Jelang MXGP Samota, NTB dan Bali Sepakat Wisata Terpadu 

Momentum jelang MXGP, BPPD NTB mengundang para pelaku wisata di Bali  mengenal NTB secara keseluruhan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB melalui Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB melakukan penjajakan kerjasama pariwisata, baik dalam promosi maupun integrasi destinasi, di kantor Wakil Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (14/06/22). 

Momentumnya tepat, jelang event MXGP Samota, Provinsi NTB dan Bali sepakat membangun konsep wisata terpadu. 

BACA JUGA: Wagub NTB Tinjau Eco Office, Setda NTB Jadi Barometer OPD

Sepakat wisata terpadu jelang MXGP

Ketua BPPD NTB Ari Garmono mengatakan, momentum perhelatan MXGP tepat bagi para pelaku wisata di Bali lebih mengenal NTB secara keseluruhan.

“Untuk itu melalui BPPD Bali, kami mengundang para pelaku wisata di Bali untuk hadir pada gelaran event MXGP Samota,” jelas Ari. 

Selain itu, Ari menambahkan, akan ada potensi overland hingga ke Sumbawa. Mengingat diversifikasi destinasi masing-masing pulau sangat berbeda.

Sementara itu Wakil Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua BPPD Bali, Prof Dr Ir Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati MSi, yang kerap disapa Cok Ace mengungkapkan, Bali memerlukan destinasi penunjang untuk memperpanjang masa kunjungan bukan hanya di Bali, tapi di Indonesia.

“Jadi yang diuntungkan bukan hanya Bali, tetapi juga Indonesia secara keseluruhan,” tuturnya. 

Keduanya bersepakat, pemerintah perlu mendorong beberapa hal. Di antaranya membuka jalur penerbangan lebih banyak lagi, dan membuat konsep kunjungan terpadu, tidak hanya fokus pada satu destinasi saja. 

Untuk menuju ke sana dibutuhkan riset dan promosi yang strategis dengan melibatkan peran pemerintah.

Di akhir pertemuan, kedua belah pihak menyepakati tindak lanjut kerja sama dalam sebuah nota kesepahaman yang lebih detail.

BACA JUGA: Dinas Pariwisata KLU Siapkan Program Penataan Pariwisata

Penting bagi kedua daerah membagi peran sesuai dengan kekuatan pariwisata di daerah masing-masing yang berbeda. 

Diharapkan ke depan, pariwisata menjadi katalisator kesejahteraan masyarakat. ***

 

 




Bupati Djohan Ajak Umat Hindu Jaga Kerukunan Beragama

Hadiri Simakrama, Bupati Djohan minta umat Hindu rawat falsafah mempolong merenten

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Agama dan keyakinan boleh berbeda,  tapi kita tetap garus kompak bersatu untuk membangunan Lombok Utara.

Pesan itu disampaikan Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu SH saat menghadiri kegiatan Simakrama di hari Pujawali, Selasa (14/06/22).

Kegiatan itu diselenggarakan oleh umat Hindu Krama Desa di Pura Puseh Kayangan, Dusun Pawang Timpas Barat, Desa Gunjan Asri Kecamatan Bayan 

BACA JUGA: Dinas Pariwisata KLU Siapkan Program Penataan Pariwisata

Bupati ajak eawat falsafah mempolong merenten
Bupati bersama tokoh umat Hindu

“Sikap mempolong-merenten (bersaudara) ini yang harus kita pertahankan di daerah kita sehingga KLU menjadi daerah yang aman dan tentram,” ujar bupati.

Ia menyampaikan apresiasi kepada multi pihak yang bersama-sama menjaga kondisi keamanan daerah. 

Persatuan dan toleransi antar agama di Kabupaten Lombok Utara sangat tinggi, karena itu  harus tetap dipelihara.

“Pesan untuk warga saya disini agar selalu rukun antar umat beragama supaya daerah kita menjadi daerah yang maju,” ucap bupati seraya menyampaikan terima kasih atas undangan Simakrama (Silaturrahmi)  masyarakat Hindu yang ada di Pawang Timpas.

Sebelumnya, Ketua PHDI Kecamatan Bayan melaporkan bahwa umat Hindu di Kecamatan Bayan berjumlah 465 KK, terdiri dari 1.332 jiwa, dengan pekerjaan 95 persen sebagai petani.

Dalam kesempatan ini Pemda KLU menyerahkan bantuan Hibah APBD Tahun 2022 sebesar masing-masing 15 juta untuk Pura puseh Pawang Timpas dan  Pure Dalam Kayangan desa yang diserahkan langsung oleh  bupati  kepada Ketua Pakraman.

BACA JUGA: Wagub NTB Tinjau Eco Office, Setda NTB Jadi Barometer KLU

Hadir dalam kegiatan itu Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Ketua PHDI Kecamatan Bayan I Made Jaya, Kabag Kesra Setda KLU Alwi Agusto MPd, Sekdes Gunjan Asri Sucianto serta undangan lainnya.***

 

 




Dinas Pariwisata KLU Siapkan Program Penataan Pariwisata 

Dinas Pariwisata Lombok Utara lakukan survei ke sejumlah destinasi, untuk menyusun program penataan sektor pariwisata 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Utara mulai membenahi, menata dan menyusun program strategis bangkitkan sektor pariwisata. 

Tim dari Dinas Pariwisata KLU, terdiri dari Kepala Bidang Destinasi Wisata dan Kepala Bidang Pemasaran, masing-masing Raden Santio Wibowo, Wayan Subada dan Hepi Yuliati, melakukan survei ke sejumlah destinasi wisata di Desa Gili Indah, Gili Terawangan dan Gili Meno, Selasa  (14/06/22).

Dinas Pariwisata Klu susun program strategis

“Tim Dinas Pariwisata melakukan survei selama tiga hari, untuk menata kembali daerah abrasi yang makin meluas di sepanjang pantai di Tiga Gili,” kata Kepala Dinas Parawisata Kabupaten Lombok Utara, Drs. Ainal Yakin, saat ditemui di sela-sela kesibukan di kantornya.

BACA JUGA: Wagub NTB Tinjau Eco Office, Setda NTB Jadi Barometer OPD

Survei di tiga Gili (Gili Indah, Gili Terawangan dan Gili Meno) untuk melakukan penataan, mengingat Tiga Gili merupakan destinasi wisata unggulan Lombok Utara. 

“Insya Allah, program yang kita wacanakan semoga terealisasikan pada tahun 2023,” kata Ainal Yakin.

Diungkapkan, beberapa program yang sudah tersusun untuk penataan pariwisata, di antaranya penanganan abrasi di tiga Gili, pembangunan jalan Lingkar, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dan bangunan lapak dan beberapa program strategis lainnya.  

Hal sama juga disampaikan Kabid Destinasi Wisata, Drs. I Wayan Subada Iwandana, 

Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata, Kabid Promosi dan Pemasaran Pariwisata, Raden Santyo Wibowo, Adyatama, Hepy Yuliati dan Fadli. 

Wayan Subada Iwandana, saat melaksanakan survei ke Gili Indah (Gili Air) mengatakan, 

terus berupaya agar seluruh objek wisata di Lombok Utara bisa berkembang nantinya.

 “Kita berharap, ke depan sektor wisata ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menambah PAD (pendapatan asli daerah) yang sempat turun drastis akibat gempa 2018 dan Covid 19,” harapnya.

Dinas Pariwisata sedang intens melakukan riset dan survei demi terbentuknya Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan, ungkap tim ini saat di temui di lapangan.

Dengan survei ini juga akan memperkaya konsep penataan pariwisata lebih baik, dan dalam pelaksanaan nanti tidak mengalami kendala.

Ini Program Nasional yang anggarannya dan bersumber dari DAK dan Unesco, tutur Subada. 

BACA JUGA: Menjomblo Saja daripada Menikah pada Usia Dini

Ke depann, sektor pariwisata di KLU terus dibenahi dan ditata agar mampu menarik pengunjung dan para investor yang ingin bekerja sama dengan pemerintah setempat. Subada dan anggota timnya mengungkapkan, pihaknya sangat butuh dukungan semua stakeholder agar program menjadikan KLU sebagai kawasan tujuan wisata bisa terealisasi. 

Dinas Pariwisata KLU lakukan survei di destinasi wisata

“Jika pembenahan semua sektor pariwisata bisa terealisasi, diharapkan masyarakat yang berada di sekitar dan dekat dengan lokasi objek wisata sama-sama menjaga aset dan potensi yang bisa mendongkrak sektor perekonomian warga setempat,” harapnya.

Disisi lain, Asisten 2, Rusdi, ST pimpin rapat koordinasi di Desa Gili Indah bersama OPD, Dinas Prindakop dan UKM KLU, Drs Abdul Hamid, OPD Perhubungan KLU, M Wahyu Darmawan, SMI.

Rapat ini dimaksudkan mensingkronkan sejumlah program pembenahan kawasan pariwisata di tiga Gili. ***

 




Aset Pemkab Bima, Para Pihak Diminta Duduk Bersama

Wagub NTB minta DPRD setempat membantu verifikasi agar Penyerahan aset dari Pemkab Bima ke Pemkot Bima segera tuntas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Kabupaten Bimdan dan Pemerintah Kota Bima harus duduk bersama, guna menyelesaikan serah terima aset Pemerintah Kota Bima dari Pemerintah kabupaten Bima. 

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah meminta DPRD agar membantu verifikasi data 391 aset menjadi kendala di lapangan.

DPRD diminta membantu verifikasi aset Pemkab Bima

“DPRD agar membantu verifikasi seluruh aset dalam perjanjian serah terima,” kata wagub. Ia menyampaikan itu saat menerima Wakil Ketua DPRD Bima dan Ketua Komisi 2 Bidang Aset di ruang kerjanya, Selasa (14/06/22). 

BACA JUGA: Wagub NTB Tinjau Eco Office, Setda NTB Jadi Barometer OPD

“Penuntasan penyerahan aset tersebut diberikan tenggat waktu oleh Kementerian Dalam Negeri pada 20 Juni 2022,” ujar wagub.. 

Penyelesaian persoalan aset dan verifikasi 391 aset yang tak kunjung selesai sejak terbentuknya Pemerintah Kota Bima pada 2002 

Sebenarnya, penyerahan aset dari Pemkab Bima kepada Pemkot Bima telah dilakukan dua kali perjanjian yakni pada tahun 2019 dan 2020 lalu. 

Namun, meski kedua pihak telah sepakat, verifikasi 391 aset tersebut menjadi kendala di lapangan

Karena itu Wagub Sitti Rohmi berharap, DPRD bisa memfasilitasi dengan memanggil kedua belah pihak. 

Ia pun menyarankan, agar komunikasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi dilakukan segera untuk meminta waktu penyelesaian verifikasi aset. 

Wagub mengatakan, fasilitasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat agar kelalaian selama 19 tahun persoalan aset ini segera tuntas. 

Terlebih, pihak legislatif belum pernah memanggil secara resmi kedua pihak. 

“Ini kan aset milik masyarakat jadi seharusnya para pihak tidak melalaikan persoalan,” tegas Wagub.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Aminurlah mengakui, pihaknya  belum pernah melakukan pemanggilan secara resmi meski pertemuan dengan Bupati Bima pernah dilakukan. 

BACA JUGA: Investasi NTB Dipaparkan ke Komite IV DPD RI

Pihaknya menilai, kedua pihak juga belum pernah melibatkan DPRD dalam proses verifikasi aset.

Dalam waktu singkat ini, DPRD akan melakukan pemanggilan dan mendorong kedua pihak segera menuntaskan persoalan aset ini. 

“Kami secara kelembagaan akan segera mengundang kedua belah pihak dan akan melakukan komunikasi dengan KPK,” sebut Aminurlah. ***

 




Wagub NTB Tinjau Eco Office, Setda NTB Jadi Barometer OPD 

Penerapan Eco Office diapresiasi Wagub NTB, dan mendorong agar Eco Office tetap diterapkan secara konsisten

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd., didampingi Asisten l Setda,  Kadis LHK, dan Karo Umum meninjau pelaksanaan Eco Office di Kantor Gubernur, Mataram, Selasa  (14/06/22).

Ia mengapresiasi telah diterapkan Eco Office di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Progresnya dinilai cukup bagus meski belum sempurna. 

BACA JUGA: Krame Dise Gagak Hitam Bantu TNI-POLRI Jaga Kamtibmas

Pelaksanaan eco officr ditinjau Wagub NTB

Dan Umi Rohmi sapaan akrab wagub menginginkan kantor Setda NTB bisa menjadi barometer OPD lainnya.

“Untuk mencapai kesempurnaan itu, perlu kita dorong tahun 2022 ini Eco Office tetap diterapkan secara konsisten,” tegasnya.

Mengenai pengelolaan sampah dinilai sudah bagus, semua orang di kantor tidak memakai pupuk anorganik tapi sekarang harus menggunakan pupuk organik.

“Semuanya harus menggunakan pupuk organik karena sudah bisa produk pupuk begitu juga di tempat lain seperti Bappeda dan banyak OPD lain sudah banyak diproduksi,” katanya.

Umi Rohmi menginginkan lebih sempurna karena harus membuat contoh kepada masyarakat sehingga penerapan Eco Office harus lebih baik. 

Ia meminta pegawai lingkup Pemprov NTB jangan buang sampah sembarangan.

“Jangan menganggap seperti ini enteng, satu plastik pun tidak boleh ada di bawah,” tegasnya.

Umi Rohmi mengharapkan tidak hanya slogan Eco Office saja ditempel, yang penting  melainkan pelaksanaannya. Contohnya, taman-tamannya sudah bagus, tapi kalau rumputnya seperti ini (tidak terawat) bukan taman namanya.

Menurut catatan Lombok Journal.com, penerapan eco office atau kantor ramah lingkungan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Provinsi NTB, mulai diungkapkan sejak awal Agustus 2021.

BACA JUGA: Menjomblo Saja daripada Menikah pada Usia Dini

Penerapan Eco Office memberikan dampak positif, yakni pengelolaan sampah, melakukan pengelolaan limbah, penghematan air bersih, penghematan listrik, penghematan ATK, adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH), menjaga kerapihan, kebersihan dan keindahan, pengadaan barang dan peralatan lingkungan.

Wagub Sitti Rohmi waktu itu mengatakan, agar penerapan Eco Office yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup di seluruh OPD dapat dimulai pada bulan Agustus 2021.*** 

 

 

 

 




Krame Dise Gagak Hitam Bantu TNI-Polri Jaga Kamtibmas

Gubernur NTB minta Krame Dise Gagak Hitam ikut membantu menjaga kamtibmas di wilayahnya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Masyarakat Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) melalui Pengurus Krame Dise Gagak Pujut, Loteng diminta membantu TNI-Polri dalam menjaga Kamtibmas di wilayah masing-masing.

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat menerima Pengurus Krame Dise Gagak Hitam Pujut, di Pendopo Gubernur NTB,Senin (13/06/22) malam.

Krame Dise Gagak Hitam Pujut, diminta bantu jaga Kamtibmas

Bang Zul menekankan. seluruh elemen masyarakat bersama sama menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas)

BACA JUGA: Menjomblo Saja daripada Menikah Usia Dini

“Kepada Pengurus Krame Dise Gagak Hitam Pujut saya berharap bisa membantu pemerintah dan TNI-Polri menjaga Kamtibmas di wilayah masing-masing demi keberlangsungan kehidupan yang rukun, damai dan sejahtera. Terutama di wilayah Kecamatan Pujut yang saat ini sudah menjadi perhatian dunia,” pinta Bang Zul sapaan Gubernur NTB.

Seperti diketahui, wilayah Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), termasuk di dalamnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, yang selama ini menjadi perhatian dunia dengan digelarnya dua event internasional WSBK dan MotoGP. 

“Selain aset pemerintah pusat yang triliunan rupiah itu, akan banyak investasi di KEK Mandalika. Baik sekali kalau Gagak Hitam ikut terlibat,” ujarnya.

Sementara itu. Ketua Umum DPP Pasukan Krame Dise Gagak Hitam NTB, HM. Jidan Hadi berterimakasih atas bantuan dan dukungan pemerintah kepada Gagak Hitam dan terus ambil bagian bersama pemerintah, TNI-Polri dalam menjaga Kamtibmas di KEK Mandalika

“Tentu ini tantangan kita bersama untuk terus menjaga Kamtibmas. Seperti yang diharapkan pak Gubernur,” kata Hadi singkat. 

BACA JUGA: Event MXGP, Investor Sudah Menjajagi Investasi di Samota

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur didampingi Kepala Kesbangpoldagri NTB HL Abdul Wahid dan pengurus DPP Gagak Hitam lainnya.*** 

 




Baiq Eva 36 Tahun Mengabdi, Kini Sudah Purna Tugas

Asisten I Setda Provinsi NTB, Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih, setelah 36 tahun mengabdi sebagai ASN, kini sudah mengakhiri masa pengabdiannya 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Asisten I Setda Provinsi NTB, Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih, telah purna tugas. 

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengucapkan terima kasih yang hampir 36 tahun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) mendedikasikan pengabdiannya dalam pembangunan di NTB.

BACA JUGA: Menjomblo Saja Daripada Menikah pada Usia Dini

Gubernur dan Wagub memberikan cendera mata untuk Baiq Eva

“Beliau merupakan salah satu orang yang memberikan penuh warna di Pemprov NTB, sehingga orang di sekitarnya merasa tentram dan nyaman bila didekatnya,” ucap Bang Zul, panggilan akrab Gubernur, di Aula Tengah Pendopo Gubernur NTB, Senin (13/06/22).

Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah turut menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang diberikan terhadap Pemerintah Provinsi NTB. 

Ia mengagumi kerja keras Baiq Eva, yang disebutnya tak pernah mengeluh. 

“Ibu Eva adalah orang yang selalu siap jika diberikan tugas, tidak pernah mengeluh walaupun tugas berat sekalipun dan beliau ini murah senyum. Itu membuat kagum dan nyaman jika saya berada dekat beliau,” ungkap Wagub.

Sementara itu, Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih, mengapresiasi atas kehangatan dan keakraban untuk melepas masa baktinya. 

Ia berpesan hal ini bukan merupakan perpisahan namun ia berjanji akan selalu menjalin tali silahturahmi.

“Terimakasih Pak Gubernur, Ibu Wagub dan teman-teman semua untuk kesempatannya hadir secara langsung pada kegitan ini. Saya tidak ingin mengatakan pertemuan ini akan menjadi yang terakhir tapi saya janji akan selalu menjalin silahturahmi dengan Pak Gubernur, Ibu Wagub dan teman-teman Kepala OPD,” tuturnya.

BACA JUGA: Investasi di NTB Dipaparka ke Komite IV DPD RI

Selama mengabdi di Pemerintah Provinsi NTB, Baiq Exa pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Kepala Dinas Perindustrian hingga Asisiten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi NTB.***

 




Menjomblo Saja Daripada Menikah pada Usia Dini

Kata Wagub NTB, menikah usia dini resikonya banyak, lebih baik menjomblo

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan, para remaja agar berusaha tidak menikah diri

Ia mengatakan itu pada kegiatan sosialisasi dan pendampingan agen perubahan Pencegahan Perkawinan Usia Anak dan Kekerasan Seksual pada Siswa/Siswi Tingkat SMA/SMK se Lombok Timur, Senin (13/06/22) di Ruang Auditorium Siti Rauhun Universitas Hamzanwadi.

Menurutnya, masa remaja adalah masa paling indah, penuh gairah dan semangat. 

Pesan Wagub NTB, lebih baik menjomblo daripada menikah usia dini

“Maka berusahalan untuk tidak menikah dini,” kata Wagub Sitti Rohmi.

BACA JUGA: Unram Rencanakan Kebun Kopi di KLU Jadi Obyek Wisata

Dianjurkan agar para remaja lebih baik mempersiapkan masa depan dengan sebaik baiknya. 

Ia justru berharap, para remaja lebih baik menjomblo daripada menikah dini, khususnya kepada kaum perempuan.

“Siapkanlah masa depan yang lebih baik sejak usia remaja. Lebih baik menjomblo daripada menikah pada usia dini,” kata Ummi Rohmi. 

Jangan dianggap sepele pernikahan dini, sebab bisa menyesal di kemudian hari, tambahnya.

Cucu TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pahlawan nasional asal NTB itu menegaskan, menikah usia dini resikonya banyak. 

Selain belum matang dalam mental dan psikologi, resiko kesehatan pun menanti.

Khususnya untuk kaum perempuan, sangat beresiko terjadinya kematian ibu dan bayi. 

“Jangan kita anggap sepele pernikahan dini, sehingga kita menyesal dikemudian hari.” ujar Wagub.

Wagub juga menyampaikan peran sekolah untuk membina akhlak mulia  peserta didik. Karena menjadi pondasi dalam mewujudkan generasi emas.

BACA JUGA: Event MXGP, Investor Mulai Menjajagi Investasi di Samota

“Lebih-lebih di SMA, SMK hingga MA,  harus menjadi tempat membangun akhlak, kalau akhlak baik, InsyaAlloh, generasi emas mendatang menjadi semakin baik,” kata Wagub. 

Ia mengaku merasa bangga, bisa menghadiri acara Sosialisasi dan Pendampingan Agen Perubahan Pencegahan Pernikahan Dini dan Kekerasan Seksual Pada Remaja.***

 




Investasi di NTB Dipaparkan ke Komite IV DPD RI

Sekda NTB paparkan kinerja investasi, termasuk KEK Mandalika yang memberikan kemudahan bagi investor

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kawasan ekonomi berstatus khusus suatu daerah,menjadikan kawasan kawasan tersebut berlisensi dalam penilaian para  investor. 

Seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang diberikan kemudahan oleh Pemerintah bagi para investor untuk dapat berinvestasi.

BACA JUGA: Event MXGP, Investor Mulai Menjajagi Investasi di Samota

Menjelaskan kondisi kinerja investasi
Lalu Gita Ariadi

Kondisi umum perekonomian dan kinerja investasi di Provinsi NTB disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi, saat Kunjungan Kerja Komite IV DPD RI, di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (13/06/22).

“Kawasan ekonomi yang berstatus tentu dibarengi dengan keindahan yang dimiliki, proses perijinan,, bahkan insentif investasi bagi para investor, sebagaimana halnya di KEK Mandalika. Pemerintah memberikan berbagai kemudahan bagi para investor,” jelas Miq Gite. 

Disampaikan, NTB tidak lama lagi menggelar perhelatan MXGP Samota 2022, pada tanggal 24 – 26 Juni 2022 di Samota, Sumbawa.

“Banyak event berlangsung di Provinsi NTB, salah satunya MXGP dan sebelumnya sudah berlangsung WSBK, MotoGP dan lain sebagainya,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal & PTSP Provinsi NTB, Ir. H. Mohammad Rum, M.T., menyampaikan kinerja DPMPTSP Provinsi NTB terkait realisasi investasi yang sangat bagus. 

BACA JUGA: Sosialisasi BPJS untuk Pekerja Kontrak di Lombok Utara

“Pada tahun 2021 realisasi investasi melampaui target dari yang sudah ditentukan oleh BKPM RI. Dari segi infrastruktur juga sangat memadai, memiliki sumber daya listrik besar,  akses jaringan internet, pelabuhan bagus dan bandara internasional,” ungkapnya***

 

 




Event MXGP, Investor Mulai Jajaki Investasi di Samota

Penyelenggaraan event MXGP punya daya tarik yang mampu mengundang para investor 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Keindahan alam Teluk Saleh, Moyo dan Gunung Tambora (akronim Samota) dan perhelatan Motocross Grand Prix (MXGP), jadi pemantik yang menyedot para investor.

Mereka tertarik dan mulai menjajaki kemungkinan pengembangan investasi di kawasan Samota seluas 680.725 hektar, membentang dari Sumbawa ke Dompu.

Adanya gelaran MXGP, sejumlah Investor mulai menghubungi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPST) Provinsi NTB. 

Evebt MXGP menyedot investor
Muhammad Rum

“Mereka menjajaki investasi di Samota, dan mulai menghubungi kami,” kata Kepala DPMPST Provinsi NTB, Ir. H. Mohammad Rum MT, Senin (13/06/22). 

Disebutnya, antara lain investor dari Polandia, Amerika dan lainnya. Ini artinya, gaung Samota sudah mulai dikenal hingga mancanegara, tambah Rum.

BACA JUGA: Unram Rencanakan Kebun Kopi di KLU Jadi Obyek Wisata 

Rum berkeyakinan, adanya MXGP yang diprediksi menghadirkan 50 ribu penonton dalam dan luar negeri, disamping akan membuka kran investasi di wilayah itu juga akan memberikan multipliyer efek bagi masyarakat sekitar. 

Menurutnya, belum banyak dipahami banyak orang bahwa dampak MXGP ini akan memberikan nilai ekonomi yang sangat luar biasa.  

“Jadi kita ingin agar semua berpikir positif (positif thingking). Oleh karena itu, kita sangat berharap agar sukses. Karena ini hasil kerja semua seluruh masyarakat, LSM, pengusaha, jurnalis, akademisi saling bahu-membahu  untuk sukses menjadi tuan rumah,” pintanya.

Pasca MXGP, akan dilanjutkan dengan gelaran Ironman (triathlon) Lombok Series bulan Oktober, event olahraga yang memadukan berenang, berlari dan bersepeda. 

Event olahraga itu akan diikuti sedikitnya 1300 orang atlet yang berasal dari 30 negara.

“Dengan agenda ini juga diharapkan para peserta akan tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di daerah kita, baik untuk cendramata, UMKM, pertanian, perikanan dan lainnya  bisa dinikamti langsung, karena pasarnya sydah jelas,” Rum menegaskan.

BACA JUGA: Tata Kelola Sampah di MXGP, Ini Persiapan Pemprov

Bagi Rum, tahun ini dan ke depannya merupakan tahun-tahun keberuntungan bagi NTB. 

“Saya yakin MXGP ini akan terjadi perputaran uang yang cukup signifikan yang muaranya untuk peningkatan ekonomi masyarakat setempat,” kata Rum. ***