Dari Lomba tingkat regu Pramuka Penggalang Empat yang dibuka Sekda NTB, akan mewakili NTB di kancah nasional
MATARAM.LombokJournal.com ~ Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, membuka Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang Empat (LT-IV) Nusa Tenggara Barat, Rabu (08/03/23).
Lomba itu dilaksanakan 8-13 Maret 2023 berlangsung di Bumi Perkemahan Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi NTB.
Miq Gite sapaan Sekda memberikan semangat kepada 160 orang, terdiri dari 80 putra dan 80 putri yang diikuti oleh Pramuka Penggalang terbaik dari masing-masing Kwartir Cabang Kabupaten/Kota se NTB.
“Selamat berlomba, jadilah pemenang dan pemenang sejati yang menegakkan fairplay dan sportivitas tinggi,” tuturnya.
Terdapat 28 mata lomba, seperti Kegiatan Keagamaan, Olahraga, Upacara Pembukaan Latihan dan Upacara Penutupan Latihan, Pendaftaran dan Administrasi Regu, Packing, Tapak Kemah, Gladi Upacara Pembukaan, Upacara Pembukaan, Permainan Persaudaraan, Pionering, Semaphore, Morse, Menaksir, KIM, Penjelajajahan, Sandi, Peta Topografi, Mengenal Tanaman, Pengabdian Masyarakat, Bivak, Membuat Obat Tradisional dan Penggunaan Media Sosial.
Ketua Kwarda Pramuka NTB, Fathul Gani berharap agar mendapatkan adik-adik pramuka yang nantinya bisa mewakili NTB di kancah nasional.
“Harapan kami, semoga menghasilkan dapat menghasilkan wakil terbaik untuk bisa mewakil NTB di Lomba tingkat V yang Insya Allah akan dilaksanakan pada bulan Juni yang akan datang,” tutur Kak Fathul. ***
Wagub NTB Pembicara dalam Side Event CSW67 di New York
Bicara di markas besar PBB, Wagub NTB menuturkan Posyandu Keluarga bisa meningkatkan akses kesehatan an pendidikan perempuan dan anak
MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah menjadi pembicara dalam Side Event CSW67 (Commision Statues Of Woman 67) yang diselenggarakan Kongres Wanita Indonesi (Kowani), di Markas Besar United Nations/ PBB New york, Kamis (08/03/23).
Ummi Rohmi sapaan Wagub, membahas bagaimana Provinsi NTB mampu meningkatkan akses kesehatan dan pendidikan perempuan dan anak melalui Posyandu Keluarga.
“Posyandu Keluarga dengan pendekatan Sustainable Development Approaches (SDGs) mampu berkontribusi terhadap penurunan angka stunting dan angka kematian ibu dan anak di NTB,” tutur Wagub.
Jumlah Posyandu Keluarga di Provinsi NTB hingga saat ini mencapai 7.676, ada di setiap dusun diI NTB.
Terdapat 41.682 kader yang mayoritasnya merupakan perempuan. Keberadaan Posyandu Keluarga mampu menurunkan angka stunting di NTB.
Tahun 2019 terdapat 25,9 kasus dan terus menurun hingga 16,84 persen di tahun 2022.
Respon positif pun datang dari para peserta acara terhadap program Prosyandu Keluarga Provinsi NTB.
Karena konsep tersebut sangat aplikatif untuk direplikasi di tempat lain, dan mampu meningkatkan peran penting perempuan dalam pembangunan serta meningkatkan akses pelayanan bagi perempuan dan anak.
“Saya juga menyampaikan Program SLB Vokasi dimana anak-anak yang berkenutuhan khusus juga diberikan pelatihan-pelatihan khusus di sekolahnya. Untuk meningkatkan kemampuan mereka dan mendapatkan pelayanan pendidikan yang sama dengan anak-anak yang lain, dan juga menyampaikan program beasiswa untuk anak-anak NTB untuk melanjutkan pendidikan di dalam dan luar negeri,” jelas Wagub.
Komitmen Pemerintah NTB dalam meningktakan akses layanan pendidikan dan kesehatan bagi perempuan dan anak sangat sejalan dengan SDG’s Approach.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri PPPA Republik Indonesia, Presiden Kowani RI, Pembicara dari Organon, itali, Turki, dan India. ***
Peringatan HUT Pol PP ke 73 dan Satlinmas ke 61
Pol PP dan Satlinmas harus dilibatkan dalam pengawalan kebijakan sampai tingkat kabupaten/kota, kata Sekda NTB dalam peringatan Pol PP dan Satlinmas
MATARAM.LombokJournal.com ~ Satuan Polisi Pamong Praja Nusa Tenggara Barat (Satpol PP NTB) harus dapat mengawal isu pertumbuhan ekonomi, terutama memastikan kegiatan ekonomi berjalan lancar.
Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita Ariadi Sekda saat memimpin HUT Satpol PP ke 73 dan Satlinmas ke 61, di lapangan Sangkareang, Kantor Gubernur, Kamis (09/03/23).
“Satpol PP dan Satlinmas dalam penyelenggaraan trantib (kemanan dan ketertiban) menjaga menciptakan situasi kondisi aman, tenteram dan tertib yang memungkinkan kegiatan pemerintah berjalan”, ucap Sekda.
Ia menegaskan, penegakan trantib oleh Pol PP dan Satlinmas selama pandemi dan pelaksanaan kegiatan Pemerintah seperti investasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kondisi global yang sedang tidak baik baik saja, lanjut Sekda, harus melibatkan Satpol PP dan Satlinmas dalam mengawal kebijakan sampai ke kabupaten/ kota.
Dalam rangkaian HUT Satpol PP ke 73 dan Satlinmas ke 61 tersebut menghadirkan simulasi penanganan demonstrasi.
Hadir pula pejabat Pemprov NTB, Forkopimda dan anggota Sstpol PP NTB. ***
Kominfotik NTB Siap Edukasi Keamanan Obat dan Makanan
Terkait pentingnya menggencarkan pengawasan keamanan obat dan makanan, Dinas Kominfotik NTB akan mengedukasi masyarakat
MATARAM.LombokJournal.com ~ Dinas Kominfotik Provinsi NTB siap mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait keamaan obat dan makanan.
Sekretaris Diskominfotik NTB Hj. Erni Suryani, menyampaikan itu saat mengikuti rapat Revitalisasi Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan Provinsi NTB, yang dipimpin oleh Sekertatis Daerah (Sekda) NTB Lalu Gita Ariadi, di Ruang Rapat Anggrek Kantor Gubernur NTB, Rabu (08/03.23).
“Kominfotik NTB siap memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” jelas Sekdis.
Terlebih terdapat PPID di tingkat Desa yang dapat menjembatani informasi dari Pemerintah Pusat ke tingkat Desa. Dinas Kominfotik NTB juga memiliki program Kampung Digital.
Kampung Digital merupakan sebuah program yang dirancang Pemerintah untuk meminimalkan kesenjangan informasi di wilayah pedesaan, dengan memanfaat teknologi informasi dan komunikasi yang telah berkembang.
Selain itu, Dinas Kominfotik NTB akan memanfaatkan berbagai media yang dimiliki untuk dapat menyampaikan informasi yang diperlukan.
Serta, dapat memanfaatkan berbagai media yang dikoordinasi Dinas Kominfotik NTB untuk membantu mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait keamaanan obat dan makanan.***
Pengawasan Obat dan Makan Digencarkan Jelang Puasa
Jelang puasa bulani Ramadhan, pengawasan obat dan makanan harus betul-betul digencarkan, terutama masa kadaluarsanya
MATARAM.LombokJounal.com ~ Tim koordinasi Pembinaan danPengawasan Obat dan Makanan Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota, diminta menggencarkan pengawasan obat dan makanan, menyambut kedatangan bulan suci ramadhan.
Permitaan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita Ariad saat Rakor Revitalisasi Tim Koordinasi dan Pengawasan Obat dan Makanan, di Ruang Anggrek Kantor Gubernur, Mataram (8/3).
Menurut Sekda, menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H. Obat dan Makanan harus betul-betul aman. terutama masa kadaluarsanya sehingga tidak membahayakan konsumen.
“Sebagai Tim Koordinasi pengawasan di Provinsi Kabupaten/Kota harus terus menerus melakukan pengawasan upaya untuk menangkal modus-modus operandi yang membahayakan konsumen di NTB,” tutur Miq Gita sapaan akrab Sekda.
Kata Miq Gita, NTB sebagai daerah sport tourismdan penyelenggara berbagai event-event Internasional seperti WSBK, MXGP dan MotoGP dan lain sebagainya, harus memastikan makanan yang dikonsumsi aman dan sehat terhadap kesehatan.
“Harus memastikan makanan dikonsumsi bebas dari bahan-bahan yang mengandung zat yang membahayakan bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten ll Setda NTB, Kepala BPOM, Sekretaris Dinas Kominfotik, serta tamu undangan lainnya.***
Kominfotik NTB-Jatim Perkuat Keamanan Cyber
Kepala Dinas Kominfotik NTB melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur (Jatim) menindaklanjuti MoU yang pernah ditandatangani
SURABAYA.LombokJournal.com ~ Baru-baru ini Pemerintah Provinsi NTB melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Jawa Timur terkait Misi Dagang dan Investasi.
Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kominfotik NTB melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kominfo Jawa Timur. Selasa (07/03/23).
Kedatangan Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy disambut langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin beserta jajarannya.
Salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah masalah keamanan dan serangan cyber yang baru beberapa waktu terjadi di salah satu website resmi Pemprov Jatim.
Selain itu pula, dipaparkan beberapa regulasi yang sudah ada di Pemprov Jatim dalam memperkuat tata kelola SPBE.
Dinas Kominfo Jatim berencana mengikuti jejak Dinas Kominfotik NTB untuk pembentukan UPTD seperti yang sudah terbentuk di Provinsi NTB.
“Ini bukan pertemuan untuk membanding-bandingkan antara NTB dan Jatim, tapi kita belajar praktik baik yang sudah dilakukan oleh masing-masing, agar dapat melakukan yg terbaik di daerah kita. Provinsi NTB harus lebih banyak belajar dengan Jawa Timur,” ungkap Kadis Kominfotik NTB, Najamuddin Amy.
Selain mengunjungi Dinas Kominfo Jawa Timur, Kepala Dinas Kominfotik NTB juga mengunjungi Command Center Dinas Kominfo Jawa Timur. Ke depan, Najamamuddin berharap seluruh Kominfo di Kabupaten dan Kota di NTB bisa menyatulan pemahaman untuk pelayanan publik yang lebih baik.***
Sumbangan Kursi Roda untuk Janda Tua dan Manula Lumpuh
Selain sumbangan kursi Janda tua dan Manula lumpuh di tiga dusun Desa Bagikpapan, Lotim, Rachmat Hidayat juga bantu operasi katarak Imam Masjid
LOTIM.LombokJournal.com ~ Sumbangan kursi roda kembali dibagikan Rachmat Hidayat untuk janda tua dan manula lumpuh, warga dusun Bagikpapan, Bampak, dan Dasan Imba di Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Selasa (07/03/23).
Dalam melakukan aksi kemanusiaan, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat didampingi sejumlah politisi PDI Perjuangan, seperti Hakam Ali Niazi, Mamiq Lukman yang merupakan mantan Ketua DPC PDIP Lombok Timur.
Selain itu hadir pula Bhabinkamtibmas Polsek Pringgabaya Bripta Agus Salim.
Rachmat bergegas menuju kediaman Inaq Humaeni, salah seorang warga yang sudah menderita Lumpuh empat tahun terakhir.
Inaq Humaeni menurut penuturan warga setempat adalah cucu dari Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi.
Rumahnya pun hanya berjarak puluhan meter dari rumah lama H Rumaksi. Inaq Humaeni juga baru sebulan ini ditinggal sang suami yang menghadap Sang Pencipta.
Saat Rachmat menyerahkan kursi roda, Inaq Humaeni tak kuasa menahan tangis haru. Bripka Agus Salim pun terlihat berkali-kali berusaha menenangkannya. Hal yang sama dilakukan anak-anaknya.
“Catat ya, Inaq Humaeni ini cucunya Wakil Bupati Lombok Timur H Rumaksi yang tinggal di Dusun Bagik Papan,” kata Rachmat Hidayat di sela-sela penyerahan bantuan kursi roda tersebut.
Pada saat yang sama, Rachmat juga menyerahkan bantuan uang tunai kepada Inaq Humaeni.
Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini menambahkan, aksi kemanusiaan bagi kursi roda tersebut dilakukan dirinya bekerja sama dengan Kementerian Sosial.
Rachmat mendapat informasi adanya warga yang membutuhkan bantuan kursi roda di Desa Bagik Papan dari Bripka Agus Salim. Rupanya, di desa tersebut, jumlah penyandang disabilitas dan orang tua lumpuh cukup signifikan.
“Beberapa hari lalu saya menghubungi Bripka Agus Salim minta diberitahu tempat warga yang difabel dan menderita lumpuh agar bisa dibantu kursi roda di wilayah Lombok Timur,” ungkap Rachmat.
Dalam kesempatan tersebut, Bripka Agus menjelaskan, berdasarkan data lapangan,setidaknya ada sekitar 1.300 warga yang menderita lumpuh layu di seluruh Lombok Timur. Sementara mereka yang menderia lumpuh karena penyakit dan kecelakaan jumlahnya tidak terhitung.
Bripka Agus bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Lombok Timur dari tahun 2014 hingga sekarang.
“Sebab jumlahnya jauh lebih banyak,” tutur Agus Salim, yang kerap membantu masyarakat yang kurang mampu ini.
Sementara itu Sekretaris Desa Bagik Papan Muhammad Jaelani menyampaikan terima kasih kepada Rachmat Hidayat atas bantuan kursi roda untuk warganya.
“Jika diperkenankan, mohon kiranya Bapak Rachmat Hidayat bisa membantu warga Bagik Papan lainnya,” pinta Jaelani.
Menanggapi hal tersebut, Rachmat meminta Kepala Desa dan Kepala Dusun di desa tersebut untuk mendata warganya yang tidak mampu dan tidak memiliki rumah layak huni. Agar dimaksukkan dalam program pemugaran rumah tidak layak huni yang menjadi bagian dari aspirasinya sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI.
“Tolong didata warganya yang belum punya rumah agar bisa saya masukkan lewat program pemugaran RTLH,” kata politisi berambut perak ini.
Dari rumah Inaq Humaeini, dengan dipandu Bripka Agus, Rachmat bergerak menuju Dusun Bampak untuk menyerahkan kursi roda kedua.
Di sana, Rachmat mengunjungi Inaq Sahuri yang juga sudah empat tahun menderita lumpuh. Rachmat disambut penuh kekeluargaan oleh anak-anak Inaq Sahuri.
“Kami sangat bersyukur Bapak Rachmat Hidayat memberi sumbangan kursi roda buat ibu kami,” ujar salah satu putri Inaq Sahuri.
Matanya terlihat sembab karena haru. Tak kuasa ia menahan bulir-bulir air matanya yang akhirnya jatuh.
Kepada Inaq Sahuri, selain kursi roda, Rachmat juga tampak memberikan sumbangan uang tunai. Untuk digunakan membeli bahan makanan pokok yang kaya nutrisi.
“Semoga lekas sembuh ya ibunya,” imbuh Rachmat sembari memberikan salam hormat kepada Bripka Agus Salim, sudah dibawa ke rumah Inaq Sahuri.
Alasan Rachmat memberikan hormat sebagai apresiasi lantaran Bripka Agus kerap terlibat membantu masyarakat tidak mampudengan berbagai aksi kemanusiaannya.
“Bripka Agus Salim ini contoh teladan Polisi yang humanis yang berempati terhadap masyarakat miskin lewat aksi nyata kemanusiaan,” kata Rachmat.
Bantu Operasi Katarak
Saat menyerahkan bantuan kursi roda untuk Inaq Lis di Dusun Dasan Imba, Desa Bagik Papan, Rachmat tampak terkejut saat di depannya melintas seorang warga berjalan menggunakan tongkat menuju masjid.
Warga tersebut bernama Amaq Maskur Hadi, seorang imam masjid di Dusun Dasan Imba. Dia menderita katarak, sehingga penglihatannya terganggu.
“Pak Kadus, saya minta datanya Amaq Maskur Hadi untuk syarat operasi katarak. Untuk biaya dan lain-lain, saya yang menanggung,” ujar Rachmat kepada Kepala Dusun Dasan Imba.
Mendapati dirinya akan mendapat bantuan untuk operasi katarak, Maskur Hadi menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada Rachmat.
Pada kesempatan tersebut, Rachmat menekankan kembali agar Kadus-Kadus di Bagik Papan mendata warga yang tidak mampu, kaum difabel, maupun yang menderita lumpuh.
Agar bisa dibantu lewat program aspirasinya yang bekerja sama dengan Kemensos maupun kemetrian lain yang menjadi mitra kerja Komisi VIII DPR RI tempat Rachmat berkhdimat.
Dalam kesempatan tersebut, Kadus Bagik Papan Daya Kasri menyampaikan secara langsung kalau di wilayahnya terdapat dua orang penyandang disabilitas dan empat orang yang kini menderita lumpuh.
Atas informasi tersebut, Rachmat berjanji dalam waktu dekat akan mengirim Tim Aksi Kemanusiaan bentukannya untuk membawakan aneka bantuan sosial untuk warga Lombok Timur. (*)
Mahasiswa NTB Memulai Hidup di Warsawa, Polandia
Kuliah di luar negeri tentu sangat menarik bagi mahasiswa, tapi sekaligus penuh tantangan hidup di negeri orang
WARSAWA.LombokJournal.com ~ Ini cerita tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tengah menuntut ilmu di negeri orang. Ini seperti mimpi yang tak terduga, tapi nyata. Sebagai ASN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat, saya tak pernah menduga bisa belajar di Warsawa. Mengalami pengalaman baru penuh tantangan, tapi menyenangkan.
Pada 16 Oktober 2022, saya memulai kehidupan baru di Kota Warsawa, Polandia. Berbeda dengan hari-hari sebagai ASN di Pemprov NTB, saya sekarang menjadi mahasiswa S2 Fakultas Sosiologi di Collegium Civitas dengan konsentrasi Manajemen Media Sosial (Medson). Ini studi yang menarik.
Alhamdulillah, mimpi saya untuk melanjutkan pendidikan S2 ini terwujud karena lulus seleksi Beasiswa NTB. Sebuah program dari Pemerintah Provinsi NTB yang tujuan besarnya adalah untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan juga daya saing anak-anak muda NTB.
Kuliah di luar negeri itu memang menarik tapi juga menantang dalam waktu yang bersamaan. Menarik karena kita jadi punya pengalaman dan koneksi internasional. Belajar dan hidup di luar negeri tidak akan melupakan kampung halaman, sebaliknya bahkan menambah rasa cinta pada negeri sendiri. Makin kuat kerinduan pada kampung halaman, makin dalam kecintaan pada negeri sendiri yang indah dan masyarakatnya yang selalu hangat bertegur sapa.
Saya sedang menuntut ilmu, karena itu sangat beruntung punya kesempatan bertukar pikiran dan menimba ilmu dari dosen-dosen yang tidak hanya terkenal di civitas akademika di Polandia. Mereka juga punya pengalaman di perusahaan-perusahaan besar seperti Disney, Fox dan Starbucks. Nah, wawasan pun berkembang.
Dan bagian menantangnya adalah menjalani keseharian yang amat sangat berbeda dari kehidupan sebelumnya. Saya tinggal di distrik Zoliborz. Jarak ke kampus saya yang terletak di Centrum, sebutan untuk pusat kota Warsawa, sekitar 5-6 km. Sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan jarak rumah saya ke tempat kerja saya di Mataram. Yang sangat berbeda adalah mobilitasnya.
Menunggu kereta bawah tanah
Kalau di Mataram saya bisa menggunakan kendaraan pribadi, disini kita “dipaksa” untuk terbiasa dengan angkutan umum. Seperti bus, tram dan metro atau kereta bawah tanah. Ini juga memberi pengalaman menarik, bisa berinteraksi dengan penduduk setempat.
Tentu saja, di Waesawa jangan bayangkan kita mudah bertegur sapa seperti di negeri sendiri. Di negeri sendiri betapa mudahnya orang bertegur sapa, bersakap-cakap dan tiap orang tidak sulit melempar senyum. Di Warsawa untuk bisa ngobrol dengan orang yang baru kita kenal, harus bekerja keras
Sehari-hari saya berangkat kuliah dimulai dengan berjalan kaki ke halte bus, yang terletak sekitar 200 meter dari tempat saya tinggal. Di halte, saya menunggu bus dengan nomor 157, 181 atau 185 untuk nantinya mengantarkan saya ke stasiun metro.
Bus-bus ini biasanya datang setiap 15-20 menit sekali. Setelah naik bus, saya turun di halte bus stop ke 3 yaitu di depan stasiun metro Plac Wilsona. Di stasiun metro ini saya akan naik kereta jurusan Kabaty.
Jika tidak ada kendala teknis, metro akan datang sekitar 3 menit sekali. Di metro ini, saya akan turun di stasiun Centrum yang lokasinya tepat di depan kampus saya.
Bagi saya pribadi, pengalaman ini sangat menantang karena kita seperti diatur oleh waktu. Setiap perjalanan harus benar-benar dipikirkan jarak dan waktunya karena kita sangat bergantung dengan transportasi umum yang punya waktu-waktu tertentu.
Tidak seperti di Mataram yang semua tempat bisa diakses mudah dan cepat karena punya kendaraan sendiri. Inilah tantangannya, beradaptasi dengan ritme hidup baru. Butuh waktu beberapa minggu bagi saya untuk menyesuaikan diri. Untungnya saya punya modal aplikasi “Jakdojade” yang berfungsi untuk menjadi petunjuk jalan dan memperlihatkan jadwal dan rute transportasi umum di Polandia.
Soal transportasi umum ini, ada untungnya sebagai mahasiswa. Dengan bantuan kartu mahasiswa dari kampus, saya mendapat diskon 50 persen tarif transportasi umum. Lumayan, hidup berhemat di negeri orang.
Menyesuaikan diri di kehidupan yang baru memang tidak mudah, ada tantangannya. Kita butuh kesabaran dan waktu agar bisa terbiasa dengan pola-pola hidup yang tidak pernah kita temui sebelumnya.
Jika kita punya kekuatan dan keinginan untuk melalui ini semua, Insyaa Allah karakter untuk bertahan hidup akan semakin kuat, serta pintu untuk pengalaman baru akan makin terbuka lebar. ***
Donor Darah Rayakan HUT Satpol PP NTB dan Satlinmas
Selain aksi donor darah, Satpol PP NTB juga menggelar pasar rakyat untuk menymabut bulan puasa
MATARAM.LombokJournal.com ~ Aksi donor darah dan pasar rakyat diselenggarakan untuk merayakan Hari Ulang Tahun Satuan Polisi Pamong Praja Satpol PP ke -73 dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) ke 61 tahun, di Kantor Satpol PP NTB, Selasa (07/03/23).
Kepala Satuan Pol PP NTB, H.Yusron Hadi mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk wujud kontribusi dari Satpol PP menunjang program pemerintah untuk tetap menghadirkan kebutuhan pokok yang memadai di masyarakat.
“Sebentar lagi juga kita akan melaksanakan ibadah puasa, yang biasanya harga kebutuhan pokok juga naik, kita dorong supaya harga kebutuhan pokok dapat terkendali,” tutur Kasat Pol PP.
Sebanyak 11 stand meramaikan pasar rakyat, di antaranya menjual bahan pokok seperti beras, telur, minayk goreng, gula pasir, tepung terigo dan lain sebagainya.
“Terima kasih kepada Pemerintah karena sudah mengadakan pasar murah, sehingga kami menyambut bulan puasa dengan bahan pokok yang lengkap,” tutur Ibu Rohaniah dari Dasan Agung.
Aksi donor darah menargetkan 150 orang lingkup Pemprov NTB, yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat. ***
Gubernur Bang Zul Ajak Warga Sumbawa Tetap Bersemangat
Menjaga keharmonisan hubuga dengan masyarakat, Gubernur Bang Zul memenuhi undangan menghadiri tablig akbar
MATARAM.LombokJornal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah ke Pulau Sumbawa membawa energi energi untuk bersemangat melakukan perubahan menuju kesejahteraan.
Mengunjugi ke berbagai daerah di Pulau Sumbawa, Bang Zul langsung menyapa, bertatap muka dan berdialog dengan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat Sumbawa selalu antusias bila dikunjungi.
“Masyarakat kita selalu senang dan bahagia kalau disapa dan didatangi. Terima kasih atas undangan dan sambutannya yang luar biasa,” ucap Gubernur Bang Zul di Masjid Raya Ropang, Kecamatan Ropang, Sumbawa, Senin (06/03/23).
Kecamatan Ropang adalah satu dari beberapa tujuan kunker Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.
Ia memenuhi undangan Tabligh Akbar yang diselenggarakan Dewan Masjid setempat sebelum menyapa masyarakat Lantung dan Desa Kabuyet Langam.
Bang Zul kerap mengujugi masyarakat untuk menjaga keharmonisan hubungan mayarakat dan pemimpin. Tentu saja juga mengobati kerinduan masyarakat kecil untuk bertemu Pemerintah Provinsi dan menyampaikan keluhan dan kesulitan di tempat mereka.