Politisi Muda PDIP, Ahmad Amrullah Resmi Anggota DPRD Lotim
Usai dilantik duduk di DPRD Lombok Timur, politisi muda Ahmad Amrullah tak bisa sembunyikan rasa harunya
LOTIM.LombokJournal.com ~ Politisi muda Ahmad Amrullah bersama dengan 49 anggota DPRD Lombok Timur dilantikmenjadi anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur periode 2024-2029, di Kantor DPRD Lombok Timur pada Rabu (21/08/24).
Momen sakral pengucapan sumpah dan janji tersebut berlangsung khidmat.
Ahmad Amrullah mengaku tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Politisi PDI-Perjuangan itu mengaku amat bersyukur atas telah digelarnya pelantikan tersebut. Ia secara pribadi mengucapkan syukur alhamdulillah sudah bisa sampai di titik ini.
“Ini berkah dari Allah SWT kepada saya, kepada keluarga. InsyaAllah amanah ini akan saya jalani dengan sebaik-baiknya,” kata Amrullah kepada media.
Politisi muda itu kemudian mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dirinya dalam proses pemilihan legislatifpada Februari 2024 silam.
Amrullah mengaku akan mengingat orang-orang yang telah berjasa mengantarkan dirinya menjadi anggota DPRD, terutama masyarakat di daerah pemilihan (dapil) II Kabupaten Lombok Timur.
“Kedua tentu ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga, sahabat, tim-tim pemenangan, relawan, serta keluarga besar PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Timur yang telah membantu saya dalam proses pileg kemarin,” kata Amrullah.
Pria yang dikenal mudah bergaul itu mengaku, momen pelantikan dirinya menjadi anggota DPRD Lombok Timur merupakan awal dari pengabdian kepada masyarakat. Dan ia siap menjalankan amanah yang diberikan masyarakat dengan sebaik-baiknya.
Selain itu, dalam menjalankan peran sebagai legislator, Amrullah akan berupaya menjadi mitra sekaligus pengontrol untuk lembaga eksekutif. Ia juga berkomitmen untuk dapat terus hadir dan menjembatani kebutuhan masyarakat.
“Ini periode pertama saya jadi anggota DPRD. Tentu saya sudah mempersiapkan diri sejak jauh-jauh hari. Mendengar masukan dari para senior. Bismillah saya siap menghibahkan diri saya untuk masyarakat,” tegas Amrullah.
Ahmad Amrullah mengungkapkan beberapa sektor strategis yang akan menjadi perhatiannya seperti infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), hingga sektor-sektor sosial lainnya.
Sebagai informasi, Ahmad Amrullah terpilih menjadi anggota DPRD Lombok Timur dari dapil II fraksi PDI-Perjuangan.
Sebagai politisi muda pendatang baru, Amrullah memperoleh suara signifikan yakni 5.977 suara. Raihan tersebut mengantarkan Amrullah duduk di kursi DPRD Lombok Timur mengalahkan petahana. me
Malam Apresiasi Gerak Jalan Merdeka
Dalam sambutan malam apresiasi gerak jalan merdeka, Pj Gubernur ingatkan untuk mempersiapkan sumber daya yang berkualitas
MATARAM.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Hassanudin menghadiri dan memberikan apresiasidan arahan pada malam apresiasi gerak jalan merdeka yang berlangsung di Lapangan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB, Kamis (15/08/24).
Dalam sambutan malam apresiasi gerak jalan merdeka itu, PJ Gubernur mengatakan bahwa dalam rangka menyongsong era Indonesia Emas pada tahun 2045, sehingga 100 tahun Kemerdekaan Indonesia mendapatkan hal yang positif dengan bonus demografi.
“Kalau kita lihat penduduk anak, yang dikategorikan anak itu adalah 14 tahun kebawah, itu sekitar 1,7 juta kalau kita presentasikan sekitar 30,7 persen dari penduduk kita yang sangat produktif, Itu adalah tanggung jawab kita untuk meningkatkan sumber daya yang berkualitas, sumber daya yang memumpuni, sumber daya yang berakhlak, sumber daya yang berintegritas,” ungkapnya.
Selain itu, harus memperhatikan pada berbagai sektor, salah satunya pada sektor pariwisaya, pertanian dan sebagainya. Sehingga mampu dikelola oleh generasi muda di masa mendatang.
“Termasuk terkait dengan pariwisata kita, pertanian kita, hal-hal lain, semuanya harus kita persiapkan, semua nya harus diisi oleh generasi kita yang tadi 1,7 juta penduduk kita yang kita persentasekan 30,7 persen itu adalah bonus demografi,” tuturnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB yang telah mengadakan kegiatan gerak jalan merdeka yang positif.
“Terimakasih sekalai lagi pak Kadis dan teman-teman, semua pak Kadis juga tidak bisa bekerja sendiri, tidak bisa berbuat sendiri tanpa dukungan dan kerja sama kita sama-sama, kita sama-sama melakukan hal yang positif,” ungkapnya.
Dalam malam apresiasiitu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd.,M.Pd membicarakan tentang infaq pendidikan yang merupakan gerakan yang mendidik para siswa untuk meningkatkan kepedulian dengan berbagai kepada sesama melalui pengumpulan dana infaq.
“Adapun sasaran program infaq pendidikan terdiri dari peserta didik, anak rentan putus sekolah, siswa beprestasi,” jelasnya. serly/her
Hari Anak Nasional 2024, Pj Gubernur NTB Layani Anak Anak
Puncak peringatan Hati Anak Nasional di NTB dimeriahkan pertunjukan seni, perkusi, teater dan tarian, penampilan penyanyi anak disabilitas
MATARAM.LombokJournal.com ~ Saat merayakan Hari Anak Nasional (HAN) ke 40 di Taman Budaya, Mataram, Kamis (15/08/24), Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hassanudin berfoto bareng dan menjabat tangan puluhan anak mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Anak-anak itu peserta puncak peringatan Hari Anak Nasional ke 40 NTB yang dimeriahkan dengan pertunjukan seni, perkusi, teater dan tarian, penampilan penyanyi anak disabilitasserta penyanyi wakil NTB di ajang internasional.
Pj Gubernur juga menyerahkan tabungan dan bingkisan kepada 100 anak terpilih. Larut dalam suasana keceriaan, Gubernur beserta istri dengan senang hati memenuhi satu persatu permintaan foto bareng dan jabat tangan hingga meninggalkan acara.
“Saya merasa senang bisa hadir dan merayakan Hari Anak Nasional dalam suasana riang dan gembira,” ucap Hassanudin.
Dalam moment tersebut, Pj Gubernur didampingi istri yang juga Pj Ketua TP PKK NTB, Dessy Hassanudin, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) NTB, Hj Lale Prayatni dan beberapa pejabat kabupaten/ kota serta para Kepala Dinas ikut pula menari bersama dan menyanyikan lagu Anak Indonesia.
Saat menyambut kehadiran orang nomor satu NTB ini, anak anak mendendangkan lagu Selamat Datang Bapak, Selamat Datang Ibu serta menyerahkan cenderamata dari perwakilan seluruh anak NTB dalam perayaan HAN 2024.jm/her
Siswa SMA/SMK Meriahkan HUT RI ke-79
Dalam lomba gerak jalan yang diikuti Siswa SMA/SMK se NB, Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi mengingatkan agar generasi muda mengekspresikan diri menuju Indonesia Emas 2045
MATARAM.LombokJournal.com ~ Untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-79, Pemerintah Provinsi NTB mengadakan Lomba Gerak JalanMerdeka yang diikuti oleh 205.000 peserta, terdiri dari siswa SMA/SMK se-NTB dan ibu-ibu PKK Provinsi NTB. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB pada Kamis (15/08/24).
Acara pembukaanberlangsung di lapangan Islamic Center NTB, dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, dan dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi NTB, Dwianne Dessy Hassanudin, serta para Kepala OPD lingkup Provinsi NTB. Kepala Bidang Persandian Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi NTB, Safrudin, turut hadir mewakili Kepala Dinas.
Dalam sambutannya, Lalu Gita Ariadi menekankan pentingnya semangat kompetitif yang sehat dalam perlombaan, baik antar regu maupun individu. “Saya harap perlombaan ini dilaksanakan dengan jiwa yang sehat dan penuh kebersamaan, saling menjaga kekompakan dan ketertiban,” ujarnya.
Sekda juga mengajak generasi muda untuk terus mengekspresikan diri dan berkontribusi dalam perjuangan dan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
“Generasi penerus bangsa harus memiliki budi pekerti luhur, berdedikasi, serta memiliki jiwa pengabdian yang tinggi, sesuai dengan tema HUT Kemerdekaan RI ke-79, yaitu Nusantara Baru Indonesia Maju,” tambahnya.
Lomba Gerak Jalan Merdeka ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme di kalangan siswa SMA/SMK.
Rute gerak jalan merdeka dimulai dari lapangan Islamic Center NTB dan berakhir di lapangan Sangkareang Kota Mataram. Pelepasan peserta dilakukan secara simbolis oleh Ketua TP PKK Provinsi NTB. Edho/IKP
Rakornas Srikandi, Pemprov NTB Mendukung Penuh
Dukungan penuh dilakukan Pemerintah Provinsi NTB agar Rakornas Serikandi memberikan manfaat besar bagi pengelolaan arsip
MATARAM.LombokJournal.com ~Rapat Koordinasi Nasional Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Rakornas Srikandi) yang akan dilaksanakan tanggal 3-4 September 2024. Dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan rakornas tersebut.
Rakornas ini merupakan agenda penting untuk memperkuat pengelolaan arsip dinamis di seluruh instansi pemerintah di Indonesia, termasuk di NTB.
Pemerintah NTB melalui Pelaksana Tugas (PLT) Kadis Perpustakaan dan arsip daerah, H. Amir, S.Pd., M.M. menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung pelaksanaan Rakornas Srikandi, yang akan menjadi ajang berbagi pengalaman dan best practice terkait pengelolaan arsip berbasisdigital.
“NTB siap menjadi tuan rumah yang baik untuk Rakornas Srikandi. Kami akan memberikan dukungan penuh agar kegiatan ini berjalan sukses dan memberikan manfaat besar bagi pengelolaan arsip di seluruh Indonesia,” ujar PLT Kadis Perpustakan, Rabu (14/08/24).
Pemprov NTB telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan instansi pemerintah lainnya, untuk memastikan segala aspek teknis dan non-teknis dalam penyelenggaraan Rakornas ini dipersiapkan dengan matang.
Rakornas Srikandi dipandang sebagai momentum penting untuk mempercepat implementasi digitalisasi kearsipan, yang menjadi bagian dari upaya reformasi birokrasi di berbagai daerah.
PLT Kepala Dinas Perpustakaan H. Amir juga menyampaikan bahwa Rakornas ini akan menjadi ajang strategis bagi NTB untuk menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan arsip yang modern dan terintegrasi.
“Segala bentuk teknis di lapangan yang diperlukan untuk mendukung suksesnya Rakornas Srikandi kami akan sukseskan. Kami juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergiantar daerah dalam pengelolaan arsip yang lebih baik,” ungkapnya.
Rakornas Srikandi ini diharapkan akan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga akan menjadi sarana bagi peserta untuk belajar dari berbagai inovasi pengelolaan arsip yang telah berhasil diterapkan di berbagai daerah.
Adapun agenda pembahasannya mulai dari protokoler dan penjemputan peserta, City Tour, dan diskusi yang akan berlangsung selama satu (1) hari yang akan diisi oleh lima narasumber mulai dari Kominfo Kemendagri, Bappenas, Bupati Luwu Timur, dan Deputi Tata Kelola Kearsipan Nasional dan Penjabat Gubernur NTB.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTB dan koordinasi yang baik dengan ANRI serta instansi terkait lainnya, Rakornas Srikandi diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pengelolaan arsip di Indonesia, menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan modern.pnd/her
Presiden beri Pengarahan Pj Gubernur se Indonesia di IKN
Pj Gubernur se Indonesia diundang Presiden Joko Widodo, diberi pengarahan terkait perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)
KALIMANTAN.LombokJournal.com – Penjabat (Pj) Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hassanudin, bersama dengan para pemimpin daerah se-Indonesia, mengikuti pengarahan dari Presiden Joko Widodo di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Selasa (13/08/24).
Dalam kunjungan tersebut, para pemimpin daerah dipimpin oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, yang mengajak mereka berkeliling area istana untuk melihat perkembangan pembangunan pusat pemerintahan di Kawasan IKN.
Pj Gubernur NTB, Hassanudin, menyatakan kebahagiaannya dapat menyaksikan langsung kemajuan pembangunan di kawasan IKN.
“Saya sangat senang, hari ini bersama para gubernur se-Indonesia, kami diajak oleh Pak Bas, Menteri PUPR, berkeliling sekitar istana untuk melihat perkembangan pembangunan pusat pemerintahan di Kawasan IKN. Satu kata, keren!” ujar Hassanudin.
Dalam arahannya, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur saat ini baru mencapai sekitar 20 persen dari keseluruhan.
Ia mengingatkan para gubernur, bupati, dan wali kota bahwa pembangunan ini masih dalam tahap awal dan belum selesai.
“Jangan salah paham, ini baru awal dan mungkin baru mencapai sekitar 20 persen,” kata Jokowi.
Presiden juga mengungkapkan bahwa selain pusat pemerintahan seperti istana presiden, istana wakil presiden, gedung kementerian, dan kantor Kemenko, beberapa titik lain juga sedang dalam pembangunan.
Antara lain, enam hotel, enam rumah sakit, dan sebuah pusat pelatihan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang hampir selesai.
“Ibu Kota Nusantara ini dirancang sebagai kota masa depan dengan konsep forest city, atau kota hutan, bukan kota beton. Saya berharap provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia dapat merencanakan konsep kota masa depan seperti ini,” pesan Presiden Jokowi. novita/her
Prodi Seni Pertunjukan, Program Baru Universitas Bumi Gora
Adanya prodi Seni Pertunjukan di Universitas Bumi Gora megasah dan mengembangkan kompetensi di berbagai aspek seni teater, tari, musik, maupun tata kelola pertunjukan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Universitas Bumigora (UBG) siap menerima mahasiswa baru pada Program studi (prodi) Seni Pertunjukan yang berada di bawah naungan Fakultas Seni dan Desain, Jum’at (09/08/24).
Prodi ini merupakan program baru yang ditawarkan, dan merupakan satu-satunya program pembelajaran dengan output bergelar Sarjana Seni (S.Sn.) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pendaftaran mahasiswa baru kali ini dapat dilakukan secara online di laman PMB UBG sampai akhir bulan Agustus 2024.
Prodi Seni Pertunjukan UBG mencoba menawarkan pengalaman Pendidikan yang unik dan menyeluruh bagi mahasiswa yang memiliki minat di bidang seni, khususnya seni pertunjukan. Adanya kurikulum yang disusun secara khusus sebagai perpaduan antara teori dan praktik, prodi Seni Pertunjukan UBG ditujukan untuk mengasah bakat dan mengembangkan keterampilan mahasiswa di berbagai aspek meliputi teater, tari, musik, tata Kelola pertunjukan, dan lain sebagainya.
Program studi Seni Pertunjukan UBG menawarkan beberapa kompetensi di bidang seni pertunjukan. Beberapa kompetensi yang ditawarkan di antaranya adalah sebagai praktisi seni pertunjukan, pengkaji seni, instruktur/ pengajar seni pertunjukan, pengelola seni, jurnalis/ kritikus seni, dan wirausaha di bidang seni.
Beberapa kompetensi yang saat ini dinilai memiliki prospekyang baik di masa mendatang, mengingat adanya pengembangan industri pariwisata di NTB.
“Banyak kompetensi yang kami tawarkan di prodi ini, dan kami pikir dengan kompetensi itu peluang mahasiswa akan cukup besar di masa mendatang. Kita tahu Pembangunan pariwisata NTB hari ini begitu pesat dan sangat memungkinkan seni menjadi bagian di dalamnya,” jelas Jeni sapaan akrab Nahdlatuzzainiyah, Kaprodi Seni Pertunjukan UBG (09/08/24)
Masyarakat yang memiliki minat kesenimanan baik menjadi aktor, musisi, penari, dapat bergabung di prodi Seni Pertunjukan UBG. Sejauh ini NTB tampak memiliki talenta-talenta unggul bidang seni di kancah nasional.
Lahirnya prodi Seni Pertunjukan ini, diharapkan dapat menjadi ruang penempaan bagi masyarakat untuk semakin meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya.
“Di NTB ini banyak sekali talenta-talenta nasional yang notabene mereka belajar secara mandiri atau autodidak. Lahirnya prodi ini mungkin dapat menambah atau memberikan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan praktiknya di bidang seni,” lanjut Jeni
Tidak hanya menjadi praktisi, lulusan prodi Seni Pertunjukan juga dapat menjadi pengkaji, instruktur atau pengajar, pengelola dan wirausaha.
Belajar di prodi seni ini tidak harus menjadi seorang praktisi, masyarakat bebas menentukan pilihannya sesuai dengan minatnya.
“Tidak harus menjadi seniman ketika memutuskan kuliah di seni pertunjukan ini. Kalau ada yang pengin jadi pamong atau manajer pertunjukan, kita menawarkan kompetensi sebagai pengelola. Atau mungkin ada yang seneng nulis, bisa jadi mereka memproyeksikan diri untuk lulus sebagai pengkaji, jurnalis, atau kritikus, atau bahkan ada yang berkeinginan untuk menjadi seorang pengusaha,” jelas Jeni
Keberadaan prodi Seni Pertunjukan UBG ini menjadi salah satu komitmen dan keseriusan UBG dalam memajukan seni budaya di NTB.
UBG berupaya mempersiapkan SDM yang unggul di dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Selain prodi Seni Pertunjukan, UBG juga membuka prodi kepelatihan olahraga dan pariwisata Fik
Dinas Kominfotik NTB Terima Kunjungan Kejaksaan RI
Penjelasan Dinas Kominfotik NTB saat kunjungan studi lapangan dari Kejaksaan RI, menyangkut tupoksi pelayanan pada pimpinan daerah
MATARAM.LombokJournal.com ~ Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB terus bertumbuh menjadi instansi pemerintah yang melayani langsung pimpinan daerah dan lintas sektor, baik di dunia nyata hingga berbagai urusan di dunia maya.
Hal itu disampaikan Kepala Diskominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M, menerima Kunjungan Studi Lapangandalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan V Dan VI Tahun 2024 Kejaksaan RI, di Gedung Command Center Kantor Gubernur NTB, Mataram, Rabu (08/08/24).
“Ini bisa jadi masukan yang baik juga bagi Kejaksaan. Karena kami melayani pimpinan dan berbagai instansi, dari level yang paling bawah hingga tertinggi,” jelas Najamuddin.
Ia memaparkan dasar dan tupoksi Dinas Kominfotik NTB yang telah berdiri sejak tahun 2017. Diskominfotik NTB telah menerima penghargaan, seperti penghargaan SPBE dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi peringkat 8 Nasional, peringkat 4 Nasisonal anugerah Keterbukaan Informasi Publik, dan berbagai penghargaan lainnya.
Dalam kesempatan kunjungan ke Dinas Kominfotik NTB, Ketua Rombongan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan V Dan VI Tahun 2024 Kejaksaan RI, Vina Rinjani menjelaskan, Kejaksaan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menyempurnakan berbagai inovasi yang telah dijalankan.
“Terimakasih atas kesempatan ini. Semoga kita bisa berkolaborasi untuk terciptanya berbagai inovasi di masa yang akan datang,” tandasnya.novita/her
Calon Paskibra NTB Diingatkan terkait Perilaku dan Jejak Digital
Dr Najamuddin ingatkan Calon Paskibra NTB, agat tidak ketergantungab dengan perilaku digital yang salah
MATARAM.LombokJournal ~ Literasi digital sangat penting dan dibutuhkan bagi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Nusa Tenggara Barat (Calon Paskibra NTB) yang merupakan siswa SMU dan generasi Z untuk bekal menghadapi tantangan zaman.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Dr Najamudin Amy, di hadapan 28 orang calon Paskibra NTB 2024 mengingatkan terkait memperlakukan gawai atau smartphone. Menurutnya, informasi hoax, jebakan judi online, pinjaman online ilegal hingga maraknya penyalahgunaan data pribadi maupun jejak digital yang merugikan, dimulai dari bagaimana memperlakukan gawai sebagai alat.
“Smartphone (gawai) itu hanya alat untuk memudahkan aktifitas dan tidak malah ketergantungan dengan perilaku digital yang salah. Era digital akan menjadi kekuatan sekaligus kelemahan bagi generasi Z yang tidak memiliki kecakapan yang cukup,” ujarnya di hadapan calon Paskibra, di Aula BPSDM Mataram dalam kegiatan Diklat Paskibra 2024, Rabu (07/08/24).
Menyinggung visi Indonesia digital dan indeks literasi NTB dalam upaya transfomasi digital, ia juga memberi penjelasan segaligus peringatan.
Pengguna teknologi gawai dan jaringan internet seharusnya memiliki pilar etika, keamanan dan budaya digital, dari kebiasaan sehari hari berinteraksi dengan internet yang akan menjelma menjadi peradaban yang baik.
“Kelemahannya jika tak memiliki kecakapan maka generasi Z cenderung individualis, egois, bergantung pada gawai, kurang berinteraksi dan mengumbar aktifitas di media sosial sehingga menimbulkan kemalasan sosial,” sebutnya.
Dengan menjaga pilar digital diatas, maka generasi Z justru akan dapat mengatasi tantangan era digital dan memanfaatkannya dengan baik.
Ia berharap, para calon Paskibra NTB yang terpilih dari seluruh SMU di NTB ini selain membanggakan dapat menjalankan tugas mewakili sekolah dan daerah.
Dan sebagai lulusan Paskibra juga memiliki kecakapan digital yang tidak merugikan diri sendiri maupun lingkungan. jm/her
Bengkel Aktor Mataram Pentaskan Lakon KEMARUK
Tidak seperti biasanya, kali ini Bengkel Aktor Mataram menguliti watak kekuasaan dengan ungkapan telanjang
lombokjournal.com ~Bengkel Aktor Mataram atau Teater BAM dalam produksi ke 62 mementaskan lakon ‘Kemaruk’, mengupas cara-cara licik bekerja untuk mempertahankan kekuasaan. Pementasan ini merupakan lakon bertema kritik sosialpolitik yang paling uptodate.
Tidak seperti biasanya, Bengkel Aktor Mataram yang selalu menyuguhkan kritik dengan pengungkapan yang bergaya satir dengan visual yang membuai, kali ini kelompok teater paling tua di Mataram (NTB) itu benar-benar menyampaikan kritik dengan ungkapan telanjang.
“Persoalan yang konteksnya jelas dan hangat, isi kritik harus disampaikan apa adanya, penonton harus segera memahami isi pesan yang disampaikan” kata Kongso Sukoco sutradara senior usai pementasan.
Kemaruk secara bisa diartikan selalu ingin mendapat banyak, loba, rakus pada harta (dalam konteks lakon ini bisa dimaknai rakus pada kekuasaan)
Lakon ‘Kemaruk’ yang dipentaskan tanggal 04 Agustus 2024 di Teater Tertutup Taman Budaya NTB malam, Lakon ini berkisah tentang penguasa yang menghalalkan segala kelicikan, agar bertahan berkuasa atau tetap mencengkeram kekuasaan. Penguasa yang selama ini bertampang (terkesan) bloon, ternyata sangat piawai mengelabui lawan bahkan kawan politiknya.
Lakon ‘Kemaruk’ diminati
Pementasan lakon “KEMARUK” produksi ke 62 yang dipentaskan Bengkel Aktor Mataram akhir Juli dan awal bulan Agustus, menarik perhatian penonton. Pada pementasan perdana tanggal 4 Agustus malam, gedung tertutup Taman Budaya sesak dipenuhi penonton, Saya agak telat datang ke gedung pertunjukan, terpaksa hanya kebagian duduk di lantai, depan kursi penonton paling depan.
Rupanya lakon dengan mengangkat tema penguasa yang kemaruk kekuasaan, sangat diminati penonton. Bengkel Aktor Mataram dengan mementaskan lakon ini menghadirkan narasiyang relevan dengan kondisi sosial-politik di tengah kecamuk Pemilihan Presiden. Meski pementasan itu ‘kontekstual’ namun bungkus estetika teaternya masih kental.
Syahdan, seorang raja yang semula dikenal bersahaja, adil dan bijaksana, saat usia menua dan menyiapkan diri untuk ‘lengser keprabon’, perlahan wataknya berubah menjadi semena-mena dan menghalalkan cara agar tetap mencengkeram kekuasaan. Menjelang undur dari kekuasaan ia tiba-tiba gelisah. Ia dihantui ketakutan karena itu akhirnya harus berlaku menghalalkan cara untuk mempertahankan tahta yang semakin goyah.
Sang penguasa, Raja di kerajaan antah berantah, merasa kekuasaannya terancam oleh para bangsawan, rakyat, bahkan dengan sekutunya sendiri. Dalam kegalauannya, ia akhirnya menghalalkan segala cara – menabrak awiq-awiq sosial – agar tetap mencengkeram kekuasaan. Untuk mempertahankan kekuasaannya, ia menggunakan tipu daya, kekerasan hukum pada aparatnya sendiri, hingga pengkhianatan.
“Sekarang semua orang tau bahwa aku bukan plonga plongo, kalianlah yang sebenarnya plonga plongo, karena tiba-tiba merasa jadi bodoh,” kata Raja. Dialog itu disampaikan Asta Bajang, aktor yang menggambarkan watak Raja saat berdialog dengan penasehat yang penjilat.
Sutradara lakon ‘Kemaruk’, Kongso Sukoco, membagi panggung menjadi dua area yang masing-masing wataknya berseberangan. Sebelah kiri panggung (dari sudut pandang penonton) merupakan area permain Raja dan Penasehat Licik-nya. Dengan set panggung yang menyiratkan tahta yang agung.
Sedang sebelah kanan panggung area panggung merupakan area para oposan yang menentang Raja, yang dipimpin Sulastri dan Sadila. Meski penata set Muhammad Zaini hanya memanfaatkan reng dan trap dan sepotong kain, namun tersirat kesan tempat yang keras dan melawan. Secara teknis pembagian panggung menjadi dua area ini menarik, karena menjaga tempo permainan tidak lamban, irama terjaga, pertunjukan jadi padat mengalir..
Cerita dibuka dari dialog Raja yang berhasil menjalankan siasatuntuk mempertahankan kekuasaan. Siasatnya itu membuat para penentangnya terperanjat dan tak menduga, akhirnya membuat lawannya tak berkutik. Ancaman dari penentangnya berhasil dilumpuhkan. Meski sebagian besar pemain masih punya jam terbang terbatas di atas panggung namun sutradara, Kongso Sukoco, berhasil membangun suasana licik penuh muslihat dengan pencahayaan remang dan iringan musik arkodion yang mengiris.
Sejak awal, penonton sudah diajak menyelami psikologi penguasa yang dihantui rasa takut kehilangan kekuasaannya. Drama pun bergerak dengan ungkapan kata-kata yang menusuk namun tetap dengan gaya segar menggelitik.
Di sinilah penonton disuguhi permain menarik para aktor, misalnya Asta Bajang yang memerankan Raja, layak diacungi jempol. Transformasi karakter dari seorang raja yang tenang menjadi sosok yang paranoid terlihat sangat alami dan penuh intensitas. Setiap gerak-geriknya menggambarkan betapa akal bulus sang raja hingga rela melakukan hal-hal licik demi mempertahankan singgasananya.
Di sisi lain, karakter pendukung seperti para warga, yang diperankan oleh Susan Damayanti, Meisyi dan Nurul Maulida Utami, menjadi antitesis dari Raja. Para warga mewakili suara hati nurani yang menyindir sekaligus mengingatkan raja agar tidak tersesat dalam ambisi buta. Namun, perjuangan itu perlahan tenggelam oleh kekerasan hati sang penguasa.
Harus diakui, permainan Dende Dila yang memerankan Sadila, tokoh perlawanan dan Wulan Zein yang memerankan Sulastri, patut diancungi jempol. Keduanya yang kerap bertentangan taktik dan strategi perlawanan, menyuguhkan adegan yang menawan. Permainan dua tokoh oposan itu kekuatan karakter perempuan.
Pesan Moral, Visual dan Tata Panggung
Visualisasi panggung yang berhaja namun memberi impresi mendalam menjasi salah satu kekuatan utama pementasan in. Tata panggung yang megah di awal cerita dengan singgasana sebagai pusat perhatian, perlahan-lahan berubah menjadi gelap dan kusam seiring dengan makin merosotnya moral sang raja.
Penggunaan pengiring musik hidup di panggung belakang yang dimainkan Kholik dan Azmi memberikan efek dramatis, khususnya lagu-lagu yang menggambarkan penguasa yang mengangkangi kekuasaan. Seolah-olah menggambarkan bahwa sang raja tidak hanya memerangi musuh-musuh politiknya, tetapi sekaligus memberangus kawan dan sekutunya.
Pencahayaan dan penggunaan warna-warna gelap semakin menambah suasana muram, terutama pada adegan-adegan ketika Raja mengungkapkan penghianatan pada orang-orang yang semula menjadi sekutunya. Ungkapan raja adalah momen yang sangat emosional, di mana penonton bisa merasakan kehancuran moral yang dialami sang penguasa.
Melalui lakon “Kemaruk”, penonton diajak merenungkan betapa penguasa yang licik, dalam kenyataan tidak selalu berakhir dengan keruntuhan. Raja tetap berkuasa, dan para penentangnya harus mengambil nafas panjang.
“Kelicikan Raja berhasil memenangkan peperangan ini,” kata Penasehat Licik sang Raja.
Dalam lakon ini menyiratkan pesan bahwa kekuasaan yang didasarkan pada rasa takut dan pengkhianatan hanya akan membawa kehancuran moral, baik bagi pemerintahan penguasa maupun bagi rakyatnya. Pementasan ini juga menyentil sisi gelap manusia yang sering kali menghalalkan segala cara demi mempertahankan apa yang dimiliki, tanpa mempertimbangkan akibat jangka panjangnya.
Penonton bisa dengan mudah mengaitkan kisah ini dengan fenomena-fenomena politik kontemporer, di mana kekuasaan sering kali disalahgunakan dan dijaga dengan cara-cara yang tidak etis.
Pendukung Bengkel Aktor Mataram
Tontonan lakon “Kemaruk ” adalah pementasan teater yang tidak hanya memikat dari segi visual dan alur cerita, tetapi juga menawarkan kritik sosial yang tajam. Dengan penyutradaraan yang kuat, tata panggung yang impresif, serta alur yang penuh intrik, lakon ini berhasil menghidupkan cerita tentang ambisi kekuasaan yang tak terkendali dengan sangat baik.
Bengkel Aktor Mataram dengan keterbatasan aktor dan aktrisnya, tetap berhasil menyuguhkan pementasan yang patut diapresiasi dan tentu saja memberikan refleksi mendalam tentang kekuasaan dan tanggung jawab kemanusiaan
“Saya memang masih konvensional, masih menganggap ‘drama’ tetap menjadi pilar yang menegakkan struktur teater. Saya selalu berpijak dari kisah sastra,” itulah pengakuan Kongso Sukoco dalam percakapan dengan penulis. Roman Syair