Gubernur NTB Dorong Penguatan Produksi Hortikultura

Gubernur NTB ingin memastikan kondisi harga kebutuhan pokok tetap terkendali sekaligus memahami dinamika pasokan di tingkat pedagang

SUMBAWA.LombokJournal ~ Dalam kegiatan Safari Ramadhan di Kabuoaten Smbawa Barat (KSB) melewati deretan lapak pedagang di Pasar Tana Mira, KSB, yang tampak ramai pada Jumat (13/03/26). pagi 

Di tengah aktivitas jual beli yang berlangsung, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, bersama Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah di tengah Safari Ramadhan, menyusuri lorong-lorong pasar. 

BACA JUGA :  Dokter Jack Selamat Jalan ~ Dokter Happy

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal  berdialog langsung dengan para pedagang untuk mengetahui perkembangan harga dan pasokan bahan pangan.

Satu per satu komoditas ditanyakan. Mulai dari cabai, minyak goreng, beras, gula, hingga kacang-kacangan. 

Gubernur NTB ingin memastikan kondisi harga kebutuhan pokok tetap terkendali sekaligus memahami dinamika pasokan di tingkat pedagang.

Usai melakukan peninjauan, Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal tersebut menyampaikan bahwa sebagian besar komoditas pokok yang berada dalam kewenangan pemerintah saat ini masih berada pada kondisi yang relatif stabil.

BACA JUGA :  Biogas di TPA Kebon Kongo Disalurkan untuk Penduduk Sekitar

“Gula, minyak goreng, kemudian beras juga, relatif harganya bahkan di bawah harga acuan. Sama dengan harga acuan atau di bawah harga acuan. Artinya dengan kemampuan pemerintah melalui BULOG untuk melakukan intervensi pasar itu, harga tetap terjaga,” jelas Gubernur.NTB.

Namun, untuk komoditas yang sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar, seperti cabai, fluktuasi harga masih kerap terjadi. Kondisi tersebut, menurut Gubernur, semakin dipengaruhi oleh faktor cuaca yang tidak menentu.

Ia menjelaskan bahwa sebagian petani saat ini masih menunda panen cabai sambil menunggu Kondisi cuaca yang lebih stabil. Hal ini tentu berdampak pada ketersediaan pasokan di pasar.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pemerintah Provinsi NTB tengah menyiapkan program penguatan produksi cabai melalui keterlibatan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di seluruh NTB. 

Dengan jumlah lebih dari 200 sekolah, program ini diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat produksi baru sekaligus menjadikan sekolah sebagai penggerak atau champion komoditas cabai di daerah.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi NTB juga akan terus mendorong petani di setiap kabupaten dan kota untuk meningkatkan produksi hortikultura

BACA JUGA : Ramadhan akan Datang Dua Kali di Tahun 2030

Upaya Gubernur NTB ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tingkat pasar. nov/iwa

 




Ramadhan Akan Datang 2 Kali di Tahun 2030 

Pada 2030, Ramadhan diperkirakan dimulai pada 5 Januari dan kembali dimulai pada 26 Desember

MATARAM.LombokJournal.com ~  Setiap tahunnya bulan Ramadhan memang selalu terasa datang lebih cepat. 

Hal tersebut terjadi karena kalender Hijriah menggunakan sistem lunar (peredaran bulan), dengan jumlah hari sekitar 354–355 hari per tahun. Sementara kalender Masehi berbasis matahari dengan 365–366 hari. 

BACA JUGA : Dokter Jack Selamat Jalan — Dokter Happy 

Selisih sekitar 10–12 hari inilah yang membuat Ramadhan terus bergeser lebih awal setiap tahun dalam kalender Masehi.

Karena itulah, di tahun 2030 akan berbeda. Dalam satu tahun Masehi, Ramadhan diperkirakan terjadi dua kali: pada 5 Januari dan 26 Desember 2030.

BACA JUGA : Jemaah Umrah Masih Banyak Belum Bisa Pulang

Dilansir laman indonesia baik, dalam rentang waktu sekitar 33 tahun, Ramadhan akan kembali ke periode musim yang sama. Inilah yang dikenal sebagai siklus 33 tahun Ramadhan.

Pada 2030, Ramadhan diperkirakan dimulai pada 5 Januari dan kembali dimulai pada 26 Desember. Artinya, dalam satu tahun kalender Masehi akan ada dua kali bulan Ramadhan.

Fenomena ini terjadi karena akumulasi pergeseran 10–12 hari setiap tahun yang akhirnya “menggeser” Ramadhan masuk dua kali dalam periode Januari–Desember.

BACA JUGA : Dana Guru non ASN Dan Guru Honorer Madrasah Sudah Cair

Peristiwa ini bukan pertama kali terjadi dalam sejarah, dan akan kembali terulang dalam siklus berikutnya beberapa dekade mendatang.dan

 




Jemaah Umrah Masih Banyak Belum Bisa Pulang

Dalam periode pemantauan yang sama, KJRI Jeddah juga memonitor kepulangan 2.062 jemaah umrah Indonesia

MATARAM.LombokJournal.com ~  Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus melakukan pemantauan terkait kepulangan sejumlah jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi.

Jemaah umrah itu  mengalami penjadwalan ulang penerbangan di Arab Saudi.

BACA JUGA :  Dana Guru non ASN dan Honor Madrasah Sudah Cair 

Berdasarkan laporan pengawasan lapangan Staf Teknis Urusan Haji Jeddah pada 8 Maret 2026, tercatat 17 jemaah dari PT BMA mengalami penjadwalan ulang kepulangan dan saat ini berada di Makkah. 

Para jemaah umrah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 10 dan 14 Maret 2026.

Staf Teknis Urusan Haji Jeddah, M Ilham Effendy mengatakan tim di lapangan terus melakukan pemantauan serta menjembatani komunikasi antara jemaah, maskapai, dan penyelenggara perjalanan.

Selain itu, terdapat 67 jemaah dari PT RLW yang juga mengalami kendala kepulangan. 

BACA JUGA : Mudik Gratis Pelajar dan Mahasiswa, Ayo Manfaatkan

Proses penjadwalan ulang penerbangan tengah dilakukan oleh pihak terkait, dengan sebagian jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 9 Maret 2026 menggunakan Ethiopian Airlines dan Garuda Indonesia.

Tim di lapangan juga memfasilitasi komunikasi bagi lima jemaah umrah mandiri yang terdampak pembatalan penerbangan rute Madinah–Mumbai. 

Saat ini proses pengurusan refund tiket serta penjadwalan penerbangan pengganti sedang dilakukan oleh pihak maskapai dengan jadwal keberangkatan menggunakan Saudia Airlines pada 15 Maret 2026.

BACA JUGA : Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Kerandangan

Dalam periode pemantauan yang sama, KJRI Jeddah juga memonitor kepulangan 2.062 jemaah umrah Indonesia. 

Sehingga total kepulangan jemaah mencapai 19.509 orang sejak 28 Februari hingga 8 Maret 2026. Pada 8 Maret tercatat 434 jemaah baru tiba di Arab Saudi dari Indonesia.

Ilham menegaskan bahwa tim akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan proses perjalanan jemaah umrah dapat berjalan dengan baik dan

 




Zakat Tak Boleh Dipakai untuk Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kementerian Agama menegaskan, tidak ada kebijakan penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Zakat adalah instrumen ibadah yang memiliki aturan baku baik secara syariat maupun undang-undang.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar kembali menegaskan prinsip fundamental dalam pengelolaan dana zakat: Dana zakat mutlak tidak boleh dimanfaatkan di luar delapan Asnaf yang telah ditetapkan.

BACA JUGA : Gubernur Iqbal Janji Perbaiki Rumah Seorang Penjual Opak Opak di Lombok Utara

Hal ini berpedoman langsung pada Alqur’an (QS At-Taubah: 60) yang menggariskan bahwa zakat diperuntukkan bagi mereka yang berhak, seperti fakir, miskin, mualaf, dan asnaf lainnya.

BACA JUGA : Ketangguhan Bencana melalui Kolaborasi Semua Pihak

Penyaluran dana zakat di luar ketentuan Asnaf akan menimbulkan persoalan syariat yang sangat serius. Oleh karena itu, Kementerian Agama berkomitmen untuk terus menjaga agar setiap amanah zakat yang dititipkan umat tetap tersalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik sesuai tuntunan agama.

Kementerian Agama menegaskan bahwa tidak ada kebijakan penggunaan dana zakat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sesuai aturan tersebut, dana zakat mutlak menjadi hak prioritas bagi delapan golongan (Asnaf) penerima zakat (Mustahik). 

Mulai dari Fakir, Miskin, Amil, Mualaf, Riqab, Gharimin, Fisabilillah, hingga Ibnu Sabil.

BACA JUGA :  Modus Flexing, Terlihat Mewah Tapi Ternyata Tipuan

Kemenag terus memastikan tata kelola zakat berjalan transparan, berkeadilan, dan tepat sasaran sesuai peruntukannya.dan

 




Sekretaris Daerah ke XIV NTB, Siapa?

Proses mencari Sekretaris Daerah untuk mendapatkan ASN yang profesional, berintegritas, dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas tinggi

 

Sekretaris DaERAH XIII Prov NTB diwarnai isu dan spekulasi bernada pesimistis
Penulis : Lalu Gita Ariadi, Sekretaris Daerah XIII Prov NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Proses rekrutmen  Sekreraris Daerah (Sekda) Provinsi NTB tengah berlangsung. 10 kandidat berjuang menjemput takdir. Ikhtiar menjadi yang terbaik. Untuk ditetapkan menjadi Sekda XIV di Provinsi NTB.

Proses seleksi diumumkan secara terbuka. Melalui portal nasional SSCASN (Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara).  

BACA JUGA :  Desa Berdaya, NTB Tangani 106 Desa Prioritas

Mekanisme mencari Sekretaris Daerah ini memberi kesempatan yang luas kepada semua ASN untuk berkarier secara terbuka. Baik calon internal maupun  eksternal.  Bila memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Mekanisme Open Management ini diharapkan  meningkatkan transparansi, meritokrasi, dan profesionalisme dalam pengisian jabatan tinggi ASN.

Dalam seleksi,  selain proses administrasi, kandidat Sekretaris Daerah juga harus melewati test kompetensi.

Seleksi menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Kemudian  dilakukan assesmen kompetensi yang lebih mendalam.

Seperti psikotes, pembuatan dan presentasi “visi-misi’,  leaderless group discussion atau wawancara berbasis kompetensi.

Secara normatif tujuan utama dari proses mencari Sekretaris Daerah ini adalah untuk mendapatkan ASN yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas tinggi. Dengan sistem meritokrasi, pengangkatan dan promosi jabatan ASN didasarkan pada kompetensi, kinerja, dan integritas. Bukan pada faktor politik atau nepotisme. 

Proses seleksi Sekretaris DaERAH, selalu menjadi perhatian publik. 6 tahun lalu, kompetisi mencari  Sekda XIII Prov NTB diwarnai isu dan spekulasi bernada pesimistis. Seakan hasil  seleksi sudah ada sebelum kompetisi itu dimulai. 

BACA JUGA : Cuaca Ekstrem, BPBD NTB Pimpin Komando Terpadu

Yang akan terpilih adalah calon Sekda yang memiliki kedekatan dan ikatan emosional formal – infornal paling kuat dengan  “user” ( baca : Gubernur – Wakil Gibernur ). Proses seleksi berjalan transparan dan akuntabel. Fakta akhir berbicara lain.

Kini,  narasi isu dan spekulasi bergeser. Spekulasi yang menyeruak kepermukaan, apakah Sekda XIV Prov NTB  mendatang, produk lokal ataukah barang import ? 

Diksi ini dalam mekanisme open managemen seharusnya tidak boleh ada lagi. Karena semua ASN dimanapun tempat pengabdiannya berhak mengikuti kontestasi mengisi jabatan tinggi ASN itu. 

Buku the world is flat karya Thomas L Friedman, setidaknya menginspirasi kehidupan kini dan mendatang bahwa dunia sudah datar ( Sasaq : dunie wah asah ).  Kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan memungkinkan orang-orang berkompetisi secara global.

Namun faktanya, tidak sedikit aspirasi tokoh-tokoh masyarakat dan aktivis pergerakan yang memperjuangkan bahwa Sekretaris Daerah bukan petugas administrasi pembangunan daerah belaka. Sekda adalah representasi dan  simbolisme rasa dan semangat kedaerahan. Karenanya, harus ada affirmative action untuk putra daerah.

Lalu bagaimana dan siapakah kira-kira yang akhirnya terpilih menjadi Sekda XIV Prov NTB ke depan ?

Peran Sekretais Daerah (Sekda)

Sekda adalah sosok penting di balik layar pemerintahan daerah. Sekda bukan hanya mengurus administrasi. Sekda juga memainkan peran vital sebagai Stabilisator, Eksekutor, Komunikator, Dinamisator, dan Akselerator ( SEKDA ) pembangunan daerah. 

6 tahun lalu, ketika menyampaikan “visi misi” saya mencoba memaparkan makna Sekda yang SEKDA ini. Sebagai Stabilisator, Sekda bertugas menjaga stabilitas dan keseimbangan organisasi. Sekda memastikan kebijakan pemerintah daerah berjalan lancar dan efektif, serta mengatasi potensi konflik atau gangguan yang mungkin timbul. 

Konflik bisa terjadi di internal organisasi misal antara Gubernur dengan Wakil Gubernur, konflik ego sektoral OPD, Konflik Pimpinan OPD dengan staffnya dan sebagainya. Konflik eksternal berpotensi terjadi antara pemerintah provinsi dengan organisasi diluarnya seperti Forkopimda, DPRD,  Instansi vertikal di daerah, pemerintah Kabupaten / kota, Pers, LSM, Ormas, Orpol bahkan juga dengan masyarakat terkait suatu kebijakan publik. Potensi konflik ini harus mampu di deteksi dini, dikanalisasi dan dicarikan solusinya yang terbaik.

BACA JUGA : Manajemen Usaha Masyarakat Adat (KUMA)

Sebagai Eksekutor, Sekda bertanggung jawab melaksanakan dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah daerah. Sekda  mengkoordinasikan berbagai instansi dan memastikan implementasi program berjalan sesuai rencana. Sekda sebagai Ketua TAPD, sebagai Ketua Baperjakat, anggota BOC di BUMD, ketua DPKP, dan berbagai jabatan penting lainnya,  bertanggung jawab merancang / menyiapkan, melaksanakan keuangan daerah, penataan dan pengembangan sumber daya aparatur, pengelolaan asset, tata laksana, tata kerja hal-hal terkait unsur-unsur managemen ( man, money, methode, material, machine )

Sebagai Komunikator, Sekda menjadi jembatan antara pemerintah daerah, masyarakat, dan stakeholder lainnya. Sekda berkewajiban  menyampaikan informasi, mendengarkan aspirasi, dan membangun hubungan baik. Sekda menjadi ventilasi keluar masuknya informasi publik yang sehat, segar,  mencerdaskan dan mencerahkan

Sebagai Dinamisator, Sekda memotivasi dan menginspirasi tim untuk mencapai tujuan bersama. Sekda menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan produktif. Sekda tidak hanya bekerja dalam konteks sebagai unsur government tapi berada dalam spektrum collaborative governance. Kolaborasi hexa helix ( pemerintah, akademisi, bisnis, media, masyarakat, NGO dll ) harus benar-benar mampu diramu dengan baik demi kemajuan pembangunan daerah.

Sebagai Akselerator, Sekda mempercepat proses pembangunan daerah dengan mengidentifikasi peluang, mengatasi hambatan, dan meningkatkan efisiensi. Sekda secara tehnis harus mampu memilih dan memilah skala prioritas kebijakan dan program untuk  mendukung tugas fungsi Gubernur / wakil gubernur yang secara politik berjuang memajukan pembangunan daerah dan mesejahterakan masyarakat sesuai janji kampanyenya.

Untuk menjadi Sekda sebagai pembantu Gubernur – Wakil Gubernur yang baik, diperlukan kemampuan manajerial, komunikasi, dan kepemimpinan yang kuat, serta integritas dan komitmen tinggi. 

Menakar Peluang

Dari 10 kandidat yang berkompetisi saat ini siapakah yang  berpeluang menjadi Sekda difinitif ?

Lepas dari pro – kontra diksi lokal atau import dan ibarat pemain sepakbola, siapakah  calon sekda dari 7 pamain lokal ( dari lingkup pemprov NTB ), 1 pemain debutan promosi ( dari Kabupaten ), 1 pemain naturalisasi (  berkiprah di pusat – pulang kampung membela / membangun daerahnya ) dan 1 orang pemain asing yang akan terkontrak ( pejabat karier di BPKP ) yang akan menjadi sekda difinitif ? 

Bicara kemungkinan, tentu semua calon memiliki peluang kemungkinan yang sama untuk menjadi Sekda difinitif. 7 orang pemain lokal ini adalah pejabat yang sudah malang melintang di berbagai posisi penugasan.

7 pemain lokal ini saya kenal dengan baik. Saya tahu keunggulan, kelebihan dan juga kekurangannya. Mereka adalah pimpinan OPD Pemprov NTB ketika saya sebagai Sekda NTB sejak 19 Desember 2019 hingga 24 juni 2025.  

Keunggulan pemain lokal,  tentu sudah sangat paham dengan anatomi pemerintah provinsi NTB. Mereka secara empirik sudah sangat  paham dengan kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan ( baca : SWOT ) membangun NTB. Mereka tidak perlu berlama-lama melakukan orientasi tugas. Tinggal mengikuti dan menyesuaikan diri dengan style kepemimpinan dan direktif Gubernur – Wakil Gubernur. 

Sebagai senior tentu saya bangga dan bahagia bila yang terpilih adalah salah satu dari tujuh pemain lokal ini. Ibarat seorang guru,  akan bangga bila murid-muridnya bisa berprestasi bahkan jauh melampaui capaian prestasi gurunya.

Bila 7 pemain lokal belum beruntung, saya berpesan agar tetap tunjukkan kinerja terbaik. Jangan lelah untuk mengabdi demi NTB.  Terus cintai dan kawal penyelenggaraan pemerintahan, pelaksaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan yang menjadi tugas pokok dan fungsi pemerintah Provinsi NTB. 

Atau membuka opsi baru ?  Kembangkan karier di pusat. Bukankah Dr. Najamudin misalnya, pernah berkeinginan untuk hijrah ke Kementerian Perumahan dan Pemukiman Rakyat ? Demikian juga dengan yang lainnya. 

Segera susul Ir. Julmansyah MSc yang sebentar lagi mungkin promosi menjadi salah seorang Dirjen di Kementerian Kehutanan. Dalam proses akselerasi pembangunan, NTB butuh banyak aktor / agen yang memiliki akses langsung  dengan dan atau berada didalam struktur pemerintah pusat.

Calon Sekda Taufik ST MT ( Kepala Bappeda Kab. Bima ), laksana pemain transfer debutan baru dari kabupaten yang akan promosi ke tingkat provinsi. Ia tentu kandidat yang potensial. Jika terpilih, butuh  waktu untuk memahami spektrum tugas sebagai Sekda Provinsi. Butuh waktu  orientasi yang lebih lama untuk memahami anatomi pemerintahan di tingkat provinsi dengan segala dinamika dan problematikanya. Kalaulah gagal, ini momentum baik untuk segera hijrah mengisi eselon 2 di Pemprov NTB sebagai bekal kontestasi Sekda berikutnya.

Dr. Ahmad Saufi, junior saya di SMANSA Mataram, mantan pegawai Bappeda NTB.  Kalo boleh saya analogikan sebagai pemain naturalisasi dalam sepak bola. Latar belakang pendidikan S2 di Australia dan S3 di Jerman dan kiprahnya 

menjadi eselon 2 di kemenko PMK, tentu modalitas yang kuat untuk membangun NTB kedepan. Net working nasional dan internasional sudah dimilikinya.

Tapi andai gagal,  ini asset NTB untuk terus berkiprah di pusat. Semoga segera menjadi Deputy, Dirjen bahkan tidak menutup kemungkinan menjadi orang sasak pertama yang duduk di kabinet di masa-masa mendatang. 

Abul Chair AK,  Kepala Perwakilan BPKP Jawa Timur. Saya sudah tahu tapi saya belum kenal calon Sekda  kelahiran Sumenep ini. 

Saya sempat bertanya dalam hati, apakah calon Sekda ini anak cucu atau punya tautan darah dengan R. Ruslan Tjakraningrat – Gubernur pertama NTB yang juga berasal dari  Sumenep ? Sehingga terobsesi ingin ikuti jejak pengabdian pendahulunya di Bumi Gora ini ?

Ataukah inisiatif sendiri 

berani mencoba peruntungan karier di NTB ? Atau alasan-alasan subyektif lainnya. 

Publik lalu mereka-reka.mencermati ciri-ciri dan cara-cara pengisian jabatan di beberapa tempat strategis yang sudah terjadi di rezim  sekarang ini seperti pengisian di jajaran komisaris dan direksi Bank NTB Syariah maupun inspektur Provinsi, bisa jadi peluang Abul Chair cukup besar untuk menjadi Sekda difinitif.

Bila ia yang akhirnya jadi Sekda definitif, pengalamannya sebagai pejabat yang selama ini  berjibaku dengan urusan pengawasan keuangan dan pembangunan  tentu akan dimanfaatkan oleh “user” untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah yang lebih baik dan akuntabel. Dengan menekan anomali administrasi keuangan. Agar tidak terjadi praktek koruptif yang berujung di APH.

User bisa jadi juga berharap agar ruang fiskal NTB yang terbatas, dibawah pengelolaan dan pengawasan yang baik akan dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien serta fokus mengawal visi NTB Makmur Mendunia.

Kalaulah nanti terpilih, Abul Chair tidak hanya harus mampu menunjukkan  kepiawaiannya dalam mengawal dan mengeksekusi ( Eksekutor ) keuangan daerah tapi harus segera membaur menjalankan peran kesekdaan lainnya sebagai stabilisator, komunikator, dinamisator dan akselerator pembangunan daerah. 

Panggilan tugas mengabdi ke NTB tentu bukanlah hadir untuk bertahta di menara gading kesekdaan. Dibutuhkan pembuktian dan kerja keras bahwa sebagai pemain import ia memang layak terpilih karena jejak kompetensi, kapasitas dan integritas diri yang terbaik.

Bagi kandidat Sekretaris Daerah yang belum beruntung, bila persyaratan usia masih memungkinkan,  tunggu dan siapkan diri untuk ikuti kompetisi kembali 2 atau 3 tahun mendatang. Anggaplah kegagalan hari ini adalah kesuksesan yang tertunda.

Selamat tahun baru. Selamat datang Sekda baru dengan harapan, peluang dan  tantangan baru.

Puyung, 1 Januari 2026.




Desa Berdaya, NTB Tangani 106 Desa Prioritas

Program Desa Berdaya sebagai upaya penanganan kemiskinan ekstrem secara terintegrasi

MATARAM.LombokJournal.com  ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan,  pentingnya kolaborasi terpadu pemerintah dan mitra pembangunan dalam program Desa Berdaya untuk tangani kemiskinan ekstrem. 

BACA JUGA : Cuaca Ekstrem, BPBD Pimpin Komando Terpadu

Gubernur NTB berharap ada keterpaduan dalam mengimplikasikan program Desa Berdaya
Gubernur Iqbal

Pemprov NTB siap memimpin keterpaduan program agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran di 106 desa prioritas.

Gubernur Iqbal memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi program Desa Berdaya bersama Mitra Pembangunan Pemerintah Provinsi NTB di Mataram, Jum’at (23/01/26).

Menurutnya, pengentasan kemiskinan ekstrem merupakan pilar utama pembangunan daerah dalam lima tahun ke depan. 

Di NTB terdapat 106 desa kategori desa dengan kemiskinan ekstrem.

“Target utama kita adalah menghilangkan kemiskinan ekstrem. Ini adalah fondasi paling mendasar sebelum menyelesaikan persoalan sosial lainnya,” tegasnya.

Gubernur Iqbal menyoroti sejarah panjang keterlibatan mitra pembangunan di NTB sejak puluhan tahun silam. Pengentasan kemiskinan selama ini belum maksimal. Karena kurangnya kolaborasi yang terstruktur.

“Persoalannya adalah lack of orchestration, tidak ada yang mengorkestrasi, tidak ada dirigennya. Masing-masing jalan sendiri.” ujarnya dalam pengarahan terkait program Desa Berdaya itu.

Kemiskinan merupakan akar berbagai persoalan sosial, seperti pernikahan di usia dini. Karena itu, penyelesaiannya tidak bisa dilakukan secara parsial namun harus terintegrasi. Untuk mengatasinya, Pemprov NTB mengimplementasikan program “Desa Berdaya” sebagai upaya penanganan kemiskinan ekstrem secara terintegrasi.

Pemerintah menyediakan basis data yang akurat mengenai lokasi sesuai kebutuhan desa. Dengan data tersebut, mitra pembangunan diharapkan menyelaraskan program kerja agar tidak tumpang tindih.

BACA JUGA : Penguatan Kapasitas Pengurus dan Anggota PHKom Tanjuang Karang

“Pemerintah provinsi menyediakan data dan memberikan arahan. Teman-teman mitra pembangunan yang memainkan alat musiknya, tetapi iramanya harus sama,” jelasnya. 

Visi utamanya mengurangi kemiskinan, sementara aspek unggulan lainnya seperti ketahanan pangan dan pariwisata diposisikan sebagai alat (tools) atau instrumen mencapai tujuan.

“Tujuan utamanya nomor satu. Nomor dua, nomor tiga sebetulnya tools, alat untuk mengeluarkan dari kemiskinan tersebut,” jelasnya.

Melalui rapat koordinasi, diharapkan tercipta kesepahaman bersama antara pemerintah daerah dan mitra pembangunan dalam mengaplikasikan Desa Berdaya. (don-shr/dyd)

 




Pelita Air Jadi Solusi Liburan ke Lombok 

Pelita Air tang akan membuka rute ke Lombok memiliki total 14 unit pesawat dengan type Narrow Body (pesawat komersial dengan lorong tunggal) yaitu Airbus A320 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kabar baik untuk anda yang ingin menjelajahi keindahan Pulau Lombok. Pelita Air akan membuka rute baru Jakarta-Lombok pukul 06.20 wib dan Lombok-Jakarta 16.25 wita sebagai rute ke-14. 

Rute baru ini siap mengajak anda menjelajahi keindahan Pulau Lombok dengan segala pesonanya yang dijamin membuat anda jatuh hati, mulai dari pantainya yang indah, budayanya hingga kulinernya yang bikin ketagihan.

BACA JUGA : 408 CPNS dan PPPK Dilantik, Siap Mengabdi untuk NTB 

Pelita Air memiliki 2 pesawat yang menawarkan layanan medium economy yang menyediakan berbagai fasilitas dan kenyamanan bagi penumpang

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal, menerima audiensi Komisaris Utama Pelita Air Suprasetyo, di ruang tamu Pendopo Gubernur, Senin (26/05/2025). Pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama yang dapat memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi daerah dan kunjungan wisatawan ke Pulau Lombok.

“Pesawat sederhana tapi berkelas dan ramah lingkungan yang menjadikan Pelita Air pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan pulau Lombok, terbukti bahwa pesawat kedatangan yang digunakan para Duta Besar pada kegiatan IGS di NTB kemarin”, kata miq Iqbal.

Pelita Air saat ini memiliki total 14 unit pesawat dengan type Narrow Body (pesawat komersial dengan lorong tunggal) yaitu Airbus A320 yang terparkir di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta dan yang menginap diluar Jakarta terdapat di Surabaya dan Balikpapan. 

Saat ini Pelita Air memiliki 2 pesawat yang menawarkan layanan medium economy yang menyediakan berbagai fasilitas dan kenyamanan bagi penumpang termasuk makanan ringan dan minuman gratis, bagasi gratis hingga 20 kg, in-flight entertainment, pilihan kursi, dan check-in prioritas. 

BACA JUGA : Mimbar Bebas akan Digelar Menandai 100 Hari Iqbal-Dinda

Pelita Air juga fokus pada rute baru di wilayah timur Indonesia yang mungkin tidak dilayani oleh maskapai lain.

“Kami memiliki peswat yang bersih dan terutama enginenya (mesin), pada saat take off itu noisenya (kebisingan) rendah, itu seperti pesawat yang dirawat di Amerika”, pungkas Suprasetyo kepada Miq Iqbal.

Kehadiran Pelita Air ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di Provinsi NTB dan mendukung pengembangan KEK Mandalika ke depannya. 

BACA JUGA : Indeks Ketimpangan Gender

“NTB ini memiliki Sirkuit Mandalika, sehingga konektivitas penerbangan itu penting untuk mendukung pengembangan kawasan dan Lombok harus menjadi destinasi segala kemudahan bagi wisatawan,” pungkas miq Iqbal. ***

 

 




Hardiknas 2025  Momentum Lahirnya Generasi Penerus 

Hardiknas 2025 momentum meneguhkan komitmen untuk semangat memenuhi amalan konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal, selaku Inspektur Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 bertajuk ‘Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua’ menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan inklusif, Jum’at (02/05/05).

BACA JUGA : Buruh Merupakan Sahabat Seperjuangan Bangun Daerah

Hardiknas 2025 merupakan momentum meneguhkan dedikasi komitmen untuk semangat memenuhi amalan konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan selalu memberikan layanan pendidikan terbaik

Penetapan Hari Pendidikan Nasional dilatarbelakangi sosok yang memiliki jasa luar biasa di dunia pendidikan bangsa Indonesia, Ki Hadjar Dewantara yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses membangun kepribadian yang utama, akhlak mulia dan peradaban bangsa secara individual.

Tema perayaan Hardiknas tahun ini mencerminkan semangat kolaborasi antara pemerintah, pendidik, peserta didik, keluarga dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan sistem pendidikan yang adil dan merata. 

Melalui partisipasi aktif dari semua pihak, diharapkan pendidikan di Indonesia mampu menjadi pondasi kuat bagi lahirnya generasi penerus bangsa yang unggul.

“Hardiknas 2025 merupakan momentum kita meneguhkan dan meningkatkan dedikasi komitmen untuk semangat memenuhi amalan konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan selalu memberikan layanan pendidikan terbaik. Demi kemajuan bagi seluruh penerus bangsa,” ujarnya.

BACA JUGA : Rotasi Dilakukan sebagai Langkah Penyegaran

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana menerapkan metode pembelajaran secara mendalam melalui tes kemampuan akademik serta pembelajaran menulis kode dalam bahasa pemrograman (coding) dan kecerdasan buatan (artifisial) secara pedagogi atau bersifat mendidik.

Lebih lanjut Miq Iqbal menyampaikan terima kasih kepada para tenaga pendidik dan berharap kepada seluruh siswa-siswi pada masa yang mendatang dapat memajukan provinsi tercinta serta bersaing untuk memajukan bangsa Indonesia. 

“Terima kasih kepada para guru yang telah memberikan pendidikan kepada para siswa dan untuk kita semua saya pribadi mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dan saya berharap ke depan seluruh anak-anak Provinsi NTB dapat bersaing di kancah nasional maupun internasional,” tuturnya.

BACA JUGA : Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia di NTB

Presiden Prabowo Subianto menempatkan pendidikan sebagai prioritas ke-4. Presiden berkomitmen membangun sumber daya manusia yang kuat sebagai aktor dan bagian perubahan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur mendunia. edo/dyd

 




Generasi Muda Harus Dilibatkan untuk Majukan Daerah

Ajakan mengajak generasi muda khususnya generasi Z memunculkan gagasan merupakan bagian program Dekranasda NTB di tahun pertama 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal berharap, agar generasi muda leading dalam membantu pemerintah mengentaskan berbagai masalah seperti stunting hingga narkoba. 

Generasi muda harus mengambil peran untuk memajukan daerah, seperti kembali mencintai hingga mampu berkarya dengan membuat tenun dan kerajinan kriya lainnya. 

BACA JUGA : TNGR Diingatkan Kenyamanan dan Keselamatan Pengunjung

Generasi muda harus mengambil peran untuk memajukan daerah

“Tentu harus melibatkan mereka, menumbuhkan kecintaan anak muda dengan harapan, mereka kembali mencintai kebudayaan kerajinan tenun di NTB,” terang Sinta saat menerima audiensi finalis puteri Indonesia 2025 di Pendopo Gubernur, Kamis (10/04/25).

Istri gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda NTB itu  menambahkan, ajakan kepada generasi Z untuk memunculkan ide atau karya cukup beralasan, dikarenakan selaras dengan program kerja di tahun pertama Dekranasda NTB yakni berfokus pada pembinaan para penggiat tenun, kerajinan serta mempromosikan kekayaan kriya NTB.

“Saat ini Dekranasda fokus pada pembinaan. Dalam hal ini kami mengajak generasi Z kembali membuat karya terlebih tenun Sumbawa yang belakangan ini jarang ditemukan regenerasi penggiatnya,” tegas Sinta.

Selanjutnya, tak lupa ia berpesan agar finalis puteri Indonesia asal NTB yang akan berkompetisi di Jakarta Convention Center pada 2 Mei 2025 mampu mempresentasikan kekayaan kriya NTB mulai dari tenun Lombok, Sumbawa, Dompu hingga Bima.

BACA JUGA : Kunjungan Konsul Jenderal Australia di Bali

Sebelumnya finalis puteri Indonesia NTB Cahaya Sukmadewi mengungkapkan misi yang akan membawa isu pemberdayaan perempuan di NTB, dimana ia akan mengajak perempuan hebat NTB untuk menggali potensi yang mereka miliki sesuai dengan passion yang ia geluti saat ini yakni bisnis fashion.

“Saya ingin perempuan NTB harus bisa memanfaatkan peluang, terlebih generasi muda harus ikut terlibat sebagai leader kemajuan UMKM NTB ke depan,” ungkap Sukma. 

Selanjutnya perempuan yang berstatus mahasiswi di Universitas Mataram ini berharap langkah yang ia ikhtiarkan untuk generasi muda NTB dapat membantu membuka peluang kemandirian kerja dan membantu menurunkan angka pengangguran kemiskinan.

BACA JUGA : Event PGAWC 2025 Skylancing Lombok, Gratis

“Saya berharap akan terus berdampingan bersama pemerintah, untuk mengentaskan berbagai permasalahan yang ada,” terang Sukma. Rabuang/her

 

 




ASN Pemprov NTB Antusias Salami Gubernur Baru

Gubernur NTB menyampaikan terimakasih atas dukungan ASN Pemprov NTB saat dirinya mulai memasuki kantor Gubernur sebagai pimpinan baru

MATARAM.LombokJournal.com ~ Meskipun baru sebulan bekerja, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr HL Muhamad Iqbal disambut antusias jajaran pemerintahannya di lingkup Pemprov NTB. 

BACA JUGA : Apel Perdana, Gubernur Fokus Meritokrasi dan Tiga Tata Kelola

“Kita baru berinteraksi sebulan lebih tapi saya yakin ada banyak kekurangan dan kesalahan agar saya dan Umi Wagub dimaafkan,” ujar Gubernur Iqbal di lapangan Sangkareang kantor Gubernur, Selasa (08/04/25). 

Dalam momentum Halal Bi Halal bersama seluruh jajaran ASN Pemprov NTB, Miq Iqbal juga menyampaikan terimakasih atas dukungan saat dirinya mulai memasuki kantor Gubernur sebagai pimpinan baru. 

Ia berharap dapat melaksanakan seluruh visi misi dan program kerja dengan dukungan dan kolaborasi mulai Sekretaris Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah, pejabat, ASN dan Non ASN Pemprov NTB untuk kemajuan setiap orang dalam birokrasi. 

BACA JUGA : Lulusan Kejuruan di Madrasah Diharapkan Mampu Mendunia

Wakil Gubernur, Hj Indah Dhamayanti Putri menambahkan, sosok Gubernur Iqbal adalah orang yang memiliki keinginan besar membangun daerah. 

Oleh karena itu sebagai pribadi yang telah berkiprah di level nasional, Wagub mengajak seluruh jajarannya mendukung jalannya pemerintahan. 

“Saya mengajak kita semua untuk mengimbangi semangat pak Gubernur dan bekerja sepenuh hati agar prestasi menjadi kebanggan dan permasalahan dituntaskan bersama,” urai Umi Dinda. 

BACA JUGA : Bulan Madu, Harapan Baru dan Optimisme pada Maritokrasi

Usai melaksanakan apel perdana pasca libur Lebaran, Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda dan seluruh pejabat bersalam salaman sebagai bentuk memaafkan dalam rangka perayaan Idul Fitri 1446 H. jm