Pemprov NTB menerima penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2021 kategori Sangat Baik dari Kemenpan RB
MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj.Sitti Rohmi Djalillah mewakili Pemerintah Provinsi NTB, menerima penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2021 kategori Sangat Baik (BB), dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) RI, di Jakarta Selasa (05/03/22).
Wagub Sitti Rohmi dan Gubernur Anies
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur NTB Hj.Sitti Rohmi Djalillah di Jakarta, Mewakili Pemerintah Provinsi NTB Kadis Kominfotik NTB Dr. Najamuddin Amy, S. Sos, MM menyampaikan rasa syukur atas kekompakan dan kerja keras seluruh Perangkat Daerah di lingkup Provinsi NTB.
“Alhamdulillah, ini berkat kerja keras seluruh Perangkat Daerah di NTB,” ungkap Najamuddin.
Ke depan, kolaborasi akan tetap ditingkatkan. Terlebih Gubernur dan wakil Gubernur NTB senantiasa berikhtiar maksimal dalam meningkatkan kerjasama dan kolaborasi di tingkat perangkat daerah.
Harapannya tentu agar prestasi ini bisa lebih ditingkatkan menjadi A pada evaluasi SAKIP berikutnya.
“InsyaAllah, capaian ini memacu semangat dalam meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Kadis Kominfotik
Setiap tahun, Kementerian PANRB melakukan evaluasi atas implementasi RB dan SAKIP pada seluruh instansi pemerintah, untuk membina dan meningkatkan kualitas pelaksanaan reformasi birokrasidan akuntabilitas kinerja.
Menurut Menteri PAN – RB, hasil evaluasi RB dan SAKIP pada tahun 2021 secara nasional menunjukkan tendensi hasil yang positif.
“Apresiasi yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang telah konsisten melakukan berbagai perbaikan sehingga mendapatkan predikat RB-SAKIP B, BB, A, dan AA” tutup Tjahjo Kumolo. ***
Hasil Lelang Amal di Mandalika Diserahkan ke BAZNAS NTB
Bunda Niken Serahkan hasil lelang amal, agar niat amal shaleh para pembeli sampai kepada yang berhak
MATARAM.lombokjournal.com ~ Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, menyerahkan hasil lelang amal yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram bekerjasama dengan Dekranasda Provinsi NTB, pada 9 Februari lalu di Observation Deck Sirkuit Mandalika.
Hj Niken Saptarini
“InsyaAllah hari ini kita serahkan kepada BAZNAS Provinsi dengan harapan niat amal shaleh dari para pembeli bisa disalurkan kepada yang berhak,” kata Bunda Niken melalui siaran pers Pemprov NTB.
Bunda Niken mengatakan itu saat menghadiri acara Penyerahan Hasil Lelang Kerjasama KPKNL Mataram dan Dekranasda Provinsi NTB Kepada Baznas Provinsi NTB, Selasa (05/04/22).
Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan lelang amal tersebut, karena dapat memberikan nuansa lebih pada ajang MotoGP di Mandalika.
“Saya bersyukur sekali, dengan kerja sama ini kita banyak dinilai memberikan nuansa lebih pada MotoGP di Mandalika, bahwa MotoGP bukan hanya balapan saja, ada lelang amal yang nantinya bisa kita sampaikan untuk membawa yang baik bagi NTB,” ujarnya.
Lelang amal tersebut bertujuan sebagai pembangkit semangat beramal dan kepedulian sosial, serta sebagai pemulihan perekonomian pasca pandemi Covid-19 dan juga sebagai ajang untuk promosi produk dari UMKM di NTB.
Hasil yang didapatkan dari kegiatan lelang antara KPKNL Mataram dengan Dekranasda Provinsi NTB, yaitu sebesar Rp 39.281.500,-.
Sementara itu, Kepala KPKNL Mataram, Kurniawan Catur Andrianto menyampaikan bahwa kegiatan lelang serupa akan kembali diadakan.
Ia juga menyatakan, selain produk UMKM lokal, pada lelang selanjutnya juga akan dilakukan pelelangan 10 merchandise MotoGP yang telah ditandatangani para riders.
“Kami bekerjasama dengan ITDC kemarin berhasil memperoleh sepuluh item merchandise MotoGP yang ditandatangani oleh para riders untuk kita lelang amal,” ujar Kepala KPKNL Mataram.
Turut hadir dalam acara penyerahan hasil lelang tersebut, yaitu Kepala BAZNAS Provinsi NTB, dan beberapa pengurus inti Dekranasda Provinsi NTB.***
Layanan Vaksinasi Kedua dan Booster bagi Penumpang dari Bandara Lombok
Mulai hari Rabu (06/04), Bandara Lombok membuka layanan vaksinasi kedua termasuk booster untuk memudahkan keberangkatan penumpang
MATARAM.lombokjournal.com ~ Calon penumpang yang akan berangkat melalui Bandara Lombok yang belum memperoleh vaksin ke 2 dan ke 3 atau booster, jangan khawatir.
Mulai hari ini tanggal 6 April hingga 30 April 2022, Bandara Lombok kembali membuka layanan vaksinasi tersebut.
Untuk mendapatkan vaksinasi gratis ini calon penumpang harus menunjukkan identitas diri berupa KTP asli.
Bandara Lombok membuka layanan vaksinasi Covid-19 termasuk booster bagi calon penumpang yang akan berangkat melalui bandara ini.
Vaksinasi dosis kedua dan ketiga (booster) ini digelar untuk memudahkan para penumpang yang akan terbang melalui Bandara Lombok.
Berdasarkan SE Kemenhub No.36 Tahun 2022, saat ini hanya penumpang pesawat udara yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster saja yang tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif tes PCR atau antigen.
Sedangkan mereka yang mendapatkan vaksinasi dosis kedua, tetap wajib menyertakan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan. Atau bisa juga hasil negatif tes rapid antigen yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.
Sementara bagi calon penumpang yang baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan.
“Untuk itulah kami membuka layanan vaksinasi Covid-19 di Bandara Lombok ini. Selain mendukung percepatan program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah, layanan ini juga dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi calon penumpang pesawat yang berangkat dari Bandara Lombok dalam memenuhi salah satu persyaratan perjalanan, yaitu sertifikat vaksinasi Covid-19,” ujar Nugroho Jati, PTS. General Manager Bandara Lombok, Rabu (06/04/22).
Layanan ini ditujukan bagi penumpang pesawat udara yang berangkat dari Bandara Lombok dan berusia 6 tahun ke atas untuk vaksin dosis kedua.
Untuk vaksin dosis ketiga (booster), harus berusia 18 tahun ke atas dan jangka waktu dari vaksin dosis kedua adalah 3 (tiga) bulan.
Vaksinasi digelar di area lobi keberangkatan Bandara Lombok yang buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 14.00 WITA ini, hanya melayani vaksinasi dosis kedua dan dosis ketiga (booster).
Untuk vaksin dosis kedua tersedia jenis vaksin Sinovac dan Moderna. Sedangkan vaksin dosis ketiga (booster) tersedia vaksin Moderna.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama PT Angkasa Pura I Bandara Lombok dengan dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Mataram.
“Seluruh proses vaksinasi ini memerlukan waktu kurang lebih 30 menit. Jadi diharapkan calon penumpang yang ingin melakukan vaksinasi di bandara bisa mengalokasikan waktu yang cukup sebelum keberangkatan,” imbau Nugroho Jati.
Sebelumnya, layanan vaksinasi Covid 19 ini sudah pernah beberapa kali digelar di Bandara Lombok menyesuaikan dengan persyaratan perjalanan di masa pandemi Covid 19. Dan pertama kali dibuka pada bulan Juli 2021.***
Sate Tanjung, Cita Rasa Kuliner Khas Lombok Utara
Sate ikan khas Tanjung, Lombok Utara, tidak kalah sedapnya untuk dinikmati seperti juga sate daging. Sate khas Tanjung dengan bahan baku ikan laut ini, di Lombok dikenal dengan sebutan sebagai SATE TANJUNG. Ini petualangan kuliner Naniek I Taufan di Lombok Utara
TANJUNG.lombokjournal.com ~ Orang menyebutnya demikian karena sate ini, puluhan tahun yang lalu, memang berasal dari Tanjung, ibukota Kabupaten Lombok Utara.
Tidak ada yang mengetahui secara pasti, sejak kapan sate ikan laut ini menjadi salah satu pilihan menu masyarakatnya.
Berbagai sumber hanya menyebutkan bahwa mereka mendapat ilmu membuat Sate Tanjung, dari orang tua mereka sebelumnya secara turun-temurun.
Ini diungkapkan Ibu Nining yang menjual sate ikannya di emperan toko di Tanjung
“Dari kecil saya sudah ikut membuat sate ikan bersama orang tua saya,” ungkapnya.
Beberapa penjaja Sate Tanjung lain, tersebar di emper-emper toko di pinggir jalan lainnya.
Bahkan sebagian dari penjaja sate tersebut membuat tenda-tenda sederhana, terlihat asyik mengipasi sate yang tengah dibakar, sambil duduk di atas tikar.
Penjual Sate Tanjung di pinggir jalan
Sate Tanjung memang tidak dijual di restoran, rumah makan, warung atau dijual keliling. Ia bisa ditemui di emper-emper toko dan trotoar jalan.
Penjual Sate Tanjung hampir tidak ada yang menggunakan meja sebagai tempat untuk pelanggan saat menikmati sate atau tempat untuk membakar sate.
“Semua kami lakukan dengan cara duduk seperti ini,” ujar Durialis, penjual Sate Tanjung lainnya.
Meski begitu, sate Tanjung yang bercita rasa khas Lombok Utara sangat digemari. Karena harganya terjangkau, ditambah kekhasan rasa sate ikan laut tersebut.
Menurut Rasmini, salah seorang penjaja Sate Tanjung yang biasa mangkal di depan ACC, langganannya tidak hanya berasal dari orang kebanyakan tapi juga dari kalangan tertentu.
Bahkan, Sate Tanjung yang dijualnya hampir setiap hari diboyong pembeli ke luar daerah, terutama Bali, sebagai oleh-oleh.
Bahkan, oleh-oleh Sate Tanjung yang dijual Rasmini sudah dibawa ke Jakarta, Jogjakarta, Bandung, Surabaya dan lain-lain.
Pelanggan yang warga keturunan Tionghoa, yang kebetulan banyak menetap di sekitar tempatnya berjualan, kerap membeli satenya untuk dijadikan oleh-oleh ketika mereka pulang ke Hongkong misalnya, lanjut Rasmini yang sudah 16 tahun berjualan Sate Tanjung ini.
Walaupun ada penjaja yang menjualnya menjelang siang hari, salah satu kekhasan sate ini, dijual setiap menjelang sore antara pukul 14.00 sampai dengan pukul 20.00.
Di waktu-waktu inilah, Sate Tanjung sedang ramai dijajakan, kecuali jika ada pelanggan yang memesan lebih awal. Mereka biasanya hanya berjualan sekitar tiga sampai empat jam di waktu tersebut.
Di Tanjung sendiri, penjual Sate Tanjung ini banyak berasal dari Karang Pande, Kandang Kaok dan Karang Bayan. Dan dijajakan di sepanjang jalan raya Tanjung.
Sementara di Mataram, Sate Tanjung bisa didapatkan antara lain, di depan ACC tadi atau di samping sebuah toko kue di Jalan AA. Gde Ngurah, Cakranegara, di jalan Airlangga, jalan Udayana, Rumah Sakit Umum dan di pasar Kebon Roek, Ampenan saat sore hari.
Bulan Puasa Pembeli Berjubel
Menikmati Sate Tanjung, selain bisa langsung ke Tanjung tempat asal sate tersebut, di Mataram pun sudah cukup banyak yang menjajakannya. Walaupun Sate Tanjung dijual di Mataram, rata-rata penjual tersebut berasal dari Tanjung.
Ada yang sudah menetap di Mataram ada pula yang pulang-pergi Tanjung-Mataram setiap hari. Penjaja sate Tanjung yang memang tinggal di Mataram, kelihatannya sedikit lebih berkembang, setidaknya menurut mereka, rasa satenya mengikuti perkembangan.
“Karena satenya sudah dijual di sini, ya kita harus pandai membaca selera orang kota,” ujar Rasmini berseloroh.
Yang tetap dan tidak bisa tidak harus dipertahankan, katanya, kekhasan Sate Tanjung tersebut, setidaknya menggunakan santan kental tanpa air sedikit pun. Dan biasanya dijual sore hari.
Menurutnya, tidak menutup kemungkinan bahwa Sate Tanjung dijual pagi atau siang hari. Namun hal ini sedikit sulit dilakukannya, mengingat untuk menjaga kualitas sate, maka ikan yang digunakan harus ikan dalam keadaan segar dan santan segar tanpa dimasak. Tetapi, dijajakan pagi, siang atau sore hari itu merupakan pilihan masing-masing penjual.
“Ikan yang benar-benar segar ada pada pagi hari untuk dijual sore harinya,” katanya. Sementara, jika ikan segarnya sore hari tidak mungkin langsung bisa dikerjakan.
Karena, rutinitas mengerjakan sate ini biasanya dimulai pagi hari. Dimulai memilih dan membeli ikan segar yang besar-besar, menguliti, memotong dan mengiris, merendamnya dengan air jeruk atau air cuka. Kemudian mengaduknya dengan santan kental sedikitnya setengah jam sampai masa menunggu bumbu meresap ke dalam daging ikan dan menusuk-nusuknya pada tusukan sate.
Belum lagi, santan kental tersebut daya tahannya, tidak bisa lama, kata Ibu Nining.
Waktu pengerjaan yang cukup panjang inilah yang membuat Sate Tanjung lebih banyak dijual sore hari.
Dan pelanggan Sate Tanjung setiap sore selalu antri menunggu giliran karena alat pembakaran yang dipakai kecil. Ini terjadi bukan saja di Tanjung, di Mataram lebih-lebih lagi. Semakin sore pembeli sate Tanjung semakin banyak berdatangan.
“Kalau bulan puasa, pembeli berjubel-jubel,” ujar Rasmini.
Untuk “mengantisipasi” berjubelnya pembeli di bulan puasa, Rasmini sengaja berjualan lebih awal dari biasanya dan juga ikut membakar Sate Tanjung tersebut di rumahnya yang tidak jauh dari tempatnya berjualan. Sate yang sudah dibakar tersebut ia bawa ke tempat suaminya berjualan.
“Tapi, biar pun jualan lebih awal, pembeli tetap saja numpuk menjelang buka puasa,” tuturnya.
Kalau pada hari-hari biasa para penjaja sate Tanjung hanya menyiapkan 30 sampai 50 kg sehari atau 700 hingga 1200 tusuk, maka pada bulan puasa bisa dua kali lipat.
“Kalau puasa pembeli ramai, makanya saya selalu nambah ikan,” kata Ibu Nining. Demikian juga jam berjualannya pada bulan puasa lebih cepat dari biasanya.
Ikan Besar dan Segar
Penjaja Sate Tanjung, biasanya tidak melulu menjual satenya saja, namun juga ada daging atau kepala ikan yang biasa mereka sebut dengan pes. Makanya meski yang dijadikan sate hanya daging ikan saja, bukan berarti kepala dan tulang ikan tersebut terbuang atau dimasak untuk konsumsi penjaja sendiri. Kepala dan tulang tersebut pun bisa menghasilkan.
Tulang dan kepala ikan dipepes dalam satu daun sementara pepes daging ikan berasal dari potongan-potongan kecil daging ikan yang tidak bisa ditusuk untuk dijadikan sate.
“Orang lebih suka membeli pes kepala ikan daripada dagingnya,” kata Ibu Nining.
Mungkin, lanjut Rasmini, makan pepes daging ikan sama saja dengan makan sate biasa karena bumbu pepes tersebut sama dengan bumbu sate tanjungnya. Tetapi, setiap hari kedua pepes tersebut sama-sama digemari seperti halnya sate, ujar Durialis.
Para penjaja sate ikan ini mengaku, setiap hari sedikitnya mereka menjual 50 sampai dengan 200 pepes daging dan kepala ikan. Daging, tulang dan kepala ikan semua bisa dijual. Bahkan, bagi Rasmini, kulit ikan ia buat krupuk yang juga dijual bersama sate dan pepes.
“Tidak ada yang terbuang percuma,” katanya.
Untuk membuat Sate Tanjung ini, ikan yang digunakan adalah yang berukuran besar seperti ikan Languan, Cakalan, Kacangan, Pasuh, Putihan bahkan ikan Tengiri. Sebenarnya semua jenis ikan bisa dibuat sate, tetapi kalau ikannya besar pengerjaannya lebih gampang dan kemungkinan kecil ikannya hancur saat diaduk dengan santan atau saat ditusuk, ujar Melasmin.
Selain itu, sate yang berasal dari ikan besar sama sekali terpisah dari tulang ikan yang biasanya mengganggu.
Ikan jenis Languan dan Kacangan, lebih banyak seratnya sehingga ketika dikerjakan tidak gampang pecah.
“Ikan yang seratnya sedikit harus ekstra hati-hati mengerjakannya,” kata Sunardi.
Lebih gampang pecah terutama saat mengaduknya dengan bumbu dan santan. Ikan untuk sate juga harus ikan yang benar-benar segar agar tidak lebur dengan adukan santan.
Ikan segar, kata Sunardi yang sejak kecil sudah menjadi nelayan ini, jangan dilihat dari mata atau insangnya karena itu bukan jaminan.
Sebaiknya periksa daging di bagian punggungnya, jika masih keras maka ikannya tergolong masih segar. Atau jika masih ada lendir pada insangnya, berarti ikannya masih segar.
Santan Kental Tanpa Air
Salah satu ciri khas Sate Tanjung, yaitu menggunakan santan kelapa tanpa air.
“Yang dipakai hanya santan asli dari kelapa,” ungkap Rasmini.
Ini menjadi salah satu keistimewaan Sate Tanjung, sehingga rasanya menjadi sangat gurih. Tentu saja, kelapa yang digunakan akan menjadi sangat banyak dan diperas menggunakan kain kasa.
Bumbu yang digunakan sederhana saja, ada di sekitar kita. Lombok merah, kunyit, laos, bawang putih, kemiri, garam dan gula putih yang digiling hingga halus. Jika ingin pedas bisa juga ditambah dengan cabe.
Sebelumnya, ikan dikuliti dan dipisahkan dari tulang dan kepalanya, lalu dipotong besar-besar. Kemudian, potongan-potongan tersebut diiris dan dipisahkan antara daging yang berwarna putih dan hitam agar sate kelihatan lebih menarik barulah diiris kecil-kecil sesuai ukuran sate yang diinginkan. Daging ikan yang putih dan sudah diiris kecil tersebut, direndam dengan air yang dicampur jeruk atau cuka beberapa saat. “Untuk menghilangkan amis,” kata Melasmin.
Jika amisnya sudah hilang, daging ikan tersebut ditiriskan hingga airnya benar-benar kering.
Sementara itu, santan asli yang kental dicampur dengan bumbu yang sudah dihaluskan sebelumnya. Kemudian ikan yang sudah ditiriskan hingga kering diaduk dan dibolak-balik sampai rata dan menjadi satu dengan santan yang sudah dicampur bumbu.
“Tempat untuk mengaduk ikan, sebaiknya yang licin,” saran Rasmini.
Ini diperlukan, agar ikan dapat bercampur dengan sempurna yang menurut istilah para penjual Sate Tanjung, “agar cepat jadi”.
Cepat jadi maksudnya, campuran ikan, santan asli dan bumbu tadi diaduk lebih kurang setengah jam sampai jadi seperti setengah berlendir. Santan dan bumbu yang tadinya cair, akhirnya mengental. Ikan dan bumbu jadi menyatu dan sebelum dibakar bumbu tersebut dengan gampang ditambahkan pada sate dan tidak jatuh layaknya air. Bumbu jadi ini tentunya dipengaruhi oleh kekentalan santan.
Makanya, kalau santan dibuat dengan ditambahkan air, selain lebih lama jadinya juga kemungkinannya tidak akan bisa mengental sampai setengah berlendir, ujar Rasmini.
Setelah ikan bercampur baik dengan santan dan bumbu maka diamkan beberapa saat. Semakin lama bumbunya semakin meresap, barulah irisan daging ikan tersebut ditusuk dan dibakar seperti sate layaknya.***
Training Center LFC Tetap Optimal, Rannya Bertolak ke London
Training Center Lombok Football Club (LFC) akan berjalan optimal di bawah asuhan pelatih profesional, meski untuk sementara Chief Financial Officer (CFO) LFC Rannya Agustyra Kristiono bertolak ke London
MATARAM.lombokjournal.com ~ -Chief Financial Officer (CFO) Lombok Football Club (LFC) yang juga Sekretaris Yayasan HBK Peduli, Rannya Agustyra Kristiono bertolak ke London, Inggris, untuk melanjutkan kuliahnya secara tatap muka di Brunel University.
Rannya Agustyra Kristiono
“Saya akan berada di London selama kurang lebih tiga bulan, dan akan kembali ke Indonesia saat libur semester pada awal Juli nanti,” kata Rannya yang juga merupakan Juru Bicara Lombok FC.
Dia bertolak menuju London pada hari Senin malam, 4 April 2022.
Selama pandemi Covid-19, Rannya harus mengikuti proses perkuliahannya secara daring dari Indonesia sesuai dengan kebijakan kampusnya. Proses perkuliahan daring tersebut dijalani Rannya selama hampir sembilan bulan.
Namun, seiring kondisi penanganan pandemi Covid-19 yang kian membaik, perkuliahan di Brunel University kini sepenuhnya dilakukan dengan tatap muka.
“Saya berharap kegiatan klub sepakbola Lombok FC tetap berjalan, begitu juga dengan kegiatan HBK Peduli, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh dengan keberkahan ini,” kata Rannya di sela-sela persiapan keberangkatannya.
Saat ini, Lombok FC sedang menggelar Training Center (TC) untuk persiapan menyambut Liga 3 NTB tahun 2022 mendatang.
Sebanyak 30 talenta sepakbola terbaik NTB telah digembleng dalam kegiatan Training Center tersebut, hasil dari seleksi 780 pemain yang mendaftar.
Rannya mengatakan, dengan hadirnya Coach Fabio Oliveira dan Coach Jessie Mustamu, dua pelatih berlisensi A-AFC dan merupakan profesional-profesional olahraga sepakbola, dirinya percaya bahwa kegiatan Training Center Lombok FC akan tetap berjalan dengan baik, sesuai program latihan yang telah dirancang Manajemen bersama Tim Pelatih.
“In syaa Allah, dari tempat jauh di kota London, saya akan tetap memantau dan memberikan dukungan penuh kepada Lombok FC maupun HBK Peduli,” imbuh Rannya.
Rannya rencananya sudah akan kembali ke tanah air pada awal Juli 2022. Pada saat tersebut, perkuliahan memasuki libur semester yang bertepatan dengan libur musim panas di Inggris.
“Tentu saja, libur semester nanti, seperti biasanya, akan saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk berkegiatan di Lombok FC maupun HBK Peduli,” tambah Rannya.
Di awal Ramadhan ini sendiri, para pemain Lombok FC yang mengikuti Training Center, mendapat libur selama lima hari. Mereka akan kembali ke asrama untuk mengikuti seluruh proses latihan pada tanggal 7 April mendatang.
“Saat ini para pemain kita kasih kesempatan untuk menunaikan ibadah puasa Ramadhan di rumahnya masing-masing, bersama keluarganya masing-masing, tapi tanggal 7 Juli besok mereka harus kembali ke asrama dan berlatih seperti biasa, walaupun waktu dan kegiatan latihannya tentu saja menyesuaikan dengan kegiatan berpuasa,” kata HBK, Presiden Klub di kesempatan terpisah.***
Archi Indonesia, Agensi Lokal Penyedia Camping Ground MotoGP
Di tengah keterbatasan akomodasi, Archi Indonesia turut Sukseskan Perhelatan MotoGP Mandalika
MATARAM.lombokjournal.com ~ Animo masyarakat Indonesia melihat langsung gelaran MotoGP Mandalika 2022 membludak. mereka datang dari semua daerah di Indonesia.
Dampaknya, NTB khususnya pulau Lombok sebagai tempat penyelenggaraan acara kekurangan penginapan untuk pengunjung yang datang.
Salah satu cara menyiasati keterbatasan akomodasi tersebut adalah membuat areal camping (camping ground) di Mandalika.
Guna merealisasikan hal itu pemerintah Indonesia menunjuk PT Kelana Nusantara dan Eiger guna merealisasikan kegiatan tersebut.
Areal camping Archi Indonesia
Perusahaan nasional tersebut kemudian menggandeng Archi Indonesia, perusahaan agensi lokal yang fokus di bidang travel dan treking.
Bersama PT Kelana Nusantara, Archi Indonesia menyelenggarakan camping ground di wilayah Mandalika dengan tarif mulai dari 240.000 rupiah hingga 680.000 rupiah.
Dalam praktiknya banyak ‘drama’ terjadi. Tetapi tak menyurutkan tekad Archi Indonesia untuk ambil bagian menyukseskan gelaran internasional tersebut.
Owner Archi Indonesia, Rizki, menyampaikan pihaknya sangat antusias menjadi bagian MotoGP Mandalika. Gelaran internasional yang diyakininya mampu mengembalikan geliat pariwisata NTBke depan.
Animo masyarakat mengunjungi Mandalika harus mendapat atensi khusus, dengan cara menjamin ketersediaan semua sarana penunjang pariwisata. Salah satunya akomodasi.
“Dengan segala keterbatasan Archi Indonesia mengambil peran kecilnya untuk membantu Kelana. Tarif yang diberikan kepada wisatawan untuk menikmati fasilitas di camping ground mulai dari 240.000 rupiah hingga 680.000 rupiah. Semoga Lombok dapat berdampak baik bagi pulihnya perekonomian Indonesia,” kata Rizky.
Dijelaskan, Lombok seperti ‘kaget’ mendapat kepercayaan gelaran internasional. Karenanya fasilitas penunjang belum memadai. Ketersediaan akomodasi alternatif selain akomodasi konvensional mutlak diperlukan.
“Dengan waktu yang bertepatan sebuah perusahaan berkembang di Lombok di bidang agensi travel dan treking orginaizer mendapatkan kesempatannya untuk membantu memberikan solusi kekurangan akomodasi tersebut. Camping ground adalah salah satu solusi alternatif yang diadakan,” jelas Rizki. ***
Event MXGP di Samota, Sirkuit Bisa Dikerjakan 2 Minggu
Penyelenggaraan event MXGP merupakan kesempatan untuk memajukan dan mengembangkan UMKM
MATARAM.lombokjournal.com ~ Persiapan penyelenggaraan event Moto Cross Grand Prix (MXGP) di Samota, Sumbawa NTB yang akan digelar pada Juni mendatang, makin digencarkan.
Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menetapkan Kadis PUPR Provinsi NTB, Ir. H. Ridwansyah sebagai komandan lapangan, karena dianggap mengikuti progres persiapan event MXGP sejak awal.
Hal tersebut disampaikan Bang Zul sapaan akrab Gubernur saat memimpin rapat persiapan MXGP di Pendopo Tengah Kantor Gubernur, Mataram (05/04/22).
Menurut Bang Zul, Ir. H. Ridwan Syah bersama jajarannya telah mengikuti dari awal progres perkembangannya.
“Karena sudah mengikuti dari awal maka kita tunjuk Ridwan Syah sebagai Komandan Lapangan penyelenggaraan MXGP di Samota Sumbawa NTB,” katanya.
Selain itu, Bang Zul menyebutkan penyelenggaraan MXGPbukan hanya itu saja melainkan hal ini menjadi kesempatan untuk memajukan dan mengembangkan UMKM.
Sementara itu, Komandan Lapangan MXGP Ir. H. Ridwan Syah menyampaikan, penyelenggaraan MXGP hingga saat ini belum ada venue atau sirkuitnya. Namun bisa dikerjakan kurang lebih dalam waktu 2 minggu.
Ridwan Syah menyebutkan dalam waktu dekat pihak promotor MXGP akan datang ke Samota, sehingga bisa dipastikan bagaimana model dan bentuk sirkuitnya serta bagaimana letak fasilitas-fasilitas yang akan dibangun.
“Karena ini sirkuit tanah, bisa dikerjakan lebih cepat dibandingkan MotoGP,” ungkapnya.
Selain kesiapan sirkuit, Ridwan Syah mengatakan kesiapan transportasi menjadi penting layaknya MotoG di sirkuit Mandalika. Namun persoalan transportasi juga sudah klier.
Selain itu menjadi tantangan adalah kesiapan Bandara Sultan Kaharuddin sebagai pintu masuk para pembalap dan Krunya. Menurutnya, pemerintah sudah menggesa agar pelapisan runway bandara segera ditambah agar bisa didarati oleh pesawat Boeing 737 seri 300 atau Airbuss.
“Dengan segala persiapan yang dilakukan tinggal 60 hari efektifnya MXGP bisa digelar sesuai harapan,” kata Ridwan Syah . ***
Puasa Ramadhan: Memahami Syarat, Rukun, dan Ketentuannya
Umat Islam saat ini sudah mulai menjalankan ibadah Puasa Ramadhan, dalam artikel ini kembali menyegarkan apa yang sudah kita pahami tentang kewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadhan
lombokjournal.com ~Menurut ajaran agama Islam, puasa merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan oleh umatnya. Ibadah puasa masuk dalam urutan ketiga di Rukun Islam. Puasa wajib yang ada di agama Islam biasanya disebut dengan puasa Ramadhan.
Puasa Ramadhan ini dilaksanakan ketika sudah memasuki tanggal 1 bulan Ramadhan menurut tanggalan hijriyah. Secara harfiah, pelaksanaan puasa Ramadhan ini dilakukan selama satu bulan penuh dalam bulan Ramadhan, yang artinya sekitar 29 sampai 30 hari.
Dalam melaksanakan ibadah puasa di agama Islam, umat muslim diberi kewajiban untuk menahan diri dari rasa lapar, haus, serta berbagai hal yang memiliki potensi membatalkan ibadah puasa.
Periode pelaksanaan puasa sendiri dimulai dari saat matahari terbit ditandai dengan imsak, dan diakhiri ketika matahari sudah terbenam ditandai dengan dikumandangkannya adzan maghrib.
Melalui artikel ini, kita mempelajari mengenai pengertian puasa dalam agama Islam dengan beberapa pengetahuan lain, seperti jenis puasa dalam agama islam, syarat puasa, rukun puasa, hal yang disunnahkan saat berpuasa, hal-hal yang dapat membatalkan puasa, waktu haram berpuasa, orang yang boleh membatalkan puasa, serta hikmah berpuasa dalam agama Islam.
Secara umum, puasa merupakan salah satu kegiatan yang dinilai sebagai kegiatan sukarela yang dilaksanakan dengan cara menahan diri dari makanan, minuman atau juga bisa keduanya, perilaku buruk, dan semua hal yang memiliki potensi untuk membatalkan puasa tersebut, selama masih dalam periode pelaksanaan puasatersebut.
Puasa juga dapat membatasi seseorang dari berbagai aktivitas yang berhubungan dengan aktivitas seksual. Karena umumnya puasa dilaksanakan untuk menunaikan ibadah dalam suatu agama, selain itu puasa juga kerap dilaksanakan untuk menaikkan tingkat kespiritualan seseorang.
Kesimpulannya, puasa dilakukan untuk menahan diri dengan cara mengekang diri dari berbagai macam tujuan serta keinginan. Puasa kerap diartikan sebagai kegiatan yang sangat berguna untuk menekan nafsu duniawi pada diri manusia.
1. Pengertian Ibadah Puasa secara Umum
Secara umum, puasa merupakan salah satu kegiatan yang dinilai sebagai kegiatan sukarela yang dilaksanakan dengan cara menahan diri dari makanan, minuman atau juga bisa keduanya, perilaku buruk, dan semua hal yang memiliki potensi untuk membatalkan puasa tersebut, selama masih dalam periode pelaksanaan puasa tersebut.
Puasa juga dapat membatasi seseorang dari berbagai aktivitas yang berhubungan dengan aktivitas seksual. Karena umumnya puasa dilaksanakan untuk menunaikan ibadah dalam suatu agama, selain itu puasa juga kerap dilaksanakan untuk menaikkan tingkat kespiritualan seseorang.
Kesimpulannya, puasa dilakukan untuk menahan diri dengan cara mengekang diri dari berbagai macam tujuan serta keinginan. Puasa kerap diartikan sebagai kegiatan yang sangat berguna untuk menekan nafsu duniawi pada diri manusia.
2. Pengertian Ibadah Puasa secara Syariat Islam
Menurut agama Islam, puasa disebut dengan Shaum yang berasal dari Bahasa Arab : صوم merupakan ibadah yang bersifat wajib, untuk dilaksanakan ketika bulan Ramadhan telah tiba. Ibadah ini juga dilaksanakan selama satu bulan penuh lalu akan ditutup dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Pelaksanaan puasa yang sesuai dengan syariat Islam adalah dengan menahan diri dari makan minum serta semua perbuatan yang dapat membatalkan puasa dari terbitnya matahari, hingga matahari tenggelam dengan diawali niat yang sudah tercantum dalam kitab suci Al-Qur’an.
Puasa ditujukan untuk dapat membentuk serta menanamkan sikap-sikap teladan dan meningkatkan ketakwaan seorang Muslim kepada Allah SWT.
3. Pengertian Ibadah Puasa secara Bahasa
Puasa sendiri merupakan terjemahan dari istilah aslinya yang berasal dari Bahasa Arab, yaitu kata Shaum. Kata tersebut secara Bahasa memiliki arti mencegah atau menahan.
Jenis Puasa Dalam Agama Islam
Dalam agama islam, ibadah puasa dibagi menjadi dua hukum, yaitu jenis puasa dengan hukum wajib dan yang kedua adalah jenis puasa dengan hukum Sunnah.
1. Puasa dengan Hukum Wajib
Puasa wajib atau shaum wajib merupakan jenis puasa yang harus dilaksanakan oleh umat Islam. Apabila seorang umat muslim berhasil melaksanakan puasa jenis ini maka ia akan mendapatkan pahala.
Sebaliknya apabila seorang umat muslim tidak melaksanakan puasa jenis ini maka ia akan mendapatkan dosa atau ganjaran. Berikut ini daftar puasa yang termasuk dalam puasa wajib.
Puasa wajib Ramadhan
Puasa yang disebabkan karena bernazar
Puasa denda atau kafarat
Puasa ganti atau qadha
2. Puasa dengan Hukum Sunnah
Puasa Sunnah atau shaum Sunnah merupakan jenis puasa yang apabila dikerjakan maka akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak mendapat dosa dan pahala. Berikut ini daftar puasa yang termasuk dalam puasa Sunnah.
Puasa Senin-Kamis tiap minggu
Puasa Sunnah enam hari yang dilaksanakan pada bulan Syawal, kecuali saat hari raya Idul Fitri.
Puasa sunah arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah untuk umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji.
Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah untuk umat muslim yang tidak melaksanakan ibadah haji.
Puasa Daud atau sehari puasa besoknya tidak, puasa ini dilaksanakan untuk meneladani puasa miliki Nabi Daud.
Puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram.
Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.
Puasa Yaumul Bidh, sekitar tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan.
Puasa Nisfu Sya’ban dilaksanakan pada pertengahan bulan Sya’ban.
Puasa Asyhurul Hurum yang dilakukan pada bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan bulan Rajab.
Syarat-syarat Wajib dan Sah Puasa
Umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa pastilah memiliki beberapa syarat-syarat wajib menurut syariat islam yang harus terpenuhi. Berikut ini syarat wajib ibadah puasa menurut syariat islam.
1. Syarat Wajib Puasa Menurut Syariat Islam
Beragama Islam dan menyembah Allah SWT.
2.Sudah baligh atau sudah cukup umur.
Kondisi akalnya sehat dan waras.
Keadaan rohani dan jasmani yang sehat.
Bukan termasuk musafir yang sedang melakukan perjalanan panjang dan jauh.
Dalam keadaan yang suci dari hadas besar.
Memiliki kemampuan dan kesanggupan untuk melaksanakan puasa.
2. Syarat Sah Puasa Menurut Syariat Islam
Beragama Islam dan tidak murtad.
Dapat membedakan yang mana yang baik dan buruk (mumayyiz)
Tidak dalam keadaan najis yang suci dari nifas dan haid (khusus wanita)
Memiliki pengetahuan mengenai waktu diterimanya puasa.
Rukun-rukun Puasa Dalam Agama Islam
Ibadah puasa dalam agama Islam memiliki beberapa rukun puasa yang diambil dari syariat islam. Berikut ini rukun puasa dalam agama islam.
1. Islam
Rukun pertama dalam melaksanakan ibadah puasa di agama islam adalah sesroang haruslah memeluk atau beragama islam seperti yang telah disampaikan pada syarat berpuasa menurut syariat islam.
2. Membaca niat
Membaca niat serta doa puasa merupakan tahapan yang sangat penting untuk dilakukan sebelum menjalankan ibadah puasa. Umat muslim akan membaca niat sebelum mereka menjalankan ibadah puasa tepatnya setelah mereka melaksanakan sahur atau juga dapat dilakukan sebelum fajar tiba. Ada beberapa hadist yang menyatakan bahwa pembacaan niat dan doa dapat dilakukan malam harinya sebelum tidur.
3. Menahan serta mengontrol diri
Ketika berpuasa, umat muslim menahan serta mengontrol diri mereka dari segala hawa nafsu baik hawa nafsu makanan, minuman, kegiatan seksual, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa.
Ketika berpuasa, umat muslim disunahkan untuk melakukan beberapa Sunnah dalam menjalankan puasa untuk bisa menambah pahala dan meningkatkan derajat umat muslim. Berikut ini hal-hal yang disunnahkan ketika berpuasa dalam agama islam.
Melambatkan sahur
Menyegerakan berbuka ketika sudah waktu berbuka
Membaca doa atau niat berbuka puasa
Ketika berbuka diawali dengan makanan/minuman yang manis
Bersedekah memberi makanan berbuka untuk sesame
Lebih giat dalam beribadah dan bersedekah
Waktu-waktu Dilarang Melaksanakan Puasa
Ibadah berpuasa dalam agama islam ternyata memiliki waktu atau saat yang melarang umatnya untuk melakukan ibadah tersebut. Berikut ini adalah beberapa waktu umat islam dilarang atau bahkan sampai diharamkan untuk melaksanakan ibadah berpuasa.
a. Hari raya Idul Fitri (1 Syawal)
Agama islam mengharamkan tanggal 1 Syawal bagi umatnya yang ingin melaksanakan ibadah puasa karena agama islam menetapkan tanggal 1 Syawal sebagai hari yang sakral untuk umat agama islam. Bagaimana tidak? Tanggal 1 Syawal merupakan hari kemenangan untuk umat agama islam.
b. Hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah)
Tanggal 10 Dzulhijjah ditetapkan sebagai hari raya kedua oleh agama islam. Pada hari tersebut, umat islam diharamkan untuk berpuasa dan disunnahkan untuk menyembelih hewan qurban lalu dibagikan kepada kerabat serta fakir miskin atau orang-orang yang kurang mampu. Hal itu bertujuan agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan serta kegembiraan mengkonsumsi daging hewan qurban.
– Tiga hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah)
– Hari syak (30 Sya’ban)
– Berpuasa selamanya
– Wanita yang sedang haid atau nifas dan belum mandi besar
– Seorang istri yang berpuasa Sunnah tanpa izin dari suami
Selain itu ada waktu yang dianggap makruh bagi seorang muslim yang ingin melaksanakan puasa, yaitu pada saat hari Jum’at, dengan keterangan berpuasa tanpa didahului berpuasa di hari sebelumnya.
Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Ibadah puasa dalam agama islam memberikan beberapa hal yang dapat membatalkan puasa menurut syariat puasa dalam agama Islam. Berikut ini beberapa hal yang dapat membatalkan puasa dalam agama Islam.
– Makan, minum atau memasukkan benda dengan sengaja ke dalam lubang atau rongga tubuh,
– Melakukan kegiatan seksual,
– Menyengajakan muntah,
– Menyengajakan keluarnya air mani,
– Tiba-tiba haid atau nifas,
– Kehilangan akal (gila atau tiba-tiba pingsan),
– Keluar dari agama islam dan memeluk agama lain (murtad).
Ada beberapa hal-hal yang membatalkan puasa apabila dilakukan dengan tidak sengaja maka tidak akan batal batal puasanya, seperti apabila tidak sengaja makan atau minum serta melakukan kegiatan seksual.
Jenis-jenis Orang yang Membatalkan Puasa
Dalam pelaksanaan ibadah puasa ini tentunya ada umat yang akan melakukan pembatalan puasa baik dikarenakan situasi atau memang tidak dibolehkan berpuasa. Berikut ini akan kami sajikan beberapa jenis orang yang membatalkan puasa beserta dengan jenis hal yang digunakan untuk mengganti puasa tersebut.
1. Orang yang wajib mengqadha
Orang-orang dibawah ini diberi kesempatan untuk boleh tidak melakukan puasa, namun mereka harus menggantinya dengan berpuasa dilain hari sebanyak jumlah puasa yang ditinggalkannya.
Tidak berpuasa karena sakit (ada harapan pulih),
Seorang musafir atau berpergian jauh dengan jarak minimal 89 km dari rumah,
Wanita yang sedang hamil,
Ibu-ibu yang sedang fase menyusui anak,
Wanita yang sedang haid atau nifas,
Seseorang yang tidak sengaja membatalkan puasanya.
2. Orang yang tidak wajib mengqadha, namun wajib fidyah
Orang-orang dibawah ini adalah orang yang tidak berpuasa dan tidak diwajibkan untuk menggantinya, namun mereka diwajibkan untuk membayar fidyah (memberi makan fakir miskin di hari ia tidak berpuasa)
Tidak berpuasa karena sakit (tidak ada harapan pulih) dan
Orang tua yang sudah tidak mampu menjalankan puasa.
3. Orang yang wajib mengqadha dan melaksanakan kafarat
Bagi umat muslim yang membatalkan puasa dengan cara bersetubuh harus menggantinya dengan mengqadha puasa tersebut disertai dengan melakukan kafarat. Kafarat sendiri berarti memerdekakan atau membebaskan hamba sahaya yang mukmin.
Jika tidak ada yang bisa dimerdekakan maka seorang muslim tadi diperintahkan untuk berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Apabila dia tetap tidak bisa, maka dia diperintahkan untuk memberi makan orang miskin dengan jumlah yang ditentukan yaitu sebanyak 60 orang miskin, dengan masing-masing mendapatkan 576 gram bahan makanan pokok.
Keutamaan dan Hikmah Berpuasa
Berpuasa dalam agama Islam apalagi berpuasa Ramadhan yang diwajibkan oleh Allah merupakan ibadah yang ditujukan agar umat Islam selalu menghamba hanya kepada Allah SWT.
Ibadah puasa memiliki beberapa keutamaan menurut syariat islam, seperti umat muslim yang melaksanakan puasa akan melewati sebuah pintu di surga yang bernama Rayyan, pintu surga tersebut adalah pintu yang di khususkan untuk muslim yang berpuasa. Selain itu, Allah akan memberi kelebihan kepada muslim yang berpuasa dengan menjauhkannya dari api neraka sejauh 70 tahub perjalanan masa akhiratnya.
Berikut beberapa hikmah yang diperoleh dari melaksanakan ibadah puasa dalam agama islam.
mendapatkan beberapa pendidikan rohani,
memperbaiki cara bergaul seorang muslim,
bermanfaat untuk kesehatan.
Itulah beberapa informasi mengenai pengertian puasa baik secara umum, Bahasa, maupun dalam agama Islam.
Puasa merupakan ibadah yang dilakukan oleh hampir seluruh agama yang tersebar di dunia.
Pelaksanaan puasa di berbagai agama pun tidak jauh berbeda, yaitu sama-sama menahan lapar, haus, serta segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa tersebut.***
Pedoman Ibadah Ramadhan 1443, Ini Edaran Menag
Ini pedoman penyelenggaraan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1334 H
JAKARTA.lombokjournal.com ~Untuk mewujudkan rasa aman, nyaman, dan khusyuk bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah, Kemenag menerbitkan edaran Pedoman Penyelenggaraan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H. Edaran No. SE 08 Tahun 2022 ini ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 29 Maret 2022.
“Umat Islam dianjurkan mengisi dan meningkatkan amalan pada bulan Ramadhan, seperti sholat tarawih, i’tikaf, tadarus Al Qur’an, pengajian, zakat, infak, sedekah, dan wakaf,” pesan Menag Yaqut seperti dikutip dalam laman Kemenag.co.id
“Pejabat dan Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama dilarang mengadakan atau menghadiri kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama, dan/atau open house Idul Fitri,” tegas Menag.
Berikut ketentuan dalam Edaran Penyelenggaraan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H:
Umat Islam melaksanakan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Umat Islam dianjurkan untuk mengisi dan meningkatkan amalan pada bulan Ramadhan, seperti sholat tarawih, i’tikaf, tadarus Al Qur’an, pengajian, zakat, infak, sedekah, dan wakaf dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Dalam penyelenggaraan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri, pengurus dan pengelola masjid/musala memperhatikan Surat Edaran Menteri Agama mengenai pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan di tempat ibadah pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat sesuai dengan status level wilayah masing-masing dan menerapkan protokol kesehatan.
Pengurus dan pengelola masjid/mushola sebagaimana dimaksud pada angka 3 wajib menunjuk petugas yang memastikan sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan kepada seluruh jamaah.
Pejabat dan Aparatur Sipil Negara dilarang mengadakan atau menghadiri kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama, dan/atau open house Idul Fitri.
Masyarakat yang mengadakan kegiatan buka puasa bersama, sahur bersama, dan/atau open house Idul Fitri harus memperhatikan protokol kesehatan.
Vaksinasi COVID-19 dapat dilakukan di bulan Ramadhan dengan mengikuti panduan kesehatan.
Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat maal, zakat fitrah, infak, dan sedekah oleh Badan Amil Zakat Nasional, Lembaga Amil Zakat, dan masyarakat dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, persatuan, kerukunan, kemaslahatan umat, dan kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui materi dan bahasa dakwah yang bijak dan santun sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan AsSunnah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah.
Masyarakat diimbau untuk mengumandangkan takbir pada malam Idul Fitri Tahun 1443 H/2022 M di masjid/musala atau rumah masing-masing.
Penggunaan pengeras suara mengacu pada Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE.05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushola.
Salat Idul Fitri 1 Syawal 1443 H/2022 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan.***
Menag Ajak Umat Islam Perkuat Solidaritas
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bulan Ramadha merupakan momentum untuk membersihkan residu manusiawi
JAKARTA,lombokjournal.com ~ Berdasarkan sidang isbat, Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadhan 1443 H jatuh pada Minggu, 3 April 2022.
Terkait penetapan itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak umat muslim membangun solidaritas dengan sesama.
Umat muslim diajak menjadikan momentum memperkuat solidaritas dan membersihkan residu manusiawi.
“Ramadhan adalah momen kita menata dan memperbaiki kualitas diri. Kita dibina dan dididik untuk menjadi muslim yang tunduk dan patuh terhadap perintah Allah. Kita juga dibiasakan untuk membangun solidaritas dengan sesama,” kata Menag Yaqut, di Jakarta, seperti dikutip dalam kemenag,go.id, Sabtu (02/04/22).
Hanya dengan menghilangkan kesombongan maka solidaritas dengan sesama ini dapat terwujud. Ini merupakan bagian residu manusiawi yang perlu dibersihkan.
“Adalah kesombongan ketika menganggap diri kita lah yang paling benar, sementara orang lain selalu salah. Adalah kesombongan ketika menganggap diri kita yang paling jujur, sementara orang lain pasti berlaku curang,” tutur Menag.
Gus Yaqut berharap masyarakat dapat mengambil hikmah di bulan suci Ramadhan untuk membersihkan residu manusiawi tersebut.
“Satu bulan ke depan di bulan Ramadan ini, di bulan yang penuh maghfirah, di bulan yang penuh ampunan, di bulan yang penuh hikmah dan pelajaran kita akan ditempa untuk membersihkan residu-residu manusiawi seperti itu,” ujar Gus Yaqut
Menag mengungkapkan ini adalah tahun ketiga umat muslim Indonesia menyambut Ramadan di tengah pandemi Covid-19.
Meskipun kondisi pandemi sudah melandai, Menag berpesan agar masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) selama Ramadan.
“Pada tahun ini, momen Ramadan masih dalam suasana pandemi Covid-19. Meski telah melandai, namun mari kita tetap menjaga diri dengan terus meningkatkan kesadaran tentang kebersihan dan kesehatan,” pesan Menag.
Menag berharap dengan terbangunnya solidaritas kemanusiaan dan taatnya prokes selama Ramadhan, menjadikan bulan suci ini memberikan dampak besar bagi bangsa.
“Semoga kita semua menjadi bagian dari madrasah Ramadhan yang kelak lulus dengan berbagai pencapaian terbaik,” kata Menag. ***