Wayang Sasak, Media Awal Penyebaran Islam di Lombok

Wayang Sasak diperkenalkan pertama kali oleh Sunan Prapen yang merupakan anak cucu keturunan Sunan Giri, dan seni pewayangan mulai masuk ke Lombok bersamaan dengan penyebaran agama Islam di pulau ini. Penelusuran wayang Sasak yang ditulis Nanik I Taufan ini menguak pentingnya wayang dalam penyebaran Islam di Lombok

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gelak tawa penonton selalu mewarnai pertunjukan Wayang Sasak yang didalangi dalang Sasak senior, Lalu Nasib.

Puluhan tahun menjadi dalang, inovasi dan kreativitas Lalu Nasib tetap menarik minat masyarakat Lombok untuk tetap menonton wayang, di tengah gempuran tontonan-tontonan instan yang disajikan televisi dan media teknologi lainnya dengan segala kegemerlapannya.

Dalam wayang Sasak, pengiringnya di balik layar
Di balik kelir (layar)

Humor-humor segar yang merespon situasi terkini menjadi kekuatan Lalu Nasib dalam mendalang. Meskipun tidak lagi banyak digelar, seni pertunjukan Wayang Sasak masih digemari oleh masyarakat di Pulau Lombok terutama di pedesaan.

Sebagai dalang, Lalu Nasib menjadi barometer pewayangan di Pulau Lombok. Kekhasan humor dan penciptaan tokoh pewayangan menjadi kelebihan tersendiri baginya.

Ia juga mampu membawa pewayangan Sasak menembus situasi-situasi terkini, sehingga di anga dalang Lalu Nasib, cerita wayang Sasak tidak hanya melulu tentang Jayengrana seperti aslinya. Tapi bisa dijadikan sebagai penyampai pesan-pesan pembangunan, penyuluhan Keluarga Berencana, Pilkada dan lain-lain.

Wayang yang didalangi Lalu Nasib menggunakan Bahasa Sasak, sehingga pesan-pesan moral, kritikan, sindiran dan lainnya mudah diterima dan dimengerti masyarakat. Cerita intinya memang tetap pada pakem cerita Jayengrana, namun di sela-sela pergelaran, improvisasi Lalu Nasib bisa menjangkau hal-hal terkini.

BACA JUGA: Wayang Sasak, Lalu Nasib: Tontonan dan Tutunan Masyarakat

Namun begitu, Lalu Nasib akan selalu kembali pada cerita/lakon aslinya Jayengrana.

Sama halnya di beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa dan Bali, seni pertunjukan wayang juga hidup dan berkembang di Pulau Lombok sebagai hiburan rakyat. Seni pewayangan mulai masuk ke Lombok bersamaan dengan penyebaran agama Islam di pulau ini.

Hal ini bisa dilihat dalam sejarahnya wayang Sasak diperkenalkan pertama kali oleh Sunan Prapen yang merupakan anak cucu dari keturunan Sunan Giri. Penyebaran Islam tidak dilakukan langsung pada masyarakat melainkan menggunakan media wayang.

Tokoh-tokoh Islam dahulu menyebarkan Islam dengan cara yang halus melalui seni dengan simbol-simbol (wayang) yang selalu menyesuaikan dengan tempat, kondisi geografi maupun latar belakang masyarakatnya.

BACA JUGA: Bau Nyale, Ini Kisah Drama Cinta Putri Mandalika

Wayang Sasak digelar kala itu untuk menarik perhatian masyarakat berkumpul sehingga mudah menyampaikan kisah-kisah berkaitan dengan agama Islam dalam lakon-lakon yang dimainkan. Sumber lakon wayang Sasak diambil dari Serat Menak yang isinya tentang perjuangan Amir Hamzah yang lebih dikenal dengan Prabu Jayengrana atau Raja Negeri Mekah atau Puser Bumi.

Jayengrana merupakan tokoh utama yang menyebarkan Agama Islam dalam dunia pewayangan Sasak.

Seni pertunjukan wayang di Pulau Lombok benar-benar beradaptasi dengan kondisi sosial   masyarakat di Pulau Lombok sejak wayang pertama kali masuk. Dalam wayang Sasak bahasa yang digunakan secara umum adalah Bahasa Sasak kecuali tokoh Raja, Tumenggung yang tetap memakai Bahasa Jawa Kuno (Kawi).

Dalam perkembangan wayang Sasak di Lombok, untuk memudahkan masyarakat memahami isi lakon, Lalu Nasib enciptakan tokoh-tokoh wayang yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Sasak, seperti Amaq Ocong, Inaq Baok, Inaq Itet, Amaq Kesk dan Begol.

BACA JUGA: Festival Bau Nyale Spirit Kebahagiaan, Ini Kata Bang Zul

Sumbernya Serat Menak

Wayang Sasak bersumber dari Serat Menak
Rusmadi, S.Sn (kanan)

Dalang lulusan Institut Seni Indonesia(ISI) Surakarta, Rusmadi, S. Sn, yang sejak tahun 1998 tinggal di Lombok menuturkan, jika wayang Jawa lakon ceritanya bersumber dari Mahabarata/Ramayana,  sedang wayang Sasak sumber dari Serat Menak.

Sebanyak 9 tokoh utama dalam wayang Sasaka, terdiri dari 7 wayang kanan, yakni Jayengrana, Umarmaya, Umar Made, Raden Maktal, Serandil atau Alam Daur, Saptanus dan Tantanus.

Sedangkan sebelah kiri terdapat 2 tokoh wayang, yakni Prabu Nursiwan dan Patih Baktak.

“Selain itu ada wayang kanan dan kiri, ada pula yang disebut wayang sekutu dari Jayengrana  dan Raja Siwunegara yang merupakan sekutu Prabu Nursiwan,” ungkap.Rusmadi.,

Tokoh-tokoh ini memiliki karakter dan masing-masing. Prabu Nursiwan adalah tokoh yang tidak memiliki pendirian. Sedangkan tokoh Umarmaya dan Umar Made adalah tokoh yang bijaksana sebagai penasehat politik.

Mereka berdua merupakan punakawannya Prabu Jayengrana. Selandir adalah tokoh yang kuat dan keras sebagai pahlawan, yang merupakan tangan kanan Prabu Jayengrana. Sedangkan Raden Maktal adalah patih yang sering menjadi duta mewakili Prabu Jayengrana dalam berbagai kesempatan. Ia adalah tokoh yang arif dan bijaksana. Saptanus dan tamtanus merupakan prajurit yang berperan sebagai Senopati (Panglima Perang).

Masalah yang paling banyak dimainkan dalam wayang Sasak adalah sekutu-sekutu dari Prabu Nursiwan antara lain, Patih Baktak (tokoh penghasut berhati culas, licik tapi politikus ulung) yang selalu menentang Prabu Jayengrana dalam menyebarkan kebaikan dengan menebar hasutan-hasutan.

Bertahan dalam tradisi

Salah satu keunikan wayang Sasak adalah kukuh mempertahankan ketradisiannya pada adegan per adegan. Gending pengiringnya seperti Kabor, Janggelan, Flutur tidak bisa diubah sehingga mempengaruhi irama pertunjukan yang sama dari dulu sampai sekarang sehingga terkesan lamban.  Di samping itu, proses penciptaan bunyi iringan gamelannya asli.

BACA JUGA: Protein Tinggi dan Antimikroba pada Cacing Nyale

Bunyi yang diciptakan dari iringan gamelan wayang Sasak yang terdiri dari 2 gendang, lanang (laki-laki) dan wadon (perempuan), suling besar dan panjang ukuran sekitar satu meter dengan diameter 5 cm, 1 knot, 1 kajar, 1 rincik dan 1 gong, asli Sasak tidak masuk pengaruh Jawa atau Bali atau daerah lainnya.

Keunikan lainnya, dalang Sasak dikenal bekerja lebih berat dan memiliki kemampuan yang lengkap dibandingkan dengan dalang dari daerah lain.

“Selain menjadi sutradara pergelaran, dalang Sasak piawai menjadi sinden karena dalam pertunjukan wayang  Sasak, tidak ada sinden seperti dalam wayang Jawa yang bisa menjadi selingan selama pertunjukan. Sehingga dalang memiliki kesempatan beristirahat sembari memikirkan cerita berikutnya,” lanjut Rusmadi yang juga Wakil Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Lombok.

Dalanglah yang melantunkan nyanyian sepanjang pertunjukan berlangsung. Inilah yang membuat tugas dalang Sasak menjadi berat. Dalang bertugas mendiskripsikan cerita, mengatur dialog antar tokoh hingga menyanyi tak henti-henti selama pertunjukan berlangsung.

Selain itu sistem pertunjukan wayang Sasak, dalang dan pengiring berada di balik layar. Ini berbeda dengan wayang Jawa dimana dalang, sinden dan seluruh pengirinya berada di depan layar sehingga dapat dilihat semua.

Pergelaran wayang Sasak

Dalam pertunjukan wayang Sasak hanya bisa dilihat dari balik kelir (layar). Ini disebabkan karena dalam masyarakat tradisi Sasak masih kuat anggapan bahwa yang disebut wayang adalah bayangannya sehingga penonton tidak dapat melihat dalang maupun pengirinya.

“Keunikan lain dalam wayang Sasak terbuka kemungkinan menciptakan tokoh-tokoh lain selain yang ada tersebut,” ujar dalang yang sehari-hari bertugas sebagai Tenaga Fungsional Pedalangan di Taman Budaya NTB ini.

Saat ini, wayang Sasak di Lombok yang menggunakan wayang kulit yang disebut wayang lendong mulai terbilang langka. Pertunjukan-pertunjukan yang digelar belum mampu kembali menarik minat masyarakat penontonnya dalam jumlah yang banyak seperti masa jayanya dahulu.

Meski begitu, dalam masyarakat pendukungnya, wayang Sasak masih merupakan hal yang dianggap sakral. Misalnya ketika ada masyarakat yang punya hajat perkawinan atau lainnya yang menggelar wayang Sasak, masih sangat menghindari lakon-lakon seperti Lampan Lahat (cerita tentang saat-saat menjelang kematian Jayengrana).

Pergelaran wayang Sasak

Cerita Lampan Lahat masih dianggap kisah yang angker dan tidak akan dipergelarkan mengisi hiburan-hiburan dalam kegiatan yang membahagiakan tersebut.

Lampan Lahat merupakan cerita yang angker bagi pertunjukan wayang Sasak yang hampir tidak pernah dimainkan oleh dalang-dalang di Pulau Lombok. ***

 




Gubernur NTB dan Gubernur Jabar, Perkuat Kerja Sama

Jelang penyelenggaraan event internasional, Gubernur NTB  Zulkieflimansyah mengaku, NTB harus berbenah dan perkuat kerjasama dengan Jabar

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah memperkuat kerjasama dengan Provinsi Jawa Barat, karena NTB akan menjadi tuan rumah dari berbagai event internasional. Sehingga harus terus berbenah dan belajar dari Jaba. 

Gubernur NTB menyampaikan sambutan
Gubernur Zulkieflimansyah

Bang Zul sapaan akrabnya mengatakan, Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah dari berbagai event internasional. Sehingga harus terus berbenah dan belajar dari Jabar. 

Terlebih jelang perhelatan MotoGP 2022 yang akan berlangsung pada bulan Maret, dan berbagai event internasional yang akan berlangsung, 

“Banyaknya event internasional seperti WSBK, MotoGP, nantinya juga akan dilaksanakan MXGP dan masih banyak event lainnya. Hal ini menjadikan Provinsi NTB harus terus berbenah dan belajar dari Jabar,” ungkap Bang Zul.

BACA JUGA: Wagub Puji Bank Sampah di Kabupaten Bima

Ia mengatakannya saat memberikan sambutan sambutan dalam acara penandatanganan PKS antara Provinsi NTB dengan Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Kantor Gubernur Jabar, Rabu (23/02/22).

BACA JUGA: Regulasi Tarif Hotel di NTB, Gubernur: Jangan Aji Mumpung

Gubernur NTB dan Gubernur Jabar usai penandatanganan PKS

Sementara itu Gubernur Jabar, Mochamad Ridwan Kamil mengatakan, dalam menghadapi event MotoGP, Jabar telah bekerjasama terhadap produk-produk merchandise. 

“Banyak produk-produk merchandise MotoGP yang dijual oleh warga NTB dan diproduksi di Jabar,” ungkap Kang Emil. ***

BACA JUGA: Perjanjian Kerjasama Jabar-NTB, Jalin Sinergi dan Kolaborasi

 




Wagub NTB Puji Bank Sampah di Kabupaten Bima

Wagub Sitti Rohmi memuji Bank Sampah di Bima yang menghasilkan produk sabun cuci dari limbah pengolahan sampah

BIMA.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah meninjau dua bank sampah di Kabupaten Bima yang dinilai telah berhasil dalam implementasi dan pemberdayaan, Rabu (23/02/22) . 

Wagub puji Bank Sampah di Kabupaten Bima

Dua bank sampah yang ditinjau Wagub Sitti Rohmi saat kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Bima tersebut adalah Bank Sampah “Teke Berdaya” Kec. Palibelo Kab. Bima dan Bank Sampah Samili di Kecamatan Woha. 

“Bank sampah ini bisa menjadi media pembelajaran yang baik mengenai ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat.” kata wagub.

Menurutnya, Bank sampah kita di Bima ada yang telah menghasilkan produk sabun cuci dari limbah pengolahan sampah

BACA JUGA: Gubernur NTB dan Gubernur Jabar Perkuat Kerjasama

Ummi Rohmi memuji produk Bank Sampah tersebut dan yakin, dengan konsistensi yang telah ditunjukkan, akan terus lahir produk – produk dari bank sampah. 

“InsyaAllah, produk-produk dari limbah pengolahan sampah akan hadir dari bank sampah lainnya di NTB,” ucap Wagub.  

Bank sampah sendiri merupakan suatu gerakan dan inisiasi warga dan penggiat lingkungan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. 

Wagub tinjau hasil pemilahan sampah

Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan diolah menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomis. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan.

BACA JUGA: Wagub Tinjau Implementasi Zero Waste di Sekolah

Turut hadir mendampingi Wagub dalam kesempatan tersebut Asisten 1 Setda NTB, Kadis LHk, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD Dukcapil, Sekretaris Dikbud, Karo Kesra, dan tim NTB Care.***

 

 




Wagub Tinjau Implementasi “Zero Waste” di Sekolah 

Dalam kunker di sekolah di Bima, Wagub Sitti Rohmi menganjurkan agar menghubungkan pengelolaan zero waste dengan bank sampah

BIMA.lombokjournal..com ~ Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten Bima, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah turut meninjau implementasi program Zero Waste di sekolah. SMAN 1 Palibelo (Smansalibe) Kab. Bima menjadi sekolah yang dikunjungi Ummi Rohmi kali ini.

Wagub Sitti Rohmi tinjau pelaksanaan Zero Waste di sekolah di Bima
Wagub Sitti Rohmi

“Apa yang telah dilakukan siswa-siswi SMAN 1 Palibelo sudah luar biasa” puji Ummi Rohmi sapaan Wagub, didampingi Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, Rabu (23/2/2022) di SMAN 1  Palibelo Kab. Bima.

Siswa-siswi dan guru dianjurkan memanfaatkan botol bekas atau gelas plastik dari rumah atau lingkungannya. Untuk kemudian dikelola menjadi Ecobrick di sekolah

BACA JUGA: Wagub Tinjau Vaksinasi Siswa di Bima, Ini Pesannya

“Harus kita sadari, bahwa sampah itu sesuatu yang membawa berkah jika mampu dikelola dengan baik.  Membuat nama taman sekolah dari botol bekas, membuat bunga matahari yang cantik dan indah dan produksi dari limbah  botol plastik lainnya. Ini luar biasa” ucap Wagub. 

Namun Wagub berharap agar kedepannya pihak sekolah dapat menghubungkan pengelolaan zero waste dengan bank sampah yang telah ada di Kab Bima. 

“Sehingga siswa bisa membuka tabungannya, lumayan hasilnya ,”pesan mantan ketua DPRD Kab. Lotim ini. 

Sementara itu, Kepala SMA 1 Palibelo Hj. Erot Sutianah, M.Pd mengatakan bahwa merasa bangga dan mengapresiasi kunjungan kerja Wagub ke SMA 1 Palibelo.

“Kunker Ibu Wagub ingin melihat langsung pengelolaan zero waste di sekolah kami dan memantau pelaksanaan vaksin,” kata Kepsek.

Mendukung visi NTB Gemilang  dalam program Zero Waste, melalui ektrakurikuler peduli lingkungan, pihak sekolah mengelola limbah sampah dari botol air minum kemasan.

“Ada limbah botol yang ukuran kecil, sedang maupun yang besar,”jelasnya.

BACA JUGA: Wagub NTB Tanam Ketapang di Jalan Lintas Bima-Dompu

Pihak selolah juga mewajibkan 557 siswanya untuk mengumpulkan botol kemasan ataupun botol minuman gelas, sejak tahun 2020.

Dari  hasil produksi siswa dengan kreatifitasnya menghasilkan meja, kursi, papan nama taman, gerbang bunga, semuanya terbuat dari botol kemasan dan gelas plastik.

“Sehingga sekolah kami sudah dipenuhi spot foto yang membuat siswa betah di sekolah,” tuturnya.***

 




Wagub Tinjau Vaksinasi Siswa di Bima, Ini Pesannya 

Saat tinjau vaksinasi siswa di SMAN 1 Palibelo Wagub Sitti Rohmi berpesan agar siswa melakukan vaksinasi dan mengenakan masker untuk mencegah Covid-19  

BIMA.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah, berpesan agar para siswa SMAN 1 Palibelo (Smansalibe) jangan takut untuk divaksin. 

Ia mengimbau seluruh siswa melakukan vaksinasi dan mengenakan masker, karena itu merupakan kunci melawan pandemi Covid-19. 

Wagub di SMA 1 Palibeo, Bima

“Karena kunci mencegah Covid-19, hanya dapat dilakukan dengan Vaksin dan memakai masker,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB.

Hal itu dikatakannya saat meninjau vaksinasi di  SMAN 1 Palibelo Kab. Bima sekaligus melihat implementasi “Zero Waste” di sekolah tersebut. 

“Jangan takut ya, tetap semangat, hanya disuntik sebentar saja,” pesan alumni ITS Surabaya tersebut didampingi Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri, Rabu (23/2/2022) di Bima. 

BACA JUGA: Wagub NTB Tanam Ketapang di Jalan Lintas Bima-Dompu

Wagub berharap capaian vaksin pemerintah Kabupaten Bima di akhir Februari 2022, dapat mencapai 80 persen. Baik vaksin pertama maupun kedua. 

Ummi Rohmi berharap, jika ada kendala dalam proses vaksinasi, panitia bisa segera berkomunikasi agar vaksinasi berjalan lancar. 

“Yang penting lakukan vaksinasi dulu, jika ada kendala dalam sistem digital, bisa dicatat  dan inputnya menyusul,” Doktor Rohmi.

BACA JUGA: Wagub Tinjau Implementasi Zero Waste di Sekolah

Ummi Rohmi juga menyampaikan apresiasi kepada TNI/Polri, yang telah mengawal dan mendorong percepatan vaksinasi.

Wagub bersama guru SMA 1 Paibelo, Bima

Sementara itu, Kepala SMA 1 Palibelo Hj. Erot Sutianah, M.Pd mengatakan, siswa-siswi SMAN 1 Palibelo telah divaksin tahap pertama.

“Namun rata-rata siswa kami hanya baru vaksin pertama, kali ini secara masif dilakukan vaksin ke 2,” jelasnya.  

BACA JUGA: Gubernur Bersama KASAD Tanam Phon dan Tinjau Sirkuit Mandalika

Berdasarkan rilis Dinas Kesehatan Provinsi NTB, capaian vaksin di Kabupaten Bima sendiri per 22 Februari 2022 telah mencapai 75 persen pada vaksinasi pertama dan 32 pesen pada capaian vaksinasi kedua. ***

 




Wagub NTB Tanam Ketapang di Jalan Lintas Bima-Dompu

Berikhtiar mewujudkan NTB Hijau, Wagub Sitti Rohmi mengharapkan gerakan masif penanaman pohon

BIMA.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menanam 18 pohon Ketapang Kencana di sepanjang jalan lintas Bima – Dompu, Rabu (23/2/2022). 

Ia menekankan gerakan masif penanaman pohon.

Waub menanam pohon Ketapang Kencana
Wagub Sitti Rohmi

“Demi mewujudkan NTB Hijau,” kata Wagub didampingi Wakil Bupati Bima H. Dahlan M. Nur, usai melakukan penanaman pohon dalam kunkernya ke Bima. 

Ia berharap sepanjang jalan lintas Bima-Domp terlihat hijau dan sejuk. Di Sekitar kantor Bupati Bima juga harus dihijaukan dengan penanaman pohon. 

Wagub berpesan agar pohon yang ditanam harus terus dilakukan perawatan juga.

BACA JUGA: Wagub Tinjau Vaksinasi Siswa di Bima, Ini Pesannya

“Saya titip pohon ini, tolong diperhatikan dan dirawat hingga tumbuh besar,” imbau Wagub Ummi Rohmi. 

Sementara itu Kadis LHK Provinsi NTB yang diwakili Kabid Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran, Firmansyah, S. Hut, M. Si menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk konsistensi pemerintah untuk program NTB Hijau. Khususnya di pulau Sumbawa yang kerusakan hutannya sudah cukup parah. 

BACA JUGA: Wagub Tinjau Implementasi Zero Waste di Sekolah

“Ini merupakan rangkaian dari ikhtiar Gubernur dan wakil Gubernur NTB, khususnya untuk ruas jalan Nasional dan Provinsi dengan jenis ketapang kencana dan tabebuya,” jelas Firman.

BACA JUGA: Gubernur Bersama KASAD Tanam Pohon dan Tinjau Sirkuit Mandalika

“InsyaAllah ini akan jadi edukasi yang baik untuk masyarakat, khususnya tentang gerakan menanam,” tuturnya. 

Turut mendampingi Wagub Asisten 1 Setda NTB, Kadis DLHK, Kadis PMPD Dukcapil, Kadis Kesehatan, Sekdis Dikbud, Kepala Biro Adpim dan Karo Kesra.***

 




Gubernur Bersama KASAD Tanam Pohon dan Tinjau Sirkuit Mandalika

Selain menanam Mangrove dan bagi-bagi sembagi, KASAD didampingi Gubernur NTB juga meninjau Sirkuit Mandalika

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Penanaman pohon Mangrove dan pemberian paket sembako untuk warga sekitar lingkar Mandalika dilakukan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Dudung Abdurahman, Selasa (22/02/22) di Desa Mertak, Kecamatan Pujut Loteng.

Gubernur dampingi KASAD Tinjau Mandalika

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah ikut mendampingi Jenderal Dudung dalam penanaman Mangrove tersebut.

“Selain penanaman pohon dan pemberian sembako, kami berkeliling bersama Pak Kasad, melihat pembangunan dan lintasan sirkuit Mandalika, jelang MotoGP,” kata Gubernur Zul, yang turut didampingi oleh Sari Komisi III DPR RI.

Sirkuit Mandalika membawa multiplier effect untuk kebangkitan pariwisata NTB Indonesia dan geliat sektor ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Dudung Abdurahman, mengatakan, kunjungan kerjanya ke Mandalika untuk melihat  pengerjaan sirkuit Mandalika, sebagai program prioritas strategis pemerintah.

“Kami ingin melihat langsung sejauh mana peran dan keterlibatan TNI AD, yaitu jajaran Korem 162/WB terhadap mensukseskan pembangunan sirkuit Mandalika dan program-program pemerintah di provinsi NTB,” kata Jenderal Dudung.

BACA JUGA: Gubernur dan KASAD Silaturrahmi dengan Forkopimda dan Tokoh NTB

Termasuk kelanjutan program penghijauan yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa bulan yang lalu.

Adanya sirkuit ini, akan memunculkan banyak event dan kegiatan lain di Mandalika, sehingga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat di Mandalika dan NTB pada umumnya.

“Intinya TNI AD mendukung sepenuhnya proses pembangunan di Mandalika, sehingga cepat selesai. Karena sirkuit bertaraf internasional ini merupakan kebanggaan bagi bangsa Indonesia,” tutupnya.

Selain itu Gubernur Zul bersama KASAD, Pangdam, Danrem, Polda dan jajaran TNI AD sempat melihat langsung progres pembangunan di Bukit 360 Sirkuit Mandalika, dan dilanjutkan kegiatan Penanaman Pohon Kenangan atau Pohon Pule.

BACA JUGA: Gubernur Dampingi KASAD Tinjau Vaksinasi Serentak TNI AD

Kemudian dilanjutkan dengan meninjau Race Control, mengelilingi Sirkuit, meninjau Observation Deck atau bukit Jokowi dan ditutup dengan Makan Siang di Royal Box.

Usai kegiatan di Mandalika, Gubernur Doktor Zul, mengantarkan kepulangan KASAD menuju kembali ke Jakarta di bandara Bizam. ***

 




PWI NTB Rapat Seleksi Calon Atlet Porwanas 

Pengurus PWI Kabupaten/Kota se NTB rapat perekrutan atlet yang akan mengikuti Pekan Olahraga Wartawan Nasional (PORWANAS) di Malang, Jawa Timur

MATARAM.lombokjournal.com ~ Jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (PORWANAS) XIII yang dijadwalkan bulan Oktober 2021 di Malang, Jawa Timur, segenap perwakilan pengurus PWI Kabupaten/Kota Se Nusa Tenggara Barat menghadiri rapat persiapan perekrutan atlet yang akan mengikuti 11 Cabang Olahraga (Cabor). 

Rapat yang dirangkaikan dengan syukuran telah berlangsungnya  pelaksanaan Hari Pers Nasional HPN yang dipusatkan di Kendari baru baru ini, PWI NTB juga melaksanakan   kegiatan di daerah.

PWI NTB mengadakan syukuran

Kegiatan yang dimaksud yaitu pelepasan 100 ribu bibit ikan, bersama Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (FWE) NTN menebar 100 ribu benih ikan di sejumlah sungai dan bendungan di Pulau Lombok.

“Inilah bentuk kebaikan yang bisa dilakukan wartawan,” kata Ketua PWI NTB,Nasrudin.

Dia mengatakan, penebaran benih ikan yang merupakan rangkaian peringatan HPN 2022 di NTB ini membuktikan wartawan tidak hanya terbiasa menulis berita. 

Tetapi mengetahui cara mengaplikasikan apa yang ditulis di tengah masyarakat.

Masih dalam HPN, pada persiapan PORWANAS Oktober 2022 kali ini, H Nasrudin selaku Ketua PWI NTB membentuk Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI NTB akan menggelar seleksi atlet dari kalangan jurnalis di seluruh Kabupaten/Kota, di Jalik-Rumbuk Mataram  Rabu (23/02/22).

BACA JUGA: Wayang Sasak, Lalu Nasib: Tontonan dan Tuntunan Masyarakat

“Setiap cabor kita seleksi dan itu dilakukan oleh masing-masing koordinator cabang dan hasilnya langsung kita lakukan pemusatan latihan,” ungkap Ketua SIWO PWI NTB, kepada awak media, yang hadir di lokasi kegiatan (Kedai Dewan Penasehat PWI, Ir H Sukisman Azmy yang sekaligus merupakan Anggota DPD RI Dapil NTB).

H Nasrudin menegaskan, wartawan yang ikut seleksi harus mengantongi dua persyaratan wajib, yaitu harus memiliki Kartu Biru PWI dan Kartu Kompetensi dari Dewan Pers.

“Apabila tidak punya mohon maaf tidak bisa ikut dan bagi yang masa berlakunya habis segera diurus dan diaktifkan sebelum kegiatan seleksi,” tegasnya.

“Soal batasan usia belum dapat info pastinya, tapi yang jelas kita ikut sebelas cabor yang direncanakan termasuk Renang,” tambah H Nasrudin.

Sementara Dewan Penasehat PWI NTB, Ir H. Sukisman, H Sukisman Azmy

“Jangan sampai sudah lolos seleksi, tapi kartunya belum terbit. Jadi percuma saja tidak bisa tanding juga,” ungkap jurnalis senior ini.

H Sukisman mengakui, pada PORWANAS terdahulu, atlet Wartawan NTB cukup diperhitungkan. Dikatakannya, untuk Porwanas, PWI bersama SIWO PWI NTB juga terus mempersiapkan diri.

Beberapa Cabang Olahraga (Cabor) yang akan mereka ikut sama seperti Porwanas sebelumnya. Beberapa cabor telah dipersiapkan untuk mengikuti ajang tersebut di antaranya bulu tangkis, catur, dan futsal.

BACA JUGA: Pandemi Covid-19 Ajarkan UMKM Sadar Digital

“Jadwal kegiatan Porwanas seyogyanya dilaksanakan tahun 2020 lalu, hanya saja karena pandemic jadwalnya diundur hingga Oktober tahun ini. Kita berharap pada bulan September nanti wabah Covid-19 sudah bisa diatasi dan,” ungkap Sukusman.

syukuran PWI NTB dilanjutkan dengan rapat persiapan seleksi PORWANAS

Lebih jauh Ketua PWI NTB menambahkan, pihaknya sendiri juga membutuhkan support dari Pemerintah Daerah (Pemda) terkait akan diikutinya Porwanas oleh kontingen SIWO PWI Provinsi NTB. Perihal tersebut sejauh ini pihaknya sudah menyampaikan usulan kebutuhan anggaran biaya untuk keberangkatan tim kepada Pemda Provinsi.

“Kebutuhan sudah kita usulkan dan mudah-mudahan sudah masuk dalam anggaran pemerintah daerah. Harapan kita, dalam Porwanas nanti tim yang kita berangkatkan mampu meraih prestasi lebih baik dari Porwanas yang diikuti sebelumnya,” pungkasnya. ***

 




Wayang Sasak, Lalu Nasib; Tontonan dan Tuntunan Masyarakat

Seni tradisi Wayang sangat digemari di masyarakat Sasak, salah satunya karena kepiawaian dalang Lalu Nasib yang menjadikan wayang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lalu Nasib sukses menyesuaikan pertunjukan wayangnya dengan situasi terkini Ini wawancara Nanik I Taufan, yang menggali sisi lain dalang berusia lebih 72 tahun tapi tetap bersemangat itu 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Lalu Nasib, dalang Wayang Sasak, namanya tersohor hingga ke pelosok desa di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Pulau Lombok. 

Kiprahnya sebagai seorang dalang terbilang fenomenal, sebab ia memiliki ciri khas sendiri. Lucu dan segar, setidaknya itulah suasana yang bisa dinikmati penonton tatkala Lalu Nasib memainkan wayang-wayangnya.

Dalang Wayang Sasak
Lalu Nasib

Lalu Nasib menggemari wayang sejak kanak-kanak. Kegemarannya menonton wayang ia lalu membuat dan memainkan wayang-wayangan dari kardus. Bermula dari kegemaran menonton dan memainkan wayang itu, Lalu Nasib akhirnya memilih menjadi seorang dalang sejak tahun 1965. 

Sejak itu ia menjadi dalang yang mampu membius para penonton. Meski kini usianya telah menginjak 72 tahun lebih, Lalu Nasib tetap bersemangat memainkan wayangnya dan tetap tampil dengan penuh percaya diri. 

“Saya memang sangat menyukai dan senang menonton wayang sejak masa kanak-kanak,” katanya.

Salah satu kelebihan Lalu Nasib sepanjang 55 tahun  memainkan wayangnya, adalah  mampu menyatu dengan penontonnya. Ia senantiasa sukses menyesuaikan pertunjukannya dengan situasi terkini, dengan ragam kisah yang up to date. Ia selalu menggunakan bahasa sehari-hari yang mewakili perasaan masyarakat kalangan bawah.

BACA JUGA: Bau Nyale, Ini Kisah Drama Cinta Putri Mandalika

Sebagai seorang dalang yang lebih dari setengah abad berkarya, Lalu Nasib memiliki kharisma yang mampu membius para penonton. Ia memiliki kemampuan menciptakan pakem, gaya, genre, dan falsafah tersendiri dalam dunia pewayangan Sasak (Lombok), sehingga ia diterima dan diakui semua orang yang menjadikannya seorang Maestro

Ia mampu mengikuti perkembangan zaman dengan tetap eksis dalam dunia pewayangan hingga saat ini.

Bagaimana tidak, meski tetap memperhatikan pakem asli pewayangan Sasak, ia berinisiatif memasukkan benda-benda modern dalam pagelarannya, seperti alat transportasi tradisional Sasak berupa Cidomo. Bahkan hingga pesawat antariksa Apollo ada dalam pertunjukan wayangnya. 

Awalnya modifikasi ini mengagetkan, namun secara tidak langsung ternyata mampu mewakili kebutuhan hiburan masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah ke bawah sebagai komunitas pendukung wayang Sasak. Kreativitas Lal Nasib akhirnya diterima sebagai salah satu ciri khas dari inovasi dalang Sasak.

Tidak itu saja, pergaulannya yang luas membuat Lalu Nasib mampu menciptakan tokoh-tokoh yang mewakili kalangan bawah. Ia menciptakan sendiri tokoh-tokoh wayang Sasak yang mewakili kalangan bawah yakni Rerencek dan Punakawan. 

BACA JUGA: Event Sport Tourism, Lombok Jadi Incaran Para Pemacu Adrenalin

Lalu Nasib mampu menghadirkan tokoh tokoh wayangnya dengan karakter lokal, Inak Ocong, Amak Ocong, Amak Amat, Amak Baok, dan Inak Etet. Tokoh-tokoh ini sangat mewakili masyarakat kelas bawah. Tokoh-tokoh wayang ini kini sangat terkenal di Lombok khususnya, sebab memiliki karakter masing-masing yang mewakili kelas bawah baik karakter maupun caranya berkomunikasi.

“Saya bergaul dengan semua kalangan, dari berbagai suku bangsa,” ungkapnya.

Kecerdasan Lalu Nasib dalam menciptakan tokoh-tokoh lokal ini dilakukannya berdasarkan pengamatan lapangan. Bukan hanya pada orang Sasak Lombok, melainkan pengamatan menyeluruh pada berbagai karakter masyarakat di Nusa Tenggara Barat, yang memiliki tiga etnis besar, yaitu Sasak, Samawa dan Mbojo. Termasuk tipikal karakter orang Jawa bahkan etnis lainnya yang bisa mengundang gelak tawa.

Naluri penciptaannya tak pernah mati. Lihat saja, di tengah gencarnya Pemerintah Provinsi NTB yang memfokuskan diri dalam bidang pariwisata dengan target jutaan wisatawan, Lalu Nasib juga akhirnya menciptakan tokoh wayang ‘bernuansa’ bule. 

Wayang Sasak jadi tontonan dan tuntunan masyarakat

Sebab itulah dalam memainkan wayangnya, Lalu Nasib senantiasa mengemas cerita dan memakai bahasa yang bisa merangkul ketiga etnis tersebut.  

Salah satu keahlian langka yang tidak dimiliki dalang lain di Lombok khususnya, adalah kepiawaian Lalu Nasib mempertontonkan pertunjukan wayang Sasak yang menawarkan celoteh jenaka dari Sang Maestro Lalu Nasib.

Ia tidak hanya memainkan wayang dengan kisah cerita, pakem dan tokoh aslinya, melainkan ia selalu merespon situasi terkini, topik yang tengah hangat di masyarakat, menjadi kekuatan petunjukan wayang Lalu Nasib. Ia paham memainkan wayangnya sebagaimana fenomena yang tengah berkembang. Untuk bisa menguasai materi pertunjukan, Lalu Nasib rajin membaca koran, mendengarkan radio dan  berbincang dengan banyak kalangan.

“Saya pelajari semua topik dan perkembangan informasi dari media massa dan pergaulan dengan banyak orang,” ujarnya.

Tak ayal, sepanjang pergelarannya ia mampu membuat penonton terhibur dengan gelak tawa yang garing. Satu hal yang tidak boleh dilupakan dari Dalang Lalu Nasib adalah kemampuannya menguasai semua bidang, Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Kebudayaan, Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Ipoleksosbudkam) yang menjadi materi dalam setiap pertunjukannya. 

Ini menjadi nilai penting dari keberadaannya sebagai seorang dalang.  Sebab itu ia tetap mampu menjadikan pertunjukan Wayang Sasak sebagai tontonan dan tuntunan yang sesuai dengan masanya.

Itulah sebabnya Lalu Nasib menjadi dalang fenomenal yang langka milik Nusa Tenggara Barat. Sayangnya, perjalanan karir dan karyanya yang begitu panjang dalam dunia pewayangan Sasak tersebut, sejauh ini, tidak banyak terdokumentasi dengan lengkap. Padahal, nama dan kiprahnya di dunia seni pertunjukan pewayangan Sasak khususnya, dikenal hingga ke pelosok desa.

Bisa dikatakan bahwa dari tidak banyak lagi dalang wayang Sasak di Lombok (hanya sekitar 50-an dalang) saat ini, hanya nama Lalu Nasib yang masih dikenal luas dan tetap bertahan di hati masyarakat hingga hari ini. Kehadirannya dalam dunia seni pertunjukan tradisi pewayangan Sasak, tidak lekang oleh waktu, tak tergoyahkan oleh kemajuan zaman yang begitu pesat.

Ia tetap menjadi dalang idola yang pertunjukan-pertunjukannya selalu dinanti sebab ia mampu mampu mewakili kebutuhan masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah.

Tawaran tontonan televisi dan berkembangnya media sosial yang melintasi teknologi canggih yang semakin beragam, tidak mampu sepenuhnya ‘mematikan’ kecintaan masyarakat terhadap keberadaan pertunjukan wayang Lalu Nasib. 

Meski mengalami pergeseran pada soal waktu dan volume pertunjukan serta lainnya, pertunjukan wayang Lalu Nasib masih ditanggap hingga saat ini. Ia tetap bisa menghadirkan pertunjukan yang mampu menjadi tontonan dan tuntunan bagi penikmat wayang Sasak.

“Hanya satu yang selalu saya ingat, untuk menjadikan pertunjukan wayang sebagai tontonan dan tuntunan bagi masyarakat,” katanya.***

 




Pandemi Covid-19 Ajarkan UMKM Sadar Digital

Selama pandemi, Bunda Niken mendorong UMKM belajar cepat beradaptasi memanfaatkan digitalisasi dalam proses berbisnis 

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Pandemi Covid-19 mengajarkan para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi NTB untuk sadar digital. 

UMKM dituntut belajar cepat untuk beradaptasi, meningkatkan inovasi, bersinergi dan memperluas jaringan.

Mendorong digitalisasi saat pandemi
Hj. Niken Saptarini Widyawati

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengungkapkan itu saat acara DigiTalk “UMKM NTB Siap Sambut MotoGP 2022” yang berlangsung di Novotel Hotel, Mandalika, Selasa (22/02/22).

“Selama pandemi Covid – 19 di NTB memang mengalami banyak perubahan, selama pandemi membuat kita semua berubah dan harus beradaptasi, inovasi serta bersinergi dengan cara cara yang tidak biasa,” tutur Bunda Niken. 

Dikatakan, pemanfaatan digitalisasi para UMKM sudah tidak ada hambatan lagi, mulai dari proses jual beli, bahkan kurasi bisa secara digital. 

“Kurasi bisa dilakukan secara digital, dengan interview, pemasaran juga bisa dilakukan secara digital. Kita berharap UKM – UKM dapat melakukan adaptasi dalam proses bisnis ini dengan baik,” katanya.

BACA JUGA: Protein Tinggi dan Antimikroba pada Cacing Nyale

Bunda Niken mengungkapkan agar para UMKM untuk dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disiapkan oleh Pemprov NTB. Dan terus belajar dari berbagai ilmu yang didapatkan untuk meningkatkan kualitas.

“Kegiatan ini menjadi suatu bagian dari upaya upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas UMKM di NTB,” ungkapnya. 

Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTB sendiri telah melakukan banyak ikhtiar untuk UMKM, seperti menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Bela dan Beli Produk Lokal.

Termasuk, penyediaan aplikasi marketplace NTB Mall, mendirikan NTB Mall offline store, hingga membentuk ekosistem dan Komunitas Start Up lokal NTB.

BACA JUGA: Festival Bau Nyale Sukses Digelar, Event Budaya Pra MotoGP

Dalam kegiatan ini  hadir Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. Nursiah, S.Sos.,M.Si,  Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary, Founder & CEO Ladaea, Nanny Hadi Tjahjanto, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M dan Ketua Lombok Womenpreneur Club (LWC) Indah Purwanti Ningsih.***