Summit Institute for Development Diminta Integrasikan Data

 Summit Institute for Development (SID) diminta Wagub NTB bekerja sama mengintegrasikan data Posyandu dan data kesehatan masyarakat yang sudah ada di desa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Summit Institute for Development (SID) diminta bekerja sama menyempurnakan aplikasi SIP (Sistim Informasi Pelayanan) dan aplikasi BUNDA, agar maksimal mengintegrasikan data Posyandu secara khusus, dan data kesehatan masyarakat di desa umumnya.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah di Hotel Astoria, Senin (27/02/23).

BACA JUGA: Disabilitas Harus Diberi Ruang dan Dukungan Lingkungan

Wagub minta Summit Institute for Development bekerjasama mengintegrasikan data kesehatan

“SID sekiranya bisa duduk bersama dengan stakeholders terkait, bagaimana mengintegrasikan aplikasi SIP yang sudah ada agar bisa berfungsi maksimal,” pesan Ummi Rohmi. 

Menurutnya, pendataan kesehataan yang baik dari dusun melalui Posyandu dapat memudahkan Puskesmas dalam pendataan di tingkat desa. 

Jika data kesehatan bisa dipetakan skala dusun dan desa, maka permasalahan kesehatan yang ada bisa lebih jelas dilihat. Sehingga pemerintah bisa mengambil langkah yang tepat dan cepat dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Jika memiliki data yang valid maka akan mudah menentukan lokus permasalahannya sehingga penyelesaian bisa lebih tepat sasaran,” jelas Wagub. 

SID berdiri tahun 2007 

Di tempat sama, Chief Project Officer SID Yuni Dwi Setiyawati menyampaikan, Yayasan Institut Pengembangan Suara Mitra atau Summit Institute for Development (SID) merupakan lembaga nirlaba berstandar global. 

SID memulai kegiatan sejak tahun 2000-2004 di Lombok dengan pemberian tablet multiple mikronutrien (MMS) kepada 42.000 ibu hamil. 

SID resmi berdiri pada tahun 2007 untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak

“Kami telah memulai riset dan kegiatan sejak tahun 2000 di Lombok untuk kesehatan ibu dan anak” jelasnya.

Yuni Dwi Setiyawati mengatakan, program SID bersama mitra Pemda Lombok Barat yakni pengembangan sistem informasi kesehatan. Pengembangan dan pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak berbasis digital. 

BACA JUGA: Digitalisasi Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Serta program peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan. 

“Program yang kami laksanakan yakni peningkatan kesehatan ibu dan anak dan pengembangan SDM kesehatan dan non kesehatan” ungkapnya.***

 




Disabilitas Harus Diberi Ruang dan Dukungan Lingkungan

Para penyandang disabilitas bisa diasah kemampuannya, sebab mereka juga punya kemampuan dalam keterbatasannya

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Mataram merayakan ulang tahun ke 18 dengan semangat Increadible bermakna Inklusif, Kreatif, Berdikari dan Berliterasi. 

Para penyandang disabilitas punya kemampuan bila diberi ruang

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah  mengatakan, para penyandang disabilitas tak berarti tak memiliki kemampuan dalam keterbatasan mereka. 

BACA JUGA: Stunting Punya Keterkaitan dengan Berdayanya Perempuan

“Mereka bisa diasah asalkan diberikan ruang dan lingkungan yang mendukung agar memiliki tempat di masyarakat sesuai kemampuan mereka,” ujar Wagub di halaman SLB Negeri 1 Mataram di Ampenan, Kota Mataram,  Senin (27/02/23). 

Rangkaian kegiatan HUT SLB Negeri 1 ke 18 yang dihadiri Wagub dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr H Aidy Furqon dimeriahkan dengan penampilan seni dan pameran hasil kerajinan. 

Selain itu, Kadis Dikbud mewakili Wagub menandatangani Deklarasi Sekolah Ramah Anak. Diharapkan, deklarasi ini yang dalam beberapa poin mencegah kekerasan, narkotika, bersih sehat, hijau dan inklusif dapat terwujud. ***

BACA JUGA: Masyarakat Harus Stop Diskriminasi Disabilitas, Ini Kata Wagub

 




Pengasuhan Setara: Berdampak Positif Bagi Orang Tua dan Anak

Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak bukanlah pengorbanan melainkan penghargaan

LombokJournal.com ~ Selama ini kita sering mendengar atau membaca tentang kesetaraan dalam pengasuhan anak dalam keluarga, apa yang dimaksud dengan kesetaraan pengasuhan itu?

Pengasuhan anak selama ini yang dipahami sebagian besar masyarakat, merupakan kewajiban ibu semata. Seolah-olah peran ayah dalam pengasuhan anak tidak penting .Atau peran ayah hanya memiliki keterlibatan kecil dalam pengasuhan anak-anaknya di rumah.

Padahal, keterlibatan ayah bukan saja menguntungkan pertumbuhan dan perkembangan anak, padahal keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak di rumah memberi dampak yang positif bagi ayah sendirim misalnya dalam lingkungan kerjanya. 

BACA JUGA: Stunting Punya Keterkaitan dengan Berdayanya Perempuan

Ayah yang terlibat dalam pengasuhan anak menguntungkan di tempat kerja

Keberhasilan-keberhasilan kecil pada perkembangan anak bisa memberikan perasaan keberhasilan pada seorang ayah yang membuat kepribadiannya menjadi jauh lebih positif.

“Keberhasilan-keberhasilan kecil anak di rumah membuat seorang ayah lebih tidak agresif. Hal ini akan terbawa ke lingkungan kerjanya. Menjadi karyawan yang lebih nurturance, hubungannya dengan atasan dan bawahan menjadi lebih baik,” ujar Edward Andriyanto, Psikolog Klinis Anak dalam diskusi Perayaan Hari Ayah Nasional.

Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak bukanlah pengorbanan melainkan penghargaan. Lebih lagi, hubungan suami istri serta kepuasan dalam pernikahan juga akan meningkat. 

“Afeksi, kasih sayang, kenyamanan, serta kepercayaan diri akan didapatkan. Itulah hadiah dan kesuksesan apabila seorang ayah melibatkan diri dalam pengasuhan anak,” jelasnya.

Pengasuhan setara akan memberi timbal balik yang positif di tempat pekerjaan. Suatu perusahaan akan mendukung keterlibatan karyawan laki-laki dalam pengasuhan anak-anaknya.

Perusahaan mendukung para karyawan untuk menumbuhkan kesetaraan gender. Tak hanya di kantor tapi juga di rumah masing-masing, supaya bisa memberikan pengaruh yang lebih baik di lingkungan kerja.

Pola pengasuhan setara adalah pola pengasuhan yang menghilangkan norma-norma gender yang sudah berlaku di masyarakat selama ini. Banyak kehawatiran di masyarakat, jika pola pengasuhan ini memberi dampak negatif pada anak-anak mereka terutama dari kecenderungan seksual mereka.

BACA JUGA: Banyak Orang Tua Gagal Pengasuhan Berbasis Hak Anak

Para ahli mengatakan, tidak ada hubungan antara pola pengasuhan setara dengan kecenderungan seksual anak. Pengertian pola pengasuhan setara yang tepat adalah melibatkan anak-anak dalam kegiatan atau aktivitas orang tua. 

Sehingga si anak memiliki kebebasan untuk menjelajahi segala bidang yang ada.

Preferensi seksual, gender, dan jenis kelamin adalah tiga hal berbeda. Gender neutral parenting itu lebih kepada keterbukaan pemikiran, bukan pada preferensi seksual anak.

Direktur Eksekutif Yayasan Plan Internasional Indonesia, Dini Widiastuti mengatakan, pola pengasuhan setara ini sangat baik untuk memaksimalkan potensi anak, pilihan bidang profesional yang akan ditempuh anak juga akan lebih beragam. 

“Siapa tahu anak laki-lakimu akan menjadi chef terkenal atau anak perempuanmu menjadi presiden atau profesi apapun yang jarang dilakoni perempuan. Kita harus membuka kesempatan seluas-luasnya untuk mereka (anak_red), kalau kita menutup (kesempatan) itu sejak dini, sangat disayangkan,” lugasnya.

Ada anggapan di masyarakat kalau laki-laki tidak boleh cengeng, namun menurut Public Figure, Fedi Nuril, hal itu merupakan kelemahan ketika dirinya terjun ke dunia akting. Menurutnya, sensitivitas sangat dibutuhkan untuk menjadi aktor yang mumpuni. 

“Saya selalu diberitahu sejak kecil kalau anak laki-laki itu tidak boleh cengeng. Namun ketika masuk ke dunia perfilman ternyata memerlukan sensitivitas yang lebih tinggi. Agar emosi dari tokoh yang diperankan bisa benar-benar dirasakan oleh penonton,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, sebagai orang tua, Fedi memandang anak menangis adalah salah satu bentuk ekspresinya dalam mengutarakan perasaannya. Sehingga memerlukan cara yang tepat untuk menanggapinya. 

“Kalau anak saya nangis, saya cenderung membiarkannya dan memeluknya. Tapi saya lihat juga dia menjadi mudah move on, tidak lama kalau nangis. Kalau nanti dia mau menjadi aktor, semoga dia lebih sensitif dan tidak terkurung dalam norma kalau laki-laki tidak boleh cengeng,” ujarnya.

Sebagai orang tua sebaiknya membiarkan anak-anaknya untuk mengekspresikan diri, salah satunya adalah menangis. Menurutnya, bila anak laki-laki tidak diperbolehkan menangis, maka saat dewasa nanti dia akan melampiaskan emosi itu dengan bentuk agresivitas.

BACA JUGA: Pembuatan Film tentang Stunting dari SMAN 1 Mataram

Maka dari itu, ketidaksetaraan dalam pengasuhan adalah pola pengasuhan yang sangat merugikan untuk semua pihak, baik orang tua dan anak. 

“Menjadi ayah dan ibu adalah full time job, keduanya harus berperan penuh,” kata Ferdi. 

Pola asuh netral gender ini sangat penting untuk diterapkan para orang tua supaya mendorong anak untuk menggali semua minat, karir, dan hobi yang ia inginkan. ***

Simber: ibcwe

 




Sekda NTB Sambut Kedatangan Gubernur Jatim

Sekda NTB menjelaskan, Gubernur Jatim dan Gubernur NTB akan menyaksikan penandatanganan 12 Perjanjian Kerja Sama 

LOTENG.LombokJournal.com ~ Sekertaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi menyambut kedatangan Gubernur Jatim, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, MSi dan rombongan, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Minggu (26/02/23).

BACA JUGA: Provinsi NTB Tandatangani MoU dengan Provinsi Jatim 

Kedatangan Gubernur Jatim, untuk mengikuti kegiatan Misi Dagang Jatim – NTB.

Gubernur NTB dan Gubernur Jatim akan mengikuti dan menyaksikan penandatanganan 12 Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara 11 OPD Pemprov Jatim dengan Pemprov NTB.

Penandatanganan termasuk kesepakatan pelaku usaha (business to busines) Jatim-NTB, juga kerjasama antara PT. Bank NTB Syariah dengan PT Bank Jatim terkait pemenuhan kewajiban modal inti bagi PT Bank NTB Syariah.

“Tahun ini Gubernur Jatim dan Gubernur NTB, Bapak Dr. H. Zulkieflimansyah, hari senin tanggal 27 Februari 2023, akan mengikuti dan menyaksikan kegiatan Misi Dagang Jatim-NTB,” jelas Miq Gite sapaan Sekda. 

BACA JUGA: Porprov NTB XI Ditutup, Kota Mataram Juara Umum

Di tahun sebelumnya, Ibu Gubernur Jatim datang ke NTB untuk berbagai kegiatan termasuk menyaksikan dan memberi support kepada Mario Aji pembalap MotoGP-3 dari Plaosan Magetan yang berlomba di lintasan sirkuit Mandalika. ***

 

 




Stunting Punya Keterkaitan dengan Berdayanya Perempuan

Berdayanya seorang perempuan juga mewujudkan generasi bebas stunting, cerdas, dan tangguh

LombokJournal.com ~ Upaya memberdayaan perempuan secara ekonomi, sejalan dengan peningkatkan kesejahteraan keluarga.

Perempuan yang berdaya secara ekonomi, akan meningkatkan kesejahteraan keluarganya, bisa memberikan nutrisi dan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya.

““Dalam jangka panjang, berdayanya perempuan juga mewujudkan generasi bebas stunting, cerdas, dan tangguh,” tutur Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga.

Hal itu disampaikan Menteri PPPA dalam HUT ke-35 Wanita Hindu Dharma Indonesia “Perempuan Berdaya Mewujudkan Generasi Bebas Stunting, Cerdas dan Tangguh” di Denpasar, Minggu (26/02/23).

BACA JUGA: Pentingnya Pemeriksaan Kehamilan dan PMT Anak Stunting

Menurutnya, Stunting masih menjadi isu nasional yang mengancam pemenuhan hak dasar anak-anak. 

Namun dijelaskan, selama ini orang memahami anak yang mengalami stunting terjadi karena kekurangan gizi semata. 

“Padahal di balik kekurangan gizi tersebut ada masalah yang lebih kompleks, mencakup permasalahan sosial dan juga budaya,” tuturnya,

Stunting memiliki permasalahan yang lebih kompleks, tidak masalah kesehatan semata. Namun juga mencakup sosial dan budaya, seperti perkawinan anak, peran dalam pengasuhan anak yang setara, kekerasan yang dialami Ibu, hingga berdayanya perempuan secara ekonomi.

Bintang Puspayoga menyinggung salah satu dari 5 (lima) isu prioritas amanat Presiden RI kepada KemenPPPA di tahun 2020 – 2024. Yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender.

Isu prioritas itu menjadi hulu dari 4 (empat) program prioritas lainnya.

Isu lainnya yang masih dihadapi hingga saat ini dan sangat berpengaruh terhadap angka stunting adalah perkawinan anak, dan pengasuhan dalam keluarga.

“Perkawinan anak ini akan menjadi penyumbang untuk lahirnya generasi stunting. Seperti kita ketahui, perkawinan anak berisiko meningkatkan kerentanan dalam kesehatan ibu dan bayi. Maka, untuk menyelesaikan isu ini kita tidak boleh berfokus pada pendekatan dari sisi kesehatan saja. Tapi menyinggung hal yang lebih besar, upaya menuju perubahan pola perilaku dan konstruksi sosial yang salah pun secara holistik harus kita laksanakan,” tuturnya. 

Kesetaraan dalam Pengasuhan Keluarga

Isu lainnya yang berdampak terhadap stunting, yaitu kesetaraan dalam pengasuhan di keluarga, yang belum benar-benar diterapkan oleh keluarga di Indonesia. 

Pengasuhan dalam keluarga harus menjadi tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. 

Cara pandang yang setara dan saling mendukung antara ayah dan ibu dalam pengasuhan, merupakan kunci dari pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, khususnya dalam pencegahan stunting.

BACAJUGA: Makanan Ini Bisa Melawan Hilangnya Daya Ingat

Dengan mengarusutamakan konsep pengasuhan setara, mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta menekan angka perkawinan anak.

“Lewat pemberdayaan perempuan, kita akan mewujudkan generasi bebas stunting, cerdas dan tangguh. Saya berharap seluruh anggota WHDI dapat turut bergerak aktif dalam menyuarakan, menyosialisasikan dan mempraktikkan upaya-upaya untuk memberdayakan perempuan,” ujar Menteri PPPA.***

 




Revitalisasi Pelabuhan Lembar, Pedagang Jangan Dilupakan

Rencana revitalisasi pelabuhan penyeberangan pelabuhan Lembar harus tetap memberi kesempatan pedagang kecil bisa memperoleh penghasilan di sekitar pelabuhan

LOBAR.LombokJournal.com ~ Pedagang kecil di Pelabuhan Lembar harus tetap diperhatikan, memberi kesempatan mereka bekerja dan memperoleh pendapatan di sekitar pelabuhan.

Hal tersebut disampaikan Asisten II Setda Pemerintah Provinsi NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi mewakili Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dalam acara  Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan PT. ASDP Indonesia (Persero) tentang Pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Lembar, di Aula Becingah Lombok Barat, Jumat (24/02/23).

BACA JUGA: Pelabuhan Penyeberangan Lembar akan Dikembangkan

Bupati Lobar dan Dirut PT ASDP telah menandatangani MoU tentang revitalisasi pelabuhan Lembar

“Terkait penempatan ini bagaimana yang terbaik agar semua pihak menjadi lebih baik. Kapal-kapal kita menjadi bersih, penumpang tidak terganggu, dan masyarakat tetap bisa mendapatkan pekerjaan dan pendapatan di sekitar pelabuhan,” tutur dr. Eka.

Revitalisasi yang akan dilakukan, diharapkan dr. Eka juga meningkatkan kontribusi terhadap daerah. Karena Pelabuhan Lembar adalah pintu masuk utama NTB dari laut.

Karena itu, atas nama Pemerintah Provinsi NTB, dr. Ela mengucapkan terimakasih kepala Pemkab Lobar yang telah merelakan sebagian asetnya demi perbaikan pelabuhan lembar. 

“Kita harapkan pelayanannya kapal-kapal yang lebih nyaman dipakai sehingga pelayanan perhubungan laut bisa lebih baik,” tandasnya.

BACA JUGA: Ekspedisi Rupiah, Distribusikan Rupiah ke Wilayah Terpencil

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dishub NTB H Lalu Mohammad Faozal, serta Sekretaris Daerah Kab Lombok Barat, H. Ilham, S.Pd, M.Pd.***

 

 




Pelabuhan Penyeberangan Lembar Akan Dikembangkan

Penandatanganan MoU pengembangan pelabuhan Lembar dilakukan, karena semua pihak bertanggung jawab atas program strategis Nasional untuk NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah apresiasi atas Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dengan PT. ASDP Indonesia (Persero) tentang Pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Lembar.

Hal itu disampaikannya saat menerima Silaturrahmi Direktur PT. ASDP Indonesia (Persero) bertempat di Aula Pendopo Wagub, Jumat (24/02/23).

BACA JUGA: Revitalisasi Pelabuhan Lembar, Pedagang Jangan Dilupakan

Wagub Ummi Rohmi mengapresiasi MoU tentang pengembangan pelabuhan Lembar

“Tentunya kita akan tanggung jawab atas program strategis Nasional untuk NTB karena semuanya itu untuk masyarakat,” puji Umi Rohmi sapaan akrab Wagub.

Menurutnya, berkat kebersamaan, gotong royong semua pihak dan perhatian dari Pemerintah Pusat upaya menciptakan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat berlangsung terus menerus.

Sementara itu Direktur Utama PT. ASDP Indonesia, Ira Puspadewi menyampaikan pihaknya telah melakukan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. 

Dan bagaimana revitalisasi pelabuhan yang memanfaatkan aset-aset yang insyaallah Allah akan dihibahkan ke pihak ASDP.

“Saya ucapkan terimakasih dan apresiasi juga baik kabupaten dan provinsi, semangatnya sama untuk menciptakan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya.

Dengan akses yang lebih baik maka pelayanan lebih unggul dan ekonomi menjadi berkembang. Ke depan akan ada beberapa area dikembangkan untuk UMKM.

BACA JUGA: Pemprov NTB Berupaya Gempur Peredaran Rokok Ilegal

Turut hadir mendampingi Wagub, Asisten ll Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi dan Kepala Dinas Perhubungan NTB, H. Lalu Mohammad Faozal. ***

 

 




Ekspedisi Rupiah, Distribusikan Rupiah ke Wilayah Terpencil

Dengan ekspedisi ini uang rupiah akan didistribusikan ke daerah terdepan, terpencil dan tertinggal di wilayah NTB

LOBAR.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur,  Hj Sitti Rohmi Djalillah bersama dengan perwakilan Bank Indonesia, Pangkalan Angkatan Laut, Korem, Polda dan stakeholder lain melepas tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat menggunakan KRI Singa, di pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat, Jumat (24/02/23).

Ekspedisi itu akan singgah ke pulau Moyo, Pulau Bajo Pulau, Desa Pusu, Pulau Medang dan Pulau Maringkik untuk mendistribusikan uang rupiah ke daerah terdepan, terpencil dan tertinggal di wilayah NTB.

BACA JUGA: Pemprov NTB Berupaya Gempur Peredaran Rokok Ilegal

Wagub NTB melepas ekspedisi rupiah pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat

Distribusi uang rupiah hingga ke pelosok memperkuat ekonomi Nusa Tenggara Barat. 

Terlebih dengan pertumbuhan ekonomi NTB yang baik sebesar 7 persen di akhir tahun 2022 lalu. 

“Mudah mudahan dapat dipertahankan dengan kekompakan semua pihak, apalagi dengan program yang memastikan uang yang beredar berkualitas agar pemerataan sampai ke pelosok NTB,” ujar Wakil Gubernur NTB.  

Ketua Tim Ekspedisi, Marlison Hakim, Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI mengatakan, mengingat pertumbuhan ekonomi NTB yang makin meningkat karena peredaran uang dan transaksi yang tinggi, ekspedisi menyasar pulau pulau terluar NTB dari target 17 propinsi dan 85 pulau. 

“Ini ekspedisi ketiga setelah Maluku dan Kalimantan Barat tahun ini. Rencananya, setiap tahun akan rutin melakukan ekspedisi ke NTB,” jelas Marlison. 

Sementara itu, Dadi Hartanto, Kepala Operasi Laut TNI AL mengatakan,  sinergi ini merupakan bentuk menjaga kedaulatan NKRI dengan bekerjasama melalui operasi rutin dan uang rupiah sebagai simbol kedaulatan dan identitas bangsa dan negara. 

“Karena TNI memiliki sarana memadai untuk menjangkau seluruh wilayah NKRI dalam pemenuhan kebutuhan rupiah,” ucapnya. 

BACA JUGA: Rakor Perhubungan “Membangun Konektivitas Maritim”

Hadir pula dalam pelepasan ekspedisi Rupiah Berdaulat, Forkopimda NTB, Lanud, Polairud, Pelindo, para pimpinan bank, Asisten I, Karo Keuangan dan Kadis Kominfo NTB. *** 

 

 




Pemprov NTB Berupaya Gempur Peredaran Rokok Ilegal

Karo Perekonomian Pemprov NTB berharap, masyarakat melapor kalau ada yang menjual rokok yang ilegal

MATARAM.LombokJournal.com ~ Upaya memberangus peredaran peredaran rokok ilegal makin digencarkan.. 

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Bea Cukai Mataram gencar mensosialisasikan peredaran rokok ilegal kepada masyarakat luas termasuk Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI).

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Drs.H. Wirajaya Kusuma, MH  menghimbau, masyarakat harus mengerti dan mampu membedakan antara rokok legal dan Ilegal, yang sudah banyak beredar dan diperjualbelikan di masyarat luas.

BACA JUGA: Wagub NTB, Ummi Rohmi Ajak Berantas Rokok Ilegal

Pemprov NTB dan Bea Cukai Mataram sosialisasikan rokok ilegal

“Harapan kami masyarakat bisa membedakan, kemudian melaporkan ketika ada oknum-oknum yang ingin menjual rokok yang ilegal,” ungkap Wirajaya.

Ia mengatakan itu  saat mensosialisasikan gempur rokok ilegal, yang di rangkai senam bersama di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB,  Jum’at (24/02/23).

Menurut Wirajaya, peredaran rokok ilegal tersebut berdampak pada pendapatan daerah serta  merugikan negara. 

Setelah kegiatan sosialisasi diharapkan ada penambahan pendapatan daerah melalui dana bagi hasil (DBCHT).

“Tahun lalu kita dapatkan sekitar tiga ratus dua puluh sembilan miliar,” katanya

Dari pihak Bea Cukai, Adi Harianto memaparkan, pabrik rokok yang legal harus memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). 

Setelah menjelaskan ciri hingga cara mengenali rokok ilegal, ia mengajak semua yang hadir untuk bisa membedakan secara langsung dengan memeriksa contoh dari rokok-rokok yang disediakan.

“Tips pengenalan secara singkat ini harapannya nanti ketika ada yang coba menawarkan maka bisa menjawab dengan alasan yang tepat melalui ciri-cirinya,” ungkap Adi

Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat akan menindak tegas apabila ada oknum yang kedapatan memperjualbelikan rokok yang ilegal.

” Resikonya ada di kalian sendiri, apabila Polpp atau beacukai datang dan ditemukan di kios maka barang kalian akan ditarik, jadi hati-hati jangan tergiur harga murah,” jelas Adi

Selanjutnya untuk meminimalisir peredaran rokok ilegal, pihak Bea Cukai Mataram menyediakan nomor kontak yang bisa dihubungi masyarakat apabila menemukan atau mengetahui barang ilegal tersebut. 

BACA JUGA: Jelang WSBK 2023, Pemprov NTB Gelar Operasi Katarak Gratis

“Kita sudah siapkan nomor kontak untuk masyarakat yang ingin melapor, silahkan dihubungi di nomor 081807945000,”.kata Adi

Dalam Kegiatan turut hadir Asisten II setda NTB dan beberapa kepala organisasi perangkat daerah. ***

 

 




Rehab 25 Rumah Dana Aspirasi Senilai 500 Juta Rampung.

Rachmat Hidayat gelontorkan dana 500 juta melalui program Dana Aspirasi dari Kementerian Sosial untuk rehab rumah janda tua tidak mampu

LOBAR.LombokJournal.com ~ Program Rumah Sejahtera Terpadu (RST) senilai Rp 500 juta yang bersumber dari Dana Aspirasi, digelontorkan Rachmat Hidayat untuk memugar 25 rumah warga di Lombok Barat atau Gumi Patut Patuh Patju.

Hari Rabu (22/02/23), Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan itu meninjau kondisi rumah-rumah yang dipugar itu. 

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Apresiasi Atlet Porprov dari Kota Mataram

Rachmat Hidayat gelontorkan dana aspirasi untuk rehab rumah janda tua tidak mampu

Rumah-rumah yang dipugar itu lokasinya di Desa Kebon Ayu, Lombok Barat. Di desa ini saja, 17 rumah milik janda tua tidak mampu, dipugar menjadi rumah layak huni. Dananya melalui program Dana Aspirasi Rachmat Hidayat sebagai Anggota DPR RI dari Kementerian Sosial. 

Masing-masing rumah tesebut mendapatkan dana Rp 20 juta.

“Rumah itu kebutuhan dasar dalam melaksanakan peran sosial bagi kita semua. Saudara-saudara kita yang tidak mampu pun berhak atas rumah yang layak dan nyaman,” ujar Rachmat.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini mengatakan, ia senang bisa membantu meringankan beban hidup para janda yang tidak mampu tersebut. Rachmat menegaskan, janda yang tidak mampu wajid disantuni dan diberdayakan untuk memuliakan kehidupannya sesuai sunnatullah.

Ia termotivasi memberikan bantuan ke para perempuan kepala keluarga tidak mampu tersebut, karena kecendrungan populasi janda miskin di Lombok Barat terus meningkat setiap tahun. Tahun 2020 saja, jumlahnya sudah lebih dari 30 ribu.

Rachmat berjanji, akan meningkatkan aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat di Pulau Lombok yang tidak mampu dan hidupnya memprihatinkan. Tak kecuali para perempuan yang kini menjadi kepala keluarga.

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Bantu Ruang Kelas Baru untuk Ponpes di Lotim

“Tidak mungkin PDIP NTB sendirian menyelesaikan semua problem yang dihadapi masyarakat. Tapi setidaknya melalui program aspirasi ini menjadi stimulus meringankan beban pemerintah daerah dalam mengurangi problem kemiskinan warganya,” katanya.

Saat meninjau rumah-rumah yang dipugar itu, Rachmat didampingi Ketua DPD PDIP Lombok Barat, Lalu Muhammad Ismail yang juga Anggota DPRD Lombok Barat. Turut pula sejumlah Anggota DPRD Lobar dari PDIP seperti H Sardian.

Saat tiba di Desa Kebon Ayu, Rachmat disambut para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Lombok Barat dan sejumlah Kepala Dusun yang rumah warganya telah dipugar. 

Bersama-sama pejabat dari Kementerian Sosial, tim kemudian melihat sejumlah rumah yang pemugarannya telah rampung.

Kedatangan Rachmat disambut hangat para pemilik rumah. Pemilik rumah menyampaikan ucapan terima kasih. Buat mereka, perhatian besar yang diberikan Rachmat sungguh tak ternilai.

“Hidup kami sekarang sudah tenang dan nyaman,” kata salah seorang penerima bantuan yang rumahnya sudah rampung.

Inaq Narasah dari Dusun Penarukan Lauk, salah seorang penerima bantuan yang rumahnya juga dipugar mengatakan, dirinya senang kini bisa langsung bertatap muka dengan H Rachmat Hidayat yang telah membantu memugar rumahnya.

Dia bersyukur mendapat bantuan aspirasi dari politisi senior NTB tersebut. 

“Terima kasih Pak Haji Rachmat atas bantuan untuk rehab gubuk saya agar layak dihuni. Tyang tidak akan melupakan kebaikkan pelungguh,” ucap Inaq Narasah.

Rachmat pun menyampaikan, apresiasi dan ucapan terima kasih, tak layak untuk dirinya semata. Ucapan terima kasih dari masyarakat juga haruslah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. 

Termasuk Menteri Sosial Tri Rismaharini, yang memberi ruang dan kesempatan sehingga ia bisa memperjuangkan bantuan bagi masyarakat di Pulau Lombok hingga terealisasi.

Ketua DPC PDIP Lombok Barat Lalu Muhammad Ismail menjelaskan, bantuan rehab rumah tersebut dikoordinasikan sepenuhnya dengan Kepala Desa Kebon Ayu mulai dari proses awal hingga pembangunan rehab rumah menjadi tuntas. 

Proses rehab telah dimulai semenjak Desember 2022.

Dalam pelaksanaannya, bantuan RST ini tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk bahan bangunan yang dibutuhkan sampai rehab rumah tuntas. 

Warga yang mendapat bantuan membentuk kelompok, dan Ketua Kelompok tinggal meminta bahan material yang dibutuhkan dengan berkoordinasi ke Kades Kebon Ayu.

“Ini untuk memudahkan penerima RST menyelesaikan renovasi rumahnya dan pelaporan administrasi penggunaan keuangannya,” ujar Lalu Muhammad.

Dalam proses penyaluran bantuan ini pula, tim pendamping PKH dilibatkan untuk melakukan proses assesment para penerima. Lalu meninjau data administrasi. 

Saat bantuan sudah cair, Tim PKH Lombok Barat tetap melakukan pendampingan kepada Keluarga Penerima Manfaat.

BACA JUGA: Rakor Perhubungan “Membangun Konektivitas Maritim”

Termasuk pendampingan pembuatan laporan administrasi dan keuangan. Tim PKH juga melakukan pemantauan terhadap pembangunan. 

Mulai dari awal direnovasi, proses renovasi, serta sampai rumah tersebut ditempati kembali.

Secara khusus pula, Lalu Muhammad meminta para Ketua PAC PDIP di Lombok Barat untuk proaktif menyosialisasikan program aspirasi Rachmat Hidayat, agar lebih banyak masyarakat kurang mampu di Lombok Barat bisa dibantu.***