Bupati Djohan: Talas Beneng Punya Prospek Ekonomi Luar Biasa

Komoditi Talas Beneng disebut Bupati Djohan Sjamsu memiliki prospek bagus bagi masyarakat

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) bekerjasama dengan PT. Petaning Karya Mulia dan PT. BEST (Bandung Eco Sinergi Teknologi) melakukan penanaman Talas Beneng, di Dusun Kertaraharja Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Jum’at (04/03/22). 

Bupati usai penanaman
Bupati dalam acara penanaman Talas Beneng

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya memajukan perekonomian masyarakat Lombok Utara melalui sektor pertanian.

Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH hadir menanam secara simbolis bibit pohon Talas Beneng, didampingi Wakil Direktur PT. Petaning Karya Mulia Endang Lestari, S.Psi, Anggota DPRD KLU Hakamah, Kepala OPD terkait serta para undangan. 

Dikatakan bupati, komoditi Talas Beneng memiliki prospek bagus bagi masyarakat. Dan diharapkan di masa mendatang tanaman talas mampu mendongkrak perekonomian.

BACA JUGA: Dekranas 43 Tahun, Diharapkan Sukses Memayungi Perajin

“Pohon talas beneng tidak hanya penghasil umbi-umbian saja, daunnya juga  bernilai ekonomi bagi masyarakat yang digunakan sebagai bahan baku rokok herbal non nikotin,” terang bupati.

 “Melihat dari kultur tanah yang ada di daerah kita, komoditi talas beneng  ini sangat cocok dan punya prospek yang luar biasa,” jelasnya. 

Bupati Djohan menambahkan, dengan budidaya tanaman talas sedikit demi sedikit potensi bidang pertanian di Lombok Utara mulai tampak. 

Karena itu, harapan Pemerintah Daerah agar masyarakat bisa memanfaatkan potensi lahan dengan terus mengembangkan lahan pertanian, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Selain itu, pihaknya juga mengajak generasi muda memajukan Lombok Utara melalui sektor pertanian, sebab Bupati Djohan meyakini SDM yang dimiliki anak muda bisa sukses di bidang pertanian.

BACA JUGA: Guru Tidak Tetap Terima Bantuan CSR dari Bank BNI Cabang Mataram

 “Semoga anak-anak muda sebagai generasi penerus kita berpikir cerdas dan mampu memberikan kontribusi di bidang pertanian,” katanya. 

Bupati tanam Talas Beneng
Bupati menanam Talas Beneng

Sementara itu, Kepala Dinas KP3 Tresna Hadi, S.Pt menuturkan, pihaknya menjalin kerjasama yang baik dan nantinya akan ditindaklanjuti dengan MoU antara petani dengan pihak PT. Petaning Karya Mulia.

 Dalam salah satu perjanjiannya, sebut Tresna, seluruh hasil panen Talas Beneng akan dibeli oleh pihak PT. Petaning.

BACA JUGA: Talas Beneng, Dari Tanaman Liar Kini Tembus Pasar Ekspor Internasional

“Talas Beneng ini adalah komoditas baru di Lombok Utara dikembangkan oleh PT. Petaning Karya Mulia. Ke Depan ini akan menjadi alternatif bagi para petani di tengah situasi pandemi Covid,” imbuhnya.***

 




Dekranas 42 Tahun, Diharapkan Sukses Memayungi Perajin

Ketua Dekranasda NTB berharap, di usia ke 42 tahun Dekranas makin sukses memayungi dan mengembangkan produk-produk seni dan kerajinan Indonesia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dalam peringatan ulang tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-42, Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengucapkan selamat dan sukses untuk para pengrajin Dekranasda se-Indonesia. 

BACA JUGA: Bupati Djohan: Talas Beneng Punya Prospek Ekonomi Luar Biasa

Dekranas diharapkan perkuat perajin
Hail Kerajinan Lombok

Hal tersebut disampaikan Bunda Niken melalui video singkat ucapan ulang tahun Dekranas yang ditampilkan saat Syukuran HUT Dekranas ke-42 secara virtual, Jumat (04/03/22).

“Segenap keluarga besar Selamat ulang tahun Dekranas yang ke-42. Semoga semakin sukses dalam memayungi dan mengembangkan produk-produk seni dan kerajinan Indonesia. Perajin kuat, Dekranas Hebat,” ucapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Umum Dekranas, Hj. Wury Ma’ruf Amin. Ia berharap di usia 42 tahun, Dekranas semakin produktif dan berperan besar untuk Indonesia.

“Harapan kita semua menginjak usia ke-42 ini, Dekranas semakin produktif, semakin besar peran dan pengabdiannya untuk perajin, masyarakat, bangsa dan negara tercinta, Indonesia,” katanya.

Selain itu, hadir juga Hj. Iriana Joko Widodo selaku Pembina Dewan Kerajinan Nasional. Ia berharap Dekranas semakin matang dalam menjalankan tugas guna membina para perajin Indonesia.

“Semoga dengan bertambahnya usia, Dekranas semakin matang dalam menjalankan tugas untuk membina para perajin Indonesia menjadi bagian tak terpisahkan dari kemajuan sektor kerajinan di Indonesia,” harap istri Presiden Jokowi tersebut.

BACA JUGA: Reses HBK Salurkan Bantuan Bedah Rumah dan Paket Sembako

Turut hadir dalam acara syukuran HUT Dekranas ke-42, yaitu Menteri Perdagangan RI, Menteri Perindustrian RI, Ketua Harian Dekranas, Sesepuh Dekranas, dan Ketua serta Pengurus Dekranasda se-Indonesia.***

 




Reses HBK, Salurkan Bantuan Bedah Rumah dan Paket Sembako 

Anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok, HBK, memanfaatkan reses untuk menyerahkan bantuan sosial Perumahan Swadaya 

MATARAM.lombokjournal.com ~ H. Bambang Kristiono, SE (HBK), anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok,  memanfaatkan masa reses di masa sidang ke-3 tahun 2021/2022 untuk membantu masyarakat di Lombok.

Pada hari yang sama, HBK juga menyalurkan bantuan paket sembako di Kec. Batukliang Utara, Kab. Lombok Tengah.

HBK saat reses di Loteng
HBK mendengar keluhan masyarakat

“Bantuan perbaikan rumah melalui program Bantuan Sosial Perumahan Swadaya (BSPS) ini adalah bagian dari tanggung jawab saya untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung di P. Lombok,” kata HBK.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini mengatakan, di Kec. Batulayar, dirinya memperjuangkan bantuan BSPS atau yang biasa disebut program bedah rumah dengan menyasar 50 rumah warga. 

BACA JUGA: Bupati Djohan: Talas Beneng Mempunyai Prospek  Ekonomi Luar Biasa

Program ini secara khusus diperjuangkan HBK ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Warga yang mendapat program bantuan bedah rumah ini bermukim di lima Desa yang ada di Kec. Batulayar, masing-masing  Desa Batulayar, Desa Senggigi, Desa Batulayar Barat, Desa Sandik, dan Desa Bengkaung.

HBK menjelaskan, program BSPS ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumahnya beserta prasarana, sarana dan utilitas umumnya.

Program ini termasuk program padat karya tunai yang melibatkan banyak tenaga kerja. Mulai dari Tenaga Fasilitator Lapangan, Koordinator Fasilitator, dan tenaga tukang yang diambil dari penduduk setempat.

“Jadi, selain membantu saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan perbaikan rumah, juga bisa membantu tetangga dan masyarakat sekitar mendapatkan penghasilan tambahan sebagai tukang,” kata HBK.

Politisi Partai Gerindra ini pada kesempatan yang sama, juga mengajak masyarakat yang hadir dalam kegiatan reses tersebut untuk berdiskusi terkait kondisi perekonomian yang cukup sepi menyusul pandemi Covid-19 yang masih terus terjadi. 

Kepada HBK, masyarakat pun menyampaikan uneg-uneg mereka.

Penyaluran Bantuan Sembako

Di Desa Aik Berik, Kec. Batukliang Utara, di Kab. Lombok Tengah. Tim dari Yayasan HBK Peduli, menyalurkan bantuan langsung tunai dan paket-paket sembako kepada anak yatim, fakir miskin dan orang-orang dhuafa.

“Pada saat-saat yang sulit seperti sekarang ini, saat pandemi Covid-19 belum tahu kapan akan berakhir, kita semua harus terus bergandengan tangan. Saling menguatkan, agar kita mampu keluar dari serangan pandemi Covid-19 secepatnya,” kata Rannya Agustyra Kristiono.

Sekretaris Yayasan HBK PEDULI mengatakannya di sela penyerahan bantuan sembako tersebut.

BACA JUGA: Guru Tidak Tetap Terima Bantuan CSR dari Bank BNI Cabang Mataram

Bantuan sembako diserahkan langsung Sekretaris Yayasan HBK Peduli Rannya Agustyra Kristiono yang didampingi Ketua PKK Kab. Lombok Tengah, Baiq Nurul Aini Pathul Bahri. 

Hadir pula, para istri anggota DPRD dari Fraksi Partai Gerindra Kab. Lombok Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Rannya mengucapkan banyak terima kasih dan sangat bersyukur, karena diberi kesempatan untuk bertatap muka dan bersilaturahmi dengan masyarakat di Batukliang Utara. 

Termasuk juga para anak yatim piatunya.

“Bagi saya, sedekah merupakan amalan yang paling berharga karena dengan banyak memberi kita akan mendapat banyak manfaat, dimana bagi kaum muslim yang selalu bersedekah terutama kepada anak yatim, maka Allah menjanjikan rezeki dan berkah yang tak akan  pernah kita kekurangan. Selain itu, sedekah juga akan menjauhkan kita dari banyak masalah dan mendekatkan kita kepada kebahagiaan dalam kehidupan,” kata Rannya.

Kepada anak-anak yatim yang hadir, Rannya pun menitipkan pesan agar mereka tetap semangat. Sebab, apa pun yang dialami di dalam hidup, harus selalu bersyukur dan senantiasa berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik bagi nusa dan bangsa. 

“Kiranya santunan yang diberikan hari ini, dapat bermanfaat dan berkah bagi kita semua, serta bahagia dunia wal akhirat,” imbuh Rannya. ***

 




Guru Tidak Tetap Terima CSR dari Bank BNI Cabang Mataram

Sebanyak 15 Guru Tidak Tetap menerima Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BNI Cabang Mataram

TANJUNG.lombokjournal.cm ~ Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kabupaten Lombok Utara (Disbudpora), Adnan, SPd, Mpd memfasilitasi 15 Guru Tidak Tetap (GTT) dengan pihak Perbankan di Aula Kantor Disbudpora KLU, Rabu (02/03/22).

Mengapresiasi BNK BNI yang mebantu Guru Tidak Tetap melalui CSR

Adnan di depan Bupati Lombok Utara, mengapresiasi pihak perbankan, dalam hal ini Bank BNI Cbang Mataaram,  yang peduli dan memberikan bantuan CSR sebesar Rp 5.000.000 per orang.

Karena hal ini dilakukan di saat kondisi pendapatan daerah menurun akibat Covid – 19. 

Diharapkan, ada lagi lembaga perbankan lainnya yang membantu GTT yang sudah cukup lama mengabdi di bidang pendidikan.

Pihak Bank BNI Cabang Mataram menyalurkan dana CSR sebesar Rp 75.000.000 Juta untuk 15 orang Guru Tidak Tetap.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh pihak perbankan dan disaksikan Bupati Lombok Utara di Aula Kantor Dikbudpora KLU. 

Sementara pihak Bank BNI mengungkapkan, bantuan Rp 5 Juta kepada masing masing GTT merupakan wujud kepedulian. 

“Jangan dilihat jumlahnya yang tidak seberapa, namun yang terpenting adalah niatnya dalam membantu GTT,” ungkapnya. 

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu,SH, mengungkapkan, persoalan daerah yang sangat komplek. 

Djohan juga menyampaikan terima kasih kepada Bank BNI yang telah menyalurkan bantuan CSR kepada 15 GTT di KLU.

Dan ia berharap, agar dapat memberikan semangat kerja dalam mendidik anak anak sekolah di tempat tugas masing masing. 

“Ini adalah perjalanan kehidupan yang kita saling menjaga. Maka dari itu, kami terus mendorong GTT untuk lebih profesional,” jelas Bupati Djohan. ***




Kepala Bappeda Buka Forum Lintas Perangkat Daerah KLU 2023 

Dalam pertemuan forum lintas Perangkat Daerah Kepala Bappeda KLU menekankan agar perangkat daerah memetakan program yang menjadi skala prioritas

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kepala Badan BAPPEDA Kabupaten Lombok Utara, Farihin, S.Sos membuka Forum Lintas Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Utara, Selasa, (01/03/ 22).

Kepala Bappeda KLU, Parihin S.Sos. menyampaikan, Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Utara Tahun Anggaran 2023 dilaksanakan tanggal 1-2 Maret 2022.

Kepala Bappeda KLU Buka Forum Perangkat Daerah
Farihin, S.Sos

Disampaikan juga beberapa hal terkait keterbatasan anggaran, sehingga seluruh OPD mestinya memaksimalkan anggaran yang tersedia.

“Mengingat keterbatasan anggaran, di tahun 2023 ini kita mencoba lebih banyak mendorong anggaran untuk pemulihan ekonomi di tahun 2023, tentu dengan memaksimalkan anggaran yang ada,” ungkap Parihin.

Di sampaikan juga, dalam pelaksana anggaran dihajatkan pada program betul-betul menjadi prioritas utama dalam tahap pembangunan daerah.

“Mari melalui forum ini, betul-betul petakan program kita yang menjadi skala prioritas. mudah-mudahan itu yang kita dahulukan jangan berdasarkan keinginan kita. Sekali lagi pada kesempatan ini kita lebih bijak memilih dan memilah apa yang harus kita laksanakan di tahun 2023, ” jelasnya.

Selanjutnya Kegiatan ini merupakan tahapan setelah Musrenbang di tingkat kecamatan untuk menelaah dan menilai usulan yang akan diakomodir melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Harapan kita kegiatan ini menjadi langkah awal dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Lombok Utara yang adil untuk semua” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Bappeda membuka kegiatan tersebut dan kegiatan berjalan khidmat dengan menerapkan protokol kesehatan dan dilanjutkan dengan diskusi.

Hadir dalam kegiatan tersebut  Unsur Unsur OPD seperti DLH, DISHUB, DIKES, SETWAN, DISPUS ARSIP, DUKCAPIL, SETDA, DPMPTSP, PERPUSDA,  BPBD,  DISPAR, DISKOMINFO, PUPR, BAKESBANGPOL, Para Kepada Bidang Lingkup Bappeda I Wayan Suartana, S.ST. Pi.M.Si. Alfian Zubair ST. Perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Camat Kayangan, Camat Gangga dan tamu undangan lainnya. ***

 




Kantor Bupati KLU Dibangun Tahun Ini, Anggarannya  43 M

Pembangunan Kantor Bupati KLU dimulai 18 Februari Tahun Ini, bisa jadi pusat perkantoran Pemda dan DPRD KLU

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pembangunan Kantor Bupati Kabupaten Lombok Utara dimulai tahun ini. 

Dan dengan luas lahan tanah Pemda 2,332 M², diperkirakan bisa menjadi alternatif pusat Perkantoran Pemda KLU dan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KLU.

Deskripsi umum pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara pada revisi tata ruang pengganti Perda No.9 tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lombok Utara, dan rencana detail Tata Ruang

Master plan untuk lokasi ini berada di kisaran Lapangan Supersemar Tanjung.

Menjelaskan pembangunan Kantor Bupati
Bupati H Djohan Sjamsu

“Jadi sangat representatif untuk masyarakat Meranti melakukan aktivitas di sekitar perkantoran,” kata Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu, SH.

Hal tersebut disampaikan dalam acara konferensi pers bersama sejumlah awak media, Rabu (02/03/22). 

Sedangkan anggaran pembangunan kantor Bupati ini menelan anggaran 43 milyar rupiah.

Pemda KLU di bawah kepemimpinan Bupati Djohan dan Wabup Danny Karter bersikeras melakukan pembangunan kantor bupati di tahun 2022 ini.

Pasalnya jika tidak tahun ini dikerjakan, berat untuk dilaksanakan tahun depan. Karena alasan pemilihan Presiden disertai Pileg dan Pilgub pada tahun selanjutnya tentunya membutuhkan anggaran besar

“Kantor bupati ini sudah disetujui DPRD KLU dan menjadi komitmen pemerintah kalau tidak dibangun tahun ini, berat untuk tahun depan, karena sudah masuk tahapan tahun politik dan menguras tenaga bahkan anggaran,” kata Djohan.

Djohan mengatakan, memperhatikan beberapa aspek terutama RT dan RW baik nasional, provinsi, kabupaten dan kota terkait dengan prioritas pembangunan, rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) terkait dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Pembangunan Kantor Bupati KLU berlokasi di sebelah selatan atau belakang RSUD Tanjung pada luasan lahan 2,6 Hektare. Sementara untuk bangunan induk terdiri dari empat lantai dan bangunan sekretariat di bagian belakang terdiri dari dua lantai. 

Luas total bangunan 2,332 M², sementara Landscape, yakni lapangan upacara, tempat parkir kendaraan roda dua dan roda empat, pos jaga keluar dan masuk dan sarana utilitas lainnya. 

Lantai satu terdiri dari ruangan Bupati, wakil Bupati, Sekda, dan ruang rapat khusus. Lantai dua terdiri dari ruang Asisten,1, 2 dan 3, ruang staf Ahli,1, 2 dan 3 serta ruang Arsip. Lantai 3 Musholla. Lantai dasar terdiri dari ruang Kabag,(6 bagian), Kasubag dan Staf.

Sementara Lantai satu terdiri dari Aula Pertemuan, dan ruang Kabag (3 bagian), Kasubag dan Staf.

Luas landscape 2,3 Hektar terdiri dari lapangan upacara, Taman, Parkir Kendaraan dan utilitas lainnya. 

Tahapan pelaksanaan pembangunan Gedung Kantor Bupati Lombok Utara dimulai tanggal 18 Februari 2022 dan berakhir pada 15 Desember 2022. 

Penyedia jasa kontraktor PT. Damai Indah Utama (DIU, KJU Kerjasama Operasi). 

Nilai Konstruksi 43 M. Sementara Konsultan MK (Konsultan Manajemen Konstruksi dan Pengawasan) PT. Momen Estetika Konsultan kerjasama operasi dengan CV. Pola Dwipa Konsultan. Nilai Kontrak 1,1 M. ***

 




Harga LPG Subsidi 3 Kg Tak Naik, Ini Kepastian Pertamina

Meski Pertamina akan  menyesuaikan harga LPG non subsidi, namun harga LPG subsidi 3 kg tetap

MaTARAM.lombokjournal.com ~  PT Pertamina (Persero) memastikan bakal menyesuaikan harga LPG non subsidi seperti Bright Gas. 

Di sisi lain, harga LPG subsidi 3 kilogram tetap, harganya tidak mengalami perubahan. 

Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading mengungkapkan itu.

Kebijakan ini diambil Pertamina seiring peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) mencapai US$775 USD/metrik ton. Angka ini naik sekitar 21 persen dari harga rata-rata CPA sepanjang tahun 2021. 

Adapun CPA menjadi salah satu acuan penetapan harga LPG. 

BACA JUGA: Pekerja Akan Hadapi Tantangan di Era Disrupsi Ganda

“Untuk LPG subsidi 3 Kg yang porsinya lebih dari 93 persen dari total konsumsi LPG nasional per Januari 2022, tidak mengalami perubahan harga,” Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting dalam keterangan resmi ke media, Senin (28/02/22). 

Harga LPG subsidi 3 kilogram akan tetap mengacu kepada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. 

Penyesuaian harga hanya berlaku untuk LPG non subsidi yang dikonsumsi 7 persen dari total konsumsi LPG nasional. Penyesuaian harga ini berlaku sejak 27 Februari 2022. 

Langkah tersebut diambil dengan mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas. Peningkatan harga ini menjadikan LPG non subsidi menjadi Rp 15.500 per kilogram. 

Penyesuaian harga ini disebut telah mempertimbangkan kondisi serta kemampuan pasar LPG non subsidi, selain itu harga ini masih paling kompetitif dibandingkan berbagai negara di Asean. 

Sebagai gambaran, kisaran harga BBM non-subsidi di beberapa negara Asean, antara lain Singapura Rp28.500/liter, Thailand Rp19.300/liter, Laos Rp19.200/liter, Filipina Rp18.500/liter, Vietnam Rp16.800/liter, Kamboja Rp16.500/liter, Myanmar Rp15.300/liter. 

Sementara itu, pemerintah menilai penguatan harga minyak dan gas bumi berpotensi membebani subsidi pemerintah terhadap komoditas tersebut. 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan beban subsidi ini berpotensi melebihi asumsi APBN 2020.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan bahwa tren harga migas dunia terus meningkat seiring dengan perang Rusia dan Ukraina di Eropa Timur. 

BACA JUGA: Mandalika Sukses Jadi Country Branding Indonesia

Kondisi ini sampai meningkatkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price hingga US$95,45 per barrel per 24 Februari 2022. Sedangkan asumsi ICP berdasarkan APBN 2022 hanya sekitar US$63 per barel. 

“Beban subsidi, khususnya BBM dan LPG juga meningkat dan bisa melebihi asumsi APBN 2022. Belum lagi biaya kompensasi BBM. Namun yang pasti, Pemerintah terus mengamankan pasokan BBM dan LPG,” katanya.

Dia menerangkan, kenaikan ICP menyebabkan harga keekonomian BBM meningkat. Alhasil menambah beban subsidi BBM dan LPG serta kompensasi BBM dalam APBN. ***

 




Pekerja Akan Hadapi Tantangan di Era Disrupsi Ganda 

Saat ini pekerja menghadapi disrupsi ganda, yakni  berkurangnya lapangan kerja dan era otomatisasi yang mengurangi tenaga kerja manusia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Masalah disrupsi ketenagakerjaan diangkat oleh Rannya Agustyra Kristiona, saat bicara di forum Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) se Kabupaten Lombok Tengah, hari Minggu (27/02) kemarin.

Topik terkait disrupsi ketenagakerjaan memang menarik, dan telah menjadi perhatian dunia industri secara global. 

Era Disrupsi khususnya pada teknologi digital, merupakan  era terjadinya inovasi dan perubahan mendasar karena hadirnya teknologi digital, yang bisa mengubah sistem secara global

Beberapa waktu lalu, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyinggung soal tantangan disrupsi ganda bagi masyarakat pekerja atau buruh di era pandemi Covid-19. 

BACA JUGA: Era Disrupsi Ketenagakerjaan, Rannya Ajak Milineal NTB Bekali Keterampilan

Disrupsi yang dimaksud yang pertama, resesi perekonomian dan berkurangnya lapangan kerja akibat dari pandemi. 

Kedua, era otomatisasi yang datang lebih cepat akibat tidak terbendungnya laju digitalisasi di tengah pandemi. 

Tenaga Kerja di Era Disrupsi

Sektor lapangan kerja Indonesia menghadapi dua problem mendasar.

pEKERJA ADAPI TANTANGAN DISRUPSI DIGITAL

Pertama, sekitar 63 persen tenaga kerja di Indonesia merupakan lulusan SMP dan SD. Kondisi yang menyebabkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja kita relatif rendah.

Kedua, pendidikan dan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhan industri. 

Akibatnya, pekerja kesulitan mendapat pekerjaan, sedangkan industri mengalami kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan.

Karena itu, perlu memperkuat standardisasi dan sertifikasi kompetensi profesi. Selain itu juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan dunia industri dalam menyiapkan link-and-match. 

Saat ini dunia sedang menghadapi perubahan disruptif. Antar-negara bukan hanya berebut investasi, juga berebut teknologi, berebut pasar, dan berebut orang-orang pintar.

Akan banyak jenis pekerjaan lama yang hilang. Juga makin banyak jenis pekerjaan baru yang bermunculan. Ada profesi yang hilang, tetapi juga ada profesi baru yang bermunculan.

Karena itu diperlukan hub atau tempat berjumpanya milenial dari berbagai latar belakang. 

BACA JUGA: Literasi Keuangan Bangun Kemandirian Bisnis, Ini Kata Gubernur Zul

Yang berasal dari aktivis pergerakan bisa belajar membangun bisnis dan skill baru. Yang berasal dari dunia profesional bisa memperoleh wawasan sosial dan jejaring yang lebih luas.

Diperlukan  kolaborasi lintas sektor milenial menyiapkan masa depan. 

Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia butuh SDM unggul yang terus belajar bekerja keras dan berdedikasi. Yang melakukan inovasi yang disruptif, yaitu membalik ketidakmungkinan menjadi peluang. ***

 




Era Disrupsi Ketenagakerjaan, Rannya Ajak Milenial NTB Bekali Keterampilan

Rannya Agustyra Kristiono ajak generasi milenial NTB bekali diri dengan keterampilan hadapi era disrupsi tenaga kerja

MATARAM.lombokjournal.com ~ Tren automasi dan digitalisasi adalah ancaman besar bagi tenaga kerja di era disrupsi industri ketenagakerjaan.

Inspirator anak-anak muda Bumigora, Rannya Agustyra Kristiono mengingatkan pentingnya generasi milenial NTB membekali diri dengan keterampilan, untuk menghadapi era disrupsi industri ketenagakerjaan tersebut.

Rannya saat bicara tentang era disrupsi tenaga kerja
Rannya Agustyra Kristiono

“Pekerjaan yang paling rentan digantikan oleh automasi adalah pekerjaan fisik. Tapi, mereka yang membekali diri dengan keterampilan khusus akan bertahan di pasar kerja,” kata Rannya.

Ia menyampaikan itu di hadapan para pengurus dan anggota Asosiasi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) se Kabupaten Lombok Tengah, Ahad (27/02/22).

Oleh APOLO, asosiasi OSIS dan OSIM di Lombok Tengah, Rannya dalam kapasitasnya sebagai Chief Financial Officer (CFO) dan Owner Lombok Football Club (LFC), diundang sebagai pembicara utama dalam seminar yang membahas industri ketenagakerjaan di era disrupsi. 

Hadir juga sebagai pembicara dalam seminar tersebut Ketua Yayasan HBK PEDULI Ali Al Khairy dan Kepala UPTD BLK Disnakertrans Lombok Tengah Dedet Zelthauzallam.

BACA JUGA: Mandalika Sukses Jadi Country Branding Indonesia

Seminar digelar di auditorium SMKN 1 Praya dan dibuka Ketua APOLO, Junardi Tastura.

Rannya menegaskan, disrupsi ketenagakerjaan telah menjadi perhatian dunia industri secara global. 

Di negara maju, automasi dan digitalisasi menyebabkan banyak tenaga kerja yang kini digantikan oleh mesin. 

Namun tantangan sesungguhnya akan dihadapi negara berkembang, mengingat pada saat tren automasi dan digitalisasi tersebut terjadi, negara berkembang justru sedang menghadapi era bonus demografi dimana penduduk usia produktif justru sedang mendominasi.

Karena itu, dara yang masih menempuh pendidikan di Brunell University London, Inggris ini mengajak seluruh generasi milenial NTB untuk menyiapkan diri.

“Era disrupsi ini tak bisa dihadapi dengan cara-cara konvensional,” tandas Rannya.

Ia menjelaskan berbagai jenis pekerjaan yang mungkin akan tetap eksis dan pekerjaan di masa datang yang akan tergantikan oleh tren automasi dan digitalisasi.

Merujuk pada penelitian McKinsey Global Institute, diperkirakan pada tahun 2030, sedikitnya akan ada 375 juta jenis pekerjaan yang akan digantikan oleh mesin.

Rannya memastikan, dengan daya dukung kreativitas yang tinggi, usaha-usaha kecil dan menengah dan usaha-usaha yang bergerak di sektor pertanian akan tetap eksis, kendati tetap butuh penyesuaian dan adaptasi.

“Kita harus memanfaatkan segala kesempatan yang kita punya. Kita nggak boleh putus asa. Apapun background kita, semua kita harus tetap semangat. Kesuksesan bisa dimiliki semua orang,” tandas Rannya.

Dalam sesi tanya jawab, mengemuka pula sejumlah hal. Antara lain tentang bagaimana generasi muda bisa tetap menjaga jati diri di tengah perkembangan informasi dan teknologi yang sangat pesat saat ini.

BACA JUGA: Wartawan Senior NTB Berbagi Ilmu untuk Mahasiswa

Rannya menekankan pentingnya generasi muda NTB untuk berpikiran terbuka. Globalisasi bukanlah alasan untuk meninggalkan tradisi dan jati diri sebagai masyarakat Bumi Gora.

Namun, sebaliknya, globalisasi harus menjadi alasan untuk mempertahankan jati diri dan tradisi budaya tersebut.

Dia memberi contoh bagaimana masyarakat di Bali tetap menjaga jati diri mereka, meski Bali adalah rumah kedua bagi jutaan wisatawan asing dari berbagai negara. 

Eksistensi tradisi dan jati diri masyarakat Bali justru telah menjadi kekuatan yang menjadi alasan wisatawan mancanegara untuk datang ke Pulau Dewata.

Sementara itu, Ali Al Khairy dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya bagi para siswa sekolah menengah dan generasi muda di NTB untuk terus meningkatkan kapasitas.

“Penting juga untuk memperkuat jaringan dan menjaga akhlak. Untuk bisa bersaing di dunia kerja di era digitalisasi seperti sekarang ini,” katanya.

Ali juga mengingatkan agar para siswa terus merawat dan menjaga kebiasaan yang baik-baik. Mau berorganisasi, mau belajar lebih banyak, dan selalu menempa diri untuk menjadi yang lebih hebat.

Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB ini pun menyampaikan komitmen pihaknya untuk membuka dan memberi akses bagi generasi muda untuk kiprah mereka yang lebih besar, agar mereka bisa naik kelas dalam setiap fase yang akan dijalaninya.

Menjawab Rasa Penasaran Publik

Sementara itu masih di Gumi Tatas Tuhu Trasna, sehari sebelumnya, Sabtu (26/02/22), Rannya juga menggelar aksi sosial bersama Karang Taruna di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah.

Di Kecamatan tersebut, Rannya melakukan aksi menanam 1.000 bibit pohon produktif. Penanaman pohon ini selain untuk menjaga ekosistem dan mengembalikan kelestarian lingkungan, juga bisa menjadi penopang ekonomi keluarga mengingat bibit yang dibagikan adalah bibit buah-buahan dengan nilai ekonomi tinggi.

Pada saat yang sama, Rannya juga membagikan paket sembako kepada masyarakat lanjut usia yang tidak mampu. 

Rasa syukur disampaikan mereka yang mendapat bantuan sembari menyampaikan doa dan keberkahan terbaik untuk Rannya.

Di Lombok Tengah pula, Putri anggota DPR RI Dapil Lombok H. Bambang Kristiono, SE (HBK) ini menjawab rasa penasaran publik, soal kiprah Rannya di dunia politik. 

Rannya menegaskan, dirinya telah memantabkan niat terjun ke dunia politik pada Pemilu 2024. Rannya memilih mengikuti jejak sang ayah karena ingin mengabdi untuk masyarakat NTB.

“Saya sejak kecil tidak pernah bermimpi masuk dunia politik. Tapi sekarang setelah ada dorongan ayah dan bunda, saya memutuskan untuk maju dari jalur yang berbeda dengan ayah melalui non Partai menjadi calon anggota DPD RI Dapil NTB,” kata Rannya.

Gadis 22 tahun ini mengaku, dia memutuskan terjun ke dunia politik karena berniat ingin mengabdi untuk masyarakat NTB. Terlebih, Lombok saat ini sudah menjadi kampung halaman bagi dirinya.

Home away from home,” tuturnya.

Rannya menambahkan, sejumlah pihak juga mendorong dirinya terjun ke dunia politik. Ia pun kemudian menilai, politik itu bukan tujan tapi bagaimana bisa sampai ke tujuan.

“Saya terjun ke dunia politik juga karena melihat banyak kekurangan pemerintahan Indonesia. Sebagai anak muda dan memiliki wawasan luas, saya ingin berbuat dari jalur politik,” sebutnya.

Dara kelahiran 15 Agustus 1999 ini mengaku, di bangku kuliah tidak pernah mendapatkan ilmu politik. Rannya hanya suka membaca tentang politik. Ayahnya, HBK, pun mengingatkan bahwa melakukan pengabdian lewat jalur politik itu berat.

di era disrupsi tenaga kerja Rannya ajak bekali keterampilan

“Tapi saya kira ini tantangan. Saya suka tantangan,” katanya.

Tidak hanya itu, putri semata wayang HBK inipun mengakui, akhir-akhir ini Ia banyak belajar sebagai seorang muslim, yang mengajarkan dirinya untuk terus berbagi kepada sesama. 

Bahkan apapun yang dia miliki saat ini, tidak mungkin hanya untuk dinikmati oleh diri sendiri.

“Kalau saya melihat, yang kurang di NTB saat ini, adalah kurangnya pemerataan pembangunan yang dilakuan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Kalau dipercaya oleh masyarakat NTB menjadi anggota DPD RI, saya akan memperjuangkan pembangunan yang merata,” janjinya.

Ranyya juga sempat menyinggung program pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah dan Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang mengirim mahasiswa kuliah ke luar negeri. Menurutnya, program ini memiliki manfaat yang sangat besar bagi generasi muda NTB.

Hanya saja, Rannya ingin pilihan mengirim anak-anak muda NTB belajar ke luar negeri itu, bukan ke Eropa Timur seperti sekarang. Melainkan ke Turki, karena di sana mayoritas orang muslim, sehingga mereka merasakan seperti kampung halaman sendiri. (*)

 

 




Mandalika Sukses Jadi Country Branding Indonesia

Penyelenggaraan event internasional di Mandalika, mengakselerasi pemerintah melakukan perubahan di daerah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sukesnya penyelenggaraan event internasional, seperti Asian Talent Cup, World Superbike, dan juga event mendatang seperti MotoGP di Mandalika, membuat Indonesia makin terkenal di seluruh dunia.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc menyampaikannya dalam podcast di chanel youtube Ahmad Syaikhu Asyik, Jum’at (25/02/22). 

Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah
Sirkuit Mandalika

Bang Zul sapaan Gubernur NTB menyampaikan, Mandalika sukses menjadi Country Branding Indonesia di dunia internasional. 

Lebih jauh dijelaskan, jika menempatkan misalnya satu kali event seperti WSBK bisa mengeluarkan biaya hosting fee hampir 50 Miliar dan untuk MotoGP 200 Miliar. 

“Tapi kalo kita maknai secara lain, country branding, Indonesia kalau mempromosikan dirinya secara konvensional biayanya jauh lebih besar dari itu. Tapi media value dengan internasional event seperti WSBK MotoGP dan lain sebagainya itu country branding-nya melebihi 200 Miliar,” jelas Bang Zul. 

Kesuksesan country branding tersebut, tak lepas dari keberanian Presiden Joko Widodo dibarengi dengan sinergitas para menteri, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, hingga masyarakat sendiri. 

BACA JUGA: Gubernur: NTB Gemilang Merupakan Spirit Membangun Daerah

“Bangga atas nama pemerintah daerah dan masyarakat NTB tentu berterimakasih kepada DPR, Pemerintah Pusat, Presiden Jokowi, para menteri yang begitu besar kontribusinya membangun NTB khususnya Mandalika,” ungkap Gubernur Zul. 

Dengan diselenggarakannya event bertaraf internasional tersebut mengakselerasi pemerintah melakukan perubahan di daerah. 

Pasalnya untuk menyelenggarakan event bertaraf internasional pemerintah harus mempersiapkan infrastruktur yang sepadan. Seperti bandara, pelabuhan, internet, dan lain sebagainya.

Bang Zul juga memberikan tips kepada para pemimpin daerah untuk bisa sukses menyelenggarakan Event-event berskala internasional. Integritas disebut Gubernur Zul sebagai kunci. 

“Kalo pimpinan daerah bersih dan berintegritas maka dia akan punya wibawa berinteraksi dengan kepolisian pengadilan. Jadi kerendahan hati untuk berkorban berkontribusi menjaga integritas itu adalah modal utama,” ungkapnya. 

Selain itu, sering bersama dan sinergitas yang baik antar local parliaments, media, stakeholders dan sebagainya harus diperkuat.

Diselenggarakannya berbagai event tersebut juga berdampak pada penjualan tiket akomodasi dan transportasi. Sehingga tak jarang banyak oknum masyarakat yang memanfaatkan hal tersebut demi manaikan harga tiket hotel berkali lipat.

Karena itu, NTB mengeluarkan Peraturan Gubernur NTB Nomor 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Usaha Jasa Akomodasi. Maksimal kenaikan hotel hanya 3 kali lipat.

BACA JUGA: Tuan Rumah Event Dunia, Masyarakat Harus Tampilkan Keteladanan

“Jangan aji mumpung menjual tiket hotel yang harganya bisa 3-5 Kali lipat ini akan membuat pengunjung kapok datang ke tempat kita,” pesan Gubernur Zul ***