Peran Media Menjaga Kondusivitas Pilkada

Kadis Kominfo menekankan, peran media yang netral, krusial dalam mencegah potensi konflik dan perpecahan di masyarakat.

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB Dr. Najamudin Amy, S.Sos, MM, menyoroti peran strategis media dalam menjaga netralitas dan kredibilitas selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). 

Dalam Forum Diskusi MIO Indonesia NTB Dr. Najamudin menegaskan rwekait peran media. Peran media memiliki tanggung jawab besar menyampaikan informasi yang obyektif, akurat, mendidik dan tidak memihak.

BACA JUGA : Apel Gelar Pasukan dari Korem 162/WB, Pastikan Keamanan Pilkada

“Di tengah dinamika Pilkada, media memegang peran strategis sebagai penjaga stabilitas informasi. Media harus mampu menyajikan berita yang tidak hanya akurat dan faktual, tetapi juga netral dan tidak berpihak pada satu golongan tertentu,” tuturnya.

Ia menekankan peran media yang netral, krusial dalam mencegah potensi konflik dan perpecahan di masyarakat. 

Menurutnya, media yang berintegritas akan berkontribusi pada terciptanya suasana kondusif selama Pilkada, serta memastikan proses demokrasi berjalan lancar dan adil. 

“Media harus menjadi pilar utama dalam mendukung Pilkada yang demokratis dengan menyajikan informasi yang edukatif dan menenangkan, sehingga masyarakat bisa membuat keputusan yang bijak berdasarkan fakta, bukan opini yang bias,” tandasnya.

Dijelaskannya, kepercayaan publik terhadap media semakin kuat jika media konsisten menjaga netralitasnya. 

“Kunci utama keberhasilan Pilkada yang damai dan demokratis adalah informasi yang obyektif dan netral dari media. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh insan pers untuk terus berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik yang berimbang dan beretika,” imbuhnya.

BACA JUGA : Desa Cantik Dicanangkan, Tingkatkan Kompetensi Aparatur Desa

Selain itu, dirinya mengatakan bahwa peran media sebagai edukator. Menurutnya, media tak hanya memberitakan, media harus mulai menyertakan artikel-artikel edukatif untuk mencerdaskan masyarakat dan meredam informasi-informasi yang bias.

“Peran media tidak hanya sebatas menyajikan berita, tetapi juga menyediakan artikel edukatif yang dapat mencerdaskan masyarakat. Melalui konten yang mendidik, media dapat membantu publik memahami isu-isu penting dengan lebih baik, sehingga mereka dapat membuat keputusan bijak,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MIO NTB Feriyal Mukmin Pratama menyampaikan keberadaan media sebagai pelopor informasi.

Dikatakannya, peran media harus bisa menyajikan informasi yang berimbang, untuk menghasilkan produk berita yang bisa dipercaya tanpa ditunggangi kepentingan yang mengorbankan kode etik jurnalistik.

“Media bisa menyajikan informasi yang berimbang, agar produk berita yang dihasilkan dapat dipercaya dan tidak dipengaruhi kepentingan yang mengorbankan kode etik jurnalistik.”

BACA JUGA : MyNyale Jadi Brand Kolektif untuk Majukan UMKM di NTB

Adapun Forum Diskusi Publik MIO Indonesia NTB dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk pimpinan media online yang tergabung dalam MIO NTB, serta perwakilan dari Korem 162 Wira Bhakti, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kesbangpol, Polda NTB, Bawaslu NTB, dan Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB. 

Komitmen bersama mendukung peran media yang netral dan edukatif dalam menyukseskan Pilkada yang demokratis. mio

 

 




MyNyale Dijadikan Brand Kolektif untuk Majukan UMKM di NTB

MyNyale sebagai brand kolektif dijadikan identitas kolektif yang mewakili kebanggaan terhadap potensi alam, budaya, dan anugerah kekayaan alam Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

LOBAR.LombokJournal.com ~ Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Ahmad Mashuri memberikan apresiasi kepada UNIDO, memilih NTB sebagai penyelenggaraan Lombok Collective Brand “MyNyale” Launching and Aquaculture Smes Technical Asisitence Kik-Off, bertempat di Senggigi Lombok Barat (30/08/24).

BACA JUGA : Wastra Tenun dan Kriya Harapan Ekonomi Berkelanjutan

Menjadikan MyNyale sebagai brand kolektif agar UMKM berinovasi dan berkembang

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi pelaku UMKM di NTB, serta memajukan produk-produk unggulan.

“Kita tidak hanya mengedepankan kualitas melainkan bisa mengangkat kearifan lokal dan nilai-nilai budaya yang ada,” ungkapnya.

Selain itu, MyNyale sebagai brand kolektif dapat dijadikan identitas kolektif yang kuat mewakili kebanggaan terhadap potensi alam, budaya, dan anugerah kekayaan alam Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

“Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memanfaatkan kehadiran brand kolektif MyNyale. Memajukan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat NTB,” tandasnya.

BACA JUGA : Pameran KriyaNusa 2024 Dihadiri Pj Ketua Dekranasda NTB

Ditambahkannya, momentum hari ini menjadi kesempatan untuk bersinergi dalam memajukan perekonomian daerah.

“Mari kita jadikan MyNyale sebagai simbol kebersamaan dan berkelanjutan dan kita dorong para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan berkembang,” imbuhnya.

BACA JUGA : Desa Cantik Dicanangkan untuk Tingkatkan Kompetensi Aparatur Desa

Hadir pada acara tersebut diantaranya, Kepala Dinas Perdagangan, perwakilan Kementerian Koperasi dan UKM, Kepala BI KPW NTB, Kepala Dinas Kominfotik NTB beserta tamu undangan lainnya. san/dyd

 




Apel Gelar Pasukan Korem 162/WB, Pastikan Keamanan Pilkada 

Sebanyak 1.866 personil TNI dari Korem 162/Wira Bhakti mengikuti apel gelar pasukan yang disiapkan memastikan sarana dan prasarana yang digunakan dalam tugas pengamanan Pilkada

MATARAM.LombokJournal.com ~ Apel Gelar Pasukan Kesiapan Korem 162/WB di Lapangan Trisula Yonif 742 SWY, Gebang, Mataram (30/08/24), bertujuan mewujudkan Pilkada NTB 2024 yang damai. 

BACA JUGA : Ruslan-Normal Ingin Lakukan Peubagan untuk Perbaikan

1.866 personil TNI mengikuti apel gelar pasukan Korem 162/WB
Apel Gelar Pasukan Korem 1262/WP

Penjabat (Pj) Gubernur NTB Hassanudin, yang menghadiri apel tersebut bersama Kapolda NTB, Irjen Pol Drs. R. Umar Farouk, S.H., M.Hum., serta pejabat Forkopimda NTB, mengapresiasi persiapan yang dilakukan Korem 162/Wira Bhakti. 

Menurut Pj Gubernur NTB, seluruh elemen masyarakat juga turut serta menjaga keamanan dan ketertiban selama proses Pilkada berlangsung.

“Semoga Pilkada NTB 2024 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan sukses,” harapnya. 

BACA JUGA : Sumiatun – Ibnu Salim Siap Berlaga di Pilbup Lobar

Sebanyak 1.866 personil TNI mengikuti apel gelar pasukan tersebut. Pasukan TNI disiapkan untuk memastikan sarana dan prasarana yang digunakan dalam tugas pengamanan, dan semua aspek operasional berjalan sesuai dengan prosedur tetap yang telah ditentukan.

Dalam amanat yang disampaikan pada apel gelar pasukan, Komandan Korem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Agus Bhakti menjelaskan, proses pengamanan diharapkan dapat berjalan baik dan sukses, sebagaimana pada pengamanan Pileg dan Pilpres.

Ia menekankan pentingnya netralitas dan profesionalisme prajurit dalam mengemban tugas mengamankan Pilkada. Hal tersebut sebagai bagian dari komitmen TNI menjaga stabilitas dan ketertiban, selama proses demokrasi berlangsung.

BACA JUGA : Desa Cantik Dicanangkan, Tingkatkan Kompetensi Aparatur Desa

Pada akhir arahannya, Brigjen TNI Agus Bhakti menekankan tugas pengamanan Pilkada harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan, seperti telah ditunjukkan pada pelaksanaan Pileg dan Pilpres silam. nov/dyd

 

 




Ruslan-Normal Ingin Lakukan Perubahan untuk Perbaikan

Pasangan Ruslan-Normal paket komplit dalam pemerintahan. Kami paham bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat Lombok Tengah

LOTENG,LombokJournal.com ~ Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah Ruslan Turmudzi-Lalu Normal Suzana atau populer disebut pasangan Ruslan-Normal, resmi mendaftar ke KPU setempat untuk Pilkada 2024 pada Kamis (29/08/24).

BACA JUGA : Sumiatun-Ibnu Salim Siap Berlaga di Pilbup Lobar

Pasangan Ruslan-Normal maju Pilbup Loteng diusung empat partai politik

Ruslan Turmudzi mengatakan pihaknya maju pada Pilkada tahun ini lantaran ingin melakukan perubahan untuk perbaikan Lombok Tengah.

Ia menilai Lombok Tengah dengan potensi yang cukup besar seharusnya tidak kalah dengan kabupaten/kota lain di NTB.

Dia menyebut Lombok Tengah dipercaya menjadi objek vital dengan adanya bandara internasional, KEK Mandalika, dan sejumlah tempat wisata menarik lainnya.

“Dari sisi PAD ini anomali. Kenapa Lombok Tengah seperti ini. Itu yang memotivasi kami maju. Kami ingin punya kewenangan untuk memberi kontribusi,” kata Ruslan saat konferensi pers di KPU Lombok Tengah, Kamis (29/08/24).

Pernah menjabat sebagai anggota DPRD NTB lima periode, membuat Ruslan paham betul kondisi semua kabupaten/kota di NTB. Hal itu menjadi modal kuat bagi pasangan Ruslan-Normal membenahi Lombok Tengah.

BACA JUGA : Ribuan Massa Rakyat Iringi Pasangan Rohmi-Firin Pilgub NTB 2024

“Saya dengan Pak Normal ini perpaduan politisi dan birokrasi. Kami paket komplit dalam pemerintahan. Kami paham bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pasangan dengan tagline “Melalui Jalan Lurus Lombok Tengah Kembali Normal” itu mengaku sudah siap dari segala hal. Baik itu strategi maupun modal.

“Namun, untuk menjadi pemimpin tidak cukup dengan itu saja, tapi juga melihat figur dan ide serta gagasan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ruslan mengaku pasangan Ruslan-Normal siap memberikan ide dan gagasan menarik demi kemajuan kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah.

“Kami ada program satu desa satu miliar. Ini realistis apabila PAD dioptimalkan,” sambungnya.

Menurut Ruslan, pemerintah harus meningkatkan BPHTB. Faktanya , saat ini harga tanah mahal. Dalam satu are bisa mencapai Rp 50 juta sampai 150 juta.

“Penerimaan kita sekarang ini, kan, kecil. Padahal, belum lagi potensi pariwisata, pajak hotel dan restoran. Saya melihat hari ini kita tidak punya database sehingga dipermainkan,” bebernya.

BACA JUGA : Sinergi Wujudkan Netralitas ASN Dalam Pilkada NTB 2024

Untuk diketahui pasangan Ruslan-Normal diusung empat partai politik. Di antara PPP dengam enam kursi, PDIP satu kursi, Perindo dua kursi, dan Gelora satu kursi. ***

 

 




Pameran KriyaNusa 2024 Dihadiri Pj Ketua Dekranasda NTB

 Pameran ini memberikan peluang bagi produk-produk industri kreatif Indonesia untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda NTB, Pameran Kerajinan Nusantara Tahun 2024 atau Pameran KriyaNusa yang diselenggarakan oleh 

Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) Indonesia, di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (28/08/24).

BACA JUGA : Wastra Tenun dan Kruya Harapan Ekonomi Berkelanjutan

Pameran dibuka secara langsung oleh Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional, ibu Wury Ma’ruf Amin. Pj Ketua Dekranasda NTB bu Dessy Hassanudin menghadiri pembukaan 

bu Dessy Hassanudin menghadiri pembukaan pameran tersebut.

Tahun ini mengangkat tema ‘Pengrajin Muda Lestarikan Warisan Budaya’. Tema tersebut diangkat sebagai cerminan Dekranas untuk meneruskan tradisi dari warisan leluhur kepada generasi muda. 

Hal tersebut disampaikan ibu Wury Ma’ruf Amin saat membuka acara yang akan digelar selama 5 hari ke depan. 

“Indonesia adalah negeri yang kaya akan budaya dan tradisi. Seni kerajian berbagai daerah Indonesia yang diwariskan tidak hanya mencerminkan keindahan dan ketarampilan tapi juga nilai-nilai dan identitas bangsa,” jelas Wury. 

BACA JUGA : Sumiatun – Ibnu Salim Siap Berlaga di Pilbup Lobar

Menurutnya, kegiatan ini memberikan peluang bagi produk-produk industri kreatif Indonesia. Hal ini untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Acara pembukaan tersebut dilanjutkan dengan penyiraman pohon oleh Wury Ma’ruf Amin. Didampingi langsung oleh Tri Tito Karnavian, Yantie Isfandiary Airlangga, Siti Farida Pratikno, Elizabeth Thohir, dan Zubir Akmal. 

Terdapat 420 stan kriya, di mana sekitar 30 persennya merupakan perajin muda. Kemudian, 24 stan kuliner di Pameran Kriyanusa 2024 yang dilaksanakan di JCC, 28 Agustus-1September 2024.

Pameran KriyaNusa selama beberapa tahun terakhir telah menjadi ikon kerajinan atau seni kriya terbesar di Indonesia. Gelar industri kreatif ini melibatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Dekranas dari Sabang sampai Merauke.

BACA JUGA : Sinergi Wujudkan Netralitas ASN Dalam Pilkada 2024

Sebagai sebuah pameran kolaborasi, KriyaNusa juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian, BUMN, dan individu-individu terkait. Produk kriya yang ditampilkan dalam pameran KriyaNusa semuanya berbahan dasar lokal yang original dan otentik dari Indonesia. novita

 

 




Sumiatun-Ibnu Salim Siap Berlaga di Pilbup Lobar

Pasangan Sumiatun-Ibnu Salim yang akan berlaga dalam pemilihan kepala daerah Pilkada mendaftar ke KPU diiringi ribuan  massa pendukung

LOBAR.LombokJournal.com ~ Ribuan  massa pendukung pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun-Ibnu Salim yang dikenal dengan Tagline Paket MANIS berkumpul di lapangan Gerung Lombok Barat Kamis (29/08/24)Kamis (29/08/24).

Deklarasi Sumiatun-Ibnu Salim diiringi belasan ribu pendukung
Deklarasi Sumiatun-Ibnu Salim

Mereka mengikuti deklarasi sekaligus mengiringi atau  mengantar pasangan MANIS ke Komisi Pemilihan Umum Daerah Lombok Barat. 

Deklarasi salah satu pasangan di Pilbup Lobar ini berlangsung kondusif meski di tengah terik panas matahari. Pihak MANIS memasang tenda besar di depan panggung sehingga masa pendukung tidak kepanasan. 

Deklarasi diawali dengan penyerahan form B1KWK dari sejumlah partai pengusung yakni Partai Hanura, Partai Gelora, dan Partai Ummat.

Sementara sebelumnya Sumiatun-Ibnu Salim sudah mengantongi form B1KWK dari Partai Golkar. Artinya, pasangan politisi dan birokrat ini meraih 9 kursi dan memenuhi syarat untuk mendaftar di KPU sebagai peserta pemilu.

Dalam orasi politiknya, Hj. Sumiatun yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Lombok Barat mengatakan akan bekerja maksimal untuk Lombok Barat hebat. ***

 




Desa Cantik Dicanangkan Tingkatkan Kompetensi Aparatur Desa

Dalam program Desa Cantik, Diskominfotik NTB berperan meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik

MATARAM.LombokJournal.com ~ Desa cinta Statistik (Desa Cantik) dicanangkan guna meningkatkan kompetensi aparatur desa Pemerintah Nusa Tenggara Barat melalui Badan Pusat Statistik NTB.

Desa Cantik dibentuk guna pengelolaan dan pemanfaatan data desa dan perencanaan pembangunan desa, mengelola desa menjadi desa maju dan tepat sasaran.

BACA JUGA : BBPOM Diminta Menggencarkan Edukasi kepada Masyarakat

Cikal bakal hadirnya Desa Cantik pertama di Kabupaten Lombok Timur

Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin menjelasskan, meningkatkan di desa ini  adalah program percepatan dari Badan Pusat Statistik dalam lingkup wilayah Desa/Kelurahan/Nagari/Wilayah setingkat, untuk meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam mengelola dan pemanfaatan data desa.

“Sehingga Perencanaan Pembangunan Desa menjadi lebih tepat sasaran,” kata Kepala BPS NTB Wahyudin, saat memberikan penjelasan di kantornya, Rabu (28/08/24).

Diharapkan program ini ke depan akan membantu aparatur desa dalam mengelola desa.

OPD yang bertugas meningkatkan kapasitas pengetahuan aparatur desa pada Desa Cantik ini adalah Diskominfotik NTB. 

Diskominfotik  memiliki peran meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik. Mulai standardisasi pengelolaan data statistik untuk menjaga kualitas dan keterbandingan indikator statistik. Hingga , optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan data statistik sehingga program pembangunan di desa tepat sasaran.

BACA JUGA : Sinergi Wujudkan Netralitas ASN dalam Hajatan Pilkada 2024

Penjabat Bupati Lombok Timur HM Juaini Taofik telah dicanangkan Desa Kumbang, Kecamatan Masbagik  resmi sebagai Desa Cinta Statistik (Desa CANTIK) Tahun 2024 Kabupaten Lombok Timur, hari Rabu (21/08/24).   

Adapun cikal bakal hadirnya Desa Cantik pertama di Kabupaten Lombok Timur itu diawali dari koordinasi  BPS Kabupaten, Dinas PMD Kabupaten dan Diskominfo Kabupaten Lombok Timur. 

Dalam sambutannya Pj Bupati Lombok Timur HM Juaeni Taofik, memberikan penjelasan mengenai pentingnya ketersediaan data di lingkungan pemerintah yang berjenjang, dari tingkat desa, kecamatan, sampai dengan tingkat kabupaten. 

Data merupakan komponen utama yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan di suatu wilayah.  

“Desa Cinta Statistik adalah filosofi yang menekankan pentingnya desa sebagai penyedia data statistik yang akurat dan dapat dipercaya”. terangnya. 

Ia berharap penunjukan Desa Kumbang sebagai Desa Cantik pertama di kabupaten Lombok Timur itu dapat memberikan kontribusi sebagai penyedia data statistik yang akurat dan dapat dipercaya. 

Desa bukan hanya sekedar tempat tinggal penduduk, tetapi juga menjadi sumber data yang sangat berharga dalam perencanaan pembangunan, dan tentunya ke depan disetiap Kecamatan akan ada desa cinta statistik  lainnya. 

BACA JUGA : Wastra Tenun dan Kriya Harapab Ekonomi Berkelanjutan

“Desa Cinta Statistik adalah filosofi yang menekankan pentingnya desa  menjadi sumber data yang sangat berharga dalam perencanaan pembangunan, kedepan semoga di setiap Kecamatan akan ada desa-desa cantik lainnya.” tegasnya. pnd

 




Kontingen PON NTB Berangkat ke Aceh Sumut 

Merngingat persiapan yang telah dilakukan, target 20 emas bagi Kontingen PON NTB merupakan target reslistin

MATARAM.LombokJournal.com ~ Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hassanudin melepas Kontingen PON NTB yang akan berlaga di PON XII Aceh Sumut 2024.

BACA JUGA : Wastra Tenun dan Kriya Harapan Ekonomi Berkelanjutan

Kontingen PON NTB di acara penutupan akan menerima pataka sebagai simbol menjadi tuan rumah selanjutnya,
Polepasan Kontingen PON NTB

“Ini momen istimewa. Selamat berjuang. Apapun hasilnya, kami akan selalu bangga dengan semangat juang, dedikasi dan kerja keras para atlit,” ujar Gubernur di Gelanggang Pemuda Mataram  Rabu (28/08/24). 

Target 20 emas bagi kontingen PON NTB sangat realistis dengan persiapan yang telah dilakukan. Ia menambahkan pula bahwa dukungan masyarakat bagi para atlit sangat besar sehingga dengan dukungan solid akan menciptakan atmosfir positif. 

Ketua KONI NTB, Mori Hanafi mengatakan, hal penting dari keikutsertaan NTB dalam PON kali ini adalah dikirimnya tim observasi dan tim penutupan sebagai persiapan menjadi tuan rumah PON 2028.

“Nantinya Kontingen PON NTB di acara penutupan akan menerima pataka sebagai simbol menjadi tuan rumah selanjutnya,” kata Mori. 

BACA JUGA : BBPOM Diminta Edukasi kepada Masyarakat Digencarkan

Kepada para atlet ia mengingatkan, agar perolehan medali Indonesia dalam Olimpiade Paris tahun ini menjadi motivasi. Semua cabang olahraga berpeluang meraih medali tanpa ada cabang olahraga unggulan. 

Seluruh Kontingen PON NTB terdiri dari 522 orang dengan 251 atlit,  80 pelatih dan 187 orang offisial yang terdiri dari manajer kesehatan, keamanan dan sektor terkait yang mendukung. 

NTB akan berlaga di 44  cabang olahraga lebih banyak dari PON lalu yang hanya 19 cabang olahraga dengan target 20 medali emas. 

BACA JUGA : Sinergi Wujudkan Netralitas ASN dalam Pilkada 2024

Hadir pula Sekda, HL Gita Ariadi, MSi, seluruh Forkopimda, perwakilan pimpinan kabupaten/ kota, Kepala Bank NTB Syariah dan pimpinan organisasi perangkat daerah. jm

 




BBPOM Diminta Edukasi kepada Masyarakat Digencarkan

Edukasi harus terus ditingkatkan BBPOM  agar masyarakat makin sadar dan berhati-hati dalam memilih produk yang aman dikonsumsi

MATARAM.LombokJournal.com ~ Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) telah mengawal keamanan obat dan makanan di NTB. Karena itu, diharapkan agar edukasi kepada masyarakat terus digencarkan, salah satunya melalui media sosial.

BACA JUGA : Wastra TeNun dan Kriya Harapan Ekonomi Berkelanjutan

Hassanudin saat menerima audiensi dari Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram beserta jajaran yang berlangsung di Ruang Kerja Pendopo Gubernur NTB

Hal itu disampaikan Pj Gubernur NTB, Hassanudin saat menerima audiensi dari Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram beserta jajaran yang berlangsung di Ruang Kerja Pendopo Gubernur NTB, Selasa (27/08/24).

Hassanudin berterima kasih atas upaya BBPOM dalam menjaga keamanan pangan dan obat-obatan di NTB.

“Edukasi ini harus terus ditingkatkan agar masyarakat kita semakin sadar dan berhati-hati dalam memilih produk yang aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Diharapkan BBPOM dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar instansi terkait dalam mewujudkan NTB sebagai daerah yang sehat dan sejahtera.

Sementara itu, Kepala BBPOM di Mataram, Yosef Dwi Irwan, menyampaikan bahwa obat dan makanan memiliki peran penting dan strategis dalam aspek kesehatan, ekonomi, ketahanan nasional, dan daya saing bangsa. 

BACA JUGA : Deklarasi Pilkada Damau 2024, NTB Harus Jadi Role Model Nasional 

Untuk mewujudkan ketersediaan obat dan makanan yang aman, bermutu, dan bergizi, Badan POM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah. 

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi NTB atas dukungannya dalam tugas-tugas Badan POM. Semoga kolaborasi dan sinergi ini semakin solid ke depannya,” ungkap Yosef.

Yosef juga menjelaskan bahwa UPT Badan POM di NTB terdiri dari dua unit, yaitu Balai Besar POM di Mataram dan Loka POM di Kabupaten Bima, yang menjalankan fungsi pengawasan, perizinan, pemberdayaan masyarakat, sampling, pengujian, serta penindakan.

Yosef juga menyoroti inovasi “Gemilang Pro UMKM” yang berhasil masuk sebagai salah satu dari lima inovasi terbaik dalam Kluster Lembaga pada Pemantauan Keberlanjutan dan Replikasi Inovasi Pelayanan Publik (PKRI) 2024 oleh KemenPAN RB. 

Inovasi ini memberikan berbagai insentif kepada UMKM, seperti pendampingan hingga terbitnya izin edar, pengujian gratis, dan diskon 50% PNBP. 

“Gemilang Pro UMKM telah secara signifikan meningkatkan jumlah Nomor Izin Edar (NIE) yang diterbitkan, omzet, mitra distribusi, serta serapan tenaga kerja,” jelas Yosef.

Beberapa permasalahan yang masih menjadi perhatian di NTB, antara lain penggunaan kerupuk mengandung boraks, penjualan antibiotik tanpa resep dokter, serta peredaran obat-obatan tertentu seperti Tramadol, Trihexyphenidil, dan Dextromethorphan. BPOM juga telah menjalin kerja sama dengan Tim PKK dan Gerakan Pramuka, serta meresmikan SAKA POM pada Desember 2023 untuk mendukung pengawasan obat dan makanan.

Di akhir audiensi, Yosef menyatakan kesiapan BBPOM di Mataram untuk mendukung program-program Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Pj. Gubernur Hasanuddin.

BACA JUGA : MotoGP 2024 Siap Sukses, Pemprov NTB Gelar Rakor 

“Kami ingin keberadaan BBPOM di Mataram benar-benar dirasakan oleh masyarakat, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya dalam mengawal mutu, keamanan obat dan makanan, serta daya saing pelaku usaha, khususnya UMKM,” tutup Yosef.***

 




Menulis Sejarah Tanpa Keilmuan Akademi (5 – habis)

Dalam perjalanan merangkai fakta untuk menulis sejarah perjuangan Polri, Arif Wahjunadi tertuju pada peristiwa penting tanggal 21 Agustus 1945, Proklamasi Polisi Republik Indonesia

LombokJournal.com ~ Ketika melakukan penelitian untuk menulis sejarah jejak perjuangan Polri, Komjen. Pol. Purnawirawan Arif Wachjunadi awalnya hanya berangkat dari pertanyaan sederhana. Kapan Kepolisian Negara Republik Indonesia pertama kali ada? Apa saja peristiwa yang dapat mengungkap mengenai hal ini? 

Menurut Arif, dua pertanyaan ini kerap menjadi tantangan baginya untuk menemukan jawabannya. 

BACA JUGA : Hari Juang Polri, Kapolri Sapa Penggagas Hari Juang (1)

Komjen. Pol. Arif Wachjunadi ini, kita seperti diantar untuk membuka jendela sejarah jati diri Kepolisian Republik Indonesia yang sesungguhnya
Arif Wahjunadi bersama Jend Pol (Pur) Suroyo Bimantoro

Jauh sebelum menulis sejarah perjuangan Polri (bahkan sejak menjadi Kapolda NTB tahun 2010), ia sudah mulai dihadang pertanyaan itu. Kemudian berlanjut saat menjadi Kapolda Bali 2013, ia lalu mengumpulkan data dan informasi tentang hal ini. 

Ketertarikannya untuk menelusuri dan menulis sejarah jejak perjalanan perjuangan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) datang dari keinginan untuk melengkapi dan “memperkaya” sumber daya manusia yang ada di Polri. 

Banyak Polisi yang tidak hanya mengembangkan karir sebagai Polisi profesional melainkan juga ahli dalam bidang lainnya. 

“Hal ini penting untuk merespon peluang di era globalisasi yang membutuhkan tidak hanya Polisi profesional saja melainkan juga Polri harus memiliki Polisi berkarakter pejuang dengan wawasan yang mumpuni,” ungkapnya. 

Sejak itulah ia tekun dan serius melakukan penelitian. Dalam perjalanannya merangkai-rangkai fakta untuk menulis sejarah Polri inilah, ia kemudian berhenti pada peristiwa penting yang terjadi tanggal 21 Agustus 1945, Proklamasi Polisi Republik Indonesia. Dari sanalah, dengan segala dinamika suka dukanya tantangan dan dilema yang tidak mudah, ia kukuh dengan terus fokus memperjuangkan Hari Juang Polri. 

Seluruh data, informasi dan dokumen yang merupakan hasil risetnya, ia catat dan kumpulkan dalam dua buku yang pada akhirnya mendorongnya menulis sejarah lahirnya Hari Juang Polri. Ia menulis sejarah tanpa keilmuan sejarah secara akademis.

BACA JUGA : Proklamasi Polisi Republik Indonesia dan Hari Juang (2)

Meski tidak memiliki latar belakang keilmuan sejarah secara akademis, dalam menulis buku Arif Wachjunadi terbilang detil dan komprehensif. Penelitian-penelitian lapangan juga literasi yang dilakukannya selama 14 tahun, sangat serius dan menjangkau semua sumber-sumber informasi dan dokumen yang dibutuhkan. 

Beberapa akademisi dan ahli sejarah yang turut memberi sambutan dalam buku karyanya berjudul Pearl Harbor Hiroshima Nagasaki Jejak Sejarah Perjuangan Polri, mengakui ketekunan, keuletan dan dedikasinya. 

“Komjen Drs. Arif Wachjunadi memang tidak memiliki latar belakang keilmuan sejarah, tetapi beliau memiliki kecintaan yang besar dan kepedulian terhadap lembaganya, sehingga mendorongnya untuk melakukan dengan sungguh-sungguh berbagai langkah dan tahapan ‘penelitian sejarah’ sebagaimana yang biasa dilakukan seorang peneliti sejarah professional, atau bahkan mungkin melampuinya. Ini merupakan capaian luar biasa, buku setebal ini tidak mungkin bisa terwujud tanpa melalui sebuah proses kerja keras yang panjang penuh dengan ketekunan, keuletan, dan dedikasi yang tinggi dari penulisnya,” ungkap Dr. Abdul Wahid, M.Hum., M.Phil., Ketua Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Prof. Dr. Der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, Dsc., Rektor UI 2007-2013 dan juga Anggota Senat Akademik PTIK/STIK, turut memberi apresiasi atas karyanya yang bernas ini. 

“Kami sebagai sosiolog yang cukup lama berkecimpung di dunia Kepolisian, terutama sebagai dosen di S3 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian; menyambut gembira hadirnya buku ini. Buku yang ditulis apik ini, didukung data sekunder dan primer yang bernas,” kata Prof. Dr. Der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri. 

Demikian pula dengan ahli sejarah, Prof. Anhar Gonggong, yang mengakui ketekunan dan kreativitasnya.

“Tentu saja hasil karya dari Komjen. Arif ini patut mendapat, tidak hanya ucapan selamat atas karyanya itu, melainkan juga patut mendapat apresiasi yang tinggi. Komisaris Jenderal (Komjen) Arif Wachjunadi kembali menunjukkan ketekunan-kreativitasnya dalam bentuk penulisan sebuah buku tentang perjalanan hidup dari lembaga negara: Kepolisian Negara Republik Indonesia (RI),” kata Prof. Anhar Gonggong. 

Tidak ketinggalan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, turut memberi apresiasi atas karya tersebut. 

“Saya mengapresiasi kegigihan dan keseriusan penulis untuk terus menyempurnakan buku sejarah perjalanan perjuangan Polri ini, dengan rajin mendatangi berbagai tempat dan narasumber yang bisa mengungkap setiap detil keberadaan Polri. Juga banyak meminta saran serta masukan dari berbagai pihak, termasuk saya. Setidaknya dua kali Penulis bertemu saya untuk berdiskusi,” ungkap Bambang Soesatyo.

BACA JUGA : Sejarah Proklamasi Polisi Bermula dari Tokubetsu Keisatsutai 

Apa yang dilakukan Arif Wachjunadi, tidak hanya mendapat sambutan baik dari kalangan ahli dan akademisi, melainkan datang juga dari Jenderal TNI Try Sutrisno.

“Kerja keras dalam mewujudkan buku ini, tentu saja tidak mudah dilakukan oleh Komjen. Pol. Purnawirawan Arif Wachjunadi. Tak terhitung waktu dan tenaga, tentunya dengan kesabaran dan keikhlasannya secara terus menerus sepanjang satu windu, untuk bisa mewujudkan buku yang bisa menjadi pedoman tidak hanya bagi Polri melainkan juga bagi masyarakat luas, khususnya terkait sejarah Polri. Oleh sebab itu, Polri patut berbangga dan harus merasa beruntung memiliki Komjen. Pol. Arif Wachjunadi, yang telah dengan tekun menyusun buku bernuansa sejarah dengan rapi dan runut ini,” kata Try Sutrisno. 

Begitu pula para seniornya yang nota bene adalah Kapolrii di masanya, yang turut memberi apresiasi atas lahirnya buku karyanya. Sebut saja Jenderal Polisi Purnawirawan Suroyo Bimantoro yang menyebutnya sebagai sosok yang langka. 

“Menurut saya, Komjen. Pol. (P) Arif Wachjunadi adalah seorang yang langka, di tengah kelangkaan pecinta sejarah, khususnya pada sejarah institusi Polri yang dia dan kami cintai.Kelebihan dia dari yang lain, dia bukan hanya memiliki minat tetapi mendalami, meneliti dan lebih hebat lagi menuliskan dalam sebuah buku,” ungkap Bimantoro. 

Jenderal Polisi Purnawirawan Bambang Hendarso Danuri, juga mengatakan bahwa karya ini membuka sejarah jati diri Polri. 

“Membaca karya buku berjudul; Pearl Harbor Hiroshima Nagasaki Jejak Perjalanan Perjuangan Kepolisian Negara Republik Indonesia Jilid 2, yang ditulis oleh Komjen. Pol. Arif Wachjunadi ini, kita seperti diantar untuk membuka jendela sejarah jati diri Kepolisian Republik Indonesia yang sesungguhnya. Bahwa Polri itu pejuang yang gigih dan menjadi bagian tidak terpisahkan dalam revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia. Dan itu dicatat secara cermat selama lebih kurang delapan tahun oleh penulis melalui berbagai penelitian, baik lapangan maupun literasi yang terkait langsung dengan sejarah Polri,” kata BHD.

Polri patut berbangga memiliki Komjen. Pol. Arif Wachjunadi, yang telah dengan tekun menulis sejarah dengan rapi dan runut ini
Arif Wahjunadi dan Bambang Soesatyo

Demikian banyak apresiasi yang diberikan atas karya-karyanya dimaknai Arif sebagai perhatian banyak pihak kepada Polri, sebab ia menulis sejarah itu atas kecintaannya kepada institusi Polri. 

BACA JUGA : Wasta Tenun dan Kriya Harapan Ekonomi Nerkelanjutan

Selain menulis sejarah Pearl Harbor Hiroshima Nagasaki Jejak Sejarah Perjuangan Polri (buku ini adalah buku ke 2 dari seri Hari Juang Polri), sebelumnya ia juga menulis buku pertama berjudul Pearl Harbor Hiroshima Nagasaki Polri (Buku pertama) dan buku ke tiga berjudul Hari Juang Polri. nik