Peran Orang Tua Penting dalam Pengembangan Anak Usia Dini

Bunda Niken ingatkan peran orang tua dalam pendidikan anak khususnya di usia dini, jangan hanya diserahkan ke sekolah

LOBAR.lombokjournal.com ~ Peran orang tua masih sangat penting dalam pengembangan anak usia dini. Di sekolah ini pasti diberikan simulasi, pendidikan, hapalan dan lain sebagainya. 

Oleh karena pada masa dini jangan sampai hal-hal ang tidak baik diperlihatkan atau diperdengarkan karena itu akan merusak otak dan jiwanya.

BACA JUGA: Gerak Jalan Sehat Sambut HKSN dan HUT NTB ke 64

Bunda Niken ingatkan pentingnya peran orang tua, terutama di fase pengembangan usia dini anak

Hal ini disampaikan Bunda Niken Hj. Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah saat memberikan sambutan pada acara Uji Publik dan Launching Lombok Islamic School (LIS) Mineral, bertempat di Gedung Putih Lombok Islamic School, Pondok Buak Lingsar Lombok Barat, Kamis (15/12/22).

“Mudah-mudahan, generasi anak didik kita ini kedepan menjadi lebih baik dan menjadi pengganti kita selaku orangtunya,” 

Bunda Niken mengingatkan kepada orangtua bahwa dalam pendidikan tidak hanya diserahkan kepada sekolah apalagi dalam pengembangan anak-anak usia dini masih banyak waktunya dengan orang tua. 

Sehingga peran orang tua masih sangat penting dalam pengembangan anak usia dini.

“Pendidikan usia dini ini adalah masa-masa yang sangat penting untuk mulai menanamkan dasar-dasar karakter yang baik,” ungkapnya.

BACA JUGA: Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru tahun 2022

Tak lupa Bunda Niken menyampaikan terimakasih kepada guru-guru semuanya atas dedikasi dalam dunia pendidikan. Semoga sekolah ini lebih berkembang lagi kedepannya sukses melahirkan dan mencetak anak-anak yang unggul. ***

 

 




Gerak Jalan Sehat Sambut HKSN dan HUT NTB ke 64

Gubernur NTB mengapresiasi di saat gerak jalan itu memuji kinerja dan gerak cepat Dinas Sosial atas kepeduliannya terhadap masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi istri beserta seluruh Kepala OPD lingkup Pemprov NTB mengikuti kegiatan jalan sehat yang diadakan oleh Dinas Sosial Prov. NTB di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu, (14/12/22). 

Kegiatan tersebut guna menyambut puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) sekaligus HUT NTB ke-64.

BACA JUGA: Bela Beli Produk Lokal, Uhtiar Retas Kemiskinan di NTB

Dalam gerak jalan itu Gubernur NTB mengapresiasi kinerja Dinas SOsial NTB

Melihat semangat para peserta jalan sehat, Gubernur pun menyampaikan definisi mengenai orang kuat dan orang bahagia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

“Orang yang kuat bukan orang yang tidak pernah gagal dan tidak pernah jatuh, tapi orang yang berhasil adalah mereka yang pernah jatuh tujuh kali namun punya kemampuan untuk bangkit delapan kali. Orang yang paling bahagia bukan orang yang punya jabatan tinggi, harta banyak, tetapi kita tidak bisa membedakan dia sedang bekerja atau berlibur,” jelas Gubernur NTB.

Bang Zul, sapaannya juga mengapresiasi kinerja dan gerak cepat Dinas Sosial terutama melalui media sosial atas kepeduliannya terhadap masyarakat. 

Hal tersebut merupakan bentuk dedikasi Dinsos untuk membangun kesejahteraan sosial di NTB.

“Dengan menolong saudara kita yang kekurangan, kita pasti akan mensyukuri apa yang Allah berikan pada diri kita. Terima kasih atas kerjanya selama ini. Acaranya juga luar biasa. Sehat itu sederhana, bergembira semua, insyaAllah Allah akan hadirkan keberkahan bagi provinsi yang kita cintai ini. I love you, all,” kata Bang Zul.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Prov. NTB,.H.Ahsanul Khalik menyatakan, puncak peringatan HKSN tersebut merupakan hari untuk mewujudkan kebersamaan yang nyata bagi seluruh masyarakat menuju NTB Gemilang.

“Hari kesetiakawanan sosial adalah hari mewujudkan bagaimana kebersamaan kita menjadi nyata. NTB Gemilang itu akan bisa kita nikmati, bisa mensejahterakan kita, kalau suku, bangsa, agama, ras dan golongan bisa berkumpul menjadi satu,” kata Kadis Sosial NTB.

BACA JUGA: Fun ASN NTB Triathlon 2022, Perkuat Kebersamaan ASN NTB

Selain kegiatan jalan sehat, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan kepada masyarakat, dan undian doorprize bagi para peserta jalan sehat. ***

 

 




Ibu Cerdas Menjadi Kunci Ketahanan Keluarga

Dalam peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan, Bunda Niken mengatakan, mencapai bahagia sejahtera kecerdasan para ibu memegang kunci penting

MATARAM.lombokjournal.com ~Ibu yang cerdas adalah kunci ketahanan keluarga, mampu menghadapi berbagai masalah dan cobaan, sehingga tercapai tujuan berkeluarga yaitu keluarga bahagia sejahtera

BACA JUGA: Penutupan Gelar Budaya di KLU, Ini Pesan Bang Zul

Kata Bunda Niken, untuk mencapai keluarga sejahtera, Ibu kunci utama

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah selaku Penasehat DWP Provinsi NTB, pada puncak Peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan Ke-23 Tahun, 2022 di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur, Rabu (14/12/22).

Peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan itu mengangkat tema membangun perempuan cerdas untuk memperkuat ketahanan keluarga di era digital.

“Ketahanan keluarga artinya keluarga yang mampu menghadapi berbagai macam goncangan, masalah, cobaan, sehingga bisa tercapai tujuan berkeluarga yaitu keluarga bahagia sejahtera. Kecerdasan dari para ibu-ibunya memegang kunci yang sangat penting”, kata Bunda Niken.

Tantangan atau gangguan gangguan kini bukan hanya yang terlihat saja, tapi juga yang tidak terlihat. Karena semua masuk melalui platform HP.

Gangguan tersebut terjadi tidak hanya untuk diri sendiri sebagai perempuan tapi juga pada anggota keluarga termasuk anak-anak.

Pemilihan yang tepat dalam penggunaan alat-alat digital kepada anak sangat penting untuk diketahui. Mengingat setiap tahapan usia anak mulai dari kecil, SD SMP SMA memiliki tantangan masing-masing. 

Cara menghadapinya pun berbeda-beda, sehingga Ibu yang cerdas yang mengerti sangatlah penting dalam memagari mereka.

“Sungguh ibu-ibu yang cerdas selalu diperlukan untuk mengetahui apa masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh anak-anak kita di setiap tahapan usianya. Dan tidak hanya anak-anak, kepada bapak-bapak juga kita lihat agar kita tau persoalan apa yang sedang dialaminya,” pesan Bunda Niken 

Sementara Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Ir. Hj. Lale Prayatni selaku Ketua Umum DWP Provinsi NTB menyampaikan. sangat penting bagi semua ibu-ibu yang tergabung dalam keanggotaan dharma wanita persatuan untuk memahami lagi esensi dari sejarah pembentukan organisasi yang memiliki semangat yang sama dengan sejarah hari ibu. 

Pemahaman akan peran sebagai anggota dharma wanita persatuan akan menjadi model dasar untuk melangkah ke depan untuk maju menjadi penggerak bagi peningkatan kualitas keluarga dan masyarakat. 

“Kita harus terus mengingat bahwa ibu yang hebat dan perempuan yang cerdas adalah penentu kualitas keluarga dan masyarakat kita,” ungkapnya.

Oleh karena itu momen peringatan HUT DWP ini sekaligus untuk meluncurkan gerakan keluarga cerdas membaca, dengan harapan melalui tema dan gerakan tersebut bisa mengajak seluruh anggota dharma wanita persatuan untuk belajar satu sama lain.

BACA JUGA: Bunda Niken Semangati Anak Didik di LPKA Loteng

Dengan terus mengasah keahlian di berbagai bidang kehidupan, dan juga tidak lupa mendalami nilai-nilai Pancasila yang menjadi landasan dan pengembangan karakter, sehingga nantinya menjadi panutan di tengah keluarga. ***

 

 




Gubernur NTB Minta Dispar dan BPPD Pandai Baca Peluang

Terkait promosi pariwisata, Gubernur NTB mengingatkan sudah banyak bantuan Pusat untuk mendukung vent internasional, untuk promosi sebaiknya dengan anggaran sendiri

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima audiensi terkait promosi pariwisata di NTB, guna mendukung event-event internasional yang akan diselenggarakan di Provinsi NTB pada Tahun 2023, di Ruang Kerja Pendopo Gubernur pada Selasa (13/12/22).

BACA JUGA: Bela Beli Produk Lokal, Ihtiar Retas Kemiskinan di NTB

Gubernur NTB mengingatkan agar dana promosi dari anggaran sendiri

Kegiatan tersebut menghadirkan pertemuan bersama Kadis Pariwisata dan Ketua BPPD NTB dengan mengikutsertakan Ketua PHRI NTB, Ketua ASITA NTB, Ketua ASTINDO NTB, Ketua GIPI NTB, Ketua DPD ASPPI NTB, Ketua SHA, Ketua GHA, serta Ketua MHA.

“Jadi pariwisata kita akan seperti apa nantinya, merupakan tugas Kadispar dan Ketua BPPD sebagai orang-orang yang sudah punya pengalaman, jangan melihat event itu untuk kepentingan orang lain, kita tidak tahu lima enam tahun kedepan akan terbuka peluang seperti apa untuk NTB,” tutur Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.

Menurut Bang Zul, NTB sudah banyak diberikan bantuan dana oleh pihak kementerian dalam mendukung perhelatan besar di NTB, sehingga mengharapkan dana negara lagi untuk anggaran promosi pariwisata kepada NTB seperti terlihat ‘tidak tahu diri’, kasarnya.

“Kalau pakai dana negara ketika rugi buntutnya panjang, kalau bisa pakai anggaran sendiri saja, dunia sosial media sekarang sangat bisa dimanfaatkan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi menyampaikan, strategi promosi 2023 terutama event MXGP, WSBK dan MotoGP sangat bisa dimanfaatkan untuk membuka forum bisnis dengan pihak travel dan perhotelan, sebagai bentuk sinergitas pemerintah dengan industri pariwisata.

Ketua BPPD NTB, Baiq Ika Wahyu Wardani turut menambahkan, dari hasil rapat bersama ketua-ketua asosiasi dengan berkomitmen untuk mempromosikan seluruh event yang ada di tahun depan tetapi masih terkendala dengan minimnya anggaran.

BACA JUGA: Bunda Niken Semangati Anak Didik LPKA Loteng

“Walaupun anggaran kita sangat minim tapi saya mengajak bahwa tidak mesti pakai anggaran pemerintah kalau kita bisa kolaborasi saling bantu,” ucapnya.***

 

 

 




Beli Bela Produk Lokal, Ikhtiar Retas Kemiskinan  di NTB

Gubernur NTB, Bang Zul mengingatkan warga KLU sejak saat ini untuk bela dan beli produk lokal  NTB

KLU.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengajak untuk bangga,

menghargai, serta beli dan bela produk sendiri, menjadi komitmen bersama warga NTB.

Menurutnya, upaya itu jadi salah satu ikhtiar kolektif meretas lingkaran kemiskinan, yakni lingkaran setan ketergantungan terhadap produk luar, yang sesungguhnya bahan bakunya berasal dari NTB. 

BACA JUGA: Penutupan Gelar Budaya di KLU, Ini Imbauan Bang Zul

Gubernur NTB mengingatkan warga untuk bela dan beli produk lokal

“Kita harus berani memulai dari diri kita sendiri secara mandiri  dan harus menanamkan rasa percaya diri dan bangga mengggunakan, membela dan menjual produk kita sendiri. Dan Alhamdulilah perjalanan panjang harus dimulai dengan langkah pertama dan saya lihat para Pegawai  Pemprov NTB telah mulai menunjukkan keteladanan,” ungkap Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul.

Itu dikatakannya pada Gelar dan Malam Anugrah Kebudayaan  NTB Gemilang serangkaian HUT NTB ke 64, di Lapangan Supersemar Tanjung, Lombok Utara, Senin (12/12/22) malam

Bencana Covid-19 menjadi hikmah yang luar biasa bagi NTB untuk menemukan jalannya secara mandiri, ternyata NTB tidak boleh menjadi konsumen dari gempuran produk-produk luar. 

Bang Zul yang belum lama ini menerima sederet penghargaan nasional juga mencontohkan, dirinya sebagai pimpinan daerah akan ditegur staf pimpinan di lingkup Pemprov NTB, jika tidak menggunakan tenun produk NTB. 

Ia menyebut sudah tidak selayaknya lagi menjual kain tenun asal NTB ke luar daerah dengan harga murah, lalu dijahit dikemas sedemikian rupa dan kemudian dijual kembali ke NTB dengan harga yang jjauh lebih mahal.

“Sekarang kita harus rubah, pasar domestik kita harus menggeliat dan bisa dibuktikan. Sepatu saya ini merupakan buatan lokal NTB dari Kota Bima. Memang kalau kita ndak beli ndak ada yang mau beli. Jadi itu yang utama, pertama, dan berani melakukannya,” kata Bang Zul. 

Meski demikian Doktor Ekonomi Industri ini mengaku bangga, saat ini produk-produk tenun NTB bukan hanya digunakan dan digemari oleh karyawan-karyawati Pemrov NTB,  tapi dari Jakarta dan Surabaya mulai memesan produk buatan NTB. 

“Jadi mulai dari tenun, sepatu, kopiah semuanya harus bisa diproduksi dari NTB dan kita bangga atas buatan kita sendiri. Kalau semua komoditas ini dengan bangga kita gunakan maka satu saat kita akan mandiri dan kemakmuran dan kesejahteraan bukan imajinasi lagi,” ujarnya. 

Bang Zul megaku bangga seluruh pejabat di NTB menggunakan produk tenun NTB. 

Bahkan kepada Bupati Lombok Utara H Johan Syamsu diimbau mulai saat ini menginstruksikan kepada Kepala Desa, Camat, Kepala OPD di KLU, untuk mulai bangga menggunakan produk buatan KLU sendiri. 

“Karena kalau bukan kita tak ada yang mau pakai produk KLU itu sendiri. Tapi kalau Bupati telah menunjukkan dengan keteladanan maka jajaran lainnya akan bisa mengikuti. Kalau kita semua bangga menggunakan produk KLU maka kemandirian ekonomi bukan lagi impian tetpi semua bisa kita realisasikan dalam kenyataan,” tandasnya.

Ia mengingatkan warga KLU menjual hasil pertanian ke daerah lain lalu kembali membeli hasil pertanian itu dengan harga yang ebih mahal. Berikutnya tidak lagi menjual komoditas dengan lebih murah, namun menggunakan produk dari daerah lain. 

Ditegaskannya, sejak saat ini agar warga NTB untuk bela dan beli produk lokal  NTB.

Ia memahami hal ini bukanlah proses gampang untuk merubah cara berpikir, karena ini butuh waktu. 

Produk NTB awal-awal digunakan tak percaya diri, namun seiring waktu berjalan menjadi pembiasaan dan bila sudah menjadi budaya, maka budaya bangga terhadap produk lokal itu harus ditradisikan.

“Oleh karena itu malam pagelaran budaya ini, mudah-mudahan cara berpikir kita, budaya baru harus didesiminasi kepada masyarakat kita banggalah menggunakan pakaian lokal, produk-produk lokal, mkanan-makanan lokal dan pada akhirnya nanti bukan hanya bisa dikonsumsi sediri, namun bisa memenuhi dengan sesak seluruh outlet-outlet bukan hanya di Indonesia tapi di seluruh duinia. Dan ini menjadi sejarah dan saksi untuk beli dan bela produk NTB,” terangnya.

Bupati Lombok Utara H Johan Syamsu mengaku bangga gelar budaya NTB ini bisa diaksanakan di KLU. Karena setidaknya para pelaku UKM di Lombok Utara bisa meningkatkan ekonominya melalui kegiatan ini.

 “Berharap agar kegiatan ini bisa membangkitkan ekonomi UMKM di KLU setelah terpuruk pasca gempa dan Covid-19,” ujarnya 

BACA JUGA: Silaturahmi Gubernur NTB bersama HMI Cabang Mataram 

Kadis Dikbud NTB Dr. H Aidy Furqan, M.Pd sebelumnya melaporkan, rangkaian gelar budaya merupakan upaya mempertahankan Indek Pembangunan budaya NTB. Dan NTB saat ini masuk dalam lima besar setelah Yogjakarta, Bali, Jateng dan Bengkulu. 

“Kegiatan ini upaya kita mempertahankan dan meningkatkan indek pembangunan kebudayaan terutama dari sisi ekonomi budaya dan sekaligus kita integrasikan dengan layanan pendidikan kebudayaan menjadi satu sinergitas yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Aidy Furqan. 

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian “Jendela Inspirasi” dari NTB untuk Indonesia sebagai media berbagai informasi pendidikan dan kebudayaan NTB yang baru pertama diinisiasi di Indonesia.***

 




Penutupan Gelar Budaya di KLU, Ini Imbauan Bang Zul

Memberi sambutan saat penutupan Gelar Budaya NTB, Bang Zul imbau agar masyarakat KLU bangga menggunakan produk lokal

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu dihimbau menginstruksikan jajarannya serta segenap masyarakat Lombok Utara menerapkan Bela Beli Produk Lokal. 

Imbauan itu disampaikan Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat menutup acara “Gelar Budaya NTB Gemilang 2022” Kabupaten Lombok Utara di Lapangan Supersemar Tanjung, Kab. Lombok Utara, Senin (12/12/22). 

BACA JUGA: Silaturahmi Gubernur NTB bersama HMI Cabang Mataram

Dalam penutupan Gelar Budaya, Gubernur NTB Imbau Bupati KLU instruksikan jajarannya memakai produk lokal

“Saya minta kepada abang saya yang saya cintai ini mulai besok instruksikan semua kepala desa, instruksikan semua kepala opd KLU, kepada camat-camat, kepada semuanya untuk mulai bangga menggunakan produk KLU,” pinta Bang Zul. 

Ribuan peserta gelar budaya dari berbagai kalangan menerapkan bela dan beli produk lokal. Jika suatu daerah hanya menjual komoditas dengan harga murah tanpa diolah terlebih dahulu, daerah tersebut akan tetap menjadi miskin.

“Nusa Tenggara Barat tidak boleh menjadi konsumen dari produk luar, tapi kita harus mulai percaya diri, bangga menggunakan da menjual produk lokal kita sendiri,” seru Bang Zul. 

Doktor Ekonomi Industri tersebut, juga mengapreasi suksesnya acara Gelar Budaya yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB. Sebelumnya Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi membuka acara tersebut. 

BACA JUGA: Penghargaan “Governor 0F Good Governance” untuk Gubernur NTB 

Acara gelar budaya itu berlangsung meriah. 

“Seperti rasanya tidak di KLU,” kesan Bang Zul. ***

 




Pendampingan Yayasan TIFA pada Masyarakat Rentan Covid

Yayasan TIFA melakukan pendampingan masyarakat rentan Covid untuk promosikan HAM untuk kesetaraan dan pembangunan berkelanjutan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lakukan project pendampingan bernama HEAL (Promote Human Rights and Equality to Achieve Sustainability) di NTB, Yayasan Tifa Jakarta mendapatkan apresiasi dari Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. 

Gubernur NTB mengapresiasi program pendampingan untuk kelompok rentan

 “Programnya bagus-bagus, ini memang penting,” kata Gubernur saat menerima audiensi dari Yayasan Tifa di ruang kerja Pendopo Gubernur, Senin (12/12/22).

BACA JUGA: Penghargaan “Governor of Good Governance” untuk Gubernur NTB

Dijelaskan Zico Mulia selaku Program Officer-Human Rights Yayasan TIFA, HEAL sendiri bertujuan mempromosikan HAM untuk kesetaraan dan pembangunan berkelanjutan yang ditujukan untuk kelompok rentan akibat pandemi Covid-19.

“Perkembangan project kami yang namanya HEAL, bahasa Indonesianya itu mempromosikan HAM untuk kesetaraan dan pembangunan berkelanjutan. Program ini sebenarnya ditujukan untuk kelompok rentan, perempuan, lansia, disabilitas dan kelompok minoritas yang terkena dampak pandemic. Ini sudah tahun kedua,” jelas Zico Mulia saat diwawancarai.

Selain menyampaikan perkembangan project, ia juga berniat mengundang Gubernur pada acara Dialog Kebijakan yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Desember mendatang di Hotel Lombok Astoria Kota Mataram.

“Kita ingin mengundang Pak Gubernur untuk datang ke acara Dialog Kebijakan, membahas mengenai akses kelompok rentan kepada bantuan sosial. Itu tanggal 20 di Hotel Lombok Astoria,” tuturnya.

BACA JUGA: SMK Berpartisipasi dalam Kebangkitan Industrialisasi di NTB

Turut hadir mendampingi Gubernur pada audiensi tersebut, yaitu Kadis PMPD Dukcapil NTB, Kadis Sosial NTB, Kadis DP3APPKB NTB dan Sekertaris Bappeda Provinsi NTB.*** 

 

 




Bunda Niken Semangati Anak-Anak Didik LPKA Loteng

Ketua TP-PKK NTB, Bunda Niken memberi semangat anak-anak selalu bersyukur dan menjalani hari-hari dengan lebih baik

LOTENG.lombokjournal.com ~ Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Niken Saptarini Widiyawati Zulkieflimansyah semangati anak-anak didik Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II Lombok Tengah.

Hal itu dilakukannya saat kunjungan Jalinan Tali Kasih Dalam Rangka Peringatan Hari Ibu ke 94 dan HUT NTB ke 64 pada Senin (12/12/22).

BACA JUGA: Silaturahmi Gubernur NTB dengan HMI Cabang Mataram

Bunda Niken mendorong anak-anak selalu bersyukur

Bunda Niken meminta mereka agar terus semangat dan tumbuh menjadi anak-anak yang lebih baik dan selalu bersyukur.

“Anak-anakku, kami datang ke sini untuk menjenguk anak-anak semua, kami hadir sebagai ibu-ibu dari kalian, seperti juga ibu kalian yang menunggu kalian di rumah ya. Kami hadir dengan penuh rasa cinta. Terus semangat, jangan lupa untuk selalu bersyukur. Kalau pagi-pagi kita bangun yang pertama diingat adalah bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk hidup dan menjalani hari-hari agar lebih baik. “, ungkapnya.

LPKA kelas II Lombok Tengah ini ternyata memberikan kesempatan kepada anak-anak didik mereka untuk sekolah, terdapat beberapa program belajar disana. 

Bunda Niken pun berharap agar mereka mau melanjutkan sekolah dan terus berkarya, melihat mereka memiliki bakat ataupun potensi dari mereka yang sempat tampil mengaji, membaca puisi, bernyanyi dan membuat karya kreatif.

“Selama kita masih diberikan nafas, kesehatan, artinya kita harus menggunakan banyak waktu dengan baik dan itu adalah dengan belajar. Jadi jangan sampai putus sekolah. Pemprov NTB bpk Gubernur itu sampai saat ini sudah memberikan 3000 beasiswa terhadap anak-anak NTB dari beasiswa S1 ada beasiswa S2 bahkan bisa keluar negeri itu semua disediakan untuk anak-anak kita yang memang mau belajar,” jelasnya.

Bunda Niken sangat berharap mereka kembali menjadi anak-anak yang lebih baik, pulang dan membanggakan ibu mereka. 

Ia memberikan contoh dalam Piala Dunia, kemenangan Maroko atas Portugal adalah karena di belakangnya Maroko membawa ibu mereka untuk nonton dan mendo’akan mereka secara langsung, kemudian merayakan kemenangan bersama.

“Semangat menyelesaikan sekolah, meraih cita-cita yang lebih tinggi dan bermanfaat bagi daerah kita dan negara Indonesia. Tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara besar, kalian yang muda-muda lah yang akan menggantikan kita, kita jangan cuma jadi penonton aja nanti, maka dari itu belajar lah dari sekarang, tetap semangat,” pesan Bunda Niken.

Kepala LPKA kelas II Lombok Tengah Muhammad Nur juga menjelaskan bahwa disini mereka sangat ditekankan dalam hal agama. 

BACA JUGA: SMK Berpartisipasi dalam Kebangkitan Industrialisasi di NTB

Karena menurutnya ketika pemahaman mereka tentang agama dan hubungan dengan Tuhannya baik, maka semua akan membaik.

Untuk diketahui LPKA ini menampung sekitar 57 orang binaan, kebanyakan dari mereka adalah kasus narkoba dan penjambretan. ***

 

 




Silaturahmi Gubernur NTB bersama HMI Cabang Mataram

Gubernur NTB, Bang Zul menyarankan anggota HMI Cabang Mataram lebih baik melanjutkan pendidikan, saat silaturahmi di Pendopo Gubernur

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menerima silaturrahim Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram di Pendopo Gubernur, Mataram (12/12/22).

BACA JUGA: Penghargaan “Governor of Good Governance” untuk Gubernur NTB

Silaturahmi dengan HMI Cabang Mataram, Bang Zul sarankan anggota HMI melanjutkan kuliah lebih tinggi

Gubernur yang biasa disapa Bang Zul itu menyambut baik dan berkenan untuk menghadiri kegiatan terkait Latihan Kader II dan Senior Course HMI Cabang Mataram Tingkat Nasional Tahun 2022, tanggal 22-29 Desember 2022.

Bang Zul berpesan agar teman-teman HMI untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi selama masih muda dan memiliki kesempatan.

“Sudah tidak zaman lagi selesai di Cabang lanjut ke Badko atau PB, yang penting sudah paham silahkan lanjutkan pendidikan untuk masa depan kalian,” pesannya singkat.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Mataram Dwi Alam Ananami Putra, menyampaikan terimakasih kepada Gubernur atas waktunya berkenan bersilaturahmi dengan jajaran pengurus HMI.

Ia menjelaskan kedatangannya untuk mengundang Gubernur NTB untuk membuka kegiatan LK ll dan Senior Course sekaligus menjadi keynote speaker dimulai dari tanggal 22-29 Desember 2022.

BACA JUGA: Aksi Kemanusiaan Rehab 29 Rumag Tidak Layak Huni di KLU

“Kami bersama jajaran pengurus untuk mengundang pak Gubernur langsung untuk membuka sekaligus menjadi keynote speaker pada kegiatan LK ll nanti,” tuturnya. ***

 




Aksi Kemanusiaan Rehab 29 Rumah Tidak Layak Huni di KLU

Lewat aksi kemanusiaan di Lombok Utra,  Rachmat Hidayat bantu rehab rumah tidak layak huni di Lombok Utara

KLU.lombokjournal.com ~ Anggota DPR RI dapil Lombok dari PDIP, H Rachmat Hidayat kembali melakukan Aksi Kemanusiaan membantu rehab dan perbaiki rumah tidak layak huni (Rutilahu) untuk 29 KK di desa Sokong dan desa Medana,  Lombok Utara.

Bantuan ini  dilandasi oleh sentuhan nuraninya melihat masih banyak warga desa KLU yang belum memiliki rumah layak huni. 

Bantuan Rutilahu diserah-terimakan secara simbolis melalui penyerahan 4 buku tabungan kelompok di rekening Bank Mandiri oleh Rachmat Hidayat kepada 4 kelompok penerima Rutilahu, Minggu (11/12/22).

BACA JUGA: Penghargaan “Governor of Good Governance” untuk Gubernur NTB

Aksi ini wujud pertanggungjawaban Rahcmat menunaikan janjinya membantu warga KLU, khususnya yang tidak memiliki rumah layak huni. 

Aksi kemanusiaan denagn menyerahkan bantuan rehab rumah Tidak Layak Huni

“Saya berjanji untuk tahun depan ada banyak program dan kegiatan  yang akan saya turunkan di KLU,” kata Rachmat..

Bantuan itu di antaranya Bantuan UMKM, Rutilahu tahap kedua, Bantuan untuk Disabilitas, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dan aneka jenis kegiatan lain sesuai Tupoksi Komisi VIII.

Rachmat meminta kepada 4 Kepala Dusun dari 2 desa, yakni Desa Sokong dan Medane yang hadir untuk mendata warganya yang layak diberi bantuan UMKM tahun depan lewat aspirasinya. 

Khususnya untuk pedagang kecil/tradisional  dan bakulan, masing-masing dusun misalnya 10 UMKM. 

“Saya minta kepada I Made Kariyase, anggota DPRD KLU dari PDIP untuk mengkoordinir kebutuhan kepala dusun terkait bantuan Rutilahu maupun UMKM untuk tahun depan,” ucap Rachmat disambut tepuk tangan oleh warga yang hadir.

Kehadiran Rachmat di Kantor DPC PDIP KLU didampingi oleh Hakam Ali Niazi dan Raden Nuna Abriadi, Anggota DPRD NTB dari PDIP dapil KLU dan Lobar. Nampak sejumlah Pengurus DPC PDIP KLU hadir juga. 

Calonkan Raden Nuna Abriadi Cabup KLU 2024 

Rachmat Hidayat juga mengutarakan kekesalannya atas ketidak-hadiran Dinas Sosial KLU dalam acara serah terima buku tabungan Bank Mandiri untuk program Rutilahu, yang bersumber dari program Aspirasi Komisi 8. 

“Nah begini dah kalau kita tidak punya Bupati,” imbuh Rachmat soroti ketidakhadiran Dinas Sosial dalam acara siang tadi di Kantor DPC PDIP KLU di Jl Raya Sokong – Kabupaten Lombok Utara. 

Selanjutnya Ketua DPD PDIP NTB itu mengatakan, untuk Pemilihan Bupati KLU 2024 mendatang, PDIP NTB akan mencalonkan Raden Nuna Abriadi ( Anggota DPRD NTB dari PDIP) sebagai Calon Bupati KLU 2024. 

“Jika Raden Nuna di Pilbup KLU 2024 ditakdirkan memenangi Konstestasi, maka akan memudahkan PDIP dalam memajukan daerah serta mensejahterakan warga KLU menjadi lebih baik,” kata Rachmat. 

Ucapan Terima Kasih untuk Rachmat Hidayat 

Terpisah Kepala Dusun Majalangu, Al Jihad menyampaikan terima kasih kepada Rachmat Hidayat yang telah membantu rehab dan perbaiki 5 Rumah Tidak Layak Huni ( Rutilahu ). Dia berharap tahun depan  25 kk warganya yang rumahnya tidak layak huni bisa dibantu oleh Rachmat Hidayat. 

“Untuk program tahun depan, mohon 25 kk warga saya yang rumahnya tidak huni bisa dibantu oleh Bapak Rachmat Hidayat lewat aspirasinya,” kata Kadus Majalangu, Al Jihad..

Al Jihad mengakui banyak warganya paska gempa bumi 2018 silam yang masih belum mendapat bantuan RTG, dan banyak aplikator yang tidak menyelesaikan kewajibannya. 

“Saat ini ada 30 KK warga saya yg belum mendapatkan bantuan RTG. Dan 5 kk sudah dibantu oleh Pak Rachmat Hidayat , tersisa 25 KK lagi,” info Kadus Majalangu, Al Jihad. 

Sementara itu Kadus Prawira Desa Sokong, Sumianto mengatakan, 4 warganya mendapat bantuan rehab rumah tidak layak huni dari Rachmat Hidayat. 

BACA JUGA: SMK Berpartisipasi dalam Kebangkitan Industrialisasi di NTB

Kadus Prawira menginfokan jumlah warganya 520 an KK.

Saat gempa tahun 2018 sekitar 450 kk rumahnya yang hancur dan rusak. Saat ini ada sekitar 70 an KK yang belum tercover bantuan RTG karena berbagai alasan tehnis. 

“Dengan ada bantuan Rumah Tidak Layak Huni ini, Kami berharap tahun depan warga nya yang tersisa bisa diberi bantuan agar tempat tinggalnya layak huni,” pinta Sumianto. 

Terpisah Anggota DPRD KLU dari PDIP , I Made Kariyase mengatakan untuk tehnis  Pembangunan Rutilahu dari program Rumah sejahtera terpadu ( RST ) dilakukan secara kelompok untuk memudahkan pengerjaan Rutilahu. 

“Nanti masing-masing kelompok tinggal membelanjakan untuk material pembangunan rumah sesuai budget yang tersedia 20 juta per rumah yang didalam rekening kelompok di Bank Mandiri,” kata I Made Kariyase yang juga Sekretaris DPC PDIP KLU

Sementara itu Program RST (Rumah Sejahtera Terpadu) merupakan skema bantuan rehab/perbaikan Rumah Tidak Layak Huni kepada warga masyarakat yang belum pernah mendapat bantuan jenis apapun seperti program RTG. 

Syaratnya penerima bantuan Rutilahu harus membuat kelompok secara kolektif dalam pembangunannya. 

BACA JUGA: NTB Masuk Lumbung Pangan Nasional, Ini Jasa Penyuluh

Untuk satu buah Rumah Tidak Layak Huni diberi pagu anggaran per rumah 20 juta yang ditransfer via rekening kelompok tanpa ada pemotongan apapun ***