntb




IKAPPNH Bersinergi Sukseskan Program Unggulan Pemerintah NTB

LOBAR.lombokjournal.com —

Salah satu misi Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim (IKAPPNH) adalah terus bersinergi dan berkolaborasi mendukung setiap program unggulan Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal tersebut disampaikan Karman BM, ketua panitia acara, usai Halal Bihalal IKAPPNH di Masjid Firdaus Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kediri-Lombok Barat, Minggu (6/6/2021).

Diakuinya, berbagai program unggulan Pemerintah NTB sejalan dengan visi misi IKAPPNH, sehingga bisa didukung penuh proses eksekusinya. Salah satunya adalah program unggulan Beasiswa NTB.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Finansial

“Ini merupakan salah satu program untuk mencetak SDM yang berkualitas,” ucapnya pada acara yang dihadiri Gubernur NTB DR. H. Zulkieflimansyah, Kapolda NTB, Danrem 162, Sekda Lombok Barat, Pengasuh Ponses TGH. Muharar Mahfuz dan alumni se-dunia yang mengikuti secara daring.

Sehingga melalui beasiswa NTB, alumni Ponpes tak hanya paham segi keagamaan, namun juga dapat memahami secara luas tentang ilmu pengetahuan lain.

“Kami berharap adik-adik kami yang telah lulus dari Nurul Hakim dan memiliki kualifikasi diberikan ruang untuk menjadi penerima beasiswa,” kata Karman.

Dijelaskan Karman, rangkaian kegiatan ini dilakukan selama 2 hari, setelah halal bihalal, ada seminar Internasional di Ponpes Nurul Hakim, secara Hibrid dan live di platform media sosial.

BACA JUGA: Gubernur NTB Apresiasi Kiprah Alumni Ponpes Nurul Hakim

Menghadirkan pembicara seperti Muhammad Syaroni Rofii, Ph.D (Dosen SKSG Pasca Sarjana Universitas Indonesia, Alumni Marmara University Turki, Dr. Mohammad Mohiuddin (Mahi) – Founder Chairman, Global Philanthropic Planet (GPP) Foundation -Advisor, Islamic Economics Association, Kuwait University,  Tokoh Muda Palestina, CEO Palestinian Cultural Organization Malaysia  dan Dr. Ahmad Musaddad, alumni NH, tinggal di Makkah.

edy@diskominfotik_ntb