Gubernur NTB, Zulkieflimansyah Diusulkan Raih Rekor MURI

Lembaga Mi6 usulkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah raih rekor MURI sebagai Gubernur paling rajin menyapa masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Usulan ke Museum Rekor Indonesia (MURI) disiapkan Lembaga Mi6 untuk penganugerahan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah sebagai Gubernur di Indonesia yang paling rajin turun ke menyapa masyarakat.

Dasar usulan yang dilakukan Mi6, aktivitas kedinasan Gubernur NTB yang tiap hari menyapa masyarakat di berbagai tempat berbeda di Lombok dan Sumbawa.

BACA JUGA: Gubernur NTB Bertemu Kembar Tiga Alumni Awardee Beasiswa NTB

Gubernur NTB dinilai paling rajin turun menyapa masyarakat
Gubernur Zulkieflimansyah (tengah)

“Kami saat ini sedang mempersiapkan dan mendiskusikan secara mendalam dengan teman-teman Mi6 untuk mengajukan anugerah Rekor MURI ini,” kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH didampingi Kepala Litbang Mi6, Zainul Pahmi,  M.Pd, Senin (05/09/2022)  di Mataram.

Dari penelusuran Mi6 ke berbagai pemangku kepentingan, saat ini belum ada Rekor MURI untuk kategori Gubernur yang paling rajin turun ke bawah menyapa asyarakat. 

Beberapa Rekor MURI yang dianugerahkan kepada Gubernur antara lain Rekor MURI Gubernur Termuda atau Rekor Gubernur yang berkomunikasi menggunakan Aplikasi Twitter. Sementara untuk Wakil Kepala Daerah, antara lain ada Rekor MURI untuk Wakil Gubernur dengan gelar akademik terbanyak.

Bambang Mei mengatakan, suka atau tidak dirinya melihat, Gubernur Zulkieflimansyah adalah salah satu pemimpin yang paling rajin turun ke masyarakat. 

Aktivitas tersebut pun kata Didu sapaan Bambang Mei, dapat dengan mudah ditracking oleh publik. Aktivitas turun menyapa masyarakat tersebut diunggah oleh Gubernur Zul di akun media sosial resmi miliknya.

Saat tidak sedang melakukan kunjungan kerja di luar daerah, Didu mengatakan, nyaris tiada hari yang dilewatkan Gubernur Zul tanpa menyapa masyarakat secara langsung. 

Dan dalam sehari, bukan cuma satu titik yang dikunjungi. Bahkan pernah lebih dari sepuluh titik.

Jarak tempat-tempat yang dikunjungi itu pun bukanlah berdekatan. Kadang bahkan bisa berjauhan. 

Semisal, tempat pertama yang dikunjungi harus menyeberang menuju salah satu gili di pesisir barat Pulau Lombok. Sementara tempat kunjungan berikutnya ada di ujung timur Pulau Lombok.

“Dan aktivitas bertemu masyarakat ini bukan hanya dilakukan saat menjadi Gubernur. Sebelum menjadi Gubernur pun, DZ (Zulkieflimansyah) sudah melakukan hal ini,” kata Didu.

Bila aktivitas menyapa masyarakat tersebut bagian dari memoles citra diri atau memiliki tujuan serupa lainnnya, tapi fakta bahwa Gubernur Zul dalam satu hari mengunjungi masyarakat di berbagai tempat adalah hal yang tak terbantahkan.

“Terlepas orang pro dan kontra, DZ sudah mencetak sejarah sebagai satu-satunya Gubernur di NTB yang melakukan hal tersebut,” tandas Didu.

Ia menjelaskan, butuh stamina yang sangat prima untuk bisa melakukan aktivitas kedinasan seperti yang dilakukan Gubernur Zul.

Mantan Eksekutif Daerah WALHI NTB dua periode ini menegaskan, apa yang dilakukan oleh Gubernur Zul tersebut bisa menjadi inspirasi bagi kepala daerah lainnya. 

Tidak hanya di NTB, tapi juga para kepala daerah lain di Indonesia. Terlebih di tengah maraknya bentuk komunikasi para pemimpin yang diistilahkan Didu sebagai “komunikasi pura-pura”.

Sementara itu Kepala Litbang Mi6, Zainul Pahmi menambahkan, di tengah berkembang pesatnya teknologi dan informasi,  komunikasi tatap muka secara langsung adalah komunikasi yang tak akan pernah tergantikan. 

BACA JUGA: Sirkuit 459 Lantan Jadi Alternatif Penyelenggaraan MXGP

Dengan datang langsung ke masyarakat, menyapa mereka dari dekat, Gubernur Zul dinilainya akan mengetahui masalah yang dihadapi masyarakat secara langsung, dan tentu saja menyelesaikan pula masalah tersebut dengan lebih cepat.

“Jelas, model komunikasi yang dilakukan DZ ini adalah gebrakan baru di tengah kemajuan era globalisasi,” tandas pria yang juga Wakil Ketua DPP KNPI .***

 




HUT Kota Mataram, Gubernur NTB: Bahagia Itu Mudah

Gubernur NTB menghadiri HUT Kota Mataram di Lingkungan Kamasan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, menghadiri kegiatan Hari Ulang Tahun Kota Mataram yang digagas oleh Lingkungan Kamasan, Monjok, Mataram pada Minggu (04/09/22).

BACA JUGA: Rektor Unram: Mimbar Akademik Ternuka untuk Tokoh Mana pun

Gubernur NTB mengatakan, HUT Kota Mataram sederhana tapi penuh makna
Gubernur Zulkieflimansyah

Dalam kegiatan tersebut Bang Zul sapaan akrabnya, mengungkapkan dengan kegiatan yang sederhana dan masyarakatnya ikut memeriahkannya, bahagia akan turut hadir di dalamnya.

“Bahagia itu mudah, terima kasih atas undangan dan sambutannya yang luar biasa malam ini,” ucapnya.

Di acara itu pula, Pak Gubernur tak lupa menghadiri undangan para tokoh-tokoh masyarakat hingga pemuda di lingkungan Monjok, Selaparang. Ia

BACA JUGA: Wagub NTB Tekankan Pentingnya Kualitas Posyandu Keluarga

“Dalam kesederhanaan acara ada banyak pesan penuh makna dari tokoh-tokoh masyarakat dan pemuda, luar biasa,” ungkapnya. ***

 

 




Rektor Unram: Mimbar Akademik Terbuka untuk Tokoh Mana pun

Kultur Unram menjaga kebebasan mimbar akademik, namun Rektor Unram Prof Bambang menolak menjadi ajang caci maki dan mem-bully pihak lain

MATARAM.lombokjournal.com ~ -Universitas Mataram sedang menyiapkan diri menjadi perguruan tinggi berbasis riset dan berdaya saing internasional pada tahun 2025. 

Perguruan tinggi negeri terbesar di NTB ini pun memastikan, mimbar akademik terbuka untuk tokoh manapun.

Rektor Unram mengatakan, Mimbar akademik adalah mimbar didasarkan kajian-kajian yang ilmiah
Rektor Unram Prof. H. Bambang Hari Kusomo

“Unram tidak pernah menolak tokoh. Siapa saja. Menjadi kultur Unram untuk selalu menjaga kebebasan mimbar akademik,” kata Rektor Universitas Mataram Prof H Bambang Hari Kusomo, melalui Siaran Pers kepada Media,  Senin (05/09/22)

BACA JUGA: Sirkuit 459 Lantan Jadi Alternatif Penyelenggaraan MXGP

Alih-alih melarang-larang, Unram justru kata Prof Bambang, memberikan ruang besar bagi berkembangnya gagasan, kajian, dan pemikiran. Bahkan, Unram menyiapkan karpet merah untuk hal tersebut.

Namun begitu, Guru Besar Fakultas Pertanian ini mengingatkan, mimbar akademik bukanlah kebebasan tanpa tanggung jawab. 

Mimbar akademik Unram memiliki wibawa ilmiah dimana menjadi tempat menyampaikan pikiran dan pendapat secara terbuka yang didasarkan pada data-data dan fakta-fakta yang telah teruji secara ilmiah.

Karena itu, Unram tidaklah mungkin menyiapkan mimbar akademik untuk menjadi ajang caci maki. Tempat mem-bully pihak lain hanya lantaran pihak tersebut berseberangan pemikiran atau cara pandang dengan tokoh yang sedang berbicara di mimbar.

“Jangan ada hidden agenda. Kebebasan mimbar akademik bukan tempat untuk mencemooh figur dan tokoh tertentu. Bukan tempat untuk menjatuhkan pemerintah. Bukan pula tempat untuk mendungu-dungukan pihak lain lalu menempatkan diri sendiri sebagai satu-satunya pemilik kebenaran,” tandasnya.

Kultur kekebasan mimbar akademik yang seperti itu kata Prof Bambang berlaku universal. Bukan hanya di Unram saja. 

Alumnus Massey University, Selandia Baru ini lalu menuturkan, bagaimana negara liberal seperti Australia maupun Selandia Baru, juga menerapkan kultur serupa.

 Sehingga betapa pun liberalnya ruang untuk menyampaikan gagasan dan pandangan di sana, mimbar akademi tidak menjadi ruang menyampaikan caci maki atau memojok-mojokkan figur yang tidak disukai.

Sebagai akademisi yang memiliki rekam jejak panjang di dua negara di selatan bumi tersebut, Prof Bambang tahu persis akan kultur itu. Guru Besar kelahiran Lombok Timur tahun 1965 ini menamatkan pendidikan doktoralnya di Massey University setelah sebelumnya menamatkan pendidikan di Australia. 

Semenjak 2017 hingga saat ini, Prof Bambang pun menjadi Adjunct Lecturer di Massey University. Sebagai Profesor Tamu, salah satu tugasnya adalah sebagai penguji disertasi mahasiswa S3 di perguruan tinggi yang masuk rangking 250 besar dunia tersebut.

“Mimbar akademik adalah mimbar yang bermartabat. Didasarkan pada kajian-kajian yang ilmiah. Bukan atas dasar asumsi-asumsi,” tandasnya.

Bahkan di dalam agama Islam pun kata Prof Bambang, jika ada pemimpin yang keliru, agama tidak menganjurkan umatnya mengkritik pemimpinnya secara vulgar di depan orang banyak. 

Sebab, hal tersebut sama saja memang hendak mempermalukan pemimpin.

“Kalau menutur saya, apa yang diajarkan agama itu adalah nilai yang paling tinggi. Karena datang dari Yang Mahakuasa,” imbuhnya.

Pun begitu, kampus juga bukanlah tempat untuk berpolitik praktis. Kampus hanya tempat untuk belajar politik bagi para civitas akademikanya. Dan oleh karenanya, kampus harus terbebas dari kegiatan politik praktis tersebut.

Karena itu, Prof Bambang menampik dengan tegas pandangan sejumlah pihak yang kini berusaha menggiring opini publik, seolah-olah Unram menolak figur-figur tertentu untuk menghadiri kegiatan yang terkait dengan mimbar akademik.

Tak ada yang keliru manakala mahasiswa mengundang tokoh idola mereka untuk memberikan pencerahan dalam forum ilmiah. 

Begitu halnya, tak ada yang keliru pula manakala pihak kampus menyampaikan pandangannya terhadap rambu-rambu dan kaidah mimbar akademik yang harus sama-sama dijunjung, mengingat otoritas kampus juga berkaca pada pengalaman serupa yang pernah terjadi di masa-masa sebelumnya.

Visi Unram 2025

Sementara itu, terkait dengan Visi Unram 2025, Prof Bambang yang genap enam bulan memimpin Unram ini menegaskan, Unram kini sedang bersiap menjadi Perguruan Tinggi Berbasis Riset dan Berdaya Saing Internasional. 

Saat ini, Unram sedang melompat jauh dengan menggalng banyak kerja sama internasional.

BACA JUGA: Menteri Pendidikan Unram Jajaki Kerjasama dengan NTB

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah Duta Besar negara-negara Eropa telah datang berkunjung secara langsung ke Unram. 

Mulai dari Duta Besar Uni Eropa hingga Duta Besar Swedia di Indonesia. Kerja sama dengan perguruan tinggi ternama di luar negeri pun telah dilakukan. Antara lain dengan perguruan tinggi di Korea Selatan. Juga dengan sejumlah perguruan tinggi di Australia.

“Dalam waktu dekat pula, sejumlah perguruan tinggi dari Jepang juga akan datang untuk kerja sama ini,” kata Prof Bambang.

Unram juga sebelumnya telah mengirimkan delegasi ke Prancis dan Italia, untuk kerja sama serupa. Demikian halnya dengan negara-negara di Asean. Seluruh kerja sama tersebut terkait dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Semenjak memangku jabatan sebagai Rektor Unram, jumlah mahasiswa internasional yang menimba ilmu di Unram pun kini jumlahnya terus bertambah. Jika tahun-tahun sebelumnya, jumlah mahasiswa internasional di Unram paling banter 35 orang, saat ini jumlahnya sudah 191 orang.

“Mereka berasal dari delapan negara,” katanya.

Unram juga menggalang kalangan perbankkan untuk menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa dari luar negeri yang ingin menempuh pendidikan di Unram.

Terkait Merdeka Belajar, yang berkaitan erat dengan salah satu indikator kinerja utama, Unram pun telah membentuk unit kerja yang secara khusus terkait hal tersebut. 

Unram juga kini sedang menyiapkan program percepatan kelulusan yang memberi ruang bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan S1 ke program Magister hanya dalam rentang waktu lima tahun.

Praktiknya, mahasiswa S-1 di tingkat akhir yang sedang menyusun tugas akhir di semester tujuh dan delapan dan sudah tak memiliki lagi beban kuliah, secara paralel bisa menempuh pembelajaran untuk mata kuliah semester satu dan semester dua program magister. Sehingga setelah mereka wisuda, sudah langsung bisa melanjutkan kuliah semester ketiga dan keempat di program magister. ***

 

 




Sirkuit 459 Lantan Jadi Alternatif Penyelenggaraan MXGP  

Gubernur NTB bersama Bupati Loteng serta tim cek kesiapan Sirkuit 459 Lantan, Lombok Tengah sebagai penyelenggara MXGP

LOTENG.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB memiliki kontrak sebagai tuan rumah penyelenggaraan MXGP selama 5 tahun. 

Indonesia mendapat 2 seri, dan tempatnya di NTB satu di Sumbawa dan satu di Lombok. Hingga saat ini Pemerintah memiliki 2 alternatif, yaitu di Sirkuit 459 Lantan dan Eks Bandara Selaparang.

BACA JUGA: Menteri Pendidikan Singapura Jajaki Kerjasama dengan NTB

Gubernur NTB memikirkan akses ke lokasi dan akomodasi
Gubernur Zulkieflimansyah

Gubernur NTB,. Zulkieflimansyah bersama tim mengunjungi sirkuit 459 Lantan  yang berada di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Minggu (04/09/22).

Menurut Gubernur sirkuitnya oke, namun akses menuju lokasi yang perlu disiapkan dan fasilitas akomodasi yang harus dipikirkan bersama bupati.

“Soal sirkuit gampang dibuat, tetapi akomodasi, bandara karena kan logistik MXGp ini tidak sederhana,” ujar Gubernur didampingi Bupati Lombok Tengah, dan tim yang terlibat saat melakukan kunjungan survey bersama promotor.

Senada dengan itu, Bupati Lombok Tengah Fathul Bahri mengatakan, NTB memiliki kontrak 5 tahun. 

Sehingga harus dipersiapkan mulai dari sekarang dan layak atau tidaknya. Karena berbicara spesifikasi bukan hak pemerintah melainkan tim infron.

“Kalau sirkuit mudah saja dan gampang dibuat, melainkan infrastruktur pendukung lainnya dan mereka diinapkan dimana, kalau jalan saat ini sedang melakukan pelebaran ruas jalan dan jembatan menuju sirkuit,” ungkap orang nomor satu di Lombok Tengah.

BACA JUGA: Dewan Pengurus Daerah ILDI NTB Resi Dilantik

Disebutkan Bupati, area sirkuit tersebut memiliki luas area sekitar 350 hektare, namun digarap sekitar 14 Hektar untuk sirkuit. ***

 

 




Kiprah IWAPI Diharapkan Membuat UMKM Naik Kelas

Kiprah IWAPI antara lain melalui Trade Fair 3, diharapkan bisa merebut pasar untuk UMKM

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wagub NTB,Hj. Sitti Rohmi Djalillah berharap kiprah IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian daerah dengan membuat UMKM NTB naik kelas.

Menurut Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB, materi di NTB sangat luar biasa, dari setiap 10 kabupaten/kota mempunyai ciri khasnya masing-masing. 

Wagub NTB (kanan) bersama Bunda Niken

Hal tersebut disampaikan pada sambutannya dalam acara IWAPI Trade Fair 3 di Atrium Lombok Epicentrum Mall, Sabtu (03/09/22).

BACA JUGA: Aktivis HMI Diminta Fokus Membangun Ekonomi

“Mutiara, kerajinan tangan, tenun dengan berbagai kelebihannya. Tinggal bagaimana PR kita merebut pasar UMKM, tidak hanya di NTB maupun Indonesia tapi di dunia. Ini yang harus dipikirkan agar UMKM kita bisa naik kelas,” ucapnya.

Tak kalah pentingnya, Ummi Rohmi menyampaikan hampir 3 tahun dilanda bencana, dari gempa hingga Pandemi Covid-19 kemarin, NTB merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

“Itu tidak akan terjadi apabila tidak ada seluruh pihak yang berkontribusi disini,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan Laporan Ketua Panitia, Sri Suherni, kegiatan yang berlangsung 2 hari ke depan ini merupakan agenda tahunan yang sudah berjalan dari tahun 2020. 

ITF 3 ini telah menyediakan 68 stand dengan sebagian besar diantaranya merupakan peserta UMKM.

Ketua DPP IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA., juga menambahkan, 47 tahun berdirinya IWAPI ini telah konsisten menjalankan program, memberdayakan perempuan dalam ekonomi, hingga dipercayakan pemerintah turut berperan dalam AWEP (Association of Women Entrepreneurs & Professionals) se-ASEAN.

BACA JUGA: Pemprov NTB dan KPK Sepakati Pentingnya Pembentukan Kerjasama Antar Daerah

“Bagaimana IWAPI dapat menggiring perempuan-perempuan untuk bisa menduduki pimpinan pengusaha-pengusaha maupun di pemerintahan,” lanjut Nita.

Turut hadir dalam acara ini bersama yaitu Kadis Perdagangan NTB, Kadis Kominfotik NTB, Ketua Kadin NTB, Ketua OJK, Kepala Bank BI, serta seluruh stakeholders terkait. ***

 

 




Pemprov NTB bersama KPK Sepakati Pentingnya Pembentukan KAD

Pemprov NTB menilai penting permasalahan dunia usaha, karena itu penting dibentuk Kerja Sama Antara Daerah (KAD)

MATARAM.lombokjournal.com ~ Inspektur Inspektorat mewakili Pemerinta Provinsi (Pemprov) NTB dan Wakil Ketua KPK sepakat pentingnya pembentukan Kerja Sama Antara Daerah (KAD). 

Hal ini terungkap pada Diskusi Bersama di Hotel Santika tentang Permasalahan Dunia Usaha di wilayah Provinsi NTB, Jum’at (02/09/22).

Pemprov NTB anggap penting permasalahan dunia usaha

Inspektur Inspektorat NTB, Ibnu Salim menyampaikan, permasalahan dunia usaha di NTB sangat penting, khususnya masalah KAD (Kerjasama Antar Daerah) yang oleh pusat diminta dengan segera pembentukannya tapi belum bisa terpenuhi.

BACA JUGA: Aktivis HMI Diminta Mulai Fokus Membangun Ekonomi

“Saya menganggap KAD sangat penting bagi dunia usaha kita, sehingga kita sangat hati-hati memilih personil yang terlibat, saya tidak ingin ada dari kita yang berbaju oranye,” tutur mantan Kasat Pol PP NTB ini. 

Ibnu Salim juga menyampaikan, regulasi dari pusat mengenai dunia usaha hanya memperberat pengusaha di daerah. 

Dengan adanya KAD, diharapkan bisa memperjuangkan pengusaha-pengusaha di daerah yang kadang termarginalkan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron berharap agar KAD dapat segera dibentuk untuk menjembatani antara dunia usaha dan pemerintah. 

“KPK hanya mendorong, kalau bisa pengusaha di daerah lah yang menyelesaikan bagaimana usahanya bisa fair, terbuka dengan aksesibilitas tinggi,” pungkas Nurul Ghufron. 

Wakil Ketua KPK juga menambahkan, sejak berdirinya KPK dari 2004 sampai saat ini sudah menangkap sekitar 2.400 orang dan yang paling banyak adalah pihak swasta sebagai penyuap dengan jumlah 374 orang dari pelaku usaha.

“Korupsi tidak bisa terjadi apabila tidak ada deal antara 2 pihak, disitulah sebagai pelaku usaha dimana pun pasti maunya juga untuk mendapatkan keuntungan”, ucapnya.

Memperkuat pemahaman, Wakil Ketua KPK juga mengatakan, Indikator terjadinya korupsi adalah ketidakpastian, ketidakmudahan, dan ketidakterbukaan.

BACA JUGA: Pemprov NTB Siap Laksanakan Bimtek Fasilitator Penanganan PMK

Ketiga poin tersebut masih sering terjadi ketika pengusaha mau melakukan perizinan tapi masih dipersulit dengan regulasi yang tumpang tindih, sehingga ‘suap’ menjadi jalan terakhir untuk mempermudah segalanya.

“Mari kita hidupkan usaha sehat tanpa perlu suap,” tutup Nurul Ghufron. 

Turut hadir pada acara diskusi bersama ini Ketua Kadin NTB, Perwakilan Gapeksindo, Perwakilan APJI, serta perwakilan asosiasi perusahaan terkait lainnya. ***

 

 




Pemprov NTB Siap Laksanakan Bimtek Fasilitator Penanganan PMK 

Bimtek Fasilitator Penanganan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK), siap dilaksanakan Pemprov NTB pertengahan September

MATARAM.lombokjournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) siap dalam Pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Penanganan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK). 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB H. Sahdan, ST,.MT mewakili Sekda mengungkapkan itu dalam acara Rapat Koordinasi Pelaksanaan Bimtek Fasilitator Penanganan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) secara during pada Jum’at (02/09/22) di ruang Kerja Sekda NTB

BACA JUGA: Pemprov NTB Kejar Target Vaksinasi Booster Covid-19

Sahdan menjelaskan, rencana pelaksanaan Bimtek fasilitator dalam rangka upaya pencegahan PMK.

Bimtek akan dilaksanakan di 5 provinsi yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat pada minggu kedua bulan September. 

Provinsi NTB mendapat jadwal pada minggu ke 2 Pelaksanaan Bimtek (13-15 Sept) Regional 2, yakni bersama daerah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Timur dan Banten. 

“Seperti yang kita ketahui bersama PMK saat ini telah menyebar di Indonesia banyak menyerang  hewan ternak yang penyebabnya melalui infeksi virus yang menyerang mulut dan kuku,” ujar Sahdan.

Penyakit ini dapat menyebar sangat cepat, tegasnya. 

Sebagaimana diketahui  dampak yang sangat besar dari PMK ini juga sangat mempengaruhi sektor ekonomi. 

Hampir mencapai 99 Triliun pertahun dan pengendaliannya sulit  ditangani karena membutuhkan biaya yang sangat besar. 

Bimtek fasilitator

Direktur Mitigasi Bencana BNPB Taufik Kartiko dalam arahannya menyampaikan, menghadapi hal tersebut pemerintah harus terus bergerak. 

Taufik Kartiko mengatakan, strategi pencegahan penyebarluasan PMK, Pemprob NTB menyelenggarakan Bimtek Penanganan PMK tahun 2022
Taufik Kartiko

Dalam hal ini dimulai dari pembentukan satuan tugas (Satgas) pengamanan. 

BNPB selain pengadaan vaksinasi dan pengobatan pada hewan-hewan yang terinveksi, dilakukan pula upaya penyebarluasan  pencegahan PMK di berbagai daerah.

Lanjut dia, strategi yang dilakukan yaitu menyelenggarakan Bimtek fasilitator penangangan PMK tahun 2022. Kegiatan ini akan dilakukan di 20 provinsi zona merah PMK dengan jumlah 100 peserta per provinsi. 

Selain pengadaan vaksinasi dan pengobatan, dilakukan pula pencegahan penyebaran PMK di seluruh daerah. 

Capaian yang diharapkan yaitu terbentuknya fasilitator mensosialisasikan pencegahan dan penanganan. 900 ribu keluarga peternak di Indonesia.

Dalam menyelenggarakan Bimtek dengan baik sesuai dengan yang diharapkan sehingga maka perlu komitmen dan keseriusan peserta bimtek.

“Kami mengharapkan semoga penyelenggaraan bimtek ini dapat terlaksana  dengan lancar, efektif, efisien serta tepat sasaran,” harap Taufik Kartiko.

Sementara itu Bagus Tjahjono selaku koordinator penanganan PMK BNPB memaparkan, target kerja Satgas PMK Bidang Pencegahan yaitu sosialisasi di 20 Provinsi Terjangkit Virus PMK. Dan sasaran kerjanya adalah pembentukan 100 orang fasilitator pencegahan PMK di masing-masing Provinsi terjangkit virus PMK.

“Untuk fasilitator narasumber nya adalah penyuluh peternakan, Babhinkamtibmas, Babinsa, relawan. Untuk penerima manfaat adalah masyarakat, relawan, peternak, pedagang hewan dan stakeholder terkait lainnya,” ungkapnya.

Menurut dia, setiap fasilitator yang telah mengikuti Bimtek ini akan memberikan edukasi/sosialisasi kepada 10 keluarga per hari selama 45 hari.

Dengan asumsi jika 1 keluarga terdiri dari 4 orang yaitu bapak, ibu dan 2 orang anak, maka terdapat 3 juta enam ratus ribu orang yang tersosialisasikan pencegahan PMK. 

Perlu diketahui timeline program kerja Satgas PMK Bidang Pencegahan pada bulan Agustus, yaitu penyusunan dan hasil cetak materi sosialisasi edukasi pencegahan serta proses rekruitmen fasilitator PMK. 

BACA JUGA: ‘On Stage’ Gerakan Panggung Teater dari Teater Insomnia

Pada bulan September pelaksanaan Bimtek fasilitator di 20 Provinsi. Di bulan Oktober Pengerahan Fasilitator. 

Bulan November Monitoring & Evaluasi Sampel  di 5 lokasi. Dan terakhir Desember penyelesaian administrasi dan pelaporan,” tutupnya. *** 

 




Dewan Pengurus Daerah ILDI NTB Resmi Dilantik

Setelah pelantikan Dewan Pengurus Daerah ILDI NTB, Pemprov NTB berharap organisasi ini mrmpomosikan destinasi pariwisata NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dewan Pengurus Daerah Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) NTB periode 2022-2026 telah resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Umum DPP ILDI di Hotel Lombok Plaza, Mataram, Sabtu (03/09/22).

Staff Ahli Gubernur Bidang Sosial Kemasyarakatan, Jamaluddin, S.Sos, MT mewakili Gubernur NTB menucapkan selamat sekaligus menyampaikan harapan agar organisasi program-program ILDI NTB dapat sejalan dengan pemerintah Provinsi NTB.

BACA JUGA: Kiprah IWAPI Diharapkan Membuat UMKM Naik Kelas

Dewan Pengurus Daerah ILDI NTB diminta mempromosikan destinasi pariwisata NTB

“Selamat saya ucapkan dan tentu kami berharap organisasi baru ini bisa menjalankan roda organisasi dengan baik dan sejalan dengan visi NTB yaitu NTB Gemilang,” ucapnya.

Tak lupa juga, ia mengajak kepada pengurus ILDI NTB untuk tak henti-hentinya mempromosikan Provinsi NTB kepada DPD ILDi di seluruh Indonesia bahwa NTB kaya akan destinasi pariwisata dan event nasional bahkan Internasional.

Ketua Umum ILDI, Dra. Ambar Susilastuti, mengungkapkan bangga terhadap Provinsi NTB yang terbilang cepat dalam mengukuhkan Dewan Pengurus Daerah.

“Saya ucapkan selamat tentunya dan NTB ini hebat dan terbilang cepat dalam mengukuhkan DPDnya. Saya berharap organisasi ini dapat menyehatkan dan membugarkan masyarakat NTB,” ujarnya.

Ketua terpilih DPD ILDI NTB, Annie Yunita mengucapkan terimakasih terhadap Pemprov NTB yang telah banyak membantu sehingga pelantikan DPD ILDI dapat dilaksanakan dengan baik pada hari ini.

“Terimaksih atas selruh bantuan yang diberikan kepada Pemrov NTB sehingga pada hari ini organisasi kami resmi berdiri,” ungkapnya.

ILDI sendiri sudah memiliki 24 cabang yang tersebar di seluruh provinsi dan 80 DPW Kabupaten/Kota. 

BACA JUGA: Menteri Pendidikan Singapura Jajaki Kerjasama Dengan NTB

Langkah Dansa termasuk kategori kegiatan olahraga masyarakat, di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) serta dilombakan dalam Festival Olahraga Rekreasi Nasional Indonesia (Fornas).***

 

 




‘On Stage’ Gerakan Panggung Teater dari Teater Insomnia 

On Stage mulai berkipra sejak tahun 2018 memberi ruang ekspresi kelompok teater di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Panggung teater di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kota Mataram, makin marak dengan adanya kiprah bertajuk ‘On Stage, Insomnia Theatre Festival’ yang digelar bulan Oktober mendatang.

Kegiatan yang berlangsung tanggal 3 hinggal 9 Oktober 2022, sebanyak 9 kelompok teater akan meramaikan panggung Teater Tertutup Taman Budaya NTB. Sebanyak 8 kelompok teater dari NTB dan 1 kelompok teater partisipan dari Bandung, Jawa Barat.

On Stage memberi wadah kelompok teater tampil di Taman Budaya NTB
Indra Saputra Lesmana

Indra Saputra Lesmana, salah satu founder Teater Imsonia menjelaskan, On Stage yang bergerak sejak pertama tahun 2018, berupaya menjadi wadah bagi kelompok dan pelaku teater yang ada di Nusa Tenggara Barat. Memberi ruang bagi kelompok teater untuk tampil dan bermain di Taman Budaya NTB.

“Tahun ini On stage dijadikan sebagai peta membaca dinamika perteateran di NTB khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” kata Indra Lesmana kepada Lombok Journal, Sabtu (03/09/22).. 

Menurutnya, salah satu dinamika yang tergambar adalah andil besar Max Arifin (almarhum) dalam membangun ekosistem teater di NTB. Karena itu, ONSTAGE 2022 digelar dengan mengangkat tema “Max Arifin dan Panggung Teater”, tambahnya. 

Mengangkat ketokohan Max Arifin sebagai spirit pelaku teater di NTB. Dan dengan memunculkan ketokohan Max Arifin menjadikannya sebagai salah satu ikon budaya Nusa Tenggara Barat, mengupas perjalanannya, mengenalkan karya dan gagasanya serta mengapresiasi karya-karyanya. 

“Kami menjadikan pergulatan pemikirannya yang tertuang dalam karya-karyanya dan perjalanan beliau sebagai sebuah cerita yang inspiratif bagi kami generasi setelahnya,” jelas  

Indra. 

Wacana teater

Meski masih singkat, gerakan yang selama ini dilakukan Teater Insomnia dinilai mengisi ruang kosong aktivitas teater di NTB. Selain menggelar pemanggungan kelompok-kelompok teater dari berbagai daerah di NTB, teater Insomnia juga aktif menggelar diskusi teater dengan mengusung beragam tema.

Menurut Majas, On Stage penting dalam aktivitas teater di NTB
Majas Pribadi

Diskusi-diskusi yang diselenggarakan teater Insomia ini penting untuk meramaikan wacana teater di NTB,” jelas Majas Pribadi saat ditemui dalam diskusi yang digelar Insomnia di Kantor ANTARA di Mataram, Jum’at (02/09).

Majas Pribadi merupakan salah satu lulusan ISI Jogjakarta jurusan Teater yang aktif menjadi penyelenggara berbagai event seni di NTB.

“Apa yang dilakukan teman-teman di Insomia mengisi ruang kosong dari gerakan teater di NTB. Ini tidak mudah dan penuh tantangan. Mudahan teman-teman di Insomia tidak gampang baperan,” kata Pribadi. ***




Pemprov NTB Kejar Target Vaksinasi Booster Covid-19

Pemprov NTB perlu meningkatkan sosialisasi vaksinasi Booster Covid-19 agar NTB kosistendi level I

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemprov NTB melalui Dinas Kesehatan Provinsi NTB mengupayakan kejar target Vaksinasi Booster Covid-19 guna meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri mengungkapkan itu saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik dari Komisi IX DPR RI di Kantor Dikes Provinsi NTB, Jumat (02/09/22).

Kunjungan Komisi IX DPR RI untuk mengetahui kendala Pemprob NTB dalam vaksinasi booster

“Tidak terlalu banyak kendala dalam vaksinasi, hanya saja memang perlu sosialisasi lebih lagi. Kita tetap konsisten memastikan daerah kita pada level I. Selain itu, kita juga sepakat bahwa ekonomi harus jalan terus, itu merupakan sebuah prinsip,” ujar Kadikes NTB.

BACA JUGA: Menteri Pendidikan Singapura Jajaki Kerjasama dengan NTB

Ia menjelaskan, pihaknya dan seluruh stakeholders terkait akan terus memaksimalkan fungsi dari fasilitas kesehatan di NTB untuk proses vaksinasi.

“Di NTB memiliki vaksinator kurang lebih sebanyak 3365 orang. Untuk sekarang memang perlu memaksimalkan Puskesmas, Rumah Sakit, terutama  Posyandu Keluarga sebagai center of education kami disini,” jelasnya. 

Sementara itu, Dirjen P2P Kemenkes RI, dr. Maxi Rein Rondonuwu mengapresiasi kolaborasi dan koordinasi seluruh pihak di NTB dalam rangka percepatan proses vaksinasi.

“Vaksinasi di NTB ini luar biasa, kerja sama dan koordinasi yang dilakukan sudah hebat. Untuk penanganan pandemi selain vaksinasi, pengendalian koordinirnya luar biasa. NTB ini satu-satunya provinsi yang peningkatan kasusnya minim sekali,” puji dr. Maxi.

Percepatan vaksinasi booster Covid-19 di NTB terus digencar karena berbagai alasan. Selain untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat, juga karena NTB adalah daerah pariwisata.

“NTB ini kan daerah pariwisata yang akan sering dikunjungi wisatawan, jadi kita benar-benar dorong vaksinasi di daerah ini. Dan kami berkunjung kesini juga untuk mendengarkan kendala-kendala proses vaksinasi dari Pemprov NTB. Tadi ada beberapa catatan yang nanti akan kami pelajari lagi,” kata Ketua Rombongan Kunker Spesifik Komisi IX DPR RI di NTB.

BACA JUGA: Aktivis HMI Diminta Fokus Membangun Ekonomi

Hadir juga dalam diskusi tersebut yaitu, Asisten III Setda Provinsi NTB, perwakilan dari BPOM Provinsi NTB, perwakilan BPJS Provinsi NTB, Tim Satgas Covid-19 dan stakeholders terkait. ***