Audensi KPID NTB dengan Wagub NTB juga terkait dengan Pencanangan Desa Peduli Penyiara
MATARAM.LombokJournal.com ~Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menerima audiensi dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Prov. NTB, di Ruang Kerja Wagub NTB, Senin (28/08/23).
KPID Prov. NTB yang akan menyelenggarakan penganugerahankepada lembaga penyiaran tahun 2023 melakukan audensi dengan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, di Ruang Kerja Wagub NTB, Senin (28/08/23).
Wagub NTB memberikan apresiasi dan dukungan kepada KPID yang juga akan melakukan
Pencanangan Desa Peduli Penyiaran dan Penandatanganan MOU bersama 4 (empat) lembaga, yang rencanya dilaksanakan pada tanggal 11 September 2023.
“Semoga kegiatannya lancar dan saya bisa hadir untuk ikut berpartisipasi,” tutur Ummi Rohmi panggilan Wagub NTB
Ketua KPID NTB, Ajeng Roslinda Motimori mengatakan, sebagai langkah preventif, KPID NTB membuat program melakukan fungsi pengawasan untuk masayarakat pada era digitalisasi.
“Ke depan, akan banyak lahir Lembaga Penyiaran (LP) baru, karena lebih mudah saat ini, yang dulu masih analog dan sekarang sudah digital dimana satu frekuensi bisa mencapai delapan channel, jadi tidak cukup saja pengawasan dari KPID tetapi kita juga melibatkan masyarakat sebagai pengawas partisipan,” katanya.
Turut hadir mendampingi Kepada Dinas Kominfotik NTB, Dr. H. Najamuddin Amy, S.Sos., M.M, Wakil Ketua Komisioner KPID NTB, Afifudin Adnan, S.Sos.I dan Anggota Komisionar KPID NTB, Yusron Saudi, ST, M.Pd. ***
Taiwan Jajaki Kerja Sama dengan Provinsi NTB
Kerja sama NTB dan Taiwan bisa dilakukan seperti di sektor Kebudayaan dan Pendidikan, Perdagangan dan Perekonomian serta Pariwisata dan lainnya
MATARAM.LombokJournal.com ~ Taiwan menjajaki kerja sama dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam berbagai bidang, seperti bidang Kebudayaan dan Pendidikan, Perdagangan dan Perekonomian serta Pariwisata dan lainnya.
Hal itu diungkapkant Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah menerima silaturahmi Isaac Chiu, Director General Taipei Economic and Trade Office Surabaya (TETO Surabaya) yang menjajaki kerja sama, di Pendopo Gubernur, Senin (28/08/23).
“Pemerintah provinsi tentu sangat menyambut baik kunjungan, dan kerja samadengan Taiwan bukan permulaan, sudah pula kita lakukan seperti beasiswa S3 di salah satu universitas disana,” jelas Gubernur NTB.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB memaparkan beberapa potensi NTB kerja sama seperti sektor pertanian, tambang dan pendidikan seperti beasiswa dan kerjasama technopark.
Isaac Chiu, Director General Taipei Economic and Trade Office Surabaya (TETO Surabaya) mengatakan, pihaknya melihat peluang besar kerja sama itu mengingat jumlah tenaga kerja Indonesia di Taiwan sebanyak 35 ribu orang. Dan mahasiswa Indonesia disana sebanyak 17 ribu lebih.
Selain itu neraca perdagangan kedua negara yang terus meningkat memungkinkan kerja sama bisnis dilakukan.
“Kami akan menjajaki kemungkinan kerja sama bisnis dengan NTB tidak saja dalam pengiriman tenaga kerja”, ujarnya.
TETO adalah Kantor Perwakilan Pemerintah Taiwan yang kedua di Indonesia dengan fungsi utama adalah melayani visa untuk tenaga kerja Indonesia, visa kunjungan umum, visa pelajar, dan juga membantu para pengusaha Taiwan yang berada di Surabaya dan sekitarnya.
Hadir pula dalam pertemuan, Kadis Perindustrian, Kadis Dikbud dan KA Brida.***
NTB Ekspor Komoditi Vanili ke Amerika
Gubernur NTB, Bang Zul senang orang lokal NTB sudah mampu ekspor Vanili senilai 3 miliar
MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah melakukan pelepasan EksporKomoditi Vanili Organik ke United State of America (USA), di Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Mataram (28/08/23).
Ekspor komoditi Vanili ke Amerikan ini memiliki nilai sebesar 3 miliar atau setara 2,360 ton vanili organik.
Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB mengaku senang, karena ekspor Vanili ini menularkan produk turunan yang lain yang akan memancing ekspor-ekspor produk yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Menurut Bang Zul, ekspor ini penting karena memaksa untuk belajar dengan kualitas. Sebab para omportir tidak ada toleransi kalau tidak sesuai dengan kualitas, dab tidak akan diterima.
“Kita harus mengapgrade kemampuan dan tehnologi. Dengan adanya feedback inilah sehingga memaksa untuk meningkatkan kinerja kualitas di pasar global,” katanya.
Sementara itu, Kepala Deputi Perwakilan Bank Indonesia NTB, Ahmad Fauzi menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada stakeholder yang menangani kegiatan ekspor dan tim genjot ekspor.
“Semoga tim genjot ekspor mampu meningkatkan nilai dan volume transaksi ekspor dari provinsi NTB,” katanya.***
Karang Taruna Lombok Barat Harus Jadi Pelopor Perubahan
Bang Zul ajak peserta kemah kebangsaan dari Karang Taruna se Lombok Barat bersemangat membangun perubahan
LOBAR.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Bang Zul menghadiri Kemah Kebangsaan Karang Taruna Lombok Barat, di wisata Gunung Jae Desa Sedau, Narmada Lombok Barat, Sabtu (26/08/23).
Bang Zul menyampaikan pesan dari kisah Ashabul Kahfi, dengan inisiatif merubah sesuatu yang dilakukan pemuda Karang Taruna, dengan tidur pun mampu mengubah keadaan.
”Mungkin semangat Ashabul Kahfi ini, panitia Karang Taruna mengadakan tidur bersama dengan kemah di tempat ini,” ujar Bang Zul sapaan akrab Gubernur.NTB.
Ia mengaku senang bisa melihat langsung wajah-wajah pemuda dari Karang Taruna yang masih segar. Karena itu, ia mengajak semua peserta kemah kebangsaan dari Karang Taruna se-Lombok Barat bersemangat membangun perubahan yang bisa bersahabat dengan semua orang.
Bang Zul yang banyak berinteraksi dengan pemuda NTB ini, mengapresiasi Karang Taruna Lombok Barat produktif. Ketuanya masih muda, anggota DPRD masih muda.
Sehingga bisa menjadi motivasi Karang Taruna Lombok Barat, siap menjadi pelopor perubahan di Lombok Barat termasuk seluruh NTB.
Bang Zul menyampaikan selamat atas terselenggaranya kemah Kebangsaan yang diinisiasi oleh Karang Taruna Lombok Barat.
“Mudah-mudahan besok tidak meninggalkan sampah, bisa menanam pohon, dan suatu saat tempat ini menjadi tempat terindah di NTB,” kata Bang Zul. ***
Gubernur NTB Bang Zul Dorong Ekonomi Kreatif Berkembang
Gubernur NTB hadiri rembuk komunitas industri NTB wadah pertukaran inovasi antar komunitas industri
MATARAM.LombokJournal.com ~Gubernur NTB (Nusa Tenggara Barat) Zulkieflimansyah menegaskan, industrialisasi dapat berkembang dengan terus belajar.
“Belajar yang sesungguhnya adalah dengan forum berbagi seperti ini. Tidak saja tentang bagaimana menemukan produk kreatif lainnya untuk dikembangkan tapi juga bekerjasama mengatasi kendala bisnis yang ada,” kata Gubernur NTB yang biasa disapa Bang Zul.
Ia mengatakan saat menghadiri kegiatan Rembuk Komunitas IndustriNTB sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, diskusi, dan pertukara gagasan serta inovasi antara komunitas dengan pemerintah, maupun komunitas dengan stake holder lainnya, di Hotel Lombok Plaza Mataram, Sabtu (26/08/23).
Khusus ekonomi kreatif, Gubernur NTB berpesan pada anggota KOIN (Komunitas Industri NTB) agar cerdas memanfaatkan perkembangan teknologi maupun bisnis dunia, yang kecenderungannya makin banyak diminati dan digeluti kaum milenial.
Kepala Dinas Perindustrian, Nuryanti mengatakan, forum ini dihajatkan agar para pelaku industri dan industri kreatif selain saling bertemu. Dan membuat terobosan kreatif juga agar dapat mendukung industrialisasi NTB yang telah dibangun sejak lima tahun terakhir.
“Karena para pelaku industri kreatif yang bergabung di KOIN ini masih merasa bekerja sendiri sendiri,” ungkap Yanti.
KOIN sendiri adalah komunitas pelaku industri kreatif yang beranggotakan mulai dari pelaku teater, fotografer, musik, multimedia, kuliner, youtuber dan konten kreator sampai dengan industri 4.0.
Ketua KOIN, Arta Sasmita mengatakan telah terdaftar 140 komunitas pelaku ekonomi kreatif dan telah memiliki program pengembangan yang komprehensif.
“Kami juga menggunakan open investment dan secure funding lainnya serta melakukan treatment untuk mengetahui posisi bisnis masing masing komunitas di pasar,” jelasnya.
Ditambahkannya, nantinya akan ada pula Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) sebagai wadah formal untuk pengembangan komunitas pelaku ekonomi kreatif dalam hal manajerial dan marketing yang lebih luas. (*)
Rannya Agustyra Kristiono: Milenial Harus Hidup Sehat
Rannya Agustyra Kristiono ajak hidup sehat dan positif thinking generasi milenial, untuk tercapainya generasi emas
Ternyata cukup banyak kejadian kematian tertinggi dialami oleh kelompok milenial, mulai masalah kesehatan, hingga pola hidup yang kurang Bersih (higienis)
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) tahun 2016, lebih dari 3.000 remaja atau generasi milenial meninggal dunia tiap hari, total mencapai 1,2 juta kematian remaja per tahun.
Padahal kebanyakan dari penyebab kematian milenial ini sebenarnya dapat dicegah.
Melihat fakta tersebut, putri mendiang anggota DPR RI H Bambang Kristiono, yakni Rannya Agustyra Kristiono mengajak generasi muda milenial dan Gen Z, khususnya di P. Lombok mulai menerapkan pola hidup sehat dan Bersih sejak dini.
“Pola hidup sehat, bersih dan tertib diperlukan bagi kalangan milenial atau generasi muda Bumi Gora, agar cita-cita Generasi Emas Indonesia bisa tercapai,” kata Rannya Agustyra Kristiono, Minggu (27/08/23).
Dara cantik yang lama menempuh pendidikan di Eropa ini menjelaskan, dari data WHO diketahui, ada beberapa penyebab kematian yang paling tinggi terjadi di usia remaja.
Pertama adalah peristiwa kecelakaan. Kecelakaan merupakan penyebab kematian remaja usia 10-19 tahun yang terbesar.
Kejadian kecelakaan ini dua kali lipat lebih banyak terjadi pada remaja laki-laki. Jenis kecelakaannya adalah kecelakaan lalu lintas (transportasi).
Misalnya tabrakan kendaraan atau kecelakaan antara kendaraan dengan pejalan kaki. Itulah mengapa pemerintah menetapkan usia minimal untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah 17 tahun.
“Sehingga orangtua dan masyarakat secara umum punya peran yang sangat penting dalam mencegah kematian remaja karena kecelakaan. Salah satu caranya adalah menunggu sampai anak mendapatkan SIM baru diperbolehkan untuk mengemudikan kendaraan bermotor. Orangtua juga bertanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya soal keselamatan lalu lintas,” katanya.
Penyebab kematian kedua kematian remaja adalah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan.
“Infeksi saluran pernapasan bagian bawah adalah kondisi infeksi yang dialami pada organ sistem pernapasan bagian bawah seperti paru-paru, bronkus, dan trakea,” jelas Rannya.
Menurutnya, terdapat berbagai macam infeksi saluran pernapasan bagian bawah pada remaja yakni, bronkitis, pneumonia, laryngotracheitis, dan tracheitis.
“Hal ini berkaitan dengan kebiasaan merokok. WHO mencatat bahwa lebih dari setengah dari total kasus kematian anak dan remaja akibat pneumonia adalah akibat menghirup asap polusi dalam ruangan,” imbuhnya.
Selanjutnya adalah penyakit diare. Diare dapat disebabkan oleh virus, bakteri, infeksi parasit, atau bahkan keracunan. Diare juga sangat berkaitan dengan kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan sekitar sehingga kebersihan menjadi penting dalam pencegahan diare.
Minum air mentah, minum produk susu yang tidak diproses melalui pasteurisasi, dan tidak menjaga kebersihan makanan juga meningkatkan risiko diare.
“Diare memang kesannya sepele. Namun, bila tidak segera ditangani, diare bisa menyebabkan dehidrasi serius yang akhirnya berujung pada kematian,” papar Rannya.
Masih berkaitan dengan data WHO, kata Rannya penyebab kematian pada remaja lainnya adalah faktor bunuh diri.
Data WHO menyebitkan, remaja yang masih berkembang dan belum begitu mampu mengelola emosinya dengan baik lebih rentan terhadap percobaan bunuh diri dibandingkan orang dewasa.
Menurut Rannya, tidak mungkin menentukan satu penyebab pasti kenapa seorang remaja memutuskan untuk bunuh diri. Keputusan untuk bunuh diri begitu rumit dan pasti disebabkan oleh banyak hal.
Namun, faktor risiko terbesarnya memang adalah depresi yang tidak terobati. Pemicunya pun bisa beragam hal yang ia temui dalam hidupnya, mulai dari trauma masa kecil, kekerasan seksual, hingga bullying.
“Remaja yang kecanduan zat-zat tertentu seperti alkohol atau narkoba juga lebih rentan mengalami kematian akibat percobaan bunuh diri,” jelasnya.
Karena itulah, Rannya mengajak para milenial dan Gen Zuntuk mulai menerapkan pola hidup sehat, bersih dan tertib menghindari kegiatan-kegiatan negatif yang bisa merugikan diri sendiri.
“Semua bisa dimulai dengan pola hidup sehat, berolahraga dan Positif Thinking. Jauhi makanan ‘sampah”, minuman beralkohol apalagi narkoba,” katanya.
Terkhusus untuk generasi muda di pulau Lombok, Rannya menilai ada banyak hal positif yang bisa dikembangkan. Apalagi Lombok sudah menjadi salah satu destinasi sport tourism internasional sejak adanya sirkuit Mandalika di Lombok Tengah.
“Joging dan bersepeda bisa jadi pilihan yang tepat. Karena olahraga ini terjangkau semua kalangan dan menyehatkan,” katanya.
Rannya sendiri selalu melakukan olahraga ringan yang rutin.Sebab, dengan olahraga tubuh jadi sehat dan pikiran pun lebih positif dan konsentrasi.
Pola makan juga harus diperhatikan generasi muda. Meski tak masuk dalam daftar WHO, namun penyakit Maag dan Gerd juga menjadi penyebab kematian usia remaja.
“Apalagi di zaman gadget seperti sekarang ini, kadang kalau sudah main game sampai lupa waktu. Ini yang harus dihindari, pola makan harus teratur dan sehat,” katanya.
Lanjutkan Cita-Cita HBK
Rannya Agustyra Kristiono sudah bertekad untuk melanjutkan cita-cita mendiang ayahnya, HBK, dalam berkarya untuk masyarakat Pulau Lombok, NTB.
Dara humble dan ramah ini mengaku akan berbuat untuk semua kalangan masyarakat P Lombok, termasuk kaum milenial dan Gen Z.
“Tentu banyak hal baik dan positif yang bisa dilakukan generasi muda di daerah ini. Tapi yang utama, generasi muda lombok harus sehat, kreatif dan berbudi luhur untuk menyongsong generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2045 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk Indonesia 70%-nya dalam usia produktif (15-64 tahun), sedangkan sisanya 30% merupakan penduduk yang tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun) pada periode tahun 2020-2045.
“Jika bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan baik akan membawa dampak buruk terutama masalah sosial seperti kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran, dan tingkat kriminalitas yang tinggi. Melihat dari fakta yang akan dihadapi Indonesia tersebut bonus demografi memang tidak bisa dihindari. Jadi harus disiapkan mulai sekarang,” jelasnya (*)
Bang Zul Ajak Ahli Bedah Nikmati Keindahan Alam NTB
Hadiri Gala Dinner 5th Annual Scientific meeting PABMI, Bang Zul ajak para ahli bedah mulut menikmati keindahan alam NTB
Ajakan itu disampaikan Bang Zul bersama Ketua Dekranasda NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah di Merumatta Resort Senggigi, Jumat (26/08/23).
Dalam sambutan dalam acara gala dinner itu Bang Zul mengatakan, Pemerintah NTB menyambut PABMI dengan senang hati. Bang Zul menyampaikan, para ahli bedah itu pantang pulang sebelum menikmati keindahan alam NTB.
“Sukses atas terselenggaranya PABMI di Lombok jangan lupa sebelum pulang beli oleh-oleh khas Lombok,” Ujar Bunda Niken sambil melempar senyum khasnya.***
3 Rumus Bang Zul untuk Menjadi Manusia Hebat
Untuk hidup tenang dan menjadi seutuhnya, Gubernur NTB, Bang Zul menyampaikan tiga rumus hidup
LOBAR.LombokJournal.com ~ .Gubernur NTB, Bang Zul menyampaikan tiga rumus agar menjadi manusia hebat dalam menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.
Tiga rumus hidup yang dimaksud Bang Zul, pertama memiliki kesediaan dan kerelaan menerima maaf dari kesalahan orang lain, kedua, tetap bersyukur yang dimiliki saat ini, dan ketiga jangan memusingkan suatu hal yang sebenarnya tidak terlalu penting dalam hidup ini.
Rumus hidup itu disampaikan Bang Zul saat menjadi Khotib solat Jum’at di Masjid Besar Baitul Atiq, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (25/08/23)
“Kalau tiga rumus ini mampu kita lakukan, niscaya kita akan hidup tenang dan menjadi manusia seutuhnya,” jelas Bang Zul.
Bang Zul menjelaskan, memberi maaf menjadi akan menjadi sesuatu yang sangat istimewa dan berharga jika mampu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Membalas perbuatan kepada orang yang salah, menurut Bang Zul bukan hal positif, lebih baik memilih memaafkan.
“Karena orang yang mampu memberikan maaf adalah orang yang kuat batinnya,” ucap Bang Zul.
Begitu juga dengan rasa syukur dalam diri seseorang, akan memberi ketenangan dalam hidup dan menjadi manusia seutuhnya. Karena rasa syukur dapat menghilangkan kecemasan dalam hidup, sehingga orang yang memiliki rasa syukur selalu tenang menjalankan takdirnya.
Rumus hidup ketiga adalah tidak memikirkan terlalu besar hal-hal yang memang tidak penting, dapat menghilangkan beban berat yang dirasakan.
“Untuk menggapai semua itu, tentu kita sebagai manusia harus memperbanyak berzikir kepada Allah SWT, sehingga dapat dipermudah dalam menggapai ketenangan hidup,” kata Bang Zul. ***
Masyarakat Taman Ayu Diajak Kerja Sama Tangani Sampah
Dengan kerja sama masyarakat bersama Pemerintah, maka TPA Kebon Kongok bisa jadi tempat rekreasi
LOBAR.LombokJournal.com ~ Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengajak masyarakat desa Taman Ayu untuk selalu bekerja sama, dan membangun kolaborasiyang baik bersama pemerintah Provinsi NTB dalam menangani masalah sampah di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok di Desa Sukamakmur, Lombok Barat.
“Kita harus bekerjasama, harus bisa saling memahami satu sama lain, agar permasalahan sampah ini dapat terselesaikan,” ajak Ummi Rohmi saat silaturahmi dengan masyarakat Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (25/08/23).
Menurut Ummi Rohmi, Desa Taman Ayu merupakan salah satu desa yang sangat dekat dengan TPA Kebon Kongok. Masyarakat diharapkan selalu bekerjasama dalam menangani sampah yang lebih baik lagi.
Sehingga ke depan, TPA Kebon Kongok akan terus diupayakan untuk disulap menjadi taman yang indah sebagai tempat wisata baru bagi masyarakat desa sekitar.
“Nanti ke depan, Insyaallah dengan kerjasama masyarakat dan Pemerintah, kebon kongok akan menjadi taman yang bisa dijadikan tempat rekreasi masyarakat,” jelas Ummi Rohmi.
Ummi Rohmi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi saat ini telah melaksanakan berbagai program guna menangani masalah sampah di Kebon Kongok ini.
Dan nantinya TPA Kebon Kongok akan menjadi taman yang indah, dan dapat digunakan sebagai tempat rekreasi masyarakat.
Program-program Pemerintah seperti TPST RDF, Pembangunan Land fill, dan yang lainnya, dapat dikerjakan oleh masyarakat yang ada disekitar Kebon Kongok seperti masyarakat Desa Taman Ayu ini.
Selain itu, Ummi Rohmi juga berpesan kepada masyarakat, agar tetap menjaga pendidikan anak-anaknya, memberikan pendidikan setinggi mungkin, agar kelak menjadi generasi penerus di Desa Kebun Ayu, yang akan membawa Desa Taman Ayu menjadi desa yang lebih maju dan berkembang.***
Ayo Gempur Rokok Ilegal, Ini Ajakan Pemprov NTB
Pemerintah Provinsi NTB melalui Biro Perekonomian Setda Pemprov NTB mengajak masyarakat menggempur peredaran rokok ilegal
MATARAM.LombokJournal.com ~Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, melalui Biro Perekonomian Setda NTB bersama kantor Bea Cukai Mataram terus berupaya menggempur peredaran rokok ilegal.
H Wirajaya
Tidak hanya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) namun juga melakukan sosialisasikepada masyarakat luas untuk bersama sama menggempur peredaran rokok ilegal khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Drs.H. Wirajaya Kusuma, MH menghimbau agar masyarakat harus ikut menjadi garda terdepan dalam memutus peredaran rokok ilegal dengan tidak menjual hingga memproduksi rokokyang tanpa cukai.
“Tentu harapan kami masyarakat harus menjadi ujung tombak dalam pemberantasan rokok ilegal ini, dengan tidak menggunakan, menyimpan menjual apalagi membelinya,” ungkap Wirajaya.
Ia mensosialisasi gempur rokok ilegal itu dirangkai dengan senam massal di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Jum’at (25/08/23).
Ditambahkan Wirajaya, maraknya peredaran rokok ilegal, akan berdampak pada pendapatan daerah serta merugikan negara.
Ia berharap setelah kegiatan tersebut, semua pihak harus merapatkan barisan dalam upaya menghempur peredaran rokok ilegal.
“Tahun ini daerah mendapatkan sekitar 400 miliar melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBCHT), saya harap dengan kolaborasi bersama tahun depan akan meningkat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama perwakilan Bea Cukai Mataram Adi Cahyono menjelaskankan, beberapa tips agar masyarakat mengenali rokok tak ber cukai atau ilegal. Ia menyebut salah satu ciri rokok ilegal yang mudah dikenali yakni tidak menggunakan pita cukai, menggunakan pita cukai bekas/palsu dan terakhir menggunakan pita cukai beda.
“Biasanya akan ketahuan dari jumlah isi batang, proses pembuatan tidak menggunakan sigaret kretek tangan ( SKT) melainkan Sigaret Kretek Mesin(SKM), serta tidak tercantum perusahaan yang memproduksi,” jelas Adi.
Selain itu Adi juga menambahkan dari sisi perusahaan yang memproduksi rokok yang legalharus memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).
“Sudah jelas, harapannya nanti ketika ada yang coba menawarkan maka kita semua bisa menjawab dengan alasan yang tepat melalui ciri-ciri yang telah dijelaskan,” ungkap Adi.