Ziarah Rombongan PDI Perjuangan NTB ke Makam Bung Karno

Ada beberapa peristiwa aneh di luar logika selama ziarah makam Proklamator, Rachmat Hidayat mengatakan, itu menunjukkan kekaromahan Bung Karno

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ziarah ratusan kader dan fungsionaris PDI Perjuangan  NTB ke makam Proklamator RI Ir Soekarno dipimpin di Kota Blitar, Jawa Timur dipimpin anggota DPR RI dapil Lombok, H. Rachmat Hidayat, Sabtu (11/03/23)

Rombongan itu mendapat sambutan hangat dari Walikota Blitar, Santoso dan Ketua DPRD Blitar, Syahrul Alim yang juga Ketua DPC PDIP Kota Blitar. 

Hadir juga Sekretaris  DPC PDIP Kota Blitar, Bayu Setio Kuncoro dan Bendahara, Said Novandi. 

BACA JUGA: Spirit Perjuangan Pahlawan Bangsa Harus Digelorakan

Ratusan kader PDI Perjuangan ziarah ke makam Bung Karno

Dua anggota DPRD Jatim dapil Blitar yakni Irma Susanti dan Guntur Wahono juga ikut menyambut. 

Bahkan infonya, semenjak jam 11.00 wib, Walikota dan Ketua DPRD Kota Blitar, Syahrul Alim beserta  Fungsionaris PDIP Kota Blitar sudah menunggu kedatangan Rombongan Penziarah di Komplek Pemakaman Bung Karno. 

Namun Rachmat Hidayat dan Rombongan baru tiba di komplek Pemakaman Bung Karno sekitar Jam 12.30 Wib. 

Tampak Ekspresi Penuh kebahagiaan dan kehangatan terpancar dari Walikota Blitar Santoso ketika Rachmat Hidayat memberikan salam takzim dan berpelukan penuh keakraban. 

Sembari menunggu kedatangan Rombongan Tiga Bus Penziarah PDIP NTB memasuki Areal VVIP Komplek Pemakanan Bung Karno, Rachmat Hidayat melakukan pembicaraan informal dengan Walikota Blitar, Santoso dan Ketua DPRD kota Blitar, Syahrul Alim. Sesekali nampak iringan derai tawa khas obrolan Politisi. 

Sekitar 30 menit beramah tamah dengan Rachmat Hidayat, Walikota Blitar, Santoso mengajak memasuki komplek pemakaman Bapak Proklamator Indonesia, Bung Karno. 

Di kompleks makam Bung Karno, Rachmat langsung masuk ke pusaran sang proklamator dengan lebih dahulu meminta ratusan kader PDIP NTB untuk melepaskan alas kaki dan selanjutnya duduk dengan tertib. 

BACA JUGA: Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak 

Ia meminta pada Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Dompu, Ustad Taha untuk memimpin doa dan zikir di pusaran makam Bung Karno. 

Dengan khusuk, lantunan doa dan zikir dipanjatkan sekitar 20 menit lamanya oleh para kader PDIP NTB yang duduk di kiri dan kanan pusaran makam Bung Karno.

Rachmat menegaskan, kegiatan zikir dan doa di makam Bung Karno, tak ubahnya mengandung makna, kader PDIP di NTB wajib menempatkan spirit ketuhanan sebagai hal yang utama. 

Apalagi, Bung Karno adalah sosok yang telah memberikan keteladanan dan api perjuangannya, yang hingga kini masih selalu hidup di hati sanubari rakyat Indonesia. 

“Jadi gerakan kader itu, harus menjadikan ketuhanan itu yang utama. Dan kenapa di makam Bung Karno. Ini adalah agar kita semuanya selaku murid beliau (Bung Karno) tak melupakan sosok founding fathers bangsa Indonesia yang sudah berjuang mempertaruhkan diri pada bangsanya adalah panggilan jiwa sebagai gerak spiritualitas yang menempatkan prinsip ketuhanan sebagai hal yang hidup,” jelas Rachmat. 

Ia memanjatkan doa dan harapan agar kondisi bangsa Indonesia tetap stabil dan baik. Apalagi, kata Rachmat, saat ini sudah tahun politik menjelang Pemilu 2024.

“Jadi kita bersama-sama nyekar ke makam Bung Karno, karena sebentar lagi, tahun depan sudah memasuki tahun politik. Tentunya, kita berharap politik yang terjadi di negeri ini sesuai dengan harapan Bung Karno dan para pendiri bangsa, yakni adem dan aman, serta rivalitas yang terjadi berujung pada politik yang dapat menyejahterakan rakyat,” ungkapnya. 

Dalam kesempatan itu, Rachmat menambahkan bahwa dirinya juga tak lupa memanjatkan doa secara khusus pada Ketua Umum PDIP, Hj. Megawati, agar tetap diberikan kesehatan bersama keluarganya. 

“Hal ini, agar beliau (Megawati) dapat terus membimbing dan mendampinginya anak-anaknya, agar target hattrick di Pemilu 2024 dapat terwujud,” ucap Rachmat. 

Berikan Bingkisan Mandalika  

Usai doa bersama dan nyekar, Rachmat yang akan langsung mengunjungi perpustakaan Bung Karno. Ia memberikan bingkisan pada Wali Kota Blitar, Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim berserta anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Erma Susanti.

BACA JUGA: Bang Zul Berharap PW NWDI Jadi “River Organization”

Rachmat berkelakar, kepemimpinan di Pemkot Blitar pasca Wali Kota Santoso yang layak menggantikan menjadi Wali Kota adalah sosok Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim. 

“Pak Wali Ini ada bingkisan berupa topi, kaos bertuliskan Sirkuit Mandalika yang memang sengaja saya bawa dari Lombok. Harapannya, semoga proyek megah dari Presiden Joko Widodo pada warga NTB dan Indonesia, bisa juga dapat dikunjungi oleh warga Blitar,” papar Rachmat Hidayat. 

Ucapan Terima Kasih Masyarakat Blitar

Sementara itu, Wali Kota Blitar, Santoso mengaku berterima kasih atas kunjungan rombongan kader PDIP NTB yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat. 

“Begitu saya di info oleh mbak Erma bahwa Pak Rahmat akan datang ke Blitar, saya langsung bersama pak Ketua DPRD stand by sejak pagi hari menunggu di komplek makam Bung Karno,” katanya.

Menurut Santoso, mewakili warga Blitar, dirinya menghaturkan ucapan terima kasih atas kunjungan kader PDIP NTB kali ini.

“Kunjungan ini sangat berharga dalam rangka merekatkan hubungan antara warga NTB dan Blitar untuk terus mengenang perjuangan Bung Karno, selalu Bapak Bangsa dan Presiden Pertama Indonesia,” tegasnya. 

“Kaget juga saya dikasih bingkisan topi dan kaos Mandalika. Insya Allah, kunjungan Pak Rachmat akan saya balas untuk datang ke Lombok dalam waktu dekat ini. Tolong Pak Ketua DPRD Blitar dan Mbak Erna agar diatur waktunya untuk bisa kita balas kunjungan Pak Rachmat yang jujur termasuk salah satu tokoh politik yang saya kagumi keistiqomahannya dalam berpartai dan berjuang bersama rakyatnya,” sambung Wali Kota Santosa.

Mengunjungi Museun Perpustakaan Bung Karno, 

Istana Gebang dan Peristiwa aneh 

Saat mengunjungi Perpustakaan Bung Karno yang dipandu oleh Pustakawan Henri, Rachmat Hidayat yang didampingi sejumlah Fungsionaris PDIP NTB, Ruslan Turmuzi, Suhaimi, Nyanyu Ernawati, dan lain lain, dengan serius mencermati benda-benda peninggalan Bung Karno seperti peci, baju putih, Kemeja Sukarno Look, mesin ketik, koper, dan lain lain. 

Rachmat Hidayat ziarah ke makam Bung Karno disambut Walikota Blitar

Bahkan ada tulisan Soekarno Asli, tertanggal 16 Januari 1967 yang ditorehkan diatas kain sprei yang dirobek yang ditulis dengan tinta yang konon bercampur dengan bercak darahnya. 

BACA JUGA: Pariwisata NTB ke Depan Makin Dikenal Dunia

Adapun bunyi tulisannya sebagai berikut: Pertahankan Revolusi diatas Relnya yang Asli. 

Sementara itu ada kejadian aneh saat Rachmat Hidayat melihat Foto Lukisan Soekarno yang telunjuk tangan, mengarah kesemua sudut arah mata angin dilihat dari segala sisi. Ketika dilihat dari sisi kanan, maka tangan telunjuk tangan Soekarno terlihat jelas ke sisi kanan. 

Pun sebaliknya jika dilihat dari sisi kiri maupun depan, akan mengarah pada sisi tersebut. 

“Hanya Lukisan Soekarno itu saja yang memiliki aura mistis dan aneh dari semua koleksi lukisan yang dimiliki Museum Perpustakaan Bung Karno,” tutur Pustakawan Museum Bung Karno, Henri.

Kejadian Aneh lainnya yang sulit diterima akal sehat  adalah saat Ketua DPD PDIP NTB , Rachmat Hidayat swa foto di batu nisan Bung Karno nampak jelas terekam kamera bayangan siluet kepala Harimau 

“Kejadian ini membuktikan kekaromahan Bung Karno,” kata Rachmat

Usai mengunjungi Museum Perpustakaan Bung Karno, Rachmat Hidayat dan rombongan diajak mengunjungi Istana Gebang di Kota Blitar yakni tempat tinggal Bung Karno sewaktu masih kecil. 

Di istana Gebang tampak koleksi perabotan rumah tangga keluarga Soekarno, lukisan kedua orang tua Soekarno dan lukisan Soekarno sendiri. Ada juga sumur tua yang dipakai orang tua Soekarno. 

Sementara di garasi tampak mobil tua peninggalan Soekarno. 

Sesaat sebelum meninggalkan Istana Gebang, Anggota DPRD Jatim dapil Blitar, Irma Susanti memberikan Rachmat Hidayat 5 liter Air yang diambil dari Sumur Tua di Istana Gebang yang dipercayai memiliki berbagai khasiat..***

 

 




Bang Zul berharap PW NWDI Jadi “River Organization”

Gubernur Bang Zul berharap PW Pemuda Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah NTB organisasi seperti sungai

MATARAM.LombokJournal ~ Gubernur Zulkifliemansyah menghadiri dan memberikan sambutan pada Acara Pelantikan Pengurus PW Pemuda Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah NTB, di Gedung Graha Bhakti Praja, Mataram (11/03/23).

Bang Zul sapaan Gubernur berharap NWDI dapat menjadi "River Organization"

Dalam kesempatan tersebut, Bang Zul, sapaan Gubernur berharap NWDI dapat menjadi “River Organization” atau organisasi yang mengalir seperti sungai. 

BACA JUGA: Gubernur Bang Zul Apresiasi Besiru Creative Hub

Eksistensi dari sebuah sungai dapat terus mengalir melewati berbagai musim. 

“River organization atau organisasi seperti sungai ini yang harus diadopsi pemuda NWDI ke depan,” pesan Gubernur. 

Bang Zul melanjutkan, NWDI hendaknya tidak menjadi “Puddle Organization” atau organisasi kubangan air, hanya berisi air saat ada hujan ada. 

Sementara ketika terik datang, airnya menguap. 

Di akhir sambutannya, Gubernur berharap NWDI dapat terus menjadi organisasi yang besar. Yang dapat terus bersinergi dengan berbagai bidang untuk kemaslahatan umat. 

BACA JUGA: Ikhtiar Wujudkan NTB Kiblat Fashion Muslim Indonesia

“Semoga bisa terus bersinergi di masa yang akan datang,” tandasnya. ***

 

 




Majelis Dzikir Nurani Basmalah Karang Bayan, Harlah Ke-4 

Hadiri harlah ke 4 Majelis Dzikir di Karang Bayan, Gubernur Bang Zul menekankan pentingnya pemimpin mengunjungi masyarakat 

LOBAR.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menghadiri acara Harlah Majelis Dzikir Nurani Basmalah Lombok.

Acara itu dirangkaikan dengan Haul ke-11 KHR. Ach. Fawaif As’ad dan 40 Hari Almagfurlahu TGH. Fathullah Arsyad Getap, di Dusun Karang Bayan Barat, Desa Karang Bayan, Kec. Lingsar Lombok Barat, (12/03/23).

BACA JUGA: Gubernur Bang Zul Apresiasi Creatif Hub 

Gubernur NTB menuturkan, setelah dilantik menjadi Gubernur hampir tidak pernah berhenti mengunjungi seluruh Dusun dan Desa di NTB yang jumlahnya sangat banyak.

“Dalam kunjungan tersebut, baik masyarakat biasa maupun tokoh masyarakat, bahkan tokoh agama di pondok pesantren. Mereka menyambutnya dengan hangat dan baik,” tuturnya.

Karena itu Bang Zul sapaan akrab Gubernur, mengajak kepada calon pemimpin Bupati/Walikota untuk sering-sering berkunjung dan menyapa masyarakat, karena mereka senang didatangi oleh para pemimpin-pemimpinnya. 

Sementara itu, Panitia Penyelenggara Hubaidi menyampaikan terimakasih atas kedatangan pak Gubernur telah memenuhi undangan panitia di tengah-tengah kesibukannya dengan berbagai macam kegiatan.

BACA JUGA: Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

“Ini adalah hal yang luar biasa bisa dihadiri langsung oleh pak Gubernur orang nomor satu di NTB di Majelis Dzikir Nurani Basmalah,” jelasnya. ***

 

 




Ini 5 Kunci Agar Hidup Lebih Lama

Ada lima kebiasaan hidup sehat yang membuat seseorang bisa menikmati hidup lebih lama secara signifikan, ini hasil penelitian yang melibatkan banyak orang dan jangka waktu yang lama

LombokJournal.com ~ Ini contoh tentang Amerika Serikat yang menghabiskan uang untuk mengembangkan obat-obatan mewah dan perawatan kesehatan, namun harapan hidup warganya masih salah satu yang terendah dari semua negara maju. 

Masalah besarnya, karena sebagian besar warganya kurang melakukan pencegahan misalnya melalui kebiasaan hidup sehat. 

BACA JUGA: Menuju Gaya Hidup Sehat, Ini 4 langkah yang Perlu Diketahui

Gaya hidup sehat dan umur panjang

Berdasarkan penelitian dari Harvard T.H. Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan, yang melakukan studi besar-besaran tentang dampak kebiasaan hidup sehat terhadap harapan hidup, menggunakan data dari Studi Kesehatan Perawat (NHS) yang terkenal dan Studi Tindak Lanjut Profesional Kesehatan (HPFS). 

Ini berarti, studi tersebut memiliki data tentang sejumlah besar orang dalam jangka waktu yang sangat lama. NHS menyertakan lebih dari 78.000 wanita dan mengikuti mereka dari tahun 1980 hingga 2014. 

HPFS menyertakan lebih dari 40.000 pria dan mengikuti mereka dari tahun 1986 hingga 2014. Ini lebih dari 120.000 peserta, data 34 tahun untuk wanita, dan 28 tahun data untuk pria.

Para peneliti melihat data NHS dan HPFS tentang diet, aktivitas fisik, berat badan, merokok, dan konsumsi alkohol yang telah dikumpulkan dari kuesioner tervalidasi yang diberikan secara teratur.

BACA JUGA: Kesehatanmu Saat Memasuki Usia  di Atas 50 Tahun

Apa sebenarnya gaya hidup sehat itu?

Ini kebiasaan hidup sehat, yang bisa membuat orang menikmati hidup lebih lama

Kelima area kebiasaan sehat ini dipilih, karena penelitian sebelumnya telah menunjukkan dampak besar pada risiko kematian dini. 

Berikut adalah bagaimana kebiasaan sehat ini didefinisikan dan diukur:

  1. Pola makan sehat, yang dihitung dan dinilai berdasarkan asupan makanan sehat yang dilaporkan seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, lemak sehat, dan asam lemak omega-3, serta makanan tidak sehat seperti daging merah dan daging olahan, yang dimaniskan dengan gula minuman, lemak trans, dan natrium.
  2. Tingkat aktivitas fisik yang sehat, yang diukur setidaknya 30 menit per hari dengan aktivitas sedang hingga berat setiap hari.
  3. Berat badan sehat, didefinisikan sebagai indeks massa tubuh (IMT) normal, yaitu antara 18,5 dan 24,9.
  4. Dalam jumlah berapa pun, usahakan untuk tidak merokok, “Sehat” berarti tidak pernah merokok.
  5. Memang ada ukuran asupan alkohol yang masih ditolelir, misalnya antara 5 dan 15 gram per hari untuk wanita, dan 5 sampai 30 gram per hari untuk pria. Tapi sebaiknya jangan sentuh alkohol bila ingin hidup sehat.

Para peneliti juga melihat data tentang usia, etnis, dan penggunaan obat-obatan, serta data perbandingan dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional dan Data Daring untuk Penelitian Epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Apakah gaya hidup sehat membuat perbedaan?

Ternyata, kebiasaan sehat membuat dampak besar bagi kesehatan seseorang. 

BACA JUGA: Alumni UI Adakan Lombok Panoramic Fun Ride

Menurut analisis ini, orang-orang yang memenuhi kriteria kebiasaan sehat itu, menikmati hidup lebih lama secara signifikan, dibandingkan mereka yang tidak memiliki kebiasaan sehat: 14 tahun untuk wanita dan 12 tahun untuk pria (jika mereka memiliki kebiasaan ini pada usia 50 tahun). 

Orang yang tidak memiliki kebiasaan ini jauh lebih mungkin meninggal sebelum waktunya, akibat kanker atau penyakit kardiovaskular.

Peneliti studi juga menghitung berapa banyak dari lima kebiasaan sehat yang dimiliki orang-orang ini. 

Hanya satu kebiasaan sehat (dan tidak masalah yang mana)… hanya satu… memperpanjang harapan hidup hingga dua tahun pada pria dan wanita. Tidak mengherankan, semakin banyak kebiasaan sehat yang dimiliki orang, semakin panjang umur mereka. 

Kondisi ini diharapkan berlaku untuk Anda, jika anda juga mempunyai kebiasaan hidup sehat. 

Penelitian itu juga menguatkan menegaskan penelitian serupa sebelumnya. 

Sebuah studi tahun 2017 yang menggunakan data dari Health and Retirement Study menemukan, orang berusia 50 tahun ke atas yang memiliki berat badan normal, tidak pernah merokok dan minum alkohol, nisa hidup rata-rata tujuh tahun lebih lama. 

Sebuah mega-analisis 2012 dari 15 studi internasional yang mencakup lebih dari 500.000 peserta menemukan, lebih dari setengah kematian dini disebabkan oleh faktor gaya hidup yang tidak sehat. Seperti pola makan yang buruk, tidak aktif, obesitas, asupan alkohol yang berlebihan, dan merokok. 

Jadi apa masalah (besar) kita?

Seperti disebutkan pada awal, di Amerika Serikat cenderung menghabiskan banyak uang untuk mengembangkan obat-obatan mewah dan perawatan lain untuk penyakit. Dan sedikit sekali melakukan tindakan pencegahan. Ini adalah masalah besar.

Para ahli telah menyarankan, cara terbaik untuk membantu orang melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup yang sehat, yaitu melalui upaya kesehatan masyarakat dan perubahan kebijakan. (Seperti helm sepeda motor dan undang-undang sabuk pengaman). 

BACA JUGA: Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Beberapa negara membuat sedikit kemajuan dengan undang-undang tentang tembakau dan lemak trans.

Tentu saja banyak penolakan dari industri besar tentang itu. Jika kita memiliki pedoman dan undang-undang yang membantu kita hidup lebih sehat, perusahaan besar tidak akan menjual makanan cepat saji, keripik, dan soda sebanyak sebanyak yang dijual selama ini. 

Bagi perusahaan yang sangat ingin menghasilkan uang dengan mengorbankan nyawa manusia, (undang-undang) itu membuat mereka sangat marah. ***

 




Pelaksanaan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak 

Dalam pelaksanaan DRPPA, KemenPPPA membangun sinergi dan kerja sama dengan Kementerian/Lembaga lainnya

LombokJournal.com ~ Sejak dicanangkan pada akhir 2020 lalu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) telah menginisiasi 138 desa menjadi model pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). 

Saat ini, KemenPPPA tengah melakukan proses pemantauan dan evaluasi untuk mengukur praktik baik memulai dan capaian awal pelaksanaan DRPPA.

Dalam pelaksanaan desa ramah perempuan dan peduli anak, KemenPPPA bekerjasama dengan kementerian/lembaga lainnya
Titi Eko Rahayu

KemenPPPA bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) meluncurkan program DRPPA pada akhir 2020 lalu. 

BACA JUGA: Alumni UI Adakan Lombok Panoramic Fun Ride

Beberapa desa yang menjadi lokasi model pengembangan DRPPA dan sebelumnya sudah pernah mendapatkan sentuhan program pembangunan berbasis desa, seperti Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), desa inklusif, desa layak anak, dan sebagainya.

“Hal ini pun semakin menguatkan program-program yang dilakukan oleh masing-masing desa dalam upaya memenuhi indikator DRPPA,” tutur Titi Eko Rahayu, Staf Ahli Menteri Bidang Penanggulangan Kemiskinan, dalam ‘Media Talk: Praktik Baik DRPPA’ secara virtual, Jumat (10/03/23).

Terdapat 10 indikator yang harus dicapai dalam pelaksanaan DRPPA. Lima indikator terkait dengan kesiapan kelembagaan desa, dan lima indikator lainnya merupakan indikator substansi prioritas KemenPPPA.

Indikator substansi perioritas yang dimaksud yakni:

  • pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan; 
  • peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak; 
  • penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak; 
  • penurunan pekerja anak; dan 
  • pencegahan perkawinan anak.

Menurut Titi Eko Rahayu, dalam mengembangkan DRPPA, penting melakukan sinergi dan kerja sama dengan Kementerian/Lembaga (K/L) yang memiliki program berbasis desa.

Contohnya Desa Bersinar (bebas dari narkoba) yang ramah perempuan dan peduli anak, Desa Wisata Ramah Perempuan dan Peduli Anak, dan lain sebagainya. 

“Ke depannya kami akan terus membangun sinergi dan kerja sama ini dengan K/L lainnya. Dari data yang di-input melalui Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA) kemajuan capaian indikator kelembagaan DRPPA sudah sangat menggembirakan, sudah lebih dari 70 persen desa lokasi model telah memenuhi, bahkan beberapa variabel sudah diatas 85 persen,” lanjut Titi.

BACA JUGA: Wagub NTB Jadi Pembicara Side Event CSW67 di New York

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Watukebo, Kabupaten Banyuwangi, Sri Bunik Eka Diana mengatakan, pelaksanaan DRPPA di Desa Watukebo diawali dengan kegiatan pemetaan untuk menemukan permasalahan perempuan dan anak. 

Menurutnya, hal ini penting dilakukan mengingat pihaknya belum memiliki data, peraturan, maupun anggaran khusus terkait perempuan dan anak.

“Melalui DRPPA, desa kami diperkenalkan dengan Namanya Rembug Perempuan, dan dalam melakukan rembug perempuan mengundang pula laki-laki khususnya kepada dusun laki-laki, karena dibutuhkan keterlibatan laki-laki untuk menyelesaikan persoalan perempuan dan anak,” tutur Sri.

Tidak hanya itu, menurut Sri, pelaksanaan DRPPA juga mampu meningkatkan keterlibatan perempuan dan anak dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

“Melalui Rembug Perempuan, yang dihadiri perempuan desa dan juga mengundang Kepala Dusun laki-laki, para perempuan sudah mulai berani menyuarakan aspirasi serta menyampaikan berbagai permasalahan perempuan dan anak, termasuk solusinya,” kata Sri.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Sewangi, Kabupaten Barito Kuala, Syarifah Saufiah yang merupakan kepala desa perempuan pertama di pulau Sewangi menyebutkan, pelaksanaan DRPPA mampu meningkatkan keterwakilan perempuan di pemerintah desa, Badan Permusyawarahan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan, dan lembaga adat desa.

“Dari 12 Ketua Rukun Tetangga atau RT, terdapat 2 RT yang saat ini dipimpin oleh perempuan. Begitu pula dengan BPD, 2 dari 7 anggota BPD adalah perempuan. Ini menunjukkan, adanya perubahan di mana perempuan sudah berani mencalonkan diri menjadi pemimpin. Hal ini didorong oleh adanya DRPPA,” ujar Syarifah. 

Upaya yang menarik dan menantang yang dilakukan Syarifah dalam mencegah kekerasan melalui pengasuhan bersama.

Ada kepedulian tetangga atau masyarakat sekitar pada semua anak. 

BACA JUGA: Stunting Punya Keterkaitan dengan Berdayanya Perempuan

Dan kewenangan yang dimiliki Kepala Desa mencegah perkawinan anak dengan tidak memberikan surat rekomendasi.***

 




Nyaman dan Murah Transportasi Umum di Warsawa 

Mimpi saya untuk selalu menggunakan transportasi umum yang nyaman akhirnya kesampaian selama belajar di Warsawa

Catatan Iwa Gandiwa Dhiras – ASN Pemprov NTB dan Awardee Beasiswa NTB

WARSAWA.LombokJournal.com ~ Dulu saya sering membayangkan bagaimana rasanya jika mobilitas keseharian saya jalani dengan transportasi umum. Saya bermimpi merasakan hari-hari berjalan menggunakan bus dan kereta bawah tanah. 

BACA JUGA: Mahasiswa NTB Mulai Hidup di Warsawa, Polandia

Berpacu dengan waktu, namun cukup santai karena tidak harus memikirkan lalu lintas dan jalanan yang padat ketika harus mengendarai kendaraan pribadi. 

Akhirnya, bayang-bayang itu jadi nyata. Selama melanjutkan studi S2 saya di kota Warsawa, saya kemana-mana naik transportasi umum.

Seperti yang saya jelaskan di tulisan sebelumnya, ada 3 moda trasportasi di kota Warsawa, Mungkin juga di semua negara di Eropa. 

Moda transportasi itu adalah bus, tram dan kereta bawah tanah (metro). 

Bagaimana penggunaan moda transportasi itu? Nah, ini perlu diceritakan.

Moda transportasi ini bisa digunakan jika kita membeli tiket melalui mesin tiket, kantor penjualan dan juga dari aplikasi di gawai kita. 

Ada sekitar 30 jalur tram, lebih dari 200 rute bus dan 2 jalur metro yang beroperasi di pusat kota dan sekitarnya.

Transportasi di kota Warsawa ini menggunakan sistem zonasi. Pada Zona 1 jalur transportasi umum mencakup pusat kota dan destinasi wisata utama di kota Warsawa. Sedangkan untuk Zona 2 melingkupi daerah luar pusat kota hingga pemukiman di pinggiran kota Warsaw. 

Pemberlakuan sistem zonasi ini dimaksudkan untuk mempermudah akses ke tempat-tempat tertentu bagi warga atau pengunjung di kota Warwasa. Yang perlu diperhatikan adalah sistem zonasi ini berpengaruh pada harga tiket transportasi umum tersebut.

Bicara soal harga tiket, harganya bisa sangat beragam namun tidak bergantung pada jenis transportasinya. Kita hanya butuh memberi 1 tiket untuk menggunakan bus, tram dan metro di Warsawa. 

Selain zonasi, yang membedakan adalah durasi validasi tiketnya. Ada tiket sekali jalan (single-ride ticket) yang punya durasi sekitar 75 menit setelah validasi. Ada juga tiket terusan dengan pilihan durasi 24 jam, 72 jam, mingguan bahkan bulanan. 

BACA JUGA: Alumni UI Adakan Lombok Panoramic Fun Ride

Yang perlu diingat adalah melakukan validasi ketika kita mulai menggunakan transportasi umum ini. Jika tiket kita tidak divalidasi dan kita terjaring pemeriksaan, maka kita dianggap penumpang gelap serta harus membayar denda yang jumlahnya tidak sedikit.

Buat saya sebagai mahasiswa, sistem transportasi umum yang terkoneksi dan terintegrasi ini sangat membantu. 

Jika pada tulisan sebelumnya saya hanya menjelaskan 1 cara saya pergi ke kampus, setelah 4 bulan ini saya belajar bahwa ada kurang lebih 5 cara saya untuk pergi ke kampus. Belum lagi proses ini dimudahkan dengan adanya aplikasi “Jakjojade”, yang memungkinkan kita melihat jenis transportasi apa dan di halte atau stasiun mana kita bisa mengakses transportasi tersebut. 

BACA JUGA: Sineas NTB Raih Siberkreasi Awards untuk Film Pendek Literasi Digital

Bisa juga nyaman sebagai tranmsportasi umum
Bis ke kampus

Sebagai mahasiswa saya punya akses untuk diskon 50 persen tarif transportasi umum. Cukup dengan membayar kurang dari Rp500.000 saya bisa mengakses semua transportasi umum di Zona 1 selama 3 bulan tanpa Batasan waktu. 

Melihat angka rupiahnya terkesan mahal. Padahal, ini jelas jauh lebih hemat ketimbang biaya transportasi saya di Mataram. ***

 

 

 




Gubernur Bang Zul Apresiasi Besiru Creative Hub

Gubernur Bang Zul menghadiri program RUKI Goes to Nusa Tenggara Barat, Ruang Komunal Indonesia (RUKI) yang mengadakan kelas offline di Besiru Hub, Mataram

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah menilai kegiatan diskusi komunitas penting dilakukan sebagai interaksi dan silaturahmi. 

Gubernur Bang Zul menekankan pentingnya personal passion berharap kegiatan alumni UI akan mempromosikan NTB

“Saat teknologi semakin maju, kegiatan offline (tatap muka) seperti ini dibutuhkan untuk belajar lagi menjadi manusia,” ujar Gubernur Bang Zul di Besiru Creative Hub Selagalas, Kota Mataram, Sabtu (12/03/23). 

BACA JUGA: Pengawasan Obat dan Makanan Digencarkan Jelang Puasa

Namun demikian, Gubernur menekankan personal passion juga penting agar potensi diri dapat dikembangkan maksimal. 

Sebagai bagian dari rangkaian program RUKI Goes to Nusa Tenggara Barat, Ruang Komunal Indonesia (RUKI) mengadakan kelas offline di Besiru Hub, Kota Mataram. 

Zakaria Jackysan, Ketua GenPI Lombok Sumbawa dan Subhan Sulaiman, Divisi Konten Kreatif GenPI Lombok Sumbawa, membuka kelas konten video untuk komunitas tentang belajar trik dan cara membuat konten video menarik, dan teknik mudah mengedit video dengan menggunakan handphone. 

Ada pula diskusi hybrid tentang perkembangan digital yang mendatangkan narasumber dari Facebook sebagai pendiri RUKI dan para ahli di bidangnya. 

Ruang Komunal Indonesia (RUKI) Goes To NTB merupakan rangkaian acara untuk membangun jejaring dan meningkatkan kapasitas literasi digital dari komunitas dan stakeholder di wilayah Nusa Tenggara Barat. 

BACA JUGA: HUT Pol PP KE 73 dan Satlinmas ke 61

Acara puncak di Besiru Hub, Mataram, Lombok, RUKI bersama partner penyelenggara mengajak peserta menuangkan ide kreatif berupa video berdurasi 30-60 detik. Dengan  format Reels Instagram (9:16) dengan pesan membawa semangat NTB Bersih, Cerdas, dan Bahagia dan spirit komunitas. ***

 

 




Alumni UI Adakan Lombok Panoramic Fun Ride 

Kegiatan Lombok Panoramic Fun Ride diselenggarakan alumni UI dari Ikatan Lulusan Universitas Indonesia (ILUNI UI) untuk mempromosikan NTB

MANDALIKA.LombokJournal.com ~ Ikatan Lulusan Universitas Indonesia (ILUNI UI) menyelenggarakan kegiatan Lombok Panoramic Fun Ride di Novotel, Kute Mandalika, Sabtu (11/03/23).

Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat melepas kegiatan tersebut, berharap menjadi ajang mempromosi pariwisata di NTB melalui sosial media anggota ILUNI UI yang aktif bersosial media.

BACA JUGA: Ikhtiar Wujudkan NTB sebagai Kiblat Fashion Muslim Indonesia

Gubernur NTB berharap kegiatan alumni UI akan mempromosikan NTB

 

“Ini teman-teman dari Fakultas Ekonomi UI ya, ada deputi senior Bank Indonesia, Bank Mandiri, mereka rata-rata profesional di perusahaan-perusahaan besar, jaringannya banyak sekali, datang kesini tentu akan menampilkan Lombok NTB di sosmednya masing-masing karena mereka aktif di sosial media dan bisa mempromosikan kita,” ungkap Bang Zul sapaan Gubernur NTB..

Ia berharap, nantinya semakin banyak komunitas yang berkegiatan di NTB. 

Dan mengajak masyarakat terus berbenah dan menjadi tuan rumah yang baik dan menjadikan NTB daerah yang aman dan nyaman bagi semua.

Kegiatan ini tujuannya adalah fun dan sehat. Team dari ILUNI UI juga sangat mengapresiasi Gubernur NTB yang menyempatkan hadir. 

BACA JUGA: Wagub NTB Jadi Pembicara Side Event CSW 67 di New York

Mereka mengakui selain datang untuk silaturahmi juga membantu mempromosikan NTB agar semakin maju damai dan sejahtera. ***

 

 




Spirit Perjuangan Pahlawan Bangsa Harus Digelorakan 

Ziarah ke makam Bung Karno yang dilakukan kader PDI P se NTB, jadi sarana menanamkan spirit juang kepahlawanan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sebanyak 150 kader partai dari 10 Pengurus Cabang,Ffraksi DPRD dan DPD PDIP NTB mengikuti kegiatan ziarah ke makam Presiden Pertama Indonesia, Soekarno, di Blitar, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Jumat (10/03/23).

Acara ziarah ke makam Bung Karno itu diinisisi DPD PDI Perjuangan Provinsi NTB.  

BACA JUGA: Sumbangan Kursi Roda untuk Janda Tua dan Manula Lumpuh

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, H.Rachmat Hidayat mengatakan, kegiatan ziarah makam itu, merupakan sarana  menanamkan spirit dan nilai juang kepahlawanan pada para kader partai. 

Nilai kepahlawanan bukan bentuk pasif dari tradisi, melainkan proses aktualisasi yang dinamis dalam interaksi sejarah yang panjang. 

“Jadi, kegiatan ziarah makam Bung Karno ini, adalah proses interaksi menjadikan eksistensi mengajarkan kader partai untuk meneladani spirit perjuangan para pahlawan yang tidak berhenti berjuang mempertahankan NKRI,” ujar Rachmat.

Ia mengatakannya  saat melepas keberangkatan  rombongan DPD PDIP NTB Trip Ziarah Makam Bung Karno,  KH Hasyim Asy’ari dan Gus Dur. 

Menurut Anggota DPR RI dapil Pulau Lombok itu, era globalisasi dan disrupsi saat ini, merupakan tantangan sekaligus ancaman untuk eksistensi sebuah bangsa.

Karena itu, respon positif merupakan kekuatan agar tidak mengubur identitas dan segala potensi bangsa harus diperkuat. 

Salah satunya adalah melalui kegiatan ziarah makam Bung Karno, dan KH  Hasyim Asy’ari yang dikenal sebagai seorang ulama besar bergelar pahlawan nasional dan merupakan pendiri sekaligus Rais Akbar Nahdlatul Ulama (NU). 

BACA JUGA: Peringatan HUT Pol PP KE 73 dan Satlinmas ke 61

Serta,  KH. Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia keempat dari tahun 1999 hingga 2001

“Eksistensi sebuah negara tidak terlepas dari pilar-pilar kebangsaan yang terbangun dari nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakatnya. Maka, PDIP NTB mencoba menggabungkan antara kekuatan spirit kebangsaan  dan keagamaan agar menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan untuk merekatkan semangat nasionalisme para kader PDIP NTB agar dapat eksis dalam kondisi modernisasi zaman saat ini,” jelas Rachmat. 

Terkait Pemilu 2024. Politik kharismatik Bumi Gora itu menegaskan,  ziarah makam Bung Karno juga dapat dimaknai sebagai penyambung semangat dan pemantapan pemikiran barisan (slagorde) jelang pemilihan umum pada 2024 mendatang.

Di mana, internalisasi dalam mendalami nilai ajaran Bung Karno, ikrar setia, dan semangat Bung Karno, sebagai guru besar bangsa harus terus digelorakan dalam semangat kegotong royongan. 

Yakni, para kader harus terus membela wong cilik dengan berbagai program dan kegiatan yang mampu mengangkat derajat dan martabat masyarakat miskin agar mampu bangkit dari keterpurukannya. 

“Dengan ziarah makam ke para tokoh bangsa ini diharapkan munculnya pemahaman yang utuh dalam menghayati inti sari pemikiran para Guru Bangsa  seperti Bung Karno, Kyai Hashim Asyari dan Gus Dur  sebagai guru bangsa agar Kader dan Fungsionaris PDI Perjuangan se NTB tidak  terjebak pada arus pragmatis zaman yang individualis dan hedonis. Maka, kewajiban kita harus terus melanjutkan cita-cita besar para Guru Bangsa tentang Nasionalisme dan Persatuan Bangsa dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika.  Yang diaktualisasikan membantu kaum lemah (kaum miskin, anak terlantar, janda miskin, orang tua jompo,” papar Rachmat. 

BACA JUGA:Pengawasan Obat dan Makanan Digencarkan Jelang Puasa

“Kita harus kterus membumikan ajaran besar Bung Karno dalam kehidupan sehari-hari yang pengejahwantahan melalui tertawa dan menangis bergerak bersama rakyat di manapun berada. Slogan ini kerap disampaikan dan diingatkan oleh Ibu Ketua Umum  PDI Perjuangan, Hj Megawati Soekarno Putri dalam memotivasi Kader PDI Perjuangan,” katanya.***

 

 

 




Ikhtiar Wujudkan NTB Kiblat Fashion Muslim Indonesia

NTB mengikuti Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST) 2023, ikhtiar Bunda Niken mendorong pengembangan dan pemasaran wastra NTB

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Nusa Tenggara Barat (NTB) mengikuti ajang Muslim Fashion Festival Indonesia (MUFFEST) 2023 di Jakarta, karena dinilai efektif mendorong  pengembangan dan pemasaran wastra NTB. 

BACA JUGA: Ditampilkan di Fashion Show Virtual, Tenun NTB Makin Dikenal se Nusantara

mengikut sertakan NTB di ajang Muffest 2023, ikhtiar menjadikan NTB kibat busana musim di Indonesia
Bunda Niken

Menurut Ketua Dekranasda NTB, Hj.Niken Saptarini Zulkieflimansyah atau Bunda Niken,  ajang festival busana berskala Internasional itu,  juga menjadi bagian  ikhtiar mewujudkan Provinsi NTB sebagai kiblat fashion muslim Indonesia.

Dikatakkan Bunda Niken, kain tenun NTB memiliki daya tarik tersendiri di kalangan pelaku fashion. Sehingga berpelung bersaing di kancah Nasional maupun Internasional.

“Dekranasda NTB terus melakukan terobosan, mendukung dan mempromosikan tenun NTB di kancah Nasional hingga Internasional,” ungkap Bunda Niken di Jakarta, Kamis (09/03/23).

Di ajang Muffest 2023 ini, lanjutnya, Dekranasda NTB ikut dalam bentuk fashion show dan pameran. 

Untuk Fashion show sendiri, dipersentasikan oleh Designer NTB Sri Widari (Dury) yang merupakan penyaji terbaik pada Lomba desain busana Lombok- Sumbawa Tenun Festival 2022 lalu.

“Sementara untuk pameran menampilkan wastra (kain) tenun NTB dan busana ready to wear karya designer NTB,” sambung Bunda Niken.

Disamping itu, kegiatan ini dimaksudkan sebagai ajang promosi kegiatan LIMOFF (Lombok International Modest Fashion Festival 2023 yang akan digelar pada  tanggal 6 s.d 9 Juli 2023 di Lombok.

“Kita dorong Designer NTB untuk terus berkarya dalam meningkatkan kualitas dan kreativitasnya pada bidang fashion,” tambah Bunda Niken.

BACA JUGA: Ummi Rohmi Ajak Organisasi Perempuan Gaungkan Tenun

Ajang MUFFEST 2023, ikhtiar mempromosikan wastra NTB

Pada Muffest 2023 itu, beberapa Designer  Nasional menggunakan aseoris karya designer perhiasan  NTB  antara  lain, Designer Neera Alatas menggunakan Mutiara Lombok Waidah dan Jovan Design menggunakan karya Lamops.***