Sekda NTB Tutup Halaqoh Ramadhan 1444 Hijriyah

Kata Sekda NTB, TGB Institute cendekiawan muda intens bergerak di bidang keilmuan, melakukan riset dan penulisan-penulisan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menutup halaqoh Ramadhan 1444 H yang diselenggarakan TGB Institute berlangsung di Hotel Lombok Garden, Rabu (12/04/23).

BACA JUGA: Sertijab Kepala RRI Mataram, Ini Harapan Wagub NTB

“TGB Institute, yang baru berkiprah 3 tahun, dihuni cendekiawan muda, seperti para guru besar dan calon guru besar usia muda, yang intens bergerak di bidang keilmuan dengan melakukan riset dan penulisan – penulisan,” tutur Miq Sekda. 

Selain itu Miq Gite mengatakan, kiprah peningkatan kualitas dan kuantitas literasi ini adalah jawaban atas budaya “kocap cerite” yang selama ini sering terjadi 

BACA JUGA: Bantuan Beras dan Uang Tunai untuk Petugas Kebersihan

“Tulis apa yang dipikir. Pikir apa yang ditulis. Sebait tulisan lebih berarti dari sejuta kata-kata. Selamat dan sukses,” tutur Miq Gite. ***

 




Bang Zul Minta Wings Group Segera Bangun Hotel di Mekaki

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang biasa disapa Bang Zul mendesak Wings Group segera membangunan fasilitas hotel di Mekaki

LOBAR.LombokJournal.com ~ Perjalanan panjang harus dimulai dari semangat langkah pertama yang harus diperkuat, untuk mewujudkan harapan-harapan besar di masa yang akan datang. 

Munculnya persoalan mesti akan dihadapi dalam menjalani suatu proses pembangunan, hal ini wajar terjadi.

BACA JUGA: Sekda NTB Tutup Halaqoh Ramadhan 1444 Hijriyah

Bang Zul ingin Wings Group segera bangun hotel di Mekaki

Itulah penekanan Gubernur NTB Zulkieflimansyah, dalam pertemuannya dengan manajement PT Wings Group, yang didampingi Bupati Lobar, Fauzan Khalid, Rabu (12/04/23) di Aula Jayengrana, Kantor Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung. 

PT Wings Group akan membangun Hotel Kempinski di Pantai Mekaki, Pelangan, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB menghimbau pihak investor, agar segera membangun fasilitas wisata di kawasan tersebut. 

“Jangan karena hanya persoalan kecil seperti akses jalan menuju kawasan tersebut yang belum memadai bukan menjadi alasan untuk segera membangun fasilitas di kawasan yang cukup indah tersebut,” tandas bang Zul.

Permintaan Bang Zull, baik akses jalan maupun pembangunan fisik fasilitas penunjang hotel dibangun bersamaan. 

“Mari kita sama-sama punya satu tujuan. Jangan hanya karena alasan kecil proyek besar ini terganggu. Apalagi Sekotong ini merupakan harapan masa depan Lombok Barat, NTB, bagi pengembanga destinasi baru pariwisata,” kata bang Zul.

Gubernur Bang Zul perlu menyampaikan ini, alasannya pembangunan hotel di Mekaki ini menjadi pemantik investor lainnya. 

BACA JUGA: Bantuan Beras dan Uang Tunai untuk Petugas Kebersihan

Mereka akan tertarik membangun dan mengembangkan kawasan ini menjadi kawasan strategis yang maju dan berdampak positif bagi masyarakat secara ekonomi. 

“Pak Presiden Jokowi bahkan berkali-kali mengatakan, jangan sampai karena alasan ijin yang ribet menjadi kendala investor untuk membangun. Yang penting jangan memanfaatkan situasi tersebut untuk meraih keuntungan. Jadi tugas pemerintah menyiapkan infrastruktur dan  jangan libatkan para investor yang menyebabkan investor mengurungkan niatnya untuk berinvestasi di daerah kita,” Bang Zul mengingatkan.

Pihak Wings Group  dinilai sangat serius untuk mengembangkan kawasan wisata Mekaki.. Kawasan ini lebih baik dari kawasan pengembangan yang sama yang sudah dikembangkan di Bali dan Jakarta. 

BACA JUGA: NTB Harus Konsisten Tingkatkan Kualitas Posyandu Keluarga

Bang zul meyakini kawasan Mekaki akan menjadi kawasan strategis yang akan berkembang pesat dan secara ekonomi masyarakat juga akan terbangun.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid berharap agar pihak investor bisa segera memulai pembangunannya. Hal ini akan menambah akses pariwisata di Lombok Barat.   

Menurut Fauzan, saat ini pariwisata Sekotong Kabupaten Lombok Barat mulai menggeliat dan menjadi daya tarik investor.

Setelah sejumlah investor membuka rute kapal cepat Nusa Penida, Gili Gede dan Senggigi. Kini investor kembali melirik kawasan Sekotong untuk menanamkan investasinya. 

‘’Kawasan pariwisata Sekotong adalah masa depan Lombok Barat bahkan NTB,’’ kata Fauzan optimis. 

BACA JUGA: Lombok FC U-16 Training Camp Dua Pekan di Barcelona

Pada kesempatan tersebut hadir Kepala DPMPTSP NTB, Kepala Dinas LHK NTB, Kadis PUPR NTB, Kadis Perikanan dan Kelautan, Bupati Lombok Barat, Sekda Lobar dan OPD terkait pemkab Lobar.***

 

 




Saat Inflasi, Masyarakat Harus Semangat dan Tak Menyerah

Pelaksanaan bazar Ramadhan di tengah masyarakat Lombok Utara, bisa menjadi solusi saat inflasi 

KLU.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengatakan, dalam keadaan inflasi semua serba sulit, tapi masyarakat  harus tetap semangat tidak mudah menyerah

Hal itu dikatakannya saat melanjutkan Safari Ramadhan di Dusun Bararangin Kecamatan Kayangan, Selasa (11/04/23).

BACA JUGA: Safari Ramadhan di KLU, Bang Zul Kunjungi Bazar Ramadhan

Safari Ramadhan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) Gubernur NTB, Zulkieflimansyah melanjutkan kunjungannya 

“Harus tetap optimis semangat dan energik,” ungkap Bang Zul sapaan akrab orang omor satu di  NTB ini.

Ia juga mengungkapkan, di tengah inflasi melanda  Bazar Sembako sangat tepat di laksanakan di tengah masyarakat. Cara ini bisa menjadi solusi atas inflasi. 

BACA JUGA: RS Mandalika Jalin Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

Sementara itu Bupati Lombok Utara H. Djohan Syamsu mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur NTB dan rombongan.

“Terima kasih pak Gubernur, acara yang luar biasa,” ungkap Djohan. 

Di akhir acara Gubernur bersama sejumlah Kepala OPD asal Lombok Utara,  didampingi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara menyerahkan santunan berupa sembako kepada guru ngaji, marbot dan masyarakat Lombok Utara.

BACA JUGA: Dukungan untuk John ‘Kursi Roda’ dan Pekerja Seni di Lombok 

Selan dihadiri Bupati, Bazar Ramadhan ini juga dihadiri Wakil Bupati, Camat  Kayangan serta tokoh agama dan dan masyarakat. ***

 

 




Safari Ramadhan di KLU, Bang Zul Kunjungi Bazar Ramadhan

Dalam Safari Ramadhan kali ini, Bang Zul mengunjungi bazar Ramadhan yang menjual sembako dengan harga terjangkau 

KLU.LombokJournal.com ~ Safari Ramadhan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah disambut antusiasme masyarakat Desa Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Selasa (11/04/23).

Kedatangan Bang Zul didampingi Bupati KLU Djohan Syamsu dan Wakil Bupati KLU, Danny Karter Febrianto Ridawan beserta rombongan Pemprov NTB. 

BACA JUGA: Saat Inflasi, Masyarakat Harus Tetap Semangat dan Tak Menyerah

Safari Ramadhan di Klu, Bang Zul didampingi Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara

“Sambutan masyarakat alhamdulillah antusias. Terima kasih rekan-rekan yang sudah menyiapkan acaranya dengan luar biasa,” tutur Bang Zul. 

Dalam Safari Ramadhan kali ini, Bang Zul mengunjungi Bazar Ramadhan. 

Bazaar Ramadhan menyuguhkan berbagai keperluan masyarakat seperti sembako dengan harga yang terjangkau untuk meringankan beban masyarakat.

Saat itu Gubernur NTB menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. 

BACA JUGA: Wagub NTB Terima Tim Visitasi Tim Tinar Buka KI Pusat

Acara Safari Ramadhan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat dan dilakukan di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Nusa Tnggara Barat. ***

 

 




NTB Harus Konsisten Tingkatkan Kualitas Posyandu Keluarga

 Berdasarkan Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), angka stunting di NTB terus menurun

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, memimpin rapat Persiapan Pendampingan Intervensi Stunting untuk percepatan penurunan stunting di Provinsi NTB, berlangsung di Gedung Graha Bhakti Praja, Selasa (11/04/23).

Ummi Rohmi minta agar NTB konsisten meningkatkan kualitas Posyandu Keluarga. Intervensi dengan tepat sehingga angka stunting benar-benar turun signifikan dan tepat sasaran untuk mencapai target 14 persen tahun 2024.

BACA JUGA: Saat Inflasi Masyarakat Harus Tetap Semangat dan Tak Menyerah

Wagub ajak kabupaten/kota se NTB gotong royong tangani stunting
Wagub Ummi Rohmi

Angka stunting di NTB berdasarkan Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) terus mengalami penurunan. 

Tahun 2019 hasilnya 25,5 persen input baru 70,5 persen, kemudian 2020 23,3 persen untuk inputnya 82,7 persen. 

Mulai 2021 setelah 100 persen posyandu keluarga terbentuk di NTB inputnya sudah 98,54 persen, dan hasilnya 19,2 persem. 

Tahun 2022 menjadi 16,8 persen dan 2023 report terakhir pada Februari 2023 dengan input 97,87 persen hasilnya 14,76 persen..

“Kita harus terus pastikan seluruh balita, ibu hamil, remaja agar terintervensi dengan baik dan benar sehingga angka real yang kita laporkan itu memang betul angka stunting. Memang benar kondisi balita kita seperti itu, fokus dengan itu maka insyaallah yang kita inginkan untuk mewujudkan anak-anak sehat,” jelas Ummi Rohmi 

Dengan E-PPGBM bisa dilihat bagaimana begitu complicated nya kasus stunting ini. 

BACA JUGA: RS Mandalika Jalin Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

Tidak terlepas dari kondisi lingkungan, tidak buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan air minum, makan minum rumah tangganya baik pengolahan sampah rumah tangga, limbah cair rumah tangga, kalau semua sudah baik intervensi spesifik gizi akan sangat efektif menurunkan angka stunting sehingga ini harus menjadi evaluasi bersama. Kepada ibu hamil juga diharapkan agar melakukan USG di puskesmas terdekat yang sudah menyediakan alat untuk USG. Kepada remaja ataupun calon ibu yang anemia juga diharapkan rajin minum vitamin penambah darah.

Wagub NTB mengajak seluruh kabupaten/kota ikut bergotong royong dalam gerakan bakti stunting, dengan menyumbang telur seikhlasnya untuk kemudian disumbangkan kepada anak-anak stunting.

Peran TP PKK

Ketua TP.PKK NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE. M.Sc juga menyampaikan peran yang sudah coba dilakukan oleh TP PKK provinsi untuk ikut membantu program pemerintah dalam pencegahan dan penanganan.

Sebagai contoh yang sudah dilakukan di Desa Senaru Kabupaten Lombok Utara, sasaran dalam satu desa tersebut terdapat 34 anak stunting. 

Dengan terus intens memberikan protein tambahan berupa telur selama 3 bulan, dari yang semula berjumlah 100 anak, kini turun tinggal 5 orang anak.

TP PKK masih menggodok konsep agar bisa lebihmemberikan signifikasi dari hasil yang diberikan. 

BACA JUGA: Wagub NTB Terima Tim Visitasi Tinarbuka KI Pusat

“Dari PPI Provinsi kita saat ini juga sedang merancang pilot project dapur sehat atasi stunting ini mulai di Kota Mataram kita berencana untuk melakukan intervensi di satu kelurahan dengan bentuk dapur yang sama, insyaallah akan dimulai setelah bulan Ramadan nanti. Tentu kami mengharapkan kerjasama dari semua pihak untuk terus sama-sama mensukseskan program-program dalam mengatasi stunting ini,” tutup Bunda Niken. ***

 

 




RS Mandalika Jalin Kerjasama dengan BPJS Kesehatan

Sejak beroperasi tahun 2021, RS Mandalika menargetkan kerjasama dengan BPJS Kesehatan agar masyarakat makin terlayani 

LOTENG.LombokJournal.com ~ Rumah Sakit Mandalika Provinsi NTB yang terletak di lingkar Destinasi Parisawa Super Prioritas (DPSP) Mandalika terus berikhtiar memberikan pelayanan yang terbaik. 

Tidak saja kepada para wisatawan namun juga kepada seluruh masyarakat NTB. 

BACA JUGA: Wagub NTB Terima Tim Visitasi Anugrah Tinarbuka KI Pusat

RS Mandalika meningkatkan layanan kesehatan untuk masyarakat

Untuk itu di tahun kedua sejak beroperasi efektif pada tahun 2021 lalu, RS Mandalika menargetkan kerjasama dengan BPJS Kesehatan dapat terwujud. Agar masyarakat makin merasakan manfaat dan pelayanan di Rumah Sakit Mandalika.

Hal tersebut ditegaskan Direktur Rs Mandalika dr. Oxy Tjahjo Wahjuni, Sp. EM, Senin (10/04/23). 

“Insyaallah keberadaan  rumah sakit Mandalika akan semakin terasa kebermanfaatannya. Terlebih tinggal selangkah lagi akan bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sehingga masyarakat akan semakin Terlayani,” jelas dr Oxy yang juga  dokter spesialis emergency tersebut. 

Menurutnya fasilitas dan kesiapan untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan terus digesa. Komunikasi juga terus dilakukan secara intens untuk memastikan kemajuan seluruh syarat yang dibutuhkan BPJS Kesehatan akan tercapai dalam waktu dekat. 

“Syarat ketersediaan tempat tidur serta syarat-syarat lain yang menjadi indikator kerjasama kami targetkan selesai di semester satu  sehingga masyarakat dapat berobat dengan menggunakan BPJS Kesehatan di Rs Mandalika sesegera mungkin,” terang dr. Oxy.

Direktur RS Mandalika juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir untuk berobat di Rs Mandalika. 

Meski saat ini belum bekerjasama dengan BPJS, tarif layanan sebenarnya sudah sangat terjangkau. 

BACA JUGA: Safari Ramadhan di Lotim, Bang Zul Bertemu Guru Ngaji

“Layanan di Rs Mandalika sudah sangat lengkap, dokter spesialis dasar dan penunjang tersedia. Bahkan layanan konsultasi dokter spesialis sangat terjangkau, hanya di angka 30 ribu rupiah,” jelas dr. Oxy. 

Dikatakan, beroperasinya RS Mandalika jumlah masyarakat yang terlayani makin hari makin bertambah. 

“Tidak hanya layanan gawat darurat tetapi juga poliklinik spesialis dan rawat inap. Bahkan RS Mandalika juga telah melaksanakan kegiatan operasi gratis bagi masyarakat Lombok Tengah.” terang dr. Oxy

Ia optimis Rumah Sakit Mandalika akan memberikan manfaat yang positif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat NTB. 

Sebelumnya beberapa warga menceritakan pengalamannya melakukan pemeriksaan kesehatan Rumah Sakit Mandalika, salah satunya Sri Utami Rahayu.

BACA JUGA: Pilgub NTB 2024, Milik Anak Muda Progresif

“Di saat saya melakukan pemeriksaan medical check up di Rumah Sakit Mandalika, pelayanannya nyaman, teman-teman semua yang berada di sini ramah, murah senyum, tepat dan juga cepat dalam melakukan pelayanan,” ungkap warga Teruwai, Pujut, Lombok Tengah tersebut. ***

 




Wagub NTB Terima Tim Visitasi Tinarbuka KI Pusat 

Layanan informasi RSJ Mutiara Sukma diapresiasi Wagub NTB, karena selalu menempati peringkat terbaik organisasi perangkat daerah (OPD)

MATARAM.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, salah satu pelayanan publik dalam akses informasi adalah keterbukaan. 

Hal itu dikatakan Wagub NTB saat menerima Tim Visitasi Anugrah Tinarbuka dalam rangka Hari Keterbukaan Informasi Publik 2023, di Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, Selagalas, Mataram (06/04/23). 

BACA JUGA: Safari Ramadhan di Lotim, Bang Zul Bertemu Guru Ngaji

“Dengan perkembangan digital akses informasi harus makin terbuka agar masyarakat dapat berkomunikasi dengan pemerintah,” ucap Wagub NTB 

Ia mengapresiasi layanan informasi RSJ Mutiara Sukma yang selalu menempati peringkat terbaik organisasi perangkat daerah. 

RSJ Mutiara Sukma didorong masuk dalam lima besar nominasi  Anugerah Tinarbuka. 

BACA JUGA: Dukungan untuk John ‘Kursi Roda’ dan Pekerja Seni di Lombok

Sementara itu,  Ketua Tim Visitasi Anugerah Tinarbuka, Arya Sandi Yuda mengatakan, berkembangnya keterbukaan informasi karena lingkungan yang mendukung. 

“Saya mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTB yang berkomitmen menciptakan lingkungan yang baik untuk keterbukaan informasi publik,” ujar Arya. 

Ia menambahkan prestasi NTB dalam keterbukaan informasi telah terbukti dengan peringkat NTB dalam indeks keterbukaan infornasi yang naik ke peringkat tiga. 

Ditambah pula dengan nominasi Anugerah Tinarbuka  yang menjadi satu satunya provinsi yang masuk dalam dua kategori yakni penyelenggara pemilu  diwakili Bawaslu NTB dan RSJ Mutiara Sukma kategori pimpinan OPD.

BACA JUGA: Bunda Niken Serahkan 400 Paket Sembako di Lombok Timur

Dalam visitasi ke berbagai fasilitas rumah sakit dan pengelola informasi, tim didampingi Kepala Dinas Kominfotik, Dinas Kesehatan dan Asisten III NTB ***

 

 




Safari Ramadhan di Lotim, Bang Zul Bertemu Guru Ngaji 

Dalam Safari Ramadhan di Lombok Timur (Lotim), Bang Zul minta pertemuan khusus guru ngaji dengan OJK

LOTIM.LombokJournal.com ~ Rangkaian Safari Ramadhan di Kabupaten Lombok Timur, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersilaturahmi dengan Guru Ngaji Se – Masbagek, Sabtu (08/04/23). 

BACA JUGA: Dukungan untuk Jhon ‘Kursi Roda’ dan Pekerja Seni di Lombok

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB mengatakan, pentingnya pondok-pondok dan Para Guru Ngaji mempunyai satu unit usaha untuk dapat menghidupi jalannya berbagai kegiatan dan pendidikan yang dilakukan para guru ngaji. 

Selain itu, Bang Zul akan meminta ada pertemuan khusus para Guru Ngaji dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), yang akan memberikan pemahaman literasi keuangan kepada para Guru Ngaji. Selanjutnya bisa mendorong dan melakukan pembinaan usaha kepada para Guru Ngaji.

BACA JUGA: Bunda Niken Bagikan Kursi Roda untuk Difabel di Loteng

“Segera kita kumpul bersama kembali dan saya akan hadir kembali,” pungkas Bang Zul.

Turut hadir mendampingi Gubernur NTB, Kepala Dinas Sosial NTB,  Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB,  Kepala Dinas Kesehatan NTB, Kepala  Bakesbang Poldagri NTB,  Karo Pemerintahan Setda NTB, Karo Adm. Pembangunan setda NTB, Direktur RSUP NTB dan rombongan.***

BACA JUGA: Pilgub NTB 2024, Milik Anak Muda Progresif

 

 




Gubernur NTB Terima Kunjungan Anggota Ombudsman RI

Bang Zul sapaan akrabnya Gubernur NTB mendorong Ombudsman NTB lebih proaktif melakukan sosialisasi

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB Zulkieflimansyah menerima kunjungan anggota Ombudsman Republik Indonesia, Jemsly Hutabarat di Pendopo Gubernur NTB, Selasa (11/04/23).

BACA JUGA: NTB Harus Konsisten Tingkatkan Kualitas Posyandu Keluarga

Kunjungan anggota Ombudsman ini untuk memperkuat koordinasi dalam menjalankan fungsi mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik. Sesuai mandat Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia.

Bang Zul sapaan akrabnya Gubernur NTB mendorong Ombudsman NTB harus lebih proaktif menyapa masyarakat dan melakukan sosialisasi. 

Sebab, masih banyak masyarakat yang belum paham bagaimana fungsi Ombudsman dalam meningkatkan pelayanan publik.

BACA JUGA: Saat Inflasi Masyarakat Harus Tetap Semangat dan Tak Menyerah

“Padahal kalau ada keluhan, ketidakadilan, persoalan hukum dan masalah lain. Masyarakat bisa melapor ke ombudsman,” ungkapnya bang Zul.

Anggota Ombudsman RI, Jemsly Hutabarat mengatakan, Ombudsman RI akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat sosialisasi terkait tugas dan fungsi ombudsman.

BACA JUGA: Wagub NTB Terima Tim Visitasi Tinarbuka KI Pusat

“Masalah-masalah yang dilaporkan oleh masyarakat. Ombudsman akan tetap merespon dengan cepat dan menyelesaikannya sesuai prosedur yang berlaku. Karena itu tugas utama kami,” tegasnya. ***

 

 




Dukungan untuk John “Kursi Roda” dan Pekerja Seni di Lombok

Memuliakan kaum difabel, Rachmat Hidayat beri dukungan untuk musisi Sasak John “Kursi Roda” dan penyandang disabilitas Pulau Lombok

MATARAM-LombokJournal.com ~ Politisi PDI Perjuangan, H. Rachmat Hidayat memberi perhatian dan dukungan untuk John “Kursi Roda”, salah seorang penyanyi dan pencipta lagu Sasak yang memiliki nama masyhur di Pulau Lombok.

BACA JUGA: Bunda Niken Bagikan Kursi Roda untuk Difabel di Lombok Tengah

Rachmat Hidayat mengajak piha lain untuk memberi dukungan pada kaum difabel

Anggota DPR RI itu juga memberi perhatian kepada sejumlah penyandang disabilitas lainnya. Mereka mendapat bantuan kursi roda manual untuk memudahkan aktivitas mereka. 

John diembel-embei ‘kursi roda’ karena pekerja seni ini penyandang disabilitas, dan harus selalu duduk di kursi roda.

 Semenjak usia delapan tahun, ayah dua anak dengan nama asli Zainuddin tersebut menderita polio. Semenjak itu, John, tidak bisa berjalan. Kepada John, Rachmat menyerahkan bantuan kursi roda elektrik.

BACA JUGA: Pilgub NTB 2024, Milik Anak Muda yang Progresif

Pertengahan pekan lalu, Rachmat janjian bertemu dengan John di rumah Mas Santo, salah seorang pengusaha di Mataram yang dekat dengan sejumlah pekerja seni di Lombok. 

John datang bersama dengan M Zulaipi, rekannya sesama penyandang disabilitas yang tidak memiliki kaki.

Rachmat mengatakan, berbagi dan memperhatikan kaum difabel menjadi prioritasnya, lantaran hal tersebut sangat penting dalam keberlangsungan kehidupan sosial.

Perhatian itu untuk memberikan dukungan kepada kaum difabel agar dapat hidup dengan nyaman dan bahagia di lingkungan mereka.

“Bantuan kursi roda ini kita harapkan akan membantu John dan saudara-saudara kita penyandang disabilitas memiliki mobilitas yang tidak lagi terbatas,” ucap Rachmat.

Anggota Komisi VIII DPR RI menegaskan, kaum difabel adalah kelompok yang seringkali diabaikan oleh sebagian kita. 

Padahal mereka membutuhkan perhatian dan dukungan yang lebih.

“Dengan memberikan dukungan kepada mereka, kita dapat membantu mereka merasa lebih dihargai dan diterima di lingkungan sekitarnya. Termasuk memperkuat tali persaudaraan dan solidaritas antar sesama kita sebagai umat manusia,” imbuh politisi senior lintas zaman ini.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini pun menggugah pihak lain, untuk juga turut memberi perhatian dan dukungan kepada kaum difabel. 

Mulailah hal tersebut kata Rachmat, dengan kaum difabel yang ada di sekitar terlebih dahulu. 

Dukungan tersebut pun tak melulu harus berupa finansial. Berbagi waktu atau tenaga, juga tentulah akan sangat bermanfaat untuk mereka.

 Atau menghindari perilaku diskriminatif atau merendahkan mereka juga adalah sebuah dukungan yang luar biasa pula.

“Sesungguhnya saudara-saudara kita yang secara fisik memang kekurangan, juga memiliki hak-hak yang setara dengan kita sebagai warga negara,” kata Rachmat.

BACA JUGA: Bang Zul Bagikan Sembako dan Sayuran di Dusun Semaya, Lotim

Bertemu dengan John dan M Zulaipi, Rachmat pun tak henti mengucapkan kekaguman kepada mereka. Di tengah keterbatasan mereka secara fisik, semangat hidup mereka tak pernah padam. 

Tak sekalipun mereka merasa rendah diri. Tak ada pula keluhan yang terlontar. 

Semangat mereka untuk berkreativitas demi hidup yang lebih baik, juga sangat patut diacungi jempol.

John, adalah pencipta lagu-lagu Sasak yang karyanya meledak dan banyak digandrungi khalayak. John mengaku, dirinya kini masih rutin manggung. 

Mulai dari acara hajatan, hingga perkawinan. Dalam sepekan, dia bisa manggung hingga empat kali.

“Untuk tarif, biasanya saya tidak mematok harga,” kata John.

Sementara Zulaipi, saat ini bekerja sebagai tukang reparasi alat-alat elektronik. Dengan cara itulah kaum difabel asal Peringgarata, Lombok Tengah ini, dapat menghidupi keluarganya.

John dan Zulaipi, adalah dua contoh penyandang disabilitas yang menolak hidup dari belas kasihan orang lain. Mereka bekerja keras untuk dapat memberi penghidupan yang layak bagi anak dan istri mereka. 

Baik John dan Zulaipi, saat ini memang sudah berkeluarga. John telah memiliki dua anak. Sementara Zulaipi memiliki satu buah hati.

“Kami memang tidak ingin hidup hanya untuk menjadi sampah di bumi,” kata John. Zulaipi, mengangguk. Setuju dengan apa yang dikatakan John.

Rona bahagia terpancar dari raut wajah mereka, saat menerima bantuan kursi roda dari Rachmat Hidayat. 

John, lalu mencoba kursi roda elektrik yang harganya Rp 27 juta satu unit tersebut. Zulaipi juga mengayuh kursi roda manual yang diterimanya. Mereka pun berucap rasa syukur, lantaran telah mendapat perhatian yang disebutnya tak terhingga dari Rachmat Hidayat.

Kepada Rachmat, John pun berjanji akan membuatkannya lagu. Hal yang membuat Rachmat surprise. 

Politisi berambut perak ini pun mengaku sudah tak sabar menantikan lagu gubahan dari John rampung untuknya.

Rencananya, jika tak ada aral melintang, Rachmat juga akan mempertemukan John secara langsung dengan Menteri Sosial Tri Rismaharini. 

Rachmat ingin agar John, bisa menyampaikan langsung apa yang menjadi permasalahan para penyandang disabilitas di NTB, sehingga pemerintah dapat memberi atensi terhadap hal tersebut. 

BACA JUGA: Bunda Niken Bagikan 400 Paket Sembako di Lotim

Rachmat juga ingin, agar John juga nanti mendapat bantuan alat-alat bermusik dan fasilitas rekaman dari Kementerian Sosial, sehingga hal tersebut dapat menopang kreativitas John dalam bermusik.

“Pada kreativitas pekerja seni seperti John dan pekerja seni lainnya di Pulau Lombok, lagu-lagu Sasak akan bisa kita harapkan naik kelas dan orisinilitasnya tetap terjaga,” ucap Rachmat.***