TVRI NTB Diminta Siarkan Program Pemprov ala Masa Kini

Wagub NTB minta TVRI NTB siarkan konten program Pemprov NTB disiarkan melalui kanal media sosial terkini

MATARAM.lombokjournal.com ~ TVRI Stasiun NTB diminta untuk menyiarkan berbagai Program Pemerintah dengan konten ala masa kini. Yakni melalui video pendek yang tengah digandrungi masyarakat, seperti pada tik tok, youtube, instagram, dan kanal lainnya.

Karena berbagai program yang sedang dijalankan Pemprov NTB, untuk kepentingan masyarakat. 

Seperti penurunan angka stunting, bahayanya pernikahan anak, kesadaran mitigasi bencana di desa, dan banyak lainnya akan mudah dipahami masyarakat melalui konten yang fresh. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Gandeng Denmark Tangani Sampah

Qagub NTB minta TVRI NTB siarkan konten Program Pemprov melaluo kanal medsosi masa kini
Wagub NTB dan Ka TVRI NTB

“Bagaimana memahamkan masyarakat bahwa program ini untuk mereka,” kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalilah. 

Wagub menyampaikan itu saat menerima audiensi Kepala TVRI Stasiun NTB yang baru, Saktiono wahyujati, S. Sos, beserta staff lainnya di Pendopo Wagub, Senin (09/01/23). 

Menurutnya, jika masyarakat telah mengerti bahwa program yang tengah dijalankan pemerintah untuk kepentingan masyarakat, Maka masyarakat akan mendukung program itu dengan suka cita. 

“Mereka yang akan mensuport program dengan suka cita,” tutur wagub. 

Menanggapi pesan itu, Kepala TVRI Stasiun NTB menyambut baik permintaan Ummi Rohmi. 

Ia menjelaskan, TVRI NTB sendiri memang tengah konsen membuat berbagai konten pada kanal media sosial terkini. 

“TVRI NTB siap menyiarkan berbagai program unggulan Pemprov. Kami memiliki akun tik tok, youtube, intagram, dan berbagai sosial media lainnya,” tuturnya. 

BACA JUGA: Optimis dan Kerjasama Modal Utama Suksesnya PORPROV XI NTB

Tampak hadir Asisten Gubernur dr. Nurhandini Eka Dewi serta Kepala Dinas Kominfotik NTB Najamuddin Amy. ***

 

 




Pemprov NTB Gandeng Denmark Tangani Sampah

Sudah banyak dilakukan dialog antara Denmark dan Pemprov NTB, khsususnya bagaimana menguatkan dan membantu dalam penanganan sampah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB menggandeng Denmark menjadi salah satu mitra kerjasama NTB dalam hal pengelolaan sampah dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyatakan, NTB telah mulai menjalankan program pengelolaan sampah “zero waste” NTB Bersih. Di antaranya melakukan pengurangan jumlah sampah, daur ulang, dan penggunaan kembali sejak tahun 2019 lalu. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Tim Bornholms Affaldsbehandling (BOFA) Denmark di Aula Pendopo Wagub, Senin (09/01/22).

BACA JUGA: Masalah Lingkungan Tidak Main-main, Ini Kata Wagub NTB

Kata Wagub, Pemprov NTB menggandengan Denmark yang berpengalaman dalam penanganan sampah
Wagub Sitti Rohmi dan Jens Hjul Nielsen, CEO of BOFA

“Kita sudah melakukan itu (program zero waste) sejak 2019 lalu. Kita juga terus melakukan koordinasi dengan seluruh kabupaten/kota. Mulainya step by step, tapi memang itu bukan hal yang mudah dan membutuhkan waktu,” jelas Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.

NTB membutuhkan pengalaman Demark dalam hal pengelolaan sampah. Sebab Denmark telah melakukan persiapan dan transisi energi sejak 50 tahun lalu dan sangat unggul dalam pendekatan sirkular ekonomi sampah.

“Sejak Oktober lalu, sudah banyak dialog antara Denmark dan Indonesia tentang bagaimana menguatkan dan membantu satu sama lain dalam penanganan sampah. Kami sudah berjalan jauh dan tentu belum selesai. Namun, kami merasa sangat senang bisa membagi pengalaman tersebut ke Indonesia. Ini merupakan sebuah awal yang baik,” tutur Jens Hjul Nielsen, CEO of BOFA. 

Ia melanjutkan,  kerjasama antara Denmark-Indonesia dilatar belakangi oleh sumber daya bumi yang terbatas namun penduduknya semakin bertambah, yaitu sekitar 8 miliar jiwa.

“Dalam situasi tersebut, kita harus lebih baik dalam pengelolaan sampah. Itu yang kami kerjakan dengan rekan kami di Indonesia. Yang paling penting adalah bagaimana sikap masyarakat terhadap sampah. Kalau itu terwujud, pasti akan bisa menyelesaikan masalah yang ada,” tambah Jens.

Sebagai informasi, Denmark pertama kali berkunjung ke NTB pada Oktober 2022 saat melakukan penandatanganan kerjasama dengan Pemprov NTB. 

Kemudian, rombongan dari Pemprov juga berkunjung ke Denmark pada bulan November untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut. 

BACA JUGA: Ormas Keagamaan Diminta Adaptif Terhadap Teknologi 

Kunjungan ketiga Denmark ke NTB akan direncanakan pada bulan Maret mendatang.

Turut mendampingi Wagub pada audiensi tersebut yaitu, Kepala Dinas LHK Provinsi NTB, Asisten I dan Asisten II Setda Provinsi NTB. ***

 

 

 




Guru Bukan Sekedar Profesi, Jadikan Sebagai Passion 

PGSD diharapkan Wagub NTB bisa mencetak sarjana sekaligus guru yang berguna bagi Nusa dan bangsa

MATARAM.lombokjournal.com ~ Guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru, Senantiasa memberikan kenyamanan dan perubahan pada suatu tempat. 

Seorang guru bukan hanya tentang profesi tapi juga harus dijadikan sebagai passion

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Peresmian NWDI Center

Wagub NTB mengatakan, guru bukan sekedar profesi tapi jadikan sebagai passion

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmidjalillah menyampaikan itu saat memberikan sambutan pada acara Penutupan Semarak Milad Program Studi Program Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Hamzanwadi ke-16. melalui Zoom Meeting di Pandopo wagub, Senin (09/01/23)

Dijelaskan Umi Rohmi sapaan akrab Wagub menjelaskan, passion merupakan sebuah pekerjaan atau perbuatan yang dilakukan secara ikhlas dan tanpa paksaan sebagai bentuk panggilan alam bawah sadar. 

Passion dikerjakan terus menerus, dengan tak pernah merasa bosan, tak memikirkan untung rugi, dan jika tidak dilakukan akan merasa ada sesuatu yang kurang.

“Passion itu Ikhlas, senantiasa membangun serta menyebarkan hal positif pada setiap waktu, dan tentu merupakan itu hal dasar yang harus dimiliki oleh seorang guru,” kata Ummi Rohmi. 

Rektor Universitas Hamzanwadi ini juga berharap agar calon sarjana jurusan PGSD Universitas Hamzanwadi agar tidak gagap teknologi (gaptek), supaya ke depan bisa dibutuhkan dan siap berkompetisi dengan zaman. 

BACA JUGA: Optimis dan Kerjasama Modal Suksesnya PORPROV XI NTB 

“Gelar diskusi yang bermanfaat dan membangun. Mudah mudahan PGSD bisa mencetak sarjana yang berguna bagi Nusa dan bangsa,” katanya. ***

 

 




Optimis dan Kerjasama Modal Suksesnya PORPROV XI NTB

Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi dengan optimis mengatakan, pelaksanaan PORPROV untuk sukseskan NTB sebagai tuan rumah PON 2028 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Optimisme menjadi modal awal yang penting bagi suksesnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XI yang bakal digelar mulai 18-26 Februari 2022 mendatang di Kota Mataram. 

Semangat, kekompakan dan kerjasama dipadu dengan koordinasi yang intensif diyakini PORPROV NTB yang dihajatkan untuk melahirkan atlet-atlet olahraga NTB. Mampu berprestasi di kancah nasional dan internasional menjadi sprit utama yang harus dijaga sebnaik-baiknya untuk menuju kesuksesan.

BACA JUGA: Warga Tionghoa Berperanan Menggerakkan Perekonomian NTB

Sekda NTB mengatakan, optimis dan kerjasama merupakan modal suksesnya penyelenggaraan PORPROV

“Gelaran PORPROV ini adalah momentum yang tepat dan sebagai langkah awal menuju pelaksanaan PON 2024 yang akan diselenggarakan di Aceh dan Medan. Dan yang lebih bergengsi lagi untuk menyukseskan NTB sebagai tuan rumah pelaksanaan PON 2028 bersama NTT. Dan kami juga meyakni koordinasi yang baik dalam hal pengamanan yang melibatkan Satpol PP, TNI-Polri dan Pemkab/kota yang juga menjadi tuan rumah gelaran event ini akan terlaksana dengan baik,” kata Sekda NTB Lalu. Gita Ariadi, M.Si di Mataram, Senin (09/01/23).

Sekda meminta dukungan dari seluruh Kepala OPD lingkup Provinsi NTB terkait aset-aset daerah yang ditanganinya, bisa digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan Porprov selain stadion atau gelanggang olahraga yang sudah ada. 

Sekda berharap banyak dari kalangan perbankan dan dunia usaha dan steakholder yang ada sama-sama memberikan kontribusi bagi terlaksananya PORPROV NTB ini. 

“Bahkan untuk mendukung transportasi para atlit dari 10 kabupaten/kota akan saya kontak masing-masing Sekdanya untuk menyiapkan kelengkapan alat transportasi dari masing-masing Kabupaten/kota. Insya Alloh semuanya sukses kalau kita bekerjasama dan berkolaborasi dengan baik,” ujarnya.

Selain itu karena PORPROV XI NTB ini akan digelar bulan depan Sekda NTB mengaku siap ikut terlibat dalam mengawal perjalanan persiapan multi event ini. 

Sekda juga siap melakukan road show untuk menggaungkan PORPROV ini ke setiap kabupaten/kota.

Ketua Umum KONI NTB, H Mori Hanafi juga optimis Poprov XI NTB yang menjadi ajang prestasi bagi para atlit dari 10 kabupaten/kota akan berjalan dengan baik, karena pihaknya telah mempersiapkan kegiatan ini cukup detail. 

BACA JUGA: Ormas Keagamaan Diminta Adaptif Terhadap Teknologi

“Karena itu agar kegiatan ini sukses diminta seluruh panitia bekerja maksimal,” katanya.

Kadispora NTB Tri Budi Prayitno menambahkan, dengan semangat dan gotong-royong bersama tidak ada yang sulit dan berharap semua sukses meski terkendala anggaran.

“Kita yakin PORPROV XI ini sukses dari segala sisi, baik sukses secara prestasi maupun sukses penyelenggaraan,” ujar Budi  mantan Kasat Pol PP ini. 

 

 




Solusi Permanen Atasi Kekeringan Kesulitan Air Bersih 

HBK bagun sumur bor sebagai solusi jangka panjang untuk warga yang kesulitan air Bersih di Pulau Seribu Masjid

MATARAM.lombokjournal.com ~ -Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) memberi solusi bagi masyarakat P. Lombok yang puluhan tahun terdampak bencana kekeringan. 

Politisi Partai Gerindra tersebut, menghadirkan solusi permanen, tuntas, dan jangka panjang, sehingga masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan mengakses ketersediaan air bersih, tidak lagi mengalami hal yang sama.

BACA JUGA: Warga Tionghoa Berperan Menggerakkan Perekonomian NTB

HBK membantu pengadaan sumur bor sebagai solusi permanen, tuntas, dan jangka panjang untuk masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan mengakses air bersih

Seperti diketahui, selama ini persoalan dukungan air bersih bagi sebagian warga P. Lombok masih menjadi persoalan sulit, tak terselesaikan, dan terus berlangsung dari tahun ke tahun.

Sepanjang tahun 2022, HBK telah berhasil membawa program aspirasi yang berasal dari Kemenhan RI untuk membangun sumur-sumur bor di titik-titik pemukiman warga yang selama ini selalu mengalami bencana kekeringan. 

Sumur-sumur bor tersebut berhasil diperjuangkan HBK di Kemenhan RI dan dipersembahkan kepada masyarakat P. Lombok yang diwakilinya.

“Pembangunan sumur-sumur bor ini kita harapkan akan mampu menjadi solusi tuntas, permanen, dan jangka panjang, bagi pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini, Ahad (08/01/23).

Pembangunan sumur-sumur bor tersebut dilakukan Kemenhan RI, yang merupakan salah satu mitra kerja Komisi I DPR RI. 

Sumur-sumur bor tersebut kini telah menjadi penyuplai utama kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Persoalan kekeringan saat ini memang masih menjadi momok bagi sebagian masyarakat di P. Lombok, juga NTB. Sepanjang tahun 2022 lalu misalnya, sebanyak tujuh Kabupaten dan satu Kota memberlakukan status siaga darurat kekeringan. 

Dua Kabupaten bahkan menaikkan statusnya menjadi tanggap darurat kekeringan karena warganya sangat kesulitan dalam mengakses air bersih.

Saban tahun, sedikitnya lebih dari 500 ribu jiwa selalu kena dampak kekeringan. Di P. Lombok, bencana kekeringan terjadi di empat Kabupaten yakni di Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara. Kekeringan tersebut, utamanya melanda masyarakat yang bermukim di pesisir bagian selatan. 

Dan juga sebagian di pesisir bagian utara dan timur Pulau Seribu Masjid.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Peresmian NWDI Center 

Selama ini, HBK memang dikenal sangat concern dan memiliki perhatian besar terhadap terjadinya bencana kekeringan yang menimpa warga dari tahun ke tahun.

Di P. Lombok, HBK sendiri melalui Yayasan miliknya, yaitu HBK PEDULI, bahkan telah menyiapkan tiga armada mobil tangki air yang setiap harinya rutin menyuplai kebutuhan air bersih kepada masyarakat yang bermukim di daerah-daerah terdampak kekeringan.

Bahkan di tahun 2023 ini, akan ada tambahan satu unit armada tangki air bersih lain untuk memperkuat armada tangki air bersih yang sudah ada.

Namun begitu, HBK menyadari sepenuhnya, bahwa bantuan air bersih yang dilakukan dengan armada mobil tangki air yang selama ini dilakukan HBK PEDULI, hanyalah solusi sementara, parsial, dan sangat situasional.

“Pembangunan sumur-sumur bor oleh Kemenhan RI  ini adalah solusi tuntas, permanen, dan jangka panjang,” kata HBK.

Secara khusus, HBK menyampaikan apresiasi serta penghormatan yang tinggi kepada Menteri Pertahanan RI, H. Prabowo Subianto atas segala perhatian serta bantuannya dalam mengatasi ancaman bencana kekeringan di wilayah P. Lombok, juga NTB.

Program bantuan sumur-sumur bor ini tidak hanya diberikan kepada masyarakat P. Lombok, tetapi juga kepada masyarakat di P. Sumbawa. 

Pada pertengahan bulan Januari ini, pembuatan sumur-sumur bor di P. Sumbawa akan segera dilaksanakan.

“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama lagi, pak Menhan dapat berkunjung kesini dan menyaksikan langsung bagaimana penting dan vitalnya bantuan sumur-sumur bor ini bagi kehidupan masyarakat sehari-hari,” kata HBK.

Menghidupkan Lahan Pekarangan

Di sisi lain, keberadaan sumur-sumur bor yang mampu menyuplai kebutuhan air bersih warga ini, diharapkan juga bisa menjadi jalan untuk memacu warga bisa memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif, sebagai bagian dari upaya menopang ketahanan pangan keluarga.

Masyarakat bisa menanam aneka sayuran dan bahan pangan cepat panen seperti kangkung, bawang, cabai rawit, dan juga yang lainnya. 

BACA JUGA: Unram Mulai Buka Program Magister Mitigasi Bencana

Dengan begitu, masyarakat mempunyai stok dan cadangan pangan yang bisa dimasak saat dibutuhkan.

“Cara ini memungkinkan masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangganya sehari-hari,” kata HBK.

Selama ini, gerakan memanfaatkan lahan pekarangan layaknya urban farming di daerah perkotaan, sulit dilakukan di daerah-daerah terdampak bencana kekeringan. 

Jangankan air untuk suplai kebutuhan tanaman, air untuk kebutuhan sehari-hari pun mereka sangat kesulitan.

Kini, dengan kehadiran sumur-sumur  bor bantuan Kemenhan RI ini, gerakan memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam dapat digalakkan kembali. 

HBK yakin sepenuhnya, dengan edukasi dan bimbingan yang masif dari seluruh pemangku kepentingan, hal tersebut dapat digalakkan di tengah-tengah masyarakat.

“Bencana pandemi Covid-19 telah membuka mata kita, betapa ketahanan pangan sebuah Negara juga bisa ikut runtuh. Kini kita patut bersyukur memiliki cukup air untuk memanfaatkan lahan pekarangan kita menjadi penopang ketahanan pangan setiap keluarga,” kata HBK.

Selain menjadi sumber pangan, pemanfaatan pekarangan juga bisa menjadi salah satu alternatif untuk sumber pendapatan. 

Tanaman-tanaman yang dibudidayakan di pekarangan juga bisa bernilai ekonomi bagi masyarakat karena juga bisa dijual setelah kebutuhan pangan keluarga terpenuhi. Dengan begitu, masyarakat selain memiliki ketahanan pangan, juga akan memiliki ketahanan ekonomi.(*)

 

 

 




DEVELOPING BEKAYAT CREATIVELY IN THE ERA OF DIGITALIZATION 

There are problems with the creative to developing of Bekayat into a digital program

lombokjournal.com ~

By Cukup Wibowo,  
Student of Master Program in English Language Education Mandalika University of Education, Mataram

INTRODUCTION 

The Bekayat tradition as one of the oral literature that still exists in the Sasak Islamic community of Lombok is currently in the challenge of a real era. On the one hand, this tradition has an important role as a medium for learning about morality, the goodness of life, and how to make society take a part in a social interaction. 

But on the other hand, with the advancement of information technology where it is marked by the practice of digitizing in almost all activities, In fact, besides being one of the historical artifacts, the content in the text of the bekayat story, according to Made Suyasa (2019) can still be exemplified by millennials today. 

That is why real steps are needed to be able to revitalize the bekayat tradition by developing creativity by utilizing digital technology so that the bekayat tradition can still show its existence in the midst of the currents of globalization and modernization. 

DISCUSSION 

If we are on the island of Lombok, especially at the celebration of Isra’ Mi’raj Nabi, Maulid Nabi, circumcision, marriage or death, it is not uncommon for us to hear the voices of several people taking turns filling the night air after Isya prayers. 

The men performed the recitation of the hikayat (verse) by chanting then followed by alternating translation and interpretation by the main reader called as hadi and the supporting reader called as saruf as well as the translator called as bujangge who with his skill translated and deciphered the story read from various Islamic Books into Sasak language. 

The reading activity which is well known as an oral tradition by the Sasak Islamic community is called Bekayat. 

BACA JUGA: Lombok akan Jadi Kiblat POacuan Kuda Nasional 

The Sasak Islamic community has been familiar with the tradition of Bekayat or ‘reading hikayat’ since the Hindu-Buddhist kingdom ruled Lombok. Then in its historical movement, Sasak Muslims are more familiar with the tradition of reading this saga in the term nyaer. The term nyaer denotes a reading pattern that uses tembang and is similar to the old Malay literary verse model. In terms of reading objects. 

Bekayat as one of the surviving forms of oral literature among the Sasak Islamic community was once used to broadcast Islam. Therefore, it is not surprising that the books used in this tradition are in the form of books that contain and tell about the spiritual journey of the Prophet Muhammad SAW, death treatises, to the history of Islamic travel to enter the archipelago (especially Lombok). 

If we look at the series of Bekayat activities which include the procession, time, and place of implementation, Bekayat activities, as described by Saharudin (2012), will do require complex and long preparations. The aforementioned series are as follows: 

  • Bekayat Procession 

The flow or sequence of the bekayat procession in the implementation of the kayat reading is not carried out individually, but in groups (gathering the community). Starting from teenagers and parents by first holding a notice or in Sasak language known as “pesilaq”, either through loudspeakers as well as through direct invitations to their respective homes. It shows what people do is always based on togetherness. 

As for the personnel, before the speech of the bekayat event began, the bekayat expert was invited a few days earlier. The bekayat expert asks what event is carried out by the inviter, meaning that he can prepare the bekayat material to be delivered, and adjusted to what will be planned. 

The process of the bekayat ritual itself is bekayat which is carried out after the core event of the celebration is completed. So, this bekayat is the culmination of the end of the celebration event, or the closing event of the celebration. If it is to hold a seven-monthly pregnancy, nine-day death of a person or nyiwaq or shaving on baby traditional ceremony or aqiqah-an then this bekayat is held after the core event of the event procession and is carried out in the evening.

 As for those related to the celebration of Islamic holidays, in particular Isra’ Mi’raj and Maulud are usually held after the lecture at the mosque or mushalla is over.

  • The Event-Time of Bekayat 

Bekayat is always done at night, that is, after isya prayers. This is because after the Isya’ prayer the time is long/loose compared to the Magrib prayer. In addition, bekayat is carried out at night because it is believed to bring tranquility to people who read and listen to it, so it is believed that it can open the door of the heart and hidayah for them to immediately repent and ask for mercy to God Almighty. 

In the context of the early spread of Islam in Lombok, this is certainly very relevant to the condition of Sasak people at that time who often drank tuak (old nira) or berem (mixed glutinous rice water— in the Sasak term called poteng— which was stored for long time) at the moment after Isya’s time to get drunk. If in the last time people closed their celebration, with perebak jangkih followed by the puppetry performance overnight. As time went by Perebak Jangkih event was replaced with Bekayat. 

  • The Event Location of Bekayat 

The place where Bekayat is carried out is adjusted to the type of event. If a prayer is held for a woman who commemorates seven months of pregnancy, the death of a person or aqiqah-an then it is usually held in a house as the place celebrate it.. 

The meaning to believe is that the house will be given a blesing for all residents of the house and for someone who is intended to get salvation from this process. 

Meanwhile, if this bekayat is carried out on the commemoration of Islamic holidays, such as Isra’ Mi’raj and Maulid Nabi, it is held in a mosque or mushalla which functions as a center for proselytizing. 

Seeing and understanding 3 things in the implementation of Bekayat as mentioned above, of course, the role of technology becomes very necessary so that Bekayat is not abandoned by the community in the future. 

This is because the values conceived by Bekayat are still very relevant, which are needed to be a medium for expressing moral values in society. 

BACA JUGA: Pola Pikir Jadi Kunci Sukses, Bagaimana Mengubahnya?

In today’s digital era, it is possible develop Bekayat as one of oral traditions to be more creative and innovative. Bekayat becomes more acceptable and develops more widely through the internet or cyberspace. 

This gave rise to a new era of the presence of Bekayat as an internet oral tradition. Bekayat, which was originally developed and known limited in its distribution, then become an activity widely known by public. 

With digital technology, the development and preservation of Bekayat oral traditions can be realized more creatively. In the digital era, Bekayat activities are no longer an offline event, but can be an online event that reaches a wider audience. 

CONCLUSION 

There are problems with the creative development of Bekayat into a digital program. Bekayat as it has been discussed above is a tradition that involves many elements in it. This Bekayat certainly contains a lot of cultural messages to provide knowledge for the next generations. Based on this idea, the role and existence of Bekayat should be conducted seriously, because Bekayat contains messages containing the noble values of society. When Bekayat becomes a digitized activity, it is necessary to choose a digital platform concerning the characteristics of Bekayat activities. 

Bekayat as an oral tradition if it does not follow the digital change and remains in its original condition, it will slowly disappear and be forgotten. Therefore, digitizing the entire series of Bekayat activities will make it easier for many people to know how important the significant role of Bekayat is.

Therefore, it is urgently needed intervention and support from various parties (especially the government and other cultural stakeholders) in caring for and facilitating the survival of Bekayat ***




Warga Tionghoa Berperan Menggerakkan Perekonomian NTB

Peran warga Tionghoa penting dalam pergerakan roda perekonomian NTB, kata Sekda NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Warga Tionghoa memegang peranan penting membangun dan menggerakkan perekonomian di NTB.

“Tidak dipungkiri bahwa warga Tionghoa yang berbeda di Pulau Lombok  maupun di pulau Sumbawa juga memegang peranan penting dalam pergerakan roda perekonomian NTB,” Sekretaris Daerah  NTB, Lalu Gita Ariadi.

BACA JUGA: Gubernur NTB Hadiri Peresmian NWDI Center

Sekda mengatakan, warga Tionghoa berperan dalam menggerakkan ekonomi NTB

Sekda NTB sekaligus memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus Daerah (Indonesia Tionghoa) INTI NTB masa bhakti 2022-2026,  di Lombok Plaza Hotel Mataram,  Minggu (08/01/23) malam .

Sekda NTB yang akrab disapa Miq Gite mewakili Gubernur NTB,  dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan bangga kepada warga Tionghoa yang ikut membangun dan menggerakkan perekonomian di NTB.

“Tidak dipungkiri bahwa warga Tionghoa yang berbeda di Pulau Lombok  maupun di pulau Sumbawa juga memegang peranan penting dalam pergerakan roda perekonomian NTB,” ucapnya.

Peran warga Tionghoa sangat besar disaat  daerah kita  dilanda bencana alam berupa gempa dan virus covid-19 mewabahi negeri ini. Keterlibatan warga etnis Tionghoapun ikut membantu merecoverynya.

Lebih lanjut Miq Gite juga sampaikan, Ikhtiar dan tekad serta semangat persatuan dan kesatuan menjadi cara terbaik untuk menyatukan perbedaan.

“Perbedaan bukanlah halangan untuk meraih kemajuan namun merupakan Rahmat untuk bisa memperkaya  khasanah budaya bangsa kita,” tegas Miq Gite.

Miq Gite berharap Pengurus Daerah (Indonesia Tionghoa) INTI NTB yang baru saja dilantik  agar dapat menjalankan amanah  sebaik-baiknya, tetap dalam kebersamaan dan  persatuan  serta ikut menjaga kondusifitas 2023-2024.

“Mari kita junjung semangat persatuan kesatuan dan rasa toleransi diantara kita. Kita jaga kondusifitas 2023-2024 dan selanjutnya. Mari jadikan NTB rumah bersama yg indah dan membahagiakan,” ajaknya.

BACA JUGA: Temu Kangen Masyarakat Flores Sumba Timor Alor

Ikut hadir pada kesempatan itu Forkopimda NTB, Pejabat  perwakilan dari Bupati dan Walikota, Toga, Toma Todat juga dari FKUB. 

Hadir pula dari pengurus pusat Indonesia Tionghoa (INTI), Ketua Pembina Perhimpunan Indonesia Tionghoa dan Pengurus daerah,  para tokoh masyarakat dan tamu undangan serta warga Tionghoa yang ikut serta menyaksikan acara pelantikan malam ini.***

 

 




Gubernur NTB Hadiri Peresmian NWDI Center

Peresmian gedung Nahdlatul Wathan Diniyah Islamitah (NWDI) Center yang dihadiri Gubernur NTB menjadi keberkahan dalam mewujudkan NTB Gemilang 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Berdirinya NWDI Center diharapkan menghadirkan semangat dan arah baru dalam kehidupan masyarakat NTB. 

Harapan itu disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah saat menghadiri peresmian gedung Nahdlatul Wathan Diniyah Islamitah (NWDI) Center di Jalan Lingkar Selatan, Jempong Baru, Kota Mataram, Sabtu (07/01/23). 

BACA JUGA: Ormas Keagamaan Diminta Adaptif Terhadap Teknologi

Gubernur NTB berharap NWDI Center memberi arah baru NTB

“Semoga di awal tahun  baru dengan berdirinya NWDI Center ini akan memberikan semangat dan arah baru dalam kehidupan kita,” ujar Bang Zul yang ikut mendampingi Ketua Umum NWDI, TGH Zainul Majdi, Lc, MA.

Gedung NWDi Center yang dimulai pembangunannya sejak 2022 silam, menghabiskan anggaran 1,5 miliar, yang bersumber dari hibah penerintah provinsi dan sumbangan pengurus NWDI NTB. 

“Masih membutuhkan dua miliar rupiah lagi agar fasilitas gedung ini berfungsi untuk kebutuhan masyarakat dan jamaah NWDI,” jelas panitia pembangunan, TGH H Mahally Fikri. 

Sementara itu, Tuan Guru Bajang (TGB) mantan Gubernur  NTB yang juga Ketua Umum NWDI, dalam tausiyahnya mengatakan, salah satu keberkahan dalam mewujudkan NTB Gemilang adalah dengan majelis ilmu seperti konsep yang dihajatkan dalam pembangunan NWDI Center. 

“Kita harus bersyukur dengan hadirnya gedung ini. Mudah mudahan cita-cita NTB Gemilang dimudahkan dengan keberkahan,” ucap TGB. 

BACA JUGA: Temu Kangen Masyarakat Flores Sumba Timor Alor  

Hadir pula dalam peluncuran NWDI Center, Kapolda NTB, Danrem 162, para kepala OPD, pengurus NWDI, jamaah dan masyarakat luas.***

 

 




Ormas Keagamaan Diminta Adaptif Terhadap Teknologi

Perubahan lingkungan menjadi tantangan ormas Islam agar adaptif, dan agama harus menawarkan silusi menentramkan, itu pesan Bang Zul saat Muswil Wahdah Islamiyyah NTB

BIMA.lombokjournal.com ~ Organisasi Masyarakat (Ormas) keagamaan harus senantiasa adaptif terhadap tantangan zaman, terutama menyangkut perkembangan ilmu pengetahuan, perubahan lingkungan dan teknologi. 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat membuka acara Musyawarah Wilayah Wahdah Islamiyyah Nusa Tenggara Barat, di Kota Bima, secara daring melalui aplikasi Zoometing, Minggu (08/01/23). 

BACA JUGA: Unram Mulai Buka Prodi Magister Mitigasi Bencana

Ormas keagamaan diminta tawarkan solusi menentramkan
Zoom meeting Muswil Wahdah Islamiyyah NTB

“Sekarang, salah satu tantangan terhadap Ormas Islam adalah adaptif terhadap perubahan lingkungan terutama persoalan  teknologi,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut.

Bang Zul menilai, Covid-19 yang terjadi beberapa tahun terakhir memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat. 

Masyarakat yang awalnya sholat dengan shof rapat, harus berjarak karena harus social and physical distancing

Sehingga wabah tersebut lanjutnya menuntut masyarakat harus berdamai dengan keadaan.

“Agama dituntut oleh masyarakat agar menawarkan solusi-solusi yang menentramkan, termasuk organisasi keagamaan,” ungkap Bang Zul melalui Zoom Meeting tersebut.

Orang nomor satu di NTB tersebut menjelaskan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke depan akan semakin luar biasa. 

Karena itu, organisasi keagamaan tidak boleh abai terhadap kemajuan science dan teknologi.

Gubernur Bang Zul juga mengucapkan selamat atas terlaksananya kegiatan tersebut dan berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan program-program yang menyatukan masyarakat. 

“Kedepannya, kami tunggu kehadiran Ustadz-ustadz sekalian di Mataram. Semoga ada program-program yang bisa dikolaborasikan dengan Pemprov NTB, ” tandas Bang Zul. 

Ketua Panitia Kegiatan yang berlangsung di Hotel La Ila Kota Bima itu,  Mulyadin, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema “Mengokohkan Solidaritas dan Kolaborasi dalam Mengatasi Persoalan Umat dan Bangsa Menuju NTB yang Gemilang”.

Melibatkan seluruh kader  dan pengurus Wahdah Islamiyyah di seluruh wilayah NTB, baik pengurus tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota

BACA JUGA: Menyelamatkan Ekosistem Dimulai dari Pilah Sampah dari Rumah

Ia juga menyampaikan rasa bangga dan bahagia serta terima kapada Gubernur Bang Zul yang telah berkenan hadir dan membuka acara tersebut, meskipun melalui daring.

“Semoga kehadiran Bapak Gubernur dapat memberikan motivasi, baik secara moril maupun materil terhadap kerja-kerja dakwah di masa yang akan datang,” tutupnya. ***

 

 

 




Bantuan Masyarakat Senteluk yang Terdampak Cuaca Ekstrim 

Bunda Niken yang mendampingi Gubernur NTB menyerahkan mengatakan, Pemprov NTB akan terus menyalurkan bantuan berusaha mencari solusi jangka panjangnya

LOBAR.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah, didampingi isteri, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menyerahkan bantuan kepada masyarakat pesirir Desa Senteluk, Batu Layar, yang terdampak cuaca ekstrim belakangan ini.

Bantuan yang diberikan berupa makanan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, dan abon ikan yang mayoritasnya dibeli langsung dari UMKM lokal NTB. 

BACA JUGA: Unram Mulai Buka Porgram Magister Mitigasi Bencana

Bunda Niken saat menyerahkan bantuan pada masyarakat Senteluk yang terdampak cuaca ekstrem

“Mudah-mudahan sedikit buah tangan dari kami hari ini bisa membersamai bapak ibu semua,” ungkap Bang Zul.

Ia menyampaikan itu di hadapan warga yang umumnya berprofesi sebagai nelayan, Sabtu (07/01/23).

Sementara itu, Ketua TP-PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengungkapkan, cuaca ekstrim yang terjadi belakangan merupakan dampak perubahan iklim global. 

Pemerintah Provinsi NTB akan terus berusaha mencari solusi jangka panjangnya. 

“Tentu saja masyarakat di pesirir sangat terdampak, hal ini menjadi perhatian khusus pemerintah,” ungkap Bunda Niken. 

Bunda PAUD Nasional tersebut berharap agar cuaca ekstrem bisa segera berlalu. 

BACA JUGA: Temu Kangen Mayarakat Flores Sumba Timor Alor

Sehingga masyarakat pesisir yang paling terdampak bisa kembali beraktivitas sebagaimana biasanya. ***