Partai Politik, Harus Mengutamakan Kepentingan Masyarakat

Bang Zul membuka Rapat Pimpinan Daerah (Papimda) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN)

MATARAM.LombokJournal.com ~ Partai Politik harus menjadikan kepentingan masyarakat yang utama untuk diperjuangkan, karena menjadi salah satu wadah penampung aspirasi masyarakan dan instrumen penting dalam membangun daerah. 

BACA JUGA: Dies Natalis AKOM, Gubernur NTB Umumkan Prodi Terbaru

Bang Zul membuka Rapimda Partai Kebangkitan Nusantara

Bang Zul sapaan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat membuka Rapat Pimpinan Daerah (Papimda) Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) di Mataram, Jumat (09/06/23).

Acara dirangkaikan dengan silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat khususnya di Pulau Lombok, beserta Eksekutf, Legislatif, Yudikatif, dan beberapa pimpinan Parai Politik, dengan tema “Merajut Kebersamaan Agar Tercipta Pemilu Damai 2024”.

BACA JUGA: Provinsi NTB Kembali Raih Predikat WTP ke 12

“Apapun partainya, kepentingan masyarakat harus menjadi yang utama,” ungkap 

Bang Zul juga mengaku optimis, PKN bisa menjadi partai besar dan bisa menjadi wakil rakyat yang baik. Hal tersebut, dapat dilihat dari pengalaman-pengalaman partai besar sebelumnya. 

“Berpartai ini membangun investasi panjang kepada masyarakat, kader partai harus menjadi penyambung lidah yang baik,” sambung Gubernur yangbiasa disapa Bang Zul itu.

Gubernur juga meminta agar PKN dapat menempatkan kader terbaik pada setiap daerah pemilihan (Dapil). 

BACA JUGA: Dampak Positif Program Kesehatan Anak UNICEF di NTB

“Pengabdiannya harus benar-benar diakui masyarakat,” kata Bang Zul. ***

 

 




Dampak Positif Program Kesehatan Anak UNICEF di NTB 

Program kerja sama dukungan UNICEF juga memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Labuapi

LOBAR.LombokJournal.com ~  Dukungan program United Nations Children’s Fund (UNICEF) atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Provinsi NTB, berdampak positif.  

Rohayati, Kepala Puskesmas Labuapi mengungkapkan, dampak positif yang dirasakan, yaitu tidak adanya kematian ibu dan bayi baru lahir selama dua tahun terakhir (2021-sekarang). 

BACA JUGA: Provinsi NTB Kembali Raih Predikat WTP ke 12

Hasil monitoring program kesehatan anak UNICEF memberi dampak positif

“Sehingga dampak positif yang kami rasakan adalah tidak adanya kematian ibu dan bayi baru lahir selama dua tahun terakhir (2021-sekarang) di wilayah kerja kami,” tutur Rohayati.

Ia menyampaikan itu saat saat menerima kunjungan monitoring dari Tim Pusat dan Provinsi di Puskesmas Labuapi, Rabu (07/06/23). 

Menurutnya, program kerja sama dukungan UNICEF juga memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Labuapi.

Pengembangan kualitas tenaga kesehatan dalam memantau kesehatan ibu dan bayi mengalami peningkatan yang sangat bagus. 

BACA JUGA: Data dan Mindset, Penting Dalam Penanggulangan Kemiskinan

Baik pembinaan, pengelolaan STBM, pemberian gizi pada anak termasuk bebas dari buang air besar sembarangan atau ODF.

Program kesehatan anak dari UNICEF untuk Provinsi NTB merupakan Program Kerja Sama Pemerintah Republik Indonesia dan UNICEF periode 2021-2025 tahun anggaran 2023.

Provinsi NTB merupakan salah satu dari delapan provinsi di Indonesia yang terpilih mendapatkan dukungan 

Dampak positif yang terjadi di Puskesmas Labuapi, Lombok Barat juga sesuai dengan hasil Monitoring Terpadu yang dilakukan Tim dari Kementerian /Lembaga dan UNICEF

Program tersebut memberikan dampak yang positif  bagi pengembangan dan pembangunan kesehatan anak di Provinsi NTB. 

Sehingga kasus kematian ibu dan anak terus mengalami penurunan yang signifikan.

Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) Program Kerja Sama RI-UNICEF dari  Bappenas, Inti Wikanestri mengungkapkan, kesehatan ibu dan anak menjadi program prioritas yang terus didorong oleh Presiden Jokowi. 

BACA JUGA: Sekda NTB Apresiasi Monitoring Terpadu dari UNICEF  

Tentu hal ini sangat selaras dengan dukungan program dari UNICEF yang memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu dan anak di provinsi NTB. 

Menurutnya, secara umum bahwa sinkronisasi pelaksanaan program kerja sama pusat dan daerah berjalan dengan baik.

“Sehingga kesehatan ibu dan anak meningkat. Terutama kolaborasi inovasi aplikasi pemantauan bayi baru lahir berbasis keluarga atau “Si Peka Bu Siska” Kabupaten Lombok Barat,” jelasnya.

Ia menyampaikan penjelasan itu di hadapan Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid beserta jajarannya saat melaporkan hasil monitoring di kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (07/06).

Penguatan program kesehatan anak dukungan UNICEF di kabupaten Lombok Barat tidak terlepas dari kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTB.

Melalui program Revitalisasi Posyandu menjadi posyandu keluarga, Pemprov NTB terus mewujudkan kesehatan ibu dan anak. Selain kesehatan ibu dan anak, juga melebarkan sayapnya dalam menangani kesehatan remaja dan lansia. 

Revitalisasi posyandu di NTB juga mendorong peran aktif kader Posyandu dan Kader PKK di seluruh kabupaten kota Se-NTB untuk melakukan pendampingan kepada ibu hamil dan melahirkan yang bermuara pada kesejahteraan keluarga yang bahagia. 

Kegiatan monitoring dilakukan sejak 06-09 Juni 2023. Usai melakukan Monitoring di beberapa fasilitas kesehatan, sekolah dan kantor desa di kabupaten Lombok Barat. Tim pusat, Unicef serta provinsi NTB akan melakukan monitoring di fasilitas, sekolah dan kantor desa di kabupaten Lombok Timur pada tanggal 08 Juni 2023. 

BACA JUGA: Data Kemiskinan di NTB Belum Sesuai dengan Kondisi Aktual

Kedua kabupaten tersebut merupakan perwakilan yang menjadi tujuan dari kegiatan monitoring program kerja sama pemerintah Provinsi NTB-UNICEF. ***

 

 




Sekda NTB Apresiasi Kegiatan Monitoring Terpadu dari UNICEF

Sekda NTB berharap  tiap kunjungan UNICEF di NTB terinspirasi untuk terus melakukan program untuk membantu NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~  Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi menyampaikan harapan agar tiap kunjungan ke Nusa Tenggara Barat, UNICEF untuk melakukan program membantu daerah NTB.

BACA JUGA: Data dan Mindset, Penting dalam Pengambilan Keputusan

Sekda NTB menyambut hangat kedatangan UNICEF dan Tim Pusat
Lalu Gita Ariadi

Hal itu disampaikan saat menyambut kedatangan Tim Pusat Nasional dan UNICEF. Kunjungan itu untuk agenda kegiatan Monitoring Terpadu Kementerian/Lembaga di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Selasa (06/06/23).

Monitoring yang dilakukan terkait program kerja sama Pemerintah RI-UNICEF Periode 2021-2025 Tahun Anggaran 2023. 

“Tentu kami mengapresiasi, menyambut baik kedatangan program-program yang telah diluncurkan oleh UNICEF di daerah kami, karena memang menjadi kebutuhan daerah kami,” jelas Miq Gite.

Pemprov NTB sangat berterimakasih atas dukungan dan kerjasama UNICEF yang selama ini sudah berlangsung.

BACA JUGA: RS Mandalika Tingkatkan Layanan Kesehatan di Masyarakat

“Kami sangat bersyukur di tengah keterbatasan, hadirnya UNICEF dan berbagai program nya meripakan dukungan yang sangat berarti. Program-program yang kita sinergikan diharapkan mengakselerasi penuntasan permasalahan yang berkaitan dengan program-program yang juga dijalankan di NTB,” lanjutnya.

Dalam visitasi ke dua kabupaten yakni Lombok Barat dan Lombok Timur, diharapkan pemkab memberikan data konkrit, bagaimana progres-progres selama ini, dan apa saja kendala-kendala yang dihadapi di lapangan.

“Kami pun berkepentingan dengan hasil-hasil visitasi besok untuk di diskusikan agar bagaimana efektivitas dari masalah-masalah yang kita hadapi untuk ke depan,” kata Sekda NTB.

BACA JUGA: Data Kemiskinan NTB Belum Sesuai Kondisi Aktual

Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV (SUPD IV) Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Ir. Zanariah, menyampaikan terimakasih atas sambutan yang hangat dari Pemprov NTB.. ***

 




Data dan Mindset, Penting Dalam Penanggulangan Kemiskinan

Wagub NTB sudah mengingatkan sejak 2019, data yang valid serta mindset penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Data dan mindset saling mempengaruhi dalam ipaya penanggulangan kemiskinan.

“Saya sudah ingatkan ini sejak 2019 tapi kok susah sekali memperbaikinya,” kata Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah di Hotel Lombok Raya, Selasa (06/06/23). 

BACA JUGA: Data Kemiskinan NTB Belum Sesuai Kondisi Aktual

Wagub NTB mengatakan, data dan mindset saling mempengaruhi dalam penanggulangan kemiskinan
Wagub Hj Sitti Rohmi

Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah menyampaikan itu saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi NTB dengan Tema “Perubahan Mindset Masyarakat dan Pendekatan  Sosial Dalam Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Nusa Tenggara Barat”

Ia menyebut Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang berkaitan mulai PKH (Program Keluarga Harapan) sampai Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.  

Menurutnya, sebanyak dan sebesar apapun anggaran serta program yang digelontorkan tidak akan mengubah angka kemiskinan NTB.

Data yang tidak sesuai by name by address akan membuat bantuan dan program salah sasaran, tegasnya. 

BACA JUGA: Bhakti Stunting di Pohgading, Bantuan Protein Hewani

Berkecukupan tetap dapat bantuan

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Wahyudin mengatakan, angka 176, 029 jiwa penduduk NTB kategori miskin ekstrim tersebut adalah hasil sensus registrasi sosial ekonomi (Regsosek) yang dilakukan BPS NTB tahun 2022 lalu. 

Namun merujuk kriteria dan konsep kemiskinan, ternyata hasil verifikasi lapangan menemukan kondisi tak sesuai. 

Di antaranya pendataan di tingkat desa dan kelurahan, yang menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran. Dan mindset masyarakat keliru tentang bantuan dan pelayanan sosial bagi masyarakat miskin. 

“Dari hasil Regsosek yang akan diumumkan akhir bulan ini sebenarnya ada penambahan lima persen angka kemiskinan dari 13,8 mendekati angka 19 persen. Kalau angka kemiskinan ekstrim bertambah dua persen,” jelas Wahyudin. 

Ia menguraikan, pemetaan desil satu sampai sepuluh yang menunjukkan tingkat kesejahteraan rumahtangga, desil enam  sampai sepuluh yang tergolong berkecukupan masih terdata. 

Dan mendapatkan bantuan, sedangkan desil satu terdapat pula rumahtangga miskin yang tidak memperoleh bantuan apa pun. 

BACA JUGA: Ekspor Vanili Organik ke AS tahun 2023 Meningkat

Diharapkan, perbaikan data dilakukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) kabupaten/ kota sampai tingkat RT, agar kemiskinan dan penanggulangannya dapat dilakukan secara tepat. ***

 

 




Data Kemiskinan NTB Belum Sesuai Kondisi Aktual

Menurut Wagub NTB, Ummi Rohmi rilis data kemiskinan NTB sebesar 13,8 persen belum sesuai dengan kondisi aktual 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Rilis angka kemiskinan NTB sebesar 13,8 persen belum sesuai dengan kondisi aktual masyarakat. 

Penegasan itu disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah, yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD). 

BACA JUGA: Mobilitas Penumpang Angkutan Laut dan Udara di NTB Meningkat

Wagub NTB yakin, data kemiskinan di NTB di bawah 10 persen

Menurutnya, melihat data kemiskinan dinilainya belum valid dan tidak by name by address. “Membuat data angka kemiskinan kita tidak sesuai dengan kondisi aktual,” teganya.  

Ia menyampoaikan itu dalam rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (06/06/23). 

Ummi Rohmi yakin angka kemiskinan NTB sesungguhnya berada dibawah 10 persen. Dikatakan, jika verifikasi dan validasi data kemiskinan harus segera diperbaiki.

BACA JUGA: Bhakti Stunting di Pohgading, Batuan Protein Hewan

Dan diingatkan, pola pikir yang mengandalkan dan mengharapkan bantuan sosial turut menyumbang angka kemiskinan. 

“Ini yang membuat angka  kemiskinan kita tidak turun turun bahkan naik. Padahal data yang benar menyumbang perbaikan angka kemiskinan sampai delapan persen,” tegasnya. 

Kepala Bappeda NTB, Iswandi mengatakan, progres verifikasi dan validasi data angka kemiskinan ekstrim disepakati sesuai dengan rilis data BPS NTB sebanyak 176.029 jiwa. Data ini berbeda dengan rilis data angka kemiskinan ekstrim dari Tim Nasional Percepatan  Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sebanyak 253.734 jiwa di NTB. 

“Rapat koordinasi ini akan menyepakati menggunakan data kemiskinan ekstrim dari BPS NTB, yang harus segera dilakukan verifikasi dan validasi data sesuai Inpres nomor 4 tahun 2022 agar target nol di 2024 tercapai,” ujarnya.

BACA JUGA: Gubernur NTB Berharap, Kebhinekaan di NTB Terjaga

Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh bupati/walikota se NTB, Kepala OPD terkait Pemprov NTB, pimpinan lembaga terkait dan para multipihak yang menangani kemiskinan ekstrim di NTB. ***

 

 




Mobilitas Penumpang Angkutan Laut dan Udara di NTB Meningkat

Berita Resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB menyampaikan, terjadi peningkatan mobilitas penumpang angkutan laut dan udara

MATARAM.LombokJournal.com ~ Mobilitas penumpang angkutan laut dan udara di Provinsi NTB mengalami peningkatan pada bulan April 2023.

BACA JUGA: Data Kemiskinan NTB Belum Sesuai Kondisi Aktual

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM menjelaskan itu saat menyampaikan Berita Resmi Statistik di aula Tambora BPS NTB, Senin (05/06/23). 

“Pada April 2023, mobilitas penumpang melalui angkutan laut di Provinsi NTB mengalami peningkatan baik secara bulanan mau pun tahunan,” jelasnya.

Jumlah penumpang angkutan laut datang  sebesar 69.827 orang, meningkat sebesar 21,18 persen dibanding Maret 2023, dan meningkat sebesar 219,72 persen dibanding April 2022.

Komoditas utama barang dibongkar pada April 2023 antara lain batubara, semen, pasir, dan BBM. Komoditas utama barang dimuat antara lain jagung, general cargo, pasir dan batu, serta batu split.

BACA JUGA: RS Mandalika Tingkatkan Layanan Kesehatan di Masyarakat

Di bulan April 2023, mobilitas penumpang melalui angkutan udara domestik di Provinsi NTB mengalami peningkatan dibanding April 2022. 

Jumlah penumpang datang sebesar 95.245 meningkat sebesar 25,32 persen dibanding April 2022. Jumlah penumpang berangkat sebesar 73.191, meningkat sebesar 29,59 persen dibanding April 2022.

Sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang, barang dibongkar dan barang dimuat melalui angkutan udara domestik pada April 2023 juga meningkat dibanding April 2022. Jumlah barang dibongkar meningkat sebesar 5,94 persen, sedangkan barang dimuat meningkat sebesar 236,58 persen.

BACA JUGA: NTB Segera Bangun Perusahaan Energi Terbarukan

Pada April 2023, jumlah penumpang datang melalui angkutan udara internasional di Provinsi NTB mengalami peningkatan sebesar 11,11 persen dibanding Maret 2023. ***

 

 




RS Mandalika Tingkatkan Layanan Kesehatan di Masyarakat 

Sekda NTB mengatakan, Pemprov NTB akan terus mengupgrade RS Mandalika, agar pelayanannya maksimal

MATARAM.LombokJournal.com ~ Keberadaan Rumah Sakit Mandalika di lingkar Destinasi Parisawa Super Prioritas (DPSP) Mandalika menjadi keharusan memiliki pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat. 

BACA JUGA: Bhakti Stunting di Desa Pohgading, Bantuan Protein Hewani

Penanda tanganan PKS antara RS Mandalika dengan BPJS Kesehatan

Salah satunya adanya pelayanan BPJS Kesehatan.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi menegaskan itu saat menghadiri Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Rumah Sakit  Mandalika Provinsi NTB dengan BPJS Kesehatan berlangsung di Ruang Rapat Sekda NTB, Senin (05/06/23).

“RS Mandalika ke depan akan menjadi atensi kami, keberadaannya di Epicentrum pariwisata, menyebabkan RS mandilka menjadi suatu hal yang penting, kolaborasi ini diharapkan menaikkan layanan kesehatan kepada seluruh masyarakat,” tutur Miq Gite sapaan Sekda.

Diungkapkan, Pemerintah Provinsi NTB akan terus mengupgrade kondisi RS Mandalika, sehingga pelayanannya semakin optimal.

BACA JUGA: Ekspor Vanili Organik ke AS tahun 2023 Meningkat

“Terimakasih kepada BPJS Cabang Selong sudah melakukan penilaian dan sebagainya, InsyaAllah kita melakukan PKS sebagai komitmen untuk menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat, kuantitas dan kualitas dari RS Mandalika terus meningkat,” ungkapnya.

Direktur RS Mandalika, dr. Oxy Tjahjo Wahjuni, Sp.EM menjelaskan, tujuan diadakannya kerjasama dengan BPJS Kesehatan, agar RS Mandalika mampu hadir sebagai penyedia layanan kesehatan di masyarakat luas di wilayah Lombok Tengah dan sekitarnya.

BACA JUGA: Lombok FC U-16 Juara Barcelona Football Festival 2023

“Kami laporkan juga, Kami sudah melalui proses audit dari BPJS kesehatan cukup ketat, Alhamdulillah teman – teman di RS Mandalika mampu memenuhi persyaratan dari BPJS kesehatan, sehingga pada hari ini melakukan PKS,” tuturnya. ***

 

 




Bhakti Stunting di Desa Pohgading, Bantuan Protein Hewani

Wagub NTB membuka Bhakti Stunting di Lombok Timur, mengungkapkan pentingnya upaya Kepala Desa menurunkan stunting

LOTIM.LombokJournal.com ~ Salah satu barometer kesuksesan Kepala Desa adalah keberhasilannya menurunkan angka stunting di desanya. 

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menekankan itu saat  membuka pelaksanaan Gerakan Bhakti Stunting dengan tema Intervensi Pemberian Protein Hewani (Telur) di Pohgading, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Minggu (05/06/23).    

BACA JUGA: Gubernur NTB Berharap Kebhinekaan NTB Terjaga

Wagub NTB menyerahkan bantuan di acara bhakti stunting

“Kades yang sukses adalah yang berhasil menurunkan stunting,” seru Ummi Rohni sapaan Wagub. 

Penurunan stunting sebagai barometer kesuksesan Kepala Desa merupakan kunci sukses pembangunan masa depan. 

Dijelaskan Ummi Rohmi, pembangunan infrastruktur memang penting, tetapi pembangunan sumber daya manusia tak kalah pentingnya. 

Dengan kita memerangi stunting saat ini, maka generasi sepuluh hingga duapuluh tahun yang akan datang menjadi lebih baik. 

BACA JUGA: Wujud Industrialisasi, Hasil Hutan Bukan Kayu

Kara Wagub, pengukuran tinggi dan berat badan harus dilakukan sesuai kenyataan. Kasus stunting bukanlah aib yang harus disembunyikan melainkan tantangan untuk dituntaskan sesegera mungkin. 

“Ukur sesuai dengan kenyataan,” himbau Wagub. 

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Iswandi menjelaskan, Bappeda NTB akan terus memantau 15 Desa yang ada di Kecamatan Pringgabaya selama tiga bulan ke depan. 

Bantuan berupa telur akan diberikan kepada kelompok sasaran berdasarkan data puskesmas setempat. 

Provinsi NTB melalui Bappeda akan bekerjasama dengan Pemkab Lotim untuk intervensi pemberian protein hewani berupa telur kedepannya. 

BACA JUGA: Ekspor Vanili Organik ke AS tahun 2023 Meningkat

“Semoga bhakti stunting di Kecamatan Pringgabaya ini bisa berjalan dengan lancar dan tepat sasaran,” katanya. *** 

 

 




Biografi Penyair yang Terangkum dalam Puisi

Menulis puisi bagi Agus K Saputra seperti menulis buku harian, tercatat biografi perjalanan yang sarat kerinduan, takjub, sedih, kenangan, sekaligus semangat berkarya

MATARAM.LombokJournal.com ~ Perayaan buku puisi ‘Januari di Kendari’ karya Agus K. Saputra berlangsung hari Kamis (01/06/23) malam, di Galery Taman Budaya NTB, Kota Mataram. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Berharap Kebhinekaan di NTB Terjaga

Biografi Agus K Saputra di Kendari dibahas

Agus K Saputra mengaku, 50 puisi yang terhimpun dalam buku itu itu didedikasikan untuk koleganya di Kendari, Sulawesi Tenggara. Sekitar setahun Agus bertugas di Kota Kendari, yang mengaku mengalami banyak peristiwa mengesankan. 

Ia bertemu teman-teman baru yang membuka banyak perspektif pemikiran baru, termasuk banyak bertemu seniman yang kemudian melecutnya berani terus berkarya.

Dalam acara yang dihadiri kalangan sastrawan dan banyak seniman Mataram lainnya, Agus tampak bersemangat sebagai penulis puisi. Meski ia tak punya pretensi menjadi penyair. 

Membaca 50 puisi Agus K. Saputra tergambar ‘biografi’ seseorang yang sarat kerinduan, takjub, sedih, kenangan, sekaligus semangat berkarya. Dalam buku kumpulan puisi ‘Januari di Kendari’ (87 hal, 2023), ditulisnya selama bertugas di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (2018-1019).

Menulis puisi bagi Agus, (barangkali) layaknya menulis catatan harian. Ia sudah ‘memuisi’ sehingga yang menyentuhnya dituangkannya dalam bahasa yang indah dan berirama untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan pengalamannya. Agus menggunakan imaji dan ritme yang unik untuk menciptakan efek emosional, dalam mengungkapkan pengalamannya selama di Kendari.

BACA JUGA: Ekspor Vanili Organik ke AS Tahun 2023 Meningkat

Maka puisi-puisi Agus yang ditulisnya di Kendari menggambarkan perjalanan emosional, spiritual, sekaligus introspektif. Penyair seringkali menggunakan imaji dan deskripsi untuk menggambarkan tempat-tempat yang dikunjungi, pemandangan alam, suara, aroma, dan kesan yang dirasakan selama perjalanan. 

Buku puisi yang jadi biogafdi Agus K Saputra
Buku Januari di Kendari

“….kata-kata (dalam puisi Agus, pen) sebagai aksentuasi pengalaman dan penghayatan,” tulis Syaifuddin Gani (Peneliti Brin) yang meninjau kumpulan puisi ini dalam tulisannya.   

Karena itu Syaifuddin menyebutnya sebagai buku kumpulan puisi rekaman jejak perjalanan. 

Pengalamannya bertemu keluarga nelayan di wilayah pesisir Kendari, ia ungkapkan dalam AYAH GAGAL MELAUT: 

Terasa kuat empatinya, menghayati derita keluarga nelayan: 

AYAH GAGAL MELAUT

malam ini tak ada ikan asap 

ayah gagal melaut

ketika batuk kembali menyergap 

napasnya tersengal-sengal 

 

di dapur ibu menjerang air 

dengan kayu bakar menipis 

seperti angin tak lagi menyapa 

peluhnya bercucuran tiada henti 

 

langit gelap 

hari semakin pengap 

menyoraki cerdik pandai bersenda gurau 

meninggalkan kami tanpa nasi 

 

laut bergemuruh 

mencari tempat menumpahkan amarah 

seperti petir siang bolong 

menusuk gendang telinga 

 

bumi pertiwi menangis 

dengan air mata darah 

suaranya semakin lemah 

bangkitlah bangkitlah 

Malalanda-Ereke, 11 November 2018 

Agus memang beruntung, punya kesempatan menempuh perjalanan di banyak tempat. Setelah di Kendari (Sulawesi Tenggara), kemudian ia menjelajah di Sulawesi Selatan. Dan sejak pertengahan 2023 bertugas di Area Lampung, Provinsi Lampung, sebagai Deputi Bisnis/Vice President PT Pegadaian, Kantor Wilayah Palembang 

Memang Agus bisa dibilang jenis manusia yang langka, dalam posisinya sebaga Deputi Bisnisi PT Pegadaian, telah menerbitkan 6 buku kumpulan puisi, yaitu Kujadikan Ia Embun (Halaman Indonesia, 2017), Menunggu di Atapupu (Halaman Indonesia, 2018), Sepucuk Surat dan Kisah Masa Kecil (Halaman Indonesia, 2020), Bermain di Pasar Ampenan (Halaman Indonesia, 2021), dan Mencari Rumah Sembunyi (Halaman Indonesia, 2022). Dan yang keenam adalah Januari di Kendari (Halaman Indonesia, 2023).

BACA JUGA: Gotong Royong Bhakti Stunting di Lombok Timur

Salah seorang pembicara meninjau puisi-puisi Agus, adalah sutradara teater di Mataram, Kongso Sukoco, yang mengungkapkan pendekatan ‘psikobiografi’. Pendekatan ini menginterpretasikan puisi JANUARI DI KENDARI sebagai pengalaman penyair dalam perspektif psikologi, berdasarkan sumber informasi yang ditemukan dalam puisi. 

JANUARI DI KENDARI

hujan membawa sakitnya melangkah 

mendapati selembar cerita 

terpanah hati menjadi rintik 

 

dingin mengembara ke langit biru

 menyapa mentari hinggap di bibir 

merekah bersama sebaris senyum 

 

angin kini mengalir sendiri 

membasahi setiap langkah 

menepikan kepedihan 

 

hingga api membara 

membawa jalan bahagia 

januari di kendari 

Kendari, 13 Januari 2019

 

Nada dasar puisi di atas menggambarkan pengalaman dan perasaan kesedihan (sekaligus cahaya kebahagiaan) yang sangat personal. Kalau itu menggambarkan pengalaman subyektif penyair, itu bisa dipahami. 

Karena Agus yang sebenarnya selalu ‘rindu keluarga’ itu harus bertugas di tempat yang jauh dari keluarga. Itu berlangsung simultan. Itu bisa ‘beresiko’ secara emosional.

BACA JUGA: NTB Segera Bangun Perusahaan Energi Terbarukan

Perayaan buku JANUARI DI KENDARI mendapat perhatian luas kalangan seniman di Lombok, termasuk dari Kepala Kantor Bahasa NTB, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum, Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB, Dwi Sudarsono SH, Kepala Taman Budaya NTB, Sabarudin, S.Sastra, dan sutradara film, Adi Pranajaya Ratsu, serta penyair Kiki Sulistio. ***

 

 

 

 




Gubernur NTB Berharap Kebhinekaan di NTB Terjaga

Bang Zul sapaan Gubernur NTB menyampaikan pesan, perlunya menjaga kerukunan sesama menjadi prioritas, 

KLU.LombokJournal.com ~ Kebhinekaan yang sudah berdiri harus terus dipupuk, jangan sampai beda pilihan ataupun beda partai politik berakhir perpecahan, dan menghalangi tumbuhnya rasa kasih sayang antar sesama.

BACA JUGA: Wagub NTB Berangkat Haji, “Semoga Menjadi Haji Mabrur”

Pesan Gubernur NTB, masyarakat diminta jaga kebhinekaan
Gubernur Zulkieflimansyah

Semua elemen masyarakat harus tetap menciptakan ketenangan dan kerhamonisan di bumi NTB.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat meghadiri acara Pujawali Pura Manik Sari di Batu Beleq Lombok utara, Sabtu (03/06/23).

Bang Zul menyampaikan, tempat ibadah (Pure) sejatinya merupakan tempat suci untuk melakukan pemujaan menjernihkan pikiran dan jiwa. Kemudian menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang kepada sesama serta yang maha kuasa.

“Kerukunan antar sesama harus menjadi prioritas, jangan sampai beda pilihan atau partai menghalangi tumbuhnya rasa kepedulian antar sesama,” jelas Bang Zul.

BACA JUGA: Wujud Program Industrialisasi, Hasil Hutan Bukan Kayu

Senada pesan Bang Zul, Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI ) Provinsi NTB Ida Made Santi Adnaya menghimbau, agar menjelang pesta demokrasi ini tetap menjaga ketertiban terlebih hal tersebut sudah anjuran dari sang Hyang Widi Wase.

“Sebagai umat Hindu Dharma yang baik, jadilah contoh sebagai garda terdepan dalam membingkai kerukunan dengan cara menjaga ketertiban,” ungkap Made 

BACA JUGA: Gotong Royong Bhakti Stunting di Lombok Timur

Selanjutnya di akhir acara Gubernur Bang Zul didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov NTB, Kepala Biro Kesra Setda NTB, Ketua PHDI NTB serta tokoh umat hindu meresmikan secara langsung Pura Maniksari Batu Beleq Pusuk. ***