Bunda Niken Bagikan Kursi Roda kepada Difabel di Loteng

Bulan Ramadhan harus diisi dengan hal-hal yang baik, kata Bunda Niken dan tak boleh mengurangi sesama untuk bermanfaat pada orang lain

LOTENG.LombokJournal.com ~ Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi NTB, Hj.Niken Saptarini Zulkiefliamansyah menyerahkan kursi roda kepada Difabel di Desa Pringgarata, Lombok Tengah.

BACA JUGA: Pilgub NTB 2024, Milik Anak Muda yang Progresif

Bunda Niken mengingatkan, agar buan Ramadhan diisi dengan kebaikan

Saat menyerahkan kursi roda di Ponpes Arrahmah NW, Minggu (09/04/23), Bunda Niken mengingatkan untuk memanfaatkan bulan suci Ramadhan berbagi kebahagiaan dengan siapa pun. 

Terutama kepada difabel, lansia, jompo hingga anak yatim.

“Alhamdulillah, kita harus banyak-banyak bersyukur, kita dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan,” ungkap Bunda Niken.

BACA JUGA: Bang Zul Bagi Sembako dan Sayuran di Dusun Semaya, Lotim

Dikatakan, di bulan Ramadhan tidak boleh mengurangi sesama untuk tetap bermanfaat kepada orang lain. Ramadhan harus diisi dengan hal-hal baik.

Satu kali kebaikan di bulan Ramadhan, sama seperti seribu kebaikan di luar Ramadhan.

“Kepada anak-anakku yang difabel, tetap semangat, kalian semua luar biasa, Bunda sayang sama kalian. Pesan Bunda, keterbatasan tidak boleh menghalangi kalian untuk terus belajar,” kata Bunda Niken.

BACA JUGA: Biaya Haji 1444 H, Besarannya Sudah Diatur dalam Keppres

Kemudian ia menyerahkan kursi roda dan paket sembako kepada masyarakat. ***

 

 




Pilgub NTB 2024, Milik Anak Muda yang Progresif

Menurut Direktur Mi6, Pilgub NTB 2024 merupakan panggung anak muda, bukan milik petahana atau mantan incumbent

MATARAM.LombokJournal.com  ~  Ketidakpuasan atas kinerja petahana ataupun mantan petahana, menjadi pemantik bagi masyarakat mencari alternatif pemimpin yang lebih baik. Tentu saja bisa mengatasi persoalan yang dihadapi daerah.

Menurut Direktur Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto, Pemilihan Gubernur (Pillgub) NTB tahun 2024, akan menjadi panggung bagi anak-anak muda di NTB.

BACA JUGA; Bang Zul Bagikan Sembako dan Sayuran di Dusun Semaya, Lotim

Dalam Pilgub NTB 2024, petahana akan diganti anak mmmuda yang progresif dan smart

“Tak ada yang bisa menampik, saat ini banyak masyarakat yang merindukan adanya pemimpin yang lebih segar, inovatif, dan memiliki visi jangka panjang. Para pemimpin muda memiliki semua itu,” kata Bambang di Mataram, Ahad (09/04/23).

Mantan Eksekutif Daerah WALHI yang karib disapa Didu ini mengambil contoh, kemenangan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wali Kota Solo pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020.

Hal itu menunjukkan, anak muda mampu menjadi alternatif pemimpin daerah yang kompeten, dan mampu merespon kebutuhan masyarakat dengan baik.

Anak muda dengan kreativitas, keberanian, dan kemampuan untuk berpikir out of the box yang mereka miliki. Mampu menawarkan solusi yang lebih tepat sasaran dan lebih adaptif dengan perkembangan zaman.

“NTB memiliki sejumlah kandidat pemimpin muda yang memiliki kualitas memadai sebagai seorang pemimpin. Mereka jago kemampuan dalam manajemen dan juga unggul dalam hal kepemimpinan dan analisis kebijakan. Selain itu, mereka juga memiliki jaringan yang luas dan aktif terlibat dalam kegiatan masyarakat,” kata Didu.

Didu tak hendak menyebut nama. Namun, jika arus keinginan masyarakat yang merindukan pemimpin yang lebih segar, inovatif, dan memiliki visi jangka panjang ini terus menggema, maka incumbent dan mantan petahana diprediksi akan out dari Pilgub NTB tahun 2024.

BACA JUGA : Bunda Niken Bagikan 400 Paket Sembako di Lombok Timur

“Anak muda memiliki potensi yang besar untuk memimpin dan memberikan inovasi bagi daerah mereka. Anak muda memiliki gagasan yang segar, keberanian untuk berubah, dan keterbukaan dalam menerima masukan dari masyarakat,” tandas Didu.

Selain itu, aktivis senior Bumi Gora ini juga menyebutkan, bahwa anak muda mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial dengan efektif. 

Hal itu menjadikan mereka lebih unggul lantaran dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.

Menurut Didu, NTB sudah memberi kesempatan kepada pemimpin yang sudah tidak lagi muda pada Pilgub NTB tahun 2018. Namun, lihatlah hasilnya kini. 

Tiga tahun terakhir, tata kelola keuangan daerah sungguh amburadul. Utang Pemprov NTB menumpuk hingga ratusan miliar kepada rekanan/Kontraktor yang telah menuntaskan proyek milik Pemprov NTB. 

Hal yang tidak pernah terjadi dalam sejarah Bumi Gora sebelumnya.

Begitu pun dalam hal posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB, yang hingga kini masih bercokol pada posisi 29 dari 34 provinsi di Indonesia. 

Betapapun telah terjadi peningkatan dalam hal capaian sejumlah indikator terhadap komponen penentu IPM. 

Namun kata Didu, posisi IPM NTB tersebut tak bisa menutup mata betapa sektor pendidikan, sektor kesehatan seperti usia harapan hidup, dan juga pengeluaran riil per kapita masyarakat NTB, berada pada posisi nomor enam dari bawah.

“Akan menjadi sesat pikir dan sangat melawan logika, jika ada yang menyebut, posisi enam dari bawah tersebut adalah sebuah prestasi,” tandas Didu.

Kinerja Tidak Memuaskan

Tentu kata Didu, jika hendak diurai dan dibedah satu persatu, akan banyak sisi yang bisa dikemukakan sebagai telaah kritis atas kepemimpinan di NTB saat ini. 

BACA JUGA: Perhatian untuk Santri Generasi Perama Muallimat NW

Dia mengingatkan, kinerja yang tidak memuaskan dari petahana, menjadi salah satu faktor yang paling penting untuk tidak melanjutkan kepemimpinan di periode berikutnya. 

Jika masyarakat tidak puas pada kinerja tersebut, karena pemimpinnya tidak mampu memenuhi harapan dan mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh daerahnya, maka masyarakat akan mencari alternatif pemimpin yang lebih baik.

Karena itu, Didu menegaskan, menjadi sangat wajar jika masyarakat NTB kemudian merindukan pemimpin yang muda, segar, dan inovatif untuk memimpin daerah. 

Hal itu kata analis politik yang dikenal humble ini, karena banyak masalah dan tantangan yang dihadapi oleh NTB saat ini.

NTB membutuhkan pemimpin yang memiliki kemampuan untuk memimpin dengan cara yang berbeda dan inovatif.

“Pemimpin muda cenderung lebih adaptif,  responsif dan Smart  terhadap perubahan zaman dan dinamika sosial yang terus berubah. Selain itu, pemimpin muda juga memiliki kreativitas dan gagasan yang bisa mendekatkan daerah pada solusi dari setiap permasalahan yang dihadapinya,” tandas Didu.

Ditanya terkait pandangan bahwa pemimpin muda identik dengan pemimpin yang minim pengalaman, Didu menegaskan, hal tersebut tidak lagi relevan. 

Dia memberi contoh, bagaimana kepemimpinan anak muda di Kota Solo di Jawa Tengah, telah mampu membuat lompatan bagi daerah dengan inovasinya di sektor pariwisata, pendidikan, dan perekonomian.

“Itu sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan bukti betapa pemimpin muda bisa fokus pada kebutuhan masyarakat dengan memberikan respons cepat dan tepat. Pemimpin muda mampu menggalang partisipasi masyarakat, memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman yang cepat, dan tentu saja memiliki integritas dan moralitas,” tandas Didu.

Didu tidak menampik, jika tetap ada tantangan bagi para pemimpin muda. Terutama dalam hal pendanaan kampanye. 

Namun begitu, hal tersebut bukanlah hal yang tidak bisa diatasi. Anak-anak muda yang bertarung di Pilkada dapat menyiasati minimnya dana kampanye dengan membangun relasi yang kredibel dengan masyarakat dan media semenjak jauh-jauh hari sebelum pilkada. Selain itu, mengoptimalkan penggunaan media sosial juga bisa menjadi salah satu alternatif. Pemimpin muda juga dapat menggalang dan menghimpun relawan.

“Yang tidak kalah pentingnya, tentu pemimpin muda harus berkolaborasi dengan partai politik yang juga menjadi pintu masuk untuk mendapatkan pembiayaan dalam kampanye,” tandas Didu.

Lebih dari itu semua, pemimpin muda juga penting untuk mendesain kampanye yang matang dan efektif. Antara lain dengan fokus menjangkau segmen masyarakat yang menjadi basis dukungan. 

Sehingga dengan cara ini, waktu dan sumber daya yang dimiliki, benar-benar akan dapat dimanfaatkan dengan optimal.(*)

 

 




Bang Zul Bagi Sembako dan Sayuran di  Dusun Semaya, Lotim 

Usai rangkaian Safari Ramadhan di Pulau Sumbawa, Gubernur NTB, Bang Zul menyasar Dusun Semaya Barat, Lotim  

LOTIM.LombokJournal.com ~ Rangkaian Safari Ramadhan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah di Pulau Sumbawa sudah usai.

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul itu melanjutkan Safari Ramadhan ke Lombok Timur.

Lokasi perdana yang menjadi sasaran kunjungan Safari Ramadhan Bang Zul di Lombok Timur, yakni di Masjid Najamudin Dusun Semaya Barat,  Kecamatan Sikur, Sabtu (08/04/23).

BACA JUGA: Bunda Niken Serahkan 400 Paket Sembako di Lombok Timur 

Bang Zul mengatakan, buka bersama pejabat diganti dengan bansos dan pasar murah
Bang Zul didampingi Bupati Lotim

Kehadiran Bang Zul disambut Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmi bersama beberapa pejabat Pemda Lotim lainnya.

Penyambutan ini sangat meriah, karena antusias ratusan warga Dusun Semaya yang ingin  jumpa langsung denagn Gubernur NTB walau dalam keadaan hujan lebat.

Gubernur NTB saat itu menyampaikan arahan Pemerintah Pusat bahwa Pejabat Daerah tidak boleh melakukan buka bersama. 

Kegiatan buka bersaama bisa dialihkan dengan kegiatan Ramadhan berbagi dengan masyarakat yang kurang mampu, orang jompo dan anak yatim.

Ini adalah rangkaian Safari Ramadhan yang dilakukan Pemerintah Provinsi yang merupakan salah satu program Pemerintah Pusat dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, yakni menggelar pasar murah dan sejenisnya.

Bang Zul menyampaikan upaya Pemerintah ini merupakan hal yang bijaksana. Sebab ekonomi negara sedang melemah, jadi caranya dengan banyak banyak berbagi untuk membantu masyarakat.

BACA JUGA: Biaya Haji 1444 H, Besarannya Sudah Diatur dalam Keppres

“Kondisi perekonomian kita sedang melemah jadi caranya dengan banyak-banyak berbagi untuk membantu masyarakat kita supaya bisa mencukupi kehidupan sehari hari,” ajak Bang Zul.

Bang Zul berharap dengan kesadaran kita semua bisa tetap kompak dan  saling membantu. Mulai  tingkat dusun sampai ke kota.

“Insyaa Allah masyarakat kita tidak ada yang merasakan kesulitan yang berat,” katanya.

Ia menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako, kain sarung dan bibit pohon kelapa, yang diserahkan langsung didampingi Bupati Lotim dan Kadistanbun NTB secara simbolis.

Selain itu ditambah beberapa paket sayuran segar yang disiapkan Distanbun NTB untuk masyarakat yang hadir di lokasi tersebut.

Sebelumnya Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas perhatian Pemerintah Provinsi terutama Gubernur NTB yang selalu menyambangi masyarakat di Kabupaten Lombok Timur.

“Alhamdulillah, di Lombok Timur harga-harga kebutuhan sudah mulai normal walau ada beberapa jenis kebutuhan yang masih mengalami inflasi,” tutur Sukiman Azmi.

Sukiman berharap,  adanya pasar murah sangat membantu kebutuhan masyarakat terutama di bulan Ramadhan sampai Idul Fitri.

BACA JUGA: Idul Fitri 14444 H, Bansos untuk 21 Juta Warga Tak Mampu 

“Semoga dengan kegiatan seperti ini masyarakat kita akan terbantukan, bertampak juga untuk berputarnya perekonomian di tingkat desa,” kata Bang Zul.

Usai di Dusun Semaya Barat, Bang Zul menyempatkan mengunjungi Bazar UMKM di Paok Motong walau hujan deras menerpa. ***

 

 




Bunda Niken Serahkan 400 Paket Sembako di Lombok Timur 

Bertepatan dengan bulan Ramadhan penuh berkah, Bunda Niken menyerahkan santuan paket sembako untuk yatim, lansia dan kaum duafa

LOTIM.LombokJournal.com ~ Anak yatim piatu, lansia dan kaum duafa mendapat santuan 400 paket sembako, yang penyerahan secara simbolis dilakukan di Pondok Yayasan Arrahmah Masbagik, Lotim, Sabtu (08/04/23) siang.

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Sumbawa Lahirkan Qori-Qoriah Berkualitas

Bunda Niken mengingatkan agar anak yakin dapat meneruskan pendidikannya

Penyerahan santunan paket sembako secara simbolik itu disampaikan Istri Gubernur NTB, Ibu Hj. Niken Saptarini  Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bunda Niken. 

Ia bertindak selaku Ketua Umum Lembaga Koordinasi Kepedulian Sosial (LKKS) Provinsi NTB, hadir memberikan santunan secara simbolis di Masbagik Lotim.

Bunda Niken mengajak semua yang hadir tetap bersyukur dan meningkatkan amal ibadah kepada Allah Subhanahuwata’ala, Tuhan YME

“Mari kita tetap bersyukur kepada Allah Subhanahuwata’ala, jalani semua amanah dengan baik, mari saling membantu dan tentunya tetap saling peduli untuk membesarkan anak-anak kita juga untuk melanjutkan pendidikan,” pesan Bunda Niken di hadapan para anak-anak yatim, lansia dan kaum duafa.

BACA JUGA: Perhatian untuk Santri Gnerasi Pertama Muallimat NW

Santunan ini berisi sembako seperti beras, minyak, gula juga mie instan. Semua itu diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial dari LKKS NTB  juga bertepatan dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Di akhir acara Bunda Niken berharap agar para anak-anak yatim, lansia dan kaum duafa yang ini diberikan kesehatan, keberkahan di bulan Ramadhan dan  bantuan sembako  ini bisa sedikit membantu dan dapat bermanfaat tentunya.

Hadir mendampingi Bunda Niken, Kadis Sosial Provinsi NTB, Ketua LKKS NTB,Hj.Lale Prayatni Gita Ariyadi Istri Sekda NTB, Kadis Sosial Lombok Timur dan Camat Masbagik serta pejabat lainnya yang hadir mewakili.

BACA JUGA: Lombok FC U-16 Trining Camp Dua Pekan di Barcelona

Santunan ini berasal dari kerjasama  Baznas NTB, Dinas Sosial, Lombok Post, Amman, Bank NTB, Mandiri dan  60 LKKS se-Lombok Timur. ***

 




Biaya Haji 1444 H, Besarannya Sudah Diatur dalam Keppres

Keputusan Presiden (Keppres) yang mengatur Biaya Haji 1444 H sudah ditandatangani Presiden pada 6 April 2023

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) per embarkasi, sudah diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres). 

Keppres yang sudah terbit ini mengatur tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi yang Bersumber dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji dan Nilai Manfaat. 

BACA JUGA: Idul Fitri 14444 H, Bansos untuk 21 Juta Keluarga Tak Mampu

Keppres Nomor 7 tahun 2023 ini ditandatangani Presiden pada 6 April 2023.

Ketentuan biaya ini berlaku bagi jemaah haji, Petugas Haji Daerah (PHD), dan Pembimbing Kelompok Bimbingan lbadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Berikut Besaran Bipih Jemaah Haji:
a. Embarkasi Aceh sebesar Rp 44.364.357,26
b. Embarkasi Medan sebesar Rp 45.2O1.652,26
c. Embarkasi Batam sebesar Rp 47.429.308,26
d. Embarkasi Padang sebesar Rp 46.044.85O,26
e. Embarkasi Palembang sebesar Rp 48.005.008,26
f. Embarkasi Jakarta (Pondok Gede) sebesar Rp 51.338.008,26
g. Embarkasi Jakarta (Bekasi) sebesar Rp 51.338.008,26
h. Embarkasi Solo sebesar Rp 49.893.98I,26
i. Embarkasi Surabaya sebesar Rp 55.928.458,26
j. Embarkasi Balikpapan sebesar Rp 50.792 .20I,26
k. Embarkasi Banjarmasin sebesar Rp 50.753.057,26
1. Embarkasi Makassar sebesar Rp 52.182.703,26
m.Embarkasi Lombok sebesar Rp 51.268.349,26
n. Embarkasi Kertajati sebesar Rp 52.837.858,26

Besaran Bipih jemaah haji ini dipergunakan untuk biaya: penerbangan haji, biaya hidup (living cost), serta sebagian biaya layanan Arafah, Mudzalifah, dan Mina.

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Sumbawa Lahirkan Qori-Qoriah Berkualitas

Berikut besaran Bipih PHD dan Pembimbing KBIHU:

  1. Embarkasi Aceh sebesar Rp 84.602.294,26
  2. Embarkasi Medan sebesar Rp 85.439.589,26
  3. Embarkasi Batam sebesar Rp 87.667.245,26
  4. Embarkasi Padang sebesar Rp 86.282.787,26
  5. Embarkasi Palembang sebesar Rp 88.242.945,26
  6. Embarkasi Jakarta sebesar Rp 91.575.945,26 (Pondok Gede)
  7. Embarkasi Jakarta sebesar Rp 91.575.945,26 (Bekasi)
  8. Embarkasi Solo sebesar Rp 90.131.918,26
  9. Embarkasi Surabaya sebesar Rp 96.166.395,26
  10. Embarkasi Balikpapan sebesar Rp 91.030.138,26
  11. Embarkasi Banjarmasin sebesar Rp 90.990 .994,26
  12. Embarkasi Makassar sebesar Rp 92.420.640,26
  13. Embarkasi Lombok sebesar Rp 91.506.286,26
  14. Embarkasi Kertajati sebesar Rp 93.075.795,26

BACA JUGA: Bang Zul Ajak Warga Dompu Jangan Rusak Hutan

Bipih PHD dan KBIHU ini dipergunakan untuk biaya penerbangan; akomodasi; konsumsi; transportasi; pelayanan di Arafah, Mudzalifah, dan Mina; pelindungan; pelayanan di embarkasi atau debarkasi; pelayanan keimigrasian; premi asuransi dan pelindungan lainnya; dokumen perjalanan; biaya hidup (living cost); pembinaan jemaah haji di tanah air dan Arab Saudi; pelayanan umum di dalam negeri dan Arab Saudi; dan pengelolaan BPIH

Keppres juga mengatur tentang Besaran BPIH Tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi yang bersumber dari Nilai Manfaat yang digunakan untuk membayar selisih BPIH dengan besaran Bipih sebesar Rp8.090.360.327.2I3,67. 

Sementara Besaran BPIH Tahun 1444 Hijriah/2023 Masehi yang bersumber dari Nilai Manfaat untuk Jemaah Haji reguler lunas tunda sebesar Rp845.708.000.000,00.

BACA JUGA: Gubernur NTB Bahas MXGP 2023 Bersama Wamen BUMN

Diatur juga bahwa dalam hal terjadi perubahan besaran BPIH yang bersumber dari Nilai Manfaat untuk Jemaah Haji reguler lunas tunda, itu ditetapkan oleh Menteri Agama.***

 




 Idul Fitri 1444H, Bansos untuk 21 juta Keluarga Tak Mampu 

Pemerintah gelar rapat kordinasi lintas sektor bahas mudik Idul Fitri 1444H di Mabes Polri

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Bantuan Sosial (bansos) akan dibagikan kepada 21 juta keluarga yang tidak mampu, agar mereka dapat ikut merayakan hari raya Idulfitri.

Hal itu disampaikan Menteri PMK Muhadjir Effendi dalam keterangan pers, usai Pemerintah menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral terkait kesiapan menghadapi Idulfitri 1444H/2023 M dan antisipasinya, di Rupatama Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Kamis (06/04/23).

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Sumbawa Lahirkan Qori-Qoriah Berkualitas

Rakor itu dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri PMK Muhadjir Effendi, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Menteri Agama diwakili Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan pimpinan serta Kepala Badan/Lembaga Negara lainnya.

Menurut Menteri PMK, rakor yang digelar tertutup di Polri ini, selain membahas persiapan mudik Idulfitri juga membicarakan penyediaan bantuan sosial (bansos). 

Dikatakan, selain bansos Pemerintah juga memberikan diskon tarif tol saat arus mudik Lebaran 2023 sebesar 20 persen. 

“Diskon tarif tol itu untuk di GT Tol Cikampek Utama dan GT Tol Kalihurip yang akan diberlakukan pada H-5 sampai H-6, tanggal 16 dan 17 April 2023 untuk mudik,” ujar Muhadjir seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

BACA JUGA: Perhatian untuk Santri Generasi Pertama Muallimat NW

Untuk arus balik lanjutnya diskon tarif tol juga akan diberikan H+4 dan H+5 lebaran atau 27 dan 28 April.

Para pemudik diminta waspada saat berkendara di kawasan tempat wisata. Pasalnya, kawasan tersebut rawan kecelakaan saat arus mudik dan balik.

Rakor lintas sektoral ini sengaja digelar lebih awal, untuk mengevaluasi dan peningkatan sinergisitas dalam rangka perbaikan pengamanan arus mudik 2023.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, Presiden Joko Widodo minta agar pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik tahun ini, bisa lebih baik dari tahun lalu. 

BACA JUGA: Bang Zul Ajak Warga Dompu Jangan Rusak Hutan

“Kita harapkan, angka laka lantas bisa kita turunkan, masyarakat bisa melakukan mudik dengan aman dan lancar, baik yang melalui jalur tol, jalur arteri, maupun jalur penyeberangan yang ada di Merak-Bakauheni maupun Gilimanuk,” kata Kapolri. ***

 




Perhatian untuk Santri Generasi Pertama Muallimat NW

Beri perhatian Santri Perempuan generasi pertama Maulanasyaikh, Rachmat Hidayat bantu kursi roda

LOTIM.LombokJournal.com ~ Rachmat Hidayat berbagi kursi roda kepada warga di Lingkungan Bermi, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur, Selasa (05/04/23).

Sebelumnya, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan itu juga membantu kursi roda untuk pensiunan PNS difabel di Sikur.

Penerima kursi roda tersebut adalah Hj Zawahir, santri generasi pertama Muallimat NW, madrasah yang didirikan untuk pendidikan anak-anak perempuan oleh Almagfurulahu Maulanasyaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid. 

BACA JUGA: Bang Zul Serap A[presiasi Warga Labuhan Alas, Sumbawa

Perhatian Rachmat Hidayat untuk santri generasi pertama muallimat NW

Rachmat tiba di Lingkungan Bermi sebelum Duhur dengan didampingi fungsionaris DPD PDI Perjuangan NTB H Ruslan Turmuzi.

Ia berjalan kaki menyusuri gang sempit untuk menuju rumah Zawahir, yang oleh warga setempat dipanggil dengan nama Hj Fauziah.

Sejumlah warga yang kebetulan sedang berada di dekat rumah perempuan yang kini berusia 88 tahun tersebut, turut menyalami Rachmat dengan takzim. 

Beberapa di antaranya bahkan ikut mengekor di belakang rombongan dan turut menyaksikan penyerahan kursi roda kepada Zawahir.

“Waktu dulu saya masih muda, Kampung Bermi ini adalah kampung tempat saya bermain. Beberapa sahabat saya juga masih tinggal di sini hingga sekarang,” tutur Rachmat.

Kampung Bermi, merupakan kampung tua di Pancor dan merupakan saksi sejarah perjuangan Almagfurulahu Maulanasyaikh mendirikan Nahdlatul Wathan, Ormas Islam terbesar di NTB.

Rumah pertama ulama kharismatik yang merupakan Pahlawan Nasional tersebut, juga berada di Lingkungan Bermi. 

Rumah itu masih berdiri tegak hingga saat ini, dan berada tak jauh dari rumah Zawahir.

Ahmad Tahir, putra bungsu Zawahir, menyongsong kedatangan Rachmat Hidayat di rumahnya yang sungguh sederhana. 

Saat Rachmat tiba, Zawahir masih di kamar mandi. Rachmat pun menunggunya di depan pintu rumah yang hanya memiliki sedikit halaman tersebut.

Zawahir menderita lumpuh semenjak tahun 2011, tak lama setelah ibu dari 18 anak tersebut menunaikan ibadah haji. Sejak itu aktivitas dan geraknya mulai terbatas. 

Beberapa warga setempat yang merupakan tetangganya menyebut Zawahir sudah berusia lebih dari 90 tahun. Namun, berdasarkan dokumen Kartu Keluarganya, usianya kini baru menginjak 88 tahun.

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Sumbawa Lahirkan Qori-Qori’ah Terbaik

Kendati menderita lumpuh, namun Zawahir masih bisa berbicara dengan jelas. Penglihatannya pun tidak terganggu. Dia masih bisa menandai orang yang bertemu dengannya. 

Hanya pendengarannya yang sedikit terkendala, sehingga berbicara dengannya mestilah dengan suara yang lebih dikeraskan.

Begitu bertemu dengan Zawahir, Rachmat langsung menyerahkan bantuan kursi roda untuk perempuan yang mendapat pendidikan langsung dari Maulanasyaikh tersebut. 

Zawahir dibopong, dan didudukkan langsung di atas kursi roda tersebut. Sesekali dia melempar senyum, pertanda kegembiraan. Termasuk saat disalami Rachmat Hidayat.

“Ini dari kantor mana..,” katanya bertanya.

Dijawab oleh Rachmat, kalau dirinya dari Rumbuk, Lombok Timur. Datang untuk menyerahkan bantuan kursi roda untuk Zawahir.

Rachmat juga menceritakan jika dulu sewaktu muda, dirinya juga sering main di Kampung Bermi. Rachmat menceritakan juga salah seorang sahabatnya di Bermi yang bernama Amaq Irun. Rupanya dikenal baik juga oleh Zawahir.

BACA JUGA: MXGP 2023, Bang Zul Temui Nirwam Bakrie dan Dirut Lion Group

“Sahabat bareng-bareng laeq…,” kata Rachmat.

Oooo… Loq Irun…Lek ito balene…,” tukas Zawahir sembari menyebut lokasi tempat Amaq Irun kini tinggal.

“Sehat-sehat Inaq nggih…,” kata Rachmat sembari memegang tangan perempuan yang sudah sepuh tersebut.

Selain bantuan kursi roda, Rachmat juga menyerahkan bantuan uang tunai. 

Tak lupa juga dia berpesan kepada anak-anak Zawahir untuk terus berbakti dan merawat ibundanya dengan istiqomah

Pahala sangat besar dari Allah, menanti untuk anak-anak yang berbakti. Setelah itu, Rachmat Hidayat pun pamit.

Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut menuturkan, kegiatan berbagi kursi roda tersebut, murni sepenuhnya sebagai aksi kemanusiaan untuk membantu sesama. Tidak ada kaitannya dengan politik sama sekali.

“Seperti sering saya sampaikan, sesungguhnya hidup kita sebagai manusia bukan tentang bagaimana menikmati, melainkan bagaimana kita berbagi,” kata politisi kharismatik Bumi Gora ini.

Bantuan kursi roda untuk Zawahir tersebut tidak melalui proses yang ribet. Dua hari lalu, Rachmat mendapat informasi bahwa ada warga di Kampung Bermi yang sudah sepuh dan membutuhkan kursi roda untuk memudahkan aktivitasnya. 

Sebagai orang yang memiliki ikatan emosional dengan kampung Maulanasyaikh tersebut, Rachmat langsung menyiapkan bantuan kursi roda tersebut dan memilih untuk menyerahkan secara langsung.

“Ini bentuk kita saling memanusiakan dan tolong menolong sebagai sesama,” imbuh politisi lintas zaman ini.

BACA JUGA: Lombok FC U-16 Trining Camp Dua Pekan di Barcelona

Ahmad Tahrir, putra bungsu Zawahir, menyampaikan rasa syukur atas bantuan kursi roda itu. Aktivitas ibundanya kini disebutnya akan menjadi lebih mandiri. 

Sang ibunda bahkan akan bisa kembali beraktivitas di sekitar rumah dan berinteraksi kembali dengan sesama warga. 

Sudah sangat lama tidak bisa dilakukannya lantaran keterbatasan gerak fisiknya.

Dia menuturkan, ibundanya memang merupakan santri generasi pertama yang menempuh pendidikan di Muallimat NW. 

Madrasah Muallimat tersebut Almagfurulahu Maulanasysyaikh sebagai bagian dari revolusi pendidikan setelah mendirikan madrasah untuk anak-anak laki-laki.

Madrasah untuk anak-anak perempuan ini diberi nama Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI), dan didirikan pada 21 April 1943. 

BACA JUGA: Bang Zul Ngobrol Literasi Keuangan di Bima

Di awal berdirinya, Madrasah NBDI menyelenggarakan pendidikan dengan masa pembelajarannya empat tahun. 

Selanjutnya kemudian mengalami perubahan menjadi Madrasah Muallimat dengan masa pembelajarannya selama enam tahun.(*)

 

 




Pemprov NTB Dukung Sumbawa Lahirkan Qori-qoriah Berkualitas 

Bersama Pemda setempat, Pemprov NTB akan mendukung penuh lahirnya para Qori-qoriah terbaik di Kabupaten Sumbawa

SUMBAWA.LombokJournal.com ~  Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul tertarik kepedulian masyarakat Kecamatan Alas Barat dalam melahirkan Qori-qoriah berkualitas di masa depan.

BACA JUGA: Bang Zul Serap Aspirasi Warga Desa Labuhan Alas, Sumbawa

Gubernur NTB menegaskan, Pemprov siap mendukung lahirnya qori-qori'ah terbaik di Sumbawa

Itu diungkapkan Bang Zul di tengah kegiatan Safari Ramadhan Gubernur NTB yang berlangsung di Masjid An-Nur Hiqmah Desa Gontar Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, Selasa (04/04/23)

Diwarnai guyuran hujan, kedatangan Bang Zul di Desa Gontar Kecamatan Alas Barat disambut hangat masyarakat. Ikut mendampingi, Wakil Bupati Sumbawa serta Kepala OPD Pemprov dan Pemkab Sumbawa.

Gubernur NTB berdialog dengan masyarakat terkait berbagai hal, salah satunya kepedulian masyarakat akan lahirnya Qori-qoriah berkualitas.

Dua warga Kecamatan Alas Barat menyampaikan harapannya, agar Pemprov NTB mendukung upaya membangun SDM yang andal di bidang keagamaan, khususnya para Qori-qoriah.

Bang Zul menyambut baik aspirasi masyarakat yang dinilainya sangat penting dalam memajukan daerah, khususnya pada bidang pendidikan dan keagaman. 

BACA JUGA: Bang Zul Ajak Warga Dompi Jangan Rusak Hutan

Ia bersama Wakil Bupati Sumbawa dalam kesempatan ini sepakat akan mendukung penuh lahirnya para Qori-qoriah terbaik di Kabupaten Sumbawa.

“Insya Allah kita akan segera menghadirkan guru-guru hebat pula yang akan membimbing masyarakat dan anak muda di daerah kita,” kata Bang Zul.

Bang Zul juga mengungkapkan, saat ini di NTB juga memiliki talenta Qori’ yang begitu berbakat dan berprestasi hingga kancah dunia. Dia adalah Syamsuri Firdaus putera asli Bima. 

Diharapkan figur Syamsuri Firdaus menjadi motivasi bagi putera-puteri NTB lainnya.

Selain itu, ada pula aspirasi masyarakat terkait pembangunan jembatan penghubung antar dusun di Desa Gontar Kecamatan Alas Barat. 

Merespon itu, Bang Zul bersama Pemda setempat juga akan segera mengkaji lebih lanjut.

“Ini akan segera kita kaji, mungkin tidak segera dibangun sekarang, tapi ini solusinya harus ada,” ucapnya.

BACA JUGA: Lombok FC U-16 trining Camp Dua Pekan di Barcelona

Kegiatan Safari Ramadhan di Kabupaten Sumbawa kali ini juga turut menghadirkan Bazar Pangan Murah bagi masyarakat. 

Kehadiran Bazar Pangan Murah ini diharapkan Bang Zul dapat sedikit membantu meringankan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok yang cenderung mengalami kenaikan harga di bulan Ramadhan.***

 

 




Bang Zul Serap Aspirasi Warga Desa Labuan Alas. Sumbawa 

Berbagai aspirasi warga diserap Bang Zul saat silaturahmi di Dusun Bangsal, Desa Labuan Alas di Kecamatan 

SUMBAWA.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melanjutkan kegiatan silaturahmi bersama masyarakat di Pulau Sumbawa. 

Kali ini, Gubernur yang akrab disapa Bang Zul tersebut menyapa dan mendengar aspirasi masyarakat Dusun Bangsal Desa Labuan Alas Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa, Selasa (04/04/23).

BACA JUGA; Pemprov NTB akan Kembangkan Industrialisasi Tenun di Oi Fo’o

Berbagai aspirasi disampaikan saat bertemu Bang Zul

Berbagai persoalan disampaikan, salah satunya disampaikan Kepala Desa Labuan Alas, Saharuddin. Kepada Bang Zul, ia mengungkapkan potensi wisata yang dimiliki Desa Labuan Alas, yakni Paralayang.

Saat ini, perencanaan pembangunan potensi pariwisata tersebut masih pada tahap pembuatan master plan. Ia pun berharap dukungan Pemprov NTB dan Pemkab Sumbawa dalam rencana tersebut.

Masyarakat setempat juga berharap perhatian pemerintah dalam pembangunan infrastruktur desa hingga pemanfaatan potensi yang dimiliki desa. 

Perwakilan masyarakat juga menyampaikan kehadiran Bang Zul berhasil mengobati kerinduan masyarakat akan pemimpinnya.

Merespon gagasan dan berbagai aduan masyarakat, Bang Zul menyampaikan akan segera menguatkan koordinasi dengan Pemda setempat. 

Salah satunya dalam upaya pemantapan pembangunan berbagai infrastruktur seperti jalan, selokan hingga destinasi wisata yang telah disampaikan sebelumnya.

BACA JUGA: Lombok FC U-16 akan Trining camp Dua Pekan di Barcelona

“Nanti kita akan komunikasi lagi dengan Pemda Sumbawa, sekaligus kita lihat langsung lokasinya,” kata Bang Zul.

Bang Zul juga mengaku senang dapat sering berkunjung menyapa dan mendengar langsung berbagai curahan hati masyarakat. 

BACA JUGA: Kursi Roda untuk Pensiunan PNS Difabel di Lotim

Ia berharap, silaturahmi dapat terus terjaga dalam ikhtiar membangun daerah bersama-sama.***

 

 




Bang Zul Buka Pasar Murah di Lapangan Serasuba, Kota Bima 

Masyarakat Kota Bima antusias adanya pasar murah yang dibuka Bang Zul bersama Pemda setempat

BIMA.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiefliemansyah membuka kegiatan pasar murah untuk mengisi bulan Ramadhan di Lapangan Serasuba. Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima, Ahad (02/04/23).

BACA JUGA: Pemprov NTB akan Kembangkan Industrialisasi Tenun di Oi Fo’o

Bang Zul berharap pasar murah membantu masyarakat berbelanja keperluan Ramadhan dengan murah

Bang Zul, sapaan Gubernur, membuka bazaar tersebut bersama Pemda setempat. 

Diharapkan, diadakannya pasar murah agar masyarakat bisa berbelanja keperluan ramadhan dengan harga terjangkau.  

‘Membuka bazaar Ramadhan bersama Pemda Kota Bima siang ini. 

Mudah-mudahan upaya sederhana ini bisa membantu masyarakat kita,” harap Bang Zul. 

Masyarakat Kota Bima tampak antusias menghadiri pasar murah tersebut. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Bahas MXGP 2023 bersama Wamen BUMN

Terlebih, dengan kehadiran Gubernur Zulkieflimansyah yang dikenal gemar menyambangi masyarakatnyanya. ***