Kartu Indonesia Pintar, Ini Syarat untuk Mendapatkan 

Hadirnya Kartu Indonesia Pintar merupakan upaya memeratakan pendidikan Indonesia, tiap warga berhak mendapat kesempatan memperoleh pendidikan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Program Indonesia Pintar (PIP) diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sejak November 2014 lalu, mewujudkan Kartu Indonesia Pintar. 

Untuk diketahui, PIP merupakan hasil penyempurnaan Program Bantuan Siswa Miskin yang sudah ada sebelumnya. PIP merupakan program pemberian bantuan dalam bentuk simpanan pelajar yang dilengkapi dengan kartu ATM. 

Sasaran PIP diberikan kepada anak usia sekolah, yaitu usia 6-21 tahun yang orang tuanya kurang mampu untuk membiayai anaknya menempuh pendidikan di sekolah.

BACA JUGA: Wagub NTB: Warisan Terbaik adalah Pendidikan

Kartu Indonesia Pintar untuk pemerataan pendidikan

Kartu Indonesia Pintar (KIP) diperuntukkan bukan hanya bagi peserta didik jenjang SD-SMA. Sekarang sudah ada juga KIP Kuliah Merdeka bagi mahasiswa yang kurang mampu. 

Ini merupakan upaya memeratakan pendidikan Indonesia. Selain itu, peserta didik yang memiliki kendala dalam hal ekonomi juga akan tetap memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi.

Program Indonesia Pintar diharap bisa membantu anak-anak terutama dari keluarga tidak mampu untuk bisa mewujudkan mimpinya dengan bersekolah sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi. 

Pemerintah berupaya mencegah meningkatnya putus sekolah karena terkendala biaya. 

Berikut syarat dan manfaat bagi penerima Kartu Indonesia Pintar. 

Syarat-syarat:

  1. Peserta didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan.
  2. Peserta Didik dari keluarga pemegang KartuKeluarga Sejahtera.
  3. Peserta didik yang berstatus yatimpiatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan.
  4. Peserta didik yang terkena dampak bencana alam.

      5.Peserta didik yang tidak sekolah (drop out) yang diharapkan kembali bersekolah.

  1. Peserta didik yang mengalami kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua yang mengalami pemutusan hubungan kerja, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, berada di Lembaga Pemasyarakatan, memiliki lebih dari 3 saudara yang tinggal di serumah.
  2. Peserta pada lembaga kursus.

Manfaat bagi Penerima Kartu Indonesia Pintar

Dengan gadirnya PIP, banyak peserta didik yang merasakan manfaatnya. Program ini bertujuan membantu biaya personal peserta didik. Seperti membeli perlengkapan sekolah/kursus, uang saku, biaya transportasi, dan biaya pendidikan lainnya.

Jumlah besaran dana yang diberikan melalui program ini berbeda sesuai dengan jenjang pendidikan. 

BACA JUGA: Validasi Data Jadi Prioritas dalam Penanggulangan Kemiskinan di NTB

Peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) sederajat mendapat bantuan dana sebesar Rp450 ribu, jenjang SMP sederajat mendapatkan dana sebesar Rp750 ribu, dan jenjang SMA sederajat mendapatkan dana sebesar Rp1 juta. 

Kartu Indonesia Pintar juga untuk jenjang kuliah

Untuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah, besaran dana yang diberikan berbeda sesuai dengan akreditasi Perguruan Tinggi, dana yang didapatkan untuk Perguruan Tinggi yang berakreditasi A bisa mencapai Rp12 juta tiap semesternya.

Pemberian bantuan berupa Kartu Indonesia Pintar masih terus dilakukan hingga saat ini. 

Melansir dari kemdikbud.go.id, penyaluran KIP pada jenjang SMA sudah mencapai 110,5 persen, lalu untuk jenjang SMK sudah mencapai 100 persen. 

Berkat program KIP, banyak peserta didik dan orang tua yang terbantu. Jumlah total keseluruhan penerima bantuan KIP sejak pertama kali diresmikan sudah mencapai angka jutaan penerima. ***

BACA JUGA: Perguruan Tinggi Swasta Harus Lebih Berdaya

 




Perguruan Tinggi Swasta harus Lebih Berdaya 

Masa depan generasi muda juga ditentukan perguruan tinggi yang baik, Rachmat Hidayat bantu bangun fasilitas perhuruan tinggi di STIT Palapa Nusantara, Lombok Timur

LOTIM.lombokjournal.com ~ H Rachmat Hidayat, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan meresmikan penggunaan ruang kantor Yayasan Pondok Pesantren Palapa Nusantara di Desa Selebung, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Senin (02/01/22).

Rachmat Hidayat mengatakan, ruang perguruan tinggi ini dibangun dari dana aspirasi

“Pembangunan ruang kantor atau pun ruang kelas baru melalui program dana aspirasi ini sudah menjadi komitmen saya pribadi. Inilah ikhtiar kita agar generasi muda penerus bangsa dapat belajar dengan layak,” kata Rachmat.

BACA JUGA: Hari Guru Nasional, Memuliakan Para Guru di Bumi Gora

Rachmat didaulat menggunting pita menandai peresmian penggunaan ruang kantor tersebut. 

Ruang kantor itu merupakan fasilitas pendidikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Palapa Nusantara, yang dibangun melalui dana aspirasi Rachmat Hidayat senilai Rp 352 juta, bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan NU Care-LazizNU.

Dalam peresmian ini, Rachmat didampingi Wakil Ketua II DPC PDIP Lombok Timur Ahmad Amrullah, yang juga merupakan pengusaha muda putra Rumbuk.

Rachmat menegaskan, ia akan terus memperhatikan STIT Palapa Nusantara, salah satu institusi penyelenggara pendidikan tinggi di Gumi Patuh Karya. 

Politisi senior NTB ini menegaskan, pada perguruan tinggilah, generasi muda dapat menimba ilmu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Di perguruan tinggi, mereka akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang tidak pernah didapatkan di bangku SD hingga SMA.

“Perguruan tinggilah yang akan membuat masa depan generasi penerus kita menjadi lebih baik. Perguruan tinggi akan memberi anak-anak muda kita pengetahuan dan pengalaman yang luas,” imbuhnya.

Ketua DPD PDIP NTB ini mengungkapkan, dengan melanjutkan pendidikan hingga ke bangku kuliah, generasi muda di NTB akan terhindar sebagai generasi yang hanya memikirkan diri sendiri. 

Menamatkan pendidikan tinggi akan menjadikan mereka sadar betapa pentingnya meneruskan perjuangan bangsa demi banyak orang.

Karena itu, Rachmat ingin agar perguruan tinggi swasta juga berdaya. Bisa menyejajarkan diri dengan perguruan tinggi negeri di NTB. 

Salah satunya dengan membantu dari sisi kesiapan fasilitas yang akan menjadi penopang keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

“Dengan inilah saya ingin berkontribusi agar lulusan perguruan tinggi kita dapat menghadapi persaingan global,” katanya.

Selain sebagai kantor yayasan, ruang kantor baru yang diresmikan Rachmat tersebut juga akan menjadi ruang bagi Ketua Program Studi di STIT Palapa Nusantara. Interior ruang kantor ini pun telah ditata dengan modern, dengan ruang kerja yang dipisahkan oleh partisi-partisi.

BACA JUGA: Prediksi Mi6, 50 Persen Anggota DPD Dapil NTB Bakal Out

Peresmian sendiri dihadiri para dosen dan mahasiswa STIT Palapa Nusantara. 

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Palapa Nusantara yang juga Ketua STIT Palapa Nusantara, Dr HL Moh Fahri menyongsong dengan takzim kehadiran Rahmat dan rombongan. 

Selama peresmian berlangsung, kegembiraan di kompleks kampus perguruan tinggi yang berdiri pada April 2007 ini begitu terasa.

Dalam sambutannya, HL Moh Fahri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih, atas perhatian besar yang diberikan Rachmat Hidayat untuk STIT Palapa Nusantara. Kepada seluruh hadirin. 

Ia memperkenalkan Rachmat sebagai wakil masyarakat Pulau Lombok yang ada di DPR RI dari PDI Perjuangan.

“Kontribusi beliau untuk bidang pendidikan dan relevansinya untuk keberadaan mahasiswa menuju perubahan lebih baik dan positif sugguh luar biasa,” kata Doktor Fahri yang disambut tepuk tangan seluruh dosen dan mahasiswa yang hadir.

Disampaikan pula oleh Doktor Fahri, bahwa Rachmat akan berkhidmat kembali dalam pesta demokrasi tahun 2024. 

Seluruh insan pendidikan di STIT Palapa ingin menjadi bagian yang mewujudkan keberhasilan perkhidmatan tersebut.

“Mudah-mudahan STIT Palapa Nusantara akan terus mendapatkan advice dari beliau. Dan apa yang menjadi kepentingan seluruh mahasiswa, Insya Allah akan terus beliau rekomendasikan dan perjuangkan. Beliau akan terus gaungkan suara pendidikan,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Doktor Fahri juga memperkenalkan Ahmad Amrullah, politisi muda PDIP yang sedang naik daun. Amhad Amrullah sendiri akan maju dalam pemilihan Anggota DPRD Lombok Timur pada 2024.

Sejumlah rencana pengembangan STIT Palapa Nusantara juga disampaikan Doktor Fahril dalam kesempatan yang sama. Ke depan, STIT Palapa menyiapkan diri untuk naik kelas menjadi institut. 

Selain itu, jumlah tenaga pendidik yang menempuh jenjang pendidikan doktoral juga akan ditingkatkan dari yang saat ini baru tiga orang. 

Ia berharap, jumlah mahasiswa STIT Palapa yang bisa memperoleh bantuan beasiswa melalui program Kartu Indonesia Pintar bisa terus bertambah.

Sementara itu,  Mohammad Hasbi dari Perawakilan BPKH dan NU Care-LazisNU menjelaskan, sedianya peresmian dimulainya pemanfaatan ruang kantor di linkungan Pondok Pesantren Palapa Nusantara ini diagendakan pada akhir Desember 2022. 

BACA JUGA: Sekda NTB Klarifikasi Mispersepsi Data Kemiskinan Ekstrem

Namun, terdapat sejumlah kendala teknis, termasuk persoalan cuaca. Sehingga peresmian baru dilakukan hari ini.

Dijelaskan, pembangunan kantor ini diajukan pada 30 Juni 2022. Hanya butuh waktu dua bulan, pada Agustus 2022, Kepala BPKH Anggito Abimanyu menerbitkan persetujuan dengan total anggaran Rp 352 juta. 

Mohammad Hasbi yakin sepenuhnya, keberadaan fasilitas ini akan kian menyempurnakan proses kegiatan belajar mengajar di STIT Palapa Nusantara.***

 

 




Sekda NTB Klarifikasi Mispersepsi Data Kemiskinan Ekstrem 

Dalam konferensi pers Sekda NTB , Lalu Gita Ariadi menegaskan, validasi data P3KE  untuk mengetahui  kesejahteraan masyarakat disertai informasi by name by address

MATARAM.lombokjournal.com ~. Sekretaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi memberikan klarifikasi terkait mispersepsi informasi data mengenai jumlah angka kemiskinan ekstrem melalui Konferensi Pers di Ruang Rapat Sekda NTB pada Senin (02/01/23).

BACA JUGA: Validasi Data Jadi Prioritas Penanggulangan Kemiskinan di NTB

Sekda NTB mengatakan, validasi basis data P3KE untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat
Lalu Gita Ariadi

“Untuk mempertajam sasaran dalam rangka penghapusan kemiskinan ekstrem, Pemprov NTB melalui BAPPEDA bekerjasama dengan BPS dan BKKBN NTB akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap basis data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) sebanyak 1,8 juta jiwa,” kata Miq Gita sapaan Sekda.

Menurutnya, kegiatan verifikasi dan validasi basis data P3KE  untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat disertai dengan informasi by name by address. 

Diketahui, kebijakan menghapus kemiskinan ekstrem di seluruh wilayah Indonesia dicanangkan Pemerintah Pusat tahun 2024, melalui Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 4 Tahun 2022.

Sebagai implementasi kebijakan itu, Pemprov NTB melalui BAPPEDA NTB melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan di NTB. 

Rakor bertujuan mengurangi pengeluaran dan meningkatkan pendapatan masyarakat serta menghilangkan kantong kemiskinan. Sehingga intervensi program untuk menghapus kemiskinan betul-betul tepat sasaran.

Data kemiskinan ekstrem

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Drs. Wahyudin, M.M. menyampaikan, data kemiskinan ekstrem yang dikeluarkan oleh BPS maupun Bappeda konsepnya sama.

Perlu diketahui, rentan kemiskinan dibagi dalam Desil 1-10. 

Desil 1 atau 10 persen masuk kelompok kemiskinan ekstrem.

Desil 2 atau 20 persen masuk dalam kelompok miskin dan sebagian lainnya masuk dalam kelompok hampir miskin.

“Jadi, data dari Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dengan 1,8 Juta jiwa lebih penduduk NTB tersebut, merupakan bagian secara keseluruhan dari kemiskinan ekstrem sampai dengan kelompok miskin dan hampir miskin,” ucapnya.

Berdasarkan data pada Maret Tahun 2021 jumlah individu miskin ekstrem di Provinsi NTB sebesar 4,78 persen atau 252.048 jiwa. 

Pada Maret Tahun 2022 sebesar 3,29 persen atau 176.003 jiwa. Artinya, dari periode Maret Tahun 2021 s.d. Maret Tahun 2022 terjadi penurunan angka kemiskinan ekstrem di NTB sebesar 1,49 persen.

“Terkait hal tersebut, memang tidak bisa langsung menyasar 176.003 individunya, karena begitu ada gejolak seperti kenaikan harga BBM, inflasi dan lainnya, kemungkinan yang ada di luar kategori miskin ekstrem akan jatuh juga ke potensi kemiskinan ekstrem tersebut,” ungkap Wahyudin.

Kepala Bappeda NTB, H. Iswandi, M.Si., turut menjelaskan, kemiskinan tidak hanya bertambah atau berkurang oleh orang yang memang teridentifikasi miskin, tetapi juga orang yang berpotensi miskin.

Terkait anggaran yang mengintervensi kemiskinan, sumbernya ada dari Pusat, Daerah dan Lembaga Masyarakat. 

Secara konkrit, ada penerimaan bantuan PBI JK, PKH, sebagai bentuk-bentuk penanggulangan kemiskinan yang bersumber dari APBN. 

BACA JUGA: Pemilahan Sampah Mendukung Pertanian dan Kesehatan

Sedangkan dari Pemprov NTB ada bantuan sosial, hibah, serta bantuan lembaga masyarakat dengan APBD sekitar 1,2 Triliun.

“Tugas kita melakukan pemutakhiran agar yang menerima bantuan tersebut sesuai data sebagai basis dalam mengintervensi dan kita pastikan yang paling prioritas itu di desil 1 yang merupakan kelompok kemiskinan ekstrem,” jelas Iswandi. ***




Bersin Merupakan Firasat akan Terjadinya Sesuatu

Dalam pengertian medis, bersin itu merupakan gejala yang menyangkut hidung atau tenggorokan, tapi dalam primbon Jawa dinilai merupakan firasat akan terjadinya sesuatu 

lombokjournal.com ~ Tiap orang tentu pernah mengalami bersin atau sternutasi, sebab ini gejala umum menyangkut hidung atau tenggorokan. Bersin-bersin membuat kita terganggu, namun bukanlah gejala masalah kesehatan yang serius

Menurut dokter, bersin merupakan gejala atau juga disebut sebagai proses pengusiran bakteri ke udara secara paksa dan kuat. Kecepatan bersin sekitar 160 km/jam dan dapat mengeluarkan 100.000 bakteri dalam sekali hentakan. 

BACA JUGA: Kesehatanmu saat Memasuki Usia 50 Tahun

Bersin merupakanm gejala terkait tenggorokan atau hidung

Secara medis disebutkan penyebab bersin, antara lain alergi, infeksi, atau iritasi. Kadang-kadang saat berolahraga kita juga mengalaminya.

Tapi tahukah, ada pandangan yang berbeda dengan pandangan medis. Ada yang mengatakan, bersin punya kaitan dengan firasat. Orang yang bersin di pagi, siang, sore dan malam, merupakan firasat akan datangnya kejadian atau peristiwa tertentu. 

Soal firasat ini, bisa dijelaskan dalam primbon Jawa. Masyarakat Jawa punya beragam kepercayaan mengenai berbagai hal, termasuk peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Ternyata, bersin dapat diartikan sebagai firasat dalam kepercayaan orang-orang Jawa, apalagi jika bersinnya tidak wajar.

Bukan hanya orang Jawa, mungkin sebagai orang Indonesia juga pernah mendengar tentang firasat yang timbul karena bersin-bersin. 

Pada pagi hari dapat diartikan tergantung jam berapa kita bersin. Dari bersin di pagi dini hari, hingga pagi menjelang siang, semuanya ada artinya masing-masing.

Seperti apa arti bersin berdasarkan waktunya menurut kepercayaan orang Jawa?

Dalam bacaan Kitab Primbon Jawa Betaljemur Adammakna, pertanda bersin yang tidak biasa berdasarkan waktu kejadiannya.

Pagi hari

Bila bersin tidak wajar pada pukul 1-2 dini hari, pertanda akan berjumpa dengan seorang perempuan.

Bila bersin tidak wajar pada pukul 3-4 pagi, pertanda akan ada tamu yang membawa keberuntungan dan rezeki.

Bila bersin tidak wajar pada pukul 5-6 pagi, pertanda akan mendapatkan kebahagian dan kesejahteraan.

Bila bersin tidak wajar pada pukul 7-8 pagi, pertanda akan mendapatkan rezeki dan pangan yang berlimpah.

Bila bersin tidak wajar pada pukul 9-10 pagi, pertanda akan kedatangan tamu yang berniat baik.

Bukan hanya bersin di pagi hari saja yang memiliki arti tersendiri bagi yang mempercayainya.

Berikut ini arti bersin di siang, sore, dan malam hari berdasarkan jam terjadinya.

Bila bersin tidak wajar pada pukul 11-12 siang, pertanda akan ada tamu yang berniat buruk dan berkata kasar.

Bila bersin tidak wajar pada pukul 1-2 siang, pertanda akan mendapatkan kebaikan dan keberuntungan.

BACA JUGA: Kadar Gula Darah Sangat Mempengaruhi Kesehatan Tubuh

Sore hari

Bila bersin tidak wajar pada pukul 3-4 sore, pertanda akan ada perselisihan dan pertengkaran.

Bila bersin tidak wajar pada pukul 5-6 sore, pertanda akan kedatangan tamu yagn tidak membawa manfaat dan banyak omong.

Malam hari

Bila bersin tidak wajar pada pukul 7-8 malam, pertanda akan segera mendapatkan jodoh atau pasangan.

Bila bersin tidak wajar pada pukul 9-10 malam, pertanda akan ada pencurian dan si maling akan tertangkap beramai-ramai.

Bila bersin tidak wajar pada pukul 11-12 malam, pertanda akan mendapatkan jodoh.

Itulah arti bersin tidak wajar berdasarkan jam terjadinya.

BACA JUGA: RSUD NTB Jadi Rumah Sakit Kelas Dunia

Dalam primbon Jawa disebut bersin merupakan firasat akan terjadinyas kejadian tertentu

Dari sisi medis, bersin sendiri merupakan mekanisme yang digunakan tubuh untuk membersihkan hidung.

Saat benda asing seperti kotoran, serbuk sari, asap, atau debu masuk ke lubang hidung, hidung bisa teriritasi yang memunculkan sensasi menggelitik.

Ketika hal itu terjadi, maka tubuh melakukan apa yang perlu dilakukan untuk membersihkan hidung, yakni menyebabkan bersin.

Dengan kata lain, bersin adalah salah satu pertahanan pertama tubuh terhadap berbagai hal yang bisa membahayakan tubuh.

Bersin juga bisa menjadi pertanda gangguan kesehatan. Hal ini terjadi terutama saat bersin disertai dengan pilek.

Tentunya, Anda boleh percaya ataupun tidak mengenai firasat bersin di pagi hari, siang, maupun malam berdasarkan jam terjadinya..

Tapi para pembaca, boleh percaya tentang firasat yang dimaksud ini. Boleh saja kita menganggapnya sebagai mitos yang dipercayai masyarakat Jawa sebagai tambahan pengetahuan untuk mengetahui warisan budaya masyarakat Jawa. ***.

 




Prediksi Mi6, 50 Persen Petahana DPD RI Dapil NTB Bakal Out 

Lembaga kajian sosial dan politik Mi6 prediksi, akan terjadi revolusi ‘Februari Spring’ dalam Pemilu 2024  

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sedikit setengah atau 50 Persen petahana DPD RI Periode 2019 – 2024 bakalan out atau kalah bersaing Kontestasi dalam Pemilu 2024 mendatang. 

Prediksi itu disampaikan Direktur  Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH, Senin (02/01/23). 

“Munculnya pemilih pemula 4.0 yang menginginkan perubahan turut berkontribusi terhadap tumbangnya petahana DPD RI periode 2019 – 2024,” kata Bambang Mei Finarwanto, SH melalui siaran pers kepada media. 

BACA JUGA: Pilgub 2024, Mi6 Prediksi Paket Zul-Rohmi Oleng

Menurutnya, ada fenomena Revolusi Februari Spring yang ditandai arus besar migrasi elektoral. 

Khususnya dari kalangan pemilih pemula yang condong mengalihkan dukungan kepada figur-figur baru yang dipandang lebih memiliki effort kuat sebagai senator pujaan hati kaum milenial/Generasi Z. 

Kedua, arus balik dukungan bisa jadi dipengaruhi munculnya tunas-tunas muda pemilih pemul. Mereka sulit diyakinkan persepsinya oleh Kinerja Petahana DPD RI yang ‘dianggap’  tidak selaras dengan kepentingan gaul pemilih 4.0. 

Untuk diketahui Pemilih muda diproyeksi masih menjadi kunci untuk pemenangan Pemilu 2024. Pasalnya, kalangan usia tersebut masih akan mendominasi jumlah pemilih dalam kontestasi politik dua tahun mendatang. 

Hal itu tergambar dari data proyeksi penduduk Indonesia 2015-2045. 

Berdasarkan data yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 318,9 juta jiwa pada 2024. 

Dari jumlah itu, sebanyak 21,73 juta penduduk berusia 15-19 tahun. Sebanyak 21,94 juta penduduk berada di rentang usia 20-24 tahun. 

Kemudian, penduduk berusia 25-29 tahun dan 30-34 tahun masing-masing sebanyak 21,73 juta orang dan 21,46 juta orang. Sebanyak 21,04 juta orang berada di rentang umur 35-39 tahun.

BACA JUGA: Kamus Digital Bahasa SASAMBO-Indonesia, Dirilis

Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pun memperkirakan bahwa Pemilu 2024 akan didominasi oleh generasi Z dan milenial yang berada di rentang usia 17-39 tahun. Berdasarkan hasil survei CSIS, jumlah kedua generasi tersebut mendekati 60% dari total pemilih,” ujar Bambang mengutip artikel Shilvina Widi yang dimuat Data Indonesia, 28 Oktober 2022 . 

Dukungan Elektoral dari Parpol

Selanjutnya Pria yang akrab disapa Didu ini mengatakan, selain munculnya Generasi Votter’s 4.0 dengan jargon perubahan Februari Spring 2024, tumbangnya Petahana DPD RI juga dipengaruhi oleh masuknya calon anggota DPD RI yang dindikasikan  berasal dari partisan. 

“Mi6 melihat masuknya sejumlah calon Senator yang memiliki latar belakang Partisan mendaftar sebagai DPD RI dapil NTB  turut berkontribusi memperlemah dan menggerus dukungan suara Petahana,” kata Didu. 

Didu memprediksi melemahnya dukungan Petahana DPD RI juga dipengaruhi sikap Parpol yang dulu memberikan dukungan kepada Senator, kuat dugaan  akan mengalihkan dukungannya kepada Calon DPD RI yang Berlatar belakang Kadernya.

“Partai yang berbasis ideologi memiliki peluang  besar memenangkan Calon Senator yang diendorsnya,” imbuhnya.  

Didu menggarisbawahi kekuatan jaringan dan struktur parpol memberikan keringanan dan memudahkan bagi calon pendatang baru senator, dalam mengagregasi dukungan suara pada tingkat basis. 

“Parpol yang memiliki struktur lengkap ditingkat akar rumput akan memberikan keuntungan elektoral dengan kepastian raihan suara yang jelas untuk calon yang didukung,” lanjut didu. 

Didu menegaskan dengan  luasnya wilayah geografi Dapil NTB yang harus dijelajah dan dipenetrasi oleh pendatang baru, diperlukan kerjasama politik dan elektoral dengan pemilik suara. Baik itu dari kelompok partisan maupun Ormas  agar memiliki kepastian dukungan. 

Didu melihat calon DPD RI yang tidak memiliki investasi sosial yang cukup maupun net working yang kuat diprediksi akan mengalami kesulitan dalam  memenangi tiket elektoral. 

“Tapi sebagai ajang test the water untuk mengukur popularitas dan elektabilitas, tidak soal juga ikut meramaikan konstestasi sebagai Calon DPD RI merasakan aroma pertarungan politik yang sesungguhnya,” ujar mantan Direktur Walhi NTB dua periode ini. 

Direktur Mi6 juga mengapresiasi munculnya pendatang baru dari kalangan anak muda ikut pemilihan kontestasi perebutan DPD RI dapil NTB.

BACA JUGA: Gubernur NTB Terima Penghargaan dari Kapolda NTB

“Terlepas kalah atau menang, terlibatnya pendatang baru calon senator menandakan munculnya kesadaran politik baru dari kalangan anak muda kreatif  yang menyadari kelebihan kapasitasnya dan kekuatan elektoral yang dimiliki,” ujarnya.***

 

 




Gubernur NTB, Bersama Forkopimda Gelar Patroli

Menjelang pergantian tahun, Gubernur NTB bersama Kapolda NTB, dan Danrem serta Forkopimda Provinsi NTB, juga menyempatkan mengunjungi Pondok Pesantren 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Untuk memastikan pergantian tahun baru 2023 berlangsung aman dan tenteram, Gubernur NTB ZulkieflimansyaH bersama Kapolda NTB, Irjen Pol Djoko Poerwanto, beserta Danrem dan Forkopimda Provinsi NTB, gelar patroli malam tahun baru.

BACA JUGA: Gubernur NTB Terima Penghargaan dari Kapolda NTB

Gubernur NTB versama Forkonpinda memastikan tahun baru aman .”Bersama Pak Kapolda dan Pak Danrem di Mandalika dan tempat-tempat lain di NTB memastikan pergantian tahun di NTB berlangsung dengan aman dan tenteram,” tutur Bang Zul sapaan Gubernur NTB di Mandalika, Sabtu (31/12/22) malam 

Malam itu Gubernur NTB menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengisi tahun baru dengan hura-hura. 

Melainkan dengan banyak merenungi apa saja yang telah dilakukan selama satu tahun terakhit dan berdoa. Agar di tahun yang akan datang akan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. 

“Hindari merayakan tahun baru dengan hura hura. Isi dengan banyak merenung dan berdoa agar tahun 2023 lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Amiiin,” harap Gubernur.

Sebelumnya, Gubernur bersama rombongan mengunjungi beberapa tempat,  seperti menggunjungi Pondok Pesantren Darus Siddiqien NW di Mertak Paok  Lombok Tengah, Desa Wisata Tete Batu, hingga Berkunjung ke Yayasan Ar Rahman Masbagik Lombok Timur. 

BACA JUGA: Bantuan Bencana untuk Korban Bencana Ekstrim

Dan membagikan santunan ke anak-anak yatim, ke ibu-ibu lanjut usia, dan para santri di bawah bimbingan Yayasan hingga bertemu UMKM di Masbagik. ***

 

 




Kamus Digital Bahasa SASAMBO-Indonesia, Dirilis  

Keberhasilan Kantor Bahasa Provinsi NTB berupa pembuatan aplikasi digital, antara lain kamus bahasa daerah NTB-Indonesia berbasis laman dan andoid

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB Dr. Puji Retno Hardiningtyas S.S., M.Hum,  menyampaikan  keberhasilan dan capaian serta inovasi dalam program yang telah diperoleh hingga tahun 2022.

Capaian dan inovasi dari Kantor Bahasa Provinsi NTB, yakni telah merilis Kamus Bahasa Sasak, Samawa dan Mbojo (SASAMBO), yang dapat diakses secara digital oleh masyarakat umum. 

BACA JUGA: Validitas Data jadi Preioritas dalam Penanggulangan Kemiskinan di NTB

Kantor Bahasa Provinsi NTB merilis Kamus Bahasa Sasak, Samawa dan Mbojo (SASAMBO)

“Inovasi dalam hal pelayanan pada masyarakat, berupa  pembuatan aplikasi digital,  Sistem  Informasi, Data, dan Layanan (Sidaya) berbasis laman dan Android, aplikasi Kamus dalam Jaringan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (Kadaring SIBI) berbasis, dan Kamus Bahasa Sasak-Indonesia, Kamus Bahasa Samawa-Indonesia, dan Kamus Bahasa Mbojo-Indonesia berbasis laman dan Android,” terang Doktor Retno di Kantornya, Jumat (30/12/22).

Menurut Dr. Puji Retno Hardiningtyas S.S., M.Hum, capaian dan keberhasilan program yang diperoleh tidak terlepas dari kerjasama, sinergi dan kolaborasi yang dibangun, baik secara internal maupun ekternal dengan semua pihak. 

Khususnya dukungan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah, yang telah menghibahkan tanah dari Pemerintah Provinsi pada tanggal 28 Oktober 2022.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Pak Gubernur dan Bu Wagub yang senantiasa mendukung kami. Kami terus berupaya mengembangkan diri dalam inovasi. Karena itu salahsatu kunci keberhasilan program,” kata Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB yang berada dalam naungan Kemendikbudristek RI tersebut. 

Sementara dalam aspek pencapaian program,  yaitu 1.000 usulan kosakata bahasa daerah NTB yang telah dikirim ke redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 292 penambahan kosakata Kamus Bahasa Sasak—Indonesia, 130 penambahan kosakata Kamus Bahasa Samawa— Indonesia, dan 292 penambahan kosakata Kamus Bahasa Mbojo—Indonesia.

“Termasuk produk perkamusan yang telah diterbitkan oleh Kantor Bahasa Provinsi NTB 

pada tahun 2022, yaitu Kamus Bahasa Daerah NTB-Indonesia dan Ensiklopedia Sastra Daerah di Nusa Tenggara Barat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Diskominfotik NTB Baiq Nelly Yuniarti yang diwakili Kepala UPT. Pusat Layanan Digital Anugrah Fajar Fahrurazie turut menyampaikan selamat atas kontribusi dan inovasi yang telah dilakukan Kantor Bahasa Provinsi NTB. 

“Menyampaikan salam hormat pimpinan, dan selamat atas capaian serta inovasi Digital yang telah dilakukan, khususnya kamus bahasa daerah yang kini dapat diakses oleh warga NTB. Tentu akan kami terus sosialisasikan sehingga kebermanfaatannya kian terasa,” terang Fajar. 

Capaian lain Kantor Bahasa Provinsi NTB adalah, terfasilitasi layanan profesional kebahasaan dan penutur bahasa terbina. 

Sebanyak  200 peserta dari 60 ODP se-NTB telah mengikuti pendampingan secara luring yang diselenggarakan di Kab. Lombok Barat, 21 lembaga yang mengikuti Lomba Wajah Bahasa pada bulan Oktober 2022, dan 15 lembaga terbaik yang diberikan apresiasi atas pengutamaan bahasa negara pada Lomba Wajah Bahasa Oktober 2022.

Capaian program Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) , yaitu 3.062 peserta UKBI bagi siswa dengan rincian yang terdiri atas siswa SD pada 7 sekolah, siswa SMP pada 3 sekolah, dan siswa SMA/SMK pada 5 sekolah dan 125 peserta UKBI Penerimaan Negara 

BACA JUGA: Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Beringin Sila di Sumbawa

Bukan Pajak (PNBP) yang terdiri atas guru SD, mahasiswa, dan mahasiswa beasiswa unggulan.

Ada juga kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Distribusi Buku, Gerakan untuk Literasi Semesta (Geulis), melakukan pemberdayaan komunitas penggerak literasi pada bulan Februari, Maret, dan Agustus tahun 2022 dengan total sebanyak 103 komunitas penggerak literasi yang tersebar di pulau Lombok dan Sumbawa.

Melakukan Bimbingan dan Pelatihan di Kabupaten Sumbawa pada bulan Maret 2022 kepada 35 peserta pegiat/pengajar/lembaga BIPA dan Kantor Bahasa Provinsi NTB mengadakan Lomba Bercerita dan Membaca bagi Pemelajar Asing di NTB pada bulan Agustus 2022, yang diikuti 40 peserta pemelajar asing. ***

 




Yayasan Ar-Rahman Masbagik Santuni 1000 Anak Yatim Piatu 

Kepada Ketua Yayasan, Gubernur NTB berharap kehadirannya di Yayasan Ar-Rahman Masbagik merupakan bentuk awal untuk bersinergi 

LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menghadiri acara santunan Anak Yatim Piatu Khotmil Qur’an dan Tabligh Akbar di Yayasan Ar-Rahman Kp. Sukadatu, Desa Masbagik Selatan, Kec. Masbagik, Kab. Lombok Timur, Sabtu (31/12/22).

Pada kesempatan tersebut Gubernur mengapresiasi para pengelola yayasan atas perhatiannya kepada seluruh anak yatim piatu dan lansia, ada di sekitar yayasan.

BACA JUGA: Milad ke 70 Ponpes Darus-Shiddiqien L0teng

Gubernur NTB menyampaikan sambutan pada acara santunan Yatim Piatu di Yayasan Ar-Rahman

Ia juga menyatakan, Pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pihak untuk membantu yayasan.

“Kami berterima kasih pada ibu ketua yayasan karena hatinya begitu lapang telah menampung begitu banyak. Atas nama Pemda, kami akan bersinergi membantu yayasannya. Mudah-mudahan dengan kehadiran kita semua disini merupakan bentuk awal sinergi kita di masa-masa yang akan datang,” kata Bang Zul sapaannya.

Acara santunan tersebut diperuntukkan untuk sekitar 1000 anak yatim piatu di sekitar Yayasan Ar-Rahman. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Yayasan Ar-Rahman, Herni Yuliati, SP., sembari bercerita singkat mengenai profil yayasannya. 

“Kita disini ada beberapa lembaga, yaitu TPQ, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia, SDIT, dan Majelis Ta’lim. Kita juga ada program Bank Sampah dan Eco Bricks. Dan acara santunan hari ini ditujukan untuk sekitar 1000 anak yatim disini,” jelas Herni Yuliati.

Setelah mengunjungi Yayasan Ar-Rahman, Bang Zul, juga turut mendatangi Bazar UMKM bertempat di Pasar Lama Masbagik yang diadakan oleh Kelompok UMKM Kabupaten Lombok Timur.

BACA JUGA: Gubernur NTB bersama Forkompinda Gelar Patroli 

Turut hadir mendampingi Gubernur pada acara tersebut yaitu Kadis Sosial Prov. NTB, Kadis P3AP2KB Prov. NTB, Kadis Kominfotik Prov. NTB, Kadis Sosial Kab. Lombok Timur dan beberapa stakeholders terkait. ***




Milad ke 70 Ponpes Darus-Shiddiqien NW, Loteng

Menghadiri milad Ponpes Darus-Shiddiqien NW, Gubernur NTB, Bang Zul mengajak para santri bersyukur

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah memberikan sambutan pada acara Tasyakur Milad ke-70 Pondok Pesantren Darusshiddiqien NW Mertak Paok dan Tawajjuh Haul Almagfurullah TGKH. Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid, di Aula Pondok Pesantren Darus-Shiddiqien NW Mertak Paok, Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (31/12/22).

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu, mengajak seluruh jamaah pengajian untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT. 

BACA jUGA: Gubernur NTB bersama Forkompinda Gelar Patroli

Pada acara Milda Ponpes Darusshiddiqien NW Mertak Paok, mengajak santri untuk bersyukur

Diutarakannya, belum tentu jabatan tinggi atau memiliki harta yang banyak belum tentu hidupnya bahagia.

“Saya senang pagi ini bisa hadir melihat jamaah kita ini begitu bahagia sekali datang bersilaturahmi,” sanjung Bang Zul.

Mengutip salah satu surat yang dibacakan Qoriah tadi, bahwa pergantian siang dan malam terdapat tanda-tanda kebesaran Allah SWT bagi orang-orang yang berpikir.

“Jadi para mufasir menafsirkan bahwa dalam kehidupan di dunia ini silih berganti, ada waktunya senang, sedih, murung bahagia dan lainnya semuanya akan berlalu,” pungkasnya.

Selain itu, diceritakan Bang Zul sebelum terpilih menjadi Gubernur, pada masa kampanye dulu sering mengunjungi hampir semua desa-desa hingga dusun, menyapa tokoh agama, mengunjungi pondok pesantren. 

Dalam kunjungan tersebut,  permintaan masyarakat tidak ada yang aneh-aneh.

“Mereka hanya menginginkan untuk kembali dikunjungi dan dilanjutkan untuk disapa tidak hanya saat kampanye saja,” tuturnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darus-Shiddiqien Mertak Paok, TGH. M. Burhanuddin QH., S.Ag., menyampaikan terimakasih kepada bapak Gubernur beserta rombongan menyempatkan waktunya untuk memenuhi undangan di pondok pesantren.

“Kami ucapkan terimakasih banyak atas kedatangan pak Gubernur bersama rombongan dalam rangka memperingati hari lahirnya pondok pesantren ini yang ke-70 sejak tahun 1951 mulai dirintis,” ungkapnya.

BACA JUGA: Validasi Data Jadi Prioritas dalam Penanganan Kemiskinan di NTB

Untuk diketahui, pondok pesantren ini mengelola pendidikan mulai dari MI, PGA 4 tahun, kemudian Tsanawiyah, Aliyah, hingga TK bahkan SMK.

“Tidak hanya pada bidang pendidikan melainkan ponpes ini menyediakan panti asuhan, serta bergerak juga pada bidang sosial kemasyarakatan, berdakwah dan lain sebagainya,” tutupnya. ***

 

 




Kalimat Ucapan yang Benar, “ Umat Islam” atau “Umat Muslim”

Membaca kalimat di berbagai media, seolah-olah sama penggunaan frase “umat Islam” atau “umat muslim”, padahal ada penggunaan yang tidak tepat

MATARAM.lombokjournal.com – Dalam berita di berbagai media, pembaca terbiasa membaca kalimat, misalnya “tiap hari Jum’at umat Islam melaksanakan sholat Jum’at di masjid”, atau terkadang “tiap hari Jum’at umat muslim melaksanakan sholat Jum’at di masjid”.

Atau lebih sering selama selama bulan Ramadhan atau puasa, kita akan terbiasa mendengar dan melihat ucapan-ucapan “Selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat Islam” atau terkadang “Selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat muslim”.

BACA JUGA: Simbol Pluralisme Pulau Seribu Masjid

Karena terbiasa membaca kalimat itu, seolah-olah kaliman kedua kalimat ucapan itu memiliki arti yang sama.

Padahal, jika diperhatikan, ada penggunaan kata yang kurang tepat di dalamnya.

Kalau kita kemudian merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata umat memiliki arti (1) ‘para penganut (pemeluk, pengikut) suatu agama; penganut nabi’ atau (2) ‘makhluk manusia’.

Maka dari itu, penggunaannya harus diikuti dengan nama agama atau nama nabi. Contohnya adalah ungkapan umat Islam atau umat Nabi Nuh.

Sementara itu, kata muslim dalam KBBI memiliki arti ‘penganut agama Islam’.

Dengan demikian, jika kita menggunakan ungkapan umat Muslim, maka artinya adalah umat yang mengikuti penganut agama Islam.

Mereka, umat yang dimaksud dalam ungkapan tersebut, mengikuti orang (penganut) yang beragama Islam, bukan agamanya.

Tentu saja frasa tersebut tidaklah tepat untuk digunakan.

BACA JUGA: Gubernur NTB Terima Penghargaan dari Kapolda NTB

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka ungkapan yang paling tepat adalah umat Islam bukan umat muslim. ***