Musrenbang 2023, Gerakkan Gagasan dan Inovasi Masyarakat 

Gubernur NTB, Bang Zul membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang 2023 Provinsi NTB 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dalam perencanaan dan penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) NTB tahun 2024, penguatan industrialisasi dan transformasi ekonomi melalui SDM diharapkan lebih diperkuat.

BACA JUGA: NTB Bangun Pengolahan Sampah Berbasis Sirkular Ekonomi 

Gubernur NTB berharap. Musrenbang 2023 ada penguatan industrialisasi dan transformasi ekonomi melalui SDM
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah

Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyampaikan harapan itu saat sambutan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) NTB tahun 2024, di Lombok Raya Hotel, Mataram, Kamis (04/05/23).

Tujuannya  untuk menggerakkan masyarakat memiliki gagasan dan inovasi ke depan.

Musrenbang 2023 itu dengan tema “Peningkatan produktivitas daerah untuk mempercepat transformasi ekonomi melalui sumber daya manusia dan lingkungan yang berkualitas.” 

“Industrialisasi akan memberikan nilai tambah pada produk UMKM-UMKM kita. Masyarakat tidak lagi menjual bahan baku keluar tapi harus mampu diolah untuk mendapatkan keuntungan yang besar,” ungkap Bang Zul Sapaan akrabnya Gubernur NTB.

Bang Zul menegaskan, tidak sedikit orang-orang menyinyir tentang program industrialisasi. Sebenarnya mereka tidak tahu, program ini merupakan perjuangan merubah mindset.

BACA JUGA: Wamenag Sampaikan Imbauan Pascapenembakan Kantor MUI

Untuk menikmati hasilnya ke depan, butuh waktu yang panjang dan kesabaran yang intens.

Selain itu, Program 1000 cendekia yang dikirim untuk kuliah di luar negeri merupakan aset yang akan dinikmati pada 10-25 tahun mendatang.  

“Kita berharap anak-anak ini tidak usah dipaksa pulang ke NTB karena  kalau dipaksa-paksa melawan biarkan mereka tinggal di luar negeri. Biarkan mereka menguasai kota-kota besar di Indonesia ini,” harap Bang Zul.

BACA JUGA: Wagub NTB Melarang Bullying di Sekolah

Senada dengan Itu, Kepala Bappeda NTB H Iswandi mengatakan, penyusunan  RKPD tahun 2024 telah berjalan dengan baik. 

Evaluasi RPJMD tahun 2018-2023 yang dilaksanakan dengan 37 indikator telah berhasil dapat diselesaikan dan dituntaskan. Sebanyak 27 indikator dengan capaian sebanyak 73 persen indikator.

“Masih ada waktu satu tahun untuk menuntaskan program pembangunan yang lain,” ungkapnya.

Penyusunan rencana pembangunan daerah untuk tahun 2024-2028 berfokus pada upaya membangun manusia, lingkungan, dan kesejahteraan. Serta didukung dengan pembangunan tata kelola pemerintahan daerah, pembangunan yang berkomitmen untuk mencapai tujuan bersama. 

BACA JUGA: Kontraktor Ancam Kemah di Kantor Gubernur NTB

Diharapkan, semua sektor yang produktif diharapkan dapat bekerja sebaik-baiknya untuk memastikan yang ada mengalami peningkatan produktivitas. ***

 




NTB Bertekad Menyelesaikan 5 Pilar Sanitasi

Unuk Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM),  Provinsi NTB merupakan provinsi yang paling banyak peroleh penghargaan terkait STBM

LOBAR.LombokJournl.com ~ Pemerintah Provinsi NTB berhasil 100 persen menjadikan posyandu konvensional sebagai posyandu keluarga,.

Lebih dari 7.600 Posyandu Keluarga di NTB, dan Pemprov NTB dapat melayani masyarakat secara komprehensif, mulai bayi, ibu hamil hingga orang tua.

BACA JUGA: Ekonomi NTB Tumbuh 3,5 persen, Triwulan I 2023

Wagub NTB mengatakan, NTB bertekad selesaikan 5 Pilar STBM

Wakil Gubernur NTB menympaikannya saat memberikan sambutan Peluncurah Gerakan Bakti Stunting di Posyandu Mawar, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Jum’at (05/05/23).

“Alhamdulillah, berkat kekompakan kita semua, di akhir tahun 2021 mencapai 100 persen posyandu di NTB telah menjadi posyandu keluarga,” tutur Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi menegaskan, Provinsi NTB bertekad untuk menyelesaikan 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), seperti halnya Buang Air Besar (BAB) pada tempatnya, mencuci tangan dengan sabun, mengolah makanan dan minuman rumah tangga yang sehat, mengelola sampah Rumah Tangga  dan lain sebagainya. 

BACA JUGA: Musrenbang 2023, Gerakkan Gagasan dan Inovasi Masyarakat

“Istimewanya Provinsi NTB merupakan satu-satunya provinsi yang terdiri dari Provinsi, Kabupaten/Kotanya yang mendapatkan penghargaan untuk STBM,” ungkap Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi memberikan apresiasi kepada Kepala Daerah, PKK, Dharma Wanita, BKOW,  seluruh Kabupaten/Kota dan stakeholder terkait atas capaian yang telah diraih dalam mengentas masalah stunting.

“Ini tidak kerja satu, dua orang, tetapi semua orang ikut berpasrtisipasi, ujung tombak ada di Dusun, Desa dan seluruhnya, mau seperti apapun kalau di Provinsi Kabupaten, kalau di desa, dusun belum bergerak tidak akan bisa, ini adalah kerja keras semua,” ungkapnya.

Kegiatan Bakti Stunting tersebut, dilaksanakan melalui pemenuhan protein hewani bagi bayi dan balita terutama telur, yang paling mudah dijangkau masyarakat. 

BACA JUGA: WNI Eksodan yang Terdampak Perang Saudara di Sudan

Kegiatan serupa akan dilaksanakan juga di seluruh Kabupaten/Kota se-NTB.***

 

 




Kontraktor Ancam Kemah di Kantor Gubernur NTB

Ini ancaman para kontraktor, mereka mengaku Pemprov NTB belum bayar hak mereka dari pekerjaan yang sudah selesai di tahun 2022 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kantor Gubernur NTB dalam waktu dekat akan jadi tempat kemah (camping) para kontraktor 

yang mengaku Pemprov NTB tak kunjung membayar utang proyek yang telah dirampungkan pada 2022 silam.

BACA JUGA: Kontraktor Geram, Mau Segel Mobil Dinas Gubernur NTB

Pertemuan solidaritas kontraktor untuk nagih utang proyek Pemprov NTB

Rencana yang akan dilakukan para kontraktor itu sebagai aksi simbolik untuk menagih utang Pemprov NTB.

Bahkan sebelumnya, perwakilan kontraktor NTB telah melakukan aksi berani dengan berusaha menggembok dan menyegel mobil dinas Gubernur NTB di Pendopo di Mataram, Rabu (03/05/23). 

Sayangnya, aksi untuk menyegel mobil dinas Gubernur NTB belum kesampaian.

Salah satu kontraktor, Ahyar mengaku aksi kemah itu akan diikuti ratusan orang. 

Para kontraktor telah melakukan pertemuan di salah satu kafe di Mataram, Kamis (04/05/23). 

Mereka makin serius menghimpun solidaritas sesama kontraktor yang proyeknya belum dibayar Pemprov NTB.

Dalam pertemuan di kafe itu, dihadiri perwakilan kontraktor dari beberapa kabupaten/kota di NTB. Seperti Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, hingga Kota Mataram. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Berkomitmen Bayar Proyek Rekanan

Mereka berhimpun menyusun sejumlah strategi lanjutan agar Pemprov NTB segera membayar utang kepada mereka. 

Salah satu poin yang mereka sepakati adalah akan melakukan kemah (camping) di halaman Kantor Gubernur NTB. 

“Para kontraktor yang terzalimi ini menuntut agar segera hak mereka dari pekerjaan yang belum terbayar di tahun 2022. Jika tuntutan kami tidak segera ditindaklanjuti, para kontraktor dan buruh bangunan akan berkemah di Kantor Gubernur NTB,” kata Ahyar, perwakilan kontraktor asal Kota Mataram. 

Ahyar mengaku, aksi pihaknya telah berada pada titik nadir penantian. Selama ini pemprov NTB, kata Ahyar tak pernah memberikan kepastian ihwal kapan akan membayar kewajiban kepada kontraktor.

Ahyar berujar, hal yang terjadi malah sebaliknya. Pemprov NTB diakuinya terkesan memandang sebelah mata para kontraktor.

Akan segel kantor BKAD

Senada dengan Ahyar, kontraktor asal Lombok Timur Fathurrahman mengaku pihaknya akan terus menunjukkan sikap-sikap protes. Hal itu semata-mata mereka lakukan sebagai sikap tegas terhadap sikap pemprov NTB. 

Selain kemah di Kantor Gubernur NTB, Fathurrahman menerangkan, pihaknya juga telah menyiapkan langkah lain. Jika tuntutan tetap tak digubris, mereka akan menyegel kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Langkah berikutnya kami para kontraktor akan menyegel kantor BPKAD,” ucap Fathurrahamb dengan tegas. 

BACA JUGA: Wagub NTB Melarang Ada Bullying di Sekolah

Di tempat yang sama, Ahmad Amrullah kontraktor asal Lombok Barat mengkritisi alibi yang selama ini sering disampaikan pihak pemprov NTB. Terutama berkaitan dengan musabab belum terbayarnya proyek tersebut. 

Alasan adanya wabah covid-19 dan bencana alam dinilainya sudah tidak berterima. Jika Covid-19 jadi alasan, mengapa event internasional seperti Motor Cross Grand Prix (MXGP) tetap ngotot dilaksanakan. 

“Kami menyayangkan pernyataan gubernur yang menyebut Covid sebagai kambing hitam. Kalau alasannya Covid, kok event-event internaisonal di NTB seperti MXGP tetap jalan? Coba uang itu dipakai bayar utang,” bebernya. 

Kemudian pernyataan gubernur NTB yang menyebut ada muatan politis di balik protes para kontraktor juga dibantah mentah-mentah oleh Amrullah. 

Ia memastikan, tida ada tendensi politis sedikit pun dari sikap yang ditunjukkan para kontraktor. Hal tersebut murni sikap naluriah yang keluar sebagai bentu kekecewaan. 

“Tidak ada unsur politis seperti apa yang dituduhkan Gubernur NTB. Ini murni jeritan kontraktor menuntut hak untuk dibayar. Jangan juga melempar bola panas ke OPD, karena kebijakan ada pada gubernur,” ujar Amrullah. 

Pernyatan lain yang membuat para kontraktor teriris adalah pernyataan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga anggota DPRD NTB, Sambirang Ahmadi di beberapa media online. 

Amrullah menyebutkan, komentar Sambirang yang menyebut utang bukan lah aib melainkan tanda pemerintah bekerja sangat tidak logis.

Dan pernyataan Sambirang lainnya menyebutkan, keterlambatan bayar pihak yang berbisnis dengan pemerintah bagian dari risiko pekerjaan.

“Coba kita lebih objektif, pernyataan itu berpriksmanusiaan ndak? Kami ini sudah satu tahun lo menunggu. Coba Pak Sambirang cek satu-satu kondisi kami. Dikejar rentenir hingga harus jual aset,” ucap Amrullah.

Terakhir, kontraktor asal Lombok Tengah yakni Willy menegaskan, pihaknya bersepakat untuk tidak mengerjakan proyek tahun 2023 sebelum ada kejelasan pembayaran proyek 2022. 

Jika pun nanti utang 2022 telah terbayar, pihaknya meminta kepastian pembayaran proyek yang dikerjakan tahun 2023. Jangan sampai menjadi utang lagi.

“Kami para kontraktor bersepakat tidak akan meengerjakan pekerjaan atau proyek tahun 2023 sebelum ada kejelasan dan kepastian pembayaran pekerjaan tahun 2022,” ucapnya.

Kemudian terkait mekanisme pembayaran proyek tahun 2022, pihaknya tidak ingin jika dibayar dengan cara dicicil.

“Tidak mau dicicil, karena kami bukan bank. Justru kami berutang ke bank. Silakan Pemprov NTB yang berutang selayaknya di bank, bukan di kontraktor,” katanya. 

Willy menggarisbawahi, para kontraktor telah bekerja sebagaimana juklak-juknis yang ada. Terkahir, pihaknya meminta adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara kontraktor dengan pihak Pemprov NTB soal kepastian waktu pembayaran.

BACA JUGA: Skuad Lombok FC U-16 Jalani Training Camp di Bogor

Sebab mereka tidak ingin hanya ada pernyataan lisan yang tentu sangat mudah untuk tidak dilakukan. 

“MoU ini harus ditanda-tangani, hitam putih. Itu menjadi kesepatan bersama waktu pembayaran. Jika dilanggar, nanti publik yang menilai,” beber Willy.***

 

 




NTB Bangun Pengolahan Sampah Berbasis Sirkular Ekonomi

Ini pertama di Indonesia, pengolahan sampah berbasis sirkular ekonomi di NTB, yang hasilnya bisa dimanfaatkan lagi 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pembangunan pengolahan sampah berbasis sirkular ekonomi di NTB akan dilakukan ground breaking September mendatang.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyambut baik rencana tersebut, yang dinilainya membantu menyelesaikan permasalahan sampah di NTB.

BACA JUGA: Wagub NTB Melarang Ada Bullying di Sekolah

Gubernur mengatakan, pengolahan sampah akan menyelesaikan permasalahan sampah di NTB
Gubernur NTB, Ziulkieflimansyah

“Kita sangat welcome, dan senang sekali bisa dibantu dalam membantu menyelesaikan permasalahan sampah di NTB,” ucap Bang Zul sapaan Gubernur NTB yang didampingi Wagub. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Bang Zul menyampaikan itu pada pertemuan dengan Pancanaka yang bekerjasama dengan Mars Envotec, bertempat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Mataram, Rabu (03/04/23).

Sementara itu, perwakilan PT Pancanaka Taridi menjelaskan, Pancanaka adalah perusahaan nasional yang bekerjasama dengan Mars-Envotec dalam bentuk investasi pengolahan sampah yang sudah melakukan MOU bulan lalu.

BACA JUGA: MXGP Samota 2023 Dimeriahkan “Trabas Dompu Great Adventure”

“Ini adalah kunjungan yang kedua, dalam kunjungan pertama sudah melakukan pertemuan dengan Dinas ESDM, kemudian mengunjungi TPA Kebon Kongok bahkan sudah datang ke Brida, selanjutnya waktu itu melakukan MOU di Germany,” tuturnya.

Dijelaskan, investasi ini adalah upaya membantu pemerintah NTB mewujudkan visi misi zero waste 2030 dan produksi green energy.

“Jadi investasinya 100 persen dari kami dan teknologi sudah disiapkan sehingga membutuhkan lahan 2-3 hektar sebagai tempat pengolahan sampah dengan basis sirkular ekonomi, sehingga hasil pengolahan sampah bisa digunakan lagi,” jelasnya.

BACA JUGA: Kontraktor Geram Mau Segel Mobil Dinas Gubernur NTB

Turut hadir, Gubernur didampingi Asisten 2, Kadis ESDM, Perwakilan LHK, Karo Hukum dan KA BPKAD NTB. ***

 




Wamenag Sampaikan Imbauan Pascapenembakan Kantor MUI

Setelah perisriwa penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Wamenag  Zainul Tauhid Sa’adi, imbau masyarakat agar belajar agama pada ulama yang benar

JAKARTA.LombokJournal ~ Penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang terjadi pada Selasa tanggal 2 Mei 2023, yang diduga dilakukan orang yang sebelumnya mengaku sebagai nabi. 

Peristiwa penembakan yang mengakibatkan kaca kantor MUI pecah serta staf resepsionis dan security terluka itu, dinilai adanya pemahaman agama yang salah.

BACA JUGA: Wagub NTB Melarang Ada Bullying di Sekolah

Wamenag mengimbau masyarakat agar belajar agama pada ulama yang mempunyai keilmuan memadai
Wamenag Zainul Tauhid Sa’adi

“Ini membuktikan bahwa pemahaman agama yang salah bisa menimbulkan bahaya terhadap keselamatan jiwa orang lain,” pesan Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta, seperti dikutip laman kemenag.go.id, Kamis (04/05/23).

Karena itu, Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi mengimbau masyarakat agar belajar agama kepada ulama atau orang yang memiliki otoritas keilmuan agama. Dan bersanad yakni silsilah keilmuan yang bersambung sampai kepada Rasulullah.

Menurutnya, ini untuk menghindari pemahaman keagamaan yang keliru. 

“Dalam belajar agama juga harus menggunakan metodologi belajar yang benar yaitu secara tersusun dan terstruktur untuk memperoleh ilmu agama,” ujar Zainul.

Dijelaskannya, problemnya banyak orang yang memiliki semangat belajar agama tapi menggunakan penafsirannya sendiri dalam mengambil kesimpulan-kesimpulan hukum. 

Padahal itu justru bertentangan dengan kaidah-kaidah agama, sehingga mereka salah dalam memahami substansi ajaran agama.

BACA JUGA: Kontraktor Geram Mau Segel Mobil Dinas Gubernur NTB

“Sejatinya semua ajaran agama mengajarkan kasih sayang, persaudaraan dan perdamaian antarsesama umat manusia, bukan mengajarkan permusuhan, ancaman dan kekerasan yang menimbulkan mafsadat atau kerusakan bagi kehidupan umat manusia,” jelasnya.

Wamenag juga mengimbau para ulama dan pemimpin agama untuk terus menggelorakan moderasi beragama. Yakni cara memahami ajaran agama secara moderat, tawasut, dan jalan tengah. 

“Mari terus menghindari perilaku beragama yang ekstrim (tatharruf), berlebih-lebihan dan melampaui batas dalam beragama (ghulluw). Sebab, hal tersebut dapat memunculkan sikap fanatisme, intoleransi, dan akuisme dalam beragama,” sebutnya.

Kemudian, Wamenag minta aparat kepolisian untuk lebih meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah, dan kantor serta tempat beraktivitas para pemimpin agama.

Terakhir, Wamenag mendukung Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) untuk memfilter konten-konten yang bernuansa sentimen Suku, Antar golongan, Ras dan Agama (SARA), hoaks serta ujaran kebencian. 

BACA JUGA: Provinsi NTB Peringati Empat Kegiatan Nasional

“Termasuk perlu difilter juga konten yang bersumber dari ajaran agama yang menyimpang dan bertentangan dengan ajaran agama yang dianut oleh mayoritas umat beragama,” katanya. ***

 




Pemprov NTB Berkomitmen Bayar Proyek Rekanan

Gubernur NTB menjelaskan, Pemprov NTB sangat komit dalam melunasi utang bahkan beberapa sudah dilunasi

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dua orang kontraktor mendatangi Pendopo Gubernur NTB, untuk menanyakan pembayaran proyek rekanan, namun tidak ada terjadi penyegalan apa pun. 

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy menjelaskan itu untuk meluruskan berita yang beredar, Mataram, Rabu (03/05/23).

BACA JUGA: Kontraktor Geram, Mau Segel Mobil Dinas Gubernur NTB

“Tidak Ada penyegelan apa pun. Pemprov NTB komit melakukan pembayaran proyek rekanan,” tegasnya. 

Sesuai seperti penjelasan Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, Pemprov NTB punya komitmen dalam melunasi utang, bahkan beberapa sudah dilunasi. 

“Pemprov NTB  melunasi utang kontraktor yang ada di NTB. Beberapa bahkan sudah ada yang kita lunasi,” kata Bang Zul.

BACA JUGA: Lombok FC U-16 Akan Jalani Training Camp di Bogor

Namun, Bang Zul sapaan akrabnya, mengimbau kepada kontraktor agar pelunasan biaya konstruksi di NTB dilakukan secara bertahap.

“Akan kita selesaikan, tetapi harus disesuaikan juga dengan kemampuan keuangan daerah, InsyaAllah di bulan Juni atau Juli mendatang akan kita selesaikan,” kata Bang Zul.

Bang Zul menilai, seluruh pemerintahan di Indonesia juga mengalami hal yang sama seperti Provinsi NTB, soal keterlambatan pembayaran proyek akibat refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

BACA JUGA: Wagub NTB Melarang Ada Bullying di Sekolah

“Kita tidak ada yang menyangka kalau Covid-19 datang, sehingga anggaran yang tadinya untuk pembangunan harus dibayarkan untuk menyelamatkan jiwa orang,” tutur Zulkieflimansyah. ***

 

 




Wagub NTB Melarang Ada Bullying di Sekolah

Kata Wagub NTB, bangunan megah tidak menjamin menghadirkan lingkungan yang menyenangkan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Perundungan (bullying) harus diperangi semua pihak, terutama di lingkungan sekolah.

Sekolah harus memiliki lingkungan menyenangkan, karena lingkungan yang positif mendukung pelajar menuntut ilmu dan tumbuh jadi individu yang baik dengan maksimal.

BACA JUGA: Provinsi NTB Peringati Empat Kegiatan Nasional 

Wagub di tengah penerima pengharagaan malam Anugerah Istimewa Sekolah (AiSO)

“Semua pihak harus sama-sama memerangi tindakan perundungan,” kata Wakil Gubernur NTB, Hj.Sitti Rohmi Djalilah. 

Ia menyampaikan itu saat menghadiri malam Anugerah Istimewa Sekolah (AiSO) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayan Provinsi NTB,  di Gelanggang Olahraga, Selasa (02/05/23).

“Tidak boleh ada bulliying di sekolah,” tekan Wagub. 

Bangunan yang megah, tidak menjamin sebuah sekolah mampu menghadirkan lingkungan yang menyenangkan

Sekolah harus menjadi wadah yang baik untuk menuntut ilmu, itu berlaku untuk semua jenjang pendidikan.

BACA JUGA: Sekda NTB Hadiri Halal Bihalal Bersama Jajaran ASN Provinsi NTB

“Kepala sekolah yang sukses adalah pemimpin yang mampu menghadirkan lingkungan yang sehat, yang bersih dan mampu menjadikan sekolah sebagai rumah sendiri sebagai satu keluarga yang rukun,” kata Wagub. 

Yang tidak kalah penting, bagaimana supaya peserta didik untuk tidak putus sekolah. Karena angka lama sekolah menjadi pekerjaan rumah yang yang harus ditekan di Nusa Tenggara Barat.

“Merdeka belajar ini mengajarkan untuk menjadikan alam semesta ini sebagai sekolah. Untuk itu, lingkungan pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan NTB Gemilang,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.

BACA JUGA: Gubernur NTB Bang Zul Apresiasi Kolaborasi TNI/Polri

Pada malam puncak Anugerah Istimewa Sekolah (AiSO) tersebut, Kabupaten Lombok Timur keluar sebagai juara umum. *** 

 

 

 




Kontraktor Geram, Mau Segel Mobil Dinas Gubernur NTB

Mobil Dinas Gubernur NTB akan disegel kontraktor yang mengaku piutangnya tak kunjung dibayar Pemprov NTB 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Geram karena piutangnya tak segera dilunasi Pemprov NTB, sejumlah kontraktor sambangi Pendopo Gubernur NTB, Rabu (03/05/23).

Tujuannya bukan untuk audensi, tapi datang mau menggembok dan memasangi police line mobil dinas Gubernur NTB.

BACA JUGA: Pemprov NTB Berkomitmen Bayar Proyek Rekanan

Dua kontraktor yang tampak geram akan menyegel mobil dinas Gubernur NTB

Pasalnya, mereka geram lantaran sudah jenuh pada janji Gubernur NTB Zulkieflimansyah yang tak kunjung membayar utang proyek kepada para kontraktor di NTB. 

Mereka mendatangi Pendopo Gubernur NTB bertepatan dengan momen Halal Bihalal yang digelar Pemprov NTB.

Ahmad Amrullah bersama Rahamtullah Jayadi selaku kontraktor tiba di Pendopo Gubernur NTB sekira pukul 11.05 Wita. Kedatangan Amrullah lengkap membawa gembok dan police line.

Setibanya di Pendopo Gubernur NTB, Ahmad Amrullah dan kawan-kawan kemudian mencari mobil dinas milik Gubernur NTB. Namun sayang, mobil yang dimaksud tak ada di tempat. 

Setelah tak menemukan mobil dinas Gubernur NTB, mereka kemudian menyambangi Kantor (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah). Namun, di Kantor BPKAD mereka juga tidak menemukan Kepala BPKAD, Samsul Rizal.

“Saya tadi di Pendopo, saya mau gembok dan segel mobil dinas Gubernur. Giliran proyek selesai dan belum dia bayar, kok kontraktor saja yang disalahkan. Sekarang kita bereaksi,” kata Amrullah.

BACA JUGA: Wagub NTB Melarang Ada Bullying di Sekolah

Event-event internasional saja yang diurus, tapi soal kewajiban membayar utang ke kontraktor ini diam. Gubernur seharusnya mengayomi rakyat, jangan zalim. Fokus bayar utang saja. Saya mau gembol mobil dinas, ini kan dari pakak rakyat juga, hak kita,” imbuhnya. 

Amrullah menceritakan, pihaknya bersama sejumlah kontraktor beberapa waktu yang lalu telah mengingatkan Gubernur NTB Zulkieflimansyah, agar memprioritaskan untuk membayar utang kepada para kontraktor yang telah menyelesaikan pekerjaan. 

Namun, hingga hari ini, Amrullah mengaku belum ada kepastian yang diberikan Pemprov NTB kepada para kontraktor. 

Upaya menggembok dan menyegel mobil dinas Gubernur NTB dinilainya jadi langkah yang tepat. Sebab, selama ini aspirasi mereka tidak pernah digubris dan mendapatkan atensi serius. 

“Pemprov NTB ini terlalu banyak utang, banyak janji, dan kontraktor saja yang dizalimi. Saya mau gembok mobilnya, biar dia diam menyelesaikan utang. Saya mau menegakkan keadilan,” ujarnya. 

BACA JUGA: Sekda NTB Hadiri Halal Bihalal Jajaran ASN Pemprob NTB

Ia pun menyayangkan sikap Pemprov NTB yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mendiskreditkan kontraktor. Hal itu, kata Amrullah membuat kontraktor di NTB berang. Seharusnya, pihaknya menilai Pemprov NTB fokus saja untuk menyelesaikan utang dan berkomentar yang menyejukkan. 

Ia pun menantang Pemprov NTB untuk mendatangi Aparat Penegak Hukum (APH) sebagai pihak ketiga agar jelas duduk perkaranya.

“Kita sudah kerja sesuai proses, silakan dicek. Dari perencanaan, kami sudah ikuti aturan. Kami tidak kerja asal-asalan, sesuai prosedur. Kita tidak sebodoh yang mereka pikirkan kok. Mari kita ke APH, supaya clear. Supaya jelas benar dan salahnya. Kita kerja dengan kontrak dan perjanjian, ndak bisa kita saja yang disalahkan,” ujarnya. 

Amrullah berujar, dirinya tidak hanya mengerjakan paket yang sumbernya dari DPRD NTB, tetapi juga direktif milik Gubernur. 

Ia menegaskan, Gubernur NTB jangan berusaha menutup mata dan melempar persoalan ini menjadi hanya milik satu lembaga saja. 

“Saya ini kan tidak hanya mengerjakan pokir dari DPRD NTB, tetapi juga Direktif Gubernur. Ingat itu,” jelasnya

Ahmad Amrullah menekankan, jika dalam waktu dekat Pemprov NTB tidak segera membayar utang, maka pihaknya memastikan akan melakukan hal-hal lain lebih kongkret.

Gubernur NTB Salahkan Rekanan

Sebelumnya, Pemprov NTB tidak menampik belum bisa menyelesaikan utang ke rekanan atas program 2022 yang masih mencapai ratusan miliar tersebut. 

BACA JUGA: Pemprov NTB Peringati Empat Kegiatan Nasional 

Namun Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyindir utang tersebut timbul dikarenakan kebiasaan kontraktor yang mengerjakan proyek tanpa belum ada kejelasan alokasi anggaran untuk proyek tersebut.

“Ini jadi pelajaran. Kontraktor kita senang mengerjakan apa-apa padahal dananya belum keluar. Akhirnya minjam dulu, nalangain dulu,” sindir gubernur.

“Kita kebiasaan sering mengerjakan apa-apa lebih dahulu,” sambungnya.

Pemprov mengaku utang ditimbulkan juga akibat diterpa Covid-19. Dampak covid tersebut banyak anggaran yang harus direfocusing. 

Gubernur mengaku tidak ada yang menyangka dampak korona meruntuhkan pertumbuhan ekonomi daerah yang berakibat pada gangguan pembangunan.

“Nggak ada yang pernah menyangka covid datang,” katanya.

Refocusing anggaran oleh pemerintah demi menyelamatkan jiwa manusia. Tentu langkah itu sangat penting dilakukan pemerintah.

“Karena menyelamatkan jiwa manusia sangat penting,” ucap gubernur.

Namun demikian gubernur optimis utang tersebut bisa diselesaikan oleh OPD Pemprov.

“Insya Allah akan mampu dilunasi. Saya yakin OPD kita pasti diselesaikan,” ungkapnya.

Hal lain yang membuat kontraktor meradang adalah pernyataan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga anggota DPRD NTB Sambirang Ahmadi. 

Persoalan utang kepada kontraktor, kata Sambirang bagian daripada risiko bisnis.

BACA JUGA: Gubernur NTB, Bang Zul Apresiasi Kolaborasi TNI/Polri

“Yang ribut-ribut ini orang yang berbisnis proyek dengan pemerintah. Nah ini soal bayar yang tersendat itu sebetulnya masuk dalam risiko bisnis yang semestinya sudah diperhitungkan dengan matang,” ujar Sambirang.***

 

 




Skuad Lombok FC U-16 Jalani Training Camp di Bogor 

Gembleng skuad muda U-16, Lombok FC bersiap training camp di Barcelona, dua pemain muda asal Lombok ikut diboyong

MATARAM.LombokJournal.com ~ Lombok Football Club (Lombok FC) U-16 dari Pulau Lombok, bersama dua pemain muda asal Lombok bertolak menuju Jakarta, Selasa (02/05/23).

Tujuannya, untuk menjalani Training Camp selama tiga pekan di ISA SOCCER ACADEMY, Bogor, Jawa Barat.

Dua talenta muda Lombok FC tersebut adalah Januar Afandi dari Lombok Timur dan Galang Sultan Ridwana dari Lombok Barat. 

BACA JUGA: Lombok FC Rombak Total Mulai Skuad hingga Manajemen

Skuad Lombok FC akan latihan ke Bogor sebelum berangkat untuk training camp di Barcelona, Spanyol

Mereka merupakan dua pemain muda berbakat asal Pulau Lombok yang akan tergabung bersama 21 pemain Lombok FC U-16 lainnya, yang akan menjalani Training Camp di Barcelona, Spanyol.

President/CEO Lombok FC, Rannya Agustyra Kristiono menjelaskan, sebelum berangkat ke Barcelona, kedua pemain muda tsb telah terlebih dahulu bertemu dan meminta restu dengan Sekretaris Daerah NTB HL Gita Ariadi.

Selain itu juga bertemu dengan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah. Rannya mengemukakan, training camp di ISA SOCCER ACADEMY akan berlangsung selama tiga pekan.

“Training di ISA SOCCER ACADEMY akan dijalani 23 pemain Lombok FC U-16 mulai 4 Mei 2023 ini,” ungkap Rannya.

Selepas melaksanakan Training Camp di Bogor, Jawa Barat, seluruh skuad muda Lombok FC akan langsung bertolak ke Barcelona untuk menjalani training camp selama dua pekan di salah satu negara kiblat sepakbola dunia tersebut.

BACA JUGA: Gubernur NTB, Bang Zul Apresiasi Kolaborasi TNI/Polri

Training di Barcelona sendiri, merupakan salah satu gebrakan yang dilakukan Rannya, yang akan digelar di kota Salou, sebuah kota resort di Barcelona yang dikenal sebagai surga sepak bola bagi pemain-pemain muda. 

Di wilayah ini, terdapat Complex Esportiu Futbol Salou, yang merupakan kompleks pelatihan sepak bola terbesar di Eropa. 

Didalamnya ada 11 lapangan dengan dua diantaranya menggunakan rumput alami. Lalu enam lapangan menggunakan rumput sintetis. Dua lapangan menggunakan rumput hibrida, serta satu lapangan serbaguna.

Banyak tim top dunia menggunakan kompleks ini sebagai markas mereka untuk kamp pelatihan tim mereka sebelum berkompetisi pada sebuah Liga.

Di antaranyaTim Nasional Inggris U-17. Sementara dari Indonesia sendiri, Timnas U-19, pernah menggelar Training Camp di tempat ini.

Rannya menjelaskan, skuad muda Lombok FC akan berangkat pada tanggal 20 Mei 2023 yad, dan kembali sekitar 2 Juni 2023. 

Selanjutnya, sepulangnya di Tanah Air, skuad Lombok FC U-16 ini akan langsung mengikuti kompetisi Nusantara Cup atau Prabowo Subianto Cup. Kompetisi tingkat nasional ini, direncanakan akan mulai bergulir pada akhir Juni 2023.

BACA JUGA: Zakaria asal Kedindi akan Berlaga di SOWSG Berlin 2023

“Kalau kita mampu tembus di dua besar pada kompetisi Nusantara Cup nanti, skuad ini akan berkesempatan untuk dikirim ke Akademi Sepakbola terbaik di Qatar selama satu tahun. Memang tidak mudah, tapi kita harus coba, dan in syaa Allah, dengan semangat dan kerja keras, kita bisa dan akan sampai di titik itu. Bismillah,” tandas Rannya penuh semangat.

Saat keberangkatan ke Barcelona nanti, Rannya sendiri yang akan bertindak sebagai Manajer Tim dan akan mendampingi seluruh skuad selama berada di Spanyol.

“Keikut-sertaan dua talenta muda sepakbola NTB dalam training camp Lombok FC U-16 ke Barcelona ini adalah, realisasi dari komitmen Lombok FC untuk menjadi ladang yang subur bagi tumbuh dan berkembangnya para talenta sepakbola muda NTB agar sejajar dengan pesepakbola lain di Indonesia,” imbuh Rannya.

Dara yang kini sedang merampungkan studinya di Brunell University, London, Inggris ini mengemukakan, training camp di Barcelona ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi skuad muda Lombok FC untuk menggembleng dan mengasah kemampuan teknik dan taktik mereka. Karena itu, sudah menjadi tekad dan komitmen manajemen Lombok FC, untuk memastikan bahwa skuad muda mereka dapat digembleng di tempat yang tepat dengan fasilitas sepakbola terbaik.

Sementara itu, Chairman Lombok FC, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) menegaskan, selain memiliki tim senior yang sebentar lagi akan dipanggil TC di P. Lombok, manajemen Lombok FC juga fokus pada pengembangan pemain usia muda karena meyakini kalau langkah ini adalah salah satu cara terbaik untuk menghasilkan pesepakbola berkualitas.

Selain training camp di Barcelona, manajemen Lombok FC juga kini sedang menyiapkan berbagai planning untuk kebangkitan sepakbola NTB. 

HBK menjelaskan, bahwa pada bulan November 2023 yad, Lombok FC U-16 juga berencana akan mengirim 23 pemain mudanya untuk berlatih di Singapura. Khusus untuk training camp di Singapura ini, HBK berharap, ke 23 pemain yang akan dikirim tersebut, semuanya berasal dari NTB.

“Seleksi akan dimulai bulan Juni 2023, tepatnya setelah Rannya pulang dari Barcelona. Semua pemain ini nantinya, diharapkan akan menjadi pemain-pemain Lombok FC masa depan,” kata HBK.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menegaskan, seluruh planning yang telah dibuat manajemen Lombok FC tersebut, merupakan bagian dari rencana jangka panjang Lombok FC untuk membangun skuad pemain-pemain lokal dengan kemampuan terbaik atau nasional.

“Membawa para pemain muda kami berlatih di negara-negara yang memiliki tradisi sepakbola kelas dunia sangat penting untuk mengembangkan mental, fisik, dan keterampilan bermain mereka,” tandas HBK.

Dia pun yakin, seluruh skuad muda Lombok FC ini dapat langsung beradaptasidengan situasi dan kondisi barunya. Dengan begitu, keterampilan dan kemampuan mereka dapat berkembang secara signifikan selepas menjalani training camp.

BACA JUGA: Lombok FC akan Training Camp Dua Pekan di Barcelona

“Ketika pemain sepakbola berada di lingkungan yang lebih kompetitif, mereka akan termotivasi untuk mengasah mental, fisik, dan keterampilannya untuk terus bertahan di level yang lebih tinggi,” tandas HBK.(*)

 

 




Sekda NTB Hadiri Halal Bihalal Bersama Jajaran ASN Pemprov

Kegiatan halal bihalal berlangsung di lingkungan Pemprov NTB, dihadiri Gubernur dan Wagub, Sekda NTB serta Forkopimda NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sekretaris Daerah NTB, Lalu. Gita Ariadi mendampingi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah,  Wakil Gubernur, Hj. Rohmi Djalilah serta Forkopimda NTB, acara halal bihalal bersama jajaran ASN lingkup Pemprov NTB.

Kegiatan itu juga dihadiri ASN lingkup Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Provinsi NTB Peringati Empat Kegiatan Nasional

Sekda NTB mengatakan, halal bihalal penting untuk meningkatkan saling memahami
Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi

Miq Gita panggilan Sekda NTB didampingi istri, dalam halal bihalal yang berlangsung di ruang kerja Gubernur, Selasa (02/05/23) pagi.

Gubernur NTB yang akrab disapa Bang Zul juga didampingi istri Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah. 

Wakil Gubernur yang biasa disapa Ummi Rohmi, ikut menyambut kehadiran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) NTB.

Miq Gita sangat terkesan dengan Halal Bihalal yang dilakukan padi tadi.

BACA JUGA: Gubernur NTB Bang Zul Apresiasi Kolaborasi TNI/Polri

“Alhamdulilah, kita  bisa bertemu dan bersama dalam keadaan sehat wal-afiyat, ” ucapnya.

Ia mengtakan itu saat menyampaikan sambutannya di depan Gubernur, Wakil Gubernur, Istri Gubernur, Forkopimda juga para tamu undangan lainnya.

Menurut Miq Gita, pepatah mengatakan, tidak mungkin saling membantu tanpa saling memahami, dan tidak mungkin bisa saling memahami tanpa saling mengenal.

Pada moment Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah  yang dirangkaikan apel juga masih pada bulan Syawal 1444H, Sekda NTB bersama tamu undangan menjalin kehangatan dan keakraban.

Diharapkan, banyak kebaikan yang akan diperoleh NTB ke depan.

BACA JUGA: WNI Eksodan yang Terdampak Perang Saudara di Sudan

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan diakhiri dengan jamuan juga foto bersama.***