Pakar Menjawab: Mengapa Orang Tua Zaman Sekarang Cenderung Memberi Nama ‘ribet’ untuk Anak?

Para pakar  menilai, faktor sosial, budaya, dan wawasan orang tua telah menggeser tren pemberian nama, para orang tua meninggalkan kesan tradisional dalam kosakata bahasa daerah dan cenderung memilih kosakata bahasa asing

Par tentang pemberian nama
Nurul Fitri Ramadani: Editor Politik + Masyarakat, The Conversation Indonesia

lombokjournal.com ~ Sepertinya sudah hampir tidak ada orang tua zaman sekarang – angkatan generasi milenial – yang memberi nama anak mereka Budi, Joko, Adi, Sari, Mawar, dan nama-nama umum lainnya yang cara bacanya cenderung sederhana.

Yang lebih sering terdengar sekarang adalah nama-nama seperti Rafathar, Azzalea, Shaquille, dan lain sebagainya yang dapat dibilang lebih rumit untuk dibaca dan seringkali dianggap memiliki nuansa ‘kebarat-baratan’.

Dalam memberikan nama pada anak, setiap orang tua pastinya punya pedoman, standar, dan pertimbangan masing-masing. Sebagian besar pertimbangannya biasanya adalah terkait makna.

Namun, dari masa ke masa, tren pemberian nama anak semakin beragam. Para pakar budaya dan bahasa menilai bahwa faktor sosial, budaya, dan wawasan orang tua telah menggeser tren pemberian nama. Mereka mulai meninggalkan kesan tradisional dalam kosakata bahasa daerah dan cenderung memilih kosakata bahasa asing.

BACA JUGA: Pelakor: Kenapa Hanya Perempuan yang Disalahkan?

Di Jawa, kosakata bahasa Inggris dan Arab makin diminati

Riset yang dilakukan oleh Teguh Setiawan, Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas Negeri Yogyakarta, terhadap nama anak-anak yang lahir dalam kurun waktu tahun 2000 hingga 2020 di Jawa Tengah menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun, semakin banyak masyarakat Jawa yang lebih banyak menggunakan pemilihan nama dari kosakata bahasa Inggris dan bahasa Arab. Data dalam riset ini dikumpulkan dari Kartu Keluarga (KK).

Sudah hampir tidak pernah lagi ditemui nama anak di Jawa yang berasal dari kosakata bahasa Jawa, seperti Tukiman, Sutinah, Paini, Endang, dan Bambang. Yang lebih sering ditemukan adalah nama-nama bahasa Inggris, seperti Amanda, Farel, Felisha, Valery, dan Quincy, serta bahasa Arab, seperti Athar, Shezan, Syaqilla, Qiandra, dan Zabdan.

Pakar menilai, memberi nama mewariskan budaya

Teguh menyatakan bahwa penamaan anak dengan bahasa asing didominasi oleh keluarga muda – periode kelahiran orang tua tahun 1970-1990. Mereka memilih kosakata yang cenderung rumit dan jarang digunakan oleh orang lain agar nama anak mereka terlihat unik dan modern. Pemilihan tersebut juga dipengaruhi oleh wawasan dan pengetahuan para orang tua itu.

Jumlah kata dalam setiap nama pun, menurut Teguh, mengalami perubahan tren. Banyak anak yang lahir pada era 1960-an hingga 1980-an yang namanya hanya terdiri dari satu kata, seperti Poniyem, Rusdi, dan Parlan. Sementara itu, anak yang lahir tahun 2000-an rata-rata namanya terdiri dari tiga kata atau lebih, contohnya Zalfaa Salsabil Nayya dan Stanislaus Arva Urian Dante.

“Tren penggunaan bahasa asing untuk nama diri akan semakin meningkat dan akan menjadi tradisi baru yang akan mengubah sistem penamaan masyarakat di Jawa,” ujar Teguh.

BACA JUGA: Merubah Gaya Hidup yang Lebih Positif dan Langgeng

Nama modern dapat meningkatkan kelas sosial

Dosen Ilmu Linguistik dari Universitas Diponegoro, Nurhayati, menyebutkan adanya fenomena negosiasi identitas dalam tren pemberian nama masa kini. Tujuannya adalah untuk menyembunyikan identitas kedaerahan dan menonjolkan identitas baru.

Menurutnya, bagi sebagian masyarakat, pemberian nama yang bercorak ‘global’ akan menunjukkan identitas yang berbeda – yaitu bukan lagi bagian dari masyarakat lokal pada umumnya. Ini bisa menjadi sarana bagi mereka untuk menaikkan status sosial.

Mereka sadar bahwa ke depannya, anak-anak mereka adalah bagian dari masyarakat dunia. Oleh karena itu, anak-anak tersebut harus dipersiapkan sedini mungkin dan dinaikkan status sosialnya melalui pemberian nama yang bercorak global. Dengan menggunakan nama-nama yang diambil dari kosakata bahasa asing, anak-anak mereka diharapkan memiliki identitas sebagai bagian dari kelas sosial yang lebih tinggi.

Responden dari penelitian yang pernah dilakukan Nurhayati pada tahun 2013 memaparkan bahwa nama merupakan salah satu alat yang dapat digunakan untuk menaikkan status sosial, selain pekerjaan, pendidikan, dan penghasilan. Alasan-alasan inilah yang banyak diyakini oleh masyarakat yang hidup di era perubahan. Perkembangan dari masyarakat yang masih mengakui adanya strata sosial menuju masyarakat yang egaliter berpengaruh terhadap perubahan cara pandang mereka.

Nurhayati mengatakan bahwa mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah tidak mau lagi terkungkung oleh nama-nama lokal, tetapi ingin keluar dari kelas sosial mereka dan menyetarakan status sosial anak-anak mereka melalui pemberian nama.

BACA JUGA: Teater Hitam Putih dan Artaud: Pertunjukan ‘Doa Chairi’ SFNLab

Tidak hanya di Indonesia

Tren pergeseran pemberian nama sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia.

Jane Pilcher, Associate Professor bidang Sosiologi dari Nottingham Trent University, Inggris, menjelaskan betapa masyarakat zaman sekarang hidup dalam komunitas yang sangat beragam. Inilah yang membuat banyak orang tua memberikan nama yang ‘lintas budaya’. Kebanyakan pemberian nama merupakan preferensi pribadi orang tua, sama halnya dengan preferensi dan selera dalam musik dan gaya rambut.

Di Eropa, menurut Jane, orang tua seringkali terinspirasi oleh budaya populer ketika menamai anak-anak mereka. Di Denmark, misalnya, nama Liam mulai populer sejak tahun 2000-an, tepatnya karena dipengaruhi oleh ketenaran Liam O’Connor, pembawa acara TV dan rapper terkenal asal Denmark.

Pada tahun 1991, tercatat ada 14.087 anak baru lahir yang dinamakan Kevin di Perancis, setelah meledaknya popularitas film Home Alone yang pemeran utamanya bernama Kevin McCallister.

Pada akhirnya, menurut Jane, perihal pemberian nama adalah tentang selera pribadi masing-masing individu. Dalam memberikan nama, setiap orang tua pastinya punya tujuan tertentu, entah karena makna nama itu atau tujuan lain. Sadar atau tidak, melalui pemberian nama, orang tua sebenarnya sedang mewariskan budaya kepada anak-anaknya. ***

BACA JUGA: Liga 3 NTB Belum Saatnya Menjual Tiket, Ini Kritik HBK

Artikel ini pertama terbit dalam Bahasa Inggris

Sumber: The Conversation




Wagub NTB Konsisten Mengawal Posyandu Keluarga

Wagub NTB optimis, melalui Posyandu Keluarga angka stunting harus mampu ditekan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Posyandu Keluarga di NTB didorong untuk tetap aktif memantau tumbuh kembang anak, ibu hamil, hingga masalah stunting.

Wakil Gubernur (Wagub) NTB,.Hj.Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan itu saat mengunjungi Posyandu Keluarga Selagalas Lama, Cakranegara, Kota Mataram, Selasa (09/08/22).

BACA JUGA: Posyandu Angka Stunting Aktif Optimis Bisa Turun

Wagub NTB berpesan, agar anak stunting diberi makan teluar tiap hari

Menurutnya, melalui Posyandu Keluarga angka stunting harus mampu ditekan dengan baik. Wagub optimis aktifnya Posyandu Keluarga di setiap dusun, maka angka prevalansi stunting di NTB mampu ditekan menjadi 17,98 persen.

“Ikhtiar menurunkan angka stunting harus tetap kita lakukan bersama. Stunting ini harus kita perangi agar generasi mendatang lebih sehat dan baik,” katanya.

Meski masih ditemukan tiga kasus stunting di Posyandu ini, Wagub lega, progress penanganannya makin membaik. 

Anak stunting harus tetap diperhatikan tumbuh kembangnya. Terutama pemenuhan asupan gizi yang cukup selama masa pertumbuhannya.

“Semua anak stunting, harus diberi makan telur setiap hari, minimal satu butir,” ungkap Wagub.

Diingakan, kader posyandu agar tetap menginput data Posyandu pada aplikasi  Pemerintah Provinsi NTB yaitu Sistem Informasi Desa.

BACA JUGA: Wagub NTB: Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi Anak-anak

Roadshow posyandu keluarga ke tiga kabupaten/kota tersebut didampingi langsng oleh, Asisten 1, Kepala Bappeda,Kadis Kesehatan,Kadis PMPD Dukcapil, Kadis Kominfotik dan BKKBN Provinsi NTB, Biro Adpim NTB. ***

 




HUT Polwan ke-74, Diharapkan Banyak Perempuan Jadi Polwan 

Menyambut HUT Polwan ke-74 Wagub NTB berharap lebih banyak perempuan yang masuk polisi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah  mengapresiasi keberadaan para Polisi Wanita (Polwan) dan berharap agar ke depan, perempuan-perempuan di NTB lebih tertarik untuk menjadi Polwan.

Hal itu dikatakan Wagub saat menerima audiensi dari Bhayangkari dan Polwan dari Polda NTB, yang menyambut Hari Jadi Polwan ke-74 yang jatuh pada tanggal 1 September 2022 mendatang.

BACA JUGA: Pemprov NTB Siap  Kerja Sama Pendidikan dengan ITS

Wagub NTB berharap lebh banyak perempuan NTB jadi Polwan

“Polwan ini luar biasa, bahkan banyak yang menonjol. Tentunya saya berharap akan lebih banyak lagi perempuan yang masuk polisi, jadi Polwan,” kata Ummi Rohmi di Aula Pendopo Wagub, Senin (08/08/22)

Ia berharap makin  banyak yang berminat, utamanya yang wanita, maka akan semakin banyak Polwan yang berkualitas.

Ia juga menyatakan, peran Polwan sangatlah dibutuhkan di Kepolisian, terutama untuk keadaan-keadaan tertentu yang membutuhkan pendekatan persuasif.

“Kalau ada demo dan hal-hal yang membutuhkan pendekatan persuasif, Polwan justru lebih aktif dan dibutuhkan disitu. Jadi, semoga anak-anak perempuan di NTB ini banyak yang mau masuk Polwan,” kata Wagub.

Untuk memaksimalkan hal tersebut, Henny salah satu Polwan menjelaskan, Kepolisian Daerah NTB bekerjasama dengan Polres Kabupaten/Kota telah melakukan berbagai sosialisasi cara masuk kepolisian, termasuk untuk menjadi Polwan.

“Alhamdulillah, selama ini sudah dilaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah baik dari Polda sendiri, kemudian Polres-polres juga melaksanakan bagaimana teknis daftar dan masuknya,” ujar Henny.

BACA JUGA:  Wagub NTB Tinjau Dua Posyandu di Lotim

Turut mendampingi Wagub pada audiensi tersebut, yaitu Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB dan Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTB. ***

 




APKLI dan Karman BM Bagi Tiket Gratis Nonton Liga 3 NTB

Karman BM bersama  APKLI NTB membagikan tiket gratis untuk penonton setiap hari sebanyak 50 tiket setiap pertandingan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Memeriahkan Liga 3 Bank NTB Syariah PSSI NTB, Karman BM bekerjasama dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Nusa Tenggara Barat (APKLI NTB), membagikan tiket gratis untuk para penonton Liga 3.

BACA JUGA: Liga 3 NTB Belum Waktunya Menjual Tiket, Ini Kritik HBK

Untuk mendapatkan tiket tersebut, aktivis pemuda itu menjelaskan bisa menghubungi APKLI di sekretariatnya di Perumahan Lingkar Permai Jalan Lingkar Selatan, Loang Baloq Kota Mataram. 

“Bersama APKLI NTB, saya akan membagikan tiket gratis untuk penonton setiap hari sebanyak 50 tiket setiap pertandingan,” kata Karman, Senin (08/08/22) di Mataram. 

Menurutnya, ini bentuk dukungan kita terhadap pesta bola rakyat ini. 

“Saya tegaskan ini bukan gagah-gagahan tapi ini bentuk kepedulian kita terhadap sepakbola di NTB,” jelasnya. 

Ketua APKLI NTB, Abdul Majid dikonfirmasi menegakkan, akan memberikan dukungan terhadap liga 3 ini, dengan memberikan tiket gratis.

Ini khusus untuk penonton yang tidak mampu membeli tiket di loket tiket yang tersedia di GOR 17 Desember Turida Kota Mataram. 

“APKLI NTB ikut mensukseskan dan memeriahkan liga 3 ini dengan membagikan tiket gratis kepada penonton yang tidak mampu membeli tiket,” tegas aktivis pemuda NTB ini. 

BACA JUGA: Turnamen Volley Ball Gubernur Cup Pelajar se NTB, Digelar

Untuk diketahui, liga 3 Bank NTB Syariah telah dilakukan kick off pada, Sabtu 6 Agustus 2022 Minggu kemarin. Liga 3 ini akan diikuti oleh 26 klub di NTB dibagi beberapa zona, yaitu zona Pulau Lombok, Zona Sumbawa dan Zona Bima. (*)

 

 




Pemprov NTB Siap Kerjasama Pendidikan dengan ITS

Dies Natalis ke 62 Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya  diisi kegiatan gowes di Mandalika, selain itu ITS juga akan melakukan kerjasama pendidikan dengan Pemprov NTB

 MATARAM.lombokjournal.com ~ Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya berencana akan menyelenggarakan acara Gowes from Mandalika pada tanggal 15 Oktober mendatang.

Rencana acara menyambut Dies Natalis ke-62 ITS itu  disambut baik Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah. 

Ia menyatakan, prinsipnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) mendukung dan senang karena telah memilih Mandalika sebagai tempat pelaksanaan Gowes.

BACA JUGA: Wagub NTB Tinjau Dua Posyandu di Lotim

“Intinya kami sambut baik ide untuk gowes di Mandalika. Nanti rute gowesnya usahakan bisa melewati sentra-sentra UKM, desa wisata, dan lainnya. Tentu kita juga sangat senang karena telah memilih Mandalika. Mudah-mudahan lancar,” kata Wagub.

Ia mengatakan itu saat menerima audiensi dari Panitia Dies Natalis ITS di Aula Pendopo Wagub, Senin (08/08/22).

Rupanya pihak ITS tidak sekedar melakukan kegiatan Gowes. Sebab Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub menyatakan sangat mendukung adanya kerjasama dalam bidang pendidikan antara ITS dan Pemprov NTB.

“Untuk kerjasama, kami sangat menyambut baik juga. Nanti Pemda bisa kerjasama dengan ITS untuk anak-anak kita dapat diterima di ITS untuk penjurusan yang memang kita butuhkan. Kemudian untuk kerjasama lainnya kita sangat flexibel, silahkan saja dieksekusi,” tutur Wagub.

Jauhari, salah satu Panitia Dies Natalis ITS menyatakan, tidak hanya Gowes kedatangan ITS ke NTB juga untuk menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan, khususnya bagi masyarakat NTB yang ingin melanjutkan studinya ke ITS, baik untuk jenjang S1 maupun S2.

“Barangkali setelah acara ini kita bisa bekerjasama. Karena acara kita itu tidak hanya gowes, tapi kita juga ingin meng-ITS kan Lombok, dan me-Lombok kan ITS. Mepromosikan ITS agar banyak yang ke ITS, karena mahasiswa ITS yang dari Lombok itu masih jarang,” jelas Jauhari. 

Sebagai informasi, Dies Natalis ITS ke-62 di Mandalika akan dilaksanakan secara hybrid, yaitu Offline dan Virtual Race. 

BACA JUGA: ABKIN Memfasilitasi Guru BK untuk Mengembangkan Progesionalisme

Offline race di Mandalika akan diikuti sekitar 400 goweser, dan goweser lainnya akan mengikuti secara virtual. 

“Ada sekitar 400-an peserta secara offline. Total ribuan peserta offline dan online. Offline race untuk pembukaan saja, secara bersamaan juga ada virtual, peserta dari daerah lain bisa memulai bersamaan dengan kita disini,” tutup Jauhari. 

Turut mendampingi Wagub pada audiensi tersebut yaitu, Kadis Pariwisata Provinsi NTB, Kadis Dikbud Provinsi NTB, Kadis LHK Provinsi NTB, Kadis Pora Provinsi NTB, Kadis Koperasi dan UKM Provinsi NTB dan Kadis Kominfotik Provinsi NTB *** 

 




Wagub NTB Tinjau Dua Posyandu di Lotim

Dalam kunjungan kerja ke Lotim, Wagub NTB tinjau Posyandu Segire Sikur Selatan dan Posyandu Ngelok Montong Baan Selatan, dan menekankan pentingnya intehrasi posyandu dan bank sampah

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, penting adanya integrasi antara posyandu dan bank sampah sesuai dengan program unggulan Pemerintah Provinsi NTB, yaitu Revitalisasi Posyandu.

BACA JUGA: ABKIN Memfasilitasi Guru BK Tingkatkan Profesionalismenya

Wagub NTB MENEKANKAN INTEGRASI POSYANDU DAN BANK SAMPAH
Wagub Hj Sitti Rohmi

“Perlu adanya integrasi Posyandu dengan bank sampah. Kedua hal tersebut termasuk dalam Posyandu Keluarga, sesuai dengan program Pemerintah Provinsi NTB yaitu Revitalisasi Posyandu,” tutur Wagub.

Ia menyampaikan itu dalam kunjungan kerja (kunker) ke Posyandu Segire Sikur Selatan dan Posyandu Ngelok Montong Baan Selatan, Kabupaten lombok timur, Senin (08/08/22).

Ia juga mengingatkan, agar proses input data posyandu pada Sistem Informasi Desa dapat dilakukan secara cepat dan tepat. 

Ini akan memudahkan proses pengelolaan data oleh stakeholder terkait.

Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB mengingatkan, untuk segera Input data Posyandu pada aplikasi buatan Pemerintah Provinsi NTB yaitu Sistem Informasi Desa.

“Input data itu membantu memudahkan Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota mengakses data secara cepat dan tepat sehingga dapat mengeluarkan keputusan-keputusan yang cepat dan tepat pula,” ujarnya.

Posyandu Keluarga mencakup 5 program utama (KIA, KB, Imunisasi, Gizi dan Diare), dan ditambah integrasi program dari lintas sektor, seperti Kelas Remaja, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja (PUP), program Keluarga Sakinah, Ketahanan Pangan, Pertanian serta peran aktif Tokoh Agama (Dai Kesehatan).

BACA JUGA: Liga 3 NTB Belum Saatnya Menjual Tiket Masuk, Ini Kritik HBK

Pada kunjungan kali ini, Wagub NTB didampingi oleh Asisten I Setda NTB dijabat Ir. Madani Mukarom, BSc.,M.Si,  Kepala Bappeda, Dr. Ir. H. Iswandi M.Si, Kadis Kesehatan Provinsi NTB, Dr. H. Lalu Hamzi Fikri,MM, MARS, Kadis PMPD Dukcapil, Dr. H. Ashari, SH., MH, BKKBN Provinsi NTB, Drs. Samaan M.Si dan lain sebagaintya. ***

 

 




Turnamen Voley Ball Gubernur Cup Pelajar se NTB Digelar

Penyelenggaraan turnamen Bola Voly antar pelajar SLTA untuk menemukan atlit berbakat dari lingkungan pendidikan 

LOBAR.lombokjournal.com ~ Kejuaraan Bola Voly antar pelajar SLTA sederajat se NTB memperebutkan piala Gubernur Cup dimulai, Minggu (07/08/22) di GOR  Mini, Gerung, Lombok Barat. 

Sebanyak 10 Tim dari 10 kabupaten/kota se NTB pada event  untuk mencari atlit-atlit berbakat dari lingkungan pendidikan  turut ambil bagian dalam Tournamen ini.

BACA JUGA: Gubernur NTB Buka Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup 2022

Sekda membuka turnamen bola voli pelajar se NTB
Lalu Gita Ariadi

Sekda NTB Drs. HL. Gita Ariadi, M.Si atas nama Pemprov NTB mengapresiasi gelaran turnamen bola voley ini. 

Ia memastikan atlit-atlit bola voley asal NTB cukup diperhitungkan di tingkat nasional, bahkan turut memperkuat tim voley nasional ke kejuaraan bertaraf internasional. 

Turnamen Voley Ball ini dinilai sebagai ajang untuk mencari bibit-bibit olahraga berbakat, bertalenta dan berprestasi, menjadi atlit andalan NTB yang suatu saat i bisa mengharumkan nama daerah di ajang nasional bahkan internasional.   

Kecuali itu, Miq Gita sapaan akrabnya juga mengharapkan agar para atlit-atlit muda voley NTB bisa menunjukkan kemampuannya dalam event ini untuk mempersiapkan diri pada event-event nasional terutama menjelang terselenggaranya PON 2028 mendatang, dimana NTB sebagai tuan rumah.

“Jadi kita inginkan, NTB tidak hanya sukses dalam sebagai tuan rumah PON 2028, namun juga jauh lebih penting bagaimana atlit-atlit NTB bisa menunjukkan kemampuannya untuk bisa meraih medali emas sebanyak-banyaknya pada PON di NTB nanti,” harap mantan Kepala DPMTSP NTB ini.

Untuk tujuan tersebut, Miq Gita memerintahkan secara khusus kepada Kadispora NTB untuk membenahi cabang olaharga yang belum secara serius melakukan pembinaan termasuk yang belum terbentuk kepengurusannya.

Menurutnya, dengan adanya pengurus yang terorganisir dengan baik, akan memudahkan untuk melakukan koordinasi, kolaborasi dan pembinaan secara lebih intens. 

Untuk meraih hasil yang lebih baik dari hasil pembinaan yang sudah dilakukan selama ini. 

“Demikian juga kompetisi akan bisa terlaksana dengan baik jika koordinasi dan semangat untuk meraih prestasi di bidang olahraga tentu akan lebih mudah. Saya harapkan juga tim yang berlaga dalam event ini untuk tetap menjjnjung sportivitas bertanding dan memiliki mental bertanding yang tinggi untuk bisa meraih yang terbaik,” tutupnya.

Asisten III Setdakab Lobar, H. Ilham, M.Pd berterima kasih atas terslenggaranya event ini di Lombok Barat. Ilham menyebutkan, banyak atlit-atlit asal Lombok Barat yang memperkuat NTB pada event-event nasional maupun internasional.

Atlit kebanggaan NTB

Dirut Bank NTB Kukuh Raharjo berkomitmen untuk terus mendukung berbagai event olahraga yang melibatkan generasi muda, yang dimulai dari sekolah-sekolah. 

Harapannya, agar dari event semacam ini akan lahir atlit kebanggaan NTB menuju event nasional dan internasional.

BACA JUGA: Liga 3 NTB Belum Saatnya Menjual Tiket, Ini Kritik HBK

Ketua Panitia penyelenggara, Abdurrasyid Zainal mengungkapkan, kejuaraan bola voley ini ddikuti oleh 10 tim voley dari NTB.  

Masing-masing kabupate/kota mengirimkan masing-masing satu tim. Event  ini sebagai ajang untukmemperoleh bibit-bibit handal NTB yang  nantinya bisa memperkuat NTB di event nasional.

Turnamen ini, terselenggara atas kerjjasama Pemprov NTB, Bank NTB, Pemkab Lombok Barat, PDAM Giri Menang dan sejumlah media online yang tergabung  dalam Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB. ***

 

 

 




Sekda NTB Hadiri Launching Kelurahan Bintaro Bersinar 

Sekda NTB menyerukan perang terhadap Narkoba yang mengancam generasi bangsa

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, menimbulkan dampak yang dapat mengancam kehidupan dan masa depan generasi bangsa. 

Karena itu, perang terhadap Narkoba, harus terus dilakukan sebagai upaya untuk deteksi dini dan pencegahan.

BACA JUGA: ABKIN Memfasilitasi Guru BK Tingkatkan Profesionalisme

Sekda NTB serukan perang terhadap Narkoba

“Ayo Perang dan Berantas Narkoba,” kata Sekda, H. Lalu Gita Ariadi saat menyaksikan launching Kelurahan Bintaro Bersinar (Bersih dari Narkoba), Minggu (07/08/22) di Kota Mataram. 

Launching Kelurahan Bintaro Bersinar di Gerbang Kota Toea Ampenan dilakukan Ketua DPRD Kota Mataram mewakili Walikota Mataram.

Sekda NTB melepas 600 peserta kampanye War on Drugs, dengan mengusung tema “Karnaval dan Festival War On Drugs 2022” bersama Ketua Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP).

“Karnaval diikuti berbagai komunitas. Antara lain komunitas sepeda tua, komunitas penggemar mobil tua, komunitas mobil gede dan lainnya,” ungkap  Miq Gite sapaan Sekda.

Sementara itu, Kepala BNNP NTB Brigjen Pol Gagas Nugraha SIK mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya BNNP mengajak masyarakat dan seluruh elemen, melakukan upaya pencegahan dan penyalahgunaan Narkoba bagi generasi muda di NTB.

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat memotivasi bagi masyarakat kota Mataram untuk secara bersama-sama berkontribusi dalam melakukan pencegahan, penyalahgunaan dan penindakan kasus Narkoba,” kata Gagas

Melalui Penindakan saja juga tidak efektif dalam pemberantasan narkoba. Peran semua pihak, memberikan edukasi terkait bahaya penyalahgunaan Narkoba.

Selain itu, dikatakannya, kegiatan yang digelar di Kota Tua Ampenan merupakan bagian dari terus memperkenalkan daerah tersebut sebagai warisan sejarah dan destinasi wisata.

Kegiatan ini merupakan kerjasama BNN Propinsi NTB dengan Pemerintah Kota Mataram. Dihadiri Forkopimda NTB, Walikota Mataram di wakili ketua DPRD Kota Mataram, Danlanal Mataram, l Kadiv PAS Kumham NTB.

BACA JUGA: Liga 3 NTB Belum Saatnya Jual Tiket Masuk, Ini Kritik HBK

Para peserta Karnaval dan Festival yang terdiri dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) NTB, Komunitas Vesva Gais, Semeton Montor Honde Toaq Mentaram, komunitas Mataram Merzy Brothers, komunitas Mobil Wilis serta Bikers Brotherhoods MC. ***

 

 




ABKIN Memfasilitasi Guru BK Tingkatkan Profesionalisme

Wagub NTB motivasi seluruh pengurus ABKIN NTB, agar mampu mencetak guru-guru BK yang profesional 

LOTIM.lombokjournal.com ~ Kehadiran ABKIN memberikan wadah bagi para guru BK (Bimbingan dan Konseling) untuk bisa terus meningkat kompetensi dan profesionalisme.

BACA JUGA: Gubernur NTB Ungkapkan Konsep Sederhana Industrialisasi  

Wagub memotivasi pengurus ABKIN NTB
Wahub Hj Sitti Rohmi

“Semoga dengan adanya ABKIN bisa memfasilitasi atau mengembangkan guru BK untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam bertugas,” ungkap Wakil Gubernur (Wagub) NTB,  Sitti Rohmi Jalillah.

Ia menyampaikan itu saat menghadiri secara virtual acara pelantikan Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PD ABKIN) Nusa Tenggara Barat dan Pengurus Cabang (PC)  ABKIN Kabupaten/Kota se – Provinsi NTB, di Universitas Hamzanwadi, Lotim, Sabtu (06/08/22).

Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB juga memberikan motivasi kepada seluruh pengurus ABKIN NTB yang baru, agar mampu mencetak guru-guru BK yang profesional dan mantap.

Guru BK bertugas untuk mengetahui dan juga memahami perilaku dan juga memberikan konseling kepada siswa sehingga bisa membantu siswanya dalam mengatasi setiap permasalahan siswa.

BACA JUGA: Liga 3 NTB Belum Saatnya Menjual Tiket Masuk, Ini Kritik HBK

Ketua Umum ABKIN Pusat, Prof. Dr. Farozin, M.Pd, melantik PD ABKIN NTB, Dr. H. Musifudin, M.Pd dan seluruh pengurus baru PC Kabupaten/Kota se – NTB. ***

 

 




Ketua DPRD KLU Tinjau Kebakaran di Gili Trawangan

Rombongan Ketua DPRD KLU melihat langsung puing dari bungalo ke bungalo serta deretan rongsokan sepeda dan mesin elektronik yang terbakar

GILI INDAH,KLU. lombokjournal.com ~ Dua hari setelah resmi sebagai Ketua DPRD KLU Artadi, S.Sos meninjau spot kebakaran yang berada di Jambuluwuk Oceano Resort, Gili Trawangan, Sabtu (06.08/22).

Dengan menggunakan boat dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KLU, bersama tiga anggota Komisi III DPRD KLU, Ikhwanuddin, S.Ag (Golkar), Kardi, A.Ma (Demokrat) dan Rusdianto (PBB), unsur petugas Dinas Pemadam Kebakaran KLU, Asmadi serta dari Sekretariat DPRD KLU melaju menuju Gili Trawangan.

Sampai di Dermaga Trawangan, langsung mengayuh sepeda ke lokasi peristiwa kebakaran yang jaraknya berkisar 2 kilometer. 

Ketua DPRD KLU melihat langsung puing dari bungalo ke bungalo
Puing-puing kebakaran

Sungguh panorama yang memilukan, puing-puing kebakaran yang masih terlihat hangus dan menghitam. Akibat kebakaran, beberapa bangunan telah tak berbentuk, serta pepohonan tinggi yang mengering menunjukkan kebakaran yang terjadi berskala besar. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Ajak Bikers Nikmati Wisata ke Lombok-Sumbawa

Rombongan Ketua DPRD KLU melihat langsung puing dari bungalo ke bungalo serta deretan rongsokan sepeda dan mesin elektronik yang terbakar ditumpuk pada salah satu tempat, untuk memudahkan pengangkutan. 

Banyaknya arang dari kebakaran bangunan menambah rasa pilu. Ornamen bangunan sdh tinggal puing-puing saja.

Ketua DPRD KLU, Artadi, S.Sos menyatakan, yang diperlukan segera dari pihak resort adalah bantuan untuk merelokasi puing bangunan, agar bangunan lain tetap bisa digunakan untuk usaha pariwisata. 

Pihaknya, dalam waktu dekat akan melakukan rapat dengar pendapat.

“Dalam waktu dekat, kita akan adakan rapat dengar pendapat untuk mencari jalan keluar dengan mitra kerja dan pihak-pihak kepariwisataan. Agar solusi bisa disegerakan pihak eksekutif maupun pihak lainnya yang berkaitan dengan peristiwa. Mengingat pariwisata baru saja pulih,” tandasnya.

Ketika ditemui Cluster General Manager Jambuluwuk Oceano Resort Ni Made Sriasih, SH., CHA, menyatakan, saat kejadian dirinya sedang ada di Bali. 

Tetapi gerak cepat dilakukan dengan menghubungi jaringan hotel yang dimilikinya untuk membereskan hunian dan layanan tamu-tamu pengunjung yang menginap, untuk dievakuasi dan diberikan layanan jaringan hotel lainnya.

“Selama ada kebakaran (di Gili Indah), sepertinya ini yang skalanya besar. Ada 59 bangunan resort dan 5 homestay hangus terbakar. Saat peristiwa kebakaran, tamu resort ada 48 orang dan karyawan hotel 36 orang, semuanya selamat dan tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

Dari hasil kunker, yang kerap menjadi hambatan di Gili Trawangan terkait pengelolaan sampah, potensi abrasi dan infrastruktur jalan umum. 

BACA JUGA: Pemuda Telong-Elong Ingin Punya Sirkuit Balap Sampan

“Sampah adalah persoalan klasik dari dulu belum selesai dan bagaimana seharusnya. Harapannya sampah dari puing kebakaran bisa direlokasi,” ungkapnya.

Hingga kunker tersebut, belum bisa ditaksir nilai kerugian dan penyebab utamanya dari peristiwa kebakaran. 

Pihak Jambuluwuk Oceano Resort kini sedang mengurus asuransi dan berencana membangun kembali bangunan yang terdampak secara bertahap. ***