BPD dan Pemdes Musyawarah Pemindahan Kantor Desa Jenggala

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama Pemerintah Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara menyelenggarakan musyawarah desa (Musdes) khusus  bertempat di Aula Kanfor Desa Jenggala, Rabu (09/06/21).

Pembahasan musdes itu terkait rencana pemindahan Kantor Desa yang lama ke tempat yang baru.

Seiring perjalanan waktu serta perkembangan kegiatan pemerintahan di desa, lokasi Kantor Desa Jenggala terkesan makin menyempit, di pihak lain ada peningkatan pelayanan masyarakat.

Ditambah pemukiman penduduk yang makin padat, saat ini Kantor Desa kelihatan makin mepet dengan badan jalan raya utama Tanjung-Bayan.

BACA JUGA: Bank NTB Syariah bersama GPLI, MoU Sejaterakan Nelayan Lobster

Kepala Desa Jenggala, Fahrudin,S.Pd mengungkapkan, karyawan di Kantor Desa tidak bisa bekerja dengan baik. Sebab konsentrasi mereka terganggu dengan kebisingan kendaraan yang makin padat.

Letak Kantor Desa yang mepet dengan jalan raya utama seperti itu, juga membahayakan warga masyarakat yang hendak mengurus keperluan administrasi ke desa.

Fahrudin lebih jauh menjelaskan, untuk penambahan ruangan perangkat desa juga terbatas.

Kondisi ruang kerja kantor saat ini tidak mendukung khususnya ruang kerja lembaga desa, karena tidak ada halaman. Saat perangkat desa mengadakan kegiatan terkait program pembangunan desa, ruangan sangat terbatas dan kurang mendukung.

“Kita kesulitan tempat pakir, dan warga harus memarkir kendaraannya di badan jalan raya. Ini sudah pasti membahayakan pengguna jalan. Selain ruangan tidak memadai, genangan air di saat hujan dan banjir mengganggu aktifitas hingga bekerja tidak maksimal,” tutur Fahrudin.

Karena itu, Pemerintah Desa Jenggala dan BPD melakukan Musdes khusus dengan Kepala Dusun, lembaga-lembaga desa, perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda untuk membahas wacana pemindahan Kantor Desa Jenggala.

Dari Hasil Musyawarah semua peserta sepakat untuk pemindahan Kantor Desa Jenggala yang lokasi saat ini berada di RT 06 Panon Kebon Tanak Song Lauk,  Desa Jenggala, Kecamatan Tqnjung.

BACA JUGA: M16: Masker Medis Masih Mahal, Pemerintah Harus Terapkan HET

Tujuan pemindahan tidak lain untuk memberikan pelayanan yang maksimal Kepada Masyarakat, terang Fahrudin.

@ng




Wagub NTB: Penyelenggaraan Pemerintahan NTB Optimal

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd., menyampaikan pidato penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB di Gedung DPRD Provinsi NTB, Selasa (08/06/21).

Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah

Ummi Rohmi mengatakan, berdasarkan uraian yang sampaikan pada Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi NTB TA. 2020, dapat disimpulkan,  penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan berjalan optimal.

Hal itu disampaikan Wagub di depan Ketua DPRD Hj. Baiq Isvie Rupaeda, S.H., M.H dan anggota DPRD Provinsi NTB,

BACA JUGA: Pasien Covid-19 di NTB, Selasa, 37 Orang Positif

Diakui, masih terdapat kekurangan dan kendala yang dihadapi. Apalagi di akhir bulan Desember 2019 dan awal 2020, daerah maupun negara dan bahkan dunia dilanda wabah pandemi Covid-19.

Pandemi membawa berbagai dampak, terutama terjadinya pelemahan ekonomi.

“Untuk itu, perlu kerja keras dan kerjasama aktif semua pihak agar dapat mengatasi segala dampak yang terjadi dan mempertahankan capaian-capaian yang postif yang telah diraih,” jelas Ummi Rohmi sapaan Wagub.

Ke depan evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan. Meningkatkan hubungan kemitraan yang telah baik selama ini, khususnya antara eksekutif dan legislatif serta unsur lainnya.

Selain itu, dukungan, masukan dan pemikiran-pemikiran yang konstruktif dari seluruh anggota dewan, elemen masyarakat, disertai kerjasama yang sinergis dan proporsional, serta saling memahami tugas dan fungsi masing-masing.

”Insya Allah, program dan kegiatan yang belum optimal penanganannya di tahun 2020, akan dilaksanakan secara optimal dalam tahun 2021 ini dan tahun-tahun yang akan datang,” tutup Wagub.

BACA JUGA: Kadiskominfotik: Waspada Akun Palsu Wakil Gubernur NTB

Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB, dihadiri para wakil Ketua, anggota DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan, Sekretaris Daerah, para Asisten, kepala OPD lingkup Pemrov. NTB, serta TNI dan Polri dan insan media.

diskominfotik_ntb




Pasien Covid-19 di NTB, Selasa, 37 Orang Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Dari pemeriksaan 339 sampel di laboratorium di Nusa Tenggara Barat (NTB), terkonfirmasi pasien positif Covid-19 bertambah sebanyak 37 orang.

Hasil pemeriksaan 339 sampel itu dengan 301  sampel negatif, 1 positif ulangan, dan 37  sampel kasus baru positif Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release, hari Selasa (09/06/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR  Prodia, Laboratorium PCR RSAD Wirabhakti, Laboratorium PCR Labkesda Banyuwangi dan Laboratorium Antigen

BACA JUGA: Kadiskominfotik: Waspada Akun Palsu Wakil Gubernur NTB

Meski pasien positif Covid-19 bertambah 37 orang, namun juga terdapat 30 penambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19.

“Hari ini tidak terdapat penambahan kasus kematian baru,” kata Lalu Gita melalui press releasenya.

Adanya tambahan 37 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 30 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari Selasa (08/06) sebanyak 13.805 orang.

Rinciannya, 12.649 orang sudah sembuh, 610 meninggal dunia, serta 546 orang masih positif.

Dijelaskan, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, jelas Lalu Gita.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.297 orang dengan perincian169 orang (0,8%) masih dalam isolasi, 30 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.098 orang (99%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.798 orang, terdiri dari 2.637 orang (3%) masih dalam
karantina dan 86.161 orang (97%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.456 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.064 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.392 orang (99,1%).

BACA JUGA: Kunjungi Santong, Geopark Rinjani Agendakan Pelatihan Wisata

“Bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu
saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” harap Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




Kunjungi Santong, Geopark Rinjani Agendakan Pelatihan Wisata

KAYANGAN.lombokjournal.com

Manager Pemberdayaan Masyarakat Geopark Rinjani, Fathul Rahman menjelaskan, untuk mengangkat potensi wisatanya, wilayah Kecamatan Kayangan masih perlu banyak pembenahan.

“Secara administratif seluruh daerah Kabupaten Lombok Utara adalah bagian dari Geopark RInjani. Kayangan adalah geosite yang memiliki potensi air terjun dan budaya. Namun dibandingkan dengan gosite daerah lain, hanya Kayangan ini yang belum memiliki petunjuk untuk wisatanya,” ujar Fathul di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Selasa (08/06/21).

Hal itu dikatakan Fathul Rakman dari pihak Geopark Rinjani dalam kunjungan rutin ke daerah-daerah dengan potensi wisata yang belum terkelola dengan baik.

BACA JUGA: Bupati Letakkan Batu Pertama Gedung Club Baca Perempuan

Salah satunya di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, yang masih sangat membutuhkan perhatian di bidang pemberdayaan SDM maupun pengelolaan lokasi wisata.

Kunjungan pihak Geopark Rinjani di Kayangan kali ini, difokuskan pada pengenalan tentang Geopark Rinjani, agenda kegiatan, juga tentang pentingnya pengelolaan wisata yang baik dan profesional.

Geopark Rinjani pada saat kunjungan di Desa Santong, Kecamatan Kayangan menjelaskan, potensi wisata di daerah Kayangan mulai dari Desa Kayangan, Gumantar, hingga Desa Santong sangat memungkinkan untuk bisa mengangkat eksistensi wisata sekaligus perekonomian masyarakat.

Kunjungan pihak Geopark Rinjani juga bertujuan untuk mengenalkan tentang geopark pada tiap element masyarakat maupun elemen kepemudaan.

Harapannya, ada masukan-masukan terkait apa saja yang perlu dibenahi untuk meningkatkan potensi wisata yang ada di daerah Kayangan.

Pihak Geopark Rinjani berkeinginan  memprioritaskan potensi wisata di daerah Kecamatan Kayangan. Agar bisa terkelola dengan baik oleh POKDARWIS, maupun elemen kepemudaan di tiap titik wisata yang ada di Kecamatan Kayangan.

Setelah kunjungan kali ini, segera akan dilakukan tahap pemberdayaan SDM untuk pengelolaan daerah wisata di daerah Kayangan.

Kunjungan kali ini dalam rangka sosialisasi, yang akan ditindaklanjuti dengan agenda pelatihan maupun kegiatan terkait pariwisata. Dan akan melibatkan elemen kepemudaan di tiap daerah wisata di Kecamatan Kayangan.

Kunjungan pihak Geopark Rinjani di Desa Santong, Selasa (08/06/21) dihadiri beberapa elemen kepemudaan. Mulai Karang Taruna Desa Santong, komunitas pemuda Desa Santong, Gabungan Pecinta Alam (GPA) Santong.

Pihak Geopark Rinjani menyampaikan, peran pemuda dalam meningkatkan potensi wisata perlu dikembangkan dan lebih disupport, baik dari Pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah.

Tujuannya, terbentuknya daerah wisata yang tertata dengan baik dan pengelolaan yang profesional.

BACA JUGA: UMKM NTB Harus Digembleng Jelang MotoGP

Dan pihak Geopark Rinjani berharap agar komunitas kepemudaan dan lainnya memberikan masukan dan informasi, terkait pengelolaan wisata yang pernah dilakukan.

“Selain untuk mengetahui setiap kendala yang ada, kami juga berharap agar nanti setiap objek wisata dapat dikelola oleh masyarakat atau pemuda daerah tersebut, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan pemuda di tiap daerah wisata.” kata Fathul

Han




Bupati Letakkan Batu Pertama Gedung Club Baca Perempuan

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH melakukan peletakan batu pertama Club Baca Perempuan dan Sekolah PAUD Alam Anak Negeri, di Jambi Anom, Senin (07/06/21)

Dalam sambutannya Bupati Djohan Sjamsu menyampaikan, pembangunan Gedung Club Baca Perempuan dan Sekolah PAUD Alam Anak Negeri menelan biaya berkisar 10 miliar rupiah dari bantuan pusat.

“Saya hadir di sini senada dengan yang saya lakukan hari ini, anak belajar interaksi dengan alam sebagai anak negeri yang disponsori oleh Lembaga Club Baca Perempuan, maka kepadanya saya berterima kasih sebagai Kepala Daerah,” tuturnya.

BACA JUGA: Moeldoko: Pembangunan Pengembanan BIZAM Berjalan Lancar

Dikatakan Bupati Djohan, pendidikan PAUD berperan penting mengisi relung hati anak bangsa sejak dini dan memperkenalkannya dengan alam sekitar.

Disamping itu pula, perlu dikhawatirkan imbas perkembangan teknologi yang begitu cepat, walaupun di sisi lain memberi manfaat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas inisiasi dan partisipasi mendirikan gedung TK PAUD Anak Negeri untuk geliat membaca karena adanya fenomena kurangnya minat baca,” imbuhnya.

Bupati berharap, adanya Club Baca Perempuan dan Sekolah PAUD Alam Anak Negeri, dapat menjadi semangat baru bagi anak-anak melakukan kegiatan membaca dan cinta membaca.

Menurut bupati dua periode ini, keberadaan yayasan cukup membantu pada saat situasi pendapatan daerah menurun drastis akibat Covid-19 di Lombok Utara.

Selain itu, lokasi pendirian gedung tersebut representatif dengan kondisi alam yang terbuka. Namun demikian, akses jalan menuju lokasi perlu menjadi perhatian Pemda KLU.

“Belum banyak yang bisa kita perbuat tahun ini, karena kondisi keuangan daerah yang belum mampu akibat Covid-19,” tandasnya.

Dijelaskan pula, masih banyak persoalan daerah yang belum diselesaikan seperti belum dibangunnya Kantor Bupati dam Gedung DPRD.

Pihaknya optimis, sedikit demi sedikit permasalahan daerah akan dibenahi, dan dibangun agar pada saatnya seluruh komponen daerah mampu berkiprah membangun Lombok Utara.

“Mari kita utuh bersatu bangun dari keterpurukan, insya Allah Pemda tidak menutup mata terhadap kegiatan yang dilakukan oleh ibu-ibu yang banyak bergerak dalam bidang pendidikan, untuk tumbuh kembangnya minat baca anak bangsa di daerah kita,” urainya.

Dituturkannya, amaliah yayasan mencerdaskan anak bangsa melalui PAUD Alam Anak Negeri dan club baca memiliki banyak makna untuk kemajuan pendidikan Lombok Utara pada masa yang akan datang.

Sementara itu, Nursida Syam SS mengingatkan, usia Club Baca Perempuan telah memasuki 14 tahun.

Namun kesediaan Bupati Lombok Utara bersama-sama menyaksikan dan meletakkan batu pertama Sekretariat Bersama (Sekber) Club Baca Perempuan dan Gedung PAUD Anak Negeri tersebut.

“Gedung ini sumbangsih atau tali kasih dari salah seorang kawan jauh dari Prancis. Dia saudara kami, sahabat kami kakanda Irwan, beliaulah yang kemudian mendatangkan rezeki besar untuk Club Baca Perempuan. Kami juga berharap ini menjadi aset bersama untuk Lombok Utara ke depan,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Nursida Syam menyampaikan terima kasih yang tulus atas kehadiran Bupati Lombok Utara meluangkan waktu sekaligus menyempatkan diri hadir.

“Kami harapkan nanti pada pertemuan selanjutnya bisa hadir untuk meresmikan gedung ini agar dapat memberi manfaat” tutupnya.

BACA JUGA: Wabup KLU: Bangunan ACT di Gondang Harus Dibongkar

Acara dilanjutkan dengan dengan prosesi peletakan batu pertama kemudian foto bersama dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Hadir saat itu Bunda PAUD Lombok Utara Hj. Galuh Djohan Sjamsu, Ketua Lembaga Club Baca Perempuan Nursida Syam SS, unsur Camat Tanjung serta tokoh masyarakat setempat.

wld




Pasien Covid-19 di NTB, Senin, Melonjak 53 Positif

MATARAM.lombokjournal.com

Hasil pemeriksaan laboratorium di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 355 sampel, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 53 orang.

Lengkapnya, dari 355 sampel dengan 297 sampel negatif, 5 positif ulangan, dan 53 kasus baru positif Covid-19.

Update Covid-19 itu disampaikan Sekretaris Daerah Selaku Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si melalui press release pada media, hari Senin (07/08/21).

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium PCR dan TCM RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Laboratorium PCR RS Universitas Mataram, Laboratorium PCR STP Sumbawa, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium PCR Selong, Laboratorium PCR Prodia, dan Laboratorium Antigen.

Lalu Gita mengatakan, hari ini terdapat 30 orang yang dinyatakan selesai isolasi dan sembuh dari Covid-19.

Namun hari ini terdapat kasus kematian karena Covid-19.

“Hari ini terdapat 2 penambahan kasus kematian baru,” ujar Lalu Gita Ariadi melalui press releasenya.

Dengan adanya tambahan 53 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 30 tambahan sembuh baru, dan 2 kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid19 di Provinsi NTB sampai hari Senin (07/06/21) sebanyak 13.768 orang.

Rinciannya, 12.619 orang sudah sembuh, 610 meninggal dunia, serta 539 orang masih positif.

Dijelaskan, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Kasus Suspek sebanyak 20.295 orang. Rinciannya, 185 orang (0,9%) masih dalam isolasi, 30 orang (0,1%) masih berstatus probable, 20.080 orang (98,9%) sudah discarded.

Jumlah Kontak Erat yaitu orang yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 88.760 orang, terdiri dari 2.814 orang (3,2%) masih dalam
karantina dan 85.946 orang (96,8%) selesai karantina.

Sedangkan Pelaku Perjalanan yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 116.449 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 1.057 orang (0,9%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 115.392 orang (99,1%).

“Diharapkan bagi penyintas Covid-19 (orang yang sembuh dari Covid-19) untuk ikut serta membantu saudara kita yang masih berjuang melawan Covid-19 dengan mendonorkan plasma darahnya (Donor Plasma Konvalesen) di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat,” pinta Lalu Gita Ariadi.

Rr

Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemi Covid-19 NTB di nomor 0818 0211 8119.




NTB CARE Jawab Tuntas Aspirasi dan Aduan Masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com

Sejak awal kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Bang Zul dan Ummi Rohmi, persoalan komunikasi antara pimpinan dan masyarakatnya menjadi atensi serius, dan dilaksanakan secara lugas, tuntas dan berkesinambungan.

Hal tersebut coba dijawab dengan program inovasi NTB Care.

“NTB Care merupakan jawaban pasti atas kerisauan ataupun kebingungan masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti,” ungkap Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.

BACA JUGA: Wagub NTB Serukan Dukungan untuk Palestina

Wagub mengatakannya dalam silaturrahminya dengan pejabat Struktural lingkup Diskominfotik NTB di Aula Pendopo Wagub NTB, Senin (07/06/21).

Ummi Rohmi memberi contoh, masalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di luar negeri, dapat dengan mudah mengadu melalui Aplikasi NTB Care.

“Kita ingin masyarakat NTB mengkomunikasikan segala sesuatunya dengan lugas ke Gubernur dan Wagubnya. Itulah kenapa ada NTB Care,” ujar wagub perempuan pertama NTB itu.

Ummi Rohmi menjelaskan, NTB Care diminta untuk dapat merespon aduan dan keluhan masyarakat secara lugas.

Untuk mewujudkannya, dibutuhkan kolaborasi yang luar biasa bagusnya dengan semua pihak.

Dikatakannya, kerja sama yang baik dapat dilakukan dengan 10 kabupaten/kota se-NTB. Kerjasama ini harus tersistem dengan baik. Ia tidak bersifat incidental, namun ada ada sistem yang berjalan.

“Ini harus dibac-up sejak awal sehingga sistem ini semakin cantik, bagus, simple, tajam dan akurat. Apa yang sudah dan tengah dilakukan oleh Diskominfotik sudah on the right track dimana semua informasi tersebut berbasis FB, Instagram dan lainnya, sehingga akses ini betul-betul terbuka lebar. Tidak ada lagi tembok bagi masyarakat NTB itu untuk berkomunikasi dengan pimpinanya,” tutur Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi mengingatkan, penyempurnaan sistem haruslah terus-menerus dilakukan.

Tidak hanya hanya dari canggihnya sistem tapi bagaimana cepatnya respon dari Pemprov atau pihak-pihak terkait (OPD) atas keluhan masyarakat tersebut.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Finansial

Kalau hanya sekedar kita siapkan sistem yang canggih tetapi secara real responnya tidak jalan itu tak ada artinya.

“Ini butuh evaluasi yang betul-betul baik dan Diskominfotik harus berkerjasama dengan OPD lainnya seperti yang diaspirasikan dalam NTB Care itu sendiri,” ingat Wagub.

herikp

@diskominfotik




Progres Sirkuit Mandalika 77 Persen, Muldoko: Tak ada Hambatan

LOTENG.lombokjournal.com

Menyambut event Internasional MotoGP, pengerjaan sirkuit Mandalika terus dikebut.

Hingga hari Senin (07/06/21) proses pembangunannya telah rampung hingga 77 persen.

“Semuanya sudah berjalan dengan baik, alhamdulillah tidak ada hambatan,” jelas Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P., didampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkiefimansyah, SE., M.Sc., dan Kapolda NTB Irjen Pol. M. Ikbal, SIK.

Ditegaskannya, progres pembangunan sirkuit  secara tahapan tidak ditemukan permasalahan yang berarti. Termasuk isu-isu pembebasan lahan juga tertangani dengan baik.

BACA JUGA: Pembangunan Pengembangan Bizam Mandalikan Berjalan Lancar

“Saya senang, setelah mengelilingi sirkuit, prinsipnya sesuai on schedule,” kata Muldoko yang juga didampingi Direktur ITDC Abdulbar M. Mansoer dan Chief Strategic dan Communication Mandalika Grand Prix Associatio (MGPA) Happy Harianto.

Hanya ada pemunduran jadwal, yang semula direncanakan pada bulan November 2021, menjadi bulan Maret 2022.

Ditambahkan Guberbur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., mundurnya jadwal MotoGP ini diakibatkan oleh keadaan dan situasi pandemi Covid-19.

“Ini lebih karena keadaan atau situasi bukan kendala teknis dan keinginan kita,” sambung Doktor Zul di tikungan 10 sirkuit saat berkeliling melihat progres pembangunan.

Namun sebelum pelaksanaan MotoGP, pada bulan November tanggal 12-14 November akan digelar seri World Superbike, sebagai penutup WSBK 2021.

BACA JUGA: Wagub NTB Serukan Dukungan Untuk Palestina

“Ajang ini gak kalah bergengsinya,” tutup Gubernur Zul.

edy

@diskominfotik_ntb




Bupati dan Wabup Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Lombok Utara

GANGGA.lombokjournal.com

pada era digital minat baca kurang terlebih anak-anak lebih seneng dengan handphone. Diharapkan, berdirinya gedung perpustakaan ini, minat baca akan timbul kembali.

Bupati Djohan menyampaikan, pada era digital minat baca kurang terlebih anak-anak lebih seneng dengan handphone. Diharapkan, berdirinya gedung perpustakaan ini, minat baca akan timbul kembali.

“Pengetahuan akan kita peroleh dari gemar membaca. Banyak hal yang bisa kita peroleh dari membaca. Sebagai langkah awal, kita mulai membangun pada tahun 2021. Pemda berterima kasih atas bantuan pemerintah pusat berupa gedung perpustakaan. Adapun lokasinya, kita tempatkan di pinggir jalan agar banyak pihak yang bisa masuk ke perpustakaan,” tuturnya.

BACA JUGA: Bupati Djohan Singgung Pembangunan Kantor Bupati

Gedung Perpustakaan yang berlantai dua tersebut, dilengkapi dengan buku yang bisa dibaca oleh anak-anak dan semua masyarakat yang ada di Lombok utara.

Menurut bupati, gemar membaca ini harus ditumbuh kembangkan, terutama pada kalangan anak-anak kita. Dengan perkembangan teknologi sekarang, kelihatannya gemar membaca ini sudah menghilang.

“Adanya gedung dan tempat ini bisa jadi daya tarik minat baca,” katanya.

Menurut Bupati Djohan, terkait sumber daya manusia yang dimiliki Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang masih kurang, perlu untuk ditambah.

Mengingat penting perannya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui program gemar membaca.

“Saya yakin dan percaya mudah-mudahan dengan kita mendirikan gedung perpustakaan ini, minat baca kita semua anak-anak dan masyarakat akan tumbuh kembali sehingga banyak ilmu yang bisa diperoleh dari gemar membaca,” imbuhnya.

Selain itu pula Bupati Djohan menyampaikan jika ada pembangunan yang melibatkan tenaga pertukangan, supaya memanfaatkan tenaga kerja lokal.

BACA JUGA: Wabup Danny: Bangunan ACT di Gondang Harus Dibongkar

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ir Lalu Mustain MM, dalam laporannya menyampaikan berkat perjuangan panjang, akhirnya bisa melakukan pembangunan gedung perpustakaan dengan nilai berkisar 10 miliar yang berasal dari bantuan pemerintah pusat.

“Awalnya kita mau bangun di Tanjung, namun karena tempat dan aksesnya jauh sehingga dipertimbangkan kembali dan akhirnya Gangga yang dulunya sebagai eks Gedung Serbaguna dan Kantor PKK. Tempatnya strategis tepat pinggir jalan,” tandasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Peletakan Batu Pertama dan dilanjutkan peninjauan Seat Plan Gedung Perpustakaan.

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, Para Asisten dan Staf Ahli, Kepala OPD, Plt Camat Gangga, serta undangan lainnya.

rar




Wabup KLU: Bangunan ACT di Gondang Harus Dibongkar

TANJUNG.lombokjournal.com

Usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan, Wakil Bupati, Dany Karter Febrianto,R.ST.M.Eng, didampingi Asisten 1, Simparudin, Camat Gangga Parihin,S.Sos dan Anggota Babinsa Gangga, meninjau lokasi bangunan sementara Aksi Cepat Tanggap (!CT) untuk korban gempa bumi 2018.

Dari lokasi Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan, rombongan jalan kaki sekitar 400 meter menuju lapangan Gondang melihat secara langsung sejumlah rumah sementara yang dibangun ACT.

Rumah sementara itu sebagai hunian sementara warga msyarakat Gondang, yang rumahnya hancur akibat bencana Gempa Bumi 7,0 SR di Lombok tahun 2018 yang lalu.

Wabup Danny Karter menyampaikan, bangunan rumah yang ada di lapangan umum Gondang ini harus segera di bongkar. Sebab ada tuntutan masyarakat, agar lokasi itu bisa dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan, baik olah raga, maupun kegiatan lainnya.

BACA JUGA: Bupati Djohan Singgung Pemangunan Kantor Bupati

Wabup Danny memerintahkan Camat Gangga, Parihin, S.sos, untuk segera melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Gondang dan pihak ACT. Sekaligus menghadirkan pihak pihak terkait lainnya seperti, Kadus, Toma,Toga dan unsur Pemuda.

Sebelum ada keputusan musyawarah diharapkan pihak pihak terkait melakukan koordinasi atau bersurat dulu dengan ACT. Selanjutnya, dimusyawarahkan dengan perwakilan tokoh tokoh yang disebutkan diatas.

Sebenarnya rencana pembongkaran ini sudah lama, namun tertunda karena ada sebagian kecil warga korban gempa yang masih menempati rumah tersebut.

Wakil Bupati KLU maklumi terutama kalangan pemuda yang mendesak agar bangunan rumah sementara yang dibangun pihak ACT segera dibongkar, dan dikembalikan pada fungsinya semula.

Danny Carter dan Simparudin pertegas kembali, agar Camat Gangga segera menyurati pihak ACT, yang kemudian dimusyawarahkan di Desa dengan menghadirkan pihak-pihak terkait.

Apabila sudah disepakati kemudian baru dilakukan pembongkaran. Dan bahan bahan bekas pembongkaran yang masih cukup kuat dan bagus diperuntukan kepada warga yang masih menempati hunian sementara.

“Utamakan mereka yang belum mendaparkan RTG dan untuk kepentingan umum lainnya seperti, sekolah sekolah Marrash, Masjid, Musholla,” pesan Wabup.

Pada kesempatan yang sama, Asisten 1 dan Camat Gangga memanggil Sedes Desa Gondang dan Kadus Kr. Pendagi (Abd. Karim-Saparudin) untuk diminta penjelasan tentang berapa jumlah masyarakat yang masih menghuni rumah sementara ACT.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ajak Pondok Pesantren Melek Funansial

Keduanya mengaku, jumlah warga yang menempati awal terjadi gempa bumi 2018 mencapai sekitar 200.

Saat ini sudah jauh berkurang karena sebagian besar sudah kembali ke rumah masing masing, kata Kadus dan Sekdes.

@ng