PT Bank NTB Syariah Silaturrahmi dengan Bendahara OPD Se KLU

Silaturrahi Bank NTB Syariah dengan bendahara se KLU untuk meningkatkan kualitas layanan Bank Syariah 

TANJUNG.lombokjournal.com ~  PT Bank NTB Syariah Kantor Cabang (KC) Tanjung Kabupaten Lombok Utara pagi ini, Kamis (24/03/22), menggelar gathering dan pertemuan bersama Bendahara OPD Se Kabupaten Lombok Utara.

Kata bupati, Bank NTB Syariah telah menjadi bank modern
Bupati Djohan Sjamsu

Kegiatan yang dihelat di Aula RSUD KLU dihadiri Bupati-Wakil.Bupati, Plt. Sekda, Branch Manager Bank Syariah NTB Cabang Tanjung dan sejumlah Bendahara OPD Se KLU. 

Branch Manager Bank NTB Cabang Tanjung, Umarta,SH, mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana sillaturrahmi dalam rangka Peningkatan kualitas layanan Bank NTB Syariah khususnya KC Tanjung. 

Kegiatan ini sebagai bukti, Bank NTB Syariah adalah bank daerah yang telah bermetamorfosa menjadi sebuah bank modern dengan prinsip syariah.

Bank NTB Syariah terus berupaya memperbaiki diri untuk dapat sejajar dengan bank-bank nasional lainnya.

Kegiatan tersebut juga untuk mengikat kerjasama yang kuat antara Bank NTB Syariah dengan Bendahara OPD di Pemda KLU. Mengingat kerja sama yang baik antara PT. Bank NTB Syariah dengan bendahara OPD yang merupakan mitra kami dan juga menjadi bagian strategis bisnis PT Bank NTB Syariah, kata Umarta.

BACA JUGA: Bupati Djohan Buka Musrenbang RKPD 2023

Branch Manager menjelaskan, Bank NTB Syariah KC Tanjung berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan, tentu dengan fasilitas layanan yang berkualitas, ungkapnya 

Senada dengan itu, Ibu Sri Wahyuni, General Manager Divisi KSM, Bank NTB Syariah menambahkan, Sejalan dengan upaya pengembangan bisnis, Bank NTB syariah KC Tanjung akan senantiasa terus berupaya melakukan pendekatan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Sri Wahyuni juga menjelaskan tujuan pertemuan dengan Bendahara OPD Se KLU  sebagai bentuk kemitraan Bank NTB Syariah dalam memberikan layanan prima terhadap Para Bendahara. yang setiap saat melakukan transaksi di Bank NTB Syariah.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu, SH merasa senang dengan pertemuan tersebut, dan menurutnya ini sebagai ajang silaturrahim, satu sama lain bisa saling bertemu. 

“Melalui kesempatan ini pula, Bupati Lombok Utara sampaikan apresiasi ” kepada Bank NTB Syariah khususnya Cabang Tanjung,” katanya. 

Bupati merespon baik pertemuan tersebut, acara seperti ini sangat diharapkan mengingat ada saja isu dan anggapan selama ini bahwa Bank NTB Syariah itu ada penyimpangan-penyimpangan. 

Dengan adanya acara seperti ini menjadi transparan semuanya. Bupati berharap pertemuan silaturrahim seperti ini terus dilakukan dan lebih ditingkatkan lagi, ungkapnya.

BACA JUGA: Bupati Djohan Canangkan Desa Ramah Perempuan dan Anak

Ia berharap semoga ke depan Bank NTB syariah semakin baik dan maju. 

Pada kesempatan tersebut Djohan Sjamsu berharap pelayanan Bank NTB semakin ditingkatkan, terutama kerjasama dengan Bendahara yang ada, sehingga Bendahara tidak perlu mengantri terlalu lama, harapnya.***

 




Bupati KLU Buka Musrenbang RKPD 2023

Musrenbang RKPD tahun perencanaan 2023 KLU dibuka Bupati Djohan Sjamsu untuk menyepakati pengelompokan kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara secara, H. Djohan Sjamsu, SH membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023, dengan tema ‘Pemulihan Ekonomi Untuk Lombok Utara Bangkit’.di Aula Kantor Bupati, Rabu (23/03/22).

Dalam sambutannya, Bupati Djohan menyampaikan, musrenbang diadakan bertujuan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kecamatan.

BACA JUGA: Bupati Djohan Canangkan Desa Ramah Prempuan dan Anak

Bupatoi buka Musrenbang di Bappeda

Usulan itu menjadi kegiatan prioritas pembangunan di wilayah yang bersangkutan.

Kemudian, menyepakati kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan pembangunan desa.

“Musrenbang ini juga bertujuan menyepakati pengelompokan kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan berdasarkan tugas dan fungsi perangkat daerah kabupaten,” terang Djohan.

Menurutnya, saat ini Pemerintah dihadapkan pada dilema yang besar, di satu sisi dituntut harus melakukan pelayanan publik yang prima

Namun di sisi lain, harus melakukan pengendalian Covid-19 dan pasca bencana Gempa Bumi 2018.

Tidak hanya sampai disitu, bersamaan dengan tekanan-tekanan yang ada dari sisi penganggaran juga harus menelan pil pahit karena harus dilakukan refocusing dan pengurangan Dana yang membuat tertatih untuk melakukan pembangunan.

Lanjut Bupati, mestinya Pemerintah Provinsi NTB memberikan prioritas kepada daerah baru yang sedang dalam penanganan bencana besar di KLU.

Ia juga menyampaikan kondisi riil akibat Gempa Bumi dan pandemi Covid-19 di Kabupaten Lombok Utara, yang dampaknya pertumbuhan Ekonomi mengalami penurunan yang jauh dari yang direncanakan.

BACA JUGA: MotoGP Mandalika 2022, Catatan Suksesnya Sirkuit Mandalika (3) Habis

”Kemudian tingkat kemiskinan mengalami peningkatan banyak infrastruktur yang belum bisa dianggarkan ” katanya. ***

 




MotoGP Mandalika 2022, Catatan Suksesnya Sirkuit Mandalika (3) Habis

Kerja belum rampung sepenuhnya, tapi perhelatan MotoGP Mandalika 2022 meraih sukses besar, dan memiliki daya ungkit ekonomi luar biasa, Tulisan ini bagian akhir laporan Naniek I Taufan yang menyaksikan langsung di Sirkuit Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gelaran MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika meraih sukses besar.

Meski pembangunan infrastruktur pendukung sirkuit ini belum rampung sepenuhnya dan masih terus berjalan, antusias penonton begitu tinggi. 

Alat-alat berat di sekitar sirkuit selama pergelaran tersebut masih tetap standby siap melanjutkan pekerjaannya. 

Beberapa lokasi yang masih dalam pembangunan terpantau antara lain halte-halte shuttle bus di pintu-pintu masuk sirkuit dan juga tempat-tempat parkir di Pintu Barat dan Pintu Timur. 

60 ribuan tiket khususnya di hari ketiga, tanggal 20 Maret 2022 sesi utama MotoGP, habis terjual. Di hari pertama dan kedua 19-20 Maret 2022, juga tidak kurang dari 33 ribu tiket juga ludes. 

Hotel-hotel dan penginapan penuh tidak hanya di Lombok Tengah dan Kota Mataram, termasuk juga di Lombok Utara dan sebagian Lombok Timur. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan bahwa sport tourism yang dihadirkan di Sirkuit Mandalika ini memiliki daya ungkit ekonomi luar biasa. Khususnya bagi bangkitnya ekonomi setelah dihantam pandemi Covid-19 selama dua tahun sebelum ini. 

BACA JUGA: Event MotorGP 2022 Sukses, Ini Kata Gubernur NTB

MotoGP menjadi momentum untuk menata kembali ekonomi, khususnya sektor pariwisata. 

“Ini momentum bagi tatanan ekonomi baru pascapandemi,” ungkap Sandiaga dalam konferensi pers di Media Center Indonesia MotoGP Manfalika 2022, Jumat (18/03/22).

Dapat berkah selama perhelatan MotoGP Mandalika
Bazar UMKM di Mandalika

Sementera itu, Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki, memperkirakan perputaran uang atau transaksi UMKM selama MotoGP di Mandalika bisa mencapai Rp90 miliar. 

“Dari 1.300 UMKM yang kita kurasi itu potensi yang kita hitung bisa sampai Rp90 miliar perputaran uang selama event MotoGP,” ujar Teten Masduki ketika membuka NTB Invotek Expo 2022 di Halaman Kantor BRIDA Provinsi NTB di Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (18/03/2022).

Sejak beroperasi tahun 2011, event MotoGP 2022 membuat Bandara Internasional Lombok (BIL) mencatat sejarah dengan jumlah penumpang harian tertinggi dengan lebih dari 15 ribu orang tiba dan berangkat dari Bandara Lombok, sampai dengan Senin (21/03/22) lalu. 

Penumpang pesawat yang menonton acara MotoGP Mandalika mulai
Penumpang di bandara

“Jumlah pergerakan penumpang harian kemarin merupakan yang tertinggi. Tercatat ada 15.164 penumpang dengan rincian 4.154 penumpang yang tiba dan 11.010 penumpang berangkat. Tingginya angka pergerakan penumpang ini utamanya disokong oleh aktivitas keberangkatan para penonton, pembalap, serta ofisial kru ajang balap motor MotoGP Mandalika,” ujar Nugroho Jati, General Manager Bandara Lombok, dalam siaran pers yang dikeluarkan oleh PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Lombok, (22/3/2022). 

Padahal biasanya rata-rata penumpang harian adalah berkisar 3.500 orang. Ini artinya selama gelaran MotoGP 2022, terjadi peningkatan lebih dari empat kali lipat. Pergerakan pesawat juga mencapai titik puncak dengan catatan 143 pergerakan pesawat, dengan rincian 72 pesawat tiba serta 71 pesawat yang berangkat dari Bandara Lombok. Biasanya, bandara ini hanya melayani sekitar 40 pergerakan pesawat yang tiba dan berangkat setiap harinya. 

Ini artinya, meski kerja belum selesai, MotoGP Indonesia 2022 di sirkuit Mandalika Lombok, yang menempatkan pebalap Miguel Oliveira sebagai pemenang, disusul Fabio Quartararo di urutan kedua dan Johann Zarco di posisi ketiga, menjadi momentum yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia. 

 Artinya pula bahwa kepercayaan terhadap pemerintah yang membangun sirkuit ini juga sangat tinggi. MotoGP Mandalika 2022 meninggalkan kesan yang tak terlupakan.

Saking belum bisa move on dari kebanggaan bisa menonton langsung MotoGP di negeri sendiri, membuat event MotoGP masih saja terus dibicarakan. Perkara penonton sempat terbengkalai akibat belum termanajemen dengan baik sistem transportasi shuttle bus dalam penyelenggaraan event ini, mereka pulang membawa rasa puas. 

Panas, hujan dan petir pun dinilai sebagai bagian dari keseruan bisa hadir langsung pada gelaran perdana MotoGP Indonesia. 

Pemerintah tentu akan melakukan evaluasi yang ketat dan perbaikan terhadap sistem transportasi yang sangat vital bagi penonton ini. Evaluasi untuk perbaikan ini, jelas dibutuhkan untuk kelangsungan penyelenggaraan MotoGP di tahun-tahun berikutnya. Lagi pula Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah sudah menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh penonton MotoGP Mandalika atas hal ini. 

“Kami meminta maaf kalau tidak sepenuhnya sempurna sesuai yang kami rencanakan,” kata Zulkieflimansyah di Mataram, sehari setelah MotoGP berakhir.

Kekaguman dan kebanggaan atas hadirnya sirkuit MotoGP di Mandalika Lombok ini, diungkapkan oleh penonton yang tersentuh hatinya tatkala lagu Indonesia Raya bergema di Pertamina Mandalika International Street Circuit sesaat sebelum balapan utama MotoGP dilepas.  

Berperan besar adanya perhelatan MotoGP Mandalika 2022
Presiden Joko Widodo

Penonton turut hikmat, larut dalam kebangaaan sekaligus rasa haru yang mendalam. Mereka ikut berdiri menyanyikan lagu kebangsaan. Apalagi gelaran perdana MotoGP 2022 dihadiri langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo. Presiden yang mewujudkan sirkuit bergengsi ini dalam satu kali kesempatan (tanpa mangkrak). Ada yang tak mampu menahan haru, ada pula yang merinding karena rasa bangga juga seperti tidak percaya. 

“Seperti tidak percaya, kita (Indonesia) punya sendiri sirkuit kelas dunia ini (Mandalika). Indah pula,” kata Diandra asal Jakarta.

Ia mengaku benar-benar merasa beruntung bisa nonton MotoGP di kampung halaman sendiri, tak perlu jauh-jauh ke negeri orang. Antusiasme menonton MotoGP Mandalika memang terlihat dari lautan manusia yang memenuhi sirkuit dibangun di atas lahan seluas 133,1 hektar ini. 

MotoGP Mandalika 2022 memang sangat dinantikan, khususnya bagi mereka yang selama ini fans MotoGP namun belum pernah bisa menonton secara langsung. Mahalnya biaya yang harus dikeluarkan jika menonton MotoGP ke luar negeri menjadi faktor utama mengapa mereka sangat antusias datang ke sirkuit Mandalika yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

“Mau nonton keluar negeri, mahal banget. Hari ini terbayar sudah, puas. Ini momen yang bertahun-tahun saya nanti-nantikan, bisa lihat langsung aksi para riders, bisa dengar langsung raungan mesin motor pebalap dan bisa lihat langsung mereka melintas di depan saya. Wow… amazing,” ungkap Diandra yang menonton dari tribun I zona hijau.  

Bagi Diandra dan puluhan ribu penonton lainnya, kesempatan hadir di tribun-tribun Pertamina Mandalika International Street Circuit yang megah, pada MotoGP Mandalika 2022 ini tidak akan terulang kedua kali. Sebab mereka ikut menjadi penonton pertama yang mengukir sejarah di sirkuit kebanggaan bangsa Indonesia ini. 

BACA JUGA: MotoGP Mandalika 2022, Catatan Transportasi yang Kacau (2)

“Pokoknya beda rasanya nonton perdana, meskipun tahun depan bisa nonton lagi, jelas tidak sama,” ujar Said asal Kalimantan Timur. 

Event MotoGP Mandalika 2022 memang bukan semata-mata tontonan bagi pencinta olah raga otomotif, melainkan turut serta sebagai pelampiasan rasa bangga bagi anak bangsa Indonesia. 

Bagaimana tidak, terbilang banyak dari mereka yang menonton event ini sesungguhnya bukan penggemar berat MotoGP. Namun karena rasa bangga punya sirkuit mentereng milik bangsa sendiri membuat beberapa di antaranya jauh-jauh hari sudah memastikan diri tiba di Lombok pada H-2 sebelum rangkaian MotoGP digelar. 

“Saya nontonnya tanggal 19 dan 20 Maret. Sirkuitnya ada di Indonesia masak saya tidak nonton? Sirkuitnya juga cantik bisa sekalian liburan di bibir pantai dan tepi laut Kuta Lombok yang terkenal itu” kata Rara asal Surabaya yang mengaku hanya sesekali nonton MotoGP lewat televisi.   

Jadi, selain aksi para riders dunia yang ditonton, Rara juga bisa melihat langsung dan mengenal lebih jauh sirkuit Mandalika serta menikmati berbagai peristiwa yang terjadi selama event ini digelar. Dan itu merupakan hiburan menarik yang tidak boleh dilewatkan. Tepuk tangan dan sorak sorai penonton (khususnya para fans) saat para riders lewat di depannya, memberi energi tersendiri bagi penonton. 

Peristiwa-peristiwa tidak biasa yang terjadi sejak sirkuit ini dibuka dalam gelaran perdana World Superbike (WSBK) dan Idemitsu Asian Talent Cup IATC di bulan November 2022, saat Pramusim MotoGP bulan Februari 2022 serta saat event utama MotoGP Mandalika 2022 digelar, merupakan keunikan tersendiri dari Sirkuit Mandalika. Yang tentu saja tidak ditemukan di sirkuit lain. 

Meskipun Sirkuit Mandalika merupakan salah satu sirkuit terbaik di dunia dengan diperolehnya pengakuan berstandar internasional grade tertinggi (A) dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), Dorna Sport serta International Road racing Team Association (IRTA)/Asosiasi Tim Balap Internasional, sirkuit ini tetap dengan kesederhanaannya yang apa adanya.

Berada di wilayah Lombok bagian Selatan, di sebuah desa dengan penduduk yang sederhana, sejak awal sirkuit modern ini juga tetap menampilkan kesederhanaan dan keunikan peristiwa-peristiwa yang menyertainya. 

Penduduk Kuta yang apa adanya, yang aktivitas kesehariannya (seperti ibu-ibu yang berboncengan dengan 4 anak), orang bersarung menonton di balik pagar sirkuit, kondisi warung dan kios yang apa adanya tempat pebalap membeli kartu sim seluler, yang dipublikasikan di instagram pribadi para pebalap. 

sejarah dalam MotoGP Mandalika
Rara si Pawang Hujan

Termasuk pula yang paling fenomenal ada aksi Rara si pawang hujan dan keramahan Risman yang membuat juara pertama MotoGP Indonesia Mandalika 2022 di kelas primer, Miguel Oliveira, mendedikasikan kemenangannya itu untuk pemuda sederhana ini. Pebalap Red Bull KTM terkesan pada Risman, staf hotel yang melayaninya selama bersiap dalam laga balap MotoGP di sirkuit Mandalika Lombok. 

“Aku ingin mendedikasikan podium ini untuk seorang pria bernama Risman, staf hotel tempatku menginap. Dia sudah menyemangati saya selama akhir pekan ini. Ia benar-benar mendukung saya sepanjang pekan, dan dia orang yang baik. Saya janji saya akan mendedikasikan podium saya kepadanya. Jadi, ini untukmu, Risman,” ungkap Miguel Oliveira dalam wawancara resmi bersama MotoGP.

Demikian pula ketika hujan dan petir turun dengan derasnya yang membuat sesi utama balap MotoGP ditunda beberapa kali, sebuah momen tak terduga pun terjadi. Seorang pawang hujan bernama Rara Istiani Wulandari tiba-tiba tersorot kamera resmi Dorna saat melakukan aksinya di depan pit lane Sirkuit Mandalika. Saat kamera Dorna menyorotnya, para penonton di tribun-tribun bersorak dengan gemuruh tepuk tangan. 

Tentu ini sangat mengejutkan. Event berkelas internasional yang tidak main-main ini, bisa-bisanya menghadirkan aksi pawang hujan. 

Untuk bisa berada di areal pit lane itu, mestilah atas ijin resmi dengan peraturan yang sangat ketat dari Dorna Sport selaku pengelola MotoGP. Rupanya, (dikutip dari CNNIndonesia.com), kehadiran Rara di pit lane tersebut atas permintaan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Dorna Sport. 

Atraksi Rara membawa singing bowl sembari membuat gerakan-gerakan ritual itu mencuri perhatian para pembalap MotoGP. Pebalap dengan julukan Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, bahkan menirukan gerakan pawang hujan tersebut dengan menggunakan wadah makan dan garpu.

Berbagai peristiwa ini menjadi hiburan tersendiri bagi penonton. Di sinilah letak bahwa MotoGP Indonesia bukan semata-mata olahraga otomotif, melainkan memiliki unsur entertain yang unik dengan sebab bangsa ini kaya dengan tradisi dalam kebudayaannya.

Memang banyak pro kontra terkait aksi pawang hujan tersebut, tetapi inilah Sirkuit Mandalika dengan segala keunikan dan kesederhanaan yang menyertainya. 

Dan segala kesederhanaan serta keunikan itu terpublikasi dengan masif dan menjadi trending topik bukan hanya di Indonesia melainkan juga diperbincangkan banyak warganet dunia di media sosial.***

 




Bupati Djohan Canangkan Desa Ramah Perempuan dan Anak 

Kata Bupati Djohan, kerentanan anak dan keluarga merupakan salah satu problem pembangunan, yang membutuhkan perhatian 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH membuka Pencanangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) KLU di Aula Kantor Bupati KLU, Selasa  (22/03/22). 

Rencana Strategi Pembangunan Nasional 2019-2024 mengamanatkan, pembentukan sistem perlindungan anak nasional sebagai strategi untuk mewujudkan Indonesia yang ramah anak. 

Bupati mencanangjan Desa Ramah Anak

Pada tahun 2020, Presiden Jokowi mengeluarkan arahan penanganan kasus kekerasan terhadap anak secara lengkap dan menyeluruh, yang disusul dengan diterbitkannya Perpres Nomor 62/2020. 

Di Lombok Utara sendiri terdapat 5 desa yang terpilih sebagai Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, yakni Desa Senaru, Desa Sukadana, Desa Gumantar, Desa Tegal Maja dan Desa Menggala.

Bupati Djohan mengatakan, kerentanan anak dan keluarga merupakan salah satu problem pembangunan. Ini membutuhkan perhatian bersama.

Salah satu problem pembangunan ini harus disikapi serius, mengingat dampaknya multidimensional.

 “Anak-anak yang dijamin dan dilindungi hak-haknya akan menjadi generasi penerus  dan aset berharga bagi kemajuan daerah di masa depan,” ungkapnya.

Menurut bupati, dengan dukungan penuh seluruh pihak dalam membangun kekuatan dan kolaborasi, program ini mampu diwujudkan di masa mendatang.

Tujuan program ini  untuk mencegah dan  mengurangi kasus kerentanan seperti  kekerasan terhadap anak, perkawinan  anak, drop out dan stunting.   

BACA JUGA: Groundbreaking Instalasi Gawat Darurat RSUP NTB

“Harapan kita segala ikhtiar yang ditempuh dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat KLU dan Provinsi Nusa Tenggara Barat pada masa mendatang,” kata bupati.

Sementara itu Perwakilan Unicef  M. Akbar Halim menyampaikan, anak-anak harus betul-betul diperhatikan. 

Selain orang tua dan keluarga, faktor lingkungan dan sekolah adalah faktor yang paling berpengaruh bagi perkembangan anak. Terlebih lagi anak-anak zaman sekarang sudah sangat dekat dengan media online. 

“Kami bersukur Pemda menaruh perhatian pada sektor perlindungan anak dan tentunya ini bisa menjadi contoh yang baik untuk disiarkan ke tingkat nasional,” ujarnya.

Kepala DP3AP2KB Prov. NTB yang diwakili Kabid Pemberdayaan Perempuan Nining Triningsih menjelaskan, program ini bagian dari cara untuk mewujudkan Kabupaten/Kota layak anak. Perempuan dan anak memiliki peranan penting dalam rangka pembangunan di tingkat Desa. 

BACA  JUGA: Event MotoGP 2022 Sukses, Ini Kata Gubernur NTB

Pihaknya minta untuk OPD terkait serta Pemerintah Desa untuk ikut ambil peran demi terlaksananya Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Kabupaten Lombok Utara.

Turut hadir Asisten I Setda KLU Drs. H. Raden Nurjati, Ketua LPA Provinsi NTB H. Sahan, SH, Perwakilan UNICEF Indonesia M. Akbar Halim, Para Kepala OPD terkait, Para Kepala Desa, serta undangan lainnya.***

 




Event MotoGP 2022 Sukses, Ini Kata Gubernur NTB

 Presiden Indonesia, Joko Widodo disebut berperan besar dalam kesuksesan Event MotoGP 2022, kata Gubernur NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Perhelatan MotoGP 2022 sukses digelar di Sirkuit Mandalika dan meninggalkan kesan bagi seluruh pihak, meski masih banyak yang harus dibenahi.

Presiden Indonesia, Joko Widodo disebut berperan besar dalam kesuksesan tersebut. Memilih Mandalika, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai tuan rumah ajang MotoGP, balap motor bergengsi dunia. 

Kesuksesan juga faktor sinergitas yang terjalin baik antara Pemerintah Pusat, pihak penyelenggara acara, Pemerintah Daerah, dan masyarakat juga berperan besar dalam mensukseskan acara tersebut. 

Penonton Event MoToGP

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. mengucapkan terima kasih kepada Presdien Jokowi.

Termasuk seluruh pihak yang memiliki andil besar dalam mensukseskan event internasional MotoGP, dan menjadikan Mandalika NTB sebagai Wajah Baru Indonesia lebih terkenal di mata dunia. 

“Terimakasih Pemerintah Pusat, terima kasih Pak Presiden, anda telah membuktikan bahwa where there is a will there’s a way,” ungkap Bang Zul sapaan Gubernur, di Mataram, Senin (21/03/22). 

BACA JUGA: Pelaku UMKM Dapat Berkah dari Event MotoGP Mandalika

Ia menambahkan, dari pengerjaan Sirkuit Mandalika hingga penyelenggaraan acaranya digelar di tengah wabah pandemi Covid-19 dan setelah Lombok dilanda gempa bumi, yang akan sulit mendatangkan visitor dari mancanegara

Namun, dengan cara Presiden yang tidak biasa, event yang digelar mampu menarik pengunjung domestik yang animonya cukup besar. 

“Kami menonton bersama Pak Presiden dan merasa terharu melihat beliau bergembira, berbahagia. Dua tahun pandemi ini, beliau datang dengan satu ide yang sangat besar untuk menghadiahkan satu internasional event, bukan hanya untuk Nusa Tenggara Barat tetapi juga untuk Indonesia,” tuturnya. 

BACA JUGA: Penonton MotoGP Terlantar, Gubernur Zul Minta Maaf

Gubernur menekankan, kesuksesan MotoGP 2022 tidak akan pernah terwujud tanpa sinergitas yang baik seluruh pihak. 

Ketika seluruh pihak meninggalkan ego sektoral masing-masing, tidak ada yang tidak mungkin meski di tengah pandemi.***

 




Penonton MotoGP Terlantar, Gubernur Zul Minta Maaf

Animo penonton MotoGP, dari Minggu sangat besar, sehingga menimbulkan kemacetan sehingga shuttle bus terlambat datang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh penonton MotoGP atas ketidaknyamanan, karena shuttle bus gratis yang disediakan Pemprov NTB bagi para penonton datang terlambat. 

Banyak penonton kemudian merasa ditelantarkan usai acara, termasuk penonton dari luar daerah Lombok

penonton MotoGP diterlantarkan
Penonton MotoGP terlambat dijemput

Animo masyarakat menonton MotoGP, Minggu ( 20/03/22) sangat besar, sehingga menimbulkan kemacetan. 

Tak sedikit pula masyarakat yang mengeluhkan kualitas bus yang sudah tua dan macet di tengah jalan sehingga ikut memperparah keadaan.

Gubernur menjelaskan, panitia sudah bekerja maksimal dalam mengatur alur bus untuk mengantar dan menjemput penonton. 

BACA JUGA: MotoGP Mansalika 2022, Catatan Transportasi yang Kacau

Namun karena tumpah ruahnya penonton yang sangat antusias menghadiri hari balapan, maka kemacetan yang terjadi tak bisa dihindari. 

“Kami meminta maaf, kalau tidak sepenuhnya sempurna sesuai yang kami rencanakan,” kata Zulkieflimansyah di Mataram, Senin (21/03/22).

Gubernur minta permakluman para penonton yang merasa kecewa, dan. meminta dukungan agar bisa lebih baik kedepannya.

“Saya sendiri pernah jadi saksi sejarah ketika di Sentul dan itu lebih parah dari kemarin. Bukan bermaksud apologi, tapi kita tidak menyangka kendaraan pribadi sebanyak itu. Jadi kalau ada antusiasme di hari ketiga, apalagi yang kita saksikan di TV sebanyak itu, sehingga wajar membludak seperti itu,” ucap Bang Zul.

Terkait aduan bus yang sudah tua, ditekankan Ban Zul akan menjadi catatan panitia.

BACA JUGA: Groundbreaking Instalasi Gawat Darurat RSUP NTB

“Bus yang melayani tidak boleh tua. Ini akan kami cek ke depannya. Kami juga tidak bisa mengomeli petugas yang sudah bekerja maksimal. Tetapi mudah-mudahan ini jadi feedback yang baik untuk ajang selanjutnya, seperti WSBK di November 2022 dan ini menjadi catatan cukup baik, apalagi kontrak ini 10 tahun pasti setiap tahun ada peningkatan,” tandasnya. ***

 




MotoGP Mandalika 2022, Catatan Transportasi yang Kacau (2)

Dalam perhelatan MotoGP Mandalika 2022, penonton dikecewakan layanan shuttle bus yang kacau, dan petugas pun pasrah. Ini laporan Naniek I Taufan dari Mandalika  

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kekacauan shuttle bus, dimulai sejak pemberangkatan menuju Mandalika, dan usai perhelatan MotoGP usai. 

Bahkan saat penonton harus berjuang untuk pulang dengan berjalan kaki menuju tempat jemputan, dan harus berebutan naik bus, banyak di antaranya harus berpisah dengan rombongan.

Lulusnya Pertamina Mandalika International Street Circuit dalam uji hasil track inspection oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), Dorna Sports dan IRTA, dengan nilai tertinggi (grade A), merupakan bukti bahwa sirkuit Mandalika dibangun sesuai ketentuan.

Penonton MotoGP Mandalika yang menanti jemputan bus

Kabar ini diperoleh tanggal 17 Maret 2022 atau sehari sebelum event MotoGP digelar secara resmi. 

Ini artinya layak sebagai tempat mengaspal bagi para riders dunia sekelas MotoGP. Dan setelah digelar tiga hari berturut-turut, 18-20 Maret 2022, event ini meraih kesuksesan. 

Tapi sukses di sirkuit tentu tidak serta merta berarti semua aspek berjalan baik. Ada kekurangan di sana-sini tentu wajar, mengingat event ini baru pertama kali digelar. 

Segala (management) fasilitas khususnya bagi penonton juga baru pertama kali digunakan atau dioperasikan. 

Penonton juga rata-rata baru pertama kali datang menonton MotoGP ke Sirkuit Mandalika yang begitu luas, sehingga sangat wajar jika mengeluh soal jarak yang jauh dari satu pintu masuk ke pintu masuk lainnya. 

BACA JUGA: MotoGP Mandalika 2022, Catatan Evebt Internasional di Lombok (1)

Meski semua masih baru, terutama pihak penyelenggara MotoGP bagian transportasi bus yang disiapkan untuk penonton juga baru bekerja, bukan menjadi alasan pembenaran pada kekacauan yang terjadi di hari pamungkas MotoGP Mandalika. 

Sebab, walau transportasi hanya satu dari banyak bagian lain yang sukses dalam event ini, soal amburadulnya transportasi bagi penonton ini adalah sesuatu yang fatal. Panitia rupanya tidak siap dengan managemen transportasi. 

Tidak menghitung dengan baik keseimbangan antara penonton yang jumlahnya melebihi 60 ribu orang, yang pasti menimbulkan kerumunan yang luar biasa, dengan ketersediaan jumlah shuttle bus. 

Tampaknya pula, keliru menghitung kemacetan yang ditimbulkan dari keramaian yang pasti terjadi yang jelas akan menunda perjalanan bus. Serta tidak menghitung jarak tempuh shuttle bus dari dan ke Mandalika.

Bisa dibayangkan penonton yang menginap di Lombok Utara, yang jarak tempuh rata-ratanya sekitar 2,5,-3,5 jam baru bisa tiba di Sirkuit Mandalika. Artinya shuttle bus yang bertugas menjemput penonton di Lombok Utara via Bangsal, membutuhkan waktu 5-7 jam untuk mengantar ke Mandalika dan kembali ke Bangsal untuk angkutan berikutnya. 

Begitu pula dengan penonton dari Mataram yang membutuhkan waktu 1-1,5 jam untuk bisa tiba di Mandalika. Shuttle bus membutuhkan waktu 2-3 jam untuk PP Mataram Mandalika. Belum lagi di titik terjauh Lombok Timur. 

Sementara itu puluhan ribu orang menanti bus tersebut dalam waktu nyaris bersamaan di hari yang sama. Semua ingin lekas tiba di Mandalika. Dan semua ingin segera meninggalkan Mandalika begitu MotoGP berakhir di sore hari.  

Dan yang melayani transportasi ribuan orang itu hanya sebanyak 278 unit Shuttle bus yang disiapkan Dishub Provinsi NTB terdiri atas 27 bus ukuran besar, 70 bus ukuran medium, dan 181 minibus. Semuanya gratis untuk penonton. 

Kekacauan pengelolaan transportasi MotoGP Mandalika
Kemacetan saat pulang

Nanti juga ditunjang angkutan sewa khusus dan alat angkut konvensional, sesuai ketentuan. 

Begitu kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, HL. Mohammad Faozal dengan nada penuh percaya diri, saat Media Briefing MotoGP Mandalika 2022 di Mataram, tanggal 16 Maret 2022.

Kekacauan soal transportasi ini sesungguhnya sudah dimulai sejak pagi, saat penonton mulai dijemput di titik-titik penjemputan yang sudah ditentukan. Dengan jumlah penonton yang sangat banyak, bahkan di titik penjemputan eks Bandara Selaparang Mataram, medsos sudah mulai riuh dengan keluhan. Shuttle bus yang menjemput sampai agak siang tak tiba-tiba, sementara mereka sudah menunggu sejak pagi. 

Apa penyebabnya? Selain bus yang kurang juga akibat kemacetan parah yang terjadi mulai dari depan Bandara Internasional Lombok, lalu di jalur setelahnya dan semakin parah saat mendekati Parkir Barat dan Parkir Timur. Ini yang menyebabkan bus-bus terlambat menjemput penonton. 

Akibat lain dari keterlambatan bus, membuat penonton yang sudah tumpah menanti bus, terpaksa harus berebut, dulu-duluan agar bisa segera naik bus. Kemacetan ini bahkan memakan waktu sampai 5 jam dari Mataram hingga ke Sirkuit Mandalika. 

BACA JUGA: MotoGP 2022, Cerita ‘Mengesankan’ dari Event Internasional

Sebab bukan hanya soal kemacetan dalam perjalanan dari Mataram menuju ke Parkir Timur (PT) dan Parkir Barat (PB) yang menyebabkan lamanya penonton tiba di Sirkuit Mandalika, melainkan juga harus berebut bus dari PB dan PT untuk menuju pintu-pintu masuk sesuai dengan zona tiket yang dibeli. 

Banyaknya penonton yang memenuhi PB dan PT membuat petugas yang jumlahnya tidak banyak, benar-benar kewalahan. Sopir-sopir dan petugas bus lainnya tak mampu membendung situasi. Mereka terlihat seperti pasrah. 

Bus-bus di PB dan PT yang seharusnya menjemput penonton menuju pintu-pintu masuk (gate 1,2 dan 3) sesuai dengan warna dan abjad tiket (merah gate 1, biru gate 2 dan hijau gate 3), sudah tidak lagi sesuai dengan aturannya. 

Hal ini terutama saat hari semakin siang dan semua penonton merasa harus segera tiba di tribun untuk menonton sebab mereka juga membeli tiket dengan harga yang tidak murah. Itu baru saat penonton datang ke Mandalika hingga ke pintu masuk masing-masing.

Penonton yang begitu antusias menantikan momen menonton langsung MotoGP di negeri sendiri ini, sesungguhnya sangat menikmati kesempatan yang tidak semua orang bisa datang kembali di Sirkuit Mandalika. Khususnya bagi mereka dari luar Lombok yang harus rela menyiapkan budget bukan semata untuk membeli tiket, melainkan untuk biaya transportasi laut/darat/udara, ke dan dari Lombok. 

Biaya menginap dan akomodasi lainnya serta biaya konsumsi selama di Lombok. Ditambah lagi biaya transportasi lokal selama berada Lombok. 

Bagaimana tidak, mereka kelihatan asyik-asyik saja. Meski masuk kepanasan dan pulang kehujanan. Termasuk pula ketika angin kencang, hujan yang mengguyur sangat deras disertai petir, yang membuat basah kuyup (penonton di tribun terbuka). 

Juga ketika balapan MotoGP ditunda hingga sekitar dua jam akibat hujan deras, semua itu tidak menyurutkan semangat para penonton. 

Mereka tetap nikmati semua peristiwa itu, sebagai bagian dari keseruan menonton langsung event internasional sekelas MotoGP yang selama ini hanya bisa ditonton lewat layar kaca. Raungan mesin motor para riders yang dipacu dengan kecepatan tinggi rata-rata di atas 300km/jam, kecepatan riil di aspal lintasan yang bisa dilihat langsung di depan mata itu, tidak bisa dideskripsikan oleh kamera secanggih apa pun. 

Kamera tidak bisa menjelaskan hal itu sebaik kenyataannya. Tidak bisa menggantikan emosi penonton saat ‘bertemu’ langsung aksi para riders yang mengaspal di Sirkuit Mandalika Lombok. 

Para penonton di hari Minggu (20 Maret), yang tiba sejak pagi di Sirkuit Mandalika bisa menyaksikan seluruh sesi balapan. Mulai dari sesi pemanasan (Warm Up), Moto3 pukul 10:00 wita. Lalu Moto2 pada pukul 10:20 wita dan dilanjutkan kelas MotoGP pada 10:40 wita. 

Setelah itu, pada pukul 12.00 wita para pebalap Moto3 akan mulai berlomba sepanjang 18 lap untuk menjadi yang terdepan. Dilanjutkan dengan Moto2 pada 13:20 wita yang melintasi 20 lap. Sementara itu para pebalap utama MotoGP mulai mengaspal sekitar jam 5 sore (seharusnya terjadwal 15.00 wita, ditunda karena hujan) untuk memperebutkan posisi terdepan dalam lomba yang berlangsung dalam 20 putaran.

Sesi utama MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit ini semestinya berlangsung 27 putaran (lap). Tapi karena kondisi lintasan balapan MotoGP dikurangi dari sebelumnya 27 menjadi 20, karena kondisi lintasan aspal terlalu panas karena terik matahari. 

“Kami memutuskan mengurangi jarak tempuh balapan untuk menjaga kondisi trek karena masalah aspal,” begitu konfirmasi yang dikeluarkan Franco Uncini, selaku Grand Prix Safety Officer, dikutip dari situs resmi MotoGP.

BACA JUGA: Indonesia Raya Berkumandang di Sirkuit Mandalika

Semua enjoy dan puas bisa menonton secara langsung. Aksi para riders benar-benar menghibur hati mereka yang dinilai sebanding dengan mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk bisa sampai di tribun Sirkuit MotoGP ‘milik sendiri’ ini.

 Hal tersebut sebenarnya sempat membuat penonton melupakan kroditnya perjalanan mereka tadi untuk bisa tiba di tribun. Tapi kekacauan transportasi berikutnya, di saat pulang menonton, benar-benar membuat penonton rata-rata mengeluh dan kecewa. 

Sekitar pukul 17.30 wita, usai sesi utama MotoGP yang menempatkan Miguel Oliveira, rider dari Red Bull KTM sebagai pemenang Pertamina Grand Prix of Indonesia, penonton sudah mulai berangsur-angsur meninggalkan tribun keluar dari pintu keluar masing-masing. Di sinilah kekacauan yang menyedihkan bagi penonton itu terjadi. 

Puluhan ribu orang yang berkumpul secara bersamaan keluar menuju lokasi shuttle bus yang sedianya mengantar mereka ke PB dan PT. bersamaan dengan keluarnya penonton itu, mobil-mobil yang ada di areal parkir dalam sirkuit pun bersamaan ikut keluar. 

Alhasil lalu lintas macet. Para penonton yang berjalan di bawah gerimis yang terus turun, awalnya tertib menanti bus di perhentian yang sudah ditentukan. Para petugas lapangan yang mengatur juga terus bekerja. 

Tapi, menit demi menit selanjutnya, penonton yang berkumpul itu semakin banyak menjadi lautan manusia yang bergerak menuju titik yang sama. Di saat itu pula, shuttle bus yang diharapkan datang, tidak banyak yang tiba. Karena itu, setiap kali bus tiba, semua berebutan naik sembari saling dorong satu sama lain.

Areal halte yang becek penuh lumpur akibat hujan, tidak lagi dipedulikan oleh penonton. Yang mereka nanti hanyalah segera bisa mendapatkan bus yang akan mengantar mereka ke PB dan PT, tempat di mana mereka memarkir kendaraan atau akan melanjutkan perjalanan dengan shuttle bus juga, menuju tujuan masing-masing. 

Rebutan dan saling berdesakan naik bus, membuat petugas lagi-lagi kewalahan. Mereka terlihat pasrah. Membiarkan para penumpang berduyun-duyun berjalan ke arah terjauh di mana mereka bisa menyetop bus lebih cepat. Dan itu jaraknya sangat jauh. Tapi para penonton rela berjalan jauh berkilo-kilo meter demi mendapatkan bus menuju PB dan PT. 

Saat ditanya di mana penonton harus menunggu bus untuk menuju PT dan PB? Petugas hanya menjawab lemah.

“Seharusnya di sini, tapi karena semua penonton sudah mencegat bus di ujung jalan yang jauh di sana (sambil menunjuk arah beberapa kilometer), bus tak bisa sampai ke mari,” kata petugas di halte bus pintu 1, pasrah. 

Kemacetan parah tak bisa dihindari. Jalan-jalan di depan Sirkuit Mandalika ramai. Mereka yang tidak mendapatkan bus terpaksa berjalan kaki berkilo-kilo meter, berharap bisa menemukan bus. Harapan itu sirna, sebab jumlah bus tidak sebanding dengan banyaknya penonton. 

Salah satu peristiwa terjadi di area sekitar pintu 1 Sirkuit Mandalika, penonton akhirnya memaksa bus dengan stiker warna hijau, bertuliskan zona, H,I,J,K, untuk berhenti dan mengangkut mereka menuju PT. 

Bus ini sejatinya harus menjemput penonton di pintu 3 zona hijau untuk dibawa ke PT. Tapi perjalanan mereka mustahil sampai ke pintu 3 mengingat ratusan penonton sudah mengerubungi bus yang terlihat dalam keadaan kosong itu. Supir dan petugas bus tak berdaya, sebab para penonton mulai memukul-mukul bus. 

Pintu bus pun dibuka, penonton menyerbu naik. Tampak sekali kesedihan, kekecewaan sopir dan petugas bus yang terpaksa tidak bisa melaksanakan tugas menjemput penonton zona hijau di pintu 3. 

“Kami ini hanya melaksanakan tugas, bapak-bapak, ibu-ibu seharusnya tolong mengerti bahwa bus ini sesuai warna stikernya harus menjemput penonton di pintu 3 zona hijau. Kalau kami sekarang harus kembali ke PT mengantar bapak-bapak, ibu-ibu ke sana, bagaimana dengan penonton di pintu 3 yang menjadi tanggung jawab kami untuk dijemput,” ujar sopir dan petugas bus, setengah memohon namun tak bisa berbuat apa-apa. 

Akhirnya, dengan terpaksa bus ini berputar balik dari depan pintu 1 menuju PT. gagal melaksanakan tugas menjemput penonton di pintu 3 zona hijau. 

Akibat peristiwa ini, penonton yang sudah mengantri lama menunggu bus di pintu 3, jelas semakin kekurangan bus penjemputan. Dan tidak mustahil peristiwa ini terjadi di jalan sekitar sirkuit dan di pintu-pintu sirkuit lainnya.

Masalah belum selesai sampai di sini. Hingga sekitar pukul enam sore, bus tidak bisa masuk terminal PT. tertahan dan stagnan jauh dari terminal PT. Selama sekitar 1 jam penonton yang ada di atas bus pun memilih turun dan berjalan kaki menuju PT yang masih sangat jauh. Tak ada pergerakan sedikit pun. Penonton yang turun terpaksa melanjutkan berjalan kaki menuju PT dan tempat-tempat parkir yang jaraknya bisa sampai 30 menit atau lebih jalan kaki. 

Ini sungguh membIngungkan. Dan bukan lelucon yang perlu ditertawakan. 

Bahkan ada penonton yang sejak dari jam 6 pagi meninggalkan penginapan via Bangsal Lombok Utara dan masih ‘terkurung’ di Mandalika hingga malam hari, tak jua mendapatkan bus untuk pulang. Mereka pun tertinggal oleh rombongan yang sudah terlebih dahulu harus meninggalkan lokasi Mandalika. 

Hingga pukul 8 malam, belum juga ada pergerakan yang berarti lalu lintas sekitar PT. Yang membawa kendaraan sendiri, semua stand by di dalam mobil, menanti kapan kemacetan itu terurai. Pada sekitar setengah 9 malam, kendaraan mulai bergerak, namun hanya beberapa meter lalu stagnan. Begitu seterusnya hingga lebih dari pukul 9 malam. 

Beberapa saat kemudian, barulah kendaraan yang terkunci di sekitar PT mulai bisa bergerak. Keramaian terlihat masih sangat banyak. Penonton kebingungan menanti bus. 7 orang yang kehilangan jejak rombongannya, terpaksa memohon untuk menumpang di mobil penonton lainnya. beruntung mereka bisa masuk dan ikut hingga ke Mataram. 

Mereka berasal dari Pontianak Kalimantan Barat dan Bandung Jawa Barat. Bersama 60 orang lainnya, mereka satu rombongan dan menginap di Lombok Utara. Mengingat jarak tempuh Lombok Utara ke Mandalika yang cukup jauh, mereka berangkat dari hotel tempat menginap menggunakan kendaraan carter rombongan sejak pukul 6 pagi hingga sekitar pukul 9 baru bisa keluar dari Mandalika.

Beruntung rombongan menunggu mereka di Mataram. Kemacetan di perjalanan menuju Mataram juga membuat ke 7 orang ini tiba di Mataram sekitar pukul 11 malam untuk bergabung makan malam dengan rombongan. Lalu jam berapa mereka akan tiba di Lombok Utara? Jika jam 12 malam mereka menuju Lombok Utara, maka bisa dipastikan paling cepat mereka tiba jam 1 dini hari. Sementara esok pagi-pagi mereka harus berangkat pulang via Bali. 

Begitulah perjuangan para penonton MotoGP di momen perdana ini. Berjalan kaki, berebutan bus hingga kehilangan rombongan dan tentu saja banyak cerita lainnya yang lebih menyedihkan dari itu akibat tidak siapnya transportasi untuk penonton ini. 

Apakah ini akan terulang di MotoGP berikutnya? Jelas puluhan ribu penonton itu tidak menginginkan hal ini terjadi. Perbaikan management transportasi tersebut, wajib dibenahi. Para birokrat tidak perlu banyak bicara dalam jumpa pers-jumpa pers dengan percaya diri mengungkap kesiapan yang semu yang jauh dari kenyataannya. Bekerja dalam diam, itu lebih baik dari banyak bicara tapi tak paham apa yang harus dilakukan dengan tepat. 

Penonton MotoGP Mandalika antri penjemputan

Kekacauan yang terjadi pada sektor transportasi ini, jelas memperlihatkan sejauh mana kualitas kerja birokrasi khususnya di daerah yang diserahi tugas dan tanggung jawab ini.

Ajang internasional sekelas MotoGP ini semestinya menjadi tantangan bagi birokrasi dalam mengelola kapasitas dan kapabilitasnya dalam mengawal kebijakan-kebijakan yang inovatif. 

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTB, Adhar Hakim yang mantan wartawan televisi nasional mengungkapkan, bahwa ajang-ajang internasional seperti MotoGP ini sebenarnya adalah sebuah momentum untuk mengklarifikasi berkali-kali, apakah  birokrasi di daerah siap bergerak cepat, berinovasi dan dapat bergerak sebagai entrepreneurship birokrasi yang mampu menggalang publik untuk ikut berpartisipasi baik secara ekonomi maupun sosial dunia. 

“NTB masih terus harus belajar lebih banyak. Pengembangan konsep kerja birokrasi yang kreatif, inovatif dan memiliki basis wawasan yang kuat soal membaca kebutuhan entrepreneurship sektor wisata amat sangat dibutuhkan. Wisata tidak boleh lagi dibaca hanya dengan skala statistik, soal berapa angka pertumbuhan kamar dan kunjungan wisata, tapi sudah harus melebar pada sektor sosial ekonomi lainnya, seperti potensi UMKM, skill terampil, dan jaringan pengembangan,” begitu kritiknya.***

 




Groundbreaking Instalasi Gawat Darurat RSUP NTB 

Jangan Lupakan Masyarakat Miskin itu kata Gubernur NTB saat groundbreaking IGD RSUP Nusa Tenggara Barat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pembangunan gedung baru Instalasi Gawat Darurat (IGD) Terpadu dan Perawatan di Rumah Sakit Umum Provinsi harus dapat melayani seluruh masyarakat NTB. 

Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah, mengatakan itu saat groundbreaking atau peletakan batu pertama dimulainya pembangunan IGD Terpadu dan Rawat Inap di RSUP NTB, Senin (21/03/22). 

“Mewah dan canggihnya rumah sakit kita jangan sampai melupakan masyarakat miskin dan termarjinalkan,”  kata gubernur.

BACA JUGA: Pelaku UMKM Dapat Berkah Event MotoGP Mandalika

Dimulainya pembangunan IGD RSUP NTBDENGAN MELAKUKAN GROUNDBREAKING
RSUP NTB

Menurutnya, fasilitas kesehatan terbesar dan tercanggih di Indonesia Timur ini juga bagian dari persiapan event internasional dan diharapkan dapat menjadi PAD yang menguntungkan. 

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra menyatakan, pembangunan gedung  IGD Terpadu dan penambahan gedung rawat inap di RSUD Provinsi NTB ini, merupakan proyek gedung IGD terintegrasi dan rawat inap ini senilai Rp270 Miliar. Penambahan fasilitas ini untuk menambah kapasitas pelayanan dan optimalisasi layanan kesehatan di RS milik Pemprov NTB menjadi grade A. 

“Selain itu RSUD Provinsi NTB juga akan membangun gedung belakang yang akan difungsikan sebagai gedung Onkologi Terpadu. Kita berharap dengan fasilitas layanan radioterapi dan kemoterapi masyarakat NTB bisa memperoleh traetment di RSUP NTB. Pihak Dorna juga sudah menetapkan status very excellent untuk fasilitas itu,” tambah Dokter Jack sapaan akrab Direktur RSUP NTB ini. ***

BACA JUGA: MotoGP Mandalika, Cerita ‘Mengesankan’ dari Event Internasional




Pelaku UMKM Dapat Berkah Event MotoGP Mandalika

Event MotoGP di Mandalika beri berkah pelaku UMKM, usaha mereka laris dan terus berprofuksi

MANDALIKA.lombokjournal.com ~ Pelaku UMKM dapat berkah event MotoGP Mandalika yang digelar 18-20 Maret 2022.

Dari gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2022 itu, para pelaku UMKM umumnya meraih keuntungan lebih dari biasanya. 

Pelaku raih keuntungan lebih dari biasanya

salah seorang pelaku UMKM yang bergerak di sektor kuliner, Baiq Irma asal Lombok Tengah, mengaku usahanya menjadi laris dan hidup dengan adanya event MotoGP di Mandalika.

BACA JUGA: MotoGP Mandalika, Cerita ‘Mengesankan’ dari Event Internasional

“Saya senang adanya  event MotoGP di Mandalika, usaha kami laris dan terus berproduksi,” kata Irma, Minggu (20/03/22) saat ditemui di bazar UMKM Parkir Barat (PB) Mandalika, Lombok Tengah.

Pemilik UMKM “Dapur Nanet” mengaku berbagai kemudahan yang diberikan oleh pemerintah, sangat membantu usahanya. 

“Kami diberikan kemudahan, stand untuk berjualan ini gratis oleh Pemda Loteng,” kata alumni Unram ini. 

Selain kemudahan yang diberikan berupa stand sebanyak 44 stand di lokasi Parkir Barat (PB) dan 20 stand lokasi Parkir Timur (PT), UMKM juga dibekali dengan pelatihan untuk menghasilkan produk yang sehat, menarik dan bercita rasa.

“Pemerintah Provinsi NTB, Pemda Loteng dan Kementerian, sering mengundang untuk membimbing kami dengan pelatihan. Termasuk mengkurasi produk-produk UMKM,” tambah Irma.

UMKM “Dapur Nanet” miliknya menjual beberapa kuliner, seperti nasi lalapan, ayam geprek, es jeruk, nasi ayam merangkat. 

Irma mengaku, hari pertama dan kedua perhelatan MotoGP keuntungan yang ia dapat hingga dua kali lipat, dibanding hari biasanya.

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya diselenggarakan dua atau 3 kali setahun. Namun secara rutin dua hingga tiga bulan sekali.

“Terima kasih sebanyak banyaknya, Presiden Jokowi,  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Tengah, karena telah membangun Lombok Tengah sehingga mendunia,” ucapnya.

BACA JUGA: MotoGP Mandalika, Catatan dari Event Internasional di Lombok

Hal yang sama disampaikan salah satu pemilik UMKM di bawah asuhan IPEMI Loteng, Baiq Komariah, adanya event MotoGP telah mendatangkan berkah bagi pelaku UMKM.

Produk miliknya, Sate Pusut Ayam Mandiri, dalam sehari bisa terjual hingga 500 kotak. Tidak seperti biasanya, apalagi saat pandemi Covid-19, usahanya tidak banyak berproduksi.

“Sate Pusut Ayam Mandiri kami buat sendiri, karena merupakan makanan khas Sasak Lombok, maka banyak yang meminatinya, dalam sehari bisa 500 kotak lebih terjual,” kata Komariah.

Ia berharap Pemerintah Provinsi NTB, Lombok Tengah dan Pusat, mengadakan acara seperti ini secara terus menerus, agar para pelaku UMKM terus berproduksi dan menggeliatkan ekonomi masyarakat. ***

 




Anugerah Special Achievement Award untuk HBK 

Anugerah Special Achievement Award diberikan kepada HBK atas kiprahnya membantu masyarakat Lombok

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penghargaan Special Achievement Award dari Times Indonesia dianugerahkan kepada Anggota DPR RI dari Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) meraih 

Penghargaan tersebut diberikan atas kiprah HBK yang tiada henti selalu hadir membantu mengatasi berbagai persoalan masyarakat Pulau Seribu Masjid dalam tiga tahun terakhir.

“Penghargaan kami berikan kepada Pak HBK setelah melalui proses kurasi dan penilaian yang mendalam dengan melibatkan banyak pihak,” kata General Manager Times Indonesia, Zainal Arifin.

Ia menyerahkan langsung sertifikat Anugerah Times Indonesia (ATI) tersebut kepada HBK, Senin (21/03/2021).

Penyerahan award tersebut dilakukan di Kantor Pusat HBK PEDULI di Kota Mataram, dihadiri seluruh pimpinan HBK Peduli, Yayasan milik HBK, mulai dari Ketua HBK Peduli Ali AL Khairy dan Sekretaris HBK Peduli yang juga kandidat Senator DPD RI dari NTB Rannya Agustyra Kristiono. 

HBK menerima sertifikat anugerah

Hadir pula para Ketua Tim HBK Peduli dari seluruh P. Lombok, para anggota Fraksi Partai Gerindra dari DPRD NTB maupun DPRD Kota/Kabupaten.

Zainal mengatakan, anugerah ini diawali dengan usulan nama tokoh dan kiprah mereka dari masing-masing daerah. 

BACA JUGA: Menkominfo Ajak Media Beritakan Kabar Baik

Tokoh-tokoh yang diusulkan tersebut kemudian dinilai dengan berbagai parameter yang melibatkan tim ahli yang beranggotakan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi ternama dan juga tim Litbang Times Indonesia.

“Penilaian juga dilakukan dengan tracking jejak digital. Sehingga kiprah tokoh yang menerima anugerah ini benar-benar tak terbantahkan,” imbuh Zainal.

Dalam sambutannya, HBK menjelaskan sejumlah hal yang sudah dilakukan oleh HBK Peduli di P. Lombok semenjak mulai terbentuk. 

Mulai dari memberikan makanan siap saji untuk masyarakat tidak mampu, para kaum dhuafa, serta masyarakat yang hidup sendiri karena sudah tidak memiliki keluarga lagi, serta anak-anak yatim piatu.

Belakangan, bantuan makanan siap saji tersebut kemudian diubah dengan bantuan berupa satu boks telur isi 6 butir untuk satu keluarga. Mengapa memilih menyalurkan bantuan telur segar. Semuanya lantaran kondisi masyarakat yang dinilainya rata-rata masih memiliki beras di rumah, namun mereka terbatas dalam kemampuan menyiapkan lauk pauk.

Saat ini, HBK Peduli menyalurkan 1.500 telur segar setiap harinya kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh P. Lombok. 

Rencananya, dalam waktu yang tidak terlalu lama, bantuan telur tersebut akan dikombinasikan dengan tambahan bantuan beras dua kilogram untuk setiap keluarga.

“Bantuan ini sudah kita lakukan secara terus menerus selama tiga tahun,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI tersebut.

Politisi Partai Gerindra ini juga menjelaskan bahwa tim HBK Peduli kini memiliki delapan perwakilan di seluruh P. Lombok yang siap membantu dan melayani masyarakat. 

HBK Peduli juga kini menyiapkan tambahan dua ambulans gratis, melengkapi sepuluh ambulans yang sudah ada, untuk melayani masyarakat yang membutuhkan, yang sudah dilengkapi dengan tenaga kesehatan dan juga peralatan medis yang memadai. 

Kapan pun masyarakat butuh pelayanan kesehatan darurat, ambulans-ambulans gratis tersebut siap melayani 24 jam.

BACA JUGA: MotoGP Mandalika, Cerita ‘Mengesankan’ Event Internasional

Selain itu, HBK Peduli juga mengoperasikan dua mobil tangki air yang terus berkeliling memasok kebutuhan air bersih bagi warga-warga di pelosok P. Lombok. 

Pada musim kemarau, kendaraan tangki ini nyaris tidak pernah berhenti beroperasi sepanjang hari, mengingat ratusan ribu warga di P. Lombok biasanya kekurangan air bersih akibat dampak kekeringan.

HBK juga menjelaskan, bagaimana ikhtiar dirinya yang kini membidani lahirnya klub sepakbola profesional di NTB yang diberi nama Lombok Football Club (LFC).

 Klub ini diharapkan akan menjadi ruang bagi talenta-talenta sepakbola berbakat di NTB untuk menapaki karir sepakbola profesional mereka.

Saat ini Lombok FC baru saja melakukan Training Center, yang rencananya akan dilaksanakan selama enam bulan untuk menyiapkan diri menyambut bergulirnya Liga 3 NTB tahun 2022 yang dijadwalkan dimulai September mendatang. 

Kelak, HBK yang merupakan CEO Lombok FC, berharap klub ini menjadi kecintaan dan sekaligus kebanggaan seluruh masyarakat NTB dan menjelma menjadi salah satu klub papan atas di tanah air karena prestasi-prestasinya.

Begitu banyak kerja-kerja baik yang sudah dilakukan pihaknya, HBK menjelaskan, betapa hal tersebut masih jauh dari apa yang diinginkannya. Masih jauh dari apa yang dicita-citakannya.

“Salah satu penyebabnya adalah serangan pandemi Covid-19,” ujar HBK.

Tokoh kharismatik ini menjelaskan, begitu dia resmi dilantik sebagai anggota DPR RI dari Dapil NTB-2/P. Lombok, sejumlah program pemberdayaan masyarakat langsung disusun. Program-program dari pemerintah pusat yang siap dibawa untuk masyarakat di P. Lombok juga sangat banyak. 

Namun, pandemi Covid-19 menyebabkan pemerintah pusat melakukan berbagai refocusing anggaran. Sehingga menurut HBK, apa yang sudah dilakukannya untuk dibawa kepada masyarakat di P. Lombok dalam tiga tahun terakhir, hanya sebagian kecil saja dari program yang sudah direncanakannya tersebut berhasil direalisasikan.

Karena itu, HBK merasa sesungguhnya dirinya belum pantas untuk menerima penghargaan tersebut. 

Sebab, HBK menilai masih banyak tokoh lain yang menurutnya sudah melakukan hal yang lebih baik dan lebih banyak dari apa yang sudah dilakukannya.

Namun begitu, secara pribadi, HBK merasa sangat terhormat untuk anugerah yang diberikan Times Indonesia kepada dirinya. 

Dia memastikan bahwa anugerah tersebut akan dijadikan booster yang akan terus memacu semangat, ide, dan kreativitas dirinya bersama semua Tim HBK Peduli untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat di P. Lombok ini.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua HBK Peduli Prov. NTB Ali Al Khairy menyampaikan apresiasinya pada manajemen Times Indonesia atas Anugerah atau Award untuk HBK. 

Hal yang kata Ali menandakan bahwa apa yang sudah dilakukan HBK melalui HBK Pedulinya ternyata telah diapresiasi berbagai pihak.

“Anugerah yang diberikan kepada pak HBK ini akan kita jadikan sebagai rujukan untuk memaksimalkan dan memacu kerja-kerja baik kita untuk pengabdian sebagai personal maupun organisasi,” imbuh Calon Gubernur NTB dari Partai Gerindra ini.

Di sela penyerahan Special Achievement Award tersebut, mengemuka pula rencana Times Indonesia untuk berkontribusi dalam pengembangan Lombok FC sebagai klub sepakbola profesional di NTB. Nantinya, atas kontribusinya tersebut, logo Times Indonesia akan tercantum dalam jersey resmi milik LFC.

“Kita menyambut hangat, bergembira, dan berkomitmen penuh untuk menjalankan bekerjasama ini demi kebaikan masyarakat P. Lombok juga NTB. Ini adalah pekerjaan besar, sehingga dibutuhkan ide-ide, upaya-upaya, serta terobosan-terobosan besar juga didalam mensukseskannya”, kata Rannya, Juru Bicara klub Lombok FC.(*)