Aparat tak hanya melakukan penaganan dilokasi kebakaran, juga masyarakat setempat sudah dilakukan penanganan kesehatan oleh Dinas Kesehatan dengan pembagian masker
MATARAM.lombokjournal.com — Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Provinsi NTB serta pihak terkait hingga saat ini masih berusaha untuk memadamkan kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA) Regional Kebon Kongok Lombok Barat, yang terjadi pada Minggu sore lalu.
Kepala Pelaksana Badan penanggulanagn bencana daerah (BPBD) NTB, Ashanul khalik menjelaskan, para tim yang terdiri dari LHK,BPBD Provinsi/kota, Dinas Sosial Provinsi, PUPR Provinsi sudah melakukan penangan secara terpadu yang dilakukan sejak Malam hari (16/9).
“Ada LHK, BPBD kab/ kota dan Provinsi, kemarin kita sudah rapat dengan sekda segera melakukan penanganan secara terpadu, dan mulai semalam kita pasang Light tower dilokasi karena bekerja sampai malam,” ujarnya, Kamis (17/10) 2109 di kantor Gubernur NTB.
Dengan diturunkannya alat berat oleh Dinas PU dan tentunya dengan dibantu oleh petugas dari kabupaten Lombok Barat, Mataram kebakaran agar bisa teratasi.
Aparat tak hanya melakukan penaganan dilokasi kebakaran. Untuk masyarakat setempat juga sudah dilakukan penanganan kesehatan oleh Dinas Kesehatan dengan pembagian masker.
“Selain menurunkan alat,untuk masyarakat sekitar, dinas kesehatan sudah membagikan Masker ,” katanya.
Hingga saat ini belum ada masyarakat yang melapor untuk dievakuasi.
Hasil rapat yang dilakukan dengan Sekda hari Rabu (16/10) disepakati untuk kendaraan yang disediakan yakni pemadam kebakaran sebanyak 3 unit, Kota Mataram 2 unit, Lombok Barat 1 unit, tanki untuk suplay air ada 9 unit, BPBD Provinsi sebanyak 2 unit, Dinsos Provinsi 4 unit, PUPR provinsi 1 unit, Kota Mataram 1 unit, damkar Lobar 1 unit.
Kemudian ada ekspakator dari PUPR Provinsi, dam truk 2 unit dari Dinas LHK 1 unit, kemudian Ligh tower dari BPBD bast light 3 unit dari BPBD provinsi, kemudian juga disiapkan masker khusus kebakaran untuk petugas.
“Hingga saat ini jumlah petugas yang membantu pemadaman api sebanyak 50 orang lebih,” kata Ahsanul.
AYA/HmsNTB
